Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 1470

Warga Bintan Dikejutkan Ular saat Hendak Masak

0
Tim Damkar mengevakuasi ular sawah rumah warga di jalan Eka Bhakti, Kampung Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (22/6/2025) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Warga Bintan dikejutkan kemunculan ular sawah di rumah warga di jalan Eka Bhakti, Kampung Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (22/6/2025) malam.

Ular sepanjang 1,5 meter itu ditemukan warga bernama Peri Yohan, 38, di dapur rumahnya.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, kejadian ini diketahui saat Peri hendak memasak mi instan.

BACA JUGA: Damkar Evakuasi Ular Kobra di Rumah Dinas TNI AL di Bintan

Setelah menyalakan kompor, Peri dikejutkan kemunculan ular dan gagal memasak mi instan. Peri kemudian meminta bantuan damkar untuk menangkap ular.

Panyodi mengatakan, beberapa waktu lalu Peri sebenarnya telah melapor hal yang sama tapi petugas tidak menemukan ular yang dicari.

Ia mengatakan, laporan kali ini diterima sekitar pukul 19.45 WIB. Setelah menerima laporan, tim damkar segera menuju lokasi.

Tim berhasil mengevakuasi ular tersebut dalam waktu enam menit.

Setelah proses evakuasi selesai, ular tersebut kemudian dilepasliarkan ke habitatnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Warga Bintan Dikejutkan Ular saat Hendak Masak pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Ziarah ke Makam Pahlawan Sambut Hari Bhayangkara ke-79

0
Wakapolda Kepri, Brigjen Anom ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti Bulang Gebang, Batu Aji, Senin (23/6). 

batampos – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, Polda Kepri menggelar upacara ziarah dan tabur bunga, Senin (23/6). Kegiatan rutin ini dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti Bulang Gebang, Batu Aji, yang diikuti sejumlah jajaran Polda Kepri.

Suasana ziarah berlangsung khidmat. Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu TMP, dan prosesi tabur bunga di atas pusara.

“Ziarah makam pahlawan ini adalah bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah gugur mendahului kita. Ini menjadi momen untuk mengenang dan meneladani semangat juang mereka dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Wakapolda Kepri, Brigjen Anom.

Menurutnya, semangat para pahlawan harus menjadi pijakan moral bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat komitmen pengabdian Polri terhadap bangsa dan negara.

“khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” tegasnya.

Ziarah ke makam pahlawan menjadi tradisi rutin yang digelar setiap menjelang Hari Bhayangkara oleh institusi Polri di seluruh wilayah, termasuk di jajaran Polda Kepri.

“Semangat perjuangan para pahlawan harus terus menginspirasi kami dalam memberikan pelayanan yang humanis, penegakan hukum yang profesional, serta menjaga kondusivitas wilayah Kepri,” lanjutnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Ziarah ke Makam Pahlawan Sambut Hari Bhayangkara ke-79 pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban ART di Rumah Elit Sukajadi, Setahun Dianiaya dan Tak Digaji

0
ART korban penganiayaan oleh majikan.

batampos – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus penganiayaan Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah elit kawasan Sukajadi, Batam Kota. Kedua pelaku yakni R, majikan korban, dan M, rekan kerja sesama ART.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan penganiayaan tersebut berawal dari kelalaian korban bekerja. Saat itu, korban lupa menutup pintu kandang hewan peliharaan majikannya.

“Karena korban lupa menutupnya, anjing peliharaan milik majikannya berantam. Sehingga pelaku marah,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Senin (23/6) sore.

Debby menjelaskan korban dianiaya setiap melakukan kesalahan. Penganiayaan tersebut berlangsung selama setahun atau sejak Juni 2024.

“Misalkan salah memotong daging, lupa memberi makan hewan peliharaan. Selama kerja juga korban tidak digaji,” katanya.

Dari keterangan Intan kepada polisi, ia pernah dipaksa untuk memakan kotoran hewan peliharaan tersebut. Bahkan, korban tidak diizinkan memegang ponsel, serta keluar rumah

“Korban pernah diminta memakan kotoran hewan. Untuk pelecehan seksual sejauh ini tidak ada,” ungkap Debby.

Selain pelaku, polisi turut menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menganiaya. Seperti raket nyamuk listrik, ember, serokan sampah, kursi lipat plastik, dan 3 buku.

“Buku ini buku dosa untuk mencatat kesalahan korban. Dengan ancaman gaji korban dipotong,” terang Debby.

Debby mengaku pihaknya tengah menelusuri kedatangan Intan ke Batam dan bekerja di rumah pelaku. Dalam sebulan, gadis 22 tahun tersebut digaji sebesar Rp 1,8 juta. “Sedang kita telusuri,” tegasnya.

Disinggung, adanya keterlibatan majikan laki-laki, Debby menegaskan tengah meyelidikinya. “Masih pengembangan. Suami pelaku di luar kota,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga jo pasal 55 ayat 1 ke 1 e dengan pidana penjara hingga 10 tahun. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Korban ART di Rumah Elit Sukajadi, Setahun Dianiaya dan Tak Digaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Fexuprazan, “Korean Pill” untuk GERD Siap Hadir di Indonesia: Obat Generasi Baru yang Lebih Cepat dan Tahan Lama

0

batampos-Pasien GERD (gastroesophageal reflux disease) di Indonesia segera memiliki pilihan pengobatan baru yang lebih praktis dan efektif. Daewoong Pharmaceutical, perusahaan farmasi asal Korea Selatan, mengumumkan akan menghadirkan Fexuprazan, obat generasi terbaru dari golongan P-CAB (Potassium-Competitive Acid Blocker) yang telah digunakan di 30 negara dan dijuluki “Korean Pill” di Meksiko.

Dikenal sebagai solusi terapi modern yang menjanjikan, Fexuprazan hadir untuk menjawab keterbatasan dari pengobatan GERD konvensional seperti PPI (Proton Pump Inhibitor), yang selama ini menjadi standar namun memiliki banyak kekurangan.

Fexuprazan, Obat Inovatif dari Korea yang Bekerja Cepat dan Praktis

Tidak seperti PPI yang memerlukan konsumsi sebelum makan dan kerap tidak efektif mengatasi gejala di malam hari, Fexuprazan dapat diminum kapan saja tanpa perlu menyesuaikan waktu makan. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung secara langsung di reseptor kalium lambung dan memberikan efek yang lebih cepat serta bertahan lebih lama.

BACA JUGA: Bayer Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesehatan Indonesia dengan Inovasi Berbasis Sains

Dengan mekanisme kerja yang lebih efisien, Fexuprazan menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi pasien, terutama mereka yang mengalami gejala GERD saat malam hari — kondisi yang umum namun sering tidak tertangani optimal oleh terapi lama.

GERD Semakin Umum di Indonesia, Tapi Pilihan Obat Masih Terbatas

Studi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dipublikasikan dalam Journal of Clinical Gastroenterology (April 2024) menunjukkan bahwa prevalensi GERD di Indonesia mencapai 67,9% pada 2021. Namun, penggunaan obat golongan P-CAB seperti Fexuprazan masih sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.

Sebagian besar pasien masih mengandalkan PPI, meskipun efektivitasnya terbatas dan tidak nyaman dalam penggunaannya. Melihat kebutuhan ini, Daewoong pun menggagas uji klinis pertama Fexuprazan di Indonesia, yang melibatkan pasien lokal untuk membuktikan efektivitasnya secara langsung.

“Fexuprazan menunjukkan kemampuan meredakan gejala panas di dada (heartburn) dan refluks asam lambung lebih cepat dibandingkan esomeprazole. Diminum satu kali sehari, dan hasilnya sangat menjanjikan,” ungkap Prof. Ari Fahrial Syam, Ketua Umum Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) sekaligus peneliti utama studi tersebut.

Mendunia dan Diminati Pasien: Dijuluki ‘Korean Pill’ di Meksiko, Catat Penjualan Rp1,17 Triliun

Walau baru akan masuk Indonesia, Fexuprazan telah digunakan di berbagai belahan dunia, termasuk Korea Selatan, India, Meksiko, Filipina, Chili, dan Ekuador. Di Meksiko, obat ini bahkan dikenal luas dengan julukan “Korean Pill” karena kemudahannya dikonsumsi dan tingkat kepuasan pasien yang tinggi.

“Beberapa pasien secara khusus meminta obat ini dengan sebutan ‘Korean Pill’. Mereka menyukainya karena tidak perlu mengatur waktu makan,” ujar Prof. Jose Maria Remes Troche dari Universitas Veracruz, Meksiko.

Dengan kehadiran di 30 negara, Fexuprazan kini mencatat penjualan global tahunan sebesar Rp1,17 triliun. Daewoong menargetkan kehadiran di 100 negara pada tahun 2027, setelah saat ini mengantongi izin edar di enam negara dan telah menandatangani kontrak ekspor dengan lima negara lainnya.

Didukung Ahli Dunia: Fexuprazan Dianggap Lebih Unggul dari PPI

Pengakuan terhadap Fexuprazan tak hanya datang dari data penjualan atau pasien, tetapi juga dari kalangan medis dunia. Dalam simposium “Fexuprazan Night” yang berlangsung 4 Juni 2025 dan dihadiri lebih dari 100 dokter spesialis dari AS, Meksiko, Chili, dan Korea Selatan, para pakar membahas efektivitas Fexuprazan sebagai solusi masa depan GERD.

“PPI memiliki keterbatasan seperti kerja lambat, kurang efektif di malam hari, serta risiko efek samping jangka panjang. Fexuprazan hadir sebagai alternatif yang mengatasi semua itu,” jelas Dr. Michael F. Vaezi, pakar dari Vanderbilt University Medical Center, AS.

Sementara itu, Prof. Ronnie Fass, pakar GERD internasional, menegaskan bahwa P-CAB seperti Fexuprazan diprediksi menjadi standar pengobatan GERD di Amerika Serikat dalam waktu dekat, berkat efek terapeutiknya yang lebih unggul dibandingkan PPI.

BACA JUGA: FBI Buru Perempuan Tiongkok Ini, Hadiah Rp 245 Miliar untuk Info Akurat!

Segera Hadir di Indonesia, Siap Beri Harapan Baru untuk Pasien GERD

Daewoong Pharmaceutical tengah dalam proses mendapatkan izin edar resmi Fexuprazan di Indonesia. Harapannya, pasien GERD di Tanah Air segera bisa menikmati terapi yang lebih efektif dan nyaman.

“Kami membawa Fexuprazan sebagai obat baru yang telah terbukti secara global. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pilihan pengobatan GERD yang lebih cepat, praktis, dan sesuai kebutuhan pasien Indonesia,” ujar Baek In-Hyun, Kepala Divisi Bisnis Daewoong di Indonesia.

Dengan kombinasi kecepatan kerja, fleksibilitas konsumsi, dan dukungan bukti klinis yang kuat, Fexuprazan diharapkan menjadi game-changer dalam pengobatan GERD, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. (*)

Artikel Fexuprazan, “Korean Pill” untuk GERD Siap Hadir di Indonesia: Obat Generasi Baru yang Lebih Cepat dan Tahan Lama pertama kali tampil pada News.

Prestisius, Pemprov Kepri 15 Kali Berturut-Turut Raih Opini WTP BPK RI

0
Gubernur Ansar Ahmad menerima dokumen LHP atas LKPD Provinsi Kepri TA 2024 dari Anggota VI BPK RI Fathan Subchi. (Diskominfo Kepri/Enji)

batampos-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meraih capaian prestisius: mendapat penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI untuk kelima belas kalinya secara berturut-turut sejak 2010.

“Prestasi ini adalah refleksi dari konsistensi Pemerintah Provinsi Kepri dalam membangun tata kelola keuangan yang akuntabel,” kata Fathan Subchi, Anggota VI BPK RI dalam Rapat Paripurna Istimewa penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2024, digelar di Balairung Raja Khalid Hitam, Kantor DPRD Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (23/6/2025).

Kendati demikian, Fathan menyatakan masih ada beberapa catatan penting terkait pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang perlu segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Ketua DPRD Lingga Apresiasi Pencapaian Pemkab Lingga atas Penghargaan Opini WTP yang ke-8

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi menjaga integritas laporan keuangan Pemprov Kepri.

Capaian ini dikatakan Ansar adalah buah dari kerja keras seluruh tim dan bimbingan dari BPK RI, baik pusat maupun perwakilan Kepri.

Opini WTP ditegaskan Gubernur bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari komitmen Pemprov Kepri untuk terus memperbaiki dan memperkuat pengelolaan keuangan daerah.

“Opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menjadi refleksi dari semangat transparansi dan akuntabilitas,” tegas Ansar.

Tata kelola keuangan yang bersih, terbuka, dan bertanggungjawab ia tegaskan bukan hanya soal angka, tapi soal kepercayaan publik.

Ia juga menyampaikan kesiapan Pemprov Kepri dalam menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI secara konkret melalui rencana aksi (action plan). Penyusunan dilakukan secara sistematis dan kolaboratif dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Rencana ini akan kami jalankan secara terukur dan bertanggung jawab sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tegas Ansar.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kepri atas perolehan opini WTP.

“Kami mengapresiasi pencapaian opini WTP ini. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tindak lanjut atas rekomendasi BPK dapat segera dilakukan sesuai dengan amanat Pasal 20 UU No. 15 Tahun 2004,” ujar Iman.

Dalam rapat paripurna, BPK menyerahkan dokumen LHP atas LKPD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2024 kepada DPRD Provinsi Kepri dan Gubernur Kepri, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan serah terima dokumen.

Paripurna istimewa dihadiri sejumlah pejabat, baik di lingkup Pemerintahan Provinsi Kepri maupun instansi vertikal.

Untuk diketahui, Rapat Paripurna Istimewa penyampaian LHP BPK RI atas LKPD Pemprov Kepri merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap pengelolaan keuangan daerah yang diaudit oleh BPK RI, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004.

Pemeriksaan atas LKPD tahun 2024 dilakukan berdasarkan mandat Undang-Undang dan mengacu pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi

 

Gubernur Ansar juga menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, termasuk DPRD, BPK, dan jajaran eksekutif dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

“DPRD sebagai mitra strategis terus kami libatkan dalam setiap proses penganggaran dan pertanggungjawaban. Kami sangat menghargai dukungan serta asistensi dari DPRD dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah tetap pada koridor yang benar,” tambahnya.

Hasil entry meeting beberapa waktu lalu, Kepri ditetapkan sebagai provinsi dengan capaian tertinggi dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK di wilayah Sumatera. Capaian ini menyamai capaian Provinsi Jawa Tengah di wilayah Jawa.

“Ini membuktikan bahwa Kepri tidak hanya taat administrasi, tetapi juga serius dalam perbaikan berkelanjutan. Insya Allah, komitmen ini akan terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya. (*)

Artikel Prestisius, Pemprov Kepri 15 Kali Berturut-Turut Raih Opini WTP BPK RI pertama kali tampil pada Kepri.

Ketua DPRD Kepri Sisir RSUD RAT, Tekankan Pelayanan Prima

0
Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan berbincang dengan pasien yang sedang mengantri di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Senin (23/6).F. Jailani/Batampos.

batampos-Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan menaruh atensi terhadap keluhan masyarakat mengenai pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang. Sebagai bentu respon, ia melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke rumah sakit tersebut , Senin (23/6) pagi.

Pria yang merupakan Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri ini, melakukan sidak selama 2,5 jam lebih untuk memastikan satu persatu sentra pelayanan yang ada di RSUD RAT, Tanjungpinang tersebut. Dalam sidak ini, ia didampingi Plt Sekwan Provinsi Kepri, Ika Hasillah.

Pantauan di lapangan, Iman tiba di rumah sakit milik Pemprov Kepri tersebut pada pukul 09.00 WIB. Tempat pertama yang ia sorot adalah bagian pendaftaran yang berada di area depan dalam rumah sakit. Setelah itu, ia bergeser melihat sentra pelayanan penyakit dalam yang berada di lantai dua. Begitu juga ruangan pelayanan khusus jantung tidak ia lewatkan.

BACA JUGA: DPRD Minta Pemkab Anambas Kurangi Kegiatan Seremoni, Prioritaslan Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat

“Saya telah berdiskusi dengan masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini. Namun tidak ada keluhan tertentu,” ujarnya.

Mantan Legistor DPRD Batam ini juga mengatakan, dari hasil sidak yang telah ia lakukan, ada beberapa catatan yang sudah ia tegaskan ke pihak RSUD RAT Tanjungpinang. Pertama, jangan ada diskriminasi pelayanan kepada pasien yang menggunakan BPJS.

“Untuk pasien gawat darurat harus ditangani segera,” tegasnya.

Baginya pelayanan prima adalah sesuatu yang mutlak, apalagi untuk rumah sakit rujukan seperti RSUD RAT Tanjungpinang. Selain itu, ia juga meminta pihak rumah sakit untuk memperhatikan seluruh ruangan sampai toilet dalam kondisi yang baik.

“Kedepan harus ada pemisahan-pemisahan ruangan yang ideal. Sehingga pelayanan dan penggunaan alat-alat medis sesuai pada tempatnya,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Direktur RSUD RAT Tanjungpinang, Dr. Bambang Utoyo mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan prima.

“Saat ini, kami sedang menggesa perbaikan AC Central untuk pendingan ruangan. Kemudian kami juga akan bekerjasama dengan RSAL untuk spesialis jantung,” ucapnya.

Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Dr. Bambang Utoyo memberikan penjelasan ke Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan saat melakukan sidak di rumah sakit tersebut, Senin (23/6). F. Jailani/Batampos.

Dijelaskannya, saat ini, RSUD RAT Tanjungpinang sedang kekurangan dokter spesialis jantung. Karena ada yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di Tiongkok.

“Kami sedaya upaya untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami mohon maaf, jika terjadi pelayanan yang tidak pada tempatnya, karena terbatasnya sumber daya yang tersedia,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sutana seorang pasien paska operasi jantung mengatakan, salah satu persoalan di rumah sakit ini yang perlu diperbaiki adalah sistem pendaftaran. Menurutnya, jika sudah pendaftaran onlline, harusnya tidak lagi mendaftar setelag datang ke rumah sakit.

“Terbatasnya dokter juga menjadi kendala kalau saya lihat disini. Seperti di layanan jantung, karena ratusan terkadang dalam satu hari,” ucapnya. (*)

Reporter: Jailani

Artikel Ketua DPRD Kepri Sisir RSUD RAT, Tekankan Pelayanan Prima pertama kali tampil pada Kepri.

Sidang Judi Online , Saksi Ahli Ungkap Bukti Percakapan dan Akun Situs Judol

0
Sidang lanjutan perkara judi online (judol) yang menyeret lima terdakwa kembali digelar dengan agenda keterangan saksi ahli digital forensik dari Mabes Polri,di PN Batam, Senin (23/6),

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara judi online (judol) yang menyeret lima terdakwa, Senin (23/6). Agenda persidangan kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli digital forensik dari Mabes Polri, Rizky Prananda, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Douglas Napitupulu, didampingi Andi Bayu dan Dina. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) berasal dari Kejaksaan Agung.

Kelima terdakwa dalam kasus ini adalah Herjanto (manajer keuangan), Hendra Naga Sakti (leader/pengawas), serta tiga operator, yakni Surijanto, Ivan Sopnir, dan Ramendra.

Saksi ahli Rizky Prananda mengungkapkan bahwa timnya menerima barang bukti berupa perangkat elektronik dalam kondisi tersegel dan terbungkus rapi. Barang-barang tersebut terdiri atas 32 unit handphone, laptop, SIM card, dan memory card yang disita dari para terdakwa.

“Penyidik menyerahkan barang bukti kepada kami untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik. Dari hasil analisis terhadap 10 unit handphone dan laptop, serta beberapa SIM card, kami menemukan lima user akun yang terhubung langsung ke situs judi online melalui login,” jelas Rizky dalam persidangan.

Lebih lanjut, Rizky menyebutkan pihaknya juga berhasil mengakses percakapan dalam grup WhatsApp milik para terdakwa yang berkaitan langsung dengan aktivitas perjudian.

“Isi percakapan dalam grup WhatsApp menunjukkan diskusi seputar kegiatan judi online. Kami menemukan istilah-istilah seperti withdrawal, deposit dan member yang merujuk pada transaksi dan operasional situs,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Herjanto sempat melarikan diri ke Malaysia. Ia akhirnya ditangkap dengan membawa uang tunai hasil perjudian hampir Rp1 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar.

Tak hanya itu, Herjanto juga diketahui memiliki dua paspor aktif. Ia berdalih lupa mengembalikan paspor lama saat mengurus yang baru. Fakta ini memunculkan dugaan adanya upaya untuk mengaburkan jejak keberadaan maupun aliran dana dari hasil judi online.

Sementara itu, terdakwa Hendra Naga Sakti mengakui memiliki latar belakang pekerjaan di industri judi online di Filipina sebelum beroperasi di Batam. Ia bahkan disebut mengelola salah satu situs yang memiliki tampilan berbeda dari lima situs lainnya yang teridentifikasi dalam perkara ini.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya yang dihadirkan oleh JPU. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Sidang Judi Online , Saksi Ahli Ungkap Bukti Percakapan dan Akun Situs Judol pertama kali tampil pada Metropolis.

Daewoong Gebrak AMUSE 2025: Perkenalkan Prosedur Estetika Kombinasi dari Korea, Luncurkan Tim KIIMOT untuk Pasar Indonesia

0
Stan Daewoong – CGBio di AMUSE 2025

batampos– Daewoong Pharmaceutical menggandeng CGBIO Indonesia untuk menghadirkan gebrakan baru dalam dunia estetika medis Indonesia melalui partisipasinya di ajang bergengsi AMUSE 2025 (Aesthetic Medicine Updates Seminar and Exhibition). Tidak hanya menampilkan inovasi teknologi perawatan estetika dari Korea Selatan, Daewoong juga meluncurkan KIIMOT (Korea-Indonesia Integrated Marketing Operation Taskforce), sebagai strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan dan pemasaran estetika yang terintegrasi di Indonesia.

AMUSE 2025 yang berlangsung dari 17 hingga 22 Juni di Jakarta dan Tangerang ini menjadi salah satu ajang estetika medis terbesar di Tanah Air, dengan menghadirkan sekitar 1.200 peserta dari kalangan dokter spesialis kulit, ahli bedah plastik, hingga praktisi estetika profesional. Kehadiran Daewoong di acara ini mengusung tema besar “Move to NEW GEN”, yang menyoroti transformasi menuju generasi baru dalam pendekatan prosedur estetika.
Demonstrasi Langsung Perawatan Kombinasi: Toksin Botulinum hingga Skin Booster Facetem
Di stan pamerannya, Daewoong menghadirkan empat produk unggulan yang dirancang untuk saling melengkapi dalam prosedur kombinasi:
•Toksin Botulinum – untuk relaksasi otot dan pengurangan kerutan,
•Facetem – skin booster berbasis kalsium hidroksiapatit (CaHA) untuk memperbaiki tekstur dan kekenyalan kulit,
•DCLASSY – dermal filler berbahan dasar asam hialuronat,
•LUXX – benang PDO untuk peremajaan dan pengencangan kulit.
Menariknya, para peserta tidak hanya disuguhi informasi teknis, tetapi juga mendapatkan pelatihan langsung dari dua dokter estetika ternama asal Korea Selatan.
•Dr. Kyung-tae Bae dari It’s Me Clinic, Sejong, mendemonstrasikan prosedur injeksi Toksin Botulinum pada area wajah bagian bawah dan leher, khususnya untuk mengatasi hipertrofi otot masseter, masalah umum yang berkontribusi pada tampilan wajah lebar.
•Dr. Jae-yoon Jung dari Oaro Dermatology Clinic menyampaikan materi mengenai perawatan kombinasi Toksin Botulinum dan Facetem, serta membagikan insight klinis tentang tren peremajaan kulit yang sedang berkembang di Korea dan Asia.
Demonstrasi dilakukan secara live di depan para dokter Indonesia untuk memperlihatkan hasil nyata dari prosedur kombinasi, baik dari sisi teknik injeksi maupun hasil klinis yang dapat dicapai.
KIIMOT & DEEP: Kolaborasi Strategis untuk Pasar Estetika Indonesia
Untuk memperluas dampak edukasi dan penetrasi pasar estetika medis di Indonesia, Daewoong dan CGBIO juga meresmikan pembentukan KIIMOT, tim pemasaran dan edukasi terintegrasi Korea-Indonesia. KIIMOT akan bertugas mengembangkan strategi komunikasi, materi edukasi, serta merancang program pelatihan klinis yang relevan dengan pasar lokal, namun tetap mengacu pada standar global.
Inisiatif ini akan difokuskan melalui program DEEP (Daewoong Expert Education Program), sebuah platform pelatihan berkelanjutan yang akan menyinergikan transfer pengetahuan dari pakar Korea dengan praktik klinis di Indonesia. Lewat DEEP, para dokter Indonesia akan mendapat akses pada pelatihan berbasis praktik, teknik prosedur terbaru, hingga pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik produk Daewoong.
“Partisipasi kami di AMUSE 2025 bukan sekadar showcase produk, tapi juga bentuk komitmen jangka panjang untuk memperkuat kualitas estetika medis Indonesia,” ujar Changwoo Ha, Kepala Divisi Bisnis Estetika KIIMOT. “Melalui program DEEP yang mengintegrasikan edukasi, pelatihan langsung, dan strategi branding, kami ingin mencetak lebih banyak ahli estetika berstandar internasional dari Indonesia.”
Menjawab Tren Kecantikan Asia dengan Teknologi Korea
Kolaborasi antara Daewoong dan CGBIO mencerminkan tingginya minat pelaku industri estetika global terhadap pasar Indonesia, yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Di tengah tren kecantikan Asia yang semakin mengarah pada hasil alami, personalisasi prosedur, dan efisiensi waktu pemulihan, pendekatan prosedur kombinasi yang diusung Daewoong dinilai menjawab kebutuhan tersebut.
Ke depannya, Daewoong berharap dapat memperluas cakupan pelatihan DEEP ke lebih banyak kota di Indonesia serta menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan medis untuk membentuk ekosistem estetika yang lebih matang dan profesional. (*)

Artikel Daewoong Gebrak AMUSE 2025: Perkenalkan Prosedur Estetika Kombinasi dari Korea, Luncurkan Tim KIIMOT untuk Pasar Indonesia pertama kali tampil pada News.

133 Peserta Ikuti Orari Adventure Team, Promosikan Wisata Alam Gunung Bintan

0
Para peserta Orari Adventure Team saat berada di objek wisata Air Terjun Gunung Bentan di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Minggu (22/6/2025). F.Kiriman Pak Ngah Lahmudin untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 133 peserta dari berbagai daerah menjajal Gunung Bintan dalam ajang Orari Adventure Team ke Gunung Bintan 2025, Minggu (22/6/2025).

Salah satu peserta dari Bintan, Darisman akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Bintan setelah lama ingin mendaki gunung tersebut.

Rasa penat Darisman terbayarkan dengan keindahan alam Gunung Bintan. Ia bersama keluarganya berdoa di atas Gunung Bintan.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Bakal Ikuti Orari Adventure Team di Gunung Bintan

Selain peserta dari Batam, Bintan dan Tanjungpinang, event ini juga diikuti peserta dari luar Kepri bernama Julia dan Calsign dari Bangka Belitung. Kegiatan juga didukung oleh Banser NU Bintan.

Ketua Panitia, Hamdan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Orari ke masyarakat luas dan mempromosikan objek wisata alam Gunung Bintan.

Ketua Orari Lokal Kabupaten Bintan, Saeful Arief berharap, program-program Orari Bintan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga berharap, Orari Bintan terus eksis dan menjadi orasi unggulan di Kepri. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 133 Peserta Ikuti Orari Adventure Team, Promosikan Wisata Alam Gunung Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

ART Disiksa dan Dipaksa Makan Kotoran, Perkit Bersikap

0
Ketua dan Penasehat Perkit Kepri, Angelinus dan Amat Tantoso. (Arjuna)
batampos – Peristiwa memilukan menimpa Intan (20), seorang asisten rumah tangga (ART) di Batam. Ia mengaku menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya, termasuk dipaksa makan kotoran hewan hingga minum air dari septictank. Peristiwa ini mengundang kemarahan publik setelah terbongkar oleh penggerebekan warga bersama komunitas Flobamora, pada Minggu (22/6) kemarin.
Saat ditemukan, kondisi Intan sangat memprihatinkan. Tubuhnya penuh luka, dalam keadaan lemah dan trauma berat. Ia langsung dilarikan ke RS Elisabeth Batam untuk menjalani perawatan intensif.
Kasus ini sontak menyulut reaksi dari masyarakat luas, terlebih dari kalangan perantau asal Indonesia Timur yang melihat kejadian ini sebagai bentuk kekerasan yang tak bisa ditoleransi.
Perkumpulan Kekeluargaan Indonesia Timur (Perkit) Kepri, organisasi yang menaungi warga perantauan dari kawasan timur Indonesia, segera bersikap atas peristiwa ini. Mereka menggelar pertemuan darurat dan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut.
“Kita menyikapi perbuatan yang dilakukan oleh oknum terhadap salah seorang saudara kita. Ini bukan soal asal usul, ini soal kemanusiaan,” tegas Ketua Perkit Kepri, Angelinus saat ditemui, Senin (23/6).
Ia menambahkan, tindakan yang dilakukan terhadap Intan telah melampaui batas perlakuan terhadap binatang. Pihaknya akan terus mengawal proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian. Dia menduga, pelaku penyiksaan bukan hanya satu orang, sehingga penting untuk mendalami kasus ini lebih jauh.
“Kita percayakan proses ini kepada kepolisian, tapi kita juga perlu memastikan bahwa pelaku benar-benar ditahan,” ujarnya.
Penasehat Perkit Kepri, Amat Tantoso, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia mengaku sangat sedih dan kecewa mendengar kabar Intan yang mengalami kekerasan ekstrem di rumah tempat ia bekerja.
“Kenapa majikannya setega itu? Adik kita dipukul sampai babak belur,” katanya.
Mejadian ini telah menjadi sorotan publik, termasuk di media sosial. Oleh karena itu, ia mendorong agar pelaku ditindak secara tegas dan tidak mendapat toleransi apa pun.
“Kami berharap pelaku dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya,” kata Amat.
Amat menyampaikan juga seperti apa perjuangan para perantau dari wilayah timur Indonesia yang datang ke Batam dengan harapan hidup lebih baik. “Mereka menempuh perjalanan jauh, lewat laut berhari-hari, hanya untuk mencari kerja. Tapi justru diperlakukan seperti ini,” tambahnya.
Intan diketahui berasal dari wilayah Indonesia Timur, dan bekerja di Batam sebagai ART demi menyokong kehidupan keluarganya di kampung halaman. Bagi Perkit, apa yang menimpa Intan adalah luka kolektif bagi komunitas perantau.
“Ibarat satu orang dicubit, kita semua ikut merasakan sakit,” ujar Amat.
Perkit Kepri tegas bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Selain memberikan pendampingan kepada korban, mereka juga akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang memperlakukan pekerja rumah tangga secara tidak manusiawi. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel ART Disiksa dan Dipaksa Makan Kotoran, Perkit Bersikap pertama kali tampil pada Metropolis.