Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 14152

Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos

0
Rustam Sinaga, pengurus PS Batam usai dimintai keterangan penyidik Kejati Kepri terkait dana Bansos Batam. Foto: osias/batampos
Rustam Sinaga, pengurus PS Batam usai dimintai keterangan penyidik Kejati Kepri terkait dana Bansos Batam. Foto: osias/batampos

batampos.co.id – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (kejati) Kepri terus memeriksa pihak-pihak yang menerima aliran dana bantuan sosial (Bansos) Pemko Batam tahun anggaran 2011-2012 senilai Rp 66 miliar.

Kamis (10/3/2016) kemarin, giliran pengurus PS Batam yang diperiksa. Hadir memenuhi pemeriksaan itu dua orang pengurus PS Batam yang diketuai Rustam Sinaga. “Iya, baru dua orang yang kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmad.

Rahmad juga membenarkan, dalam kasus Bansos Batam ini tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menetapkan banyak tersangka. Namun semua itu tergantung hasil penyidikan. ”Akan banyak tersangka dari kasus Bansos Batam ini. Nanti tunggu ditandatangani Pak Kajati baru bisa dipublikasikan,”ucap Rahmad.

Penyelidikan dugaan korupsi dana Bansos tahun 2011-2012 ini dilakukan pihak Kejati Kepri atas laporan masyarakat ke Kejaksaan Agung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kepri, tidak hanya itu, kasus ini juga menjadi prioritas Kejati Kepri karena adanya rekomendasi dari pihak Kejaksaan Agung.

Dari penelusuran dalam kasus ini, terkait dugaan korupsinya, bermula dari Pemerintah Kota Batam yang memiliki anggaran untuk dana hibah sebesar Rp 66 miliar di tahun 2011.

Pemko Batam kemudian memberikan belanja hibah ini dalam bentuk uang yang diberikan kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, kelompok masyarakat dan perorangan.

Rinciannya; Pemerintah Pusat Instansi Vertikal Rp 11,2 miliar, Organisasi Semi Pemerintah Rp 3,2 miliar, dana BOS ke sekolah swasta Rp 15,6 miliar, Kelompok Masyarakat Rp 21,6 miliar dan Perorangan Rp 14,8 miliar hingga total keseluruhan Rp 66,5 miliar. Sistem penyaluran dana ini dengan mekanisme LS ditransfer dari kas daerah Kota Batam kepada rekening penerima hibah.

Terungkap bahwa belanja hibah yang disalurkan ini tidak lengkap dengan laporan pertanggungjawaban dan naskah hibah. Belanja hibah itu dianggarkan pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan sekretariat daerah selaku satuan kerja pengelola keuangan daerah (SKPKD).

Namun dari jumlah tersebut diketahui yang dilengkapi dengan naskah hanyalah sebesar Rp 14,4 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 52 miliar, tanpa memiliki naskah hibah dan tidak dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban.

Penyaluran dana hibah puluhan miliar yang tidak dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban ini terungkap dalam hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Kota Batam tahun anggaran 2011. (ias/bp/jpgrup)

Baca Juga:
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> Penyalur dan Pembagi Dana Bansos Batam Tersangka
> Plh Wali Kota Batam Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos

Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak

0
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widiaston (kiri), salaman dengan Sudung Situmorang, Kajati Kepri yang ia gantikan. Foto: dok.pemprov kepri
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widiaston (kiri), salaman dengan Sudung Situmorang, Kajati Kepri yang ia gantikan. Foto: dok.pemprov kepri

batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widiastono, menyatakan pihaknya terus mendalami pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) pemko Batam. Ia menyebutkan bakal banyak yang menjadi tersangka.

Sejauh ini, baru dua orang penyalur dan pembagi dana Bansos yang telah ditetapakan sebagai tersangka. Namun Andar mengatakan belum menandatangani surat penetapan tersangka bansos Batam tahun anggaran 2011-2012 senilai Rp 66 miliar itu.

”Kasus Bansos Batam ini pasti akan ada tersangka karena sudah masuk dalam tahap penyidikan, surat penetapan tersangkanya belum saya tanda tangani,”ujar Andar, usai serah terima jabatan, Kepala Kejari Batam dan sejumlah pejabat Korps Adhiyaksa lainnya, di aula Baharudin Lopa Kejati Kepri, Kamis (10/3/2016) di Tanjungpinang.

Dikatakan Andar, nantinya sebelum menandatangani surat penetapan tersangka dalam kasus tersebut, pihaknya juga akan memanggil terlebih dulu orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

”Yang jelas kami sudah mengantongi nama orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Nanti dia kami panggil secara patut terlebih dulu,” kata Andar.

Dilanjutkan Andar, secara umum memang pihaknya telah menetapkan tersangka. Namun ia belum bisa membeberkan siapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka, karena tidak mau membuat kegaduhan.

”Ini masih dalam ranah penyidik, penyidikan saat ini kan untuk mencari alat bukti hasil dari Pulbaket dan Puldata yang dilakukan. Nanti jika sudah saya tanda tangani akan saya panggil teman-teman wartawan,” janji Andar.

Sementara saat ditanya, berapa orang yang bakal ditetapkan sebagai tersangka, Andar enggan berkomentar, ia meminta para wartawan untuk sabar karena masih dalam proses. ”Masih dalam proses, yang jelas pasti ada tersangka,” ucapnya. (ias/bp/jpgrup)

Baca Juga:
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> Penyalur dan Pembagi Dana Bansos Batam Tersangka
> Plh Wali Kota Batam Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos

November 2017, Jembatan Layang Simpang Jam Selesai Dibangun

0

flyoverbatampos.co.id – Rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di Batam mulai dikerjakan. Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk fly over di Simpang Jam.

Pembangunan fly over diharapkan dapat mengurai kemacetan terutama di dua simpang yang akan dibangun fly over tersebut yakni Simpang jam dan Simpang kabil. Dua lokasi tersebut merupakan simpang terpadat yang paling banyak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Yanto Apul Sirait mengatakan kedua fly over tersebut dibangun dari arah Batu Ampar menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Pembangunann fly over di Simpang Jam dikerjakan mulai 17 Desember 2015. “Diperkirakan selesai pada 17 November 2017,” katanya, kemarin (10/3).

Fly over di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalanan mencapai 460 meter dan titik tertinggi fly over sekitar sembilan meter dari permukaan tanah. “Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar,” papar yanto.

Dua fly over di Batam ini diklaim berstandar tinggi. Karena wilayah Batam yang berdekatan dengan dunia internasional sehingga pembangunannya menggunakan bahan dan kualitas terbaik. “Dibuat berdasarkan standar internasional,” ungkapnya.

Dari hasil kajian timnya, sebut Apul, di Simpang Jam melintas sekitar 272.138 kendaraan dalam sehari. Dengan jumlah ini, memang sudah sepantasnya Simpang Jam memiliki fly over. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya.

Saat ini, sebutnya, hambatan yang ditemui pihaknya adalah utilitas seperti kabel listrik, pipa air dan gas yang berada di bawah tanah. Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PT PLN, PT ATB, PGN, Telkom da lainnya terkait utilitas tersebut. “Sejauh ini tidak ada hambatan yang sangat berarti. Masalah utulitas sudah kita bicarakan bersama,” masih katanya.

Keberadaan fly over sebutnya, memang bisa mengurai kemacetan. Namun apabila jumlah kendaraan selalu bertambah maka dampaknya tidak terlalu signifikan. Kementrian PU, sebutnya akan membangun fly over di simpang lain selain dua simpang tersebut. “Idealnya memamg di semua simpang. Namun akan berhenti apabila ada kebijakan lain seperti transportasi massal yang jelas bisa sangat mengurangi kemacetan,” sebut Yanto.

Selama pembangunan, tentu masyarakat akan terganggu. Namun, untuk mengurangi ketidaknyamanan pengguna jalan selama pengerjaan, kementrian PU dan Perumahan Rakyat akan membangun jalan samping sebagai jalan alternatif. “Kita juga usahakan bekerja secepat mungkin supaya warga tidak terganggu terlalu lama,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pu Kota Batam, Yumasnur mengatakan pembangunan fly over ini merupakan kebutuhan masyarakat Batam. Pemko Batam telah berkoordinasi dengan BP Batam, Pemerintah Provinsi dan Kementrian PU terkait pembangunan fly over. “Pembangunan fly over mulai diusulkan sejak 2004 lalu,” katanya.

Yumasnur berharap pembangunan kedua fly over tersebut bisa mengurangi kemacetan di Batam. Untuk kendaraan dari arah Batuampar menuju Bandara bisa langsung lewat atas. “Jalan yang dibawah tetap difungsikan dan tentunya bisa mengurangi kemacetan,” ungkapnya.

Yumasnur menjelaskan, karena dibangun di tanah Melayu, fly over ini tentu akan mendapat sentuhan ornamen melayu dengan meminta saran dari Lembaga Adat Melayu Batam .

Sementara itu, untuk fly over di Simpang Kabil masih dalam proses. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Jam dan menelan anggaran Rp 200 milyar.”Direncanakan pembangunan akan dimulai Agustus 2016,” janji Yumasnur. (leo)

Lari Saat Disergap, Pelaku Curanmor Tersungkur Didor

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dua pelaku pencurian kenderaan bermotor (curanmor), Gusti dan Yusuf dibekuk anggota Polsek Sei Beduk, Kamis (10/3) kemarin. Dari tangan mereka polisi mengamankan empat motor Yamaha Mio.

“Sebenarnya ada 9 motor, namun hanya empat motor yang bisa kami amankan sekarang,” ujar Kanit Rekskrim Polsek Sei Beduk, Bripka Abdon Pasaribu.

Abdon mengatakan saat penangkapan tersebut, kedua pelaku sedang berada di kos-kosan pacarnya. Saat proses penangkapan keduanya sempat melarikan diri, namun pelarian tersebut tak berlangsung lama, karena timah panas yang dilepaskan polisi berhasil mengenai betis kiri pelaku.

“Sekitar jam 4 pagi mereka disergap, si Yusuf ditangkap di Batu Aji dan Gusti di daerah Pelita,” kata Abdon.

Abdon menyebutkan, kedua pelaku tersebut sudah sembilan kali mencuri sepeda motor. “Terakhir aksi mereka lakukan sekitar empat bulan yang lalu. Sedangkan lokasi incaran mereka di sekitar kawasan Muka Kuning dan Batamindo,” sebutnya. (cr19)

Lama Terbengkalai, Pemko Batam Segera Bangun Kembali Gedung Eks Disnaker

0
Gedung eks Disnaker Batam yang hangus terbakar. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Gedung eks Disnaker Batam yang hangus terbakar.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam pada 14 November 2013 lalu. Eks kantor Disnaker Batam ini dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Terlihat masih jelas sisa-sisa yang diakibatkan kebakaran.

Gedung yang merupakan aset daerah tersebut hingga saat ini masih belum dibangun kembali. Kabag Humas Pemrintah Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, pemerintah bersama SKPD terkait akan segera membangun kembali gedung tersebut.

“Hampir 90 persen gedung mengalami kerusakan, jadi kita akan bangun kembali,” kata Ardi.

Pemerintah juga harus melakukan kajian terlebih dahulu sebelum membangun kembali gedung tersebut. “Secepatnya akan kita kaji. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita mulai,” katanya.

Terkait apakah pembangunan gedung nanti melalui proses lelang. Ardi menjelaskan semua pengadaan barang dan jasa apabila telah melebihi Rp 200 juta, maka akan dilakukan proses lelang.

“Semua kita terbuka, kita bicarakan dulu dengan Dinas Tata Kota dan Disnaker juga pastinya,” jelasnya. (cr17).

 

BPJS Kesehatan: Tidak Mungkin Pembayaran ke Mitra Seret apalagi Dipersulit

0

bpjskesehatanbatampos.co.id – Keluhan sejumlah rumah sakit di Batam yang mengaku belum dibayar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditanggapi dingin. Pihak BPJS Kesehatan justru mempertanyakan kelengkapan data dan dokumen pengajuan pembayaran dari pihak rumah sakit.

“Pembayaran seret, apalagi sengaja dipersulit, itu tidak mungkin,” kata Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Pusat, Togar Siallagan, usai rapat evaluasi pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (10/3).

Togar mengatakan, dalam beberapa kasus, BPJS Kesehatan menunda pembayaran klaim kepada rumah sakit atau instansi mitranya karena beberapa alasan. Namun umumnya dikarenakan masalah ketidaklengkapan data dan dokumen pengajuan pembayaran.

Selain kelengkapan dokumen, BPJS Kesehatan juga melakukan verifikasi terhadap berkas yang diajukan. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada manipulasi data atau tagihan tidak sesuai dengan tindakan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Kami harus cek dan kroscek diagnosa pasien karena ada potensi fraud,” katanya.

Togar kembali menegaskan, BPJS Kesehatan tidak mungkin mempersulit proses pembayaran klaim jika dokumen pengajuan lengkap. Kata dia, dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 2004 disebutkan, pembayaran klaim maksimal 15 hari setelah berkas dinyatakan lengkap.

“Kalau lebih dari 15 hari BPJS akan didenda 21 persen dari total tagihan, jadi BPJS akan rugi sendiri (jika melanggar),” katanya lagi.

Togar mengakui, saat ini terjadi defisit pada BPJS Kesehatan. Tahun 2014, total penerimaan dari iuran peserta BPJS Kesehatan mencapai Rp 40 triliun lebih. Namun klaim yang harus dibayar mencapai Rp 42 triliun lebih.

Begitu juga dengan 2015, nilai penerimaan lebih kecil dibandingkan klaim yang harus dibayar. Dimana total iuaran peserta sepanjang 2015 hanya Rp 54,021 triliun. Namun BPJS Kesehatan harus mengeluarkan duit sebanyak Rp 56,983 untuk mebayar klaim sepanjang tahun 2015.

“Namun ini tidak ada hubungannya dengan pembayaran kepada mitra. Karena ada dana talangan dari pemerintah,” kata Togar lagi.

Hal senada disampaikan Ahmad Ansyori, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional. Kata dia, kondisi defisit BPJS Kesehatan ini sama sekali tak berkaitan dengan proses pembayaran klaim. Sebab, hal ini sudah diprediksi sejak awal, sehingga pemerintah menyiapkan dana pendamping.

“Istilah saya bukan defisit, tapi unfunded. Tapi ini predictable unfunded. Jadi ada garansi dari pemerintah,” katanya. (par)

Tabrak Pembatas Jalan, Doni Tewas di Tempat

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Doni Damanik (31) tewas seketika setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan RE Martadinata, Sekupang, Kamis (10/3) sekira pukul 03.00 WIB. Korban tewas setelah sepeda motor CB 150 yang dikendarainya menabrak pembatas jalan.

Korban pertama kali ditemukan oleh anggota Polair Polda Kepri. Saat kejadian korban ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan, sedangkan temannya menderita luka di bagian paha langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSBP Batam, Sekupang.

“Semalam kami langsung jemput sama ambulan RSBP ke TKP,” ujar petugas RSBP Batam.

Korban yang beralamat di Perumahan Bukit Indah Batu Aji ini sehari-harinya berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Sekupang.

Sementara itu, tangis haru begitu pecah ketika keluarga korban mulai berdatangan di kamar jenazah.

“Bangun Don, kenapa cepat sekali kau pergi. Mamak masih tunggu kau di kampung,” ujar Chatrine saudara korban dengan terisak-isak.

Menurut rencana jenazah Doni akan dibawa ke kampung halamannya di Lampung Tengah siang ini.

“Kita punya keluarga kebanyakan disana semua. Jadi Doni dimakamkan disana (Lampung Tengah,red) saja,” kata Chatrine

Saat ini motor CB 150 milik korban telah diamankan oleh Satlantas Polresta Barelang. (cr17)

Pasien Stroke Pendarahan Otak Butuh Bantuan

0
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.  Foto: Ist
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.
Foto: Ist

batampos.co.id – Pasien stroke berat dan pendarahan pada otak, Misti, 60, asal Temurejo, Banyuwangi, Jawa Timur kini masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Maskur, putra sulungnya Misti sebernarnya berniat ingin membawa pulang kampung orangtuanya tersebut, namun apa daya ia tidak memiliki uang.

“Jangankan bawa pulang. Untuk berobat di sini saja saya tidak tahu bayar dengan apa,” ujarnya, Kamis (10/3).

Melihat kondisi kesehatan orangtuanya yang terus menurun dan tidak adanya dana untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Maskur berencana akan merawat orangtuanya di kampung halamannya.

“Saya tidak tahu harus bagaimana?,” ujar Maskur sambil meneteskan air mata.

Di rumah sakit tersebut Misti masuk dengan kategori pasien umum, ia dibawa ke rumah sakit pada Rabu (8/3) lalu. Misti sebelumnya bekerja selama dua bulan di Malaysia. Karena sakit kemudian dibawa pulang melalui Batam.

“Sebelum pulang saya minta dibawa ke Jawa saja. Tiba-tiba sudah sampai di Batam,” ujar Misti.

Karena mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit dan dirawat di RSUD Embung Fatimah, tanpa pikir panjang Maskur langsung ke Batam. “Saya tidak punya uang. Sehari-hari saya kerja tambal ban Rp 5 ribu sekali tambal. Saya sangat mengharapkan adanya bantuan agar orangtua saya bisa pulang ke kampung halaman dan mendapatkan pengobatan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu Humas RSUD Embung Fatimah Nuraini mengatakan, karena pasien mengalami stroke dan pendarahan pada otak, sangat tidak dimungkinkan pasien dipulangkan tanpa adanya pendampingan dokter dan perawat.

“Pihak rumah sakit sudah membantu dan mencoba berkoordinasi dengan pihak Paguyuban Jawa, namun belum ada hasil. Sudah kita sampaikan. Semoga ada pertolongan dari warga Jawa yang ada di Batam,” tutupnya. (cr14)

5 Orang Kepri yang Berpotensi Duduk di BP Batam

0
Ismeth Abdullah, Jon Arizal, John Sulistiawan, Soerya Respationo, Syamsul Bahrum. Foto: istimewa
Ismeth Abdullah, Jon Arizal, John Sulistiawan, Soerya Respationo, Syamsul Bahrum. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ketua Dewan Kawasan (DK) Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, Darmin Nasution, telah menyerahkan 11 nama yang bakal duduk di unsur pimpinan Badan Pengusahaa (BP) Batam kepada Presiden Joko Widodo, melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kamis (10/3/2016) malam.

Meski didominasi orang pusat, namun ada beberapa nama orang Kepri yang diusulkan duduk di BP Batam. Namun siapa figurnya, Mendagri masih enggan menyebutkan.

Namun melihat kebutuhan Batam, beberapa nama yang diprediksi bakal masuk ke jajaran elie BP Batam antara lain:

1. Jon Arizal

Jon saat ini duduk sebagai Wakil Kepala BP Batam. Sosok Jon masih dibutuhkan BP Batam. Dia dinilai memiliki pengalaman karena sedari awal ikut membesarkan BP Batam, lalu pernah menjadi pejabat di Pemprov Kepri sebelum kembali ke BP Batam.

Dengan pengalaman itu, Jon diprediksi mampu membangun sinergi antara BP Batam dan Pemprov Kepri. Jon juga memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik dan punya pengalaman mempromosikan BP Batam ke luar negeri.

2. Ismeth Abdullah.

Ismeth punya pengalaman memimpin BP Batam cukup lama. Juga pernah menjadi Gubernur Kepri. Ismeth juga memiliki relasi yang luas dengan berbagai lembaga perekonomian dunia. Bahkan saat ini Ismeth masih menjadi konsultan bagi investor yang akan menamkan modalnya di Kepri.

Ismeth juga memiliki relasi yang baik dengan pemerintah pusat, sehingga mampu membangun komunikasi dengan Dewan Kawasan maupun kementerian terkait lainnya.

Ismeth juga figur yang dikenal baik di masyarakat Kepri. Mengerti betul persoalan di Batam dan persoalan-persoalan investasi. Ia mampu membangun sinergi dengan semua lembaga.

Soal kemampuan berbahasa Asing, Ismeth tak diragukan lagi.

3. John Sulistiawan

John figur yang cocok masuk ke BP Batam. John memiliki relasi yang bagus dengan para investor yang ada di berbagai negara di dunia, khususnya Singapura dan Malaysia. Pengalamannya mengelola kawasan industri Batamindo membuat ia paham pahit, asam, dan manisnya dunia industri.

Soal kemampuan berbahasa asing, John tak diragukan lagi. Ia juga memiliki relasi yang baik dengan para pengusaha kelas kakap di Batam dan di kota lain di Indonesia.

4. Soerya Respationo

Pernah menjadi Ketua DPRD Batam dan DPRD Kepri, serta Wakil Gubernur Kepri. Pengalaman ini membuat Soerya matang dan memahami betul persoalan Kepri, khususnya Batam.

Tak hanya itu, Soerya adalah sosok yang memprakarsai seinergi BP Batam dan Pemko Batam. Sejak masih duduk sebagai Ketua DPRD Batam, Seorya yang menggagas rakor bersama BP dan Pemko Batam untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi sengketa BP dan Pemko Batam. Sosok Soerya dibutuhkan BP Batam untuk tetap membangun harmonisasi BP Batam dan Pemko Batam.

Selain itu, Soerya juga dikenal sebagai figur yang mampu mempersatukan dan membangun hubungan baik dengan berbagai elemen di masyarakat, khususnya para penguyuban yang memang tumbuh pesat di Batam karena Batam kota yang penduduknya majemuk.

Soerya juga dinilai bisa membangun sinergi BP Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri dan lembaga lainnya.

5. Syamsul Bahrum

Dia asli didikan Kepri. Dari sisi pendidikan, Syamsul Bahrum adalah Doktor alumni Australia. Kemampuan bahasa asingnya bisa dikatakan nomor wahid dari figur lainnya.

Syamsul juga memiliki pengalaman di bidang investasi. Di Pemko Batam, dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal Kota Batam. Ia mengerti seluk beluk dan keinginan para investor. Sosok seperti Syamsul dibutuhkan BP Batam.

Nah, adakah satu atau lima nama ini masuk dalam daftar usulan DK ke Presiden Jokowi? Medagri Tjahjo Kumolo enggan mengungkapkannya.

“Tunggu saja, nanti diumumkan. Malam ini (Kamis malam, red) kami menyerahkan nama-nama calon pimpinan BP Batam ke presiden,” ujarnya, usai rapat di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/3/2016). (nur/ara/jpgrup)

Pembangunan Jalan Layang Batam Dikebut

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Batam segera miliki  jalan layang (fly over). Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk jalan layang di Simpang Jam.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yanto Apul Sirait mengatakan jalan layang dibangun dari arah Batuampar menuju bandara. Pembangunann jalan layang di Simpang Jam dikerjakan mulai 17 Desember 2015.

“Diperkirakan selesai pada 17 November 2017,” katanya kemarin (10/3).

Jalan layang di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalan mencapai 460  meter.

Titik tertinggi jalan layang ialah sekitar 9 meter dari permukaan tanah.

“Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar,” papar yanto.

Pembangunan jalan layang diharapkan dapat mengurai kemacetan

Dari hasil kajian timnya, sebut Apul, di Simpang Jam melintas sekitar 272.138 kendaraan dalam sehari. Dengan jumlah ini, memang sudah sepantasnya Simpang Jam memiliki jalan layang. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya. (leo)