Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1529

BP Batam Kampanyekan Kesadaran Keamanan Informasi

0

batampos – Pusat Data dan Sistem Informasi Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya meningkatkan kesadaran keamanan informasi bagi masyarakat, khususnya melalui para pegawai di lingkungan BP Batam sebagai agen keamanan informasi bagi institusi, pribadi, dan masyarakat luas.

Upaya ini disampaikan lewat kegiatan Kampanye Kesadaran Keamanan Informasi bertema “Menanamkan Budaya Keamanan Informasi sebagai Bagian dari Budaya/Etos Kerja di Lingkungan BP Batam yang merupakan Bagian Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).”

Kegiatan yang digelar pada Rabu (25/6/2025) di IT Centre BP Batam ini dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Sylvia J. Malaihollo, dengan menghadirkan narasumber Putri Indonesia Kebudayaan 2025 sekaligus Sandiman Ahli Pertama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Syafira Mardhiyah.

Dalam sambutannya, Sylvia mengatakan bahwa kampanye ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan budaya kesadaran keamanan informasi dan perlindungan data di era digital bagi masyarakat secara luas, khususnya di lingkungan pegawai BP Batam.

“Setiap tahun kampanye ini selalu kami selenggarakan agar para pegawai semakin memahami tentang teknis keamanan informasi di ruang digital. Dengan teknologi yang terus berkembang, diharapkan kesadaran keamanan informasi ini dapat menjadi bagian dari budaya/etos kerja kita,” kata Sylvia.

“Untuk mengawali kesadaran keamanan informasi ini sangat mudah, bisa dimulai dari logout di akhir sesi saat menggunakan komputer atau aplikasi,” sambung Sylvia.

Sylvia turut menyampaikan bahwa keamanan informasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta menekankan pentingnya setiap individu menjaga keamanan sistem informasi, baik secara pribadi maupun institusi.

“Keamanan informasi, data, serta teknologi merupakan satu kesatuan dan semuanya juga tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SPBE. Oleh karena itu, apresiasi juga kami sampaikan kepada pegawai yang telah berkontribusi menjaga sistem informasi di BP Batam,” terang Sylvia.

Sementara itu, Kepala Biro Umum, Mohamad Taofan, menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran informasi bagi seluruh pihak.

Menurutnya, selain menjadi indikator nilai SPBE BP Batam, kesadaran akan keamanan informasi sangat penting dan menjadi tanggung jawab bersama.

“Keamanan informasi adalah tanggung jawab kita bersama. Lewat kegiatan ini, harapannya kita dapat terus berkolaborasi meningkatkan kesadaran keamanan informasi di BP Batam, untuk mewujudkan indikator nilai SPBE yang memuaskan, sekaligus menjadi agen atau duta keamanan informasi bagi masyarakat luas,” terang Mohamad Taofan yang saat ini menaungi Bagian Hubungan Masyarakat.

Ia juga berharap setiap pegawai yang hadir dapat menjadi agen keamanan informasi dengan menerapkan ilmu yang diperoleh secara optimal, baik bagi institusi BP Batam, pribadi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat di era digital.

Taofan meyakini, kesadaran akan keamanan merupakan langkah awal untuk menghindari hal-hal yang merugikan terkait data dan informasi, serta meningkatkan awareness terhadap penggunaan perangkat elektronik di era digital.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa pejabat tingkat III dan IV, serta pelaksana sebagai perwakilan peserta dari seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam. (MI)

Artikel BP Batam Kampanyekan Kesadaran Keamanan Informasi pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Kampanyekan Kesadaran Keamanan Informasi

0

batampos – Pusat Data dan Sistem Informasi Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya meningkatkan kesadaran keamanan informasi bagi masyarakat, khususnya melalui para pegawai di lingkungan BP Batam sebagai agen keamanan informasi bagi institusi, pribadi, dan masyarakat luas.

Upaya ini disampaikan lewat kegiatan Kampanye Kesadaran Keamanan Informasi bertema “Menanamkan Budaya Keamanan Informasi sebagai Bagian dari Budaya/Etos Kerja di Lingkungan BP Batam yang merupakan Bagian Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).”

Kegiatan yang digelar pada Rabu (25/6/2025) di IT Centre BP Batam ini dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Sylvia J. Malaihollo, dengan menghadirkan narasumber Putri Indonesia Kebudayaan 2025 sekaligus Sandiman Ahli Pertama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Syafira Mardhiyah.

Dalam sambutannya, Sylvia mengatakan bahwa kampanye ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan budaya kesadaran keamanan informasi dan perlindungan data di era digital bagi masyarakat secara luas, khususnya di lingkungan pegawai BP Batam.

“Setiap tahun kampanye ini selalu kami selenggarakan agar para pegawai semakin memahami tentang teknis keamanan informasi di ruang digital. Dengan teknologi yang terus berkembang, diharapkan kesadaran keamanan informasi ini dapat menjadi bagian dari budaya/etos kerja kita,” kata Sylvia.

“Untuk mengawali kesadaran keamanan informasi ini sangat mudah, bisa dimulai dari logout di akhir sesi saat menggunakan komputer atau aplikasi,” sambung Sylvia.

Sylvia turut menyampaikan bahwa keamanan informasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta menekankan pentingnya setiap individu menjaga keamanan sistem informasi, baik secara pribadi maupun institusi.

“Keamanan informasi, data, serta teknologi merupakan satu kesatuan dan semuanya juga tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SPBE. Oleh karena itu, apresiasi juga kami sampaikan kepada pegawai yang telah berkontribusi menjaga sistem informasi di BP Batam,” terang Sylvia.

Sementara itu, Kepala Biro Umum, Mohamad Taofan, menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran informasi bagi seluruh pihak.

Menurutnya, selain menjadi indikator nilai SPBE BP Batam, kesadaran akan keamanan informasi sangat penting dan menjadi tanggung jawab bersama.

“Keamanan informasi adalah tanggung jawab kita bersama. Lewat kegiatan ini, harapannya kita dapat terus berkolaborasi meningkatkan kesadaran keamanan informasi di BP Batam, untuk mewujudkan indikator nilai SPBE yang memuaskan, sekaligus menjadi agen atau duta keamanan informasi bagi masyarakat luas,” terang Mohamad Taofan yang saat ini menaungi Bagian Hubungan Masyarakat.

Ia juga berharap setiap pegawai yang hadir dapat menjadi agen keamanan informasi dengan menerapkan ilmu yang diperoleh secara optimal, baik bagi institusi BP Batam, pribadi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat di era digital.

Taofan meyakini, kesadaran akan keamanan merupakan langkah awal untuk menghindari hal-hal yang merugikan terkait data dan informasi, serta meningkatkan awareness terhadap penggunaan perangkat elektronik di era digital.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa pejabat tingkat III dan IV, serta pelaksana sebagai perwakilan peserta dari seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam. (MI)

Artikel BP Batam Kampanyekan Kesadaran Keamanan Informasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaga Kualitas Air Baku, BP Batam Tertibkan Bangunan di Sekitar DTA Tembesi

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan air bersih di Kota Batam.

Salah satu bentuk komitmen tersebut, BP Batam menertibkan sejumlah bangunan yang berada di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Tembesi, Rabu (25/6/2025).

Penertiban ini bertujuan untuk menjaga kualitas air baku di Waduk Tembesi. Dengan air baku yang terjaga, akan berdampak pada kualitas air yang diterima oleh pelanggan atau masyarakat Kota Batam.

Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan bangunan-bangunan yang ditertibkan tersebut berada tidak jauh dari bibir waduk. Sehingga keberadaan bangunan ini sangat berpotensi mencemari waduk dari limbah rumah tangga dan lainnya.

“Tentunya kita harus taat kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh menteri maupun juga undang-undang, untuk menjaga stabilitas dari pada DTA,” ujarnya di sela penertiban.

Ia menegaskan, penertiban bangunan di sekitar DTA ini akan terus dilakukan. BP Batam juga akan segera memanggil pemilik bangunan semi permanen untuk membongkar secara sukarela.

“Untuk bangunan non permanen yang sudah kami bongkar, pemiliknya bisa mengambil material yang masih bisa digunakan. Sementara bangunan yang semi permanen, kami berikan waktu untuk membongkar sendiri atau dengan sukarela,” jelasnya.

Ariastuty menambahkan, sebagaimana diketahui bersama, Kota Batam tidak mempunyai sumber mata air. Sehingga Kota Batam hanya mengandalkan enam waduk yang ada, dan waduk-waduk ini harus terus dijaga agar dapat berfungsi maksimal.

“Kami tentunya sangat membutuhkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam,” tutupnya. (*)

Artikel Jaga Kualitas Air Baku, BP Batam Tertibkan Bangunan di Sekitar DTA Tembesi pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaga Kualitas Air Baku, BP Batam Tertibkan Bangunan di Sekitar DTA Tembesi

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan air bersih di Kota Batam.

Salah satu bentuk komitmen tersebut, BP Batam menertibkan sejumlah bangunan yang berada di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Tembesi, Rabu (25/6/2025).

Penertiban ini bertujuan untuk menjaga kualitas air baku di Waduk Tembesi. Dengan air baku yang terjaga, akan berdampak pada kualitas air yang diterima oleh pelanggan atau masyarakat Kota Batam.

Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan bangunan-bangunan yang ditertibkan tersebut berada tidak jauh dari bibir waduk. Sehingga keberadaan bangunan ini sangat berpotensi mencemari waduk dari limbah rumah tangga dan lainnya.

“Tentunya kita harus taat kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh menteri maupun juga undang-undang, untuk menjaga stabilitas dari pada DTA,” ujarnya di sela penertiban.

Ia menegaskan, penertiban bangunan di sekitar DTA ini akan terus dilakukan. BP Batam juga akan segera memanggil pemilik bangunan semi permanen untuk membongkar secara sukarela.

“Untuk bangunan non permanen yang sudah kami bongkar, pemiliknya bisa mengambil material yang masih bisa digunakan. Sementara bangunan yang semi permanen, kami berikan waktu untuk membongkar sendiri atau dengan sukarela,” jelasnya.

Ariastuty menambahkan, sebagaimana diketahui bersama, Kota Batam tidak mempunyai sumber mata air. Sehingga Kota Batam hanya mengandalkan enam waduk yang ada, dan waduk-waduk ini harus terus dijaga agar dapat berfungsi maksimal.

“Kami tentunya sangat membutuhkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam,” tutupnya. (*)

Artikel Jaga Kualitas Air Baku, BP Batam Tertibkan Bangunan di Sekitar DTA Tembesi pertama kali tampil pada Metropolis.

106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi pergeseran tujuh Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan kawasan Rempang Eco-City ke hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.

Dengan tambahan tersebut, total warga Rempang yang telah menghuni rumah baru mencapai 106 KK atau 368 jiwa.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung program prioritas nasional.

Ia menegaskan, BP Batam berupaya memastikan hak-hak masyarakat terdampak tetap terpenuhi secara adil dan layak selama proses berlangsung.

“BP Batam tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan proses penataan Rempang berjalan secara terencana dan inklusif,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).

Taofan menambahkan bahwa pihaknya terus mengedepankan pendekatan humanis dan komunikatif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat lokal.

“Kami menjalankan proses ini secara terukur dan partisipatif dan mengedepankan kolaborasi semua pihak agar transisi berjalan mulus,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BP Batam tidak hanya menargetkan terciptanya kawasan industri dan pariwisata modern, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berimbang.

“BP Batam berupaya menuntaskan rencana investasi di Rempang dengan semangat kolaborasi dari seluruh komponen daerah. Kami ingin memastikan masyarakat tetap nyaman, iklim investasi kondusif, dan pembangunan berjalan sesuai harapan bersama,” jelas Taofan lagi.

Ia berharap kawasan Rempang dapat tumbuh menjadi simbol kemajuan baru bagi Kota Batam dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“BP Batam mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak agar pengembangan Rempang berjalan optimal. Semoga warga yang telah menempati rumah baru bisa beraktivitas dengan nyaman,” tutup Taofan. (*)

 

Artikel 106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi pergeseran tujuh Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan kawasan Rempang Eco-City ke hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.

Dengan tambahan tersebut, total warga Rempang yang telah menghuni rumah baru mencapai 106 KK atau 368 jiwa.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung program prioritas nasional.

Ia menegaskan, BP Batam berupaya memastikan hak-hak masyarakat terdampak tetap terpenuhi secara adil dan layak selama proses berlangsung.

“BP Batam tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan proses penataan Rempang berjalan secara terencana dan inklusif,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).

Taofan menambahkan bahwa pihaknya terus mengedepankan pendekatan humanis dan komunikatif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat lokal.

“Kami menjalankan proses ini secara terukur dan partisipatif dan mengedepankan kolaborasi semua pihak agar transisi berjalan mulus,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BP Batam tidak hanya menargetkan terciptanya kawasan industri dan pariwisata modern, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berimbang.

“BP Batam berupaya menuntaskan rencana investasi di Rempang dengan semangat kolaborasi dari seluruh komponen daerah. Kami ingin memastikan masyarakat tetap nyaman, iklim investasi kondusif, dan pembangunan berjalan sesuai harapan bersama,” jelas Taofan lagi.

Ia berharap kawasan Rempang dapat tumbuh menjadi simbol kemajuan baru bagi Kota Batam dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“BP Batam mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak agar pengembangan Rempang berjalan optimal. Semoga warga yang telah menempati rumah baru bisa beraktivitas dengan nyaman,” tutup Taofan. (*)

 

Artikel 106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Truk Diduga Terlibat Tabrakan di KEK Galang Batang, Seorang Pria Luka Serius

0
Seorang pria yang diduga korban tabrakan antara dua truk di jalan raya menuju PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (26/6/2025). F.Kiriman Marto untuk Batam Pos.

batampos– Kecelakaan lalu lintas diduga melibatkan dua truk terjadi di jalan raya menuju PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (26/6/2025).

Sebuah video 19 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan dua truk yang diduga terlibat tabrakan dalam kondisi ringsek, dengan satu truk terbalik.

Foto yang beredar di media sosial juga memperlihatkan seorang pria yang diduga korban kecelakaan tersebut dengan luka serius.

BACA JUGA: Tabrakan dengan Toyota Calya, Pengendara Scoopy Dilarikan ke Rumah Sakit

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bintan Ipda Tedi Sinaga membenarkan adanya kecelakaan ini.

Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Jul Ilham juga membenarkan adanya kejadian tersebut.

Jul mengatakan bahwa pihak Kepolisian termasuk Polsek Gunung Kijang dan Satlantas Polres Bintan saat ini sedang berada di lokasi kejadian untuk menangani kasus tersebut. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dua Truk Diduga Terlibat Tabrakan di KEK Galang Batang, Seorang Pria Luka Serius pertama kali tampil pada Kepri.

Diperiksa KPK Atas Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Ini Profil Ustaz Khalid Basalamah

0
Ustaz Khalid Basalamah. (Youtube Lentera Islam)

batampos – Ustaz Khalid Basalamah telah menjalani agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (23/6) lalu atas kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

Pemeriksaan terhadap Ustaz Khalid Basalamah dilakukan penyidik KPK untuk tujuan mendalami praktik jual beli kuota haji tahun 2024 yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.

KPK menyebut, tokoh agama yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mengadaptasi ke dalam medium dakwahnya itu sangat kooperatif selama menjalani proses pemeriksaan.

Mungkin masih ada sebagian dari kita yang bertanya siapa ustaz Khalid Basalamah dan seperti apa perjalanan kariernya? Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang sosok sang dai, berikut profil Ustaz Khalid Basalamah:

Profil Ustaz Khalid Basalamah

Dia termasuk salah satu pendakwah terkenal di Indonesia lewat berbagai ceramahnya yang cair dan mudah dipahami masyarakat. Dia menekankan ilmu agama untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kontennya semakin masif penyebarannya dengan diunggah di berbagai platform digital.

Ustaz Khalid Basalamah lahir di Makassar, 1 Mei 1975. Pemilik nama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah itu berasal dari keluarga keturunan Arab, tepatnya dari Hadramaut, Yaman, dan memiliki marga Basalamah.

Dia menghabiskan masa kecilnya di Makassar. Ustaz Khalid Basalamah menempuh pendidikan Sekolah Dasar hingga SMP di salah satu pondok pesantren di Makassar. Baru pada tahun 1990-an, dia memilih melanjutkan pendidikan ke Madinah.

Pada tahun 1994 hingga 1998, Ustaz Khalid Basalamah kuliah program S-1 di bidang dakwah di Universitas Islam Madinah. Setelah itu, dia pulang ke kampung halamannya.

Khalid Basalamah kemudian lanjut kuliah S2 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Adapun pendidikan doktoral (S3) diselesaikannya di Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.

Sejak kecil, Khalid Basalamah sudah menaruh minat yang tinggi terhadap ilmu agama. Dia mendalami ilmu agama dari sejumlah ulama. Pria yang kini berusia 50 tahun itu mempelajari Alquran, hadis, dan tafsir dari sejumlah ulama terkemuka.

Ustaz Khalid Basalamah memiliki keunggulan dibandingkan para penceramah pada umumnya. Dia memiliki kemampuan dalam memadukan antara ilmu agama dengan akademik, yang membuat ceramah-ceramahnya jadi semakin berbobot dengan gaya penyampaian yang renyah dan mudah dipahami oleh banyak orang.

Upayanya untuk merintis menjadi penceramah tidak terjadi secara instan. Karier dakwah Ustaz Khalid Basalamah dimulai dari masjid ke masjid. Dia menyampaikan materi ceramah berdasarkan Alquran, hadis, serta mengacu pada pemahaman para sahabat Nabi dan ulama salaf. Seiring berjalannya waktu, namanya semakin dikenal publik.

Menariknya, Ustaz Khalid Basalamah termasuk tokoh agama yang cukup adaptif dengan perkembangan zaman. Dia memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyebarkan dakwahnya melalui media sosial, terutama YouTube sejak 2013.

Ustaz Khalid Basalamah memiliki jumlah subscriber mencapai 3,17 juta, menjadikannya sebagai salah satu penceramah dengan jumlah pengikut terbanyak di YouTube.

Selain dikenal sebagai tokoh agama, Khalid Basalamah juga dikenal sebagai pengusaha. Dia menjalankan beberapa usaha di bidang travel haji dan umrah hingga bisnis di bidang kuliner. (*)

Artikel Diperiksa KPK Atas Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Ini Profil Ustaz Khalid Basalamah pertama kali tampil pada News.

Tak Menganggu Jalan Umum, Tertata Rapi dan Pedagang Hanya Mencari Makan, DPRD Minta Satpol PP Lebih Bijak

0

batampos– Sejumlah warga dan pedagang menyayangkan sikap Satpol PP yang mengangkut lapak pedagang di Pasar Kaget Mandalai, Simpang Hutatap Sagulung. Beberapa alasan di antaranya adalah bahwa lapak-lapak tersebut tidak menggangu jalan sama sekali.

“Ini sudah lama, kok baru sekarang ditindak. Dan perlu diingat, kegiatan ini sama sekali tidak menganggu jalan umum. Dan hanya lapak tenda untuk kuliner malam saja itu. Bukan untuk kaya, tapi hanya untuk cari makan saja,” kata seorang pedagang.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pedagang kuliner yang ada di sana hanya 9 lapak. Bukan ratusan seperti yang disampaikan di sejumlah media lokal. Ia juga menyayangkan sikap dari Satpol PP yang terkesan tebang pilih. “Kami hanya 9 pedagang kok main tebas saja, sementara ada yang ratusan bahkan ribuan pedagang kaki lima dibiarkan saja,”katanya.

Sejak penertiban itu dilakukan pada 16 Juni lalu, beberapa pedagang kuliner dengan lapak tenda itu memilih tak jualan. “Mereka trauma karena kaget kok bisa mereka dilarang, sementara di tempat lain dibiarkan. Jangan-jangan ada sesuatu di balik kasus penertiban ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Lawan Arus Jadi Kebiasaan Pengendara di Batuaji dan Sagulung, Penyebabnya

Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit mengatakan bahwa pedagang di sekitar Mandalai itu termasuk pasar kaget itu bukan cari kaya. Mereka hanya cari makan. Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah juga.

“Mereka itu hanya pedagang kecil. Bukan untuk cari kaya mereka. Jadi Satpol PP harus lebih bijak. Dan mereka tidak menggangu kepentingan umum. Dan tidak ada bangunan permanen atau semi permanen di sana. Hanya lapak-lapak itu,” ujarnya.

Jhonri dari Pihak Satpol PP kota Batam mengatakan bahwa penertiban itu memang sempat menjadi perhatian masyarakat umum. Dia mengatakan bahwa penertiban itu sudah sesuai prosedur. Meski ia mengatakan bahwa memang masih banyak titik pedagang kaki lima lain yang jumlahnya lebih besar yang tidak ditertibkan.

“Kalau yang dimandalai, Simpang Hutatap sudah kita peringatkan. Memang banyak titik lain belum ditertibkan. Kita bukan melarang berjualan di sana, tapi kalau sudah selesai, kalau bisa lapaknya dibersihkan pagi harinya” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa awalnya penertiban itu karena ada laporan dari warga tentang ada sejumlah warung tuak di pinggir jalan itu. “Jadi banyak laporan mungkin gara-gara itu,”katanya. (*)

Reporter: Alfian

Artikel Tak Menganggu Jalan Umum, Tertata Rapi dan Pedagang Hanya Mencari Makan, DPRD Minta Satpol PP Lebih Bijak pertama kali tampil pada Metropolis.

Gagal Dikerjakan Pakai APBD, Pembangunan Sodetan Air di Tarempa Kini Diusulkan Melalui Anggaran Pusat

0
Bupati Anambas, Aneng bersama Kepala BWSS IV Batam, Daniel meninjau lokasi rawan banjir di kawasan Sungai Sugi, Tarempa. f. ihsan

batampos– Penataan kawasan Sungai Sugi menjadi prioritas utama dalam pembangunan yang ditata oleh Bupati Anambas, Aneng.

Kawasan tersebut merupakan daerah rawan banjir jika musim hujan melanda Pulau Siantan. Sebab, sungai tak mampu menampung curah air yang cukup tinggi.

Sebenarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas telah berusaha mengatasi banjir dengan membangun sodetan air yang menghubungi Sungai Sugi hingga bibir pantai Tarempa Beach dengan anggaran Rp 10 Miliar.

Namun, pembangunan sodetan air itu gagal terlaksana akibat ulah kontraktor CV Tapak Anak Bintan yang tak serius mengerjakan.

Agar masalah banjir segera teratasi kembali, Bupati Aneng mencoba merangkul Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Batam.

“Yang kemarin (sodetan air) kita tertunda pelaksanaannya. Maka kita coba ajukan BWSS Batam untuk mengatasi banjir disini (Sungai Sugi) dengan anggaran pusat,” ujar Aneng saat meninjau kawasan Sungai Sugi bersama BWSS IV Batam, Rabu, (25/6) siang.

BACA JUGA: Pengembalian Uang Muka Proyek Sodetan Air Belum Tuntas

Dalam perencanaannya, pembangunan sodetan air melalui BWSS Batam masih menggunakan Detail Engineering Design (DED) lama. Namun, ada beberapa bagian yang akan diubah sesuai dari ahli BWSS agar nanti tidak salah dalam membangun.

“Kita serahkan semuanya ke BWSS Batam. DED lama kita sudah serahkan ke tim. Kalau ada perubahan, ya kita tergantung dari mereka,” kata Aneng.

Ditempat yang sama Kepala BWSS IV Batam, Daniel membenarkan pihaknya telah merima DED sodetan air dari Pemkab Anambas.

Saat ini, pihaknya sedang mempelajari area Sungai Sugi sebelum dilakukan pengerjaan. Menurutnya, kawasan itu sangat rendah dan langsung terhubung dengan laut sehingga membuat kesulitan tim dalam melakukan perencanaan.

“Mungkin kita tinggikan sedikit area disekitar Sungai Sugi. Baru kita buat Sodetan Air,” kata Ronald.

Ia tidak menginginkan peristiwa banjir bandang yang terjadi pada tahun 2023 lalu kembali terjadi di Tarempa. Untuk itu, usulan pembangunan sodetan air terus digesa di Kementrian PUPR.

“Mudah-mudahan akhir tahun kita sudah bisa mendapat gambaran, apakah sodetan air bisa segera dikerjakan pada tahun 2026. Karena memang sangat prioritas, agar banjir bandang tak terjadi lagi,” pungkas Daniel. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Gagal Dikerjakan Pakai APBD, Pembangunan Sodetan Air di Tarempa Kini Diusulkan Melalui Anggaran Pusat pertama kali tampil pada Kepri.