Satgas Pangan Polri membeber hasil penganan kasus beras oplosan yang sempat beredar di masyarakat. (Polri)
batampos – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran hukum dalam peredaran beras premium dan beras medium.
Hasilnya, aparat kepolisian menemukan dugaan pelanggaran hukum. Penanganan kasus tersebut kini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Selanjutnya, penyidik akan menetapkan tersangka.
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa penyelidikan dan penyidikan oleh instansinya dilakukan terhadap 212 merk beras premium dan beras medium. Total ada 52 perusahaan yang terdata sebagai produsen beras premium dan 15 perusahaan produsen beras medium. Seluruhnya sudah dicek oleh Satgas Pangan Polri.
”Meliputi pengecekan ke lapangan, baik kepada pasar tradisional maupun pasar modern untuk pengambilan sampel beras premium maupun medium. Kemudian kami melakukan pengecekan sampel tersebut ke laboratorium, yaitu Laboratorium Penguji Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pasca Panen Pertanian,” kata dia pada Kamis (24/7).
Sampai keterangan disampaikan kepada publik hari ini, Helfi menyampaikan bahwa baru ada 9 merk dan 5 merk yang hasil pemeriksaannya tidak memenuhi standar mutu. Atas temuan itu, Satgas Pangan Polri meningkatkan status penanganan kasus yang ramai menjadi sorotan publik tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.
”Tersangka bisa perorangan dan bisa korporasi. Kenapa demikian? Karena profitnya otomatis perusahaan yang akan menikmati, pelakunya pihak-pihak yang ditunjuk melakukan. Karena alat yang digunakan adalah alat modern atau manual,” jelas Helfi.
Jenderal bintang satu Polri itu menyatakan bahwa dari proses pengemasan tersebut, dapat dilihat mens rea atau niat jahat. Baik proses pengemasan yang menggunakan alat modern maupun pengemasan secara manual. Namun, pihaknya masih harus mengumpulkan alat bukti yang kuat sebelum menetapkan tersangka.
”Penetapan tersangka itu minimal harus punya dua alat bukti. Ini sedang kami lengkapi semua, makanya ada barang bukti hasil uji laboratorium yang harus dijelaskan oleh saksi ahli,” terang dia. (*)
batampos – Warga di sejumlah titik di Tanjungsengkuang, Batuampar, kembali mengalami krisis air bersih. Di kawasan Sengkuang Dalam, air bahkan tidak mengalir sama sekali selama tiga pekan terakhir. Setiap hari, warga hanya mengandalkan suplai air bersih dari tangki yang dikirim menggunakan lori, tapi jumlahnya terbatas dan tak mencukupi seluruh kebutuhan harian.
Yang membuat warga semakin cemas, aliran air ini disebut-sebut baru akan pulih pada Desember mendatang. Informasi itu beredar di tengah minimnya kepastian dari pihak konsorsium, yang membuat banyak warga bersiap menghadapi masa paceklik air yang berkepanjangan.
Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan masalah utama terletak pada kondisi elevasi tanah di wilayah Tanjungsengkuang.
“Kami harus memasang jaringan baru serta menambah tekanan valve. Tapi kalau tekanannya ditambah, bisa berdampak ke daerah lainnya juga,” ujar dia, Kamis (24/7).
Sebagai upaya darurat, tim teknis BP Batam tengah melakukan rekayasa tekanan air untuk wilayah Tanjungsengkuang, Nagoya, dan sekitarnya. Uji coba dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan ke pelanggan di area lain.
“Untuk sementara, kami kirimkan truk tangki secara rutin,” kata Tuty.
Krisis air tidak hanya terjadi di Tanjungsengkuang, melainkan ada total 18 titik rawan air atau stress area di Batam. Wilayah-wilayah prioritas saat ini termasuk Kampung Ponjen dan Patam yang disebut telah puluhan tahun kesulitan air bersih. Menurutnya, lambatnya penanganan sebagian disebabkan keterbatasan anggaran.
“Ini semua kan pakai anggaran. Kemarin kita kena efisiensi. Tapi awal Juli anggarannya sudah dibuka, jadi sekarang sudah bisa kita ajukan pengerjaannya,” katanya.
Tuty memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Ia menyebut tim sudah turun langsung ke lapangan, termasuk ke kawasan Batu Merah, untuk mengecek kondisi aktual di lapangan sebagai dasar penanganan teknis berikutnya.
“Pasti kita selesaikan. Tapi memang perlu waktu dan tahap-tahap teknis. Kami minta masyarakat sabar, dan tetap koordinasi dengan RT/RW agar distribusi air tangki bisa merata,” ujarnya.
Kondisi ini menambah daftar panjang permasalahan air bersih di Batam, yang kerap kambuh di kawasan berbukit dan berpenduduk padat. (*)
Batampos – Satu jet tempur F-16 milik militer Thailand melakukan pemboman di sejumlah titik di kawasan Kamboja, Kamis (24/7/2025). Tak hanya itu, militer kedua negara tersebut juga bentrok di kawasan perbatasan yang disengketakan sehingga menyebabkan dua warga sipil tewas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura memberikan keterangan saat jumpa pers terkait bentrokan dan serangan yang terjadi antara Thailand dan Kamboja, di Bangkok, Kamis (24/7/2025). F Channel News Asia
Serangan ini terjadi setelah Kerajaan Thailand memutuskan hubungan diplomatik dan mengusir Duta Besar Kamboja di Bangkok, Rabu (23/7/2025) malam.
Setelah serangkan terjadi, kedua militer dua negara tersebut saling tuduh sebagai pihak yang melepaskan tembakan pertama setelah berminggu-minggu ketegangan memanas akibat sengketa perbatasan di kawasan Segitiga Zamrud, dimana dua negara berbatasan langsung juga dengan Laos. Perbatasan itu merupakan rumah bagi beberapa kuil kuno.
Setelah sebelumnya kerap bentrok antara militer penjaga perbatasan, ketegangan memuncak setelah jet tempur F-16 Thailand mengebom sejumlah target di Kamboja.
“Dari enam jet tempur F-16 yang disiapkan Thailand di sepanjang perbatasan yang disengketakan, salah satunya menembaki Kamboja dan menghancurkan sebuah target militer,” ujar militer Thailand seperti dikutip dari Channel News Asia, sore ini.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengutuk keras serangan dari Thailand tersebut dan menyebutnya sebagai agresi militer sembrono dan brutal terhadap kedaulatan dan integritas Kamboja. “Mereka menjatuhkan dua bom di sebuah jalan. Kami mengutuk perbuatan sembrono dan brutal dari Kerajaan Thailand ini,” demikian keterangannya.
Sementara itu, dari sisi Thailand menyatakan, bentrokan dengan Kamboja dimulai sejak Kamis pagi di dekat kuil Ta Moan Thom yang disengketakan. Kuil ini terletak di sepanjang perbatasan timur antara Kamboja dan Thailand, sekitar 360 km dari Bangkok.
“Peluru artileri jatuh di rumah-rumah penduduk,” ujar Sutthirot Charoenthanasak, kepala distrik Kabcheing di provinsi Surin, seperti dikutip dari Reuters, menggambarkan penembakan oleh pihak Kamboja.
Karena kejadian itu, dua warga sipil tewas dan dua tentara Thailand terluka. Pihaknya juga telah mengevakuasi 40.000 warga sipil dari 86 desa di dekat perbatasan ke lokasi yang lebih aman.
Perang antar negara tetangga ini mendapat sorotan dari Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengatakan, Thailand telah menghormati hukum internasional dan memenuhi kewajibannya sebagai tetangga yang baik, termasuk menerapkan kesabaran dan pengendalian diri.
” Mulai sekarang, tentara Thailand dapat merespons sesuai rencana strategis dan Kementerian Luar Negeri juga dapat melaksanakan berbagai langkah dengan semestinya,” ujarnya. (*)
Petugas SPPG Siantan Tengah hendak mengantar paket MBG ke SD Negeri 003 Air Sena dengan menggunakan pompong. F. Jaya Saputra untuk Batam Pos.
batampos – Setiap pagi di Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kepulauan Anambas, aroma masakan hangat dari sebuah dapur sederhana menjadi penanda hadirnya harapan bagi ratusan pelajar.
Dapur ini adalah pusat Program Makan Bergizi (MBG) gratis, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang telah berjalan sejak Februari 2025.
Selama lima bulan terakhir, program ini sudah melayani 557 pelajar dari empat sekolah di Kecamatan Siantan Tengah: SMK Negeri 1, SMP Negeri 002 Air Asuk, SD Negeri 006 Liuk, dan SD Negeri 003 Air Sena.
Setiap hari, tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan kotak makan bergizi dengan penuh dedikasi. Saat ini, dapur tersebut dikomandoi oleh Jaya Saputra, yang baru sebulan menjabat sebagai Kepala SPPG.
“Untuk tahun ajaran baru, jumlah penerima masih 557 pelajar. Kami masih fokus di Siantan Tengah,” kata Jaya, Kamis (24/7).
Fokus yang terbatas ini disebabkan oleh kondisi geografis Anambas yang penuh tantangan: lautan, perbukitan, serta akses transportasi yang tidak selalu bersahabat.
Untuk menjangkau SD 003 Air Sena dan SD 006 Liuk, tim MBG harus menyeberangi laut menggunakan pompong, perahu kayu bermotor.
“Kalau ke Air Sena dan Liuk, kita sewa pompong. Kalau cuaca buruk tetap jalan, pelan-pelan asal sampai,” kata Jaya.
Ia menyebut, distribusi MBG belum bisa menjangkau wilayah lain seperti Palmatak, Siantan, atau Jemaja. “Kami paham kebutuhan itu ada, tapi kondisi yang membatasi,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah perbaikan dilakukan. Wadah makan plastik kini diganti menjadi besi, yang lebih kuat dan higienis. Standar penanganan bahan makanan pun terus ditingkatkan untuk menjaga kualitas hingga tiba di tangan pelajar.
Sebagai pimpinan baru, Jaya mengaku sempat canggung. Namun, semangat dari tim dan anak-anak penerima manfaat jadi penyemangat utama.
“Melihat anak-anak makan dengan lahap dan senyum, itu jadi penguat kami,” ungkapnya.
Jaya berharap dapur MBG bisa diperluas ke kecamatan lain di Anambas. Menurutnya, dengan dukungan pemerintah pusat, hal itu sangat mungkin dilakukan.
Program MBG bukan sekadar soal makanan. Ini adalah bentuk kehadiran negara di wilayah terluar, menghadirkan sepiring nasi penuh gizi sebagai simbol harapan.
Dan, di balik setiap kotak makanan itu, ada sosok-sosok seperti Jaya yang berlayar melawan ombak, agar tak ada anak Indonesia belajar dalam keadaan lapar. (*)
Podcast Batam Pos dengan Kepala Dispora Batam, KONI Batam dan Direktur Universitas Terbuka Batam menyongsong UT HI-School Championship 2025. F. Juliana Belence/Batam Pos.
batampos – Event futsal tahunan untuk pelajar, UT HI-School Championship, kembali hadir di Batam. Turnamen edisi keempat ini akan digelar pada 1-3 Agustus 2025 di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, dengan diikuti total 32 tim pelajar dari berbagai SMA sederajat di Kepulauan Riau .
“Event ini sudah berjalan tahun keempat. Tujuannya untuk mengenalkan Universitas Terbuka di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam,” ujar Angga Sucitra H, Direktur Universitas Terbuka Batam, dalam konferensi pers di Eska Hotel, Kamis (24/7/2025).
Lebih dari sekadar turnamen, UT HI-School Championship menjadi ajang mempererat persahabatan antar pelajar sekaligus wadah menyalurkan bakat olahraga generasi muda. Setiap tahun, turnamen ini tak hanya menarik peserta, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak.
KONI Batam mengapresiasi kehadiran event ini. “Jarang ada event olahraga pelajar seaktif ini. Harapannya, ajang ini bisa melahirkan atlet-atlet futsal berbakat dari Kepri,” ujar Rinaldi Samjaya, Wakil Ketua I KONI Batam.
Rinaldi menyebut Kepri masih kekurangan ruang pembinaan atlet, dan ajang seperti ini menjadi angin segar untuk perkembangan futsal pelajar.
Menurutnya, Universitas Terbuka juga bisa menjadi solusi pendidikan bagi para atlet, karena menyediakan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Batam, Zulkarnain HN. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada para generasi muda yang sudah aktif bergerak lewat olahraga,” ucapnya.
Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 40 juta. Selain juara utama, panitia juga menyediakan penghargaan untuk Best Player, Best Coach, Top Scorer, Best Goalkeeper, Best Creative Supporter, serta pemenang lomba foto dan video.
Bagi suporter dan pecinta futsal yang tidak bisa hadir langsung di arena, pertandingan akan disiarkan secara langsung melalui YouTube TV UT Batam sepanjang turnamen berlangsung. (*)
batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis lebih ringan terhadap Kendri Wahyudi, terdakwa utama dalam kasus penyelundupan 100 unit iPhone XR melalui Bandara Internasional Hang Nadim, dibandingkan hukuman yang dijatuhkan kepada kurirnya, Yeyen Tumina.
Putusan yang dibacakan dalam sidang perkara nomor 370/Pid.B/2025/PN Btm pada Selasa (22/7), oleh majelis hakim menyatakan Kendri terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana di bidang kepabeanan sebagaimana diatur dalam Pasal 102 huruf f Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
Atas perbuatannya, Kendri hanya dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar dalam jangka waktu satu bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta kekayaannya akan disita. Bila masih tidak mencukupi, ia akan dikenai kurungan pengganti selama satu bulan.
Yang mengejutkan, dalam amar putusan tersebut, majelis hakim memerintahkan pengembalian sejumlah barang bukti pribadi kepada terdakwa, termasuk KTP, paspor, dua boarding pass, serta tiket pesawat atas nama kurir Yeyen Tumina.
Bahkan, 100 unit iPhone XR yang diselundupkan dan bukan dalam kondisi baru, juga dikembalikan kepada terdakwa. Ironisnya, vonis terhadap Kendri jauh lebih ringan dibandingkan vonis untuk Yeyen Tumina, pegawai toko Erkagadget yang berperan sebagai kurir. Dalam sidang terpisah pada 7 Juli 2025, Yeyen dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp50 juta oleh majelis hakim yang diketuai Feri Irawan.
“Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan serta denda sebesar lima puluh juta rupiah,” ujar Feri dalam pembacaan putusan terhadap Yeyen.
Majelis mempertimbangkan bahwa perbuatan Yeyen telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp 99,3 juta sebagai alasan pemberatan. Namun demikian, pengakuan dan sikap kooperatif Yeyen menjadi alasan untuk meringankan hukumannya.
Jaksa penuntut umum, Gilang, mengungkapkan bahwa penyelundupan ini bukan kali pertama dilakukan oleh Kendri dan Yeyen. Mereka telah empat kali mengirim barang elektronik ilegal dari Batam ke Jakarta.
Modus yang digunakan tergolong rapi. Pada 28 Desember 2024, Kendri memerintahkan Yeyen untuk membawa 100 unit iPhone XR menggunakan pesawat. Ia juga memesan tiket dan mengatur agar Yeyen bertemu dengan Norman Wageanto, yang disebut sebagai anggota protokoler Batalyon Komposit 1/Gardapati Natuna.
Di lokasi yang tersembunyi, tepatnya di balik toko oleh-oleh area keberangkatan Bandara Hang Nadim, Norman menyelundupkan seluruh iPhone ke dalam koper milik Yeyen. Namun, aksi tersebut digagalkan setelah petugas Bea dan Cukai mencurigai isi koper dan menemukan puluhan ponsel tanpa dokumen resmi serta nomor IMEI yang tidak terdaftar.
“Apakah Norman hanya sebagai perantara atau bagian dari skema yang lebih besar, ini masih memerlukan penyelidikan lanjutan,” ujar jaksa Gilang usai sidang. (*)
Moritius Umbu Rider saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (23/7). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar persidangan dalam perkara dugaan penipuan siber dan penyalahgunaan data elektronik dengan terdakwa Moritius Umbu Rider, Rabu (23/7). Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Douglas, serta dua hakim anggota Andi Bayu dan Dina, menghadirkan saksi dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri yang terlibat langsung dalam pengungkapan kasus ini.
Dalam keterangannya, saksi penangkap menjelaskan kronologi awal pengungkapan kasus yang bermula dari laporan seorang korban bernama Lindasari Novianti pada Oktober 2024. “Korban melaporkan tindak penipuan online melalui sebuah nomor telepon. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui aliran dana dari korban mengarah pada terdakwa,” ungkap saksi di hadapan majelis hakim.
Dari penyelidikan, polisi mendapati bahwa terdakwa diamankan di sebuah apartemen di Bogor. Proses interogasi awal dilakukan di Polsek Pasar Rebo, Jakarta. “Diketahui, sejumlah rekening yang digunakan dalam kasus ini merupakan rekening bodong yang dibuka oleh orang lain atas perintah terdakwa dan dikirim ke Malaysia,” ujarnya.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Moritius Umbu Rider diduga kuat bekerja sama dengan seorang buronan bernama Gountin Long alias Max (DPO). Mereka menjalankan sindikat penyediaan rekening palsu untuk kegiatan judi online dan penipuan lintas negara. Terdakwa diketahui memulai aksinya sejak Februari 2024 dengan memposting tawaran penyediaan rekening bank di grup Facebook “Komunikasi Indo Kamboja D”.
Ia kemudian dihubungi oleh Max yang meminta dibuatkan beberapa rekening bank untuk menampung hasil penipuan dan perjudian online. Terdakwa merekrut puluhan orang untuk membuka rekening dan mengirimkannya ke alamat Max di Malaysia. Setiap rekening yang berhasil dibuat dihargai Rp500 ribu. Selain itu, terdakwa juga diminta mengirimkan handphone yang telah terinstal mobile banking ke alamat penerima di Malaysia. Dari kegiatan tersebut, terdakwa meraup keuntungan sekitar Rp400 juta.
Korban utama dalam kasus ini, Lindasari Novianti, mengaku terjerat bujuk rayu pelaku yang mengaku sebagai staf IT Casino Sentosa di Singapura. Melalui pendekatan asmara dan iming-iming keuntungan besar dari permainan judi online, korban berhasil ditipu hingga mengalami kerugian mencapai Rp40,5 miliar.
Korban yang semula hanya diajak bermain menggunakan akun Max, akhirnya membuat akun atas nama sendiri dan terus melakukan top up dana dengan total setoran hingga miliaran rupiah. “Modusnya, setiap ingin menarik kemenangan, selalu dikenakan pajak, denda, dan biaya verifikasi yang tidak masuk akal,” terang JPU dalam dakwaan.
Dana korban ditransfer ke berbagai rekening atas nama individu yang tidak dikenalnya, termasuk sejumlah rekening yang diketahui dibuat atas perintah terdakwa Moritius. Salah satu rekening utama yang digunakan untuk menampung dana korban.
Dalam dakwaan terungkap, terdakwa telah merekrut hingga 40 orang dan berhasil membuat lebih dari 500 rekening bank atas nama orang lain untuk memuluskan aksi penipuan dan perjudian online lintas negara. Puncaknya terjadi pada Desember 2024, saat Max memesan 180 rekening sekaligus.
“Semua rekening tersebut dikirimkan ke Malaysia bersama ponsel yang telah dipasangi mobile banking. Buku-buku rekening disimpan dalam dua kotak yang diberi label ‘Sewa ‘ dan ‘Rekening”378’,” lanjut jaksa.
Jaksa juga membeberkan alokasi penggunaan dana hasil kejahatan oleh terdakwa. Moritius diketahui membeli sebuah mobil, perhiasan. Sebagian besar dana masuk ke rekening pribadi terdakwa dan digunakan untuk keperluan pribadi.
Atas perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penyertaan dalam kejahatan. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor ini dinilai strategis untuk meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Batam di kancah regional maupun internasional.
Langkah penguatan sektor MICE menjadi bagian dari 15 program prioritas yang diusung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Keduanya berkomitmen menjadikan Batam sebagai kota bisnis dan pariwisata berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak pelaku usaha dan wisatawan mancanegara.
Letak geografis Batam yang sangat strategis, berada di jalur perdagangan internasional dan dekat dengan Singapura serta Malaysia, menjadi keunggulan tersendiri. Hal ini semakin diperkuat oleh infrastruktur pendukung seperti Bandara Internasional Hang Nadim, pelabuhan internasional, hotel berbintang, dan kawasan industri yang saling terintegrasi.
Selain itu, status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau FTZ dan bagian dari Zona Ekonomi Khusus (SEZ) menambah nilai jual bagi para investor. Pemerintah juga menghadirkan kemudahan perizinan melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang efisien dan transparan.
Pertumbuhan ekonomi Batam pun menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2022, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,48 persen. Angka ini naik menjadi 7,04 persen pada 2023, dan kembali stabil di angka 6,69 persen pada tahun 2024, seluruhnya di atas pertumbuhan nasional dan Provinsi Kepri.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut pengembangan MICE bukan hanya sekadar peningkatan infrastruktur fisik, melainkan bagian dari transformasi ekonomi menuju arah yang modern dan berkelanjutan.
“Kami menargetkan peningkatan nilai investasi lebih dari 10 persen per tahun, penciptaan 5.000 hingga 10.000 lapangan kerja baru, serta mendorong Batam masuk lima besar tujuan FDI di Indonesia,” katanya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sejumlah faktor pendukung pengembangan sektor ini meliputi regulasi yang pro-investasi, infrastruktur digital untuk mendukung acara hybrid, akses udara dan laut yang luas, serta SDM lokal yang kompeten, termasuk tenaga kerja sektor perhotelan yang menguasai bahasa asing.
Pemko Batam juga mendorong pembangunan hotel dan resort internasional, pelebaran jalan, penguatan transportasi umum, serta pemberian insentif fiskal dan non-fiskal kepada investor. Kemitraan dengan sektor swasta dan pelatihan SDM di bidang event management turut menjadi perhatian utama.
Seiring penguatan sektor MICE, Pemko Batam optimistis akan terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan kesempatan kerja, hingga tumbuhnya UMKM lokal yang mendukung industri pendukung pariwisata dan event.
Di saat yang sama, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ia harapkan bisa mengangkat nama Batam sebagai destinasi unggulan di Asia Tenggara.
“Batam siap menyongsong babak baru sebagai pusat kegiatan bisnis dan pariwisata MICE berkelas dunia,” kata dia. (*)
Dinkes Kota Batam terus menggencarkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi pelajar di seluruh jenjang pendidikan. Program ini menyasar seluruh siswa aktif dari tingkat SD hingga SMA sederajat, dengan target sebanyak 200 ribu siswa. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi pelajar di seluruh jenjang pendidikan. Program ini menyasar seluruh siswa aktif dari tingkat SD hingga SMA sederajat, dengan target sebanyak 200 ribu siswa.
Kepala Dinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Selain itu, program ini merupakan bentuk implementasi dari salah satu misi prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat layanan kesehatan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Di Batam program ini sudah kami mulai sejak Juli dengan target seluruh siswa aktif di Kota Batam,” ujar Didi, Kamis (24/7).
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan menggandeng Dinas Pendidikan serta seluruh puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar siswa baru, namun juga seluruh siswa aktif dari usia 7 hingga 17 tahun.
Di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung, kegiatan PKG pada Kamis (24/7) dilakukan di dua sekolah, yakni SD Batam International Islamic School (BIIS) dan SD Negeri 010 Tanjung Buntung. Sebanyak 716 siswa diperiksa dalam pelaksanaan tahap awal ini.
Plt Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, dr. Nazia Helni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sedini mungkin, baik fisik maupun mental.
“Jika ditemukan kondisi kurang sehat, akan segera kami tindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius,” ujar dr. Nazia didampingi Kasubbag TU Puskesmas Tanjung Buntung Rozie Zurfi Chadra.
Ia mencontohkan, siswa yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Tuberkulosis (TBC) akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak terjadi penularan. “TB ini menular dan bisa menjadi penyakit yang serius jika tidak ditangani sejak dini,” tegasnya.
Total sasaran program PKG Anak Sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung mencapai 14.029 siswa, yang tersebar di 16 SD, 8 SMP, dan 10 SMA. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan RI, mencakup pemeriksaan mata, telinga, gigi, tekanan darah, serta tes hemoglobin (Hb) dan gula darah untuk jenjang SMP dan SMA.
Tes kebugaran fisik juga dilakukan, berupa lari sejauh 1 km untuk siswa SD dan 1,6 km untuk siswa SMP dan SMA, yang dilaksanakan oleh guru PJOK masing-masing. Namun, tidak semua siswa diwajibkan mengikuti tes kebugaran. Sebelumnya, orang tua atau wali murid diminta mengisi kuesioner riwayat kesehatan untuk menentukan kelayakan siswa mengikuti tes tersebut.
“Misalnya, anak dengan riwayat asma tidak kami ikutkan dalam tes kebugaran demi menjaga keselamatan,” tambahnya.
Sebelum kegiatan dimulai, pihak puskesmas melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah yang menjadi sasaran. Setelah itu, kuesioner dibagikan kepada orang tua, dan datanya direkap oleh petugas kesehatan sekolah. Pemeriksaan kesehatan kemudian dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama sekolah.
Hasil pemeriksaan akan direkap oleh petugas puskesmas. Siswa yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan akan dirujuk ke Puskesmas Tanjung Buntung untuk mendapat penanganan lanjutan. Jika perlu, siswa juga akan dirujuk ke rumah sakit.
Seluruh data hasil pemeriksaan dicatat dalam aplikasi Epuskesmas, sebagai rekam medis digital, dan diunggah ke Satu Sehat Website milik Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari integrasi data kesehatan nasional.
“Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Batam dan pihak sekolah yang telah bekerja sama dan mendukung penuh kegiatan ini. Koordinasi berjalan sangat baik, termasuk dalam menyesuaikan jadwal sekolah dengan pelaksanaan PKG,” ungkap dr. Nazia.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan juga akan disampaikan ke pihak sekolah. Sekolah kemudian bisa membantu menyampaikan kepada orang tua agar mengambil langkah penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.
“Contohnya, jika ada siswa mengalami gangguan penglihatan, sekolah bisa membantu mengimbau orang tua untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan dan membuatkan kacamata,” pungkasnya. (*)
Empat terdakwa kasus premanisme menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Kasus dugaan premanisme yang terjadi di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, resmi bergulir ke meja hijau. Empat terdakwa dalam perkara ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lingga, Rabu (23/7).
Empat terdakwa yakni Mansur, Sudirman, Hamsari, dan Hernandi Desriawan menjalani persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dhonny Armandos, dalam sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Irwan Munir.
Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan bahwa para terdakwa datang ke Desa Tinjul pada 16 April 2025 untuk menuntut keadilan atas konflik lahan yang mereka klaim milik rekan mereka. Namun, kedatangan mereka disertai dengan membawa senjata tajam dan berujung pada aksi kericuhan.
Terdakwa Sudirman, Hamsari, dan Hernandi juga disebut sempat merusak tanaman milik warga setempat. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh Kepala Desa Tinjul, Amren, ke Polres Lingga pada 21 April 2025.
Penyelidikan dan penyidikan akhirnya menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka. Mereka ditahan pada 7 Mei 2025 dan kini dititipkan di Lapas Kelas III Dabo Singkep setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21.
Terdakwa Mansur didakwa membawa senjata tajam tanpa izin serta melakukan kekerasan bersama-sama dan pengancaman. “Kita mendakwakan terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasal 355 ayat (1) ke-1e KUHP,” ungkap JPU Dhonny, Kamis (24/7).
Sementara tiga terdakwa lainnya, yakni Sudirman, Hamsari, dan Hernandi, dijerat Pasal 170 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 406 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang kekerasan bersama dan pengrusakan barang.
Sidang ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan kekerasan, kericuhan, dan penggunaan senjata tajam dalam konflik warga. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan alat bukti dalam waktu dekat. (*)