Jemaah haji lansia dan risiko tinggi yang disiapkan untuk melaksanakan safari wukuf. (MCH 2025)
batampos – Ketua DPR RI Puan Maharani membuka opsi untuk membentuk panitia khusus (Pansus) dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Ibadah Haji 2025. Ia menyinggung adanya lima poin kritik yang disampaikan Pemerintah Arab Saudi terhadap Indonesia atas penyelenggaraan ibadah haji.
“Lima poin nota tersebut itu sudah lama, sudah diselesaikan oleh Pemerintah, jadi saat pelaksanaan haji sekarang itu sebenarnya semuanya sudah selesai,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6).
Adapun, rincian lima poin yang dibahas dalam nota diplomatik dari Arab Saudi itu pertama adalah soal ketidaksesuaian data jemaah antara E-Haj, Siskohat, dan manifest penerbangan. Ia memastikan, permasalahan itu sudah diselesaikan sejak awal Mei 2025.
Kedua, pengangkutan jemaah dari Madinah ke Mekkah. Di mana ada perbedaan syarikah pada sebagian kecil jemaah dalam satu kloter, sehingga jemaah sempat menunggu di Madinah karena beda konfigurasi.
Ketiga, penempatan hotel yang tidak sesuai. Keempat, kesehatan jemaah lansia dan risiko tinggi dan kelima adalah soal pembayaran Dam jemaah haji Tamattu.
Meski persoalan yang disinggung Arab Saudi dalam nota diplomatik sudah diselesaikan, tak dipungkiri masih banyak permasalahan dalam penyelenggaraan haji yang harus dibenahi. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan agar persoalan yang muncul di penyelenggaraan haji 2025 tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya.
“Namun memang dalam pelaksanaan haji kali ini banyak hal yang kita harus evaluasi, banyak hal yang harus kita selesaikan dengan lebih baik sehingga pelaksanaan haji di tahun depan itu tidak akan terulang lain,” ujar Puan.
Ia memastikan, Komisi VIII DPR RI akan segera menggelar rapat untuk mengevaluasi pelaksanaan haji 2025 bersama pemerintah dan pimpinan DPR RI yang turut terlibat dalam Tim Pengawas (Timwas) I Haji DPR di Arab Saudi.
“Hari ini baru kita buka masa sidangnya, kita akan mendapatkan laporan, kebetulan ketiga pimpinan DPR ikut dalam haji tahun ini. Kita akan mendapatkan laporannya juga dari teman-teman dan Komisi VIII,” ujar Puan.
Lebih lanjut, Puan menyatakan jika ditemukan banyak masalah dalam penyelenggaraan haji 2025, maka DPR dimungkinkan membentuk pansus guna menginvestigasi hal tersebut.
“Setelah itu jika memang harus dilakukan pansus haji untuk pelaksanaan perbaikan ke depan, kita DPR, sesuai dengan mekanismenya akan melaksanakan pansus haji,” pungkasnya. (*)
Kapten Inter Miami FC Lionel Messi akan bersua PSG di 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. (Dok.Inter Miami)
batampos – Saat Lionel Messi meninggalkan Paris Saint-Germain pada 2023 lalu, tak banyak yang membayangkan sang mega bintang akan kembali berhadapan dengan mantan klubnya dalam suasana penuh gengsi.
Tapi sepak bola selalu punya caranya sendiri dalam menulis kisah-kisah dramatis. Kini, Messi bersama Inter Miami bersiap untuk menghadapi PSG di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025.
Pertemuan ini bukan sekadar laga knockout. Ini adalah laga penuh emosi, dengan sejarah dan hubungan personal sebagai latar. Messi yang pernah menjadi jantung kreatif Les Parisiens, kini akan berdiri di sisi yang berseberangan. Di sisi lain, PSG tentu tak ingin mantan ikon mereka menjadi batu sandungan dalam misi juara dunia.
Hasil Imbang yang Cukup, Inter Miami Lolos dengan Napas Terakhir
Drama dimulai di laga terakhir fase grup. Inter Miami menghadapi Palmeiras dalam duel yang awalnya terlihat seperti milik penuh wakil MLS. Anak asuh Javier Mascherano tampil percaya diri, memimpin dua gol hingga menit ke-80 berkat gol dari Tadeo Allende dan Luis Suarez.
Namun, drama khas sepak bola muncul di menit-menit akhir. Palmeiras yang terlihat tak bernyawa selama 70 menit pertama, bangkit lewat gol Paulinho dan kemudian penyama kedudukan dari Mauricio di menit ke-87. Skor 2-2 cukup bagi kedua tim untuk melaju, namun Inter Miami harus puas finis di posisi kedua — yang artinya, mereka akan bertemu PSG lebih awal dari yang mereka harapkan.
Sebaliknya, Palmeiras finis sebagai juara grup dan akan melakoni duel klasik sesama Brasil kontra Botafogo di Philadelphia pada 28 Juni nanti.
Messi, Suarez, dan Misi Mencetak Sejarah Baru di Amerika
Keberhasilan Inter Miami lolos ke babak 16 besar menjadi bukti nyata bahwa proyek ambisius klub asal Florida ini mulai membuahkan hasil. Kehadiran Messi, Luis Suarez, dan dukungan taktis dari Mascherano membawa tim ini ke level kompetitif yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh penggemar MLS.
Meski melepaskan keunggulan dua gol tentu menyisakan kekecewaan, namun melaju ke fase gugur adalah pencapaian historis tersendiri bagi Inter Miami. Dan kini, mereka akan menghadapi lawan yang sangat familiar — baik bagi Messi maupun Suarez, yang pernah berduet dengan Neymar dan Mbappé di pentas Eropa.
PSG sendiri adalah juara bertahan Ligue 1 yang masih dipenuhi bintang. Laga ini akan mempertemukan dua kutub sepak bola modern: eksodus Eropa yang membangun mimpi di Amerika, melawan kekuatan finansial dan tradisi klub-klub elit Benua Biru.
Palmeiras, dari Ketertinggalan ke Kepastian
Di sisi lain, Palmeiras patut bersyukur atas titik balik dramatis mereka. Bermain di bawah tekanan dan sempat tampil memalukan di hadapan ribuan fans sendiri, pasukan Abel Ferreira justru menunjukkan mentalitas baja saat waktu hampir habis.
Sempat mendapat cemooh dari tribun lewat “olé” dari pendukung lawan, Palmeiras bangkit berkat keputusan pergantian pemain yang tepat. Masuknya Allan, Paulinho, Mauricio, dan Vitor Roque jadi kunci perubahan.
Paulinho mencetak gol penting lewat kerja sama dengan Allan, lalu Mauricio memastikan hasil imbang lewat sepakan cerdasnya di menit ke-87. Meskipun secara keseluruhan performa tim dinilai buruk, hasil akhirnya menyelamatkan mereka dari laga sulit melawan PSG dan memberi peluang lebih realistis melangkah lebih jauh.
Fans Palmeiras, Sorotan Positif di Tengah Kelesuan Tim
Satu hal yang tak berubah dari laga Palmeiras adalah dukungan penuh dari suporternya. Bahkan saat tim tampil lesu, atmosfer di Hard Rock Stadium tetap hidup berkat koreografi megah dari para pendukung.
Mereka hadir dengan semangat membara, membentuk mosaik stadion sejak pemanasan, dan terus bernyanyi sepanjang pertandingan. Dukungan ini konsisten sejak laga-laga sebelumnya di MetLife Stadium, New York.
Di tengah performa inkonsisten tim, justru fans yang tampil sebagai pemenang sesungguhnya. Mereka tidak hanya menjaga semangat pemain, tapi juga menciptakan identitas visual dan energi positif yang membedakan Palmeiras dari kontestan lainnya di turnamen ini.
PSG vs Inter Miami, Bukan Sekadar Pertandingan
Kini, semua mata tertuju pada laga antara Inter Miami vs PSG. Ini bukan cuma soal strategi atau susunan pemain. Ini tentang narasi yang menyatu dengan emosi. Messi akan menghadapi mantan klubnya yang pernah ia bela selama dua musim. PSG pun takkan main-main, apalagi dengan reputasi mereka yang masih mengejar supremasi dunia.
Akan menarik melihat bagaimana Mascherano mengatur taktik untuk menahan laju serangan PSG, yang kemungkinan besar akan menampilkan barisan ofensif penuh tekanan. Sementara itu, Messi dan Suarez diharapkan mampu memanfaatkan celah kecil di lini belakang PSG yang terkadang lengah saat kehilangan bola.
Siapakah yang Akan Mewujudkan Mimpi?
Piala Dunia Antarklub 2025 tengah memanas, dan duel Inter Miami vs PSG adalah magnet besar di babak 16 besar. Ini adalah laga bertabur bintang, penuh kisah personal, dan berpotensi jadi salah satu pertandingan paling emosional tahun ini.
Bagi Inter Miami, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar proyek selebriti, tapi klub yang mampu bersaing di level tertinggi. Bagi PSG, ini adalah momen pembuktian konsistensi dan kelayakan membawa pulang trofi yang selama ini mereka idamkan.
Dan bagi Messi? Ini adalah bab reuni yang sarat makna — mungkin bukan laga terakhirnya di panggung besar, tapi jelas salah satu yang paling menggetarkan hati. Dunia akan menyaksikan, dan sejarah siap ditulis kembali di atas rumput hijau. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, melakukan pertemuan langsung dengan sejumlah wajib pajak yang masih menunggak kewajiban pajaknya. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (23/6), sebagai bentuk langkah persuasif untuk mendorong penyelesaian tunggakan.
Amsakar mengatakan, para wajib pajak yang diundang dalam pertemuan tersebut mayoritas mengalami kendala arus kas (cash flow) dan persoalan finansial lainnya.
“Kami bertemu dengan wajib pajak yang masih menunggak setoran pajaknya karena problem cash flow dan problem finansialnya,” katanya.
Sebelumnya para wajib pajak tersebut telah diberikan sejumlah bentuk peringatan dan keringanan, termasuk dispensasi terhadap bunga dan pokok tunggakan. Meski begitu, tunggakan masih belum terselesaikan sepenuhnya.
“Sudah ada surat teguran atau peringatan pertama, sudah ada peringatan kedua, sudah ada dispensasi-dispensasi tertentu,” katanya.
Amsakar menuturkan, dalam dialog tersebut, terdapat setidaknya lima aspirasi utama yang disampaikan oleh para wajib pajak. Aspirasi itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam mencari solusi penyelesaian yang sesuai aturan.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Amsakar meminta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah, untuk berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya adalah mengkaji kemungkinan pemberian pembebasan denda berdasarkan regulasi yang berlaku.
“Sepanjang itu dimungkinkan dan para nasabah ini berkomitmen untuk menyelesaikan, ya kita berikan lah pembebasan dari denda,” kata Amsakar.
Namun demikian, jika ternyata secara regulasi pembebasan denda tidak sejalan dengan aturan yang berlaku, maka timnya akan segera menyampaikan opsi-opsi alternatif untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
Amsakar juga menegaskan, kehadiran negara untuk mendengarkan kesulitan yang dihadapi dunia usaha maupun individu, namun tetap dalam koridor hukum dan akuntabilitas publik.
“Kami ingin agar penyelesaian ini tidak semata-mata bersifat administratif, tetapi juga memberi ruang bagi mereka yang memang serius ingin menyelesaikan kewajibannya,” ujar dia. (*)
Ilustrasi gula dan kadar gula darah (Pixabay/Steve Buissinne)
batampos – Wajib diketahui, banyak orang yang tidak sadar jika tubuh mereka sedang mengalami gejala awal diabetes.
Terkadang, awalnya memang terlihat sepele, namun bisa menjadi sinyal penting dari tubuhmu agar segera mengubah pola hidup.
Diabetes sendiri adalah penyakit yang tidak mengenal batas usia, bahkan saat ini di Indonesia kasus diabetes usia muda semakin menjadi perhatian karena angka kejadiannya terus meningkat.
Melansir data International Diabetes Federation, Indonesia menempati peringkat ke-1 sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak di ASEAN, serta peringkat ke-34 dari 204 negara di skala global.
Maka, berikut ini adalah 6 tanda gejala awal diabetes yang paling sering diabaikan.
Sering Buang Air Kecil Apalagi Saat Malam Hari
Sering buang air kecil saat malam hari (nokturia) bisa menjadi tanda awal kamu terkena gejala diabetes. Pada gejala ini, tubuh sedang berusaha membuang kelebihan gula melalui urine.
Dalam dunia medis, tanda gejala ini biasa disebut dengan istilah poliuria. Atau kondisi yang menyebabkan jumlah volume urine mengalami peningkatan karena kadar gula darah yang terkandung sudah terlalu tinggi dan tidak mampu tersaring secara maksimal di ginjal.
Konsekuensinya, menyebabkan kondisi volume urine bertambah banyak sehingga penderita awal akan sering buang air kecil terutama saat malam hari.
2. Rasa Haus Berlebih Meski Sudah Banyak Minum
Tanda yang kedua terkait gejala awal diabetes adalah dorongan untuk terus minum atau rasa haus yang berlebih. Istilah ini juga biasa disebut polidipsia. Rasa haus berlebih ini berbeda dengan rasa haus biasanya karena tidak mudah hilang meski sudah banyak minum.
Kondisi ini juga tidak terpengaruh oleh cuaca sebab meski cuaca terik atau sejuk, tubuh tetap memiliki hasrat dorongan untuk selalu ingin minum.
3. Berat Badan Turun Drastis Tanpa Sebab
Selain rasa haus berlebih, penurunan berat badan secara drastis dan tanpa sebab juga bisa menjadi tanda gejala awal diabetes yang kadang terabaikan.
Berat badan dapat dikatakan turun drastis apabila penurunannya diperkirakan turun lebih dari 5% dari total berat badan awal tubuh. Kondisi penurunan juga tanpa sebab seperti stresor yang meningkat atau sejenisnya.
4. Tubuh Cepat Lemas dan Mudah Lelah
Kondisi tubuh yang cepat lemas dan mudah lelah atau tidak berenergi secara tidak wajar dan terjadi terus menerus juga menjadi tanda awal gejala diabetes.
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kondisi ini, yaitu kadar gula darah yang meninggi (hiperglikemia), atau kadar gula yang rendah (hipoglikemia).
5. Jika Punya Luka, Lama Sembuh
Luka atau infeksi yang tak kunjung sembuh bisa menjadi peringatan bagi tubuh sebagai tanda awal diabetes. Hal ini disebabkan karena kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
Pada kondisi yang sudah demikian, akan menyebabkan aliran darah yang mengalirkan oksigen dari jantung ke seluruh bagian tubuh terganggu sehingga bagian tubuh yang mengalami luka atau infeksi akan lama sembuhnya.
Selain itu, kondisi kadar gula yang tinggi juga mempengaruhi sel tubuh yang bertugas menjaga sistem imun menjadi lemah sehingga pada kondisi yang sudah demikian membuat luka sedikit saja dapat berkembang menjadi infeksi parah yang akan sulit untuk diobati.
6. Pandangan Mulai Gampang Kabur Atau Buram
Pandangan mulai gampang kabur atau buram, dalam hal ini gangguan penglihatan juga bisa menjadi tanda awal gejala diabetes. Kadar gula darah yang berlebih nyatanya juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan seperti mata kabur, buram atau keruh.
Itulah 6 tanda gejala awal diabetes yang wajib kita ketahui. Meski terkesan sepele, tanda-tanda gejala awal diabetes ini jika dapat diprediksi sejak dini maka juga dapat bermanfaat sehingga mencegah diri dari kondisi awal terserangnya penyakit diabetes.
Dengan mengubah pola hidup, makan teratur, rutin mengonsumsi makanan dan minuman rendah gula serta rutin berolahraga bisa jadi solusi dalam mencegah diabetes sejak dini. (*)
Pengerjaan drainase dan jalan menuju Perumahan Puteri Hijau Sagulung. F.Eusebius Sara
batampos – Proyek normalisasi drainase dan pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung serta kawasan Puteri Hijau menunjukkan progres signifikan. Pekerjaan yang digarap Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air itu kini telah memasuki tahap semenisasi.
Pantauan di lapangan, badan jalan yang sebelumnya sempit kini tampak lebih lebar meski sementara masih difungsikan satu jalur untuk dua arah. Saluran drainase yang sebelumnya kerap tersumbat juga telah dibersihkan dan dilebarkan. Bagian atas saluran kini mulai disemenisasi agar sejajar dengan permukaan jalan baru.
Masyarakat menyambut baik pembangunan ini. Ilham, salah seorang warga Sagulung, mengatakan bahwa proyek ini menjadi jawaban atas masalah kemacetan dan banjir yang sering terjadi.
“Sekarang jalannya mulai kelihatan luas. Mudah-mudahan nanti nggak banjir lagi kalau hujan deras,” ujarnya.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menyebut proyek ini tidak hanya fokus pada normalisasi saluran air, tetapi juga memperbaiki struktur jalan yang sudah lama rusak. Menurutnya, keluhan warga terkait kondisi jalan dan drainase telah lama menjadi perhatian pemerintah.
“Ini adalah realisasi dari aspirasi masyarakat. Kami harap warga ikut menjaga hasil pembangunan ini, terutama tidak membuang sampah ke dalam drainase,” kata Hafiz.
Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting agar saluran yang sudah diperbaiki tidak kembali tersumbat.
Laras, warga lainnya, juga berharap perbaikan jalan dan drainase bisa memberikan kenyamanan saat musim hujan.
“Kalau hujan, air bisa sampai lutut. Ini pembangunan yang sudah lama ditunggu-tunggu warga,” tuturnya.
Pemko Batam menargetkan proyek ini rampung secepatnya. Namun, waktu penyelesaian tetap bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran pekerjaan di lapangan. Evaluasi rutin terus dilakukan agar mutu pekerjaan tetap terjaga.
Jika proyek selesai tepat waktu, dampaknya akan sangat dirasakan warga. Selain memperlancar arus lalu lintas menuju pusat layanan publik seperti Kantor Camat, perbaikan ini juga akan menambah nilai estetika kawasan Sagulung yang selama ini terkesan semrawut.
Proyek ini juga sejalan dengan pelebaran Jalan R Suprapto di simpang Puteri Hijau. Jika kedua proyek rampung, maka ruas jalan baru akan terhubung, menciptakan jalur lalu lintas yang lebih tertata dari Sagulung ke Batuaji, sekaligus mendukung penataan wajah kota. (*)
Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Wakil Bupati Lingga Novrizal.
batampos– Dalam upaya merencanakan pembangunan Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melaksanakan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lingga Tahun 2025-2029, Selasa (24/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lingga ini dihadiri langsung oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Wakil Bupati Lingga Novrizal.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan bagi Kabupaten Lingga.
Musrenbang RPJMD Kabupaten Lingga Tahun 2025-2029 ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Asisten Bupati, Tenaga Ahli, Kepala OPD, Sekretaris, Kabag, Kabid, Perwakilan BPN, BPS, Kemenag, Ketua MUI, Ketua LAM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Gubernur Kepri Misni, SKM, M.Si menghadiri via zoom meeting, Narasumber dari Bappenas dan Mendagri serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lingga H. Novrizal menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat.
Pelaksanaan Musrenbang RPJMD Pemerintah Kabupaten Lingga, Selasa (24/6). F. Indra untuk BATAM POS
“RPJMD adalah dokumen fundamental yang menjadi pedoman kita dalam merencanakan pembangunan daerah. Melalui Musrenbang ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan benar-benar sejalan dengan kebutuhan masyarakat Lingga,” ujar Novrizal.
Novrizal menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam pelaksanaan RPJMD ini agar membuahkan hasil yang baik.
“Dalam kesempatan yang sama turut mengajak seluruh elemen masyarakat, perangkat daerah, serta stakeholder terkait untuk aktif berpartisipasi dalam proses penyusunan RPJMD agar hasilnya dapat lebih komprehensif, realistis, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Lingga yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal serta memperhatikan potensi unggulan daerah. (*)
batampos – Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B Najamudin menaruh perhatian serius terhadap perkembangan permasalahan internasional atas meluasnya perang di kawasan Asia Barat. Puluhan ribu nyawa penduduk sipil di Gaza dan Tepi Barat telah menjadi korban, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mempunyai solusi tuntas untuk menciptakan perdamaian.
“Perang di Palestina belum juga reda, kini meletus perang baru antara Iran dan Israel. Diperparah lagi oleh serangan Amerika terhadap Iran. Akibatnya kawasan tersebut semakin berbahaya bagi lalu lintas darat, udara, dan laut sehingga mengganggu jalur-jalur penerbangan dan pelayaran, dan berdampak buruk bagi perekonomian banyak negara, tak terkecuali Indonesia,” ucap Sultan saat membuka Sidang Paripurna ke-14 Masa Sidang V di Nusantara V Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (24/6/25).
DPD RI menyerukan untuk menahan diri dan tidak memperparah keadaan, tetapi mengutamakan perundingan dan solusi diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan itu. DPD RI juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mengevakuasi WNI dan melakukan segala upaya demi menjamin keselamatan dan keamanan jutaan warga Indonesia di kawasan tersebut. “KBRI di negara-negara tersebut diharapkan bekerja keras untuk memastikan bahwa tidak ada warga Indonesia yang jatuh korban dalam perang yang sedang berlangsung,” kata senator asal Bengkulu itu.
Selain menyoroti isu internasional, sidang paripurna kali ini adalah menerima penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pada kegiatan reses. Dalam laporannya, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Utara Pdt Penrad Siagian yang mewakili Sub Wilayah Barat I menjelaskan Komite I DPD RI mencermati UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait lemahnya sistem dan koordinasi pelaksanaan SIASN. Salah satunya honorer yang telah mengabdi lama merasa terpinggirkan dalam mekanisme PPPK, begitu juga dengan regulasi terkait mutasi ASN yakni Permen PAN RB RI No. 6 Tahun 2024 telah melampaui PP No. 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS.
“Ketimpangan distribusi ASN terutama di bidang pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu adalah bukti nyata lemahnya manajemen sumber daya manusia pemerintahan Indonesia,” ujar Penrad.
Penrad juga menambahkan bahwa Komite III DPD RI dalam laporan resesnya menyoroti pelaksanaan UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Lonjakan konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan kasus obesitas dan diabetes. “Sampai hari ini, belum ada regulasi kuat tentang pengiklanan MBDK. Integrasi data kesehatan juga masih terbatas. Edukasi tentang kesehatan juga belum menjadi bagian utuh dalam kurikulum sekolah,” paparnya.
Anggota DPD RI asal Provinsi Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan laporan aspirasi Sub Wilayah Barat II dalam ruang lingkup Komite II DPD RI. Ia mengutarakan bahwa masyarakat Bali yang mengeluhkan warga negara asing (WNA) banyak mengambil alih properti, sehingga tidak mampu bersaing membeli properti. “Ke depan kami akan melakukan rapat kerja dengan Kementerian ATR/Kepala BPN dan Kementerian Hukum untuk mendorong penyelesaian kepemilikan properti oleh WNA ini,” tuturnya.
Ida Bagus juga mempertanyakan permasalahan Koperasi Merah Putih terkait permodalan, model bisnis, dan skala prioritas. Untuk itu pemerintah perlu memfasilitasi integrasi peran Koperasi Merah Putih, BumDes, dan koperasi eksisting agar tidak terjadi duplikasi fungsi. “Kami mendorong kinerja Himbara dalam memberikan pembiayaan modal awal Koperasi Merah Putih dengan memperhatikan manajemen risiko, serta prinsip kehati-hatian,” paparnya.
Laporan hasil aspirasi masyarakat daerah di Sub Wilayah Timur I, Anggota DPD RI asal Provinsi Kalimantan Barat Maria Goreti membeberkan tugas Komite I DPD RI terkait pengawasan atas pelaksanaan UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Menurutnya, mall pelayanan publik (MPP) di daerah belum sepenuhnya optimal karena bebarapa aspek yaitu alokasi anggaran, kualitas SDM, serta sarana-prasarana. “Koordinasi antar instansi dalam MPP masih lemah, sehingga menghambat integrasi layanan. Selain itu MPP cenderung menjadi proyek fisik tanpa orientasi kualitas pelayanan jangka panjang,” tegasnya.
Sementara itu, laporan dari Sub Wilayah Timur II disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat Filep Wamafma. Ia mengatakan pada lingkup Komite II DPD RI, masyarakat mengakui mengalami kesulitan akses bahan bakar dan prasarana produksi untuk nelayan. “Kami mendorong agar pemerintah mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di daerah-daerah pesisir yang strategis,” paparnya.
Laporan kegiatan anggota DPD RI di daerah tersebut akan ditindaklanjuti oleh alat kelengkapan dengan mengadakan Rapat Dengar Pendapat pada Masa Sidang V. (*)
Ilustrasi: Masjid Al Huda di Desa Kayedi, Pulau Buru, Selasa (5/3). (AMBON EKSPRES)
batampos – Menyambut Tahun Baru Muharram 1447 Hijriyah, Kemenag menggelar sejumlah acara. Diantaranya adalah pencanangan 1.000 masjid inklusif. Masjid-masjid atau musala yang masuk dalam program ini, akan mendapatkan bantuan pendanaan Rp 15 juta.
Informasi tersebut disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta pada Selasa (24/6). Dia mengatakan, untuk kategori masjid anggaran yang disalurkan Rp 15 juta per unit. Sedangkan untuk musala, besarannya Rp 10 juta per unit.
Dia menegaskan, sesuai dengan tujuannya, dana yang dikucurkan itu digunakan untuk memenuhi kelengkapan masjid atau musala. “Supaya bisa lebih ramah lansia dan difabel,” katanya.
Jadi, syarat yang ditetapkan Kemenag, anggaran itu digunakan untuk membeli perlengkapan seperti kursi bagi lansia untuk salat. Kemudian juga bisa digunakan untuk membangun jalur kursi roda. Atau melengkapi tempat wudhu dengan pengaman khusus bagi lansia atau difabel.
Kemenag menargetkan di setiap provinsi di Indonesia ada satu masjid dan mushola ikut ambil bagian dalam program itu. Sehingga bisa jadi contoh untuk masjid atau mushola lainnya. Kemenag ingin membantu semua masjid dan musala, tetapi terbentur dengan keterbatasan anggaran.
Kegiatan lain yang dilaksanakan Kemenag menyambut Tahun Baru Muharam 1447 adalah Ngaji Budaya Tradisi Muharram di Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (23/6). Kegiatan yang bernuansa seni dan budaya ini dibuka langsung oleh Menag Nasaruddin Umar. Dia menyebut bahwa seni atau kesenian bisa menjadi media untuk mendekatkan diri dengan Allah atau Tuhan.
Menurut Nasaruddin, tradisi ngaji budaya merupakan bentuk sujud budaya yang bukan hanya ritual fisik. Lebih dari itu, juga menjadi simbol penundukan batin manusia di hadapan Tuhan. “Tradisi seperti ini harus dilestarikan di Kemenag, apa pun agama kita,” ujar Nasaruddin.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menjelaskan, seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk penajaman hati. Dia lantas mengutip pesan Imam Ghazali bahwa orang yang tidak punya rasa seni, hatinya kering. Menurut dia seni adalah salah satu jalan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Cara mencintai Tuhan bisa lewat seni. Jadi, membaca Al-Qur’an pun harus dengan lantunan yang indah, azan juga begitu. Jadi, tradisi Muharram ini adalah upaya menajamkan hati nurani kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan ada dua pesan dalam Ngaji Budaya supaya dipahami dan dihayati seluruh masyarakat Indonesia. Dia menyebut, Muharram memiliki kekayaan tradisi di berbagai daerah dan suku di Nusantara.
Abu mencontohkan, di Semarang masyarakat biasa mandi di sungai dekat Tugu Soeharto pada malam satu Syuro. Ritual ini diiringi doa sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memperoleh energi dan semangat baru menyambut Tahun Baru Hijriah.
“Hal-hal semacam ini perlu kita refleksikan kembali agar maknanya tetap hidup di tengah masyarakat,” kata Abu.
Pesan kedua yang ingin disampaikan adalah pentingnya nilai ekoteologi dalam tradisi Muharram. Dikatakan Abu, masyarakat di masa lalu sering menyampaikan cerita-cerita mistis untuk menanamkan kesadaran menjaga alam.
Kisah-kisah yang terkesan menakutkan itu sejatinya adalah cara leluhur mengingatkan agar manusia senantiasa merawat dan melestarikan lingkungan sekitar. “Cerita-cerita itu adalah simbol bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual,” terang Abu. (*)
batampos – Kementerian Perdagangan kembali melakukan pengawasan distribusi MINYAKITA di wilayah Indonesia Timur. Pada Selasa (24/6), pengawasan dilaksanakan di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Papua, serta di gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Papua.
“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga MINYAKITA di wilayah Papua. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa stok MINYAKITA tersedia dan mencukupi, dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter,” ujar Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Mario Josko.
Mario menjelaskan, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 23 Juni 2025, harga rata-rata MINYAKITA di tingkat nasional tercatat sebesar Rp16.700 per liter. Angka ini menunjukkan tren penurunan sebesar 1,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan 0,60 persen dibandingkan minggu sebelumnya.
Adapun harga MINYAKITA di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, masih mencapai Rp18.000 per liter. Hal ini diduga disebabkan oleh kontinuitas pasokan dan kondisi geografis Papua yang menantang.
“Untuk pembentuk harga Provinsi Papua sendiri hanya berasal dari Kota Jayapura. Rata-rata harga MINYAKITA di Provinsi Papua kini berada di angka Rp16.850 per liter, turun 6,39 persen dari minggu sebelumnya yang mencapai Rp18.000 per liter. Kami berharap, dengan adanya pasokan yang terus menerus, tren penurunan harga MINYAKITA akan berlanjut dan stabil sesuai HET,” tutur Mario.
Saat ini, Perum Bulog Kantor Wilayah Papua telah menerima pasokan MINYAKITA dari PT Mahesi Agri Karya sebanyak 1.900 dus, yang akan didistribusikan secara merata di Provinsi Papua. Pasokan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan MINYAKITA di wilayah ini.
“Produsen dan distributor lain juga kami harapkan ikut membantu mengoptimalkan pendistribusian MINYAKITA, baik melalui jalur distributor maupun BUMN Pangan. Kementerian Perdagangan secara aktif akan terus mendorong pengiriman MINYAKITA ke wilayah timur Indonesia guna memenuhi kebutuhan pedagang pengecer di pasar rakyat, terutama pasar-pasar pantauan,” tambah Mario.
Kementerian Perdagangan juga mengimbau agar para produsen MINYAKITA terus menjaga kontinuitas distribusi ke pasar rakyat, serta mematuhi ketentuan harga sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
Mario menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan di berbagai daerah. Selain memastikan ketersediaan dan kesesuaian harga, pengawasan juga bertujuan menjaga kesesuaian mutu produk dalam rangka perlindungan konsumen. Kemendag juga mendorong dinas perdagangan daerah agar aktif melakukan pendampingan dan pengawasan bersama Satgas Pangan, serta berkoordinasi dengan produsen, distributor, dan Perum Bulog untuk menjamin stok dan keterjangkauan harga MINYAKITA di daerah masing-masing.
Lebih lanjut, Mario menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri telah menyurati produsen minyak goreng dan BUMN Pangan agar memprioritaskan distribusi DMO MINYAKITA secara kontinu dan merata, terutama ke pedagang pengecer di pasar rakyat (pasar pantauan). Sumber pasokan MINYAKITA bergantung pada kewajiban DMO para pelaku ekspor CPO, dan distribusinya dilakukan secara komersial tanpa subsidi atau dana pemerintah.
Selain itu, BUMN Pangan seperti Perum BULOG dan ID Food diharapkan meningkatkan koordinasi dengan dinas perdagangan setempat, melaksanakan kewajiban pelaporan distribusi melalui Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH), serta memastikan distribusi mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tadi kami lihat bersama, stok MINYAKITA di Jayapura tersedia dan harga di tingkat konsumen juga sudah sesuai HET. Ke depan, kami berharap semakin banyak produsen yang berpartisipasi dalam pendistribusian MINYAKITA ke Papua, Maluku, dan wilayah timur Indonesia lainnya, agar masyarakat semakin mudah memperoleh MINYAKITA dengan harga terjangkau sesuai HET,” pungkas Mario.(*)