Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1419

Kementerian PPPA Telusuri Orang Tua dari Bayi yang Dijual ke Singapura

0
Ilustrasi bayi. (Istimewa)

batampos – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengecam keras praktik perdagangan bayi lintas negara. Dia menyebut, perdagangan atau penjualan bayi merupakan bentuk tindak pidana berat.

“Perdagangan anak bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita semua bertanggung jawab menjaga anak-anak Indonesia dari kejahatan seperti ini,” tegasnya pada Senin (21/7).

Oleh sebab itu, ia mendorong penggunaan pasal maksimal kepada para pelaku yang terlibat. Pelaku dapat dikenakan pasal berlapis yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Yang mana, pada Pasal 76F disebutkan bahwa Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan penculikan, penjualan, dan/atau perdangan anak. Pelaku perdagangan anak dapat dikenakan pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 82 ayat (1) dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 juta.

Arifah memastikan, pihaknya akan terus mengawal kasus lintas negara ini. Mulai dari pendampingan para korban, perlindungan hukum korban, serta penelusuran keluarga bayi-bayi tersebut bersama kementerian/lembaga terkait dan Pemda Jawa Barat melalui UPTD PPA.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga aktif mendorong peningkatan kerja sama lintas negara, termasuk dengan Interpol, untuk menelusuri kemungkinan bayi lain yang telah dikirim ke luar negeri serta membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk indikasi perdagangan organ tubuh,” paparnya.

Saat ini sendiri, dia memastikan, seluruh bayi yang jadi korban dan berhasil diselamatkan kini berada di rumah aman. Kementerian PPPA melalui tim Asdep Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (PLAMPK) juga telah berkoordinasi dengan UPTD PPA Provinsi Jawa Barat untuk memantau kondisi keenam bayi tersebut yang sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Sartika Asih Bandung.

Disinggung soal upaya pencegahan kasus jual beli bayi ini, ia mengungkapkan, pihaknya telah memperkuat sistem pencegahan perdagangan anak melalui pengembangan dan penguatan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) yang menjangkau keluarga dan komunitas. Sistem ini bertujuan mempercepat deteksi dini dan mencegah praktik jual-beli anak yang kerap melibatkan sindikat terorganisir.

Terpisah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat adanya 155 kasus jual beli bayi/anak yang dilaporkan dalam tiga tahun terakhir. Dari kasus tersebut, terungkap berbagai modus yang biasa digunakan oleh sindikat jual beli bayi ini. Salah satunya, memanfaatkan para perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Menurut Ketua KPAI Ai Maryati Solihah, mereka kebanyakan adalah perempuan korban kejahatan seksual. Ada yang diperkosa majikan, ditinggal pacar, hingga hubungan antar anak-anak yang kemudian tidak siap menjadi orang tua dan takut ketahuan keluarga mereka.

Sehingga, adopsi dinilai jadi jalan keluar ketimbang dibuang. “Tapi sayangnya, mereka tidak mengetahui, tidak teredukasi soal aturan adopsi ini,” paparnya. Walhasil, niatan agar anak bisa hidup lebih baik berujung pada praktik adopsi ilegal dan praktik jual beli orang.

Belum lagi, karena ketidaktahuan mereka, dalam proses persalinannya para perempuan ini diberikan biaya persalinan. Yang artinya mereka menerima uang, sehingga seolah ada transaksi ekonomi didalamnya. Padahal nyatanya, mereka hanya diiming-imingi bantuan agar sang anak bisa hidup lebih baik dengan adopsi.

“Ini modus sering digunakan. Tapi nyatanya, ada permintaan (anak, red). Karenanya, ini harus ditelusuri oleh kepolisian. Harus diverifikasi motifnya,” jelasnya.

Dengan begitu, bisa menjadi jelas apa motif pelaku. Mengingat, ada juga orang tua yang memang secara terang-terangan menjual anaknya dengan berbagai alasan. Termasuk, soal ekonomi. “Kalau memang betul ada orang tua menjual untuk dapat benefit, dengan alasan tidak bisa menjalankan tanggung jawab atas dasar apapun itu, baik kemiskinan atau apapun itu bisa dikenakan pidana,” sambungnya.

Lalu, bagaimana nasib para bayi yang berhasil diselamatkan ke depan jika orang tuanya sengaja menjual mereka? Ai mengaku, dalam ketentuannya, anak-anak tetap didorong untuk tumbuh dan diasuh keluarga inti. Namun jika tidak bisa, maka ada opsi hingga derajat ketiga pengasuhan. Misalnya, diasuh oleh paman-bibi atau pak dhe-budhe.

Apabila semua opsi tersebut tidak dimungkinkan, anak tetap tidak dikehendaki, maka bisa diasuh oleh negara. Mereka dapat dititipkan di panti sosial yang ada di bawah pemerintah. “Tapi sekali lagi, ini pilihan terakhir,” ungkapnya.

Di sisi lain, KPAI mendorong pihak kepolisian untuk bisa bekerja sama dengan interpol dalam upaya menelusuri belasan bayi yang diindikasikan sudah dikirim ke Singapura. Diharapkan, mereka bisa dipulangkan kembali ke Indonesia.

Polisi juga diminta untuk melakukan pengembangan atas kasus jual beli bayi ke Singapura ini. Sebab dikhawatirkan, ada jaringan pengiriman ke negara-negara lain.

Selain itu, ia juga meminta agar semua pihak yang teribat dihukum berat. Baik itu oknum di kementerian dan lembaga yang ikut meloloskan aksi jual beli bayi ini. “Kalau ada pengorganisasiannya (oleh oknum pemerintahan, red) ya hukum berat, perusahaan semua pihak terlibat hukum berat,” tegasnya. (*)

Artikel Kementerian PPPA Telusuri Orang Tua dari Bayi yang Dijual ke Singapura pertama kali tampil pada News.

Kemenkum Kepri Ikuti Peluncuran 80.081 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo

0
Kemenkum Kepri Koperasi Merah Putih
Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik saat menghadiri peluncuran koperasi desa/kelurahan merah putih, Senin (21/7). F. Kemenkum Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau, Edison Manik didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hot Mulian Silitonga, mengikuti peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual.

Kegiatan monumental yang sekaligus memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78 di Aula Sempang, Kabupaten Bintan, bersama Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, serta perwakilan pemerintah daerah, pengurus koperasi, dan tamu undangan lainnya.

“Diharapkan peluncuran Koperasi Merah Putih ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh,” kata Edison Manik.

Sementara Gubernur Kepulauan Riau membuka acara dengan menyampaikan bahwa koperasi-koperasi yang diluncurkan akan terus berkembang secara digital melalui sistem pembayaran non-tunai. Hal ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan indeks digitalisasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Ansar juga menekankan bahwa koperasi diharapkan menjadi tulang punggung dalam menjamin distribusi ekonomi masyarakat, pemenuhan kebutuhan pokok, dan distribusi pangan, serta sebagai pelaksana program nasional seperti makan bergizi gratis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir secara langsung dari Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.

Presiden menyampaikan bahwa peluncuran 80.081 Koperasi Merah Putih merupakan langkah monumental dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa secara kolektif dan berdaulat.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong dan solidaritas, menggambarkannya sebagai kumpulan lidi yang jika bersatu akan menjadi kuat.

Ia menyoroti berbagai permasalahan distribusi hasil pertanian, kelangkaan pupuk, serta manipulasi harga pangan.

Prabowo menyampaikan komitmen negara untuk menindak tegas praktik yang merugikan rakyat, termasuk melalui pengambilalihan aset strategis untuk dikelola oleh koperasi jika diperlukan.

Presiden juga menyampaikan bahwa seluruh pengurus koperasi harus menjalankan tugas dengan integritas dan akuntabilitas tinggi, serta menyatakan bahwa pada akhir tahun akan dilakukan peninjauan fisik atas pelaksanaan program koperasi ini di seluruh wilayah.

Kegiatan peluncuran kelembagaan Koperasi Merah Putih ini berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kehadiran Gubernur Kepulauan Riau serta partisipasi aktif Kanwil Kemenkum Kepri, mencerminkan komitmen daerah dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kemenkum Kepri Ikuti Peluncuran 80.081 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo pertama kali tampil pada Kepri.

5 Cara Alami Ini Bikin Kulit Wajah Kencang dan Glowing

0
ILUSTRASI Senam wajah (istock/channel news asia)

batampos – Memiliki kulit wajah yang kencang dan sehat merupakan dambaan banyak orang. Namun, seiring bertambahnya usia, paparan sinar matahari, stres, dan gaya hidup yang kurang sehat bisa menyebabkan kulit menjadi tampak lelah dan kendur.

Kabar baiknya, kamu bisa mengencangkan kulit wajah secara alami tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan di klinik kecantikan.

Dengan bahan-bahan alami dan perawatan rutin di rumah, kulit wajah kamu bisa kembali tampak kencang, segar, dan awet muda.

Dilansir dari laman Halodoc dan Alodokter pada Selasa (22/7), berikut ini merupakan lima cara alami bikin kulit wajah menjadi kencang dan glowing.

1. Menggunakan Clay Mask

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk membuat kulit wajah menjadi kencang yaitu dengan menggunakan clay mask.

Clay mask atau masker tanah liat sangat bermanfaat sebagai treatment mengencangkan wajah. Masker ini dapat menyerap kotoran, mengencangkan pori-pori, dan membuat kulit halus dan kencang.

Untuk itu, kamu dapat menggunakan clay mask untuk membuat kulit wajah menjadi kencang dan glowing.

2. Hindari Stres

Selanjutnya yaitu kamu harus menghindari stres, karena stres mempengaruhi kulit dan menyebabkan hilangnya kekenyalan.

Stres bahkan memberikan reaksi kimia pada tubuh, sehingga membuat kulit menjadi lebih sensitif dan membuatnya terlihat kusam dan tidak kencang.

3. Minum Air yang Cukup

Tetap terhidrasi membuat kulit terlihat lebih muda. Tak hanya itu saja, minum air yang cukup juga bisa membantu meningkatkan suasana hati yang turut dapat berpengaruh pada kulit.

Sebab, kulit yang kekurangan air dapat membuat tanda-tanda penuaan lebih terlihat.

4. Konsumsi Makanan yang Mengandung Kolagen

Kamu dapat mengkonsumsi makanan tinggi kolagen, ada beberapa contoh makanan yang kaya akan kolagen untuk mengencangkan kulit wajah, seperti ikan, brokoli, bayam, tomat, dan stroberi.

Jeni makanan tersebut dapat mengencangkan kulit dan mencegah munculnya tanda penuaan dini.

5. Melakukan Pijat Wajah secara Teratur

Pijat wajah menjadi salah satu cara untuk mengencangkan kulit wajah. Untuk melakukan cara ini, kamu bisa menggunakan serum atau minyak wajah, lalu pijat wajah dengan gerakan memutar atau dari bawah ke atas.

Kamu dapat memijat wajah selama 5-10 menit dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengencangkan kulit, sehingga dapat mencegah munculnya keriput dan garis halus.

Selain dengan melakukan pijat mandiri, kamu juga dapat mencoba pijat akupresur atau totok wajah. Walaupun cara ini belum terbukti secara ilmiah kamu dapat mengencangkan kulit, pijat akupresur setidaknya dapat memberikan rasa nyaman dan rileks pada otot wajah.

Nah, itu dia informasi mengenai lima cara mengencangkan kulit wajah secara alami yang dapat kamu coba di rumah. (*)

Artikel 5 Cara Alami Ini Bikin Kulit Wajah Kencang dan Glowing pertama kali tampil pada Lifestyle.

Krisis Air di Mengkait, Pemkab Anambas Siapkan Solusi Permanen Bareng BWSS IV

0
Krisis air bersih Mengkait
Warga Desa Mengkait saat mengangkut air bersih dari pulau seberang. Perlu diketahui, masyarakat setempat kesulitan air bersih sudah bertahun-tahun. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai menunjukkan keseriusan dalam mengatasi krisis air bersih yang selama ini melanda warga Desa Mengkait.

Langkah konkret dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Batam untuk mencari solusi jangka panjang.

Bupati Anambas, Aneng, mengatakan keterbatasan anggaran daerah membuat pihaknya menggandeng pemerintah pusat agar penanganan persoalan air di wilayah terpencil seperti Mengkait bisa lebih cepat teratasi.

“Ini bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Mudah-mudahan segera teratasi. Kemarin mereka sudah survei ke sana, coba tanya Dinas PUPR,” kata Aneng kepada wartawan, Selasa (22/7).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas, Syarif Ahmad, menyampaikan pihaknya telah mendampingi tim BWSS IV melakukan survei langsung ke lapangan. Hasilnya, ada tiga alternatif solusi yang diajukan.

“Pertama, penyambungan pipa dari sumber air di Pulau Temiang. Kedua, pembangunan sumur bor. Ketiga, instalasi penyulingan air laut menjadi air tawar atau SWRO,” jelas Syarif.

Namun, dari ketiga opsi tersebut, pembangunan sumur bor dinilai kurang memungkinkan. Pasalnya, tiga sumur yang sudah ada di Mengkait hanya menghasilkan air payau yang tidak layak konsumsi.

“Kalau sumur bor, sudah dicoba tapi gagal. Kemungkinan besar, kita akan pilih antara pipa dari Temiang atau SWRO,” lanjutnya.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan perencanaan teknis. Proyek ini akan diusulkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Nilai anggaran masih dihitung karena rencana masih dalam tahap awal.

Krisis air bersih di Desa Mengkait sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Meski ada tiga sumur, semuanya tidak menghasilkan air tawar.

Warga pun harus menyeberang ke Pulau Temiang untuk mendapatkan air bersih. Namun, ketika cuaca buruk atau gelombang tinggi, mereka terpaksa menggunakan air payau untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Anambas berharap, kolaborasi dengan BWSS IV dan dukungan dari pemerintah pusat bisa segera mewujudkan solusi permanen. Dengan begitu, warga Desa Mengkait tak lagi hidup dalam keterbatasan air bersih. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Krisis Air di Mengkait, Pemkab Anambas Siapkan Solusi Permanen Bareng BWSS IV pertama kali tampil pada Kepri.

Ini Dampak Media Sosial bagi Kesehatan Mental

0
Ilustrasi: FOMO, perilaku psikologis yang muncul di era media sosial dan perkembangan platform digital. (Hermina hospitals)

batampos – Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Anda sehari-hari. Mulai dari berbagi kabar, melihat aktivitas teman, hingga mencari hiburan, semuanya bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan jari.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial menyimpan sisi lain yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.

Studi menunjukkan bahwa semakin sering seseorang menggunakan media sosial, semakin tinggi risiko munculnya perasaan cemas, depresi, hingga rendah diri.

Perbandingan sosial, paparan konten yang tidak realistis, hingga tekanan untuk selalu tampil baik bisa membebani pikiran tanpa disadari.

Terlebih bagi remaja dan dewasa muda, dampaknya bisa lebih serius jika tidak dikelola dengan bijak.

Memahami bagaimana media sosial memengaruhi kondisi psikologis Anda adalah langkah penting.

Dengan kesadaran yang tepat, Anda bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital.

Berikut ini adalah dampak umum dari media sosial terhadap kesehatan mental, serta tips sederhana untuk menggunakannya dengan lebih aman dan terkendali yang dihimpun dari UCDAVISHEALTH pada Selasa (22/7).

1. Kecanduan Media Sosial dan Pelepasan Dopamin

Media sosial dirancang untuk membuat Anda betah berlama-lama.

Setiap notifikasi, like, atau komentar memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang menimbulkan rasa senang.

Sensasi ini membuat Anda ingin terus membuka aplikasi demi mendapatkan “pengakuan” yang serupa. Tanpa disadari, Anda bisa terjebak dalam siklus kecanduan yang melelahkan.

Namun, ketika interaksi digital tersebut tidak terjadi seperti yang Anda harapkan misalnya unggahan Anda tidak mendapatkan respons yang diinginkan hal ini bisa memicu perasaan kecewa atau tidak berharga.

Hal tersebut dapat berdampak buruk pada citra diri dan rasa percaya diri Anda. Pengaruh semacam ini terutama kuat pada kalangan remaja yang masih membentuk identitas diri.

Membangun batasan yang sehat terhadap waktu penggunaan media sosial adalah langkah awal untuk memutus siklus tersebut.

Anda bisa mulai dengan mengatur timer harian atau mematikan notifikasi aplikasi agar tidak tergoda untuk membuka media sosial setiap saat.

2. Ilusi Kesempurnaan dan Ketidakpuasan Diri

Media sosial adalah ruang yang penuh dengan “highlight” kehidupan orang lain.

Banyak pengguna hanya membagikan sisi terbaik dari hidupnya liburan mewah, tubuh ideal, prestasi, atau kebahagiaan.

Paparan terus-menerus terhadap konten semacam ini bisa membuat Anda membandingkan kehidupan Anda sendiri dengan standar yang tidak realistis.

Penggunaan filter foto juga menambah tekanan tersendiri. Dengan hanya beberapa klik, siapa pun bisa menyunting wajah atau tubuh agar tampak “sempurna”.

Hal ini menciptakan persepsi palsu tentang standar kecantikan atau kesuksesan, yang bisa membuat Anda merasa tidak cukup baik atau tidak berharga secara fisik maupun sosial.

Untuk melindungi diri dari dampak ini, penting untuk menyadari bahwa apa yang Anda lihat di media sosial tidak mencerminkan kenyataan sepenuhnya.

Belajarlah untuk menghargai kehidupan Anda sendiri tanpa harus terjebak dalam perbandingan yang tidak adil.

3. FOMO: Takut Tertinggal dan Rasa Kehilangan

FOMO, atau Fear of Missing Out, adalah perasaan cemas karena merasa tertinggal dari apa yang dilakukan orang lain.

Media sosial memperburuk perasaan ini karena Anda bisa melihat setiap kegiatan orang lain secara instan mulai dari pesta ulang tahun, liburan, hingga pencapaian pribadi.

Perasaan ini bisa memicu ketidakpuasan terhadap hidup Anda sendiri, bahkan ketika sebenarnya tidak ada yang salah dalam kehidupan Anda.

Anda merasa harus selalu ikut serta atau tetap terhubung agar tidak dianggap “terlambat” dalam pergaulan.

Akibatnya, waktu dan perhatian Anda terkuras untuk hal-hal yang tidak selalu penting bagi kebahagiaan Anda.

Mengurangi waktu melihat unggahan orang lain dan lebih fokus pada kehidupan nyata bisa membantu mengatasi FOMO.

Ingat, setiap orang memiliki waktu dan jalan hidupnya masing-masing, dan Anda tidak perlu membandingkan pencapaian Anda dengan siapa pun.

4. Dampak Emosional dari Cyberbullying

Media sosial juga menjadi tempat berkembangnya perundungan digital atau cyberbullying.

Komentar jahat, penyebaran kebohongan, atau penghinaan yang dilakukan secara online bisa berdampak besar pada harga diri dan kondisi psikologis Anda.

Tak jarang, korban cyberbullying mengalami kecemasan berkepanjangan, depresi, atau bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Masalah ini terutama serius karena pelaku bisa bersembunyi di balik anonim akun mereka.

Ini menjadikan pelecehan berlangsung lebih bebas dan sulit dikendalikan.

Remaja adalah kelompok yang paling rentan terhadap bentuk kekerasan ini karena belum memiliki ketahanan emosional yang kuat.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami hal ini, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Laporkan akun pelaku, jaga privasi akun Anda, dan bicarakan masalah ini kepada orang tepercaya atau tenaga profesional agar tidak berkembang menjadi trauma berkepanjangan.

5. Tips Mengelola Media Sosial agar Tetap Sehat

Salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan mental di era digital adalah dengan mengelola waktu dan cara Anda menggunakan media sosial.

Tetapkan batas waktu harian melalui fitur bawaan di ponsel atau aplikasi.

Ini akan membantu Anda lebih sadar atas kebiasaan digital yang terbentuk tanpa sengaja.

Selain itu, tentukan waktu-waktu tertentu untuk tidak menggunakan media sosial sama sekali, misalnya sebelum tidur atau saat makan.

Gunakan waktu tersebut untuk aktivitas lain seperti membaca, berbicara langsung dengan keluarga, atau sekadar menikmati suasana sekitar.

Dengan begitu, Anda memberi ruang untuk pikiran Anda beristirahat.

Penting juga untuk mengevaluasi daftar pertemanan atau akun yang Anda ikuti.

Jika ada akun yang membuat Anda merasa rendah diri, cemas, atau tidak nyaman, jangan ragu untuk berhenti mengikuti atau membisukannya.

Lingkungan digital Anda seharusnya memberi energi positif, bukan sebaliknya.

6. Bangun Koneksi Nyata di Dunia Nyata

Walaupun media sosial membuat Anda merasa terhubung, koneksi yang paling bermakna tetap berasal dari interaksi tatap muka.

Bertemu langsung dengan teman atau keluarga, melakukan aktivitas bersama, atau sekadar berjalan-jalan bisa memberi dampak besar bagi kesejahteraan mental Anda.

Aktivitas fisik dan sosial terbukti secara ilmiah meningkatkan hormon endorfin, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Jadi, sisihkan waktu untuk melakukan hal-hal sederhana seperti berjalan-jalan di taman, memasak bersama orang tersayang, atau ikut komunitas lokal.

Kebahagiaan sejati sering kali tidak berasal dari jumlah like atau followers, melainkan dari momen kecil yang terjadi di luar layar.

Cobalah untuk lebih hadir di kehidupan nyata dan Anda akan merasakan perbedaan positifnya secara perlahan. (*)

Artikel Ini Dampak Media Sosial bagi Kesehatan Mental pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sudah 71 Koperasi Merah Putih Berdiri di Karimun

0
Bupati Karimun, Iskandarsyah. f,sandi

batampos– 71 Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan di Kabupaten Karimun, Senin (21/7) resmi terbentuk dan secara nasional sudah di launching oleh Presiden RI, Prabowo yang terpusat dilaksanakan di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa tengah.

”Alhamdulillah, kami tadi bersama-sama dengan para kepala daerah tingkat provinsi dan
kabupaten di seluruh Indonesia secara video telekonferensi mengikuti launching koperasi merah putih dengan Pak Presiden,” ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah kepada Batam Pos, usai mengikuti video telekonferensi.

Untuk Kabupaten Karimun, katanya, ada 29 koperasi merah putih tingkat kelurahan dan 42
koperasi merah putih yang berdiri di desa. Sesuai dengan keinginan dari Presiden RI, Prabowo bahwa ingin mengembalikan kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi.

BACA JUGA: Diluncurkan Prabowo, Koperasi Desa Merah Putih Kuala Sempang, Bintan Diharapkan Suplai Kebutuhan Industri

Dengan prinsip-prinsip ekonomi koperasi, mampu untuk mengangkat perekonomian sesuai dengan wilayah koperasi itu berdiri. Melalui koperasi merah putih bangun desa Indonesia jaya.

”Ada berbagai bidang usaha yang dapat dilakukan oleh setiap koperasi di desa dan kelurahan. Artinya, usaha-usaha apa saja yang bisa dijalankan oleh koperasi sesuai dengan karakteristik daerah. Contoh kecil, saat ini ada 20 dapur sehat untuk program makan bergizi di Kabupaten Karimun. Pengurus koperasi bisa menjadi penyuplai kebutuhan ke dapur sehat tersebut. Selain itu, juga bisa melihat peluang usaha lainnya. Dari kecil-kecilan misalnya, jual beli pulsa, pembayaran rekening listrik dan lainnya,” jelas Iskandar.

Dikatakannya, semua koperasi merah putih yang ada di Kabupaten Karimun sudah terlegalisasi. Yakni, sudah memiliki badan hukum semuanya. Artinya, selain sudah memiliki akta notaris, juga sudah terdaftar di Kementerian Hukum RI. Dia berharap koperasi di Kabupaten Karimun bisa berkembang dan maju serta dapat menjadi kekuatan ekonomi di daerah ini. (*)

Reporter: Sandi P

Artikel Sudah 71 Koperasi Merah Putih Berdiri di Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Jumlah Korban KM Barcelona V Sudah Tembus 571 Orang, Padahal dalam Manifest Penumpang Hanya 280 Orang

0
Potret KM Barcelona V setelah terbakar hebar di Perairan Talise, Sulut pada Minggu (20/7/2025). (TNI AL)

batampos – Kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor (KM) Barcelona V di Perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) menyisakan tanda tanya besar.

Berdasar data dari Basarnas, jumlah korban yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 571 orang, termasuk 3 korban meninggal dunia. Namun, penumpang yang tercatat dalam manifest pelayaran kapal tersebut hanya 280 orang.

Informasi itu diungkap oleh Basarnas melalui perkembangan informasi mengenai operasi SAR korban kecelakaan KM Barcelona V pada Senin (21/7).

Basarnas menyampaikan bahwa jumlah total korban yang sudah dievakuasi sebanyak 571 orang. Terdiri atas 568 korban selamat dan 3 orang korban meninggal dunia. Angka itu jauh di atas data penumpang yang terekam dalam manifest pelayaran kapal tersebut.

”Data jumlah korban yang dievakuasi pada kecelakaan KM Barcelona V di Perairan Talise pada Senin, 21 Juli 2025, dengan rute pelayaran Pelabuhan Melonguane Talaud ke Pelabuhan Manado. Dalam pelaksanaan kapal dari Pelabuhan Melonguane singgah di Pelabuhan Lirung selanjutnya menuju Pelabuhan Manado sesuai data manifest yang didapat adalah 280 orang penumpang dan 15 Orang ABK,” ungkap Basarnas.

Berdasar data sementara yang diperoleh di lapangan, Basarnas menyampaikan bahwa di Pelabuhan Munte Likupang terdapat 56 orang korban yang berhasil dievakuasi menggunakan KN SAR Bima SENA, 1 diantaranya dalam keadaan meninggal dunia.

Kemudian 15 orang dievakuasi menggunakan RIB Basarnas, dan 33 orang dievakuasi menggunakan unsur lainnya.

Sementara di Dermaga Bakamla Serei, ada 263 orang yang berhasil dievakuasi. Termasuk 2 korban meninggal dunia.

Mereka lantas dibawa dari Serai ke Pelabuhan Munte sebanyak 108 orang, 2 korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, dan 155 korban lainnya dijemput oleh pihak keluarga ke Pelabuhan Serai.

”Di Pelabuhan Manado, KM Barcelona III mengevakuasi 198 orang dan KM Express Bahari 4 orang,” tulis Basarnas dalam laporan yang ditandatangani oleh kepala Kantor SAR Manado. (*)

Artikel Jumlah Korban KM Barcelona V Sudah Tembus 571 Orang, Padahal dalam Manifest Penumpang Hanya 280 Orang pertama kali tampil pada News.

Setelah 6 Tahun, Pohon Kurma di Masjid Agung Anambas Akhirnya Berbuah

0
Pohon kurma Masjid Agung Anambas
Sejumlah warga sedang melihat pohon kurma yang berbuah di Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa. F. Ali Muhsin untuk Batam Pos.

batampos – Pohon kurma yang tumbuh di halaman Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai menunjukkan hasil. Salah satu dari sekitar 10 pohon kurma yang ditanam pada 2019 silam kini untuk pertama kalinya tampak berbuah.

Pohon kurma ttersebut ditanam oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) saat kunjungan dakwah UAS ke Anambas enam tahun lalu. Saat itu, momen penanaman pohon kurma menjadi simbol kebersamaan dan harapan umat terhadap dakwah yang disampaikan UAS.

Imam Masjid Agung Baitul Ma’mur, Ali Muhsin, membenarkan kabar pohon kurma yang berbuah itu. Ia mengaku awalnya mendapat informasi dari seorang teman yang mengirimkan foto buah kurma muda yang baru tumbuh.

“Saya dikirimi foto oleh teman, katanya pohon kurma yang ditanam UAS sudah berbuah. Karena penasaran, saya langsung meninjau ke lokasi dan benar, buahnya sudah muncul meski masih muda,” ujar Ali Muhsin kepada wartawan, Selasa (22/7).

Ali mengatakan buah yang muncul masih dalam tahap awal dan belum matang. Untuk itu, ia menyebut perlu adanya perawatan khusus agar pohon tersebut bisa menghasilkan buah secara optimal.

“Kami belum begitu paham bagaimana cara merawat pohon kurma dengan baik. Selama ini hanya memangkas dahan agar terlihat rapi. Maka dari itu, kami minta bantuan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Anambas untuk turun tangan,” jelasnya.

Ia berharap dengan perawatan yang lebih tepat, pohon-pohon kurma ini bisa berbuah lebih banyak ke depannya. Selain itu, keberadaannya diharapkan bisa menjadi ikon baru Masjid Agung dan menarik minat masyarakat serta wisatawan.

Kurma dikenal sebagai tanaman yang cukup adaptif, namun tetap memerlukan perhatian khusus terutama dalam hal pemupukan dan pengairan, terlebih di daerah tropis seperti Anambas.

Fenomena ini pun menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat setempat, karena berpotensi mendatangkan manfaat keagamaan, pertanian, hingga wisata religi.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Setelah 6 Tahun, Pohon Kurma di Masjid Agung Anambas Akhirnya Berbuah pertama kali tampil pada Kepri.

Sepekan Operasi Patuh Seligi 2025, 274 Pengendara di Batam Ditilang

0
Personel Satlantas Polresta Barelang menilang pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dengan metode Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld. Foto: Polda Kepri Kepri untuk Batam Pos

batampos – Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan dalam Operasi Patuh Seligi 2025 pihaknya tidak melakukan penindakan dengan razia rutin. Razia hanya dilakukan bersama Tim Gabungan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepri dan Dishub Kot Batam.

“Razia tidak rutin, temporary (sementara) saja. Karena kegiatan gabungan, kita menunggu surat dari Bapenda dan Dishub,” ujarnya.

Afid menjelaskan, selama Operasi Patuh Seligi 2025 ini penindakan dilakukan dengan metode Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Tujuannya, untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Dengan tindakan penegakan hukum ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mematuhi peraturan demi keselamatan bersama,” katanya.

Baca Juga: Bankesda Batam Bertambah Rp27 Miliar, Layanan Kesehatan Masyarakat Makin Diperkuat

Dalam sepekan Operasi ini, Satlantas Polresta Barelang menilang 274 pengendara dan menegur 380 pengendara. Untuk pelanggarannya terdiri dari tidak tidak mengantong SIM, STNK, serta pengendara tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan yang sah.

“Kita juga harapkan dengan penindakan ini, pengendara mampu mencegah terjadinya pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan yang menjadi fokus pengawasan,” ungkapnya.

Diketahui, Operasi Patuh Seligi 2025 ini berlangsung selama 2 pekan ini, yakni 14 hingga 27 Juli mendatang. Operasi bertemakan Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.

Baca Juga: Kepala Kejari Batam Resmi Berganti, I Wayan Wiradarma Gantikan I Ketut Kasna Dedi

Selama operasi, polisi menyasar kepada tujuh pelanggaran lalu lintas yang kerap menyebabkan kecelakaan di jalan. Seperti pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara yang masih di bawah umur, dan pengendara motor yang berboncengan lebih dari 1 orang.

Kemudian pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara mobil yang tidak menggubakan safety belt, pengendara yang dipengaruhi alkohol, pengendara melawan arus, serta pengendara yang melebihi kecepatan. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Sepekan Operasi Patuh Seligi 2025, 274 Pengendara di Batam Ditilang pertama kali tampil pada Metropolis.

Nathan Tjoe-A-On Resmi Gabung Willem II Tillburg, Akhiri Spekulasi ke Indonesia Super League

0
Nathan Tjoe-A-On resmi bergabung dengan klub Willem II Tillburg di Liga 2 Belanda. (Instagram.com/@willemii)

batampos – Bintang Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On resmi bergabung dengan klub Liga 2 Belanda atau Eerste Divisie, Willem II Tilburg.

Kabar itu diumumkan melalui situs resmi klub willem-ii.nl pada Senin, 21 Juli 2025 malam waktu Indonesia.

“Willem II telah memperkuat skuadnya dengan merekrut Nathan Tjoe-A-On. Bek berusia 23 tahun ini telah menandatangani kontrak dua tahun di Tilburg, dengan opsi perpanjangan satu musim,” dipetik dari keterangan resmi Willem II Tilburg.

Direktur Teknik Willem II Tilburg, Freek Heerkens mengatakan Nathan akan cocok dengan gaya bermain tim.

“Nathan adalah bek sayap dengan pengalaman yang dibutuhkan dan dorongan menyerang yang kuat, yang sangat cocok dengan gaya bermain kami,” ucapnya di laman resmi klub.

Selain itu, dirinya juga sangat senang dengan kehadiran mantan pemain Swansea City di Willem II Tilburg.

“Kami senang dia telah memilih klub kami. Dia juga masih relatif muda, yang berarti masih banyak ruang untuk berkembang, yang sangat sesuai dengan visi Willem II,” pungkasnya.

Willem II Tilburg merupakan tim kasta kedua Liga Belanda yang sudah berdiri sejak tahun 1896 dan berbasis di kota Tilburg.

Nathan Tjoe-A-On sendiri beberapa waktu lalu sempat melakukan tes medis dan latihan bersama tim kasta kedua Denmark, Lyngby Boldklub. Namun, kesepakatan kontrak tidak tercapai antara kedua belah pihak.

Dengan bergabungnya pemain berusia 23 tahun ini ke Willem II Tilburg, sekaligus menutup rumor kepindahannya ke klub Indonesia Super League 2025/2026. (*)

Artikel Nathan Tjoe-A-On Resmi Gabung Willem II Tillburg, Akhiri Spekulasi ke Indonesia Super League pertama kali tampil pada Olahraga.