Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 1466

Rumah hingga Kantor Bos Sritex Digeledah, Sita Uang Tunai Senilai Rp 2 Miliar

0
Ilustrasi Kejagung RI.(Dok.JawaPos.com)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan terhadap kantor pusat PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan beberapa rumah di wilayah Jawa Tengah. Penggeledahan ini berkaitan dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, dalam pemberian fasilitas kredit dari sejumlah bank pembangunan daerah kepada PT Sritex.

“Senin 1 Juli 2025, bertempat di Kantor PT Sri Rejeki Isman, Tbk (Sritex) di Jalan K.H. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo, tim penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejagung melakukan kegiatan penggeledahan dan penyitaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar kepada wartawan, Senin (1/7).

Harli menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan dalam rangka mengungkap dugaan korupsi terkait pemberian kredit dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB), PT Bank DKI, serta Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sritex dan entitas anak usahanya.

Upaya paksa penggeledahan itu berlangsung sejak Minggu, 30 Juni 2025, Kejagung turut telah menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Jawa Tengah. Salah satu lokasi yang digeledah merupakan rumah milik seseorang berinisial IKL di Jalan Dr. Rajiman No. 328, Sriwedari, Laweyan, Surakarta. Dari rumah tersebut, penyidik menyita dokumen dan dua bungkus uang tunai masing-masing senilai Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu, yang berasal dari PT Bank Central Asia Cabang Solo.

“Total uang tunai yang disita dari rumah saudara IKL berjumlah Rp 2 miliar. Masing-masing tertulis berasal dari transaksi berbeda, yakni tanggal 20 Maret 2024 dan 13 Mei 2024,” ucap Harli.

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di rumah seorang berinisial AMS yang berlokasi di Jalan Mawar Raya BJ-8, Solo Baru, Sukoharjo. Dari lokasi ini, tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting serta dua unit handphone yang diduga berkaitan dengan perkara.

“Kami juga menggeledah rumah saudara CKN di Kampung Margoyudan, Setabelan, Surakarta. Namun, di lokasi tersebut, tidak ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi ini,” ujar Harli.

Penggeledahan juga dilakukan di beberapa entitas bisnis yang berkaitan dengan PT Sritex, seperti PT Sari Warna Asli Textile Industry di Karanganyar, PT Multi Internasional Logistic di Keprabon Surakarta, serta PT Senang Kharisma Textile di Jalan Solo-Sragen.

“Terhadap seluruh barang bukti yang telah disita, termasuk dokumen dan uang tunai, akan kami mintakan penetapan penyitaan ke pengadilan negeri setempat,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Rumah hingga Kantor Bos Sritex Digeledah, Sita Uang Tunai Senilai Rp 2 Miliar pertama kali tampil pada News.

Tak Ada Siswa Tertinggal, Disdik Kepri Salurkan Murid Baru ke Sekolah yang Masih Kosong

0
Proses pendaftaran ulang siswa yang lolos SPMB di SMKN I Batam. F. Eusebius Sara

batampos – Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat merespons persoalan ratusan calon peserta didik baru yang belum tertampung di sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN). Salah satu langkah strategis yang diambil yakni melalui penyebaran Formulir Penyaluran Calon Murid Baru ke satuan pendidikan yang masih memiliki daya tampung.

Formulir ini khusus diperuntukkan bagi siswa yang tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan belum memperoleh tempat belajar. Dalam formulir tersebut, siswa diminta mencantumkan data identitas lengkap serta memilih hingga lima SMKN dengan maksimal tiga jurusan pilihan di masing-masing sekolah.

“Dengan pengisian formulir ini, kami memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal haknya untuk mendapatkan pendidikan menengah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, dalam surat edarannya yang ditujukan kepada kepala cabang dinas dan satuan pendidikan negeri se-Kepri.

Andi menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun lulusan SMP kehilangan hak atas pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung di sekolah negeri.

“Kami berkomitmen untuk menyalurkan semua calon siswa ke sekolah yang masih memiliki kursi kosong. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk tidak panik serta segera mengisi dan mengembalikan formulir penyaluran sesuai petunjuk. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan urutan kebutuhan siswa, ketersediaan jurusan, serta lokasi tempat tinggal calon siswa.

Surat edaran tersebut juga menekankan bahwa daftar sekolah-sekolah negeri yang masih memiliki kuota akan segera diumumkan untuk penempatan siswa dari jalur penyaluran. Proses distribusi siswa akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, demi memastikan keadilan bagi seluruh peserta.

Sejumlah sekolah favorit mengalami lonjakan peminat dan menyebabkan persaingan yang sangat ketat. Sebaliknya, di beberapa SMKN lain, kursi masih tersedia untuk menampung siswa baru. Disdik berharap masyarakat memahami langkah ini sebagai solusi pemerataan dan tidak terfokus pada sekolah-sekolah tertentu saja.

Di sisi lain, pantauan di lapangan menunjukkan banyak orang tua masih mendatangi sekolah-sekolah favorit, berharap anaknya bisa diterima kembali. Salah satunya Amirullah, warga Batuaji, yang menginginkan anaknya tetap masuk di SMKN 1 Batam karena alasan kualitas dan jarak yang dekat dari rumah.

“Biaya di sekolah negeri juga lebih terjangkau,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dikky, warga Sagulung, yang berharap anaknya bisa diterima di SMKN 5 Batam yang dikenal sebagai sekolah kejuruan perkapalan. Lokasi sekolah yang dekat dengan rumahnya di Kavling Seroja menjadi alasan utama.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam, Kasdianto, menyampaikan belum ada kebijakan penambahan kuota.

“Yang ada baru pemerataan siswa sesuai surat edaran Kadisdik,” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tak Ada Siswa Tertinggal, Disdik Kepri Salurkan Murid Baru ke Sekolah yang Masih Kosong pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Bahan Pokok Menurun, Kepri Catat Deflasi di Juni 2025

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto. F. Humas Bank Indonesia untuk Batam Pos

batampos  – Harga-harga kebutuhan pokok di Kepulauan Riau mulai menunjukkan penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kepri mengalami deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan (mtm) pada Juni 2025. Meski tak sedalam bulan sebelumnya yang mencapai deflasi 0,44 persen, capaian ini menjadi sinyal positif terkendalinya inflasi daerah.

“Deflasi ini menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah tingginya permintaan selama libur sekolah. Ini bukti bahwa upaya pengendalian inflasi kita berada di jalur yang tepat,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto.

Deflasi juga terjadi di tiga daerah utama penyumbang Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Batam sebesar 0,06 persen, Tanjungpinang 0,13 persen, dan Karimun 0,71 persen. Penurunan harga ini didorong oleh kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami deflasi hingga 0,55 persen.

“Pasokan komoditas pangan seperti cabai merah, ayam ras, dan sayuran tetap terjaga berkat kerja sama lintas daerah yang kita bangun. Ini sangat membantu menekan tekanan harga,” ujar Rony.

Kelompok Transportasi turut memberi andil deflasi sebesar 0,03 persen, terutama karena penurunan tarif angkutan laut. Stimulus diskon tiket kapal yang berlaku sepanjang Juni hingga Juli 2025 dinilai efektif membantu masyarakat sekaligus menjaga daya beli.

“Kami apresiasi kebijakan subsidi tarif kapal dari pemerintah, karena ini langsung berdampak pada pengeluaran masyarakat. Sektor transportasi menjadi penyumbang deflasi yang cukup signifikan,” ujar Rony.

Meski demikian, tekanan dari kenaikan tarif angkutan udara selama musim libur sekolah dan long weekend masih menahan deflasi lebih dalam. Kenaikan harga emas perhiasan juga mendorong inflasi kecil pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, dalam keterangannya, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas harga. “Koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia dan TPID di semua level menjadi kunci pengendalian inflasi di daerah,” ujarnya.

Berbagai langkah pengendalian telah dijalankan, seperti penandatanganan kerja sama antar daerah (KAD) dengan provinsi penghasil pangan, penyediaan iklan layanan masyarakat untuk edukasi inflasi, serta penyaluran beras SPHP dan pelaksanaan pasar murah di sejumlah daerah menjelang Iduladha.

Memasuki Juli 2025, pemerintah daerah tetap waspada. Beberapa faktor berpotensi mendorong inflasi, seperti penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tarif listrik di Batam, dan masih tingginya tarif angkutan udara. Namun, musim panen hortikultura serta keberlanjutan diskon tarif kapal laut diharapkan mampu menahan tekanan harga.

Bank Indonesia dan TPID Kepri berkomitmen melanjutkan kerja sama dan memperkuat strategi 4K, Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. (*)

Reporter: FISKA JUANDA

Artikel Harga Bahan Pokok Menurun, Kepri Catat Deflasi di Juni 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Penuh Haru, Kakanwil Zoztafia Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH 17

0
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, zoztafia yang juga merupakan Ketua PPIH Debarkasi Batam menyambut jemaah haji saat tiba di Asrama Haji Batam, Senin (30/6) siang kemarin. F. Humas Kemenag Kepri.

batampos-Kepulangan Jemaah Haji (JH) Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Batam disambut penuh keharuan dan suka cita.

Ketibaan rombongan ini disambut langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri, Zoztafia, Senin (30/6) siang kemarin.

Suasana haru dan penuh suka cita menyelimuti Aula Arafah I Asrama Haji Batam, saat sebanyak 423 jemaah haji Kloter BTH 17 tiba kembali di tanah air. Lantunan doa, pelukan hangat keluarga.

Selain itu, serta air mata bahagia menjadi saksi bisu dari tuntasnya sebuah perjalanan agung menuju Baitullah yang kini telah berakhir dengan selamat dan penuh berkah.

Raut lelah tampak di wajah para jemaah, namun dibalut cahaya syukur yang terpancar kuat. Mereka baru saja menyelesaikan salah satu kewajiban utama dalam rukun Islam yaitu menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

BACA JUGA: Jama’ah Haji Tiba Anambas, Diarak ke Masjid Jami’ Baiturrahim untuk Prosesi Adat

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri yang juga merupakan Ketua PPIH Debarkasi Batam, Zoztafia mengungkapkan rasa syukur dan haru bisa kembali bertemu dengan para jemaah yang sebelumnya dilepas dengan doa penuh harap untuk menunaikan ibadah haji.

“Beberapa hari yang lalu kita berjumpa untuk mengantar Bapak dan Ibu menuju Tanah Suci. Hari ini, dengan penuh syukur kepada Allah SWT, kita kembali bertemu untuk menyambut kepulangan Bapak dan Ibu. Semoga semua amal ibadah diterima dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.

Zoztafia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pelayanan terdapat kekurangan dan kekeliruan. Ia mengingatkan bahwa proses panjang penyelenggaraan haji adalah kerja bersama yang penuh dinamika, namun tetap dilandasi oleh semangat pengabdian.

Secara khusus, ia menyoroti empat jemaah asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang turut tergabung dalam Kloter BTH 17. Mereka semula dijadwalkan berangkat di Kloter 1, namun mengalami penundaan karena persoalan visa.

“Saya sangat terharu atas kesabaran para jemaah yang tetap tenang dan tawakal. Tidak ada keluhan berlebihan, dan ini menunjukkan keikhlasan luar biasa. Untuk itu, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah Kloter 1, 2, dan 17,” kata Zoztafia.

Pada kesempatan ini, Mantan Kepala Kanwil Provinsi Jambi ini juga menekankan pentingnya menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari:

“Tidak mudah melaksanakan ibadah haji, dari persiapan hingga pemulangan. Mari kita jaga kemabruran ini. Jadikan pengalaman spiritual tersebut sebagai teladan bagi keluarga, tetangga, dan masyarakat luas. Haji yang mabrur adalah haji yang mampu memberi dampak positif sampai akhir hayat kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kloter BTH 17, Mardianto, dalam laporannya menyampaikan detail perjalanan kepulangan jemaah. Rombongan berangkat dari Hotel Madinah pada 29 Juni 2025 pukul 18.00 WAS, tiba di Bandara Madinah satu jam kemudian, dan terbang menuju Batam pada pukul 23.00 WAS menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5144. Jemaah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam pada 30 Juni 2025 pukul 12.14 WIB dengan selamat.

Kloter 17 terdiri atas 423 orang, dengan komposisi 187 jemaah laki-laki dan 236 jemaah perempuan.Salah satu jemaah, Aswida Anwar dari Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengungkapkan rasa syukur dan puas atas seluruh pelayanan selama menjalani ibadah haji.

“Alhamdulillah, semuanya luar biasa. Makanannya melimpah dan enak, bus salawat standby 24 jam, dan tidak pernah merasa kekurangan. Selama di Madinah, saya merasa sangat tenang dan ingin terus berada di Masjid Nabawi. Rasanya ingin terus salat di sana,” ujarnya penuh semangat dan bahagia.

Aswida juga menyampaikan kebahagiaannya karena bisa membawa pulang 5 liter air zam-zam, yang akan dibagikan kepada keluarga, anak-cucu, hingga tetangga.

“Saya berharap mereka yang meminumnya juga mendapatkan keberkahan dan kelak diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan haji dan umrah,” ucapnya penuh haru.

Kepulangan jemaah Kloter BTH 17 bukan hanya menjadi penutup dari perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi awal baru dalam peran mereka sebagai duta umat. Semoga semangat spiritual yang telah diraih dapat terus terjaga, menginspirasi lingkungan, dan menjadi cahaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Turut hadir dalam acara penyambutan ini, Sekretaris PPIH Debarkasi Batam Zulkarnain, Kepala Bidang Penerimaan Jemaah Haji Edi Batara, Wakil Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Ahmad Husen, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Hasnawati Atiq.(*)

Reporter: Jailani

Artikel Penuh Haru, Kakanwil Zoztafia Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter BTH 17 pertama kali tampil pada Kepri.

Meski Kembali Dilantik Jadi Direktur, Fesly Berpeluang Diperiksa Lagi

0
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora. (f. Aziz / Batam Pos)

batampos – Penyidikan dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar masih terus bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri. Hingga akhir Juni ini, lebih dari 40 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik dalam proses penyidikan

“Masih jalan di penyidikan, sudah ada 40 saksi yang diperiksa,” tegas Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya agak berjalan lambat karena masih menunggu hasil perhitungan dari BPK terkait kerugiaan. Jika memang sudah ada, maka mungkin bisa berjalan lebih cepat.

.“Masih proses perhitungan di BPK, belum selesai. Mudah-mudahan pertengahan Juli sudah keluar,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pemeriksaan saksi masih mungkin bertambah. Beberapa nama yang sebelumnya sudah diperiksa, termasuk pejabat lama di lingkungan BP Batam, berpeluang dipanggil kembali untuk pendalaman.

Termasuk salah satu nama yang kini sudah dilantik sebagai pejabat, Fesly Abadi S, yang sebelumnya juga sempat diperiksa penyidik. fesly menurut informasi, memiliki peran penting dalam proyek pelabuhan yang kini disidik Polda Kepri

“Penunjukan pejabat tidak mempengaruhi proses penyidikan. Kalau memang dibutuhkan, bisa saja diperiksa lagi,” tegas Silvester.

Penyidikan kasus ini telah berlangsung sejak Februari lalu. Bahkan, pada 19 Maret 2025, tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penggeledahan di kantor BP Batam. Sejumlah dokumen proyek disita sebagai barang bukti, termasuk dokumen anggaran, kontrak kerja, dan laporan kemajuan pekerjaan.

Dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri pada akhir Februari, tercantum tujuh nama terlapor. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara di BP Batam, pegawai BUMN, serta pihak swasta. Ketujuhnya hingga kini masih berstatus sebagai terlapor.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, membenarkan bahwa pihaknya belum menerima berkas penyidikan dari kepolisian. “Kami baru terima SPDP-nya saja. Sampai sekarang, berkas belum masuk. Kami masih menunggu,” ujarnya.

Proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar sendiri merupakan bagian dari program strategis nasional yang ditujukan untuk mempercepat distribusi logistik di wilayah perbatasan. Namun proyek tersebut sempat terhenti di tengah jalan dan menimbulkan dugaan adanya penyimpangan anggaran. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Meski Kembali Dilantik Jadi Direktur, Fesly Berpeluang Diperiksa Lagi pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Batam Desak Evaluasi Layanan IGD di RS Plat Merah

0
Ilustrasi. Suasana di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Dokumen Batam Pos

batampos – Insiden meninggalnya seorang anak setelah diduga ditolak saat hendak mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik pemerintah di Batam menjadi sorotan tajam kalangan DPRD.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menilai pelayanan di IGD perlu segera dievaluasi menyeluruh. Kejadian tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem layanan kesehatan darurat.

“Tolak ukurnya adalah kejadian beberapa hari lalu soal anak yang ditolak di IGD hingga pada akhirnya anak kita itu meninggal dunia karena diduga lambat penanganan,” katanya, Selasa (1/7).

Komisi I DPRD Batam akan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah korektif. “Ini menjadi catatan kami ke pemerintah untuk segera dievaluasi. Jangan sampai terulang kembali dan korban berikutnya jatuh akibat buruknya manajemen pelayanan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku telah memanggil dan memberikan arahan langsung kepada pihak rumah sakit. Ia meminta agar setiap pasien, terutama dalam kondisi darurat, harus menjadi prioritas utama penanganan.

“Saya sudah sampaikan kepada direktur rumah sakit untuk memprioritaskan pasiennya. Jangan main-main dengan persoalan nyawa ini,” kata dia.

Dia inginkan komitmen RSUD Pemko Batam dalam mengedepankan pelayanan dan kepentingan kesehatan warga. “Lepas dari persoalan itu saya ingin ketat memberikan penekanan bahwa RSUD Pemko ini harus mengedepankan kesehatan warga dan pelayanan terhadap warga,” lanjutnya.

Amsakar mengindikasikan, bila memang dibutuhkan, Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang sistem pelayanan atau administrasi di rumah sakit akan ditinjau ulang. Hal ini untuk menghindari kendala teknis atau administratif yang bisa berujung pada pengabaian pasien.

Sering kali pasien BPJS dihadapkan pada situasi di mana tagihan tidak dapat langsung ditagihkan karena proses administratif. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan menghambat pelayanan.

“Cuma kalau masalahnya seperti itu, nanti rekam medis ini termasuk yang tidak dapat ditagih. Pokoknya warga itu harus dilayani dengan baik,” kata Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel DPRD Batam Desak Evaluasi Layanan IGD di RS Plat Merah pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Absen, Sidang Perdana Praperadilan Kapten Kapal KM Rizki Laut Dijadwalkan Ulang

0
Yanuar Nahak, kuasa hukum MF, kapten kapal KM Rizki Laut IV. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Sidang perdana praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum Kapten KM Rizki Laut IV, M. Fahyumi, terhadap Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), ditunda oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (30/6) tidak jadi digelar lantaran ketidakhadiran pihak termohon, yaitu Polda Kepri.

Penundaan ini disampaikan langsung oleh hakim tunggal yang memimpin sidang, Watimena. Menurutnya, Polda Kepri mengajukan permohonan penjadwalan ulang dengan alasan adanya kegiatan seremonial dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara.

“Kami telah menerima surat dari Polda Kepri. Mereka meminta penundaan karena ada kegiatan Bhayangkara,” ujar Watimena di ruang sidang.

Baca Juga: Penangkapan Nahkoda Kapal KM Rizki Laut IV Dipersoalkan Kuasa Hukum

Selain ketidakhadiran termohon, pihak pemohon juga menyatakan hendak memperbaiki sejumlah administrasi dalam dokumen permohonan. Kuasa hukum pemohon, Yanuar Nahak, menyebut bahwa perbaikan bersifat redaksional dan tidak mempengaruhi substansi gugatan.

“Ada kesalahan penulisan dalam permohonan. Namun tidak mengubah isi dari petitum kami,” kata Yanuar.

Hakim kemudian mengabulkan penundaan dan menjadwalkan ulang sidang pada Senin, 7 Juli 2025. Ia juga mengingatkan kedua pihak untuk memanfaatkan waktu yang tersedia guna menyempurnakan dokumen pendukung.

Namun di luar sidang, nada kekecewaan terdengar dari pihak pemohon. Yanuar menilai alasan ketidakhadiran Polda Kepri terlalu mengada-ada, mengingat permohonan praperadilan telah didaftarkan sejak 19 Juni 2025.

Baca Juga: Penyidikan Kasus Kapal Angkut 10 Ton Solar Ilegal Berlanjut, Nahkoda Ditetapkan Tersangka

“Harusnya dua minggu cukup untuk mempersiapkan kehadiran. Kami juga sibuk, tapi tetap menghormati proses hukum,” ucapnya.

Permohonan praperadilan ini diajukan oleh kuasa hukum M. Fahyumi, yakni Yanuar Nahak dan Agustinus Nahak, untuk menguji keabsahan tindakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian. Mereka menyoroti kejanggalan dalam penetapan tersangka terhadap kliennya yang dinilai terlalu cepat dan tidak prosedural.

Menurut Yanuar, proses hukum terhadap kliennya berlangsung dalam tempo kurang dari 24 jam, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penangkapan, hingga penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), yang semuanya dilakukan pada hari libur nasional.

“Terlalu cepat dan terlalu rapi untuk sesuatu yang terjadi di luar hari kerja. Proses hukum tidak boleh diburu-buru, apalagi pada momentum libur nasional,” katanya.

Yanuar juga menekankan bahwa praperadilan adalah hak konstitusional warga negara untuk menguji keabsahan tindakan aparat hukum. Ia berharap majelis hakim bersikap objektif dan tidak terpengaruh tekanan kekuasaan.

Baca Juga: Polda Kepri Amankan Kapal Pengangkut 10 Ton Solar Ilegal

“Kami ingin ada kepastian hukum, bukan proses yang dikebut di bawah bayang-bayang kekuasaan,” ujarnya .

KM Rizki Laut IV ditangkap oleh Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Kepri pada Kamis, 29 Mei 2025, saat berlayar dari Perairan Kabil menuju Tanjunguncang, Batam. Kapal tersebut dihentikan oleh speedboat yang membawa lima pria bersenjata.

Menurut pengacara Agustinus Nahak, petugas tidak menunjukkan surat perintah penangkapan dan langsung memborgol awak kapal tanpa penjelasan.

“Petugas bersenjata lengkap datang tanpa identitas, menyita barang pribadi tanpa berita acara, dan hanya kapten kapal yang ditahan,” ujarnya.

Setelah kapal dibawa ke dermaga Mako Polairud Polda Kepri, dua awak kapal lainnya dipulangkan setelah pemeriksaan hampir 12 jam, sedangkan kapten kapal ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan lebih dari 20 hari. Kuasa hukum menyatakan sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan, namun hingga kini belum mendapat respons dari kepolisian.

Agustinus menilai penindakan terhadap kliennya tidak sesuai dengan hukum acara pidana dan terkesan tergesa-gesa. “Kami melihat proses ini tidak memenuhi asas due process of law. Oleh karena itu, praperadilan menjadi upaya terbuka untuk menguji keabsahan tindakan tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Polda Kepri Absen, Sidang Perdana Praperadilan Kapten Kapal KM Rizki Laut Dijadwalkan Ulang pertama kali tampil pada Metropolis.

Nilai Ekspor Kepri Naik 34,75 Persen, Periode Januari–Mei 2025 Tembus USD 10,41 Miliar

0
Ilustrasi pelepasan ekspor produk kelapa tujuan Malaysia.

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat nilai ekspor Kepri sepanjang Januari hingga Mei 2025 mencapai USD 10.416,02 juta. Angka ini naik 34,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara khusus Mei 2025, nilai ekspor Kepri mencapai USD 2.386,35 juta, atau naik signifikan sebesar 43,18 persen dibanding Mei 2024.

Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyebutkan kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor migas. Pada Mei 2025, nilai ekspor migas mencapai USD 372,90 juta atau naik 38,77 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Kontribusi migas memberikan dorongan signifikan terhadap total ekspor Kepri,” ujarnya, Selasa (1/7).

Dari sisi ekspor nonmigas, golongan barang dengan kode HS 85 (mesin/peralatan listrik) mendominasi sepanjang Januari–Mei 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD 4.204,09 juta. Komoditas ini menyumbang 48,52 persen dari total ekspor nonmigas Kepri.

HS 2 digit merupakan sistem klasifikasi internasional (Harmonized System) yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis barang dalam perdagangan global.

Dari sisi negara tujuan, Singapura masih menjadi mitra dagang utama Kepri. Nilai ekspor ke negara tersebut selama Januari–Mei 2025 mencapai USD 2.909,89 juta atau berkontribusi 27,94 persen dari total ekspor Kepri.

“Singapura juga menjadi tujuan utama ekspor migas, dengan nilai USD 1.149,72 juta atau sebesar 65,63 persen dari total ekspor migas, ” tambahnya.

Sedangkan untuk ekspor nonmigas, Amerika Serikat tercatat sebagai negara tujuan utama dengan nilai USD 2.122,13 juta atau sekitar 24,49 persen.

Berdasarkan pelabuhan, ekspor terbesar Kepri berasal dari Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai USD 5.918,41 juta. Disusul Pelabuhan Tanjungbalai Karimun USD 1.132,95 juta, Sekupang USD 1.096,97 juta, Kabil/Panau USD 698,30 juta, dan Kijang USD 575,18 juta.

“Kelima pelabuhan ini menyumbang 90,46 persen dari total ekspor selama lima bulan pertama 2025,” sebut Margaretha.

Untuk volume ekspor, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun tercatat paling tinggi, yakni 5.065,30 ribu ton. Kemudian Pelabuhan Kijang 941,27 ribu ton, Tarempa 761,14 ribu ton, Batu Ampar 760,77 ribu ton, dan Belakangpadang 630,45 ribu ton. Total volume dari lima pelabuhan tersebut mencapai 88,14 persen dari keseluruhan volume ekspor Kepri periode Januari–Mei 2025. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Nilai Ekspor Kepri Naik 34,75 Persen, Periode Januari–Mei 2025 Tembus USD 10,41 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Israel Izinkan Masjid Al-Aqsa Dipakai Tempat Pernikahan Pemukim Yahudi, Dikawal Pasukan Bersenjata, Umat Islam Mengecam

0

 

Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. Israel kini izinkan pemukim Yahudi menggelar pernikahan di kompleks masjid ini. (Pexels)

batampos – Dunia Islam kembali diguncang oleh langkah kontroversial terbaru dari rezim pendudukan Israel.

Pada Senin (1/7), otoritas Israel secara terang-terangan mengizinkan upacara pernikahan bagi pemukim Yahudi di dalam kompleks suci Masjid Al-Aqsa, wilayah yang selama ini menjadi simbol spiritual dan politik umat Islam.

Peristiwa ini sontak memicu kemarahan dan kecaman keras dari otoritas Palestina. Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut tindakan tersebut sebagai “provokatif dan menghina,” serta menuduh Israel sedang berusaha menyulap kawasan suci umat Islam menjadi aula pesta bagi kelompok ekstremis Yahudi.

“Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian masjid, provokasi serius terhadap perasaan umat Islam, dan upaya sengaja untuk memaksakan realitas baru yang menghapus identitas Islam dari situs tersebut serta membuka jalan bagi pembagian secara waktu dan ruang,” tegas pernyataan resmi dari Gubernur Yerusalem.

Menurut laporan kantor berita Palestina Wafa, pemukim Yahudi itu datang dengan kawalan ketat dari polisi Israel.

Tak hanya itu, aparat keamanan dilaporkan melarang warga Palestina mendekat atau mengganggu prosesi, memperlihatkan bagaimana kekuatan dipakai untuk memaksakan agenda sepihak.

Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis Israel untuk mengubah status quo Masjid Al-Aqsa, situs suci ketiga dalam Islam dan memberlakukan kedaulatan penuh atas kawasan tersebut.

Meskipun secara hukum dan sejarah, pengelolaan Al-Aqsa berada di bawah otoritas Dewan Wakaf Yerusalem yang bernaung di bawah Kementerian Wakaf Yordania.

Aksi semena-mena ini juga dinilai melanggar hukum internasional, dan secara terang-terangan bertentangan dengan resolusi UNESCO tahun 2016. Yang menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah situs warisan Islam dan menyerukan perlindungan atas status serta integritasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, situs suci ini kian sering disusupi oleh kelompok pemukim radikal yang dilindungi pasukan bersenjata Israel dan bahkan diikuti oleh para pejabat sayap kanan pemerintahan Netanyahu.

Langkah terbaru ini bukan sekadar simbol provokasi, tapi dianggap banyak pihak sebagai lonceng peringatan akan kemungkinan pembagian fisik dan waktu Masjid Al-Aqsa.

Hal ini mirip dengan yang terjadi di Masjid Ibrahimi Hebron, di mana umat Islam dan Yahudi dipisahkan secara paksa dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, suara kemarahan terus menggema dari berbagai penjuru dunia Arab dan Islam.

Banyak pihak menyerukan mobilisasi diplomatik dan tekanan internasional agar Israel menghentikan langkah-langkah unilateral yang mengancam eksistensi Masjid Al-Aqsa sebagai simbol Islam dan identitas Palestina. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Israel Izinkan Masjid Al-Aqsa Dipakai Tempat Pernikahan Pemukim Yahudi, Dikawal Pasukan Bersenjata, Umat Islam Mengecam pertama kali tampil pada News.

Bupati Anambas Dorong Setiap Desa Lakukan Pembinaan Atlet Sepakbola Sejak Usia Dini

0
Bupati Anambas, Aneng menyempatkan diri berfoto bersama dengan atlit sepakbola usai penutupan turnamen Mini Soccer U-14 di Desa Air Asuk. f.ihsan

batampos– Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mendorong setiap desa di wilayahnya untuk aktif melakukan pembinaan atlet sepakbola sejak usia dini.

Langkah ini dianggap penting sebagai bagian dari upaya jangka panjang mencetak generasi muda berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepakbola.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan ke desa-desa, Bupati Aneng selalu menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja.

Ditambah lagi, saat ini setiap Desa berlomba-loma untuk menggelar turnamen sepakbola usia dini.

BACA JUGA: Buka Turnamen Sepakbola, Bupati Dorong Atlit Agar Bisa Bersinar Seperti Ramadhan Sananta

“Kami berharap setiap desa memiliki perhatian terhadap pembinaan olahraga, terutama sepakbola yang sangat digemari anak-anak. Ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga pembentukan karakter dan disiplin sejak dini,” ujar Bupati Aneng, disela-sela penutupan turnamen Minu Soccer U-14 di Desa Air Asuk, Senin (30/6).

Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam memfasilitasi kegiatan olahraga melalui alokasi anggaran dana desa.

Dukungan tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk pelatihan rutin, penyediaan fasilitas, pembentukan sekolah sepakbola, hingga pengiriman tim ke turnamen antar wilayah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memberikan pendampingan dan dukungan pelatih jika desa-desa serius mengembangkan potensi anak-anak di bidang olahraga.

“Kita punya banyak potensi. Anak-anak di Anambas ini punya bakat luar biasa. Tinggal bagaimana kita bersama-sama membimbing mereka,” tambah dia.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat, diharapkan Anambas mampu melahirkan atlet-atlet sepakbola berkualitas yang bisa bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Bupati Anambas Dorong Setiap Desa Lakukan Pembinaan Atlet Sepakbola Sejak Usia Dini pertama kali tampil pada Kepri.