Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1547

Data Terbaru, 3 Pekerja Tewas, 5 Terluka, Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjunguncang

0
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius

batampos– Tragedi kebakaran kapal di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Setelah sebelumnya beredar informasi ada lima korban tewas dalam peristiwa tersebut, ternyata data terbaru korban tewas 3 orang pekerja dan 5 mengalami luka luka, mulai luka serius dan ringan. Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Data terbaru juga dibenarkan Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat dikonfirmasi. ”ya benar 3 korban tewas,” ujarnya

Korban terkhir bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, sekitar pukul 20.30 WIB. Korban langsung mendapat perawatan di RS Graha Hermine, Batuaji. Dua dari korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra.

BACA JUGA: Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit

Alatas Silaban, salah satu korban yang selemat saat ini juga dirawat di RS Mutiara Aini. Ia memberikan kesaksian terkait detik-detik kebakaran yang menggemparkan itu.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas saat ditemui di rumah sakit.

Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden ini diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Saat kejadian, mereka sedang melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal.

Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut luka bakar yang dialami korban cukup luas dan memerlukan penanganan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini masih kami tangani dengan penanganan luka bakar lanjutan,” ujar seorang tenaga medis.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

“Dua sudah di kamar jenazah RS Mutiara Aini, tiga lainnya masih dievakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak medis dan tim di lapangan,” ujar Andi.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang menyebabkan percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di dalam ruang tertutup kapal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Data Terbaru, 3 Pekerja Tewas, 5 Terluka, Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Gang Pulau Pandan Dikagetkan dengan Keberadaan Buaya

0
Seekor buaya ditemukan oleh warga saat berada di bawah pelantar Gang Pulau Pandan Tanjungpinang, Selasa (24/6). F. warga untuk BATAM POS

batampos– Masyarakat Gang Pulau Pandan Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri dikagetkan dengan keberadaan seekor buaya di area pesisir. Buaya tersebut terlihat di bawah pelantar, akses jalan warga sekitar.

“Ketemunya saat pagi hari, dari jauh saya kira biawak, saat saya lihat secara dekat ternyata anak buaya,” kata Bona, warga sekitar, Selasa (24/6).

Ia menerangkan, ditemukan anak buaya tersebut saat posisinya bersembunyi di bawah kolong pelantar gang Pulau Pandan. “Kita lihat dia sedang sembunyi dibawah pelantar,” tambahnya.

BACA JUGA: Heboh Buaya Gigit Nelayan di Bintan, Warga Diminta Waspada dan Jangan Buang Limbah ke Laut

Sementara itu, Ketua Rt 03 Rw 02, Rifai, mengatakan kejadian itu baru pertama kali terjadi. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di kawasan pesisir.

“Ukurannya sepanjang 1 meter, tidak terlalu besar. Jadi kita imbau kepada masyarakat untuk tetap mengawasi anak-anaknya tidak bermain di lokasi penampakan buaya tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Saksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Penyelematan Tanjungpinang, Dery Ambari mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai buaya tersebut dan akan segera menindak lanjutinya.

“Iya benar Kami sudah menerima laporan, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Warga Gang Pulau Pandan Dikagetkan dengan Keberadaan Buaya pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan melaksanakan rapat Monitoring and Evaluation (Monev) bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam pada Selasa (24/6/2025).

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Marketing Centre itu dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; Country Director Jakarta Representative Office EDCF, Yang Jongbae; Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar.

“Pertemuan continue tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” kata Ariastuty.

Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur dasar pengelolaan limbah yang terintegrasi di kawasan strategis Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64 %, dan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Proyek IPAL ini menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan memperhatikan kualitas, efisiensi, dan aspirasi masyarakat,” terang Iyus usai pertemuan.

Beberapa capaian signifikan yang telah diraih antara lain Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari yang telah selesai di Bengkong Sadai dan siap digunakan. Pemasangan lima unit stasiun pompa juga telah tuntas, serta pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, dengan target 11.000 sambungan rumah.

“Sambungan rumah (house connection), target pada tahap pertama sejumlah 11.000 sambungan menunjukkan progres pesat dengan lebih dari 8.500 sambungan telah terhubung. Selain itu, pembangunan fasilitas pengomposan sebagai bagian dari integrasi pengelolaan limbah juga telah diselesaikan,” ungkap Iyus.

Lebih lanjut, ia katakan, tim proyek secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga kini, kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut telah menjangkau 29 kompleks perumahan, yang dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd.. Menurutnya, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang proyek serta merespons masukan, khususnya terkait sambungan rumah.

“Kami percaya bahwa proyek ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi menjadi jembatan penting antara teknis proyek dan kebutuhan warga,” tambah Iyus.

Sementara, Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar menyambut baik progres proyek IPAL BP Batam. Pihaknya mendorong agar proyek dapat berjalan lancar hingga akhir pengerjaan, mengingat IPAL BP Batam diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan air limbah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Walaupun masih ada complain dari warga, itu menjadi tantangan untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan selesai dikemudian hari,” ujar Zia.

Sehari sebelumnya, (25/6), BP Batam bersama EDCF melaksanakan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pengerjaan proyek. BP Batam memastikan akan terus menjalin koordinasi erat dengan EDCF dan seluruh pihak terkait agar proyek IPAL Batam dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung visi Batam sebagai kota modern dan berwawasan lingkungan. (ap)

Artikel BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan melaksanakan rapat Monitoring and Evaluation (Monev) bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam pada Selasa (24/6/2025).

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Marketing Centre itu dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; Country Director Jakarta Representative Office EDCF, Yang Jongbae; Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar.

“Pertemuan continue tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” kata Ariastuty.

Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur dasar pengelolaan limbah yang terintegrasi di kawasan strategis Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64 %, dan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Proyek IPAL ini menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan memperhatikan kualitas, efisiensi, dan aspirasi masyarakat,” terang Iyus usai pertemuan.

Beberapa capaian signifikan yang telah diraih antara lain Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari yang telah selesai di Bengkong Sadai dan siap digunakan. Pemasangan lima unit stasiun pompa juga telah tuntas, serta pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, dengan target 11.000 sambungan rumah.

“Sambungan rumah (house connection), target pada tahap pertama sejumlah 11.000 sambungan menunjukkan progres pesat dengan lebih dari 8.500 sambungan telah terhubung. Selain itu, pembangunan fasilitas pengomposan sebagai bagian dari integrasi pengelolaan limbah juga telah diselesaikan,” ungkap Iyus.

Lebih lanjut, ia katakan, tim proyek secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga kini, kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut telah menjangkau 29 kompleks perumahan, yang dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd.. Menurutnya, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang proyek serta merespons masukan, khususnya terkait sambungan rumah.

“Kami percaya bahwa proyek ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi menjadi jembatan penting antara teknis proyek dan kebutuhan warga,” tambah Iyus.

Sementara, Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar menyambut baik progres proyek IPAL BP Batam. Pihaknya mendorong agar proyek dapat berjalan lancar hingga akhir pengerjaan, mengingat IPAL BP Batam diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan air limbah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Walaupun masih ada complain dari warga, itu menjadi tantangan untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan selesai dikemudian hari,” ujar Zia.

Sehari sebelumnya, (25/6), BP Batam bersama EDCF melaksanakan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pengerjaan proyek. BP Batam memastikan akan terus menjalin koordinasi erat dengan EDCF dan seluruh pihak terkait agar proyek IPAL Batam dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung visi Batam sebagai kota modern dan berwawasan lingkungan. (ap)

Artikel BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan apresiasi atas upaya strategis PT Desa Air Cargo pasca kebakaran besar di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil pada Selasa (23/6/2025) malam.

Hal itu diungkapkan, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang bersama para awak media di Restoran Sederhana, Batam Centre, Selasa, (24/6/2026).

Dalam pertemuan santai tersebut, dijelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk mengatasi dampak kebakaran.

Pertama, PT Desa Air Cargo telah melakukan upaya segresi atau melokalisir antara puing dan limbah terbakar yang selanjutnya dikemas ulang untuk dikirim ke kota tujuan. Hal itu guna mencegah potensi pencemaran lingkungan.

Kedua, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan DLHK pusat untuk membantu proses pemulihan lingkungan.

Ketiga, PT Desa Air Cargo bersama para tenant di kawasan tersebut bersepakat untuk pengadaan satu unit damkar dan berencana membentuk tim khusus siaga bencana di lokasi guna mengantisipasi insiden serupa.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya cepat dan strategis dari perusahaan usai insiden. Kami berharap perusahaan segera pulih dan beroperasi kembali,” ujar Ariastuty.

Sementara itu, Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perusahaan, terutama BP Batam dan petugas pemadam kebakaran.

Dikatakan, operasional perusahaan akan kembali dilakukan besok Rabu, (25/6). “Hari ini kami tidak menerima pengambilan limbah. Kami stop operasional sehari. Besok kami mulai lagi karena pelayanan tetap jalan, jadi customer tidak perlu khawatir,” sebut dia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Utamanya datang dari jajaran pimpinan BP Batam, khususnya Ibu Ariastuty Sirait. Juga kami ucapkan terima kasih kepada pemadam kebakaran dari BP Batam, Pemko Batam, dan Eco Green,” ujarnya mengakhiri. (*)

Artikel BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan apresiasi atas upaya strategis PT Desa Air Cargo pasca kebakaran besar di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil pada Selasa (23/6/2025) malam.

Hal itu diungkapkan, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang bersama para awak media di Restoran Sederhana, Batam Centre, Selasa, (24/6/2026).

Dalam pertemuan santai tersebut, dijelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk mengatasi dampak kebakaran.

Pertama, PT Desa Air Cargo telah melakukan upaya segresi atau melokalisir antara puing dan limbah terbakar yang selanjutnya dikemas ulang untuk dikirim ke kota tujuan. Hal itu guna mencegah potensi pencemaran lingkungan.

Kedua, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan DLHK pusat untuk membantu proses pemulihan lingkungan.

Ketiga, PT Desa Air Cargo bersama para tenant di kawasan tersebut bersepakat untuk pengadaan satu unit damkar dan berencana membentuk tim khusus siaga bencana di lokasi guna mengantisipasi insiden serupa.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya cepat dan strategis dari perusahaan usai insiden. Kami berharap perusahaan segera pulih dan beroperasi kembali,” ujar Ariastuty.

Sementara itu, Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perusahaan, terutama BP Batam dan petugas pemadam kebakaran.

Dikatakan, operasional perusahaan akan kembali dilakukan besok Rabu, (25/6). “Hari ini kami tidak menerima pengambilan limbah. Kami stop operasional sehari. Besok kami mulai lagi karena pelayanan tetap jalan, jadi customer tidak perlu khawatir,” sebut dia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Utamanya datang dari jajaran pimpinan BP Batam, khususnya Ibu Ariastuty Sirait. Juga kami ucapkan terima kasih kepada pemadam kebakaran dari BP Batam, Pemko Batam, dan Eco Green,” ujarnya mengakhiri. (*)

Artikel BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan

0
Syahid Liga (tengah) selaku korban penipuan investasi bodong didampingi kuasa hukumnya Nasib Siahaan (kanan) dan Tua Turnip (kiri) menunjukkan surat laporannya. Foto. Galih Adi Saputro/ Batam Pos

batampos – Enam tahun telah berlalu sejak Syahid Liga, menanamkan dana sebesar Rp5 miliar ke dalam sebuah skema investasi reksa dana yang dijanjikan menghasilkan keuntungan Rp60 juta per bulan. Tapi janji tinggal janji. Yang ia terima bukanlah keuntungan, melainkan gugatan, kerugian, dan proses hukum yang tak kunjung tuntas.

Pada 2019, Syahid, yang akrab disapa Pak Liga didekati oleh Jenny, seorang rekan lama dari komunitas gerejanya. Jenny menawarkan investasi reksa dana dari PT Narada Asset Management, tempat ia menjabat sebagai Manajer Cabang di Batam.

Jenny tak sendiri. Dalam pusaran kasus ini juga terdapat Marto dan Denny, dua area manager dari Medan, serta Bayu Praskoro Nugroho, direktur utama perusahaan tersebut. Kelimanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Awalnya, Syahid Liga menolak. Ia merasa usianya tak lagi cocok untuk mengambil risiko. Tapi bujuk rayu Jenny tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan mendekati istri Syahid Liga dan membawa-bawa nama Tuhan demi meyakinkan. “Dia bilang sudah berdoa, katanya tidak mungkin menjerumuskan kami. Katanya ini pasti aman,” kenang Syahid Liga.

Janji keuntungannya menggiurkan, Rp180 juta setiap tiga bulan. Dana pokok Rp5 miliar akan dikembalikan utuh dalam waktu satu tahun. Perjanjian pun disepakati. Namun baru sebulan berjalan, seorang teman memberi tahu bahwa perusahaan tempat investasinya mengalami gagal bayar.

Sejak saat itu, masalah mulai bermunculan. Alih-alih menyelesaikan persoalan, pihak perusahaan justru menyeret Syahid Liga ke dalam gugatan perdata. Ia dituduh melakukan wanprestasi. Ironisnya, ia justru menjadi tergugat oleh orang-orang yang telah menipunya.

Pada 2020, Syahid Liga melaporkan kasus ini ke Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Laporan itu membuahkan penetapan lima tersangka, Jenny, Marto, Denny, Mujianto, dan Bayu Praskoro Nugroho. Berkas perkara sempat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Kepri.

Namun, proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan tak kunjung dilakukan. “Sudah P21, tapi mereka tidak ditahan. Ini bukan soal teknis, ini soal keberanian menegakkan hukum,” kata Nasib Siahaan, kuasa hukum Syahid Liga, yang mendampingi kliennya sejak awal perkara.

Nasib menyebut, para tersangka bahkan sempat ditahan, namun penahanannya kemudian ditangguhkan. “Yang lebih menyakitkan, klien kami justru harus menghadapi rentetan gugatan dari para tersangka,” katanya.

Gugatan demi gugatan itu bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Syahid menang hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2023. Tapi pada 27 Mei 2025, ia kembali digugat. Kini perkara memasuki tahap kontra memori banding.

Syahid Liga sempat mengirim surat tercatat ke kantor pusat PT Narada di Jakarta, menanyakan perihal perjanjian jaminan investasi yang ia terima. Namun jawaban perusahaan membuatnya terkejut, mereka menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat jaminan tersebut.

Awal 2020, Syahid Liga terbang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Direktur Utama PT Narada, Bayu Praskoro Nugroho, dan Komisaris perusahaan, Sinar Bawah. Dalam pertemuan itu, keduanya mengelak dan menyalahkan bawahan mereka.

Mereka juga memperlihatkan prospektus investasi yang selama ini tak pernah disampaikan kepada Syahid. “Kalau saya tahu ada risikonya, tak mungkin saya ikut. Perjanjian yang diberikan ke saya sama sekali tak menyebutkan risiko,” ucap Syahid Liga.

Dari dokumen Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), tercantum bahwa para tersangka sempat membuat janji tertulis untuk mengembalikan dana Syahid Liga. Namun janji tinggal janji. “Tak sepeser pun dikembalikan,” tegas Nasib.

Ia mengaku bukan satu-satunya korban. Ia sempat mencoba menginisiasi class action, namun sebagian korban lain, yang ditipu hingga belasan miliar rupiah, memilih mundur karena enggan berurusan dengan polisi.

Tua Turnip, rekan Nasib sekaligus mantan polisi, mempertanyakan alasan hukum yang membuat perkara ini terus mandek. “Penyidik itu alat negara penegak hukum. Harusnya lebih paham dari masyarakat biasa. Kalau sudah P21, kenapa tidak segera disidangkan?” ujarnya.

Kini, dari ruang kecil di Batam Center, Syahid Liga asih berharap, hukum benar-benar ditegakkan. Bukan sekadar dokumen yang tersimpan dalam berkas bernama P21, tanpa kejelasan kapan akan dibuka kembali di ruang sidang. (*)

Reporter: Galih Adi Saputro

Artikel Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan pertama kali tampil pada Metropolis.

20 Jam Api Belum Padam di PT Desa Air Cargo Batam, Kabil

0
Kebakaran di kawasan PT Desa Air Kargo, Kabil. f. cecep

batampos – Kebakaran hebat yang melanda empat gudang milik PT Desa Air Cargo di kawasan Bayam, Kabil, belum sepenuhnya padam meski telah berlangsung selama lebih dari 20 jam. Hingga Selasa (24/6) pukul 14.00 WIB, kobaran api masih menyala di tumpukan material yang terbakar.

Asap hitam masih membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Belasan unit mobil pemadam kebakaran dari BP Batam dan Pemko Batam silih berganti dikerahkan ke lokasi sejak Senin (23/6) malam.

“Ya, api masih hidup di bawah tumpukan material. Kami terus melakukan pembasahan agar api benar-benar mati,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran BP Batam, Febri, saat ditemui di lokasi.

Menurut Febri, sebanyak 14 unit mobil damkar diterjunkan, masing-masing tujuh dari BP Batam dan tujuh dari Pemko Batam. Sementara personel yang terlibat mencapai 14 regu yang bekerja secara bergantian tanpa henti sejak Senin malam.

“Pemadaman dilakukan nonstop sejak pukul 20.00 WIB. Personel kami bekerja bergantian dari malam sampai siang,” tambahnya.

Febri menjelaskan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, pihaknya memastikan empat gudang milik PT Desa Air Cargo terbakar habis. Material yang terbakar, cukup sulit dipadamkan. Karena itu, alat berat turut dikerahkan untuk membantu membongkar tumpukan barang yang menjadi sumber api.

“Kami juga dibantu alat berat untuk mempercepat proses pembasahan. Dengan cara mengurai material yang terbakar,”sebutnya.

Sementara itu, hingga Selasa siang, pihak PT Desa Air Cargo belum bisa dimintai keterangan. Seorang petugas keamanan di lokasi mengatakan, pihak yang berwenang belum berada di tempat.

“Yang bisa memberikan keterangan belum ada di lokasi, jadi kami belum bisa menyampaikan apa-apa,” ujarnya singkat.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kawasan sekitar lokasi kejadian masih diselimuti asap hitam. Sejumlah petugas pemadam kebakaran terus berjibaku di titik-titik api yang masih menyala di antara puing-puing gudang yang runtuh.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Petugas menegaskan akan terus berada di lokasi hingga dipastikan tak ada bara api yang tersisa. Belasan petugas juga tampak kelelahaan berisitirahat melepas penat. (*) 

Reporter: Yashinta

Artikel 20 Jam Api Belum Padam di PT Desa Air Cargo Batam, Kabil pertama kali tampil pada Metropolis.

HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas, DPRD Ajak Pemerintah Berpegangan Tangan untuk Lewati Ujian Defisit Anggaran

0
Suasana sidang paripurna HUT Anambas ke 17 Tahun di Ruang Rapat DPRD Anambas. f.ihsan

batampos– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas terus mengawasi dan menganggarkan keuangan untuk menjalankan sistem pemerintahan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan sejak Kabupaten Anambas berdiri.

Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan menegaskan pihaknya selalu terbuka dalam menjalin kemitraan strategis dari beragam lintas sektoral demi mewujudkan pembangunan daerah yang berdampak langsung ke masyarakat.

Selain itu pada momen HUT Anambas ke 17 tahun, Rian mendorong pemerintah harus kuat berjalan kedepan dengan kondisi keterbatasan anggaran.

Menurutnya, ujian kedewasaan sudah dimulai, jika berhasil melewati tantangan ini masih ada rintangan lain yang menanti.

BACA JUGA: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas

“Maka dari itu kita harus bersatu padu berpegangan tangan untuk menghadapi semua ini,” kata Rian dalam sidang paripurna peringatan HUT Anambas ke 17 tahun, Selasa, (24/6).

Menyoroti perjalanan Kabupaten Kepulauan Anambas sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Natuna, pihaknya menekankan sejumlah fokus pembangunan yang penting untuk digesa.

DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan seperti kelautan, perikanan, eneri dan pariwisata bahari.

“Dukungan ini bisa berdampak lansung terhadap UMKM, koperasi nelayan, pelatihan kewirausahaan serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas, DPRD Ajak Pemerintah Berpegangan Tangan untuk Lewati Ujian Defisit Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

Rayakan 31 Tahun, Bintan Industrial Estate Menuju Kawasan Industri Bertransformasi Digital dan Efisiensi Energi

0
GM PT. BIIE, Aditya Laksamana bersama jajarannya saat prosesi pemotongan tumpeng saat merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate yang Ke-31 tahun di Wisma BIE, Selasa (24/6/2025). F. Kiriman BIIE untuk Batam Pos.

batampos– PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) menggelar Gala Luncheon untuk merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) yang Ke-31 tahun.

Acara ini diadakan di Wisma BIE pada Selasa (24/6/2025) dan dihadiri oleh tenant dan mitra strategis.

General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana menyampaikan kilas balik perjalanan kawasan ini serta arah strategis ke depan yang lebih hijau, modern, dan terintegrasi.

Kawasan BIE berkembang pesat sejak berdiri tahun 1995. Dari awal sebagai kawasan manufaktur dasar, kini menjadi kawasan industri ekspor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

BACA JUGA: BIIE Serahkan Santunan ke Anak Yatim, Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi

Kawasan ini kini menjadi rumah setidaknya bagi 19 tenant dengan total tenaga kerja sekitar 6.500 orang. Beberapa tenant lagi melakukan perluasan usaha seperti PT. Singatac, PT. BOMC dan PT. CCI.

Aditya menekankan pentingnya transformasi untuk menjaga relevan di tengah perubahan global.

Fokusnya bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pemahaman regulasi, tata kelola, dan mempersiapkan BIE sebagai kawasan industri berkelanjutan yang tanggap terhadap transformasi digital dan efisiensi energi.

Selain itu, PT BIIE menunjukkan komitmen kuat dalam menjunjung tinggi kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku.

Beberapa penghargaan yang diraih PT. BIIE dari institusi terpercaya baik di dalam maupun luar negeri antara lain Best Enterprise in Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Award 2025 oleh Hukumonline di Jakarta.

Penghargaan lainnya, Finalis Innovative In-House Team of The Year 2025 pada ajang Asia Legal Business Awards oleh Thomson Reuters di Singapura.

Aditya juga menyoroti dua proyek strategis yang diyakini memperkuat posisi BIE di masa depan yaitu Bandara Internasional Bintan dan Two Countries Twin Park (TCTP).

Aditya menilai pembangunan bandara akan membawa dampak positif bagi kawasan BIE.

Dengan adanya bandara, posisi BIE sebagai kawasan industri utama di Bintan akan semakin kuat terutama dalam membuka akses logistik lebih luas, mempersingkat rantai distribusi kawasan dan meningkatkan daya saing BIE di tingkat regional dan global.

Proyek strategis lainnya adalah TCTP, kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok yang menghubungkan ekosistem industri Bintan dan Fujian untuk mendorong ahli teknologi, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

BACA JUGA:PT BIIE dan Pemdes Teluk Sasah Kolaborasi Menyiapkan Tenaga Ahli Pengelasan

Dengan mengusung tema Together We Grow, kawasan BIE berkomitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama seluruh tenant, pekerja, serta pemangku kepentingan.

Acara ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, pertunjukan budaya dan makan siang bersama tenant dan mitra strategis dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Rayakan 31 Tahun, Bintan Industrial Estate Menuju Kawasan Industri Bertransformasi Digital dan Efisiensi Energi pertama kali tampil pada Kepri.