Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 1577

Pulau Nirup Diresmikan Jadi Destinasi Wisata Baru Kepri, Investasi Capai Rp 900 Miliar

0
AERIAL Pulau Nirup denganThe Westin Nirup Island Resort & Spa sebagai satu-satunya hotel dan resort yang Hadir di objek Wisata ternary di Kepri. F Marriott International untuk Batam Pos

Batampos –  Pulau Nirup dulunya hanya daratan kosong tak berpenghuni seluas 20 hektare. Kini, menjelma menjadi ikon wisata internasional, destinasi wisata baru di Kepri. Dengan investasi senilai Rp 900 miliar, pulau ini kini berdiri megah dengan hadirnya The Westin Nirup Island Resort and Spa Batam, resort mewah dari jaringan Marriott International.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, disaksikan Walikota Batam Amsakar Achmad, Selasa (3/6/2025).

Hartono, pengusaha asal Belakangpadang yang kini sukses membangun gurita bisnis melalui Citra Buana Prakarsa Group, adalah sosok di balik transformasi besar ini. “Ini mimpi masa kecil saya yang jadi kenyataan,” ungkap Hartono, yang memulai karier dari menjual beras dan gula di tahun 1980-an.

Pulau Nirup kini bukan sekadar resort. Sebanyak 70 persen dari sekitar 200 pekerjanya berasal dari pulau-pulau sekitar. Hartono menyebut, proyek ini juga bertujuan meningkatkan taraf hidup warga tempatan melalui pariwisata. “Yang penting mereka mau belajar,” ujarnya.

Komitmen sosial ini juga didukung Komisaris PT Tritunas Sinar Benua, Jimmi Ho, yang menyebut pengembangan ini sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Walikota Batam Amsakar Achmad, menyambut positif kehadiran Nirup sebagai wajah baru pariwisata Kepri. Ia berharap jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, akan terus meningkat. “Kontribusi sektor pariwisata signifikan terhadap PAD Batam. Nirup akan memperkuat daya saing kita,” ujarnya.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menilai, investasi Nirup sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut Batam menyumbang 65 persen realisasi investasi nasional, dan Nirup menjadi bukti kekuatan sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

The Westin Nirup hadir dengan 94 kamar dan 52 vila, mengusung konsep keseimbangan tubuh dan pikiran dalam nuansa alam kepulauan. Resort ini menjadi lokasi strategis, hanya 20 menit dari Singapura dan 40 menit dari Harbour Bay, Batam. Diharapkan menjadi destinasi unggulan baru Indonesia di kancah global. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Pulau Nirup Diresmikan Jadi Destinasi Wisata Baru Kepri, Investasi Capai Rp 900 Miliar pertama kali tampil pada Lifestyle.

114 Akun Selesaikan Pendaftaran Jalur Afirmasi SD di Hari Kedua

0
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto. (F.Arjuna)

batampos – Hari kedua pelaksanaan pendaftaran jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Batam tahun ajaran 2025/2026 telah berlangsung pada Selasa (3/6). Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 114 akun telah menyelesaikan seluruh proses pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa dari total 1.151 akun yang sudah terdaftar dalam sistem, sebanyak 1.037 akun telah melakukan login, dan 114 akun di antaranya telah menyelesaikan proses pendaftaran dan memilih sekolah.

“114 akun ini sudah menyelesaikan berkas dan sudah memilih sekolah tujuan,” ujarnya, Selasa (3/6).

Tri menyampaikan bahwa meskipun pendaftaran jalur afirmasi telah memasuki hari kedua, masih ada orang tua yang datang ke posko untuk menanyakan kelengkapan berkas, terutama terkait kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, jumlahnya tidak sebanyak hari pertama.

“Masih ada (yang datang), tapi tak banyak,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan ke Posko SPMB di Gedung Gurindam cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan sistem layanan, di mana proses seperti pengaturan ulang (reset) kata sandi kini bisa dilakukan langsung di sekolah masing-masing.

“Kalau dulu reset password harus di Gedung Gurindam, sekarang bisa langsung di sekolah. Jadi tidak terlalu ramai lagi di sini,” jelasnya.

Untuk jalur afirmasi tingkat SD, Disdik Batam menyediakan kuota sebesar 15 persen dari total daya tampung yang tersedia di seluruh sekolah negeri, atau sekitar 2.496 siswa. Proses pendaftaran jalur afirmasi akan berlangsung hingga 10 Juni 2025. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025.

Setelah jalur afirmasi selesai, pendaftaran akan dilanjutkan dengan jalur domisili dan mutasi yang dibuka mulai 11 hingga 15 Juni 2025. Hasil seleksi jalur ini akan diumumkan pada 17 Juni 2025, dan peserta yang lolos diminta untuk melakukan daftar ulang pada 17 hingga 19 Juni 2025.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di SDN 009 Batuaji menunjukkan suasana yang relatif sepi. Hingga siang hari di hari kedua pendaftaran jalur afirmasi ini, belum terlihat orang tua calon murid yang datang ke sekolah tersebut.

“Sejauh hari ini belum ada yang datang,” ujar salah seorang guru di sekolah yang berada di kawasan Tanjung Uncang tersebut.

Sebagai informasi, jalur afirmasi dalam SPMB ditujukan untuk calon peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu dan terdaftar dalam program bantuan pemerintah, seperti PKH dan DTKS. Jalur ini menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 114 Akun Selesaikan Pendaftaran Jalur Afirmasi SD di Hari Kedua pertama kali tampil pada Metropolis.

Covid-19 Merebak Lagi, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran, Minta Masyarakat Ketatkan Protokol Kesehatan

0
Ilustrasi Covid-19. Dado Ruvic/Reuters/Antara

batampos – Tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami lonjakan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk mengantisipasi lonjakan penyakit Covid-19 di Tanah Air.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menjelaskan SE itu dikeluarkan untuk mewaspadi merebaknya kasus Covid-19.

“Sampai saat ini kan Kementerian Kesehatan mengeluarkan edaran untuk seluruh dinas kesehatan yang ada di Indonesia. Ini bentuk kewaspadaan,” kata Hasan Nasbi di kantornya, Jakarta, Selasa (3/6).

Ia tak memungkiri, di beberapa negara kawasan Asia, seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura terdapat peningkatan lonjakan kasus Covid-19. Ia tak memungkiri, lonjakan kasus Covid-19 juga menyasar Indonesia.

“Di negara kita juga ditemukan beberapa kasus positif. Yang tertinggi mungkin minggu kemarin 3,68 persen positivity rate-nya,” ungkap Hasan.

“Jadi kalau dari 100 orang diuji spesimennya, ada 3,68 persen atau hampir 4 orang yang terindikasi positif,” sambungnya.

Karena itu, Hasan mengimbau masyarakat untuk kembali mengetatkan protokol kesehatan. Hal itu dengan melakukan mencuci tangan dan menggunakan masker, jika mengalami flu atau sedang tidak enak badan.

“Supaya tidak menulari orang lain,” tegasnya.

Sementara, pada hari ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta. Budi mengaku membahas tren peningkatan Covid-19 dengan Presiden Prabowo Subianto.

“(Soal) Covid-19. Lebih ke situ,” ujar Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Budi mengamini, tren peningkatan Covid-19 dialami negara-negara lain. Menurutnya, melonjaknya Covid-19 berasal dari subvarian Omicron JN.1. Namun, ia mengimbau masyarakat di Tanah Air tidak perlu khawatir, mengingat mayoritas rakyat sudah menjalani vaksinasi.

“Memang di luar negeri naik, tetapi itu variannya, subvarian dari Omicron,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Covid-19 Merebak Lagi, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran, Minta Masyarakat Ketatkan Protokol Kesehatan pertama kali tampil pada News.

4 Meja Penjual Martabak Diangkut Pencuri

0
Pencurian meja milik pedagang terekam CCTV. F. Tangkapan layar

batampos– Sebanyak empat meja milik pedagang martabak yang biasa berjualan di Jalan MT Haryono Batu 3 Tanjungpinang diangkut pencuri, Minggu (1/6). Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) tempat olahraga Fitcore Gym.

“Saya kaget pas pagi, tiga meja milik pedagang martabak yang biasanya tersusun rapi, sudah tidak ada,” kata Yoga karyawan Fitcore Gym, Selasa (3/6).

Setelah melihat kondisi itu, Yoga bersama rekan kerjanya memeriksa CCTV. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang laki-laki bertubuh gempal mengenakan kaos putih, mengendarai sepeda motor melakukan aksi pencurian meja.

BACA JUGA: Pencuri Motor yang Diamuk Warga di Bintan, Ternyata Sudah Beraksi di Tiga Tempat

Dalam rekaman tersebut, laki-laki tersebut tampak dengan tenang mengangkat meja satu persatu ke atas keranjang sepeda motornya.

“Dia membawa keranjang di motornya dan mencuri meja satu per satu. Dia sempat mencoba mengambil kursi, tapi tidak jadi karena keranjang tidak muat ,” ungkapnya.

Menurut Yoga, total meja milik pedagang yang hilang saat itu adalah tiga unit. Pekan lalu satu meja lainnya juga hilang diangkut pencuri.

“Belum tahu juga apakah pedagang martabak telah melaporkan kejadian ini ke polisi,” tutupnya. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel 4 Meja Penjual Martabak Diangkut Pencuri pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Dugaan Korupsi Pelabuhan Batuampar Belum Ada Nilai Kerugiaan

0
Ditkrimsus Polda Kepri melakukan penggeledaan kantor Pusat perencanaan program strategis BP Batam terkait dugaan kasus korupsi, Rabu (19/3). F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Kasus dugaan tindak pidana korupsi Pelabuhan Batuampar yang ditangani Ditkrimsus Polda Kepri masih dalam proses penyidikan. Penyidik dugaan korupsi itu, juga belum menetapkan tersangka, dengan alasan nilai kerugiaan negara dari BPK belum keluar.

AKBP Braiel Arnold Rondonuwu POLDA Tipikor mengatakan penanganan kasus dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah itu masih proses. Dimana masih pemeriksaan saksi dan lainnya.

“Untuk penyidikan perkara masih proses,” ujar Braiel, Selasa (3/6).

Disinggung terkait penetapan tersangka dan nilai kerugiaan negara. Ia tegaskan belum keluar dari BPK, sehingga belum bisa untuk penetapan tersangka.

“Masih proses perhitungan BPK,” tegasnya.

Diketahui, tim Ditkrimsus Polda Kepri telah menanggani dugaan korupsi sejak Februari lalu. Bahkan pada Maret 2025, tim Polda Kepri juga melakukan pengeledahan di Kantor BP Batak, bahkan memeriksa mantan Kepala BP Batam Muhammad Rudi beserta beberapa Deputi BP Batam.

Kasi penkum kajati Kepri, Yusnar Yusuf mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima berkas penyidikan dari polda kepri. Padahal SPDP sudah diterima sejak Februari.

“Kami belum terima berkas, hanya spdp yang kami terima pada akhir Februari. Intinya kami masih menunggu,” pungkasnya.

Diketahui, pada Rabu (19/3), penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penggeledahan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam. Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya pendalaman atas dugaan korupsi dalam proyek yang semula dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi logistik di wilayah perbatasan tersebut.

Secara terpisah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri telah mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian pada akhir Februari lalu. Dalam SPDP tersebut, tercantum tujuh nama terlapor, yakni AM (aparatur sipil negara di BP Batam), IAM, IMS, ASA, AH, IS, dan NVU, yang diketahui merupakan gabungan dari pegawai BUMN dan pihak swasta.

Meskipun SPDP telah diterbitkan, ketujuh orang tersebut masih berstatus sebagai terlapor dan belum ditetapkan sebagai tersangka secara resmi.

Sebagai informasi, proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar adalah bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang di Batam. Namun, pelaksanaannya yang terhenti di tengah jalan menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan anggaran, yang kini tengah dalam proses penyidikan aparat penegak hukum. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kasus Dugaan Korupsi Pelabuhan Batuampar Belum Ada Nilai Kerugiaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral di Medsos, Polisi Akui Belum Terima Laporan soal Skandal Jual Beli Obat Aborsi

0
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri mengakui belum menerima laporan terkait adanya skandal jual beli obat aborsi. Dugaan jual beli obat tersebut sempat viral di media sosial.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi mengatakan bahwa ia memang telah menerima informasi terkait adanya dugaan pencatutan nama dokter yang digunakan oleh oknum bidan untuk menjual obat aborsi.

Kendati demikian, pihaknya memang belum menerima laporan dari masyarakat, maupun korban yang namanya dicatut tersebut. “Kami belum menerima laporan. Tapi kalau ada akan kami tindak lanjuti,” kata Hamam, Selasa (3/6).

BACA JUGA: Modus Beri Pengobatan Spiritual, Pria di Bintan Cabuli Wanita hingga Hamil

Ia menerangkan, bahwa pengawasan obat yang diduga sebagai obat aborsi tersebut berada di Loka POM. Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Loka POM Tanjungpinang, untuk menindaklanjuti hal ini

“Kita akan mengecek dengan Loka POM untuk ikut dalam pengawasan. Apakah obat itu bisa dijual bebas. Kalau ditemukan penyimpangan akan sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” sebutnya.

Dari informasi yang diperoleh, dokter yang cop surat keterangan dan cap yang dicatut yakni milik Dokter Meice. Korban dan terduga pelaku juga sedah berdamai dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Viral di Medsos, Polisi Akui Belum Terima Laporan soal Skandal Jual Beli Obat Aborsi pertama kali tampil pada Kepri.

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak di Kepri, Persetubuhan Anak Capai 28 Laporan

0
Ilustrasi kekerasan seksual. (jpg)

batampos – Sepanjang Januari hingga April 2025, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangani 55 laporan kasus kekerasan terhadap anak. Dari total tersebut, kasus persetubuhan anak mendominasi dengan jumlah 28 laporan, diikuti kekerasan fisik atau psikis dan pencabulan masing-masing 13 laporan, serta satu kasus aborsi.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andika Aer, menyebut angka tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kepri masih rawan terhadap kekerasan anak. Sepanjang tahun 2024, Polda Kepri mencatat ada 242 kasus kekerasan anak

“Untuk Januari hingga April tahun 2025, ada 55 perkara atau laporan. Untuk perbandingan dengan 2024, datanya belum kami hitung, ujar AKBP Andika.

Rinciannya, dari 28 laporan persetubuhan anak, 10 kasus masih dalam tahap penyelidikan, 16 kasus masuk penyidikan, dan dua kasus sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan. Sementara pencabulan terdiri dari 5 kasus penyelidikan, 7 kasus penyidikan, dan satu kasus P21.

“Untuk kekerasan fisik dan psikis, 11 kasus masih diselidiki, satu kasus disidik, dan satu kasus dihentikan penyelidikannya. Adapun kasus aborsi tengah dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Kanit PPA Polda Kepri, Iptu Yanti, mengungkapkan mayoritas korban kekerasan seksual merupakan anak-anak yang kehilangan perhatian dari keluarga, terutama figur ayah dan ibu. Ketidakpedulian orang tua membuat anak-anak rentan mencari kasih sayang di luar rumah dan berujung menjadi korban.

“Banyak anak-anak yang menjadi korban karena tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya di rumah. Mereka mencari sosok itu di luar dan dimanfaatkan,” jelas Yanti.

Ia juga menyoroti peran lingkungan pergaulan serta faktor ekonomi sebagai pemicu. “Ada anak-anak yang terjebak gaya hidup bebas, bahkan menganggap hubungan seksual di usia anak itu sesuatu yang lumrah,” imbuhnya.

Kasus persetubuhan anak paling banyak terjadi di wilayah kepulauan seperti Anambas, Lingga, dan Batam. “Korban seringkali tidak berani bicara. Bahkan ada yang menjadi korban dari keluarga sendiri,” kata Yanti.

Ia menambahkan bahwa minimnya pelaporan dan pengawasan di daerah kepulauan menjadi tantangan besar dalam penanganan kasus kekerasan anak.

Polda Kepri menggandeng UPT PPA Kepri dan pekerja sosial (pepsos) untuk melakukan asesmen terhadap korban. Pendampingan diberikan secara menyeluruh, mulai dari sisi hukum hingga psikologis.

“Setiap anak akan didampingi oleh tenaga yang tersertifikasi. Jika ada gangguan kejiwaan, kami rujuk ke dokter. Jika butuh psikolog, kami tunjuk khusus,” tuturnya.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah. Dalam sosialisasi, pihak kepolisian mengimbau pentingnya pengawasan terhadap anak dan memberikan pemahaman hukum kepada siswa maupun guru.

“Kami terus sosialisasi ke sekolah, mengingatkan anak-anak untuk menjaga tubuh mereka, kampanye ‘don’t touch your body’. Sayangnya masih banyak guru yang belum memahami hukum perlindungan anak,” tegasnya.

Yanti berharap sinergi antarinstansi dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat memperkuat perlindungan terhadap anak-anak di Kepulauan Riau. (*) 

Reporter : Yashinta

 

 

Artikel Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak di Kepri, Persetubuhan Anak Capai 28 Laporan pertama kali tampil pada Metropolis.

Buronan Kasus Pencemaran Lingkungan Ditangkap saat Pangkas

0
Muhammad Raga Syahputra langsung diperiksa usai ditangkap. f.ist

batampos– Buronan kasus pencemaran lingkungan hidup, Muhammad Raga Syahputra, akhirnya berhasil ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Direktur sekaligus pengendali korporasi PT Telaga Biru Semesta itu diamankan saat tengah berada di sebuah barbershop di kawasan Penuin, Lubuk Baja, Selasa (3/6) pukul 15.00 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Ketut Kasna Dedi, menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejari Batam yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen, Priandi Firdaus. Raga ditangkap tanpa perlawanan di Elite Barber, Jalan Komp. Penuin Centre No.15 Blok A.

“Terpidana bersikap kooperatif saat diamankan. Penangkapan berjalan lancar dan tanpa kendala,” ujar Kajari.

BACA JUGA: Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Jadi Pilihan Transportasi Favorit Warga Batam

Raga dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam atas perkara pencemaran lingkungan karena melakukan dumping limbah ke media lingkungan tanpa izin melalui perusahaannya, PT Telaga Biru Semesta. Dalam putusan pengadilan Nomor 635/Pid.Sus/2022/PN Btm tertanggal 17 Februari 2023, korporasi dijatuhi pidana denda sebesar Rp 1,7 miliar.

Sesuai amar putusan, apabila denda tidak dibayar, maka harta kekayaan PT Telaga Biru Semesta dan Muhammad Raga sebagai direktur wajib disita. Jika hasil sitaan tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Namun, hingga enam bulan setelah vonis inkracht, pembayaran denda tak kunjung direalisasikan. Raga juga menghindari proses eksekusi dengan tidak diketahui keberadaannya, hingga akhirnya tertangkap kemarin.

Usai ditangkap, Raga langsung digelandang ke kantor Kejari Batam untuk proses administrasi, lalu dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam guna menjalani pidana pengganti.

Kajari menegaskan pihaknya akan terus memburu buronan perkara pidana, khususnya yang sudah berkekuatan hukum tetap. Penangkapan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari implementasi program Tabur Kejaksaan RI.

“Tidak ada tempat aman bagi buronan. Kami akan terus mengeksekusi setiap putusan hukum yang sudah inkrah demi kepastian hukum dan keadilan,” ujarnya . (*)

Reporter: Azis

Artikel Buronan Kasus Pencemaran Lingkungan Ditangkap saat Pangkas pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Berlubang di Bawah JPO SP Plaza Picu Kemacetan Parah, Warga Minta Proyek Digesa

0
Jalan rusak dibawa JPO depan Sp Plaza Batuaji. F. Eusebius Sara /Batam pos
batampos – Kondisi lalu lintas di kawasan bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SP Plaza, Sagulung, semakin hari semakin memprihatinkan. Lubang besar dan lebar yang menganga di badan jalan menjadi biang keladi kemacetan, terutama saat jam-jam sibuk. Pecahan aspal yang berserakan hingga ke tepi jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati dan memperlambat laju kendaraan.
Kemacetan di titik ini tidak hanya terjadi pada pagi dan sore hari, tetapi juga kerap berlangsung hingga siang hari. Padatnya kendaraan berat serta aktivitas proyek pembangunan yang berlangsung di sekitar area turut memperparah situasi. Para pengguna jalan mengeluhkan waktu tempuh yang semakin lama dan risiko kecelakaan yang meningkat.
“Kondisinya sudah cukup lama seperti ini, tapi belum ada perbaikan yang signifikan. Setiap hari kami terjebak macet di sini, apalagi kalau hujan, lubangnya makin dalam dan tak terlihat,” keluh Suhardi, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Suhardi juga berharap agar proyek pelebaran jalan dari simpang Puteri Hijau ke arah SP Plaza dapat segera dirampungkan. Menurutnya, jika jalan sudah lebih lebar dan mulus, maka arus kendaraan akan kembali lancar dan tidak lagi tersendat di bawah JPO tersebut.
Proyek pelebaran jalan yang dimaksud saat ini memang sedang digesa oleh pihak terkait, namun sayangnya belum mencapai titik kerusakan yang terletak tepat di bawah JPO. Sementara itu, kerusakan parah masih terlihat di sisi kiri dan kanan jalan, memperburuk kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Selain jalan berlubang, masalah lain yang memperparah kemacetan adalah keberadaan angkot yang sering ngetem di sekitar lokasi. Para sopir angkutan kota ini menurunkan dan menaikkan penumpang sembarangan tanpa memedulikan kondisi lalu lintas, menyebabkan antrean kendaraan semakin mengular.
“Kalau angkot berhenti sembarangan ditambah jalan rusak, ya sudah, pasti macet total. Kadang-kadang mobil mogok juga di tengah jalan karena kena lubang dalam,” ujar pengendara motor bernama Andi yang ditemui di lokasi.
Warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret, baik dengan mempercepat proyek pelebaran jalan maupun melakukan perbaikan sementara di titik-titik kritis, termasuk di bawah JPO SP Plaza. Penanganan cepat dinilai penting agar aktivitas masyarakat tidak terus-menerus terganggu.
Dengan arus kendaraan yang kian padat setiap harinya, terutama di jalur utama seperti SP Plaza, pembenahan infrastruktur jalan menjadi hal mendesak. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya kemacetan yang makin parah, tetapi juga potensi kecelakaan yang bisa merugikan banyak pihak. (*) 
Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Jalan Berlubang di Bawah JPO SP Plaza Picu Kemacetan Parah, Warga Minta Proyek Digesa pertama kali tampil pada Metropolis.

3 Pejabat Negara Sambangi Batam, Tapi Apa Dampaknya? 

0
Amsakar saat menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman ke Batam. (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Dalam dua hari berturut-turut, Kota Batam kedatangan tiga pejabat tinggi negara, yakni Menteri Transmigrasi, Panglima TNI, dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Kota ini menjadi pusat perhatian nasional, tetapi pertanyaan krusial menggantung: apakah gelombang kunjungan elite ini akan berdampak nyata pada percepatan pembangunan di Batam?

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman tiba lebih dahulu pada Senin (2/6) kemarin, membawa agenda penguatan sinergi pembangunan antarwilayah, khususnya kawasan perbatasan dan kepulauan. Sehari berselang, Jenderal TNI, Agus Subiyanto dan Wamen Investasi, Todotua Pasaribu, menyusul dengan agenda yang tak kalah penting, yaitu penguatan pertahanan dan peresmian investasi sektor pariwisata premium.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung ketiganya. Kunjungan tersebut sebagai sinyal kuat dukungan pusat terhadap pembangunan Batam.

“Komitmen ini menjadi motivasi bagi kami di daerah,” katanya.

Akan tetapi, dalam sambutan dan pernyataan normatif itu, tersirat pertanyaan mengenai esensi kunjungan-kunjungan itu. Apakah ini akan mempercepat penyelesaian persoalan mendasar seperti ketimpangan infrastruktur, pengelolaan lahan, hingga kepastian investasi yang masih sering tersendat?

Selama bertahun-tahun, Batam sering jadi lokasi kunjungan pejabat pusat dengan janji besar, mulai dari penguatan ekonomi digital, FTZ yang lebih optimal, hingga kawasan investasi kelas wahid. Namun, banyak di antaranya masih jalan di tempat atau tersendat di level koordinasi lintas lembaga.

Kunjungan Menteri Transmigrasi, misalnya, membawa isu strategis tentang pembangunan wilayah kepulauan dan integrasi transmigrasi. Tapi di Batam sendiri, isu transmigrasi tak pernah menjadi prioritas utama, sementara penataan pemukiman dan maraknya rumah liar (ruli) terus jadi masalah akut.

Begitu pula kehadiran Panglima TNI. Meski strategis dalam konteks pertahanan wilayah perbatasan, tak ada sinyal pergeseran kebijakan nyata.

Wamen Investasi meresmikan Hotel The Westin Nirup Island, simbol investasi premium baru di Batam. Tapi kawasan itu sendiri selama ini dikenal tertutup bagi publik dan hanya bisa diakses kalangan terbatas.

Kunjungan tiga pejabat pusat ini bisa menjadi titik balik, atau sekadar catatan tamu baru dalam daftar panjang seremoni pembangunan di Batam. (*) 

Reporter: Arjuna

Artikel 3 Pejabat Negara Sambangi Batam, Tapi Apa Dampaknya?  pertama kali tampil pada Metropolis.