Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 14476

Jelang UN, Ribuan Pelajar Tingkat SMP Ikuti Doa dan Zikir Bersama

0
Ribuan pelajar tingkat SMP sederajat se-Kota Batam saat doa dan zikir bersama di Masjid Raya Batam, kemarin (24/4). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ribuan pelajar tingkat SMP sederajat se-Kota Batam saat doa dan zikir bersama di Masjid Raya Batam, kemarin (24/4). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan pelajar tingkat SMP sederajat se-Kota Batam hadir dalam acara doa dan zikir bersama di Masjid Raya Batam, kemarin (24/4). Acara tersebut digelar menyongsong Ujian Nasional (UN) yang akan digelar dari tanggal 9 Mei hingga 12 Mei mendatang.

Acara tersebut digelar sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Ada harapan dibalik doa dan zikir tersebut, seperti yang diutarakan pelajar SMPN 25 Sekupang, Nisya Cahya Regina, lewat doa dan zikir diharapkan dapat memberikan keyakinan pada dirinya agar kelak dapat mudah mengikuti UN.

“Semoga dapat kerjakan soal dengan baik, lulus dengan hasil yang memuaskan dan bisa masuk sekolah (SMA Sederajat) yang diinginkan,” ungkap pelajar yang ingin menempuh studi di sekolah kejuruan ini.

Rekan Nisya yakni Syahidatul Husna mengatakan selain berdoa dan zikir, belajar yang giat adalah kunci lain agar UN lancar. “Belajar yang giat pastinya, selain itu doa juga,” kata Syahidatul Husna.

Harapan yan sama juga disampaikan pelajar SMP N 31 Batamkota, Marchelino Hakim Nugraha. “Ingin lulus, mau dapat nilai yang bagus,” pungkasnya. (cr13)

Touring Jetsky Batam, Jelajahi Pulau Sambil Berbagi

0
Rombongan jetsky Batam-Tanjungpinang sesaat tiba di Kundur, Sabtu (23/4). foto:imam soekarno/batampos
Rombongan jetsky Batam-Tanjungpinang sesaat tiba di Kundur, Sabtu (23/4). foto:imam soekarno/batampos

batampos.co – Sedikitnya 20 orang pencinta olahraga jetsky dari Batam dan Tanjungpinang dikomandoi Amat Tantoso, melakukan touring jelajahi pulau di wilayah Kepri, Sabtu (23/4). Berangkat dari Telaga Punggur sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan melintasi Tanjungpiayu, lanjut ke jembatan satu, dan tiba di Selatmi, Moro, pukul 12.00 WIB. Setelah melepas penat, dan istirahat makan, sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan jetsky menuju ke Pulau Kundur dan sekitar 30 kemudian menit tiba di Kundur.

Amat Tantoso, ketua rombongan touring jetsky menyebutkan, kedatanganya mereka selain menyalurkan hobi sekaligus menjelajahi pulau di wilayah Kepri. Tentunya diselingi dengan berbagi bersama warga kurang mampu di Sawang, Kundur Barat. Begitu tiba di Kundur, acara dilanjutkan menghelat kegiatan bakti sosial dengan menyerahkan 38 paket sembako untuk suku asli Sawang. Rombongan juga memberikan motivasi anak-anak dan generasi muda untuk tetap melanjutkan sekolah.

“Tolong jangan dipandang isi paket yang diberikan, tapi hargailah rasa kepedulian teman-teman penghobi olahraga jetsky dari Batam dan Tanjungpinang yang sudah berbagi. Mereka pada umumnya pengusaha di Batam dan menjelajahi pulau sekaligus berbagi guna mempererat silaturahmi,” kata pria yang akrab disapa Ahai ini.

Ditambahkannya, rombongan jetsky bersama satu unit speedboat Sky Line 99 mengiringi di belakang, dan Minggu (24/4) rombongan kembali lagi ke Batam. Ahai menyebutkan 38 paket sembako berisikan 5 kilogram beras, 2 kilogram gula, dan minyak goreng. Kedatanganya sekaligus pulang kampung melihat sanak saudara yang tinggal di Tanjungbatu dan Sawang Kundur Barat. Dengan harapan melalui kegiatan ini dapat menjalin silaturahmi sesama penghobi olahraga jetsky maupun bersama keluarga dan masyarakat Pulau Kundur dan tak kalah pentingnya untuk melihat keindahan pulau di Kepri.

Kartini, Ketua RT 02 RW 07 Kampung Bubu menyampaikan terimakasih atas kepedulian Ahai bersama rombongan yang sudi datang ke kampung suku asli. Diakuinya sosok Ahai bagi masyarakat suku asli tidak asing lagi, karena semasa kecil Ahai bermain di Kampung Bubu sehingga dekat dengan mereka.

“Meski sudah menjadi pengusaha sukses, nyatanya Ahai tidak lupa dengan kampungnya bahkan dengan masyarakat suku asli. Kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan, kami harapkan akan lebih sukses,” tegas Kartini. (ims/bpos)

IKBSS Gelar Silaturahmi, Bersama Bangun Perekonomian Batam

0
Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) Batam. Foto: Ist
Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) Batam. Foto: Ist

batampos.co.id – Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) Batam menggelar acara silaturahmi bersama seluruh pengurus dan warga Palembang di Zia Beutique Hotel, Seipanas, Minggu (24/4) siang. Silaturahmi ini turut dihadiri Wakil Duta besar RI Singapura, Ridwan Hasan.

Ketua IKBSS Batam, Nika Astaga mengatakan acara rutin tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antara warga Palembang yang ada di Batam. Dia berharap seluruh anggota IKBSS yang berjumlah 60 ribu orang bisa mematuhi aturan paguyuban.

“Setiap pergerakan anggota ini harus sesuai aturan. Kalau ada yang mengatasnamakan IKBSS tanpa sepengetahuan saya itu sudah melanggar,” ujar Nika, usai acara.

Dia menjelaskan organisasi IKBSS hanya berada di Kota Batam. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1982 dengan adanya legalitas yang sah.

“Saya imbau semuanya bisa bersatu. Bagi warga Palembang yang ingin bergabung silahkan lapor ke PK Kecamatan biar didata,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Duta besar RI Singapura, Ridwan Hasan mengatakan bangga menjadi warga Sumsel dan bergabung dalam organisasi IKBSS. Menurutnya, seluruh anggota IKBSS bisa memberikan kontribusi terhadap NKRI.

“Saya senang. Ikatan paguyuban kita berada di garda depan NKRI,” ujar Ridwan.

Dia menambahkan pemerintah sendiri sangat berharap dengan perkembangan wilayah Batam. Oleh karena itu, ia berharap anggota IKBSS bisa membangun bersama-sama Batam, khususnya dibidang perekonomian.

“Mari kita berikan yang terbaik bagi NKRI. Berikan yang bermanfaat untuk bersama, bukan memanfatkan bersama,” tutupnya. (opi)

Warga Resah, Gepeng dan Anak Punk Merambah ke Perumahan

0
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta kelompok anak punk semakin menjamur di wilayah Batuaji dan Sagulung. Keluhan dari masyarakat pun berdatangan sebab sebagian dari kelompok gepeng dan anak punk itu mulai bertindak kasar saat meminta-minta di jalanan.

Tidak itu saja, bahkan warga di sejumlah perumahan dan kavling mulai resah sebab keberadaan anak punk sudah merambah hingga ke pemukiman warga. Mereka kerap membuat kegaduhan seperti bernyanyi keras-keras di malam hari dan mengajari anak-anak di perumahan untuk bergabung dengan mereka.

Perumahan di sekitar Marina, Simpang Basecamp hingga ke PJB dan Fanindo misalkan. Hampir setiap malam gerombolan anak punk itu menempati lahan atau gedung kosong untuk tempat nongkrong mereka. Mereka juga kerap memalak warga yang lewat jika sendirian.

“Biasanya mereka minta-minta sambil nyanyi gitu, tapi kalau kita sendirian paksa mereka, tak kasih motor kita dilemparin sama anak-anak itu,” ujar Hendra salah satu warga di kawasan Merlion, Marina.

Yang lebih parah lagi, kelompok anak punk tersebut kerap masuk ke perumahan dan mengajak anak-anak usia sekolah untuk bergabung dengan mereka. “Kemarin malam, sempat ribut kami, karena mereka (anak punk) masuk ke perumahan pakai motor yang knalpotnya ribut minta ampun, sudah begitu anak-anak di sini diajak untuk nongkrong sama mereka,” kata Hendra.

Saat ditegur warga, kelompok anak punk memberikan perlawanan dan mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika ketemu warga yang melarang mereka di luar perumahan. “Jadi takut juga kami. Mereka ancam dan tandai muka kami, dan akan dikeroyok kalau jumpa di luar,” ujar Jaya warga lainnya.

Sementara untuk gepeng, terlihat mulai ramai simpang lampu merah (traffic lights) dan mulai meresahkan karena selain terkesan meminta secara paksa, para gepeng ini juga kerap berdiam di tengah jalan dan kerap menghambat arus lalu lintas. (eja)

Peringati Hari Kartini, Warga Puri Agung Gelar Lomba Memasak

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari Kartini, salah satunya adalah lomba memasak yang diadakan warga Perumahan Puri Agung II, Minggu (24/4).

“Selain memperingati hari Kartini, acara ini untuk mempererat silaturahim sesama warga komplek,” ujar Dewi, Ketua PKK komplek Perumahan Puri Agung II.

Acara yang dilaksanakan sejak pukul 9.00 WIB di fasilitas umum komplek itu dipadati sejumlah warga yang ingin menyaksikan acara tersebut.

“Lomba ini diikuti empat kelompok dari masing-masing RT yang ada di sini,” katanya.

Mengenai lombanya, peserta akan memasak ikan mujair acar bumbu kuning. Masakan tersebut akan dinilai dari rasa, penyajian, kebersihan dan juga kekompakan.

“Pemenang akan mendapatkan voucher belanja,” imbuhnya. (cr19)

Kapal Besar Enggan Singgah di Pelabuhan Kontainer Batam, Ini Penyebabnya

0
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan bongkar muat Batuampar, Batam, memang menjadi salah satu lumbung duit BP Batam. Namun pengelolaanya masih jauh tertinggal.

Selain sempit, fasilitas pendukung pelabuhan juga sangat minim. Wajar saja banyak kapal yang mengalihkan bongkar muatnya ke negara lain seperti Singapura. Otomatis pendapatan Batam berkurang.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andi Antono mengatakan saat ini kapastitas pelabuhan tersebut maksimal 200 ribu TEUs (twenty-foot equivalent units). Tetapi setiap tahunnya pelabuhan tersebut hanya menampung sekitar 80.000-100.000 TEUs. Atau hanya sekitar 50 persen setiap tahun.

“Kita akui memang sangat minim. Jadi kalau sebulannya itu, maksimal di angka 30 ribu TEUs. Ini sudah termasuk bongkar muat lokal dan ekspor impor,” katanya.

Belasan tahun dermaga utara Batuampar ini beroperasi, tetapi tidak ada perubahan yang siqnifikan.

Jumat (29/4/2016) lalu, aktifitas bongkar muat di pelabuhan dermaga Selatan Batuampar tersebut memang tidak terlalu ramai. Hanya belasan kapal yang sandar di pelabuhan untuk bongkar muat.

Andi Antono mengatakan saat ini panjang dermaga selatan Batuampar memang sangat terbatas. Hanya sekitar 600 meter. Kedalaman lautnya pun sangat dangkal. Hanya sekitar 9 meter. Wajar saja kapal yang bersandar di sana hanya kapal-kapal kecil.

Padahal, sering kapal berukuran besar, mother vessel yang hendak bongkar di Batam. Tetapi akhirnya mengalihkan bongkar muatnya di Singapura karena infrastruktur pelabuhan di Batam yang jauh ketinggalan. Di mana untuk mother vessel minimal kedalaman lautnya 12 meter.

“Kalau kapal mother vessel sandar di Batam, tidak akan bisa. Lautnya terlalu dangkal. Tidak seperti di Singapura yang memang sudah sangat maju,” katanya.

Yang paling memprihatinkan adalah belum tersedianya crane canggih yang bisa digunakan untuk bongkar muat barang dari kapal. Selama ini, crane yang digunakan hanyalah crane kecil.

“Tidak mengherankan kalau, hampir semua kapal yang sandar itu, crane untuk bongkar muat dari kapal itu sendiri,” katanya. (ian/bp)

Ini Lumbung Duit BP Batam

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diterima BP Batam di tahun 2015 lalu melampaui target. BP Batam bisa meraup Rp 986 miliar dari terget Rp 760 Miliar.

Tetapi sayang pendapatan ini dinilai belum maksimal, apalagi sebagian besar pendapatan ini habis untuk operasional pegawai BP Batam bukan untuk pembangunan fisik.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Minggu (24/4/2016) kemarin mengatakan tahun 2015 lalu, penerimaan BP Batam naik sekitar 130 persen dari target. Ini menurutnya, karena kerja keras dari semua pihak.

“Dari target kita naik sekitar Rp 226 miliar. Target kita tahun lalu hanya Rp 760 miliar. Ini kerja keras dari semua pihak,” katanya.

Andi mengatakan lumbung duit BP Batam berasal dari:

  1. Pembayaran UWTO
  2. Pelabuhan
  3. Bandara
  4. Rumah Sakit
  5. Sewa Gedung
  6. Pendapatan lain-lain

Penyumbang pendapatan terbanyak adalah UWTO senilai Rp 400 Miliar, kemudian Pelabuhan sebesar Rp 204 miliar dan dari bandara sekitar Rp 149 miliar. Sementara sekitar Rp 200 miliar lagi dari pendapatan bidang lain seperti rumah sakit, sewa gedung, dan sebagainya.

“Ada tiga item yang memang selalu penyumbang pendapatan terbesar kita, yakni dari UWTO, pelabuhan dan bandara. Setiap tahun ini meningkat,” katanya.

Pendapatan ini kemudian digunakan untuk anggaran operasional BP Batam. “Itu untuk operasional kita. Untuk pembangunan juga,” kata Andi.

Anggota Banggar DPR RI saat berkunjung ke BP Batam beberapa waktu lalu mengapresiasi pendapatan BP Batam yang sangat tinggi dan melampaui target.

Jazilul  Fawad, ketua tim rombongan Banggar DPR RI berharap di tahun ini, penerimaan juga tetap dimaksimalkan.

“Kita sudah tahu memang pendapatannya jauh dari target. Ini bagus, mudah-mudahan tahun ke tahun terus berkembang. Karena masih banyak potensi yang bisa dihasilkan,” katanya.

Sementara itu, Nyat Kadir, anggota komisi VI DPR RI mengapresiasi pendapatan BP Batam yang melampaui target. Meski menurutnya, penerimaan tersebut masih bisa terus ditingkatkan. Ini karena masih banyak potensi yang belum tergarap dengan baik.

“Dari pelabuhan itu misalnya, masih sangat banyak yang belum dikelola dengan baik. Di Batuampar itu misalnya, pelabuhannya sangat memprihatinkan,” katanya.

Menurutnya, perbaikan pelabuhan ini menjadi keharusan karena menunjang langsung pertumbuhan investasi di Batam. Ini yang belum dilakukan BP Batam.

“Padahal BP Batam harus berfikir, bagaimana untuk terus memajukan investasi di Batam. Padahal anggaran untuk operasional BP Batam sangat tinggi,” katanya. (ian/bp)

Benny Kembali Terpilih Jadi Ketua Inti Provinsi Kepri

0
Benny Suwandi (tengah) didampingi Ketua Pelaksana Musda Inti Rolend Santoso (kiri) dan pengurus Gema Inti Pusat mengecek persiapan musda. foto:ist
Benny Suwandi (tengah) didampingi Ketua Pelaksana Musda Inti Rolend Santoso (kiri) dan pengurus Gema Inti Pusat mengecek persiapan musda. foto:ist

batampos.co.id – Ketua Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Provinsi Kepri, Benny Suwandi, secara aklamasi terpilih kembali memimpin organisasi ini periode 2016-2020. Benny yang keseharian sebagai advokat ini, terpilih dalam musyawarah daerah (Musda) ke-3 Inti Provinsi Kepri di Zest Hotel, Harbour Bay, Batam, Sabtu (23/4) malam.

Hadir dalam musda tersebut Sekjen Inti Pusat Budi S Tanuwibowo, Wasekjen Ulung Rusman, Wakil Ketua Umum (Waketum) yang juga Pendiri Inti Benny G Setiono. Sedangkan dari Generasi Muda (Gema) Inti juga dihadiri Ketum Gema Inti Pusat Hardy Stefanus, Sekjen Gema Inti Pusat Candra Jap, serta Kabid Hukum Gema Inti Pusat Jandi. Jajaran pengurus cabang (PC) Inti juga hadir yakni Ketua PC Inti Batam Kartono, Ketua PC Inti Tanjungpinang Piter SE, dan Ketua PC Inti Kabupaten Lingga Batman Karnadi.

“Inti sudah 17 tahun berdiri di Indonesia, kini sudah menjadi organisasi besar. Saya mengimbau kepada pengurus dan anggota Inti, jagalah persatuan dan kesatuan untuk kekokohan Inti itu sendiri. Jagalan persatuan dan kesatuan bersama pemerintah untuk membangun bangsa,” ujar Sekjen Inti Pusat, Budi S Tanuwibowo menyemangati peserta musda tersebut.

Musda itu sendiri mengambil tema: “memperkokoh kesatuan dan menciptakan kader-kader pemimpin muda.” Benny yang terpilih kali kedua memimpin Inti itu menjelaskan, tema kali ini untuk mempersiapkan generasi muda Inti yang sebaik-baiknya sebagai generasi penerus bangsa.

“Generasi mudalah harapan kita ke depan. Makanya, panitia pelaksana musda ke-3 ini semua dilakukan oleh pengurus Gema Inti Provinsi Kepri,” terang Benny yang keseharian sebagai advokat di Batam ini.

Benny mengaku tak menyangka kembali diberikan kepercayaan untuk memimpin Inti Provinsi Kepri ke depan. Namun, setelah laporan pertanggung jawaban pengurus Inti yang dipimpinnya itu dierima oleh peserta musda, akhirnya suara mayoritas peserta musda menginginkan Benny kembali melanjutkan memimpin Inti.

“Peserta musda merasakan manfaat kegiatan bakti sosial dan pengobatan yang diadakan pengurus. Inti adalah organisasi sosial, sehingga harus berkorban untuk kegiatan sosial. Apa yang dilakukan pengurus selama ini, mendapat apresiasi dari peserta musda,” teragnya.

Dalam satu atau dua bulan ke depan, ungkap Benny, dirinya bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan PD Inti Provinsi Kepri untuk diumumkan ke publik. “Saya mengajak semua pihak baik itu dari kalangan organisasi Tionghoa maupun non Tionghoa bersama-sama membesarkan Inti ke depan,” pintanya.

Program berikutnya setelah kepengurusan lengkap, masih Benny, membentuk PC Inti di kabupaten se-Kepri yang belum ada pengurusnya.

Panitia Pelaksana Musda ke-3 Inti Provinsi Kepri, Rolend Santoso SH menambahkan musda berjalan lancar tanpa ada hambatan. “Sempat ada rumor Inti pecah, itu tak benar. Inti itu solid dibuktikan dengan pelaksanaan musda berjalan tanpa ada hambatan serta peserta musda membludak dari yang diperkirakan,” ujarnya.

Sebagai panitia pelaksana, Rolend menitipkan permintaan maaf jika ada sambutan atau penyajian yang kurang berkenan selama musda berlangsung. (ash/bpos)

Lumbung Duit Pemko Batam Tak Dikelola Maksimal, PAD Loyo

0

pemkobatambatampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam tahun 2015 dari sektor pajak dan retribusi daerah mencapai Rp 891 miliar. Lebih kecil dari pendapatan BP Batam yang mencapai Rp 986 miliar.

“Ini belum maksimal. Bila dikelola dengan baik, PAD Batam akan lebih tinggi. Jauh di atas BP Batam,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain.

Menurut Yudi masih banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil belum maksimal menggenjot PAD. Seperti pengelolaan retribusi parkir yang targetnya terus merosot dari tahun ke tahun.

Di APBD-P Tahun 2015, retribusi parkir awalnya ditergetkan Rp6 Miliar. Namun Dinas perhubungan hanya mampu merealisasikan Rp3,8 Miliar.

“Tahun 2016 tak jauh berbeda, targetnya hanya Rp4 Miliar pertahun,” ungkap Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Padahal, potensinya bisa mencapai ratusan miliar karena jumlah kendaraan dan tempat pakir di Batam terus bertambah. Setiap bulannya ada ribuan kendaraan roda empat baru dan puluhan ribu roda dua baru.

Begitupun retribusi sampah, Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), serta Pajak penerangan lampu jalan umum (PPJU), pendapatannya juga sangat jauh dari kata maksimal.

Tahun ini, pendapatan lebih kecil ketimbang belanja daerah. Pendapatan (PAD plus dana perimbangan pusat ke daerah) hanya Rp2,3 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,5 triliun. Defisit Rp190 Miliar.

Pendapatan daerah sambung Yudi seluruhnya dipergunakan untuk kepentingan daerah. Persentase paling besar dipergunakan untuk belanja langsung Rp1,7 triliun. Untuk keperluan belanja modal, barang dan jasa, serta belanja pegawai.

Sisanya dipergunakan untuk belanja tak langsung Rp866 miliar. Keperluan belanja pegawai, hibah, bantuan sosial, bantuan kepada partai politik, serta dana tak terduga.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menuding, PAD Batam kecil karena tidak bisa leluasa mengelola daerahnya.

“Saat ini, pemerintah hanya mengelola sebagain kecil saja,” kata Jefri.

Hanya menyasar pendapatan yang kecil, seperti pajak dan retribusi parkir, sampah, pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, PBB, dan lainnya.

Aset yang besar seperti lahan, bandara dan pelabuhan, seluruhnya dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pemko tak mendapatkan kontribusi dari hal itu.

“Wajar jika penghasilan BP lebih besar, laut, air dan udara mereka yang kuasai,” kata Jefri.

Sayangnya, lanjut Jefri aset yang menurutnya bisa menghasilkan banyak pendapatan itu tidak dikelola BP Batam dengan baik. Sehingga hasil yang didapatkannya lebih kecil dari yang seharusnya.

“Bayangkan labuh jangkar, parkir pesawat saja, penghitungannya menggunakan dolar,” tutup Jefri. (hgt/bp)

Ayu Ainullah Muryasani, Alumsi SMP Kartini Batam Ikuti Pertukaran Pelajar ke Jepang

0

batampos.co.id – Ayu pasti bikin bangga SMP Kartini Batam, ia mengharumkan nama di Jepang