Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 14140

Pedagang Simpang Rujak Seraya Akan Direlokasi ke BMC Bengkong

0
Wali Kota Batam, Muhamad Rudi saat berbincang dengan pedagang rujak di Seraya. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Wali Kota Batam, Muhamad Rudi saat berbincang dengan pedagang rujak di Seraya. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhamad Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar meninjau kios-kios rujak di Seraya yang akan direlokasikan ke BMC, Bengkong.

“Jadi saya sama pak Amsakar sudah ketemu sama perwakilan pedagang. Jadi dalam waktu dekat akan segera kita relokasi nantinya di samping Ruko BMC, Bengkong,” ungkap Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (4/4).

Dalam pertemuan dengan perwakilan pedagang tersebut, Rudi akan mengajak pedagang ke tempat yang akan dijadikan tempat baru bagi para pedagang.

“Nanti saya sendiri yang akan resmikan. Hari ini kita akan cek ke sana bersama pedagang, mudah-mudahan bisa pas dengan mereka,” lanjutnya.

Menurut Rudi, rencana pemindahan pedagang sendiri akan selesai dilakukan minggu depan.

“Saya harap minggu depan sudah selesai. Jadi kedepannya lokasi simpang rujak ini akan ada pelebaran jalan untuk tol tahun 2017 dari Batuampar ke Bandara Hang Nadim,” terang Rudi.

Sementara itu, untuk pedagang tidak ada penolakan dari mereka, mereka semua bersedia direlokasi setelah melakukan musyawarah bersama.

“Saya berterima kasih dengan penjual rujak, semuanya sepakat tanpa kita yang membiayai, mereka yang akan membiayai sendiri. Artinya kita hanya memberikan tempat,” kata Rudi. (eggi)

Pemda Karimun Kucurkan Dana Pilkades Rp 18 Juta Per Desa

0

pilkadesbatampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, telah mengucurkan dana bantuan sebesar Rp18 juta per Desa untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak untuk 29 Desa pada bulan Mei mendatang dari 42 Desa se Kabupaten Karimun.

”Benar, total keseluruhannya mencapai Rp 522 Juta untuk 29 desa, yang bersumber dari dana APBD 2016 Karimun,” jelas Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Karimun Dwiyandri Kurniawan, di Tanjungbalai Karimun, Minggu (3/4).

Sedangkan, tahapan awal sudah dimulai pada bulan Maret lalu dengan pembentukan panitia, sekretariat, penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga Daftar Pemilihan Tetap (DPT) di setiap Desa yang akan melaksanakan Pilkades. Begitu juga tahapan pencalonan mulai dari penjaringan pendaftaran, proses pendaftaran bakal calon sedang berjalan pada bulan April ini.

”Ya seperti pelaksanaan Pilkada, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Sehingga, Pilkades ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang berkwalitas sesuai kehendak masyarakat desa itu sendiri,” tuturnya.

Dan hari ini, Senin (4/4), sudah mulai tahapan ujin kompetensi terhadap bakal calon Kepala Desa. Untuk sementara yang ikut bakal calon Kepala Desa mencapai 105 orang dari 29 Desa, khusus di pulau Kundur yang ada 18 desa di 5 kecamatan yang akan mengikuti uji kopetensi sudah mendaftar mencapai 65 orang.

Jadi bakal calon Kades harus ikuti tahapan semua. Artinya, Pemda Karimun hanya fasilitasi semuanya tergantung masyarakat Desa itu siapa yang akan dipilih menjadi Kepala Desa untuk 6 tahun mendatang.

Perlu diingat, kata Dwiyandri lagi, Kepala Desa nantinya akan mengelola Dana Desa (DD) yang mencapai Rp1 miliar di setiap desa. Sehingga, tanggungjawabnya cukup besar bagaimana memanfaatkan DD tersebut untuk kemaslahatan umatnya.

”Kades sangat bertanggungjawab mau dibawa kemana Desa itu. Apalagi, wilayah kita berbatasan langsung dengan negara tetangga,” pesannya lagi.(tri/bpos)

Rudi dan Amsakar Tinjau Pengelolaan Parkir di Tibancentre

0
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar melakukan peninjauan terhadap pengelolaan parkir  di seputaran pasar Tibancenter.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar saat meninjau pengelolaan parkir di seputaran pasar Tibancenter.

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar melakukan peninjauan terhadap pengelolaan parkir pertokoan dan kios-kios liar di seputaran pasar Tibancenter.

“Bahwa masyarakat pengguna jalan tidak semuanya yang makan di situ. Jadi tentunya mereka merasa keberatan, karena itu kita minta ke manajemen parkir di Tibancentre agar dilakukan pembongkaran,” ungkap Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Senin (4/4).

Lebih lanjut Amsakar mengatakan akan memberikan tenggat waktu hingga tiga hari kepada pengelola parkir di Tibancenter untuk melakukan pembongkaran.

“Secepatnya akan kita lakukan pembongkaran. Jadi, dalam tiga hari kedepan sudah di bongkar,” lanjut Amsakar.

Sementara itu terkait kios-kios liar yang terdapat di seputaran Tibancenter, Amsakar mengatakan pihaknya telah menyerahkan semuanya kepada kecamatan.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah kota Batam telah memberikan pendistribusian ke tiap-tiap kecamatan, yang di antaranya adalah pelayanan KTP, pengelolaan sampah, beserta anggota Satpol PP sebanyak 9 orang bersama mobil patrolinya.

Jadi, salah satu tugas Satpol PP yang ada di tiap kecamatan salah satunya melarang mendirikan kios sembarangan. Jadi Satpol PP di tiap kecamatan tersebut harus menyelesaikan permasalahan kios ini secara langsung.

“Jadi nantinya pendirian kios atau ruli di luar semestinya langsung diberikan surat peringatan. Kita akan tetap berjalan dengan aturan yang sudah kita buat,” pungkas Amsakar. (eggi)

Mobil Seruduk Cafe dan Bengkel

0
Warga melihat mobil yang menabrak bengkel dan cafe di Seipanas, Senin (4/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Warga melihat mobil yang menabrak bengkel dan cafe di Seipanas, Senin (4/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sebuah mobil melaju kencang hingga menabrak gundukan tanah dan meluncur cepat menyeruduk kafe dan bengkel di Seipanas, Senin (4/4/2016) sekitar pukul 11.30 WIB.

Akibatnya, DS Cafe dan Bengkel milik Vekti rusak parah. Sementara mobil Suzuki BP 8206 DJ yang menambrak ringset bagian depannya.

“Saya lagi servis motor, kemudian saya liat dari arah vihara (Maitreya) sana sebuah mobil kencang dan terbang menabrak gundukan tanah, lalu menabrak dua kios,” ujar seorang saksi mata, Zainal.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kafe dan bengkel mengaku rugi puluhan juta rupiah.

Sementara pengendara mobil luka ringan langsung diamankan polisi.

Kecelakaan lalu lintas ini menimbulkan kemacetan panjang karena warga dan pengendara berebut untuk melihat kecelakaan tersebut.

Sopir mengaku melamun sehingga ia tak menyadari menghantam gundukan tanah hingga menabrak dua bangunan di dekatnya.

“Saya mau ke Bengkong nukar mobil, baru nyadar pas nabrak,” ujar Abraham, sang sopir. (eggi)

Hari Pertama, Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 1 Batam Berjalan Lancar

0
Siswa-siswi SMAN 1 Batam saat mengikuti Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UANBK). Foto: Eggi/ batampos.co.id
Siswa-siswi SMAN 1 Batam saat mengikuti Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UANBK). Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UANBK) SMAN 1 Batam berjalan aman dan lancar.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batam M Chaidir mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti UAN di hari pertama berjumlah 308 siswa dari dua jurusan berbeda.

“Jurusan IPA dan IPS, semua siswa hadir pada hari ini,” ungkap Chaidir saat ditemui di ruangannya, Senin (4/4).

Chaidir menambahkan, jika dalam pelaksanaan UANBK ini akan dibagi dalam tiga sesi, yang mana setiap harinya akan diujikan dua mata pelajaran di setiap jurusan.

Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan tiga ruangan yang digunakan sebagai tempat ujian yang akan berlangsung, diantaranya ruang komputer, ruang bahasa dan ruang multimedia.

Pelaksanaan ujian dimulai pada pukul 07.30 sampai 09.30 WIB untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kemudian untuk jam kedua 10.30 sampai 12.30 WIB mata pelajaran Kimia untuk jurusan IPA dan Geografi untuk jurusan IPS. (eggi)

Pak Walikota, Kita Tiru Surabaya Yuk, Punya Pasar Ikan Khusus

0

setraikanbulak

batampos.co.id – Surabaya membangun Sentra Ikan Bulak (SIB) di pantai Kenjeran Kota Surabaya, tujuannya menyejahterakan masyarakat sekitar.

Pasar ikan ini tak sekadar pasar, ia digadang menjadi salah satu jujukan destinasi wisata yang dikenal dunia internasional.

“Apabila SIB tidak lekas ditempati, maka selamanya akan sepi seperti yang terjadi selama beberapa tahun terakhir ini,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat membuka Festival Bulak 2016 di Sentra Ikan Bulak, Kenjeran, Minggu.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan sinergi antara seluruh warga Bulak dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Jika seluruh pedagang ikan di kawasan Bulak mau berkumpul, maka pembeli akan terpusat di SIB. Mari kita bersama-sama memanfaatkan SIB, kelak jika Jembatan Kenjeran dibuka, seluruh wisatawan dipastikan akan ke sini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Risma memberi tenggat waktu kepada tokoh masyarakat mulai dari pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW untuk mengajak warganya menempati kios-kios di SIB.

Bahkan, Risma meminta semua pedagang yang ada di sekitar pesisir Bulak untuk pindah berjualan di stand SIB itu. “Saya berikan waktu kepada Pak Camat dan Pak Lurah sampai 30 hari ke depan. Jika tidak kunjung menemapati SIB, maka akan ditempati pedagang dari Pabean,” ujarnya.

Menurutnya, sudah selama dua tahun pedagang Pasar Pabean mengirimkan surat kepada wali kota. Namun ia belum dapat menanggapinya, karena fokus utama pembangunan SIB adalah untuk mensejahterahkan warga Bulak.

Risma memastikan bahwa pada Bulan Juli 2016, kawasan pesisir Bulak itu akan menjadi kawasan internasional karena akan ada agenda UN Habitat yang akan dihadiri oleh warga dari berbagai negara di dunia ini.

“Tapi kalau masyarakatnya tidak siap, saya kan yang malu nanti. Saya ingin membuktikan bahwa Surabaya itu bisa karena itu mari kita bersama-sama mengubah nasib kita,” katanya.

Risma pun berkali-kali mengajak kepada warga dan tokoh masyarakat untuk meramaikan gedung SIB itu, karena kawasan itu diyakini oleh Risma akan menjadi jujukan wisata baru di Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma menyempatkan untuk berkomunikasi langsung dengan dua nelayan Bulak yang menyampaikan keluh kesah. Bahwa, selama bertahun-tahun menjadi nelayan, mereka mencoba bertahan dengan kondisi yang masih pas-pasan.

Kepala Dinas Pertanian Surabaya Djoestamadji menambahkan dari 260 kios di SIB sekitar 20 persen yang telah diisi dan sudah ada pemiliknya.

“Ibu wali kota telah memberikan batas waktu hingga 30 hari kedepan untuk para pedagang yang mengisi kios. Kami terus berkomunikasi dengan kecamatan dan kelurahan dalam hal ini,” katanya.

Camat Bulak Suprayitno menjelasakan Festival Bulak 2016 yang rencananya akan digelar selama 7 hari, mulai dari 3-10 April ini diharap mampu menyedot antusias warga dari penjuru Kota Pahlawan.

Pada pembukaan kali ini ada pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang mendatangkan tim laboratorium, P3K, dan tim obat, dengan sasaran sekitar 500 warga. (peh)

DPRD Batam Berharap PKL Direlokasi dan Ditata

0
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam berharap Pedagang Kakilima (PKL) di Batam tak hanya ditertibkan. Namun juga butuh kepastian relokasi, penataan, dan pembinaan.

”Sesuai dengan Perpes Nomor 125 tahun 2012, dan Kemendagri nomor 41 tahun 2012 pemerintah wajib melakukan pembinaan PKL, bukan malah membinasakan,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husen.

Menurutnya, keberadaan PKL dipersepsikan negatif, mengganggu ketertiban dan melanggar undang-undang. Karena berjualan di lahan yang salah, row jalan, dan bufferzone. Sehingga keberadaannya dipandang sebelah mata dan tidak diperhitungkan.

”Namun sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, sudah selayaknya memperhatikan nasib PKL,” harap politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Karena menurutnya, keberadaan PKL menjadi solusi penyediaan harga yang lebih murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain PKL membantu mengurangi pengangguran. ”Karena menciptakan lapangan kerja,” terangnya.

Apalagi menurutnya, mayoritas PKL adalah sosok pedagang yang ulet yang telah berjuang untuk menghidupi keluarganya.

Menurutnya, PKL bukan pilihan, namun keterbatasan pendidikan, serta minimnya kesempatan kerja membuat mereka berjualan di lahan yang salah. ”Ketimbang berbuat pidana,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) 21 Maret 2016 lalu, pemerintah mengintensifkan pengawasan antisipasi menjamurnya PKL. Bila ada penggusuran harus dipaparkan terlebih dahulu dengan berbagai pihak, termasuk DPRD.

Menurutnya ada tiga faktor keberadaan PKL bisa digusur. Pertama, negara membutuhkan lahan, misalnya untuk pelebaran jalan dan drainase.

Kedua, pihak developer dengan tidak menyetujui adanya PKL tersebut. Ketiga RT, RW dan masyarakat setempat tidak menyetujui keberadaan PKL karena dianggap mengganggu kenyamanan. “Pemerintah harusnya mencarikan solusi,” pungkasnya. (hgt)

Baca juga:

Baru Ditertibkan, PKL Simpang Panbil Kembali Buka Lapak

Satpol PP Batam Tertibkan Kios Simpang Panbil

Padagang Kakilima Simpang Panbil Mengancam, Tetap Berjualan Hingga Ada Solusi

Cegah Pedagang Kakilima Kembali, Satpol PP Batam Jaga Lokasi Yang Ditertibkan Selama 24 Jam

Usai Ditertibkan, Sampai Saat Ini Satpol PP Masih Jaga Simpang Panbil

Minggu Ini, Kios Liar di Pasir Putih Akan Dibongkar

0
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu sepakat membongkar semua kios liar di Batam. ”Minggu ini akan kita bongkar yang di Pasir Putih. Mungkin setelah itu kios liar yang ada di Batamcenter lainnya,” kata Hendri, Kasatpol PP Kota Batam, Minggu (3/4).

Sebelumnya, untuk tahap awal pemilik kios sudah diberikan surat peringatan (SP). Di mana untuk pembongkaran awal akan dilakukan di Pasir Putih yang sudah masuk SP Bongkar.

”Semua akan kita berikan SP. Tidak ada satu kios pun yang akan terlewatkan. Semua akan diberikan SP. Tetapi pembongkarannya akan dilakukan bertahap,” ujar Hendri.

Hendri mengatakan pemberian SP ini sesuai dengan pertemuan dengan para pemilik kios liar beberapa waktu lalu. Di mana dituntut agar semua kios liar ini dibongkar.

”Kita tidak boleh tebang pilih. Makanya minggu ini sudah semua kios akan dikirimkan SP. Tetapi ada yang SP 1, ada yang SP-2, mungkin ada juga yang SP-3. Saya tidak hafal,” katanya.

Sementara itu, Tumbur M Sihaloho, anggota komisi I DPRD Kota Batam mengapresiasi Pemko Batam jika memang konsisten membongkar semua kios liar. Ini penting untuk menghindari kecemburuan sosial.

”Tapi harus konsisten. Jangan hanya diberikan surat peringatan tetapi tidak ada penertiban. Harus adil,” katanya.

Menurut Tumbur, kios liar ini tidak diperkenankan karena berada di kawasan yang tidak sesuai peruntukannya. Di mana keberadaannya mempersempit ruang terbuka hijau di Batam. Termasuk taman kota.

“Tetapi kita beraharap ada solusi dari pemerintah kepada pedagang yang ada di kios. Jangan sampai mereka dibiarkan begitus saja. Harus dibina, dan dicarikan tempat untuk berusaha,” katanya. (ian)

Baca juga:

Pak Walikota, Pemilik Kios Liar Tetap Membandel Nih . . .

Bikin Semrawut, Tahun Ini Seluruh Kios Liar di Batam Akan Ditertibkan

Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

DPRD Batam Minta Kejati Tidak Tebang Pilih Terkait Kasus Bansos Senilai Rp 66 Miliar

0
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mempertanyakan lambannya pengusutan kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) Kota Batam 2011-2012 sebesar Rp 66 miliar.

Banyak yang sudah diperiksa, namun hanya sebagian kecil dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

”Lucunya, Aris Hardi Halim yang mengaku tak pernah diperiksa, justru dijadikan tersangka. Yang diperiksa berkali-kali justru tak jadi tersangka,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai.

Padahal dari awal, Kejati membeberkan modus penyalahgunaan dana bansos ini di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Batam. Ditargetkan Maret, namun hinggga kini baru beberapa orang tersangka saja.

Itupun, lanjut politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) kerugian di persatuan sepakbola (PS) Batam hanya Rp 500 juta saja. ”Sisanya Rp 61,5 miliar lagi, siapa yang menyalahgunakannya?” tanya Lik Khai.

Ia meminta Korps Adhyaksa bisa mengusut tuntas kasus yang ditunggu masyarakat umum ini. ”Kami berharap penegak hukum tidak tebang pilih, kita mendukung pengusutan kasus ini,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain menyampaikan, akibat banyaknya program bansos tersangkut masalah hukum, pimpinan SKPD banyak menolak program ini. Karena desakan politik, mereka tak bisa berbuat banyak.

”Sebetulnya SKPD keberatan,” tutur Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Menurut Yudi, selama ini Bansos digunakan untuk membangun kekuatan politik dan sosial. ”Ini yang keliru, harus diubah,” katanya.

Sementara itu Kasisdik Kejati Kepri, Zainur, mengatakan pihaknya sudah dua kali melayangkan panggilan ke Aris untuk diperiksa sebagai saksi selaku mantan Ketua PS Batam, namun Aris selalu mangkir.

Menurut Zainur, pemanggilan Aris penting untuk mengetahui lebih jauh seluk beluk penyalahgunaan dana bansos tahun anggaran 2011-2012 ini. “Perkembangan penyidikan selalu mengarah adanya tersangka baru,” kata Zainur, Selasa (29/3/2016) lalu. (hgt)

Baca juga:

> Disebut Jadi Tersangka Kasus Bansos Batam, Aris: Diperiksa Saja Tak Pernah

Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Aris Hardy Halim Tersangka Bansos Batam

> Mantan Petinggi DPRD Batam Terseret Kasus Bansos
> Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

Sore Ini, Warga Binaan Lapas Klas IIA Batam Ikuti UN Paket C

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 18 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam, Tembesi akan mengikuti UN paket C yang setara SMA, hari ini. Kepala Lapas Klas II A Barelang, Farhan Hidayat melalui Kasi Binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, dari 18 orang yang mengikuti ujian, dua di antaranya baru saja bebas.

”Tetapi mereka terdaftar mengikuti ujian di dalam (Lapas),” kata Luthfi, kemarin (3/4).

Luthfi mengatakan, peserta UN warga binaan ini, terdiri dari berbagai kasus yang sudah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

”Mereka tidak ingin tertinggal dan untuk masa depannya. Mereka memiliki kemauan dan semangat untuk bisa ujian dan juga sudah terdaftar UN,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pelaksanaan UN di Lapas tidak jauh berbeda dengan di sekolah-sekolah. Di Lapas para peserta yang ujian juga mendapat pengawal ketat dari Disdik Kota Batam, polisi, dan pihak Lapas sendiri.

”Sesuai arahan pemerintah UN dimulai Senin sampai Kamis mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lutfhi menuturkan pelaksanaan UN di Lapas tak bersamaan ujian di sekolah reguler, yang mengambil waktu pagi. Di Lapas ujian UN berlangsung pukul 17.00 WIB. Namun tetap objektif, terhindar dari kecurangan.

Lutfhi berharap agar anak binaan Lapas bisa sama dengan di luar (sekolah, red), serta bisa bermafaat bagi kelangsungan hidup mereka nantinya. ”Kita harap mereka lulus dengan nilai yang memuaskan,” tutup Luthfi. (cr14)

Baca juga:

Ujian Nasional Dikawal, Satu Sekolah Satu Personil Polisi