
batampos – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok menjelang Idulfitri 2026 di Provinsi Kepulauan Riau diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang dan lonjakan harga di pasaran.
Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menegaskan bahwa jajarannya bersama Satgas Pangan terus memantau jalur distribusi hingga pasar guna memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat.
“Kami pastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman bagi masyarakat,” kata Asep, Selasa (10/3).
Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada jalur-jalur masuknya barang ke wilayah Kepri. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sejak dini potensi penyimpangan distribusi bahan pokok maupun BBM.
“Pengawasan di berbagai jalur distribusi terus diperkuat agar potensi penimbunan dapat dicegah sebelum berdampak luas ke masyarakat,” ujarnya.
Meski pengawasan diperketat, kondisi ekonomi di Kepri saat ini dinilai relatif stabil. Menurut Asep, indikator tersebut terlihat dari angka inflasi daerah yang masih terkendali.
Ia menyebut Provinsi Kepulauan Riau saat ini termasuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.
“Kepri masuk 10 besar inflasi terendah nasional. Ini menunjukkan harga dan stok relatif stabil, namun pengawasan tetap tidak boleh kendur,” jelasnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi bagi pihak yang sengaja menahan stok barang untuk memicu kenaikan harga menjelang hari raya.
“Jika ada oknum yang nekat menimbun bahan pokok menjelang Lebaran, jajaran Polda Kepri akan langsung melakukan penindakan hukum,” tegasnya. (*)
Artikel Polda Kepri dan Satgas Pangan Siaga Awasi Pasokan BBM dan Sembako Jelang Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.










