batampos– Wakil Ketua II DPRD Anambas, Yusli YS meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas untuk mengurangi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat seremoni.
Menurutnya dengan kondisi ekonomi Anambas yang sedang lemah, seharusnya Pemkab Anambas bisa membuat program untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat.
“Kondisi ekonomi Anambas sedang tidak baik-baik saja. Dimana kondisi efesiensi dari Pemerintah Pusat sangat mempengaruhi kondisi keuangan di daerah. Berpengaruh pada perekonomian masyarakat juga,” ujar Yusli kepada batampos, Rabu, (18/6).
Untuk itu, politisi PDI Perjuangan ini mendorong pemerintah untuk membuat program atau kegiatan yang lebib menyasar kepada masyarakat agar bisa memulihkan ekonomi.
Pemulihan ekonomi, kata dia, bisa dengan cara mempercepat gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap satu, pengangkatan PPPK tahap dua, percepatan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Karena menurutnya sumber perputaran ekonomi masyarakat Anambas berasal dari pegawai pemerintahan.
Selain itu, percepatan revitalisasi Pasar Loka dan penyelesaian persoalan nelayan seperti konflik harga cumi maupun ekspor ikan hidup harus segera dibenahi.
“Kesemua hal tersebut sangat mempengaruhi kondisi kehidupan dan kondisi ekonomi masyarakat. Hrus segera dipulihkan dengan berbagai upaya dan cara,” tegasnya.
Pihaknya selaku legislatif senantiasa memantau dan mengevaluasi setiap kegiatan yang dijalankan.
“DPRD selalu memberikan saran dan siap diajak bersama-sama untuk kemaslahatan masyarakat Anambas,” ujar Yusli. (*)
Sejumlah Bus Trans Batam tengah menunggu penumpang di Halte Bus Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – DPRD Kota Batam resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Jalan dalam Rapat Paripurna, Rabu (18/6).
Juru Bicara Pansus, Setia Putra Tarigan, menyampaikan laporan final hasil kerja selama 135 hari kerja yang diwarnai studi banding, konsultasi hukum, dan pengumpulan data lapangan.
Pansus dibentuk untuk merespons kebutuhan transportasi publik di Kota Batam yang semakin mendesak. Dalam paparannya, keberadaan sistem angkutan massal berbasis jalan seperti Bus Rapid Transit (BRT) sangat penting mengingat Batam sebagai kota industri dan pariwisata yang membutuhkan moda transportasi aman, nyaman, dan terjangkau.
Setia menyebut, perubahan signifikan terjadi dalam isi Ranperda. Semula hanya mencakup 9 bab dan 12 pasal, kini menjadi 11 bab dan 26 pasal. Perubahan judul dari “Penyelenggaraan Angkutan Umum Massal di Kota Batam” menjadi “Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Jalan” juga dilakukan agar substansi peraturan lebih spesifik dan tidak tumpang tindih dengan moda transportasi massal lain seperti kereta atau monorel.
Selama masa pembahasan, Pansus melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan, serta studi banding ke Kota Pekanbaru dan Yogyakarta. Kedua kota itu dinilai sudah lebih dulu sukses menyusun dan menerapkan peraturan daerah serupa.
Data terakhir yang dihimpun Pansus menunjukkan jumlah taksi di Batam mencapai 2.545 unit, angkutan karyawan 372 unit, angkutan pariwisata 180 unit, ditambah angkot dan ojek. Sementara Trans Batam, satu-satunya layanan BRT saat ini, melayani 5.000 hingga 7.500 penumpang per hari.
Dalam pelaksanaannya, Trans Batam menggunakan skema Buy The Service (BTS), di mana Pemko Batam membayar operator berdasarkan jarak tempuh. Ke depan, dua skema pembiayaan diusulkan, yakni melalui APBD murni atau tetap menggunakan skema BTS.
Dari sisi pendanaan, Pansus dan Pemko sepakat untuk mengalokasikan Rp50 miliar per tahun ditambah 10 persen dari pendapatan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor untuk mendukung operasional BRT. Pansus juga mendorong pengelola BRT, yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar mencari pendapatan lain seperti dari iklan di bus dan halte.
Ia mengatakan, integrasi layanan BRT dengan moda transportasi lain, termasuk penyediaan angkutan pengumpan (feeder) menuju halte di kedepankan. Jadwal keberangkatan yang konsisten, fasilitas halte yang nyaman, serta tarif terjangkau disebut sebagai prinsip utama Ranperda ini.
Sebagai rekomendasi tambahan, Pansus meminta Pemko Batam segera menyusun revisi Perda Nomor 9 Tahun 2001 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, agar lebih selaras dengan kebutuhan kota yang terus berkembang.
Setia juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi perda ini sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menyediakan anggaran dan membangun kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.
“Transportasi gemilang, ekonomi maju,” kata Setia menutup laporannya.
Ranperda yang telah disahkan menjadi pijakan kuat bagi transformasi sistem transportasi Batam ke arah yang lebih modern, efisien, dan inklusif bagi seluruh warganya. (*)
Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia saat merayakan keberhasilannya memenangi Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez. (ANTARA/AFP/JAVIER SORIANO)
batampos – Dua pembalap Ducati Lenovo di MotoGP 2025, Marc Marquez dan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memiliki nasib dan rekam jejak berbeda saat beraksi di Sirkuit Mugello. Bahkan perbedaannya cukup jomplang karena ada yang sangat superior, ada pula yang sangat memprihatinkan.
MotoGP Italia 2025 di Sirkuit Mugello jadi panggung persaingan para pembalap. Seri tersebut akan berlangsung pada 20-22 Juni nanti.
Seperti seri-seri sebelumnya, dua pembalap Ducati jadi yang paling disorot jelang MotoGP 2025. Sebab Marc Marquez dan Pecco Bagnaia saat ini tengah dalam situasi dan performa yang cukup kontras, namun punya cerita bertolak belakang pula saat di Mugello.
Marc Marquez misalnya, sedang berapi-api dalam mengarungi MotoGP 2025. Dia sudah memenangkan sembilan balapan, termasuk empat balapan utama dari total delapan seri yang dijalani.
Termasuk dalam GP Aragon 2025, di mana Marc Marquez sangat mendominasi. The Baby Alien pun kokoh di puncak klasemen MotoGP 2025 dengan 233 poin, unggul 32 angka dari adiknya Alex Marquez dari tim Gresini Racing.
Sementara Pecco Bagnaia, cuma mampu sekali memenangkan balapan. Yakni di MotoGP America 2025. Sementara sisanya pembala Italia itu sudah sekali gagal finish dan sekali tak mendapatkan poin karena mengakhiri balapan di luar 15 besar.
Pun begitu, rekor kedua pembalap di MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, justri terbalik. Marquez kerap apes karena dia cuma menang sekali pada 2014.
Kondisi itu berbanding terbalik dengan Bagnaia. Pecco tercatat sebagai pemenang MotoGP Italia di Sirkuit Mugello dalam tiga tahun terakhir. Ia selalu juara sejak 2022 hingga 2024.
Perbedaan mencolok, khususnya apesnya Marquez setiap MotoGP Italia ini mendapat sorotan dari mantan pembalap asal Inggris, Neil Hodgson. Ia menilai The Baby Alien lemah di Mugello.
“Ketika saya memikirkan Mugello, Pecco sangat kuat di sana. Mugello penuh dengan ‘tangan kanan’, tikungan cepat di sebelah kanan, pengereman di tikungan kanan. Itulah titik lemah Marc,” kata Hodgson, dipetik dari Crash, Rabu (18/6).
Seandainya Marquez kembali apes di Mugello, maka Pecco Bagnaia punya peluang besar untuk kembali memenangkan MotoGP Italia 2025. Dia pun berpotensi mencetak quattrick alias empat kali juara beruntun.
Tapi, Hodgson menilai Marquez kali ini bisa berbicara banyak di Sirkuit Mugello akhir pekan nanti. Sebab motor yang dikendarainya sekarang lebih canggih dibanding sebelumnya.
“Marc akan tetap datang ke Mugello sebagai favorit, tapi persaingannya ketat,” tutur Hodgson. (*)
Yovie Widianto ditunjuk jadi Komisaris PT Pupuk Indonesia. (Sumber foto: Bisnis/Himawan L Nugraha)
batampos – PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara resmi mengumumkan perubahan pengurus dewan komisaris dan direksi. Salah satunya, musisi sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto yang ditunjuk sebagai komisaris.
Perubahan ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham perusahaan, yang tertuang dalam SK-156/MBU/06/2025 dan SK.014/DI-DAM/DO/2025 tanggal 16 Juni 2025.
Mengutip keterbukaan informasi, selain Yovi Widianto, nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan juga tercatat menjadi komisaris menggantikan Ari Dwipayana.
Lalu, ada Muhammad Rizal Kamal yang menggantikan Riswinandi, Nurul Ichwan menggantikan Danar Rahmanto, Iwan sumule menggantikan Farhat Brachma, dan Rachlan S Nashidik menggantikan Mustoha Iskandar.
Selanjutnya, perubahan juga dilakukan pada jajaran direksi. Diantaranya, seperti Dwi Satriyo Annurogo yang ditunjuk sebagai Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia menggantikan Gusrizal.
Kemudian, Wono Budi Tjahyono sebagai Direktur Keuangan yang menggantikan Bob Indiarto A Susatyo, Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Manajemen Aset menggantikan Wono Budi Tjahyono, Tina T Kemala sebagai Direktur SDM dan Umum menggantikan Panji Winanteya Ruky.
Sejumlah nama baru, yang menjabat sebagai direktur adalah Jamsaton Nababan dan Robby Setiabudi Madjid. Lebih lengkap, berikut ini susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia.
Komisaris
Komisaris Utama: Sudaryono
Komisaris Independen: Rachlan S. Nashidik
Komisaris Independen: Irfan Ahmad Fauzi
Komisaris: Suwandi
Komisaris: Febrio Nathan Kacaribu
Komisaris: Iwan Sumule
Komisaris: Nurul Ichwan
Komisaris: Muhammad Rizal Kamal
Komisaris: Immanuel Ebenezer Gerungan
Komisaris: Yovie Widianto
Direksi
Direktur Utama: Rahmad Pribadi
Direktur Operasi: Dwi Satriyo Annurogo
Direktur Keuangan: Wono Budi Tjahyono
Direktur Manajemen Aset: Tri Wahyudi Saleh
Direktur SDM dan Umum: Tina T. Kemala Intan
Direktur Supply Chain: Robby Setiabudi Madjid
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis: Jamsaton Nababan
Direktur Manajemen Risiko: Ninis Kesuma Adriani
Kejari) Batam bersama Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) usai rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6). F.Azis Maulana
batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bersama Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) menyatakan kewaspadaan terhadap aktivitas sejumlah aliran kepercayaan di Kota Batam. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah aliran Faiz Albaqarah, yang disebut-sebut menjadikan Batam sebagai pusat kegiatannya di Indonesia.
Dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6), Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi dalam pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Pengawasan ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Kota Batam, terlebih dengan dinamika sosial yang tinggi,” ujar Priandi.
Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Kementerian Agama, Kesbangpol, BIN Daerah Kepri, TNI, Polri, FKUB, Lembaga Adat Melayu (LAM), Dinas Pendidikan, serta para camat se-Kota Batam.
Ketua MUI Batam, Luqman Rifai mengungkapkan terdapat delapan aliran kepercayaan aktif di Batam yang dinilai tidak memiliki legalitas badan hukum dan berpotensi menyimpang. Aliran-aliran tersebut antara lain: Syiah, Ahmadiyah, Gafatar, An Nadzir, Al Nadzir Minallah serta dua individu mantan narapidana kasus terorisme. Salah satu yang mencuat adalah Faiz Albaqarah.
“Faiz Albaqarah ini telah dinyatakan sesat oleh otoritas keagamaan di Malaysia. Di Batam, mereka berkembang cukup masif, dengan pusat aktivitas berada di kawasan Tiban Raya,” ungkap Luqman.
MUI menegaskan bahwa pendekatan terhadap kelompok-kelompok tersebut tetap mengedepankan metode kekeluargaan dan dialog, bukan tindakan langsung.
Pemberian fatwa sesat hanya akan dilakukan apabila langkah persuasif dan pembinaan tidak membuahkan hasil.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, Chablullah Wibisono, mengingatkan bahwa potensi konflik keagamaan tidak hanya berasal dari interaksi antaragama, namun juga konflik internal di dalam tubuh masing-masing agama.
“Contoh kasus di Tanjung Piayu menjadi pelajaran penting. Konflik rumah ibadah itu menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh sebab itu, perhatian harus diberikan tidak hanya pada kerukunan antarumat, tapi juga antar kelompok internal agama,” jelasnya.
Dari sisi intelijen, Kepala Bidang Wasnas Kesbangpol Batam, Metra Dinata, menggarisbawahi bahwa pengawasan juga ditujukan kepada kelompok yang belum difatwa sesat, namun menunjukkan indikasi kuat menyimpang dari ajaran agama yang diakui negara.
“Batam adalah wilayah strategis dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Ini menciptakan keragaman sosial dan keagamaan yang kompleks, dan menjadi potensi konflik horizontal jika tidak ditangani secara dini,” ujarnya.
Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan deteksi dini, pemetaan sosial keagamaan, dan pendekatan hukum persuasif** melalui penyuluhan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh aliran-aliran yang tidak jelas landasan ajarannya.
“Kami lakukan pendekatan preventif dan represif secara seimbang agar ketertiban tetap terjaga,” kata Priandi. (*)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (dok MPR RI)
batampos – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperingatkan pelaku industri dalam negeri untuk segera mengantisipasi dampak meluas dari konflik militer antara Iran dan Israel terhadap sektor manufaktur nasional. Eskalasi konflik tersebut telah memicu gejolak global, terutama pada harga energi, biaya logistik, serta tekanan terhadap ekspor dan nilai tukar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri Indonesia sangat rentan terhadap gangguan pasokan energi dan bahan baku akibat ketergantungan impor, terutama dari kawasan Timur Tengah yang kini berada dalam ketegangan geopolitik tinggi.
“Efisiensi energi menjadi kunci, sekaligus mendukung kedaulatan energi yang menjadi salah satu program utama Presiden Prabowo,” ujar Agus, Rabu (18/6).
Kemenperin mendorong pelaku industri untuk mulai mendiversifikasi sumber energi, dengan memanfaatkan potensi dalam negeri seperti bioenergi, panas bumi, dan limbah industri sebagai alternatif bahan bakar. Upaya ini dinilai penting untuk menekan ketergantungan pada energi fosil impor yang kian berisiko.
Lebih lanjut, industri diminta ikut memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan produk-produk pendukung, seperti mesin pembangkit, infrastruktur energi, dan komponen energi terbarukan.
Di sektor pangan, Agus menekankan pentingnya hilirisasi agroindustri sebagai respon atas lonjakan biaya logistik global dan gejolak kurs yang berdampak pada harga bahan pangan impor. “Industri harus berperan aktif dalam memproses hasil pertanian dan perikanan domestik agar tidak terus tergantung pada bahan baku impor,” urainya.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan fasilitas Local Currency Settlement (LCS) dari Bank Indonesia sebagai alat untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar terhadap biaya input produksi.
Krisis di Timur Tengah juga memperlihatkan kerentanan rantai pasok global. Gangguan di Selat Hormuz dan Terusan Suez telah memaksa pengalihan rute pengiriman, menambah waktu tempuh hingga 15 hari dan meningkatkan biaya logistik hingga 200 persen. Sektor otomotif, elektronik, tekstil, dan baja menjadi yang paling terdampak akibat kelangkaan komponen dan lonjakan ongkos transportasi.
Sektor nikel dan baja, yang krusial bagi energi masa depan, juga terancam dengan potensi kerugian ekspor hingga USD1,2 miliar karena keterlambatan pengiriman batubara. Selain itu, sektor pangan menghadapi lonjakan harga gandum dan pupuk akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah, yang dapat menurunkan hasil panen padi sebesar 10-15 persen dan menghambat swasembada pangan nasional.
Agus menilai situasi ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk mempercepat hilirisasi dan membangun kemandirian industri. “Hilirisasi bukan sekadar soal nilai tambah ekonomi, tapi juga soal kedaulatan energi dan pangan Indonesia,” tegasnya.
Memanasnya konflik bersenjata antara Israel dan Iran hingga hari keenam menuai kekhawatiran dari pelaku industri dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, menyampaikan bahwa ketegangan geopolitik tersebut berpotensi besar mengganggu pasokan bahan baku utama dan jalur logistik industri makanan dan minuman di Indonesia.
“Konflik ini sangat mengganggu. Bukan hanya dari sisi keamanan global, tapi juga akan berdampak langsung terhadap pengapalan bahan baku kami,” ujar Adhi.
Menurut Adhi, kekhawatiran utama terletak pada potensi lonjakan biaya logistik, seperti yang pernah terjadi dua tahun lalu ketika ketegangan serupa di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan ongkos kirim hingga lima kali lipat. Ia menilai kondisi serupa bisa terulang, apalagi jika rute pelayaran global terganggu oleh konflik berkepanjangan.
“Waktu itu, biaya logistik sempat melonjak empat sampai lima kali lipat. Dan sekarang kami khawatir hal serupa akan terjadi lagi,” ungkapnya.
Adhi juga memperingatkan bahwa beban biaya tersebut kemungkinan akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual produk makanan dan minuman, apabila tidak ada perbaikan kondisi dalam waktu dekat.
Terkait langkah mitigasi, Adhi mengaku bahwa industri saat ini berada dalam posisi sulit untuk melakukan tindakan konkret, selain berharap adanya perbaikan situasi global. Namun, dia menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku sebagai strategi jangka panjang.
“Memang kami belum bisa berbuat banyak saat ini. Tapi harapan ke depan, ketergantungan terhadap impor harus semakin dikurangi agar industri kita lebih mandiri,” ujarnya. (*)
Rapat koordinasi Pemkab Lingga untuk usulan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Selasa (17/6). F. Diskominfo Lingga/BATAM POS
batampos– Dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalaui Sekertaris Daerah dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan melalukan rapat koordinasi usulan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang rapat kantor Bupati Lingga, Selasa (17/6).
Dalam rapat yang digelar baru-baru ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lingga, Muhammad Arif, menegaskan bahwa pembahasan masih berfokus pada penentuan lokasi pembangunan.
Syarat utama yang ditekankan adalah ketersediaan lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang harus bersertifikat dan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Lingga.
“Kita sedang mendata dan menunggu kepastian beberapa titik lokasi yang potensial. Namun prinsipnya, lahan yang akan dipakai harus milik Pemkab dengan status kepemilikan yang sah,” kata Arif, Rabu (18/6).
Salah satu lahan yang sempat diusulkan terletak di Desa Mepar, namun ternyata statusnya merupakan tanah wakaf. Arif menegaskan, lahan wakaf tidak dapat dialihkan menjadi aset pemerintah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita sempat bahas lahan di Mepar, tapi itu tanah wakaf. Secara aturan, tanah wakaf tidak bisa dijadikan milik daerah. Kami sedang mengupayakan koordinasi terkait kemungkinan itu, namun opsi lain tetap kami cari sebagai antisipasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menerangkan bahwa Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah konvensional. Sekolah ini memiliki kurikulum khusus dan menyasar segmen masyarakat miskin dan tidak mampu, yang kerap kali luput dari akses pendidikan formal.
“Program ini bukan untuk semua orang. Ini betul-betul menyasar masyarakat miskin yang tidak terakomodasi dalam sistem pendidikan biasa. Maka, kurikulumnya pun berbeda, menyesuaikan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Pemkab Lingga, tambah Arif, menyambut baik program ini sebagai upaya nyata pemerintah pusat dalam membuka akses pendidikan yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan tertinggal seperti Lingga.
“Kami dukung penuh. Tinggal kita pastikan dulu lahannya. Tanpa itu, pembangunan tidak bisa dimulai. Prinsipnya, kita ingin program ini betul-betul tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Arif.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dipercayakan kepada Kementerian Sosial. Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan alternatif bagi warga kurang mampu melalui pendekatan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat akar rumput. (*)
ILUSTRASI. Skincare sudah jadi gaya hidup yang menunjang penampilan dan aktivitas perempuan. (Shutterstock)
batampos – Banyak orang menghadapi masalah kulit kusam akibat gaya hidup, paparan polusi, atau perawatan kulit yang kurang tepat.
Wajah kusam biasanya terlihat lelah, kurang bercahaya, dan tidak sehat. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan kilau alami kulit wajahmu.
Mau tahu cara mengatasi wajah kusam yang paling efektif? Kamu tidak sendirian!
Kulit cerah dan glowing alami tidak lagi jadi sekadar angan-angan! Yuk, simak 5 cara mengatasi wajah kusam berikut ini seperti dikutip dari laman Healthline dan Loreal Paris!
1. Hidrasi Kulit Secara Maksimal
Salah satu cara mengatasi wajah kusam paling efektif adalah dengan menjaga hidrasi kulit. Ketika kulitmu dehidrasi, wajah akan tampak kering, kusam, dan kehilangan elastisitas.
Minumlah air minimal 8 gelas per hari, konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka dan jeruk.
Gunakan pelembap yang mengandung bahan aktif seperti hyaluronic acid atau glycerin untuk mengunci kelembapan di kulit. Jangan lupa, semprotkan face mist di siang hari untuk menjaga kesegaran kulitmu.
2. Rutin Membersihkan & Eksfoliasi Kulit
Membersihkan wajah secara rutin adalah langkah penting dalam cara mengatasi wajah kusam.
Setiap hari, kulit kita terpapar debu, kotoran, dan sisa makeup yang bisa menyumbat pori-pori.
Gunakan pembersih wajah yang lembut dan bebas dari bahan keras seperti alkohol atau sabun yang membuat kulit kering.
Setelah itu, eksfoliasi kulit 1-2 kali seminggu dengan scrub lembut atau exfoliator kimia yang mengandung AHA atau BHA.
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati, merangsang regenerasi sel, dan membuat kulitmu tampak lebih cerah serta halus.
3. Jangan Lupa Pakai Sunscreen Setiap Hari
Sunscreen adalah kunci penting dalam cara mengatasi wajah kusam. Paparan sinar UV tidak hanya menyebabkan penuaan dini, tapi juga membuat kulit terlihat kusam, timbul flek hitam, dan tidak merata.
Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau hujan.
Pilih sunscreen yang sesuai dengan jenis kulitmu, misalnya sunscreen dengan tekstur ringan untuk kulit berminyak, atau yang mengandung bahan tambahan seperti niacinamide untuk membantu mencerahkan kulit.
4. Perawatan Kulit dengan Produk yang Tepat
Memilih skin care yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu adalah langkah penting dalam cara mengatasi wajah kusam.
Gunakan serum dengan bahan aktif seperti vitamin C, niacinamide, atau hyaluronic acid untuk mencerahkan kulit dan mengatasi hiperpigmentasi.
Kamu juga bisa mencoba face mask dengan kandungan antioksidan atau hydrating agent seminggu sekali untuk perawatan ekstra.
Ingat, konsistensi adalah kunci utama, gunakan produk skincare secara rutin untuk mendapatkan hasil maksimal.
5. Terapkan Gaya Hidup Sehat
Cara mengatasi wajah kusam tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Konsumsi makanan sehat yang kaya antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Hindari konsumsi gula berlebihan dan makanan olahan yang dapat memperburuk kondisi kulit. Tidur yang cukup (7-9 jam per malam) juga sangat penting untuk membantu proses regenerasi kulit.
Selain itu, rutin berolahraga akan membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga kulitmu tampak lebih sehat, segar, dan bercahaya.
Dengan menerapkan kelima cara mengatasi wajah kusam ini, kamu bisa mendapatkan kulit yang tampak lebih cerah, sehat, dan glowing alami.
Ingat, perubahan tidak terjadi dalam semalam, jadi lakukan dengan sabar dan konsisten, ya! (*)
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mendeportasi empat orang warga negara asing (WNA) dari Batam.
batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum keimigrasian dengan mendeportasi empat warga negara asing (WNA) sepanjang Juni 2025. Mereka terdiri dari dua WNA asal Tiongkok, satu WNA asal India, dan satu WNA asal Kanada.
Deportasi dilakukan karena para WNA tersebut terbukti melanggar ketentuan izin tinggal dan ketertiban umum selama berada di wilayah Indonesia.
“Operasi pengawasan dilaksanakan secara rutin oleh Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam,” kata Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam, Jefrico Daud Marturia, Rabu (18/6).
WNA asal Tiongkok berinisial FW dideportasi pada 13 Juni setelah terbukti overstay lebih dari 60 hari. Ia melanggar Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Pada tanggal yang sama, seorang WNA asal Kanada berinisial DJM juga dideportasi. DJM sebelumnya sempat mengganggu ketertiban umum di kawasan Batam Center. Ia dirawat di RSJKO Engku Haji Daud, Bintan, akibat gangguan kejiwaan, dan baru dipulangkan setelah dinyatakan stabil secara medis.
Selanjutnya, pada 17 Juni, deportasi juga dilakukan terhadap WNA asal Tiongkok lainnya berinisial CS. Yang bersangkutan telah mendapat surat peringatan dari pihak imigrasi, namun tidak memenuhi kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam Pasal 71 huruf a UU Keimigrasian.
“Di hari yang sama, seorang WNA asal India berinisial JS turut dideportasi setelah overstay selama 70 hari di Indonesia,” ujarnya
Seluruh proses pemulangan dilakukan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Bandara Soekarno-Hatta, sebelum diterbangkan ke negara asal masing-masing. Selain dideportasi, para WNA tersebut juga dikenai tindakan penangkalan agar tidak bisa kembali ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu.
Ia menyatakan bahwa tindakan ini mencerminkan ketegasan pemerintah terhadap pelanggaran hukum keimigrasian.
“Kami mengimbau seluruh WNA yang telah melewati batas izin tinggal (overstay) agar melaporkan diri secara sukarela ke Kantor Imigrasi. Sikap kooperatif menjadi pertimbangan penting dalam proses hukum dan dapat menghindarkan dari sanksi yang lebih berat,” ujarnya.
Pihak Imigrasi juga mengajak partisipasi masyarakat dalam pengawasan terhadap keberadaan WNA di lingkungan sekitar. Jika ditemukan dugaan pelanggaran atau aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta melapor melalui nomor pengaduan resmi di 0821-8088-9090. (*)
batampos – Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 menjadi panggung besar pemain top dunia untuk menunjukkan kualitas terbaik di level internasional antar klub.
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat ini menampilkan 32 tim dari berbagai konfederasi dan menyajikan pertandingan-pertandingan dengan intensitas tinggi serta banyak gol yang tercipta.
Seiring berlangsungnya babak penyisihan grup, daftar pencetak gol terbanyak mulai terbentuk dengan dominasi dari klub-klub Eropa, khususnya Bayern Munchen.
Dilansir melalui laman FIFA, hingga 18 Juni 2025, nama Jamal Musiala menempati posisi teratas dalam daftar top skor. Gelandang muda Bayern Munchen tersebut mencetak tiga gol dalam satu pertandingan ketika timnya menghadapi Auckland City.
Aksi gemilang Musiala terjadi pada laga pembuka Grup C yang digelar di TQL Stadium, Cincinnati, pada 15 Juni. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak hattrick hanya dalam waktu 29 menit, dengan catatan gol pada menit ke-67, 73, dan 84.
Di bawah Musiala, terdapat tiga pemain yang masing-masing mencetak dua gol. Mereka adalah Michael Olise, Kingsley Coman, dan Thomas Muller.
Ketiganya juga berasal dari Bayern Munchen. Performa lini serang Bayern sejauh ini menjadi sorotan karena mampu menghasilkan banyak gol dari berbagai posisi pemain.
FIFA menetapkan kriteria dalam penyusunan daftar top skor berdasarkan jumlah gol terbanyak. Jika terdapat pemain dengan jumlah gol yang sama, maka jumlah assist akan menjadi penentu berikutnya, dan bila masih sama, waktu bermain akan menjadi faktor pembanding.
Dilansir melalui laman FIFA, berikut adalah daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia Antarklub 2025 per 18 Juni:
Jamal Musiala – 3 gol
Michael Olise – 2 gol
Kingsley Coman – 2 gol
Thomas Muller – 2 gol
Pemain lain dengan masing-masing 1 gol: Sacha Boey (Bayern Munchen), Lee Kang‑in (PSG), Senny Mayulu (PSG), Fabian Ruiz (PSG), Vitinha (PSG), Igor Jesus (Botafogo), Jair Cunha (Botafogo), Cristian Roldan (Seattle Sounders), Luiz Araujo (Flamengo), Enzo Fernandez (Chelsea), Pedro Neto (Chelsea), Miguel Merentiel (Boca Juniors), Giorgian de Arrascaeta (Flamengo), Angel Di María (Benfica), Nicolas Otamendi (Benfica)