Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1546

Sambut 1 Muharram 1447 Hijriah Kecamatan Singkep Barat Gelar Pawai Ta’aruf

0

batampos– Dalam rangka menyambut dan memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah Tahun 2025, Pemerintah Kecamatan Singkep Barat menggelar kegiatan Pawai Ta’aruf. Kegiatan ini dilaksanakan di Bukit Tumang, Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Jum’at (27/6).

Pawai ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Islam 1447 Hijriah dan mempererat silaturrahmi antara masyarakat dan pemerintah Kecamatan Singkep Barat.

Febrizal Taufik, Camat Singkep Barat menyampaikan ucapan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara ini.

“Saya mengapresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Singkep selaku penyelenggara kegiatan ini yang telah sukses merencanakan dan melaksanakan kegiatan pawai ta’aruf ini. Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat Singkep Barat yang telah antusias berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Febrizal Taufik, Jum’at (27/6).

BACA JUGA: Tarian dan Busana Kreasi Meriahkan Pawai Taaruf MTQH Bintan

Tidak hanya pawai ta’aruf saja, peringatan tahun baru Islam 1447 hijriah ini juga dimeriahkan dengan beberapa perlombaan dan kegiatan bernuansa keislaman.

“Mulai dari tanggal 24-27 Juni 2025 kita sudah melakukan beberapa kegiatan seperti lomba sholawat, lomba pembacaan surah-surah pendek untuk anak-anak, wisuda Tahfidz Al-Qur’an pondok pesantren Baitul Mukhlasin,” jelas Camat Singkep Barat.

Febrizal Taufik menegaskan bahwa peringatan tahun baru Islam 1447 hijriah ini bukan hanya sekedar acara seremonial tahunan, tetapi menjadikan kita untuk tetap bersyukur atas nikmat kehidupan masih diberikan.

“Agenda ini tidak hanya menjadi agenda tahunan saja, dengan adanya kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan dari rasa syukur kita kepada Allah SWT yang masih memberikan nikmat kesehatan sehingga kita masih dipertemukan dengan tahun baru Islam 1447 hijriah ini,” ungkapnya.

Jadikan peringatan ini untuk kita bermuhasab diri menjadi lebih baik lagi kedepannya dari pada tahun-tahun sebelumnya. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Sambut 1 Muharram 1447 Hijriah Kecamatan Singkep Barat Gelar Pawai Ta’aruf pertama kali tampil pada Kepri.

Insiden Kapal Federal II, Pekerja Galangan Desak Evaluasi K3 di Lingkungan Perusahaan

0
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius

batampos — Tragedi ledakan kapal tanker Federal II yang terjadi di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, Batam, menelan korban jiwa dan luka serius dari kalangan pekerja dua perusahaan subkontraktor, yakni PT Manchar Marine Batam (MMB) dan PT Ocean Pulse Solution (OPS). Sebanyak sembilan pekerja menjadi korban dalam insiden yang mengguncang dunia perkapalan Batam itu.

Empat dari sembilan korban meninggal dunia. Mereka adalah Gunawan Sinulingga (MMB), Hermansyah Putra (OPS), Berkat Setiawan Gulo (MMB), dan Janu Arius Silaban (MMB). Jenazah mereka sempat disemayamkan di RS Bhayangkara Polda Kepri sebelum diserahkan kembali ke keluarga.

Gunawan Sinulingga (46), warga Kibing, Batuaji, merupakan pekerja berpengalaman di PT MMB. Hermansyah Putra (29) berasal dari Tanjung Uban, Bintan. Sementara dua lainnya, Berkat dan Janu, masing-masing berusia 22 dan 24 tahun, berasal dari Tapanuli Tengah. Ketiganya diketahui bertugas di area kapal saat insiden terjadi.

Selain korban jiwa, lima pekerja lainnya mengalami luka serius hingga ringan. Empat di antaranya menderita luka bakar berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Graha Hermine dan RS Mutiara Aini, Batam. Mereka adalah Amel Rivensky Gembira Nababan, Benni Silaban, Rekki Harianto Butar Butar, dan Upik Abdul Wahid.

Satu korban lainnya, Alatas Manopan Silaban, mengalami luka bakar ringan dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Seluruh korban merupakan tenaga kerja aktif dari MMB dan OPS yang saat itu ditugaskan mengerjakan bagian bawah kapal tanker Federal II.

Insiden ini memicu respons keras dari kalangan pekerja galangan kapal. Mereka mendesak agar keselamatan kerja atau K3 benar-benar ditegakkan di lingkungan industri galangan.

Imran, pekerja galangan yang sudah belasan tahun berkecimpung di sektor ini, menyebut banyak perusahaan yang hanya ketat di pintu masuk, tapi lalai dalam pengawasan di area kerja.

“Pernah saya kerja di subcon ASL, disuruh masuk ruangan pengap tanpa blower dan lampu penerangan yang cukup. Saya keluar. Ini bukan soal uang, tapi nyawa,” ungkap Imran.

Hal serupa disampaikan Hendra, pekerja aktif di salah satu galangan di Tanjunguncang. Ia menyoroti lemahnya pemeriksaan awal sebelum pengerjaan kapal dilakukan. Padahal, menurutnya, SOP jelas menyebutkan bahwa tangki harus dikosongkan dari minyak dan gas beracun sebelum pekerja masuk ke dalamnya.

“Itu kapal Federal II katanya masih ada minyak mentah di dalam. Kalau sudah begitu, apalagi kerja pakai api, ya jelas bisa meledak,” tegasnya.

Dari informasi yang beredar di kalangan pekerja, kapal Federal II bukanlah kapal minyak sawit, melainkan kapal tanker pengangkut minyak mentah. Dugaan sementara menyebutkan kebakaran disebabkan uap dan sisa minyak mentah di dasar kapal.

Pihak PT ASL maupun kedua perusahaan subkontraktor belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Hingga kini, belum ada kejelasan tentang langkah evaluasi atau tanggung jawab terhadap para korban.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyatakan, penanganan kasus ini telah dilimpahkan ke Polresta Barelang. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mendalami penyebab pasti ledakan dan kemungkinan adanya unsur kelalaian. Penyelidikan terus berlanjut. (*)

Reporter : Eusebius Sara 

Artikel Insiden Kapal Federal II, Pekerja Galangan Desak Evaluasi K3 di Lingkungan Perusahaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Satu Mahasiswa Tanjungpinang Berhasil Dipulangkan dari Iran

0
Muhammad Taqi Askari warga asal Tanjungpinang yang berhasil dipulangkan dari Iran, Kamis (26/6). F. Badan Penghubung Kepri untuk BATAM POS

batampos– Muhammad Taqi Askari, warga asal Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini berhasil dievakuasi dari Iran oleh Pemerintah Indonesia. Pria itu diketahui merupakan seorang mahasiswa beasiswa, yang berkuliah di Teheran, Iran.

Setelah tiba di tanah air pada Kamis (26/6) sore, Askari saat ini masih berada di Jakarta dan dijadwalkan pulang ke ibu kota Provinsi Kepri pada pekan depan. “Saat ini yang bersangkutan tinggal sama kerabatnya di Jakarta,” kata Kepala Badan Penghubung Kepri, Ednrie Joko, Jumat (27/6).

Ia menerangkan, bahwa Askari tersebut baru lima bulan berada di Teheran, Iran. Ia mendapatkan beasiswa dari Kedutaan Iran sejak awal tahun 2025 lalu. “Baru belajar bahasa (Iran). Belum sempat kuliah,” tambahnya.

BACA JUGA: Puluhan Mahasiswa Karimun Unjuk Rasa Minta Bupati Segera Terbitkan Perda Beasiswa

Menurutnya, kondisi konflik antara Iran dan Israel tidak begitu berdampak di Teheran. Namun, kata dia Askari tetap khawatir karena setiap hari terus melihat rudal terbang di langit iran.

Ia memastikan, bahwa Askari yang merupakan satu-satunya Mahasiswa asal Kepri di Iran tiba di Tanjungpinang dengan keadaan sehat. “Keluarganya (di Tanjungpinang) juga khawatir jadi diminta pulang,” sebutnya.

Selain itu, Badan Penghubung Kepri juga sudah berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI untuk memastikan jumlah pasti warga Kepri yang berada di Kepri. “Sejauh ini baru satu,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Satu Mahasiswa Tanjungpinang Berhasil Dipulangkan dari Iran pertama kali tampil pada Kepri.

Mayat Laki-laki Ditemukan Mengapung di Laut, Dievakuasi Pangkalan PLP Tanjunguban

0
Petugas mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di perairan Tanjungsauh, Batam pada Jumat (27/6/2025). F.Kiriman Pangkalan PLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Mayat laki-laki ditemukan mengapung di perairan Tanjungsauh, Batam pada Jumat (27/6/2025).

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono mengatakan nelayan yang menemukan mayat langsung melaporkannya ke petugas Pangkalan PLP Tanjunguban, sekitar pukul 07.30 WIB.

Setelah menerima laporan, Pangkalan PLP Tanjunguban mengerahkan KN P.546 untuk melakukan penyisiran dan evakuasi.

BACA JUGA: Hasil Visum Mayat yang ditemukan di Hutan, Kapolres Lingga Sebut Ada Memar di Tubuh Korban

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan oleh petugas sekitar pukul 08.00 WIB dan dibawa ke dermaga Pos KPLP Telagapunggur, Batam.

Sugeng mengatakan, kasus temuan mayat ini kemudian diserahkan ke pihak Kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dengan menggunakan ambulans, mayat dibawa ke RS Bhayangkara, Batam untuk identifikasi dan penyelidikan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Mayat Laki-laki Ditemukan Mengapung di Laut, Dievakuasi Pangkalan PLP Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Situasi Geopolitik Memanas, Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Batam Tetap Lancar

0
Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar. 

batampos – Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Iran, Israel, dan sejumlah negara Arab lainnya tidak berdampak terhadap proses pemulangan jamaah haji asal Indonesia, khususnya yang melalui Debarkasi Batam. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam memastikan seluruh tahapan pemulangan tetap berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan hingga Jumat (27/6), pihaknya telah menerima kedatangan 15 kelompok terbang (kloter) jamaah yang seluruhnya tiba tepat waktu tanpa hambatan.

“Alhamdulillah sampai saat ini proses kepulangan jamaah haji melalui Debarkasi Batam tidak mengalami hambatan. Sampai kemarin, kami telah menerima kedatangan 15 kloter yang dijadwalkan, tidak ada masalah semua sesuai jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Debarkasi Batam pada musim haji tahun 2025 ini memberangkatkan sebanyak 27 kloter jamaah haji yang berasal dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Total keseluruhan terdapat 11.840 jamaah dan petugas haji yang akan dipulangkan secara bertahap dalam dua gelombang.

“Kloter 1 sampai 14 termasuk dalam gelombang pertama yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Batam. Sedangkan kloter 15 hingga kloter 27 masuk dalam gelombang kedua yang diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, ke Batam,” jelas Zulkarnain.

PPIH Debarkasi Batam terus memantau situasi internasional, terutama yang berkaitan dengan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meski begitu, pihaknya tetap berkoordinasi secara intensif dengan berbagai lembaga terkait, baik di dalam maupun luar negeri, guna menjamin kelancaran seluruh proses pemulangan.

“Jamaah dan keluarga diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari Kementerian Agama. Jangan terpancing informasi tidak valid yang beredar di media sosial,” imbaunya.

Selain memastikan proses pemulangan berjalan aman dan tertib, PPIH Debarkasi Batam juga melaporkan jumlah jamaah haji yang wafat selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Hingga saat ini, tercatat 25 jamaah wafat sejak keberangkatan kloter pertama pada Mei 2025 lalu.

Menurut Zulkarnain, para jamaah yang wafat berasal dari empat provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Batam. Sebagian besar dari mereka wafat karena faktor usia lanjut serta penyakit bawaan yang kambuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Mereka wafat di berbagai tempat, seperti Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina. Ini tentu menjadi duka mendalam bagi kita semua, namun juga bagian dari takdir perjalanan ibadah yang penuh pengorbanan,” ujarnya.

Sementara itu, secara nasional, proses pemulangan jamaah haji masih terus berlangsung. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 90 ribu jamaah haji Indonesia yang belum dipulangkan ke Tanah Air akibat dampak situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah.

“Jamaah haji itu kurang lebih, tinggal masih separo lebih dikit ya, sekitar 90.000 orang,” kata Abdul Wachid dalam keterangannya, Selasa (24/6).

Ia juga mengimbau agar pemerintah melalui Kementerian Agama terus memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan memberikan perhatian khusus terhadap keamanan serta kenyamanan para jamaah. (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Situasi Geopolitik Memanas, Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Batam Tetap Lancar pertama kali tampil pada Metropolis.

6 Bulan, 4 Nyawa ‘Melayang’ di Jalan Raya

0
Polisi melakukan olah tempat kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan raya Galang Batang di Desa Gunung Kijang Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (14/4/2024). f.satlantas Polres Bintan

batampos– Sepanjang Januari 2025 hingga Juni 2025, terjadi 60 kasus kecelakaan di jalan raya Tanjungpinang. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat pengendara di Tanjungpinang, nyawanya tidak tertolong.

Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang AKP Arbi Guna Bimantara, mengatakan dalam enam bulan terakhir, angka kecelakaan di Tanjungpinang sebanyak 60 kasus. Dari 60 kasus kecelakaan ini, empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

“Dibandingkan bulan yang sama pada 2024, angka kecelakaan lalu lintas ini menurun. Tapi kepada masyarakat kami himbau agar selalu berhati-hati saat berkendaraan,” katanya, Rabu (25/6).

BACA JUGA: Korban Kecelakaan Tunggal Akibat Kabel Listrik Akhirnya Dikunjungi dan Dapat Santunan dari PLN Anambas

Arbi menegaskan, saat berkendara di jalan raya, pengendara harus saling menghargai dan tidak melakukan tindakan ugal-ugalan saat mengendarai kendaraannya.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada pengendara dan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Arbi menambahkan, mengatasi kecelakaan lalu lintas, Korlantas Polri telah menekankan pentingnya Indonesia Zero Odol (Over Dimension Overloading) dan meminta pengendara selalu mematuhi aturan berkendara.

“Apabila umurnya sudah mencukupi dapat mengurus dan memiliki SIM, menggunakan helm dan kendaraan dilengkapi spion,” imbaunya. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel 6 Bulan, 4 Nyawa ‘Melayang’ di Jalan Raya pertama kali tampil pada Kepri.

Korban Terakhir Long Boat Tenggelam di Selat Nenek Teridentifikasi, Operasi SAR Resmi Dihentikan

0
Tima SAR mengavukasi jenazah korban kapal long boat yang tenggelam di Perairan Selar Nenek Batam. (F.Istimewa)

batampos – Proses pencarian seluruh korban insiden tenggelamnya kapal long boat yang mengangkut rombongan tim sepak bola dari Pulau Nenek, Batam, akhirnya resmi dihentikan. Korban ke-13 yang sebelumnya belum teridentifikasi, ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur, dan telah dipastikan bernama Fadli alias Papat.

“Sudah terkonfirmasi atas nama Fadli alias Papat. Pihak keluarga tadi sudah memastikan langsung ke RS Bhayangkara,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, Jumat (27/6).

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai. Dari 13 korban, 10 orang selamat dan 3 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban meninggal pertama yang ditemukan adalah Firdaus, pada Kamis (26/6) sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Pulau Bulan. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Pulau Awi.

Baca Juga: Dua Korban Long Boat di Perairan Selat Nenek Ditemukan Meninggal, Satu Jenazah Masih Diidentifikasi

Tak lama kemudian, sekitar pukul 06.30 WIB, Tim SAR menerima informasi dari seorang nelayan bernama Anda yang menemukan mayat mengambang di sekitar perairan Pulau Panjang. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban kedua sekitar pukul 07.00 WIB di koordinat 00°57.528′ U – 104°00.821′ T.

Korban dibawa ke KAL Anakonda, lalu dievakuasi lebih lanjut menggunakan RIB 03 milik Basarnas. Pukul 09.26 WIB, pihak keluarga memastikan korban adalah Muhammad Fahri Kurniawan.

Sementara itu, jenazah ketiga ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur. Setelah melalui proses identifikasi di RS Bhayangkara, korban dipastikan adalah Fadli alias Papat.

Insiden tenggelamnya kapal ini terjadi pada Rabu (25/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal membawa 13 orang rombongan tim sepak bola Pulau Nenek menuju Pulau Setokok untuk mengikuti pertandingan, namun dihantam gelombang tinggi di Selat Nenek hingga terbalik.

Informasi pertama diterima oleh Basarnas dari perangkat Desa Setokok, Zamri, pada pukul 17.50 WIB. Lokasi kecelakaan berada di koordinat 00°54’38” LU dan 104°01’47” BT, sekitar 26 kilometer dari Pos SAR Batam.

Baca Juga: Terlibat Pengeroyokan DJ, Dua WNA asal Vietnam Dideportasi dari Batam

Pada malam hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan enam orang dalam kondisi selamat: Rahel, Peri, Rico, Boge, Rehan, dan Andika. Sekitar pukul 21.03 WIB, empat korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat: Tepok, Damar, Maher, dan Amirul. Mereka ditemukan berpegangan pada badan kapal yang terbalik.

Pencarian korban melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, Polsek Bulang, perangkat desa, serta masyarakat. Tim SAR juga mengerahkan peralatan canggih seperti drone thermal, Aquaeye, dan perahu karet.

“Dengan ditemukan seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian,” tutup Dedius. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Korban Terakhir Long Boat Tenggelam di Selat Nenek Teridentifikasi, Operasi SAR Resmi Dihentikan pertama kali tampil pada Metropolis.

UMKM BUMN Award 2025 Tahun ke-1: Membangun UMKM Tangguh, Inovatif dan Berdaya Saing

0
Para penerima UMKM BUMN Award 2025 tahun ke-1 berfoto bersama. F.Istimewa

batampos – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam memajukan perekonomian Indonesia. BUMN bukan semata ditujukan untuk menjadi salah satu sumber pendapatan negara melalui keuntungan yang diperoleh dari operasionalnya, namun memiliki peran yang yang tak kalah penting yakni menciptakan lapangan kerja baru, membantu mengurangi tingkat pengangguran, membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi, sekaligus sebagai alat pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian nasional.

UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional, terutama sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja, dan pilar penting dalam menghadapi krisis. Sebagaimana yang digariskan dalam Permen BUMN No.PER-1/MBU/03/2023, salah satu fokus utama dari Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) BUMN adalah dalam bentuk pembiayaan UMKM agar lebih tangguh dan mandiri.

BUMN Track didukung BTA Academy dan Jawapos Jaringan Media Nusantara (JJMN) menyelenggarakan UMKM BUMN Award 2025 tahun ke-1 dengan mengangkat tema “BUMN untuk Negeri, Membangun UMKM Tangguh”. Sebanyak 74 UMKM yang merupakan binaan dari 31 BUMN dan Anak Perusahaan BUMN tampil menjadi peserta dalam ajang tersebut.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya kami menyelenggarakan UMKM BUMN AWARD 2025 sebagai ajang penghargaan kepada UMKM dan Pembina UMKM BUMN. Kickoff perdana kami laksanakan untuk UMKM Wilayah Jawa Tengah, namun peserta yang mengikuti beragam ada pula yang dari luar Jawa Tengah. Karena ini yang pertama kali maka kami persilahkan. Setelah ini kami juga akan melaksanakan Awarding UMKM BINAAN BUMN di wilayah lainnya,” ungkap SH Sutarto pada malam penganugerahan UMKM BUMN Award 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, (25/6).

Dirinya mengungkapkan, pemberian award dimaksudkan untuk memberikan pengakuan atau apresiasi kepada BUMN Pembina atas pencapaian, kontribusi, atau prestasi dalam melakukan pembinaan kepada UMK. Sekaligus memberikan motivasi dan semangat atas usaha dan hasil yang telah dicapai. Penghargaan juga diserahkan kepada para UMKM binaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang tangguh, inovatif dan berdaya saing.

“Dengan pemberian award ini, diharapkan dapat mendorong BUMN untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik dalam ikut membina pengusaha kecil di wilayah kerjanya, sekaligus membangun hubungan positif antara BUMN dengan UMK binaan dan masyarakat secara lebih luas,” jelas SH Sutarto.

Ketua Dewan Juri UMKM BUMN Award 2025 sekaligus Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum for CSR Development (CFCD), upaya pemberdayaan UMKM yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) BUMN harus terus didorong demi menciptakan dampak berkelanjutan.

“TJSL BUMN tidak lagi dapat dipandang sebagai program pelengkap. Ia adalah bagian integral dari strategi korporasi BUMN dalam menciptakan dampak berkelanjutan di tengah masyarakat melalui penguatan ekonomi masyarakat kecil yang salah satunya dalam hal pembinaan UMKM,” ungkap Thendri yang juga meruopakan Founder & Chairman Indonesia Shared Value Institute (ISVI).

Proses penjurian UMKM BUMN Award 2025 berlangsung beberapa tahap. Tahap pertama berupa verifikasi data assesment tools, tahap kedua berupa penilaian presentasi yang dilakukan oleh UMKM dan Pembina UMKM di hadapan Dewan Juri, dan tahap selanjutnya berupa penilaian akhir yang dilakukan melalui rapat pleno Tim Penilai, narasumber dan steering committee.

Kegiatan ini melibatkan 27 Dewan Juri yag terdiri dari para Pakar dan Praktisi CSR, Akademisi, Profesional dan media, dengan Ketua Dewan Juri Ir. Thendri Supriatno, MBA.

Tak hanya sebagai wadah kompetisi antar perusahaan, ajang ini juga memberikan rekomendasi kepada para peserta sebagai acuan untuk pembinaan UMKM yang lebih terukur, berdampak dan berkelanjutan. (*)

Artikel UMKM BUMN Award 2025 Tahun ke-1: Membangun UMKM Tangguh, Inovatif dan Berdaya Saing pertama kali tampil pada News.

Marc Marquez Incar Kemenangan di MotoGP Belanda, Punya Peluang Samai Rekor Legenda Italia

0
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Dok. Motorsport)

batampos – Marc Marquez untuk pertama kalinya berkesempatan menyamakan rekor pembalap legenda asal Italia, Giacomo Agostini yaitu memenangkan 68 balapan di kelas utama.

Marc Marquez kembali naik ke podium juara dalam dua seri Grand Prix terakhir yakni MotoGP Aragon (8/6) dan Italia (22/6). Rider Ducati Lenovo itu membidik kemenangan ketiganya secara beruntun di Assen, Belanda akhir pekan nanti.

Kemenangan di Italia kemarin merupakan kemenangan ke-93 yang dicapainya di semua kelas. Marc berpeluang untuk membuat catatan penting lainnya di pekan ini.

Andai rider Spanyol ini kembali berjaya di balapan, ia akan menyamakan total kemenangan Giacomo Agostini. Saat ini, Marquez memiliki 67 kemenangan, lebih sedikit satu kemenangan dari Agostini.

Hal tersebut bisa dipastikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez. Pasalnya, selama kariernya di MotoGP, ia baru dua kali menaklukkan The Catedral of Speed pada 2014 dan 2018.

Sirkuit Assen merupakan lintasan yang tidak mudah bagi The Baby Alien. Musim lalu, ketika debutnya bersama Gresini Racing, Marc terjatuh di sesi Sprint dan finis di posisi empat saat Grand Prix, tetapi kemudian diturunkan ke posisi sepuluh karena penalti.

“Di Assen, di atas kerta, itu bukanlah lintasan yang cocok dengan gaya saya, tetapi saat ini tim Ducati sedang kuat-kuatnya,” ucapnya seperti dilansir dari Crash (26/6).

Pembalap 32 tahun itu percaya diri mampu tampil baik di Assen berbekal dua kemenangan beruntunnya sebelum ini.

“Mari kembali bekerja. Saya sedang dalam performa yang bagus dan itu adalah aspek yang harus kami manfaatkan sepenuhnya,” tambahnya.

Seri GP Belanda akan dimulai pada Jumat (27/6) dengan sesi latihan bebas (FP) 1. Kemudian dilanjutkan kualifikasi pada Sabtu (28/6). Balapan akan dilangsungkan pada Minggu (29/6) pukul 19.00 WIB. (*)

Artikel Marc Marquez Incar Kemenangan di MotoGP Belanda, Punya Peluang Samai Rekor Legenda Italia pertama kali tampil pada Olahraga.

TPP Gaji 13 PNS Lingga Belum Cair, Sekda Pastikan Tetap Dibayarkan Setelah APBD-P

0
PNS Pemkab Lingga saat melakukan Apel 17 hari bulan di Gedung Nasional Dabo Singkep. F. Diskominfo Lingga/BATAM POS

batampos– Harapan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga untuk menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Gaji ke-13 tahun 2025 masih menggantung.

Hingga akhir Juni 2025, tunjangan tersebut belum juga cair. Kondisi ini memunculkan keresahan di kalangan aparatur sipil negara, terlebih ketika sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau sudah lebih dahulu mencairkan hak tersebut kepada para pegawainya.

Sejumlah PNS di Lingga mengaku kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. Apalagi TPP Gaji ke-13 merupakan bagian dari hak yang seharusnya diterima sebagai bentuk penghargaan terhadap kinerja pegawai.

Mereka pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak ASN di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, angkat suara. Ia memastikan bahwa TPP Gaji ke-13 Tahun 2025 tetap akan dibayarkan, namun seluruh prosesnya akan menunggu pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) yang dijadwalkan pada bulan Juli 2025 mendatang.

“Insya Allah TPP Gaji 13 PNS tahun ini kita pastikan tetap dibayarkan. Tetapi, kita masih menunggu anggaran dalam pembahasan APBD-P nanti,” ujar Armia kepada wartawan, Kamis (26/6).

BACA JUGA: PPPK Pemko Tanjungpinang yang Baru Dilantik Tak Terima TPP

Armia menegaskan bahwa Pemkab Lingga tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan agar hak-hak PNS bisa terpenuhi, meskipun dalam kondisi keuangan daerah yang saat ini cukup terbatas.

Ia menyebut pembayaran TPP Gaji ke-13 tetap akan dilakukan, disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kita tetap menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Dengan efisiensi yang sedang kita terapkan, kita harus menyusun anggaran sebaik mungkin,” imbuhnya.

Tak hanya TPP Gaji 13 yang menjadi beban pemerintah daerah. Di waktu yang bersamaan, Pemkab Lingga juga dituntut untuk menyiapkan anggaran pembayaran gaji seluruh pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang jumlahnya tidak sedikit.

Armia menegaskan bahwa pemerintah saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, ada kebutuhan untuk mengatur dan menjaga stabilitas keuangan daerah, namun di sisi lain, ada tuntutan untuk memenuhi kewajiban terhadap para pegawai yang merupakan tulang punggung pelayanan publik.

“Pemkab Lingga berkomitmen untuk memperjuangkan hak seluruh pegawai. Meski berat, ini tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Meski belum ada kepastian tanggal pencairan, pernyataan Sekda menjadi angin segar bagi para PNS yang selama ini menunggu kepastian.

Namun demikian, mereka tetap berharap agar janji ini bisa direalisasikan tepat waktu, agar tidak menambah beban psikologis dan finansial para pegawai yang selama ini telah mengabdi dengan loyalitas penuh.

Ke depan, Pemkab Lingga diharapkan mampu menyusun strategi anggaran yang lebih stabil, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mempengaruhi kinerja birokrasi secara keseluruhan. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel TPP Gaji 13 PNS Lingga Belum Cair, Sekda Pastikan Tetap Dibayarkan Setelah APBD-P pertama kali tampil pada Kepri.