Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 147

Daging Sapi Segar Rp180 Ribu per Kg di Pasar Puan Maimun Karimun, Pedagang Keluhkan Daya Beli

0
Pedagang daging sapi segar memotong daging di Pasar Puan Maimun, Rabu (11/3). Harga daging sapi segar dan beku di pasar tersebut masih stabil menjelang Idulfitri. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, harga daging sapi di Pasar Puan Maimun masih terpantau stabil.

Pedagang menyebut harga daging sapi segar masih bertahan di angka Rp180 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi beku dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram.

Ari, salah seorang pedagang daging sapi segar di pasar tersebut mengatakan hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga meski Lebaran semakin dekat.

“Untuk saat ini belum ada kenaikan dan harga masih tetap Rp180 ribu per kilogram,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Ari, harga Rp180 ribu per kilogram merupakan daging campur yang terdiri dari beberapa bagian sapi. Namun jika pembeli menginginkan daging murni atau yang biasa disebut daging “has”, harganya bisa mencapai Rp190 ribu per kilogram.

Daging tersebut umumnya digunakan untuk menu steak atau tenderloin dan jumlahnya terbatas dalam satu ekor sapi.

“Dalam satu ekor sapi ukuran standar, daging as itu biasanya hanya sekitar 10 kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjelang Lebaran permintaan daging mulai muncul. Para pedagang bahkan telah menyiapkan stok sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemesanan sudah ada dan kita sudah siapkan enam ekor sapi untuk dipotong sekitar seminggu menjelang Lebaran,” katanya.

Ari juga mengungkapkan harga daging sapi relatif tinggi karena harga pembelian sapi dari peternak juga mahal. Selain itu, pembelian sapi harus dilakukan secara tunai.

Sementara itu, Aheng, pedagang daging sapi beku di pasar yang sama, mengatakan harga daging beku sudah bertahan di angka Rp130 ribu per kilogram selama lebih dari satu bulan.

“Kita ambil memang sudah tinggi. Kalau mau yang lebih murah ada juga Rp120 ribu per kilogram, tapi itu bagian kaki atau daging campur,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang sayuran di pasar tersebut menyebut harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga masih stabil.

Herry, pedagang sayuran di pasar tersebut mengatakan harga cabai merah saat ini sekitar Rp45 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual Rp60 ribu per kilogram.

“Tidak ada yang naik. Harga sayuran dan cabai masih normal,” katanya.

Meski harga kebutuhan pokok relatif stabil, Herry mengaku daya beli masyarakat di pasar masih belum pulih.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah dirasakan para pedagang dalam beberapa bulan terakhir.

“Pedagang memang ramai, tapi daya beli masyarakat berkurang. Kita berharap menjelang Lebaran nanti kondisi pasar bisa kembali meningkat,” ujarnya. (*)

Artikel Daging Sapi Segar Rp180 Ribu per Kg di Pasar Puan Maimun Karimun, Pedagang Keluhkan Daya Beli pertama kali tampil pada Kepri.

Cemburu Buta Berujung Maut, Pelaku Tikam Kekasih Sesama Jenis di Nongsa

0
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kapolsek Nongsa dan jajaran memberikan keterangan kasus pembunuhan saat ekspos di Mapolresta Barelang, Rabu (11/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kasus pembunuhan terhadap seorang pemuda berinisial AS (22) di kamar kos kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, akhirnya terungkap. Polisi menetapkan M  Yusuf (31) sebagai pelaku yang diduga melakukan pembunuhan berencana karena dilatarbelakangi kecemburuan dalam hubungan sesama jenis.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian dan Kapolsek Nongsa Kompol Eriman dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Rabu (11/3).
Kapolresta menjelaskan, antara pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan khusus selama sekitar tujuh bulan. Hubungan tersebut dijalani secara jarak jauh karena pelaku bekerja di Bali, sementara korban berada di Batam. Komunikasi keduanya dilakukan melalui aplikasi pesan Line.
“Dari hasil penyelidikan, memang sudah ada niatan dari pelaku untuk melakukan pembunuhan. Motifnya karena kecemburuan. Antara pelaku dan korban memiliki hubungan sesama jenis, namun korban diketahui juga menjalin hubungan dengan orang lain,” ujar Anggoro.
Kondisi tersebut membuat pelaku merasa kecewa dan sakit hati. Apalagi belakangan korban dikabarkan memiliki pasangan sesama jenis yang baru berinisial AB (24). Dari percakapan di aplikasi Line, pelaku sempat menerima lokasi korban melalui fitur berbagi lokasi (share location).
Berbekal informasi tersebut, pelaku kemudian melacak keberadaan korban di Batam. Ia datang dari Bali dan menyewa sebuah kontrakan tidak jauh dari tempat tinggal korban selama sekitar satu minggu untuk memantau aktivitas korban bersama kekasih barunya.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian menambahkan, sebelum kejadian pelaku bahkan sempat mengikuti korban dan kekasih barunya ke sebuah minimarket sambil membawa senjata yang sudah dipersiapkan.
“Pelaku sudah membawa kayu yang ditancapkan paku serta pisau. Namun saat itu rencana penyerangan tidak jadi dilakukan karena situasi di minimarket ramai,” jelas Debby.
Setelah korban dan kekasihnya kembali ke kamar kontrakan di kawasan Perumahan Family Dream, pelaku kemudian melancarkan aksinya. Ia sempat mencoba menyerang kekasih korban, namun berhasil melarikan diri.
Pelaku kemudian mengalihkan serangan kepada korban AS. Korban dipukul menggunakan kayu broti yang dipasangi paku sebelum akhirnya ditikam menggunakan pisau hingga tersungkur. Polisi menyebut korban mengalami tiga luka tusuk, yakni dua di bagian punggung dan satu luka tusuk di bagian kening sebelah kanan dengan kondisi pisau masih menancap.
Usai menghabisi korban, pelaku tidak melarikan diri. Ia justru datang sendiri ke Mapolresta Barelang dan menyerahkan diri dengan tenang kepada petugas sambil mengaku telah membunuh korban. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Barelang, sementara polisi menunggu hasil autopsi dari Dokkes Bhayangkara Polda Kepri untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

Artikel Cemburu Buta Berujung Maut, Pelaku Tikam Kekasih Sesama Jenis di Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Audi RS 3 Competition Limited Meluncur, Sedan Sport Edisi Terbatas Hanya 750 Unit

0
Audi RS 3 Competition Limited. Sumber gambar: x.com/autocar.

batampos – Pabrikan otomotif asal Jerman, Audi, memperkenalkan varian khusus dari sedan performanya melalui Audi RS 3 Competition Limited. Model ini dirilis sebagai edisi terbatas yang ditujukan bagi pecinta mobil berperforma tinggi.

Peluncuran varian ini sekaligus menjadi perayaan 50 tahun penggunaan mesin lima silinder turbo yang telah lama menjadi ciri khas mobil performa Audi.

Secara global, Audi RS 3 Competition Limited diproduksi hanya 750 unit. Mobil tersebut tersedia dalam dua pilihan bodi, yakni sedan dan Sportback.

Edisi spesial ini juga diposisikan sebagai versi paling eksklusif dari generasi Audi RS 3 saat ini, dengan sejumlah peningkatan pada desain serta dinamika berkendara dibandingkan model standar.

Pada sektor dapur pacu, mobil tetap mengandalkan mesin 2.5 liter turbocharged lima silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 394 hingga 400 hp dengan torsi mencapai 500 Nm.

Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis kopling ganda tujuh percepatan serta sistem penggerak semua roda quattro all-wheel drive system.

Dengan kombinasi tersebut, mobil mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 3,8 detik dan memiliki kecepatan maksimum hingga 290 km/jam.

Audi juga melakukan peningkatan pada sektor handling. Varian Competition Limited dilengkapi suspensi coilover yang dapat disetel secara manual, stabilizer belakang yang lebih kaku, serta sistem rem keramik berperforma tinggi.

Peningkatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan kontrol mobil, terutama saat melaju pada kecepatan tinggi atau digunakan di lintasan balap.

Dari sisi tampilan, model edisi terbatas ini menampilkan berbagai elemen eksklusif seperti penggunaan serat karbon pada spion, diffuser, spoiler, dan side skirt. Mobil juga menggunakan velg 19 inci dengan warna emas matte yang menjadi ciri khasnya.

Di bagian interior, Audi menambahkan aksen warna khusus serta kursi bucket sport untuk memperkuat karakter sporty kendaraan.

Kehadiran Audi RS 3 Competition Limited disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap mesin lima silinder Audi yang telah digunakan selama beberapa dekade pada model performa dan mobil reli legendaris mereka.

Dengan jumlah produksi yang sangat terbatas, mobil ini diprediksi menjadi incaran kolektor dan penggemar mobil sport di berbagai negara. (*)

Artikel Audi RS 3 Competition Limited Meluncur, Sedan Sport Edisi Terbatas Hanya 750 Unit pertama kali tampil pada Lifestyle.

Satlantas Polresta Barelang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Malam Takbiran dan Idul Fitri

0
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan melakukan pengaturan arus kendaraan. Foto. Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Selain menyiapkan pos pelayanan di sejumlah pelabuhan, Polresta Barelang juga mulai mematangkan strategi pengaturan lalu lintas menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang berencana memetakan sejumlah jalur rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan saat perayaan berlangsung.

Rencana tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2026 yang akan digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama arus mudik, malam takbiran, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri di wilayah Kota Batam.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan pada titik-titik rawan kemacetan. Skema tersebut disusun agar sejalan dengan pola pengamanan yang telah dirancang dalam Operasi Ketupat Seligi 2026.
“Nanti kalau sudah fiks akan kami sampaikan. Saat ini masih dalam tahap persiapan,” ujar Afiditya.

Sebelumnya, Polresta Barelang juga telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polresta Barelang yang dipimpin Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus. Rapat tersebut dihadiri para pejabat utama Polresta Barelang, Kapolsek jajaran, serta perwakilan sejumlah instansi terkait.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Salah satu fokus pengamanan adalah kawasan pelabuhan yang menjadi titik utama pergerakan masyarakat di Batam.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polresta Barelang akan menyiapkan sejumlah Pos Pelayanan (Pos Yan) di kawasan pelabuhan serta Pos Pengamanan (Pos Pam) di titik keramaian dan jalur yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.

Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus mengatakan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan seluruh pihak selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi. Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di lapangan.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama momentum Lebaran. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, mulai dari arus mudik, malam takbiran hingga pelaksanaan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.(*)

Artikel Satlantas Polresta Barelang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Malam Takbiran dan Idul Fitri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolda Instruksikan Anggota Tindak Tegas Calo Tiket Selama Masa Mudik

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Praktik percaloan tiket menjadi salah satu potensi pelanggaran hukum yang diantisipasi aparat kepolisian selama arus mudik Lebaran 2026. Polda Kepri menegaskan tidak akan memberi ruang bagi calo yang mencoba mengambil keuntungan dari masyarakat.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran dalam Operasi Ketupat Seligi untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan sejak dini terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum selama masa mudik.

“Potensi itu tentu ada. Karena itu kami sudah memerintahkan sub-satgas, baik dari dapur maupun intelijen, untuk melakukan penyelidikan sejak awal. Jika ditemukan praktik percaloan, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah telah memberikan subsidi pada sejumlah moda transportasi agar masyarakat dapat memperoleh tiket dengan harga terjangkau. Karena itu, jika ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tiket melalui praktik percaloan, kepolisian akan bertindak tegas.

“Kami ingatkan kepada para calo agar tidak melakukan praktik tersebut. Jika kami temukan, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak tergiur membeli tiket melalui perantara yang tidak resmi karena berisiko menjadi korban penipuan.

Dalam pengamanan arus mudik Lebaran, Polda Kepri juga menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat Seligi dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.

Sejumlah objek vital menjadi fokus pengamanan, seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, hingga lokasi wisata yang biasanya dipadati masyarakat selama libur Idulfitri.

Pengamanan juga difokuskan pada aktivitas keberangkatan kapal Pelni penumpang milik yang dalam satu perjalanan dapat mengangkut ribuan penumpang dari Batam.

“Kami pastikan penumpang terdaftar dalam manifest, kapal tidak overload, serta proses keberangkatan berjalan aman dan tertib,” kata Asep

Ia berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Jadi saya imbau masyarakat jauhi beli tiket dengan calo karena sangat merugikan. Untuk calo, saya ingatkan lagi, jika terbukti melakukan praktik itu akan kami tindak tegas,” Pungkasnya.(*)

Artikel Kapolda Instruksikan Anggota Tindak Tegas Calo Tiket Selama Masa Mudik pertama kali tampil pada Metropolis.

Cari Baju Lebaran di Batam? Ini 5 Toko dengan Koleksi Gamis hingga Koko

0
Sumber gambar: instagram.com/benangjarum_id/

batampos – Menjelang Idul Fitri, banyak masyarakat mulai berburu busana baru untuk merayakan hari kemenangan. Di Batam, terdapat sejumlah toko yang menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran, mulai dari gamis, dress, hingga baju koko untuk pria.

Beragam model dan warna busana hadir untuk memenuhi selera masyarakat, baik yang menyukai gaya elegan, minimalis, maupun warna cerah. Berikut lima toko di Batam yang menyediakan koleksi baju Lebaran lengkap.

1. Its.Goodd

Toko ini menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran, mulai dari atasan, bawahan, hingga dress khusus perempuan. Selain itu, tersedia pula pilihan pasmina dengan warna yang beragam.

Lokasinya berada di Tembesi Center Blok A-2 No.7 serta Ruko KBC Blok C-1 No.8.

2. Belinggaya

Belinggaya menawarkan koleksi busana Lebaran dengan nuansa warna pastel yang lembut dan elegan. Toko ini cocok bagi pengunjung yang menyukai warna cerah namun tetap terlihat simpel.

Berlokasi di Townhouse, Jalan Bida Asri II No.7 Blok A, Belian, Batam Kota.

3. Zhuko.fsh

Bagi yang ingin membeli baju Lebaran untuk seluruh anggota keluarga, Zhuko.fsh bisa menjadi pilihan. Tersedia berbagai model busana yang cocok untuk pria, wanita, hingga anak-anak.

Toko ini dapat ditemukan di DC Mall dan Panbil Mall.

4. Benang Jarum

Brand fashion ini dikenal dengan koleksi busana Lebaran bermotif bunga yang kalem dan elegan. Desainnya cocok bagi pecinta gaya simpel namun tetap modis. Tersedia juga pilihan baju untuk anak-anak.

Gerainya berada di Grand Batam Mall.

5. USM Store

USM Store menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran dengan harga yang relatif terjangkau. Koleksinya cukup beragam sehingga memudahkan pengunjung memilih sesuai kebutuhan.

Toko ini dapat ditemukan di Mall Botania, SP Plaza, Panbil Mall, serta kawasan Ruko Penuin.

Beragam pilihan toko tersebut membuat masyarakat Batam memiliki banyak alternatif tempat berbelanja busana Lebaran sesuai selera dan anggaran.

Sebelum berkunjung, pengunjung disarankan memastikan lokasi serta jam operasional toko agar pengalaman berbelanja lebih nyaman.

Artikel Cari Baju Lebaran di Batam? Ini 5 Toko dengan Koleksi Gamis hingga Koko pertama kali tampil pada Metropolis.

Vonis 5 Tahun untuk Fandi Ramadhan, Kuasa Hukum Pertimbangkan Tidak Banding

0
Fandi Ramadhan saat menjalani sidang dengan agenda putusan di PN Batam beberapa waktu lalu. f Azis Maulana/ Batam Pos

batampos — Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada terdakwa Fandi Ramadhan dalam perkara penyelundupan narkotika seberat 1,9 ton.

Hakim menyatakan Fandi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum sebagai perantara dalam transaksi narkotika golongan I, sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pekan lalu. Meski demikian, tim kuasa hukum Fandi masih menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kuasa hukum Fandi, Bachtiar Batubara, mengatakan pihaknya masih memiliki waktu hingga Kamis (12/3) untuk menentukan sikap apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

“Kamis besok batas terakhir kami menentukan sikap. Kami sudah bertemu dengan Fandi dan keluarganya di rumah tahanan untuk menyampaikan pandangan serta kemungkinan langkah hukum berikutnya,” kata Bachtiar, Rabu (11/3).

Menurut Bachtiar, pihaknya sebenarnya meyakini bahwa kliennya tidak terbukti secara langsung dalam perkara tersebut. Namun keputusan untuk mengajukan banding atau tidak tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi perkara secara keseluruhan.

Ia menyinggung bahwa lima terdakwa lain dalam perkara yang sama menerima vonis yang jauh lebih berat, sehingga menjadi salah satu pertimbangan bagi pihak keluarga maupun tim pembela.

“Kalau dilihat dari hukumannya, memang kami meyakini Fandi sebenarnya tidak terbukti. Tetapi ada banyak pertimbangan lain. Lima terdakwa lain kan mendapat hukuman yang berat semua,” ujarnya.

Bachtiar mengisyaratkan kemungkinan besar pihaknya tidak akan mengajukan banding. Namun keputusan final tetap akan ditentukan setelah berdiskusi dengan keluarga terdakwa.

Menurut dia, apabila pihaknya tidak mengajukan banding, hal itu secara hukum berarti menerima putusan pengadilan bahwa kliennya terbukti bersalah.

Meski begitu, Bachtiar menegaskan tim kuasa hukum tetap membuka peluang melakukan langkah hukum lain apabila diperlukan.

“Kami juga mendengar keinginan keluarga Fandi. Mereka memang berharap Fandi bisa dibebaskan. Tetapi kami juga memberi pemahaman agar tidak terlalu memaksakan karena ada risiko bagi posisi hukum Fandi,” katanya.

Ia menambahkan, apabila jaksa penuntut umum mengajukan banding atas putusan tersebut, tim kuasa hukum akan menyiapkan langkah balasan melalui kontra memori banding.

“Kalau jaksa banding tentu kami akan mengikuti prosesnya. Kami akan menyusun kontra memori banding untuk menjawab keberatan terhadap putusan itu,” kata Bachtiar.

Perkara ini merupakan bagian dari kasus besar penyelundupan narkotika hampir dua ton sabu yang menyeret sejumlah awak kapal dalam jaringan peredaran narkoba internasional.

Dalam perkara yang sama, majelis hakim juga menjatuhkan vonis beragam kepada terdakwa lain, mulai dari hukuman belasan tahun penjara hingga pidana seumur hidup.(*)

Artikel Vonis 5 Tahun untuk Fandi Ramadhan, Kuasa Hukum Pertimbangkan Tidak Banding pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Siagakan 5 Kapal Roro untuk Mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban

0
Kapal RoRo sandar di dermaga Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Pelabuhan ini menyiagakan lima kapal untuk melayani arus mudik Lebaran 2026. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pengelola ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan ASDP Tanjunguban menyiagakan lima kapal roll on-roll off (Roro) untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 pada lintasan Tanjunguban–Telagapunggur, Batam.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan pihaknya siap menambah jumlah perjalanan kapal apabila terjadi lonjakan penumpang menjelang Lebaran.

“Kita siap menambah trip jika diperlukan dan harus mendapatkan persetujuan BPTD dan Syahbandar,” ujar Ainul, Rabu (11/3).

Adapun lima kapal Roro yang disiagakan untuk melayani penyeberangan tersebut yakni KMP Barau, KMP Tanjungburang, KMP Niaga Ferry II, KMP Mulia Nusantara, dan KMP Tri Sakti Adinda.

Kapal KMP Tri Sakti Adinda milik PT Tala Pusuk Buhit dijadwalkan kembali beroperasi pada H-7 Lebaran atau diperkirakan pada Sabtu (14/3).

Ainul memprediksi puncak arus mudik Lebaran untuk lintasan pendek Tanjunguban–Telagapunggur akan mulai terasa pada H-5 Lebaran.

“Arus mudik Lebaran di Pelabuhan ASDP Tanjunguban diprediksi tidak akan seramai saat arus balik Lebaran 2026,” katanya.

Selain lintasan pendek menuju Batam, ASDP juga melayani penyeberangan jarak jauh dari Tanjunguban menuju sejumlah wilayah di luar Kepri.

Untuk lintasan panjang Tanjunguban–Tambelan–Sintete dilayani oleh KMP Bahtera Nusantara 03. Pada keberangkatan Senin (9/3), jumlah kendaraan masih relatif normal, namun penumpang mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.

Sementara itu, KMP Bahtera Nusantara 01 yang melayani lintasan Tanjunguban–Letung–Matak–Penagih–Sedanau–Sintete diperkirakan mengalami peningkatan jumlah penumpang pada penyeberangan Rabu (11/3) malam.

Ainul mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan serta membeli tiket dari saluran resmi.

“Pastikan membeli tiket dari sumber resmi untuk menghindari penipuan,” ujarnya. (*)

Artikel ASDP Siagakan 5 Kapal Roro untuk Mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Tiket Ferry Mudik dari Batam Hampir Ludes, Operator Siapkan Kapal Cadangan

0
Penumpang di pelabuhan domestik Sekupang. Foto Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sejumlah warga Batam yang berencana mudik menjelang Idulfitri mulai mengalami kesulitan memperoleh tiket kapal feri ke sejumlah daerah di Kepri dan Riau. Permintaan yang meningkat membuat ketersediaan tiket di beberapa agen penjualan semakin terbatas.

Salah seorang warga Batam, Apri, mengaku sudah mencoba mencari tiket untuk pulang kampung ke Selatpanjang, namun belum berhasil mendapatkannya.

“Saya sudah coba cari tiket, tapi di beberapa agen katanya sudah habis untuk tanggal yang saya mau. Mau pulang kampung jadi agak khawatir kalau tidak dapat tiket,” katanya, Rabu (11/3/2026).

Ia berharap, masih ada tambahan tiket atau jadwal keberangkatan agar masyarakat yang ingin mudik tetap bisa berangkat tepat waktu.

Sementara itu, Humas Ferry Dumai Express Group di Batam, Asmadi, mengatakan tiket untuk beberapa jadwal keberangkatan masih tersedia, meski jumlahnya semakin terbatas.

“Sampai tadi pagi masih ada. Untuk keberangkatan tanggal 17 perkiraannya tinggal beberapa saja,” katanya, saat dikonfirmasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik, operator kapal menyiapkan tambahan armada sebagai cadangan. Saat ini, lima kapal dipastikan melayani pelayaran dari Batam ke sejumlah tujuan setiap harinya.

“Kami menyiapkan satu kapal sebagai cadangan. Sementara lima kapal sudah dipastikan berlayar. Kapal tambahan ini sebagai persiapan jika terjadi peningkatan penumpang,” ujarnya.

Katanya, keterbatasan tiket yang dirasakan sebagian calon penumpang juga bisa terjadi karena kuota penjualan yang dibatasi di setiap subagen.

Di Pelabuhan Sekupang, misalnya, terdapat beberapa sub-agen yang hanya mendapatkan jatah penjualan sekitar 30 lembar tiket per jadwal.

“Di Sekupang memang ada beberapa subagen, dan mereka biasanya hanya mendapatkan jatah sekitar 30-an tiket. Kemungkinan di agen pusatnya masih tersedia,” katanya.

Ia juga memastikan harga tiket kapal tidak mengalami kenaikan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Tarif masih mengikuti harga normal sesuai rute pelayaran.

Adapun rincian harga tiket yang berlaku yakni tujuan Tanjung Balai Karimun sebesar Rp132 ribu, Selatpanjang Rp280 ribu, Bengkalis sekitar Rp400 ribuan, dan Dumai berkisar Rp590 ribu.(*)

Artikel Tiket Ferry Mudik dari Batam Hampir Ludes, Operator Siapkan Kapal Cadangan pertama kali tampil pada Metropolis.

DPD RI Soroti Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas

0
Diskusi pengawasan implementasi Undang-Undang Pemasyarakatan yang digelar DPD RI di Gedung B Setjen DPD RI, Jakarta, membahas berbagai persoalan di lembaga pemasyarakatan, termasuk overkapasitas dan kualitas layanan bagi warga binaan. F. Istimewa

batampos – Persoalan overkapasitas lembaga pemasyarakatan hingga dugaan pungutan terhadap warga binaan menjadi perhatian dalam diskusi pengawasan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang digelar DPD RI di Gedung B Sekretariat Jenderal DPD RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Ombudsman Republik Indonesia serta Center for Detention Studies. Para narasumber memaparkan hasil kajian terkait implementasi undang-undang pemasyarakatan serta kondisi pelayanan di sejumlah lapas di Indonesia.

Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI, Sri Sundari, mengatakan sistem pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman, melainkan menitikberatkan pada proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

“Sistem pemasyarakatan tidak lagi hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi lebih menekankan pada pelatihan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan secara produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan pendekatan tersebut menuntut kesiapan berbagai aspek dalam sistem pemasyarakatan, mulai dari kebijakan hingga implementasi di lapangan. Karena itu, pengawasan yang kuat diperlukan agar tujuan pembinaan benar-benar dapat tercapai.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, di antaranya pelaksanaan program pelatihan bagi warga binaan, rehabilitasi serta pascarehabilitasi kasus narkotika, hingga potensi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di dalam lapas.

Selain itu, kualitas pelayanan dasar bagi warga binaan juga menjadi sorotan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga rasio petugas terhadap jumlah warga binaan.

Sri Sundari menambahkan bahwa persoalan overkapasitas masih menjadi tantangan serius bagi sistem pemasyarakatan di Indonesia.

“Kondisi overkapasitas tidak hanya berdampak pada keterbatasan ruang hunian, tetapi juga mempengaruhi efektivitas program pembinaan serta berpotensi meningkatkan risiko konflik di dalam lembaga pemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Keasistenan Utama II Ombudsman Republik Indonesia, Siti Uswatun Hasanah, menyampaikan bahwa hasil pemantauan lembaganya masih menemukan sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.

“Masih terdapat ketimpangan fasilitas antar warga binaan, indikasi pungutan dalam proses pemberian hak warga binaan, kualitas makanan yang kurang layak, hingga penggunaan telepon genggam oleh warga binaan di beberapa lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.

Melalui diskusi ini, DPD RI berharap hasil kajian tersebut dapat mendorong perbaikan tata kelola sistem pemasyarakatan di Indonesia agar lebih transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia. (*/adv)

Artikel DPD RI Soroti Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas pertama kali tampil pada News.