Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 1576

Stok Beras Pemerintah di Tanjungpinang Capai 3.000 Ton

0
Stok beras yang ada di gudang Bulog Tanjungpinang.f.ismail

batampos– Bulog Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia sebanyak 3.000 ton. Jumlah stok beras tersebut diklaim dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jelang perayaan Idul Adha.

Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq mengatakan kebutuhan beras di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebanyak 400 hingga 500 ton per bulannya. Sehingga beras yang tersedia di Gudang Bulog Tanjungpinang dapat bertahan hingga enam bulan kedepan.

“Estimasi kebutuhan beras di Pulau Bintan yakni Tanjungpinang dan Bintan sekitar 400-500 ton per bulan, sehingga untuk enam bulan ke depan masih aman,” kata Arief, Selasa (3/6).

Ia menerangkan, stok beras yang tersedia di gudang saat ini merupakan sisa beras impor dari luar negeri. Pihaknya juga bersedia menyalurkan CBP, jika sewaktu-waktu mendapat penugasan kembali dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

“Penyaluran CBP terakhir kali dilakukan pada Maret 2025. Setelah itu dihentikan sementara oleh Bapanas, sampai ada keputusan lebih lanjut,” tambahnya.

Selain Tanjungpinang dan Bintan, beras tersebut juga didistribusikan ke daerah Natuna, Anambas hingga Lingga. Bulog Tanjungpinang juga masih memiliki persediaan komoditas lain, seperti beras komersil premiun sebanyak dua ton, lalu gula 500 kilogram, minyak 600 liter, dan terigu 200 kilogram.

BACA JUGATiap Bulan Ada Saja Pemadaman Listrik dari PLN, Warga Mensanak:Sekarang Sudah Tahun 2025 Tapi Berasa Ditahun 1990

Bahan pangan tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idul Adha 1446 Hijriah, dengan harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku selama ini.

“Untuk harga beras bulog komersil premium Rp13 ribu per kilogram, kemudian gula pasir Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Rp14 ribu per liter, dan terigu Rp8 ribu per kilogram,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Stok Beras Pemerintah di Tanjungpinang Capai 3.000 Ton pertama kali tampil pada Kepri.

Tingkat Kematian Tertinggi Saat Arafah, Jemaah Haji Diimbau Tidak Keluar Tenda Siang Hari

0
Ilustrasi jamaah haji wukuf di Arafah. (Pixabay)

batampos – Wukuf di Arafah adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Rukun utama ini akan dilaksanakan besok, Kamis (5/6), bertepatan dengan 9 Dzulhijah.

Namun, di balik kemuliaan Arafah, terdapat tantangan serius yang tidak bisa diabaikan: suhu ekstrem dan kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia yang mayoritas lansia dan memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Anggota Amirul Hajj sekaligus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof Taruna Ikrar menegaskan bahwa tingkat kematian tertinggi jemaah haji Indonesia terjadi di fase Arafah–Muzdalifah–Mina (Armuzna). Oleh sebab itu, ia mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri keluar tenda pada jam-jam rawan.

“Suhu di Padang Arafah bisa mendekati 50 derajat Celsius. Bahkan dengan durasi waktu tertentu bisa lebih panas lagi,” kata Taruna saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Selasa (3/6).

Taruna mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem bisa memicu pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), menguras cairan tubuh, mempercepat denyut jantung, hingga meningkatkan risiko pingsan, serangan jantung, dan kematian mendadak, terutama bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, diabetes, jantung, stroke, atau penyakit ginjal.

“Jangan keluar dari tenda antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Cukup berdzikir, istighfar, mengaji. Pahalanya sama, bahkan lebih aman,” pesannya.

Dalam pandangan Taruna, antara iman dan ikhtiar harus berjalan seimbang. Keinginan untuk beribadah di luar tenda tidak boleh mengabaikan ancaman kesehatan. Apalagi, lebih dari 50 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia, banyak di antaranya berusia di atas 70 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

“Kalau dalam kondisi ekstrem begini, kata tidak diperbolehkan itu bukan cuma imbauan, tapi menjadi bagian dari syariat. Artinya, justru bisa berdosa kalau memaksakan diri dan membahayakan jiwa,” ujar Taruna.

Ia juga meminta jemaah dengan penyakit berat atau risiko tinggi agar tidak memaksakan diri mengikuti skema tanazul atau pergerakan berlebihan. “Tingkat kematian paling tinggi terjadi di tiga tempat ini, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Hampir 80 persen. Jadi, jangan dipaksakan,” katanya.

Peringatan ini bukan tanpa dasar. Data tahun-tahun sebelumnya mencatat lonjakan kematian jemaah terjadi saat wukuf di Arafah dan malam mabit di Muzdalifah dan Mina. Sebab itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia sudah menyusun langkah antisipatif, termasuk menyarankan jemaah tetap berdiam di tenda yang dilengkapi air conditioner dan pelayanan medis.

“Tidak ada bedanya pahala antara di luar dan di dalam tenda. Dalam kondisi ekstrem, melindungi jiwa adalah bagian dari ibadah itu sendiri,” tegas Taruna.

Selain tidak keluar tenda, jemaah juga diminta minum cukup air putih, tidak menunggu haus, dan menjaga asupan elektrolit. “Karena kekurangan cairan bisa membuat tekanan darah drop, jantung bekerja lebih berat, dan ujung-ujungnya bisa fatal,” ujarnya.

Taruna juga meminta jemaah lebih taat pada arahan petugas dan dokter. “Kami dari tim kesehatan bekerja keras, turun langsung ke lapangan, bukan hanya menunggu di klinik. Tapi kerja keras ini juga harus didukung kedisiplinan jemaah dalam menjaga diri,” tambahnya.

Taruna menyebut lima hari menuju puncak haji sebagai “fase kritis” yang membutuhkan kolaborasi spiritual dan medis secara maksimal. “Kami ikhlas bekerja untuk jemaah. Kami hanya mohon satu hal: lindungi diri, karena nyawa tidak bisa diganti,” tutupnya. (*)

Artikel Tingkat Kematian Tertinggi Saat Arafah, Jemaah Haji Diimbau Tidak Keluar Tenda Siang Hari pertama kali tampil pada News.

Jadwal Keberangkatan Lebih Banyak, Ini Harga Tiket KM Kelud dari Batam

0
Kapal KM Kelud saat merapat di Batam. (F.Rengga Yuliandra)

batampos – Kapal motor (KM) Kelud jadi moda transportasi laut andalan warga Batam yang ingin bepergian ke luar daerah. Kapal milik PT PELNI (Persero) ini menawarkan kenyamanan dan harga terjangkau, menjadikannya favorit bagi penumpang, terutama keluarga.

Salah satu daya tarik KM Kelud adalah harga tiket yang bersaing. Untuk rute Batam–Belawan, tiket kelas ekonomi dibanderol Rp 220.000 untuk dewasa, sedangkan kelas 1A Rp 683.000. Tiket untuk bayi hanya Rp 73.000. Sementara untuk rute Batam–Tanjung Priok, tiket kelas ekonomi dipatok Rp 513.000 untuk dewasa, jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi udara.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan harga tiket yang terjangkau, agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih mudah,” ujar Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, Selasa (3/6).

Baca Juga: Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Rilis Jadwal Keberangkatan dari Batam

Untuk mempermudah pemesanan tiket dan menghindari antrean, PT PELNI mendorong masyarakat menggunakan aplikasi PELNI Mobile. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play dan App Store, serta memungkinkan pengguna mengecek jadwal kapal secara real time.

“Kami imbau masyarakat memanfaatkan aplikasi ini agar proses pembelian tiket lebih praktis, apalagi menjelang libur sekolah biasanya terjadi lonjakan penumpang,” tutup Edwin.

Adapun jadwal KM Kelud berlayar yakni pada tanggal 4, 8, 11, 15, 18, 22, dan 25 Juni 2025, melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Belawan–Tanjung Priok (Jakarta). Jadwal keberangkatan tersedia dua kali dalam sehari, yakni pukul 10.00 WIB dan 20.00 WIB, tergantung rute dan operasional harian. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jadwal Keberangkatan Lebih Banyak, Ini Harga Tiket KM Kelud dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bruno Fernandes Tolak Tawaran Main di Al Hilal Meski Dirayu dengan Gaji Rp 15 Miliar Per Pekan

0
Bruno Fernandes tolak tawaran proposal Al-Hilal dan pilih bertahan di Manchester United (X: @fabrizioromano)

batampos – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes buka suara tentang mengapa dia menolak tawaran untuk pindah ke klub Arab Saudi, Al Hilal, dikutip dari Antara.

Berdasarkan laporan ESPN, Fernandes dikabarkan beberapa hari terakhir mempertimbangkan secara serius tawaran dari Al Hilal, yang siap memberinya gaji fantastis sekitar 700.000 poundsterling (Rp15 miliar) per pekan dengan kontrak selama tiga tahun.

Al Hilal juga bersedia membayar biaya sekitar 100 juta poundsterling (Rp2,2 triliun) kepada Manchester United. Klub Arab Saudi tersebut percaya diri tawarannya diterima, mengingat masalah finansial yang saat ini menimpa Setan Merah.

Namun, gelandang 30 tahun itu akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran menggiurkan tersebut dan memilih bertahan di Old Trafford.

“Akan mudah untuk pindah ke sana, bahkan beberapa pemain Portugal yang saya kenal main di sana. Namun, saya ingin bermain di level tertinggi dan bersaing untuk meraih gelar-gelar utama. Saya bisa melakukannya, dan saya masih ingin melakukannya. Saya sangat mencintai sepak bola,” ujar Fernandes yang dilansir Fabrizio Romano pada Rabu (4/6).

Fernandes juga telah berbicara dengan pelatih Ruben Amorim yang meminta dirinya untuk tidak pergi karena MU ingin membangun kembali tim di bursa transfer musim panas ini.

“Saya berbicara dengan pelatih Amorim. Dia meminta saya untuk tidak pergi. Manchester United tidak ingin menjual saya. Mereka tidak membutuhkan uang. Bila saya ingin pergi, mereka pasti akan mewujudkannya.“

Bruno Fernandes didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020 oleh Manchester United dan hingga kini menjadi pilar penting di dalam skuad The Red Devils. Pemain Portugal tersebut yang masih memiliki kontrak hingga musim panas 2027 itu.

Hampir lima tahun lebih berseragam Manchester United, Bruno Fernandes telah tampil sebanyak 290 pertandingan dan menyumbangkan 98 gol serta 86 assist dari total 24.660 menit bermain di berbagai ajang. (*)

Artikel Bruno Fernandes Tolak Tawaran Main di Al Hilal Meski Dirayu dengan Gaji Rp 15 Miliar Per Pekan pertama kali tampil pada Olahraga.

Timbulkan Efek Samping, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Bersamaan dengan Ikan

0
Ilustrasi mengonsumsi hidangan ikan. Ikan berminyak kaya dengan kandungan protein dan omega-3. (Diabetes.co.uk)

batampos – Ikan memberikan banyak manfaat kesehatan termasuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular, meningkatkan fungsi otak, dan mengurangi peradangan.

Namun, meskipun ikan merupakan tambahan bergizi untuk diet seimbang, memadukannya dengan makanan tertentu dapat menimbulkan efek samping.

Beberapa makanan yang dipadukan dengan ikan dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung, rasa tidak nyaman, dan masalah lainnya.

Dilansir English jagran, hindari konsumsi lima makanan ini bersamaan dengan ikan untuk menghindari potensi masalah kesehatan.

1. Makanan olahan atau gorengan

Memadukan ikan dengan makanan olahan atau gorengan dapat merusak manfaatnya bagi kesehatan.

Tingginya kadar lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan tersebut dapat merusak kesehatan kardiovaskular.

Kombinasi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan polong-polongan juga tidak cocok untuk dipadukan dengan ikan karena keduanya mengandung banyak protein yang memicu gas, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan.

3. Kopi
Kopi tidak boleh dipadukan dengan ikan karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Kafein dalam kopi juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan mengurangi manfaat asam lemak omega-3 pada ikan.

Kombinasi tersebut bisa memicu sakit perut, refluks asam, dan penurunan efisiensi pencernaan.

4. Produk susu

Produk olahan susu tidak boleh dipadukan dengan ikan karena dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung, sakit perut, dan rasa tidak nyaman.

Kombinasi ini juga dapat menyebabkan infeksi kulit dan alergi karena kandungan protein serta senyawa tinggi dalam susu dan ikan dapat memengaruhi pencernaan.

5. Buah citrus

Buah citrus tidak boleh dipadukan dengan ikan menghasilkan rasa atau tekstur yang tidak enak.

Kombinasi ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Keasaman dari buah citrus dapat mengubah profil rasa dan berpotensi menyebabkan masalah perut. (*)

Artikel Timbulkan Efek Samping, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Bersamaan dengan Ikan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Peresmian Nirup Westin, Nilai Investasi Rp 900 Miliar, Mimpi dari Pulau Kecil yang Kini jadi Ikon Wisata Dunia

0

Pulau Nirup merupakan daratan di tengah laut seluas 20 hektare. Dulunya, pulau ini tak berpenghuni. Hanya tumbuhan hijau khas tropis liar, yang bertemankan ombak dan angin. Namun kini, pulau kecil di Sekanakraya ini berdiri megah menjadi destinasi wisata berkelas dunia.

***

Owner Pulau Nirup, Hartono dan istri. F Chahaya Simanjuntak/batampos

BANGUNAN megah menjulang. Dinding atap bertuliskan Westin. Dengan lambaian puluhan pohon kelapa dan tumbuhan hijau khas kepulauan menjadi wajah Pulau Nirup yang diresmikan Selasa (3/6).

Kapal cepat yang kami tumpangi mendekat. Dari atas Marina, Hartono, pengusaha yang mengembangkan pulau Nirup, beserta istrinya, Elfa Susanti menyambut.

Mengenakan kemeja batik bermotif burung berbahan dasar hitam, Hartono menyapa hangat. “Selamat datang di Pulau Nirup. Terima kasih atas pemberitaannya dan dukungannya selama ini dalam mendukung pengembangan tempat ini,” ujarnya.

Pulau Nirup kini menjadi destinasi wisata baru berkelas internasional di Batam. Memiliki satu resort yakni The Westin Nirup Island Resort and Spa. Hotel premium grup dari Marriott Internasional.

BACA JUGA: Pulau Nirup Dibuka, 60 Persen Pekerja Tempatan

Hartono menyebutkan, dipilihnya hotel ini hadir di Nirup, karena namanya yang sudah besar sebagai salah satu hotel dan resort berjaringan terbaik di dunia.

F. nirupisland.com
Pulau Nirup, Belakangpadang yang berjarak 8 mil laut dengan Singapura, dilengkapi berbagai fasilitas mulai hotel mewah, vila air, pusat makanan laut, dan olahraga air.

“Westin itu besar. Jaringannya kuat, terbaik di dunia dengan 200 juta member secara global. Menghadirkannya di Nirup bukanlah hal yang mudah. Tapi akhirnya bisa. Setelah Jakarta dan Bali, kini Westin hadir di Kepri dan di sini, di Pulau Nirup,” ujar Hartono.

The Westin Nirup ini, menjadi simbol transformasi kawasan pesisir yang dulunya terpinggirkan, menjadi destinasi wisata dan harapan ekonomi baru di Kepri.

Bukan tanpa alasan Hartono mengembangkan Pulau Nirup ini. Tak sekadar proyek bisnis, Westin Nirup ini adalah wujud mimpi panjang Hartono.Pria kelahiran Belakangpadang, 67 tahun lalu ini mendadak mengenang masa kecilnya. Masa kecilnya, ia kategorikan sebagai orang susah.

Semasa muda, ia harus berjibaku berjualan beras dan gula untuk bertahan hidup di Batam, 1980-an. “Pada usia 22 tahun, saya mulai membuka pergudangan di kawasan Seraya. Pekerjaan saya di sana itu, prosesnya nggak gampang, tapi saya terus bekerja,” ujarnya.

Pada usia 28 tahun, Hartono menikah dengan istrinya Elfa Susanti. Bersama istrinya ia mulai menjalankan usaha bisnis pergudangan, properti, dan hingga kini sukses mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di bawah naungan Citra Buana Prakarsa Group yang dia bangun dari nol, termasuk PT Tritunas Sinar Benua, yang membidangi pengembangan Pulau Nirup ini.

Kini, di usia matang dan pengalaman bisnis puluhan tahun, Hartono atau yang dikenal juga dengan Akau ini hadir bukan hanya sebagai pengusaha, tapi juga penggerak perubahan sosial.

“Ini tujuan hidup saya. Memberdayakan warga kampung di sini untuk mendapat pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Sebanyak 70 persen dari sekitar 200 pekerja di Nirup adalah warga tempatan dari berbagai pulau di sekitarnya. Ia tak menuntut keahlian tinggi dari warga, hanya satu syarat. “Yang penting mau belajar,” tegasnya.

“Saya mengembangkan Nirup ini, salah satu tujuan utamanya yaitu mempekerjakan orang kampung (warga tempatan,red) dari berbagai pulau di sekitar sini. Saya terima mereka, dengan bekerja, mereka akan mendapat pengalaman dan paham dunia pariwisata dan perhotelan, yang penting mau belajar. Dengan begitu mereka tidak tertinggal lagi dan bisa memperbaiki taraf hidupnya,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: The Westin Resort & Spa Hadir di Pulau Nirup, Destinasi Wisata Mewah Batam Hanya 20 Menit dari Singapura

“Kalau untuk diri sendiri, saya sudah merasa cukup. Tapi saya tak mau berhenti di sini saja. Sudah saatnya saya membangun kampung,” tambahnya.

Senada dengan Hartono, Jimmi Ho, Komisaris PT Tritunas Sinar Benua juga menyebutkan komitmennya memberdayakan warga lokal tak hanya berhenti di tenaga kerja. Melainkan, kerjasama para pengusaha dan investor untuk membangun pulau-pulau di sekitar Nirup, dengan begitu wisata bahari Kepri semakin berwarna pun menjadi harapannya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirasasi Todotua Pasaribu dan Wako Batam Amsakar Achmad.

Selain itu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun dilibatkan dalam ekosistem pariwisata di Nirup ini. “Bukan hanya sekedar mengembangkan bisnis, tapi ini menjadi warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Pembukaan Westin Nirup menjadi momentum penting bagi Jimmi, yang menyebutkan ayahnya, Hartono sebagai sosok yang dia hormati dan dianggap sebagai guru.”Ini bukan perjalanan yang mudah. Ini berawal dari mimpi Hartono ingin menjadikan Kepri, melalui Pulau Nirup sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berkelas dunia,” ujarnya.

“Hartono, papa saya, menjadi orang yang pertama melihat potensi Pulau Nirup. Yang hanya awalnya pulau dengan tanaman hijau, ombak dan angin.Di saat orang melihat keterbatasan, beliau melihat kemungkinan. Nirup bukan hanya dibangun dengan baja, tapi juga dengan hati. Dan ini menjadi perwujudan mimpi papa saya,” tambahnya.

Pulau Nirup dikembangkan menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, inklusif, dengan fokus pengembangan wisata hijau dengan nilai yang cukup fantastis. “Nilai investasinya di angka Rp 900 miliar,” ujar Jimmi.

BACA JUGA: Pelabuhan Pulau Nirup Diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Walikota Batam, Amsakar Achmad menyebutkan, hadirnya Pulau Nirup ini memberi warna bagi iklim pariwisata di Batam.

“Pulau Nirup kini menjadi wajah baru dunia pariwisata Batam di mata dunia. Dengan akses mudah dari Batam dan jarak dekat dari Singapura dan Malaysia, kawasan ini menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah kunjungan wisman pada 2024 lalu sebanyak 1,4 juta orang, sedangkan wisnus sebanyak 3 juta orang ke Batam. Dengan hadirnya Nirup, diharapkan terjadi peningkatan jumlah kunjungan.

“Kontribusi sektor pariwisata sangat signifikan terhadap PAD Batam. Masuk dalam lima besar penyumbang pendapatan kota ini. Hadirnya Nirup, saya berharap bisa membuat iklim investasi dari sektor pariwisata semakin meningkat. Dan saya harap juga, bisa memperpanjang masa tinggal turis dan meningkatkan devisa,” ujarnya.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara yang meresmikan pembukaan Westin Nirup, menyebutkan, Pulau Nirup menjadi etalase negeri di wilayah perbatasan. “Westin Nirup menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan yang memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan negara,” ungkapnya.

Dilihat dari sisi transmigrasi, Westin telah mendorong mobilisasi warga dari perkotaan untuk bekerja di kawasan sepi penduduk. “Mempekerjakan orang dari Batam ke Pulau Nirup ini, tinggal di sini, sudah menjadi bagian dari transmigrasi. Membangun pulau kecil bernilai investasi terhadap pendapatan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu menegaskan, investasi seperti Nirup adalah bagian dari strategi nasional dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Bertambah lagi satu investasi hadir di Indonesia. Terima kasih Westin, telah hadir di Kepri. Kepri dan Batam ini punya banyak potensi gugusan pulau. Jimmi dan Hartono, ayah dan anak, adalah orang yang bisa melihat potensi pulau-pulau ini. Nirup masuk dalam target pertumbuhan ekonomi delapan persen,” ungkapnya.

Ia menyoroti, Kepri, khususnya Batam, menyumbang 65 persen realisasi investasi nasional dengan 32 industri manufaktur dan juga industri pariwisata baru di Nirup. “Batam ini kota favorit saya. Nirup ini adalah bukti nyata bagaimana sektor pariwisata menjadi kontributor penting dalam mendorong investasi,” ujar Todotua.

Todotua pun berjanji, pemerintah pusat harus mengubah mindset, dimana investasi harus dilakukan secara berkesinambungan, jangka panjang, dan terukur ke depannya dengan memberi banyak insentif dan kemudahan perizinan bagi para investor yang mau membangun Indonesia, khususnya di Batam dan Kepri.

“Indonesia sudah ketinggalan dari Vietnam dalam capaian pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. Saya berharap dengan adanya Nirup, bisa mendorong sektor pariwisata Indonesia bisa bertumbuh. Apalagi Kepri ini punya potensi yang sangat besar, memiliki gugusan pulau yang indah dan siap bangun,” ungkapnya.

Westin Nirup menjadi resort mewah kelima yang ada di Indonesia setelah Jawa dan Bali. Hadir dengan 94 kamar dengan suite yang luas, dan juga 52 unit vila pribadi, The Westin Nirup Island Resort and Spa ini, memadukan kenyamanan premium dengan ketenangan alam yang menawarkan konsep fully getawat dari kesibukan kota.

“Saya sangat excited untuk melakukan hal yang lebih di pulau (Nirup,Red) ini. Westin hadir dengan mengembangkan konsep destinasi hijau yang mengusung pilar utama kesejahteraan yakni Sleep Well, Eat Well and Move Well. Kami mendukung seluruh tamu yang stay di sini dalam mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran dengan keindahan khas alam kepulauan, untuk bermanfaat bagi Indonesia, Batam, dan komunitas,” ujar Wakil Presiden Marriott International Regional Indonesia dan Malaysia, Ramesh Jackson.

BACA JUGA: Pelabuhan Khusus Pariwisata dan Yach di Pulau Nirup Diresmikan

Pulau Nirup berada di Sekanakraya, hanya 13 kilometer dari Pulau Sentosa, yang dapat diakses 20 menit menggunakan feri dari Harbour Front, Singapura atau 40 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, Batam.

Peresmian Westin Nirup ini ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Walikota Batam Amsakar Achmad. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, perwakilan konsuler Singapura Bynes Liau, mantan Menpan RB yang juga pengusaha Batam Asman Abnur, Asmin Patros, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hassan, Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata, dan sejumlah pejabat, investor, dan tamu undangan lainnya. (*)

Reportr: Chahaya

Artikel Peresmian Nirup Westin, Nilai Investasi Rp 900 Miliar, Mimpi dari Pulau Kecil yang Kini jadi Ikon Wisata Dunia pertama kali tampil pada Metropolis.

Atasi Konflik Lahan, Ria Saptarika: Win-Win Solution Kunci di Baloi Kolam

0
Anggota DPD RI, Ria Saptarika. (Arjuna)

batampos – Kisruh investasi dan konflik lahan di kawasan Baloi Kolam, Kota Batam, terus bergulir tanpa solusi tuntas. Kali ini, sorotan datang dari anggota DPD RI Dapil Kepri, Ria Saptarika.

Dia menyampaikan ketimpangan antara kepentingan pengusaha dan warga penghuni rumah liar (ruli) yang telah lama menetap di kawasan tersebut.

Menurut Ria, warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di atas lahan di Baloi Kolam tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka juga memiliki hak moral untuk mendapatkan penghargaan atas keberadaan mereka, termasuk dalam bentuk saguhati atau kompensasi yang layak jika digusur demi kepentingan investasi.

“Kalau mereka sudah mendiami lahan itu sedemikian lama, ya tentu ada hak juga untuk mendapat semacam saguhati. Tidak bisa semata-mata langsung digusur tanpa ada keadilan,” katanya, Senin (2/6).

Baca Juga: Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Rilis Jadwal Keberangkatan dari Batam

Di sisi lain, ia menyoroti bagaimana para pengusaha pemilik lahan dengan mudah masuk dan menguasai area yang luas karena tergabung dalam konsorsium besar. Namun, semua punya hak, dan pemerintah harus jadi penengah.

“Saya kira ini harus win-win solution, itu jadi kuncinya. Kalau ada ganti rugi, ya ganti ruginya juga harus memadai dan manusiawi,” katanya.

Ia mengamini bahwa para pengusaha telah membayar kewajiban seperti Uang Wajib Tahunan (UWT) kepada BP Batam. Karena itu, legalitas mereka tidak bisa diabaikan, tetapi bukan berarti hak sosial masyarakat digugurkan begitu saja.

“Perusahaan sudah bayar UWT, itu memang harus kita hormati. Tapi di sisi lain, warga yang sudah bertahun-tahun tinggal juga tidak bisa dikesampingkan. BP Batam harus hadir sebagai penengah,” ujar Ria.

Ia pun menyayangkan sikap pasif BP Batam yang dinilai membiarkan konflik antara sesama warga, serta pengusaha berlangsung tanpa penyelesaian. BP Batam seyogyanya harus aktif menjembatani kepentingan kedua belah pihak.

Baca Juga: Pendaftaran SPMB Jalur Afirmasi Dibuka hingga 10 Juni

“BP Batam tidak bisa diam. Harus ada peran aktif untuk membujuk warga agar bisa menerima saguhati yang selayaknya dan memastikan pengusaha juga tidak sewenang-wenang,” ujarnya.

Menurut Ria, transparansi dan komunikasi adalah kunci utama agar konflik tidak berlarut. Ia mendesak BP Batam segera turun ke lapangan, membuka dialog dengan warga, serta menetapkan standar kompensasi yang adil dan transparan.

“Jangan sampai pembangunan dilakukan dengan cara-cara yang menyakiti hati rakyat. Pemerintah dan lembaga pengelola harus jadi pelindung semua, termasuk ke investor, bukan hanya berpihak pada satu sisi saja,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Atasi Konflik Lahan, Ria Saptarika: Win-Win Solution Kunci di Baloi Kolam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Minggu 80 Persen Unit Terjual, AURUM Diburu Pembeli

0
Peluncuran Aurum beberapa waktu lalu. f.ist

batampos– Batam tetap menjadi destinasi wisata favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sepanjang 2024 hingga awal 2025, kunjungan wisatawan asing ke Batam meningkat lebih dari 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Wisatawan dari Singapura dan Malaysia tetap mendominasi, menjadikan Batam tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga magnet rekreasi yang terus tumbuh dinamis.

Tren ini mengindikasikan permintaan tinggi terhadap kawasan hiburan dan komersial baru yang mampu menampung lonjakan aktivitas ekonomi dan pariwisata.

BACA JUGA: Properti Katalisator Pertumbuhan Ekonomi dan Gaya Hidup, Tana Group Hadir dengan Pendekatan Inovatif

Salah satu kawasan perumahan yang diburu pembeli saat ini adalah AURUM, yang dikembangkan oleh TANA Group. Launching dilakukan 16 Mei 2025, di atas lahan seluas 20 hektare di kawasan Bengkong.

Proyek ini dikembangkan sebagai “Urban Hub”, yakni pusat bisnis, hiburan, dan gaya hidup yang buka sepanjang hari.

TANA Group memperkenalkan konsep SOBIZ (Shop-Office-Business) pada AURUM – unit bangunan tiga lantai multifungsi yang memadukan toko, kantor, dan ruang usaha dalam satu tempat.

Setiap unit SOBIZ dirancang dengan luas bangunan sekitar 205–248 meter persegi serta akses terpisah untuk fungsi-fungsi berbeda, menjadikannya konsep baru di Indonesia.

Soft launching AURUM berlangsung meriah pada 16 Mei 2025 di Angel’s Wing, Bengkong, Batam. Acara tersebut dihadiri lebih dari 350 orang undangan, termasuk agen properti ternama, perwakilan perbankan, notaris, dan investor.

BACA JUGA: Kepala BP Batam Buka REI EXPO 2025 : Industri Properti Multiplier Effect Bagi Ekonomi Batam

Menurut penyelenggara, jumlah peserta ini melebihi ekspektasi, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap proyek ini. Para tamu undangan mendapatkan penjelasan detail tentang konsep 24/7 Urban Hub, tipe unit, serta fasilitas unggulan AURUM selama acara berlangsung.

Dua minggu pasca soft launching, TANA Group melaporkan bahwa penjualan tahap I AURUM telah mencapai 80% dari total 130-unit yang ditawarkan. Persentase ini melampaui target awal perusahaan.

Manajemen TANA Group menargetkan seluruh unit tersebut akan terjual habis dalam dua minggu ke depan jika tren penjualan saat ini terus berlanjut.

Dari komposisi pembeli yang tercatat, sekitar 70% pembeli merupakan pemilik usaha yang akan langsung menjalankan bisnis di kawasan AURUM, sedangkan 30% sisanya adalah investor properti. Keberagaman pembeli ini dianggap menegaskan tingginya kepercayaan pasar terhadap proyek AURUM.

“Kami sangat senang dengan antusiasme pasar terhadap AURUM. Penjualan unit sudah melampaui target, dengan 80% unit tahap pertama terjual dalam dua minggu sejak soft launching. Pencapaian ini jauh melebihi target awal, dan kami optimistis AURUM akan habis terjual dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Francesca Margati, Direktur TANA Group.

Manager Marketing AURUM, Candra Wijaya, menambahkan, keberhasilan penjualan ini didukung oleh dua segmen pembeli utama: sekitar 70% pemilik usaha langsung dan 30% investor. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap konsep AURUM sebagai pusat bisnis dan hiburan yang lengkap dan inovatif.

Fasilitas dan Daya Tarik AURUM

Lokasi AURUM yang strategis di Bengkong memungkinkan akses mudah ke Singapura dan Malaysia. Infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan utama dan flyover di sekitar Bengkong semakin menguatkan konektivitas area ini. Kawasan AURUM dilengkapi dengan fasilitas lengkap yang menjadi daya tarik utama pembeli.

Di sini terdapat danau buatan Aurumqua seluas 2 hektar, air mancur menari Aurum Dancing Fountain yang menawan dan canggih, dan konsep restoran terapung Aurum Float ‘N’ Dine. Selain itu, instalasi seni publik Arumi Iconic Art dan tata cahaya canggih Aurum Urban Lights menambah kesan modern.

Area pejalan kaki Aurum Groove Promenade, jalur jogging Aurum Loop sepanjang 1,3 km, dan ruang terbuka Aurum Open Plaza melengkapi beragam fasilitas rekreasi di kawasan ini.

BACA JUGA: Batam Masih Menjadi Pilihan Terbaik untuk Miliki Properti

Tipe Unit SOBIZ dan Harga

Unit komersial di AURUM dikemas dalam konsep SOBIZ. Terdapat tiga tipe utama: SOBIZ Prime, SOBIZ Suite, dan SOBIZ Volto, masing-masing tersedia dalam varian standar dan corner (hook). Unit SOBIZ Prime (standard/corner) memiliki luas tanah sekitar 85–102 m² dengan luas bangunan 248–255 m².

SOBIZ Suite berukuran tanah 80–96 m² dengan bangunan 205–235 m², sedangkan SOBIZ Volto berluas tanah 80–96 m² dan bangunan 205–230 m². Harga jual unit-unit AURUM tersebut dimulai dari sekitar Rp2 miliaran hingga Rp3 miliaran.(*)

Reporter : ALFIAN LUMBAN GAOL

Artikel Dua Minggu 80 Persen Unit Terjual, AURUM Diburu Pembeli pertama kali tampil pada Metropolis.

Ada Tambahan Bansos Rp 200 Ribu untuk Warga Miskin, Presiden Prabowo Wanti-Wanti Jangan Salah Sasaran

0
Mensos Saifullah Yusuf. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos – Pemerintah berupaya mendongkrak ekonomi dengan menyiapkan stimulus sebesar Rp 24,44 triliun. Dana itu akan dikucurkan pada Juni hingga Juli 2025. Salah satunya untuk memberikan penambahan dana bantuan sosial (bansos).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, paket stimulus diberikan agar ekonomi dapat dijaga momentumnya dan stabilitas perekonomian bisa terus diperkuat.

Adapun stimulus itu ada lima paket. Yaitu, diskon transportasi, diskon tarif tol, tambahan bansos, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Terkait tambahan bansos, rencananya diberikan kepada kelompok rentan dan miskin sebesar Rp 200 ribu untuk dua bulan. Targetnya, 18,3 juta penerima sasaran dari program kartu sembako.

Karenanya, selain menerima bantuan tunai tersebut, penerima sasaran juga akan mendapatkan 10 Kg bantuan beras gratis untuk dua bulan. Total anggarannya yang disediakan mencapapi Rp 11,93 triliun.

Terkait hal itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mewanti-wanti agar bansos yang diberikan tepat sasaran. Oleh karena itu, penyaluran bansos kini sepenuhnya akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri yang biasa disapa Gus Ipul itu mengakui, selama ini terdapat beberapa program yang ditengarai kurang tepat sasaran. Hal ini mengacu pada data dari Dewan Energi Nasional (DEN) terkait Potensi Efisiensi jika Subsidi dan Bansos Tepat Sasaran.

“Misalnya seperti program keluarga harapan dan sembako, ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran,” tuturnya.

Hal ini yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh presiden usai dilantik. Dia menginstruksikan agar sejumlah kementerian dan lembaga untuk melakukan konsolidasi data dengan ditengahi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Setelah 3 bulan lebih konsolidasi dan uji petik, akhirnya Indonesia memiliki satu data terintegrasi secara resmi.

DTSEN selanjutnya dikukuhkan melalui Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025. “Dari sini, DTSEN wajib dijadikan pedoman bagi siapapun yang ingin menyalurkan bantuan pemerintah, baik kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Berdasarkan konsolidasi data tersebut, Kemensos pun dalam rangka menyalurkan bansos pada triwulan ke-II akan sepenuhnya menggunakan DTSEN. Dalam prosesnya, dilakukan pula ground-checking untuk menemukan inclusion dan exclusion errors.

“Dari hasil ground-checking ada 1,8 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bansos, red), tapi selama ini dapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat,” paparnya. Ke depan DTSEN juga akan terus dimutakhirkan. Pemutakhiran bakal dilakukan secara berkala tiap tiga bulan sekali. (*)

Artikel Ada Tambahan Bansos Rp 200 Ribu untuk Warga Miskin, Presiden Prabowo Wanti-Wanti Jangan Salah Sasaran pertama kali tampil pada News.

14 Barang Bukti Dimusnahkan Jaksa, Ada Dari Perkara Judi dan Pembunuhan Berencana

0
Jaksa menunjukkan sejumlah barang bukti yang sudah berkuatan hukum untuk dimusnahkan. f.ihsan

batampos– Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas memusnahkan barang bukti perkara semester dua tahun 2024 dan semester pertama tahun 2025.

Barang bukti yang dimusnahkan ini sudah memiliki kekuatan hukum dari Pengadilan Negeri (PN).

Dari pantauan batampos, terdapat 14 barang bukti yang dimusnahkan dengan perkara antara lain pencabulan, judi, pembunuhan dan narkotika.

BACA JUGA: Komplotan Pengedar Sabu Berhasil Diamankan, Bandar Tanam Barang Bukti di Kebun Pisang

“Untuk narkotika, kita musnahkan sabu seberat 0,15 gram. Kemudian, perjudian, dimusnahkan handphone yang digunakan terdawak dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Anambas, Bayu Indra Sukma, Selasa, (3/6).

Sedangkan perkara pencabulan, barang buktinya dimusnahkan dengan cara dibakar yang disaksikan oleh pejabat penting di Anambas.

Bayu menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti ini telah sesuai Pasal 30 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Kita lakukan pemusnahan dengan cara terbuka yang disaksikan beberapa kalangan dari Pemkab Anambas dan awak media. Ini merupakan wujud kita dalam transparansi perkara,” pungkas Bayu. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel 14 Barang Bukti Dimusnahkan Jaksa, Ada Dari Perkara Judi dan Pembunuhan Berencana pertama kali tampil pada Kepri.