Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 14182

Ribuan Guru Diperiksa Terkait Penyelidikan Kasus Dana Bansos

0

korupsi-bansos-640x386batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terus memburu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemko Batam. Ribuan guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Kamis (7/4/2016), Kejati Kepri menjadwalkan pemeriksaan 600 guru TPQ di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Mereka merupakan guru TPQ di wilayah Kecamatan Sagulung, Batam.

“Tapi yang datang kurang dari 200-an,” kata Kasi Penyidikan (Kasidik) Tipidsus Kejati Kepri, Zainur Arifin Syah.

Zainur menjelaskan, pemeriksaan itu akan dilakukan secara maraton selama seminggu ke depan. Sebab jumlah guru TPQ di 12 kecamatan di Kota Batam mencapai ribuan. Sebelumnya, Kejati Kepri juga sudah memeriksa sekitar 200 guru TPQ di wilayah Kecamatan Sekupang.

Kata Zainur, pemeriksaan saksi kasus bansos ini sengaja dilakukan di Kejari Batam agar lebih mudah.

“Karena semua saksinya di Batam, maka kita minta Kejari Batam untuk memfasilitasi tempat pemeriksaan. Apalagi, jumlah saksinya mencapai ribuan, tak mungkin diperiksa di Tanjungpinang,” ujarnya.

Selain dugaan korupsi bansos, kata Zainur, pihaknya juga mendalami adanya indikasi perbuatan melawan hukum yang lain. Namun dia enggan berbicara mengenai calon tersangka baru dalam kasus ini.

“Belum ada, kita masih fokus periksa saksi,” katanya.

Pantauan di Kejari Batam, pemeriksaan guru TPQ kemarin dilakukan dengan sistem kuisioner di Aula lantai tiga gedung Kejari Batam. Penyidik memberikan selembar kertas berisi delapan pertanyaan dan wajib dijawab.

Seorang guru yang enggan namanya dikorankan mengaku telah menerima dana bansos berupa insentif sejak tahun 2011 lalu. Setiap bulannya mereka menerima Rp 150 ribu. Namun dana itu baru bisa cair enam bulan sekali, itupun setelah adanya potongan.

“Selama tahun 2011, insentif itu dicairkan secara cash. Enam bulan sekali dan sekali menerima hanya Rp 750 ribu,” katanya.

Menurut dia, inti delapan pertanyaan yang diajukan penyidik adalah mengenai dana insentif dan bagaimana proses pengambilannya.

“Ada delapan pertanyaan. Ya jawab sebisa dan sepengetahuan saya,” sebutnya lagi.

Siti, saksi lainnya mengaku di tahun 2012 ada penambahan insentif. Jika pada 2011 nilainya Rp 150 ribu per bulan, maka pada 2012 naik menjadi Rp 200 ribu per bulan.

“Naik Rp 50 ribu,” ujarnya.

Dikatakannya, pembayaran insentif itu dilakukan dengan cara ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulannya. Namun, meski begitu, ia tak menerima secara penuh uang Rp 200 ribu itu. Ada pemotongan.

“Ada pemotongan Rp 10 ribu per bulan untuk dana administrasi dan kas. Pemotongan itu hasil kesepakatan dalam forum guru-guru TPQ,” sebut Siti.

Siti menyebutkan, insentif guru TPQ kembali naik pada 2015 menjadi Rp 450 per bulan. Pencairannya juga dilakukan setiap enam bulan sekali.

“Penerimaan pada semester II ada yang dapat dan ada yang tidak. Kalau saya sendiri tak dapat di semester II,” ujarnya.

Hal senada juga di katakan Verawati, guru lainnya yang dipanggil sebagai saksi. Ia mengakui adanya pemotongan uang insetif setiap bulannya.

“Dipotong setiap bulannya, tapi tak tahu uang itu dikemanakan. Potongannya Rp 10 ribuan gitu,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Batam, Andri Tri Wibowo mengatakan pihaknya hanya menfasilitasi tempat untuk pemeriksaan saksi-saksi dugaan korupsi bansos yang ditangani Kejati Kepri.

“Pemeriksaannya selama seminggu ke depan,” terang Andri. (she/bpos)

Baca Juga:
> Jadi Tersangka Bansos Batam, Aris Protes Kejati
> Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Aris Hardy Halim Tersangka Bansos Batam
> Disebut Jadi Tersangka Kasus Bansos Batam, Aris: Diperiksa Saja Tak Pernah
> Mantan Petinggi DPRD Batam Terseret Kasus Bansos
> Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

Jadi Tersangka Bansos Batam, Aris Protes Kejati

0
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris

batampos.co.id – Setelah diancam akan dijemput paksa, tersangka kasus dugaan korupsi dana bansos Pemko Batam, Aris Hardy Halim, akhirnya mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri di Tanjungpinang, Senin (4/4/2016) lalu. Mantan Wakil Ketua DPRD Batam mengaku keberatan atas status tersangka yang disandangnya.

Kasi Penyidikan (Kasidik) Tipidsus Kejati Kepri, Zainur Arifin Syah, mengatakan Aris datang ke Kejati seorang diri. Meski kedatangan Aris tidak sesuai jadwal pemeriksaan, penyidik tetap memeriksanya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemko Batam tahun anggaran 2011/2012.

“Datangnya pagi-pagi. Kemudian tersangka diperiksa sampai lewat tengah hari,” kata Zainur, Kamis (7/4/2016).

Zainur membenarkan, tersangka sempat protes kepada penyidik karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kepada penyidik Aris mengklaim telah menggunakan dana bansos sesuai prosedur saat dirinya menjabat Ketua Persatuan Sepakbola (PS) Batam.

Meski sudah menyandang status tersangka, penyidik Kejati Kepri belum menahan Aris. Namun Zainur katakan, pihaknya akan terus mendalami keterlibatan Aris dalam kasus ini.

“Upaya pengembangan penyidikan untuk mencari keterlibatan pihak lain juga terus didalami,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Aris menjadi Ketua PS Batam, dirinya beberapa kali menerima dana bansos dari Pemko Batam. Besarannya variatif, mulai Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Namun dana tersebut diduga digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Selain itu ada indikasi penggelambungan anggaran dalam laporan pertanggungjawabannya.

Dikatakan Zainur, proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana bansos senilai Rp 66 miliar ini masih terus didalami. Termasuk dengan memeriksa para saksi dari kalangan guru TPQ di Kota Batam.

Sesuai daftar pertanggungjawaban di Biro Kesra Pemko Batam, kata dia, ada sekitar 1.000 lebih TPQ yang menerima aliran dana bansos. Penyidik yang menangani kasus ini benar-benar harus bekerja ekstra keras, karena seluruh guru di seribuan TPQ itu akan dipanggil sebagai saksi.

“Tunggu saja hasil penyidikan, dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka baru,” ucap Zainur. (ias/bpos)

Baca Juga:
> Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Aris Hardy Halim Tersangka Bansos Batam
> Disebut Jadi Tersangka Kasus Bansos Batam, Aris: Diperiksa Saja Tak Pernah
> Mantan Petinggi DPRD Batam Terseret Kasus Bansos
> Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

2 Jam, 30 Kios Liar di Pasir Putih Rata dengan Tanah

0
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Tim terpadu membongkar paksa kios liar yang berada di Bundaran Bengkong yang biasa disebut Bundaran Pasir Putih, Jumat (8/4/2016).

Pembongkaran mulai dilakukan pukul 08.00 WIB. Kurang lebih dua jam, 30 unit kios tersebut rata dengan tanah.

“Kios liar ini dibangun di Taman jalan sehingga fungsi taman jalan menjadi hilang, makanya kota bongkar,” ujar Ketua Tim Penertiban Terpadu Kota Batam, Hendri.

Personel yang diturunkan kurang lebih 300 terdiri dari TNI Polri, Satpol PP, Ditpam. Penggusuran berjalan lancar tanpa ada perlawan dari pemilik atau penyewa.

Tahap pertama pemongkaran Kios liar kebanyakan masih kosong belum ada pedagangnya. Ada juga yang masih dalam tahap pembanagunan. bahkan, dari 30 kios, hanya satu yang menempati kios beratapkan spandek tersebut.

Penyewa kios bernama Dirman mengaku menyewa kios tersebut Rp 500 ribu sebulan. Sementara pemilik kios mengaku membeli kios itu seharga Rp 60 juta.

Dirman sempat meminta waktu dua atau tiga hari, namun tim terpadu tak memberikan, karena sudah pernah diberikan waktu untuk membongkar sendiri kios tersebut.

Harga kios bervariasi, ada yang Rp 35 juta, Rp 50 juta, sampai Rp 60 juta.

“Saya beli kios ini seharga Rp 50 juta,” ujar Dabon, salah satu pemilik kios.

Adiknya juga membeli dengan harga yang sama dua bulan lalu. “Katanya lokasi kios ini milik yayasan, makanya saya berani beli,” ujar Dabon. (ali)

Inflasi di Batam 0,26 Persen, Tanjungpinang 0,29 Persen

0
 Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk menyebutkan 18 kota di Sumatera mengalami inflasi, termasuk Batam dan Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos
Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk menyebutkan 18 kota di Sumatera mengalami inflasi, termasuk Batam dan Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Setidaknya ada 18 kota di wilayah Sumatera dan sekitarnya mengalami inflasi. Termasuk juga Batam dan Tanjungpinang, dua kota besar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat telah terjadi inflasi di dua kota tersebut pada Maret 2016 kemarin.

“Angkanya belum sampai satu persen. Untuk Kota Batam angka inflasinya sebesar 0,26 persen dan Kota Tanjungpinang sebesar 0,29 persen,” tutur Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk, kemarin.

Sementara dari 18 Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera, sambungnya, inflasi paling tinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,04 persen.

Setidaknya ada enam kelompok pengeluaran yang menyebabkan kenaikan IHK di dua kota di Provinsi Kepri Ini. Yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen.

Lalu kelompok sandang sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen. Ada pun kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,12 persen.

Lebih lanjut Dumangar menjelaskan, penurunan indeks gabungan kelompok kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan merupakan akibat turunnya indeks subkelompok transpor sebesar 0,18 persen, serta indeks sarana dan penunjang transport yaitu naik 0,01 persen. Sedangkan jasa keuangan dan subkelompok komunikasi dan pengiriman tidak mengalami penurunan maupun kenaikan yang berarti. (aya/bpos)

Johanes Kennedy Dukung Pergantian Pimpinan BP Batam

0
Johanes Kennedy
Johanes Kennedy

batampos.co.id – Ditengah hiruk pikuk pergantian pemimpin BP Batam, pengusaha Batam, Johanes Kennedy mendukung pergantian ini.

“Tujuan dari pusat itu bagus, yakni untuk menumbuhkan investasi dan perkembangan ekonomi di Batam. Inilah mungkin momen yang tepat untuk melakukan pergantian pimpinan BP Batam,” kata Johanes Kennedy.

Kennedy mengatakan, selama 10 tahun terakhir sangat jarang investasi besar yang masuk ke Batam. Kalaupun ada yang masuk, nilainya hanya miliaran rupiah.

“Sangat jarang kita dengar investasi yang masuk itu sampai tiga atau empat triliun rupiah. Jadi kita ini memang jauh tertinggal. Jangan dulu kita bicara menyamai Singapura, paling tidak bisa bersaing dengan Johor Bahru. Kita sudah kalah jauh dari Iskandar,” katanya.

Secara personal, menurut Kennedy, semua pimpinan BP Batam sangat profesional. Kepala BP Batam, Hatanto, misalnya. Lulusan Harvard University ini dinilai sangat mumpuni dalam dunia bisnis dan perdagangan internasional.

“Kalau Pak Hatanto, siapa yang bisa meragukan dia. Duta besar sudah pernah, duta besar untuk WTO juga. Dia lulusan Harvard, di kementerian juga pernah jadi Sekretaris Jenderal di Kemendag,” katanya.

Susunan pimpinan baru BP Batam menurut Kennedy sudah lengkap karena berasal dari berbagai unsur dari lintas kementerian. Bahkan ada yang pernah menjadi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pengusaha yakin, Batam akan lebih baik lagi,” katanya.

“Ini yang sangat luar biasa. Kita sangat mendukung pembangunan dan kemajuan Batam. Jangan terlalu ditunggangi politik,” katanya.

Kennedy juga sangat mendukung pimpinan BP Batam yang ingin memangkas perizinan di Batam. Karena masalah izin ini menjadi masalah klasik yang sudah lama terjadi di Batam. (bpos)

Bapak Pembangunan Batam, BJ Habibie, Minta Masyarakat Batam Dukung Kepemimpinan Baru BP Batam

0
KETUA pertama Otorita Batam (OB), BJ Habibie (kanan), berbincang dengan sejumlah tokoh Batam terkait perkembangan terbaru BP Batam, kemarin (7/4)
KETUA pertama Otorita Batam (OB), BJ Habibie (kanan), berbincang dengan sejumlah tokoh Batam terkait perkembangan terbaru BP Batam, kemarin (7/4)

batampos.co.id – Struktur pimpinan baru Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Selain dari kalangan pengusaha, dukungan juga mengalir dari internal unsur pimpinan lama BP Batam. BJ Habibie, perintis pengembangan Pulau Batam dan ketua pertama Otorita Batam juga meminta masyarakat mendukung kepemimpinan BP Batam yang baru.

Hal itu disampaikan Habibie dalam pertemuan dengan akademisi dan tokoh masyarakat Batam di kediamannya di Jakarta, Kamis (7/4).

Muhammad Zaenuddin,  akademisi yang ikut dalam pertemuan itu, menuturkan dalam pertemuan selama 90 menit itu, Habibie mendengarkan keluhan dan informasi mengenai perkembangan Batam. Mulai dari dualisme pemerintahan, inkonsistensi kebijakan, internal BP Batam yang bergejolak dan penurunan investasi.

Kepada rombongan asal Batam, Habibie berpesan agar masyarakat memberikan kesempatan dan dukungan kepada pimpinan BP Batam yang baru untuk bekerja terlebih dahulu. Tapi tentu perlu pengawasan dari semua pihak.

“Kata Pak Habibie, semuanya pasang mata dan telinga agar dapat memonitor dan melihat kinerja pimpinan BP Batam yang baru,” ujarnya.

“Pak Habibie meminta apakah janji-janji yang disebutkan terlaksana. Pak Habibie mendengar sistem yang baru ini lebih baik. Jadi masyarakat diminta untuk melihat, seberapa baik sistem yang baru bekerja,” ungkapnya.

“Pesan untuk mengawasi tersebut disampaikan berulang-ulang oleh Habibie ke kami semua,” lanjutnya.

Zainuddin mengatakan pertemuan berlangsung selama satu jam setengah, dari pukul 16.00 sampai 17.30. “Pak Habibie hanya mendengarkan kami semua bicara. Lalu lebih banyak bercerita tentang keluarganya dan mendiang istrinya (Ainun),” ucapnya. (bpos)

Pak Menko Perekonomian Apresiasi Kinerja Mustofa Widjaja dan Tim

0
Istono (kiri) sedang memberi pengarahan pada pegawai eselon III BP Batam
Istono (kiri) sedang memberi pengarahan pada pegawai eselon III BP Batam

batampos.co.id – Menko Perekonomian, Darmin Nasution memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Mustofa Widjaja dan tim, atas karya mereka selama ini. Selanjutnya Darmin minta agar Mustofa tetap bersedia membantu memberikan masukan terkait pembangunan Batam ke depan.

Hal ini disampaikan Darmin saat bertatap muka dengan Mustoga Widjaja di kantornya, sesaat sebelum acara pelantikan pimpinan baru BP Batam (5/4).

Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Istono mendampingi Mustofa bertemu dengan Darmin.

Istono, menyitir pernyataan Darmin, menuturkan pergantian kepemimpinan jangan semata-mata dimaknai pemimpin lama tidak mampu atau lemah.

“Menko Perekonomian justru menghargai adanya peningkatan investasi di Batam di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik dan ekonomi global yang lesu,” ujar Istono Kamis, (7/4).

Istono berbicara saat melakukan silaturahmi dengan jajaran eselon II BP Batam serta perwakilan karyawan di ruang rapat Kepala BP Batam.

Ia menambahkan, pergantian ini lebih dimaksudkan untuk peningkatan kinerja yang semakin baik lagi serta penyegaran organisasi.

Untuk itu dihimbau kepada seluruh karyawan BP Batam agar tidak gelisah atau resah dengan pergantian ini karena kegelisahan / keresahan tersebut rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga  dapat mengganggu konsentrasi dan kinerja karyawan.

Semua pernyataan yang benar hanyalah yang dikeluarkan oleh DK, dan dalam hal ini dari Menko Perekonomian selaku ketua DK.

Pada akhir pengarahannya, Istono berpesan agar para karyawan meningkatkan profesionalisme bekerja dan mendukung sepenuhnya jajaran pimpinan baru untuk menyongsong Batam yang lebih maju karena pimpinan baru tersebut adalah para professional di bidangnya dan telah mempunyai pengalaman tinggi dan jaringan luas di dunia internasional.

Seperti diberitakan pegawai BP Batam sempat demo mempertanyakan proses pergantian yang terkesan terburu-buru.

Pimpinan era Mustofa harusnya diganti pada 2019 mendatang. (ptt)

Tas Ditarik Jambret, Yuyun Tersungkur ke Aspal

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pelaku kejahatan di jalanan kembali memakan korban. Kali ini, Wisyunani, 32, warga Tanjungsengkuang Blok C Nomor 30 Batuampar jadi korban penjambretan di Jalan Laksamana Bintan, sebelum terowongan Pelita, Seipanas. Rabu (6/4).

Akibatnya, karyawan salah satu media di Batam ini mengalami luka lecet di tangan, kaki, dan pinggangnya. Sedangkan tas berisi uang Rp 1,5 juta, dua ponsel, SIM, STNK, dan surat-surat lainnya dibawa kabur pelaku.

“Saya dari Batamcenter mau ke Batuampar. Tahu-tahu sebelum terowongan dipepet pelaku,” ujar Yuyun, sapaan akrabnya saat membuat laporan di Mapolsek Batamkota.

Kepada polisi korban mengaku peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku yang diketahui berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Honda Vario datang dari arah kanan dan langsung menarik tas korban yang saat itu berada di dasboard motor.

“Sempat tarik-tarikan, tas putus dan saya langsung terjatuh ke aspal,” ucapnya, sambari menahan sakit di sikunya.

Beruntung saat kejadian situasi jalanan tengah sepi. Korban yang masih berada di bahu jalan, segera berlari menyelamatkan diri ke pinggir jalan. “Pelakunya pakai jaket kulit, orangnya besar. Saya tak sempat juga lihat wajahnya,” tuturnya.

Eka, 21, warga Perumahan Kurnia Djaja Alam (KDA) juga menjadi korban jambret saat akan membeli koper di Botania, Selasa (5/4) malam. Akibat kejadian itu, mahasiswa Uniba tersebut mengaku kehilangan tas yang berisikan uang, KTP dan cincin.

“Saat itu lagi sama kakak, tiba-tiba di Perumahan Hawai Garden dua pelaku mepet motor saya,” kata Eka.

Korban yang terkejut segera menepi ke pinggi jalan. Disaat itulah pelaku yang diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha RX King menarik dompet milik korban. Bahkan, saat tarik-tarikan, pelaku sempat menendang motor Honda Scopy milik korban.

“Kalau tak saya lepas dompet itu, sudah jatuh kami. Apalagi saya membonceng kakak yang tengah hamil,” ucapnya.

Kapolsek Batamkota Kompol Arif Budi membenarkan laporan penjambretan tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mengejar pelaku. “Kita masih selidiki dan kejar pelaku. Kedua lokasi terjadi di wilayah Polsek Batamkota,” kata Arif. (rng)

BNNP Kepri Musnahkan 2.481 Butir Ekstasi

0
Pasangan suami istri yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam centre, Jumat (11/3/2016) pagi. Foto: eggy/batampos.co.id
Pasangan suami istri yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam centre, Jumat (11/3/2016) pagi. Narkoba pasutri ini dimusnahkan BNNP Kepri, Kamis (7/4/2016). Foto: eggy/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memusnahkan 2.481 butir dari 2.688 butir ekstasi di kantor BNNP, Nongsa, Kamis (7/4/2016). Sisanya jadi barang bukti di persidangan dan untuk kebutuhan analias laboratorium.

Narkoba yang dimusnahkan hasil tangkapan petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan International Batam Centre terhadap pasangan suami istri Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) pada Jumat (11/3/2016) pukul 08.00 WIB.

Narkoba golongan 1 yang akan dibawa ke Medan itu disembunyikan pasutri ini dalam sepatu.

Baca Juga: Bawa 2.688 Butir Narkoba Malaysia, Pasutri Ditangkap BC di Pelabuhan Batam Centre

“Kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri AKBP Bubung, sebelum pemusnahan.

Kemudian pada 1 April 2016 lalu, petugas Bea Cukai Pelabuhan Ferry International Batam Centre juga menggagalkan penyelundupan sabu dari seorang pria berinisial R (28) yang menyembunyikan 3 paket sabu seberat 134 gram dalam anusnya–yang dikemas dalam kondom.

Di hari yang sama, petugas juga menangkap pria berinisial S (44) di sekitar Perumahan Kampung Nelayan Batam. Pria ini membawa dua paket sabu seberat 94 gram.

“Sebelumnya ada juga tangkapan pada 31 Maret 2016 dengan barang bukti sabu 57 gram yang dibawa pria berinisial A berusia 41 tahun,” ungkap Bubung.

Pemusnahan barang bukti tersebut disaksikan perwakilan Bea dan Cukai, Kejaksaan Negeri Batam, BPOM Kepri, Polda Kepri, Ketua Granat Kepri, dan jajaran BNNP lainnya.(bcoid)

Honorer Belum Gajian, Pemko Batam Gesa Dinasnya Segera Cairkan

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendesak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Batam agar segera memproses pencairan gaji bagi para pegawai honorer di satuan dinas masing-masing.

“Kalau sudah selesai diverifikasi dan tidak ada masalah soal kinerja maupun disiplin serta telah diikat kontrak, silahkan diproses pencairan (gaji)-nya,” ujar Kepala Bagian Humas (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, kemarin.

Menurut dia, asalkan telah sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang ditetapkan, semestinya gaji honorer telah dicairkan semua. Hanya saja, Ardi tak menampik kemungkinan masih ada kendala di lapangan dalam proses pencairan gaji tersebut. Seperti, banyaknya jumlah pegawai di suatu dinas sehingga butuh waktu lebih lama untuk memproses pencairan gaji tersebut.

“Tapi seperti apapun, pemerintah telah menekankan bagi yang telah memenuhi syarat agar sesegera mungkin dibayar gajinya,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad juga telah menekankan pada masing-masing institusi tempat honorer itu bekerja agar segera menyelesaikan persoalan yang berkait dengan honorer di tiap SKPD-nya.

“Dikembalikan pada dinas masing-masing, kalau sudah bekerja, janganlah jadi persoalan,” kata dia.

Lebih lanjut, Amsakar juga mengatakan lantaran honorer itu terlanjur direkrut dan bekerja di salah satu instansi di Pemko Batam maka pihaknya mengaku telah mencari solusi terbaik.

“Kita dalam posisi menyelesaikan persoalan yang ada,” papar dia. (rna)

Baca juga :

Gaji Honorer Pemko Batam Diserahkan ke Tiap Dinas

Sampai Saat Ini Ribuan Honorer Pemko Batam Hanya Terima Amprah Gaji

DPRD Batam Minta Pemerintah Tuntaskan Masalah Tenaga Honor