Rabu, 25 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1590

Perbaikan Jalan S. Parman Dimulai, Baru Tahap Tambal Sulam

0
Jalan S Parman kembali mulus setelah jalan bopeng ditambal.
(f. Eusebius / Batam Pos)

batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, memastikan perbaikan Jalan S. Parman di wilayah Seibeduk sudah mulai dikerjakan. Namun, perbaikan yang dilakukan saat ini masih sebatas perawatan berupa tambal sulam di titik-titik yang mengalami kerusakan parah atau berlubang.

Menurut Suhar, tindakan awal ini dilakukan berdasarkan hasil opname dan pengecekan yang telah dilakukan oleh timnya bersama jajaran pimpinan sebelumnya. “Kita lakukan perawatan dulu, jalan-jalan yang rusak kita tambal. Pengerjaan sudah berjalan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Meski demikian, Suhar mengungkapkan bahwa perbaikan menyeluruh atau peningkatan jalan secara total belum dapat dipastikan waktunya. Hal ini karena masih harus disesuaikan dengan alokasi anggaran peningkatan akses jalan tahun ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menangani keluhan masyarakat secara bertahap.

“Tahun ini kita sedang fokus pada peningkatan jalan di kawasan Batuaji. Jalan R. Suprapto dari Simpang Puteri Hijau akan dibuka menjadi lima lajur, dan pengerjaan sudah dimulai,” jelas Suhar. Ia menyebutkan bahwa proyek-proyek peningkatan jalan lainnya akan menyusul, tergantung ketersediaan anggaran.

Ia juga menambahkan, “Satu per satu kita kerjakan, dan untuk kerusakan yang ada di lokasi lain seperti di Seibeduk, kita tanggapi dengan perawatan dulu.” Hal ini, menurutnya, agar kondisi jalan tidak semakin parah dan tetap bisa dilalui oleh masyarakat dengan aman.

Sementara itu, warga Seibeduk, khususnya para pekerja yang kerap melintasi Jalan S. Parman, menyuarakan keluhan mereka atas kondisi jalan yang rusak. Banyak pengendara motor yang hampir celaka akibat lubang dan gelombang di permukaan jalan tersebut.

Irma, seorang pekerja yang tinggal di Seibeduk, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan itu. “Kalau hanya ditambal saja, tak akan bertahan lama. Karena ini jalur padat. Kalau bisa, perbaikan menyeluruh dari Mukakuning sampai Tanjungpiayu,” harapnya.

Menurut Irma, perbaikan tambal sulam biasanya tidak tahan lama, apalagi pada jalan-jalan utama yang padat kendaraan. Ia dan warga lainnya berharap pemerintah kota bisa segera mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di Seibeduk.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap Pemko Batam bisa lebih cepat dalam melakukan perbaikan menyeluruh, agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan bisa terjamin. Pemerintah pun diminta untuk meninjau ulang skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan agar lebih merata. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Perbaikan Jalan S. Parman Dimulai, Baru Tahap Tambal Sulam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bintan Triathlon 2025 Diharap Tarik 1.000 Atlet Triathlon

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama pihak penyelenggara, Bintan Resorts dan Orange Room saat konferensi Bintan Triathlon 2025 di Warung Yeah, Rabu (9/4/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Ajang triathlon, Indofood Bintan Triathlon 2025 bakal digelar di kawasan Bintan Resorts Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 4-5 Oktober 2025.

Edisi Ke-21 ini diharapkan dapat menarik 1.000 atlet triathlon mancanegara maupun nusantara.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam konferensi pers Bintan Triathlon 2025 di Warung Yeah, Rabu (9/4/2025), mengapresiasi semua pihak yang konsisten melaksanakan event ini.

BACA JUGA: Diikuti Ratusan Peserta, Armada Triathlon 2024 Jadi Ajang Promosi Wisata Bintan

Ia berharap, event ini dapat menarik 1.000 atlet triathlon sehingga memberi efek yang luas terhadap perkembangan industri pariwisata maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat Bintan.

General Manager Operations Bintan Resorts, Prakash Nair mengungkapkan bahwa ajang ini pada tahun lalu diikuti atlet triathlon dari 17 negara.

Ia berharap, semakin banyak atlet dari berbagai negara yang akan berpartisipasi pada tahun ini.

Ia juga mendorong partisipasi atlet triathlon nusantara dan lokal untuk berpartisipasi.

Managing Director Orange Room, Elvin Ting menjelaskan bahwa ada kategori baru yang menarik dalam event ini yaitu Standard dan Sprint Duathlon.

Kompetisi ini akan dimulai pada hari pertama dengan kategori Olympic dan Sprint Triathlon, serta kategori Standard dan Sprint Duathlon.

Kemudian dilanjutkan dengan segmen peserta anak-anak dan remaja pada hari kedua.

Kadispar Kepri, Guntur Sakti mengatakan, event ini memperkuat posisi Bintan Resorts sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Karena, tidak hanya memperkenalkan Bintan sebagai pusat wisata olahraga, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi wisatawan global.

Head of Corporate Communication, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana menyampaikan, Indofood sangat mendukung pelaksanaan event ini.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk  konsistensi Indofood dalam mendukung berbagai ajang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, dan marathon. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bintan Triathlon 2025 Diharap Tarik 1.000 Atlet Triathlon pertama kali tampil pada Kepri.

Karantina Kepri Musnahkan Komoditas Ilegal Tanpa Dokumen

0
Prosesi pemusnahan komoditas ilegal tanpa dokumen oleh Karantina Kepri.
(f. Karantina Kepri untuk Batam Pos)

batampos – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri kembali melakukan pemusnahan terhadap sejumlah komoditas pertanian dan peternakan yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Pemusnahan dilakukan pada Selasa (9/4) di fasilitas Karantina Kepri, Sei Temiang, Batam.

Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi sumber daya alam (SDA) dari ancaman hama dan penyakit.

Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, saat dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa total komoditas yang dimusnahkan mencapai 60,44 kilogram. Rinciannya meliputi 8,44 kg produk hewan, 32,35 kg produk ikan, dan 19,65 kg produk tumbuhan. Selain itu, sebanyak 496 ekor burung pipit asal Kuala Tungkal, Jambi, juga turut dimusnahkan.

“Komoditas tersebut berasal dari Malaysia dan beberapa daerah lain di Indonesia. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah atau negara asal,” ujar Herwintarti, Kamis (10/4).

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan incinerator. Seluruh barang merupakan hasil penahanan terhadap bawaan penumpang pesawat dan kapal laut yang masuk ke wilayah Batam tanpa dokumen karantina yang sah.

“Dokumen kesehatan dari daerah asal sangat penting untuk menjamin bahwa komoditas tersebut aman dan tidak membawa penyakit. Ini adalah bentuk perlindungan terhadap kekayaan hayati dan sumber daya alam kita,” tegasnya.

Herwintarti menambahkan, pemusnahan ini menjadi bukti komitmen Karantina Kepri dalam menjaga keamanan hayati wilayah. Letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, serta menjadi jalur masuk dari Pulau Sumatera, menjadikan wilayah ini rawan penyelundupan komoditas ilegal.

“Oleh karena itu, diperlukan pengawasan intensif dan kerja sama lintas instansi dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman hama dan penyakit,” katanya.

Karantina Kepri terus menggencarkan sosialisasi dan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Kegiatan ini melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, serta entitas lain yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority).

Herwintarti juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan komoditas yang hendak dilalulintaskan, baik antarwilayah maupun antarnegara. Hal ini sejalan dengan UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Mari kita bersama menjaga mutu pangan dan kesehatan komoditas yang kita konsumsi dengan mengikuti prosedur perkarantinaan yang berlaku,” ajaknya. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Artikel Karantina Kepri Musnahkan Komoditas Ilegal Tanpa Dokumen pertama kali tampil pada Metropolis.

Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian

0
Resep Daging Cabai Hijau yang Enak dan Empuk. (YouTube Devina Hermawan)

batampos – Bagi penggemar cabai hijau, bisa dicoba resep yang satu ini, daging cabai hijau.

Selain dagingnya yang empuk, cita rasa cabai hijau yang melimpah pedas ditambah bumbu yang member cita rasa gurih membuat daging cabai hijau ini dijamin menggugah selera makan.

Cara memasaknya yang mudah plus bahan-bahan yang mudah didapat membuat resep daging cabai hijau ini cocok dijadikan menu harian.

Baca juga: Perjalanan Cinta Luna Maya – Maxime Bouttier Menuju Pelaminan Mei Mendatang

Resep daging cabai hijau ala chef Devina Hermawan pada yang dilansir dalam akun Youtube-nya bisa dicoba.

Bahan-bahan untuk membuat daging cabai hijau:
– 600 gram daging sengkel

Bahan untuk membuat bumbu halus:
– 6 siung bawang merah
– 10 siung bawang putih
– 2 butir kemiri
– 4 cm lengkuas
– 1 ruas kunyit
– 3 cm jahe
-100 ml minyak

Bahan lainnya:
– 6 lembar daun salam
– 1 batang serai yang sudah digeprek
– 100 gram gula merah
– 2 sdm kecap manis
– 2 sdt garam
– 2 sdt kaldu bubuk atau penyedap
– 1 sdt merica
– ±1500 ml air

Baca juga: Hasil Riset, Kue Kering Ini Masih Jadi Hidangan Nomor Satu Saat Lebaran Versi Gen-Z

Bahan untuk membuat sambal cabai hijau:
5-6 siung bawang merah
10 siung bawang putih
1-2 buah atau 4-8 gram terasi
100 ml minyak
2 buah tomat hijau
20 buah cabai rawit hijau yang sudah dicincang
8 buah cabai hijau yang sudah dicincang
4 buah cabai gendot yang sudah dicincang
1-2 sdt garam
¾ sdm gula
¾ sdt penyedap
¼ sdt merica

Bahan tambahan lainnya:
8-10 buah cabai rawit hijau yang sudah diiris

Cara untuk membuat daging cabai hijau:
1. Untuk membuat bumbu halus, masukkan bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, kunyit, jahe, dan minyak ke dalam blender hingga halus.

2. Tumis bumbu halus dengan daun salam dan serai hingga kering, sisihkan.

3. Masukkan daging dan masak hingga permukaan daging berubah warna menjadi kecokelatan sambil sesekali diaduk hingga tercampur dengan merata.

Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

4. Lalu masukkan air, kecap manis, gula merah, garam, merica, dan kaldu bubuk atau penyedap. Masak hingga daging empuk selama 1 jam, apabila air mulai menyusut tambahkan dengan air secukupnya.

5. Jika daging sudah empuk, sisihkan daging dan biarkan dingin, lalu iris tipis

6. Untuk membuat sambal cabai hijau, blender bawang merah, bawang putih, terasi, tomat hijau, dan minyak hingga halus
Tumis bumbu halus hingga setengah kering dan masukkan cabai hijau yang sudah dicincang, tumis hingga kering dengan menggunakan api kecil sambil terus diaduk

7. Masukkan daging yang sudah diiris, lalu bumbui dengan garam, gula, merica, dan penyedap

8. Setelah itu, masukkan cabai rawit yang sudah diiris sesuai selera, matikan api dan pindahkan ke wadah.

9. Daging cabai hijau siap disajikan dengan nasi putih.

Selamat mencoba. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kominfo Lingga Bantah Sebut BKD Lingga Minta Aplikasi Dihentikan untuk Upgrade, Kasus Aplikasi SIAP-E Dinilai Buang-buang Anggaran

0

batampos– Menyikapi pemberitaan terkait Program SIAP-E yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga Tahun 2022 silam yang di nilai tidak ada manfaat dan buang-buang Anggaran, Kepala Bidang (Kabid) E-goverment TIK Dinas Kominfo Kabupaten Lingga, Ady Setiawan angkat bicara.

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga, Ady Setiawan membantah jika Program SIAP-E ini dianggap tidak berfungsi dan buang-buang Anggaran. Ia mengatakan bahwa setelah peluncuran aplikasi tersebut, dari pihak BKD kabupaten Lingga meminta agar aplikasi ini dilakukan Upgrade dan penambahan fitur.

“Jika dikatakan program SIAP-E tidak berfungsi dan buang-buang Anggaran itu salah. Karena setelah peluncuran kemarin aplikasi itu sudah dapat digunakan. Namun, dari pihak BKD Lingga sebagai pemegang User dari Aplikasi ini meminta agar aplikasi dihentikan sementara untuk diupgrade dan dilakukan penambahan fitur-fitur,” ungkap Ady Setiawan saat dikonfirmasi Batampos, Rabu malam (9/4).

BACA JUGA: APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga mengungkapkan Aplikasi tersebut saat ini sudah siap dilakukan Upgrade dan penambahan fitur. Pihak Kominfo sudah melakukan koordinasi dengan BKD untuk peluncuran kembali aplikasi ini.

“Aplikasi ini sudah siap dilakukan maintenance, kami masih menunggu jawaban dari BKD terkait kapan aplikasi ini bisa diterapkan kembali,” ungkap Ady.

Ady Setiawan mengatakan kemarin memang sempat dilakukan pemanggilan okeh Aparat Penegak Hukum (APH) terkait permasalahan setelah peluncuran, namun beberapa waktu kedepan aplikasi ini tidak bisa digunakan lagi.

“Kemarin memang pernah kami dipanggil oleh APH terkait permasalahan aplikasi ini. Pemanggilan ini hanya sebatas dimintai keterangan kenapa aplikasi ini setelah peluncuran malah tidak bisa digunakan, namun semua tidak ada masalah yang berarti,” tambahnya.

Namun demikian, hal ini masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Aplikasi yang sudah diluncurkan dengan anggaran yang cukup besar tetapi pada kenyataannya hanya berjalan 1 bulan saja dan setelah itu tidak bisa digunakan.

Jika memang alasan untuk upgrade dan penambahan fitur di dalam aplikasi, apakah harus memakan waktu hingga 2 tahun. Jika memang sudah siap dilakukan Upgrade dan penambahan fitur kenapa tidak langsung digunakan kembali.

Tidak salah jika masyarakat beranggapan bahwa ternyata memang aplikasi ini sebenarnya belum siap untuk diluncurkan pada tahun 2022 kemarin namun dipaksakan untuk diluncurkan.

Kemana dana Rp 177,6 juta yang dianggarkan untuk menggarap aplikasi ini agar dapat digunakan tanpa kendala apapun setelah diluncurkan. Jika memang Kominfo belum siap untuk melakukan peluncuran aplikasi pada tahun 2022 kemarin seharusnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. Jika sudah dilakukan peluncuran berarti Kominfo sudah yakin aplikasi ini tidak memiliki masalah, seharusnya kendala teknis seperti itu tidak akan menghambat penggunaan aplikasi tersebut. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Kominfo Lingga Bantah Sebut BKD Lingga Minta Aplikasi Dihentikan untuk Upgrade, Kasus Aplikasi SIAP-E Dinilai Buang-buang Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E

0

batampos– Ternyata SIAP-E yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga Tahun 2022 silam dengan pagu anggaran Rp 177,6 juta sudah pernah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) di Lingga. Ini karena program tersebut sampai sekarang belum bisa difungsikan.

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga, Ady Setiawan saat dihubungilewat telepon mengaku bahwa pihaknya sudah pernah dipanggil APH khusus karena aplikasi ini.

Kemarin memang pernah kami dipanggil oleh APH terkait permasalahan aplikasi ini. Pemanggilan ini hanya sebatas dimintai keterangan kenapa aplikasi ini setelah peluncuran malah tidak bisa digunakan, namun semua tidak ada masalah yang berarti,” tambahnya.

Seperti diketahui Sebuah aplikasi bernama Sistem Informasi Absensi Pegawai Elektronik (SIAP-E), yang sempat diluncurkan dengan gegap gempita dan menyedot anggaran daerah hingga Rp177,6 juta, kini menjadi teka-teki sunyi. Aplikasi yang digadang-gadang bakal menjadi tulang punggung pelayanan ASN itu hanya berfungsi selama satu bulan, setelah itu lenyap begitu saja.

BACA JUGA: Jika Ingin PKG di Puskesmas, Warga Harus Isi Aplikasi

SIAP-E bersamaan dengan lima aplikasi lainnya resmi diluncurkan pada 24 Juni 2022 dalam sebuah seremoni penuh harapan. Muhammad Nizar, selaku Bupati Lingga memimpin secara langsung peluncuran aplikasi ini di hadapan para pejabat tinggi Daerah, termasuk Ketua DPRD dan Kepala Ombudsman Kepri. Di atas panggung, janji digitalisasi pelayanan publik menggema. Tapi di balik layar, bencana digital perlahan mendekat.

Salah seorang narasumber yang tidak mau namanya di, saat kami konfirmasi mengatakan, aplikasi SIAP-E ini hanya berjalan satu bulan saja pasca diluncurkan. Namun, setelah satu bulan itu aplikasi tersebut sudah tidak dapat dioperasikan lagi.

“Itu aplikasi cuma jalan sekitar sebulan, habis itu ya… mati. Sekarang tak bisa dipakai sama sekali,” ujar salah satu ASN yang meminta identitasnya disembunyikan, Selasa (8/4).

Lebih mengejutkan, aplikasi ini bahkan tidak tersedia di Play Store. Padahal proyek tersebut secara resmi tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dengan nomor RUP 37207258 dan dibiayai oleh APBD-P Lingga tahun 2022.

Tak hanya aplikasi yang mati, sejumlah pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lingga dikabarkan mengundurkan diri secara diam-diam. Mereka menolak terseret lebih jauh dalam proyek yang kini diduga memiliki berbagai kejanggalan.

“Kalau memang ada yang salah dalam proyek ini, jangan kami yang malah dijadikan tumbal,” bisik seorang sumber internal Diskominfo yang enggan disebutkan namanya.

Dalam dokumen resminya, SIAP-E dirancang sebagai sistem cerdas yang mencakup HRD, Absensi Digital, serta Manajemen Admin Android dan iOS. Namun realisasi di lapangan sungguh mengecewakan. Tak ada fitur yang benar-benar berjalan. ASN, PPPK, dan tenaga honorer yang diwajibkan mengakses aplikasi ini malah kebingungan sejak minggu kedua peluncuran.

Pertanyaan paling besar yang kini bergema di kalangan publik: ke mana uang Rp177 juta itu mengalir? Siapa vendor pengembang aplikasi ini? Apakah ada audit internal terhadap proyek ini? Dan yang paling penting: mengapa tidak ada evaluasi atau sanksi setelah kegagalan fatal tersebut?

Kasus SIAP-E menjadi contoh nyata bagaimana proyek berbasis teknologi informasi di daerah seringkali menjadi panggung formalitas, tanpa perencanaan matang, tanpa pengawasan, dan tanpa akuntabilitas. Di atas kertas: canggih. Di lapangan: nihil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Diskominfo maupun Pemkab Lingga mengenai status aplikasi SIAP-E, sisa anggaran, dan pertanggungjawaban pihak terkait.

Tim investigasi media ini berkomitmen terus menelusuri skandal ini. Publik berhak tahu: apakah ini murni kelalaian teknis, atau sebuah skema korupsi digital yang terselubung di balik layar touchscreen. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E pertama kali tampil pada Kepri.

Dugaan Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar: Ditreskrimsus Panggil M Rudi, Eks Kepala BP Batam

0
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora.
(f. Aziz / Batam Pos)

batampos – Ditreskrimsus Polda Kepri terus menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola BP Batam. Mantan Kepala Ex Officio BP Batam, Muhammad Rudi, turut dipanggil untuk dimintai keterangan terkait perannya dalam proyek tersebut.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, menyebut pemanggilan Rudi dilakukan untuk menggali sejauh mana pengetahuannya soal proyek itu. Sementara itu, perhitungan kerugian negara masih berlangsung.

Hingga akhir Maret 2025, lebih dari 50 saksi telah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian hukum sebelum penetapan tersangka. Polda Kepri menegaskan komitmennya menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan.

Proyek dermaga ini menjadi sorotan karena statusnya sebagai proyek strategis nasional untuk mendukung arus logistik Batam. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Dugaan Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar: Ditreskrimsus Panggil Eks Kepala BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Insiden Kebakaran Di Kecamatan Senayang Akibatkan Kerugian Ratusan Juta

0
Penyerahan bantuan kepada korban yang rumahnya hangus terbakar akibat insiden kebakaran di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Selasa (8/4). F. Oktanius Wirsal/BATAM POS

batampos– Insiden Kebakaran yang mainmpa warga Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga pada 8 April 2025 kemarin memberikan kesan duka yang mendalam. Pasalnya, dalam beberapa hari belakangan beberapa insiden memiliki terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Lingga.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh pihak Batampos, insiden kebakaran yang menghanguskan tujuh buah rumah milik warga Kecamatan Senayang ini mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga telah memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya hangus terbakar akibat Insiden Kebakaran kemarin.

“BPBD menyerahkan bantuan untuk korban bencana, saat ini menyiapkan dokumen untuk pengajuan bantuan korban kebakaran dari pemerintah,” ujar Oktanius saat dikonfirmasi Batampos, Rabu (9/4).

Oktanius mengungkapkan, bagi warga yang rumahnya hangus terbakar akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Setiap rumah akan di usulkan untuk menerima bantuan dari pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Kepala BPBD Lingga.

Kepala BPBD Lingga menjelaskan, pihaknya bersama dengan Dinas Perkim Kabupaten Lingga telah melakukan peninjauan di Lokasi kejadian untuk melakukan perhitungan terhadap kerugian yang ditumbulkan dari insiden kebakaran.

“BPBD dan pihak Dinas Perkim sudah turun ke lokadi pasca kebakaran. Dari hasil perhitungan kami, kerugian yang dialami akibat insiden kebakaran ini mencapai hinggak 1 Milyar rupiah,” tutup Oktanius. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Insiden Kebakaran Di Kecamatan Senayang Akibatkan Kerugian Ratusan Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak Wali, Drainase di Batuaji Dipenuhi Sampah Usai Banjir

0

Kelakuan manusia membuang sampah di sungai. 

(f. Eusebisius / Batam Pos)batampos – Usai banjir yang sempat melanda wilayah Batuaji, kondisi drainase di sejumlah titik kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Pemandangan ini terlihat jelas di sepanjang drainase induk sekitar Simpang Taman Makam Pahlawan Bulan Gebang, Batuaji, Batam.

Drainase di kedua sisi jalan utama kawasan tersebut tampak sesak oleh berbagai jenis sampah. Sampah-sampah itu menumpuk di bibir gorong-gorong dan tersangkut pada instalasi pipa maupun kabel yang melintang di dalam drainase, sehingga menghambat aliran air.

Jenis sampah yang paling mendominasi adalah plastik, seperti botol minuman, bungkus makanan, hingga kantong plastik sekali pakai. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena tumpukan sampah yang menyumbat drainase dapat memperparah potensi banjir saat hujan kembali turun.

Pengguna jalan menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai tumpukan sampah yang tidak kunjung dibersihkan menjadi penyebab utama air tidak bisa mengalir dengan lancar.

Nggak cuma di jalan, di perumahan juga, bahkan di dalam drainase pun penuh dengan sampah,” ujar Imran, warga Batuaji.

Menurut warga, penumpukan sampah di dalam drainase tidak lepas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan perumahan. Ketika tidak ada pengelolaan sampah yang baik, masyarakat akhirnya membuang ke luar, dan sampah pun berserakan hingga ke saluran air.

Kebayang bila hujan datang, ketika sampah dibuang ke sungai.
(f. Eusebius / Batam Pos)

Persoalan ini dinilai sangat serius oleh warga sekitar. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin banjir yang lebih parah bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih saat musim hujan, air dari hulu akan terus mengalir tanpa bisa ditampung oleh drainase yang tersumbat.

Selain masalah sampah, warga juga menyoroti keberadaan instalasi kabel dan jaringan pipa di dalam drainase. Instalasi tersebut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mempersempit ruang aliran air dan memicu penyumbatan di beberapa titik.

“Kami minta ada penertiban dan penataan ulang instalasi pipa serta kabel. Jangan sampai saluran air justru berubah fungsi dan jadi sumber masalah,” kata Arman, warga lainnya yang ditemui di lokasi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk membersihkan dan menata ulang sistem drainase, termasuk mengatur kembali instalasi jaringan utilitas. Mereka juga meminta adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lapor Pak Wali, Drainase di Batuaji Dipenuhi Sampah Usai Banjir pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Kezia Baloi Desak Normalisasi Sungai Baloi yang Ditimbun

0
Segitu tuh, aliran sungai yang ditimbun.
(istimewa)

batampos – Warga Perumahan Kezia Baloi, Lubukbaja, mendesak kepastian normalisasi atas dugaan penimbunan aliran Sungai Baloi yang dinilai telah merusak lingkungan dan memicu ancaman banjir.

“Sudah dua pekan berlalu sejak kasus ini mencuat, namun warga belum mendapat kejelasan kapan proses normalisasi sungai akan dimulai,” kata Ketua RT05/RW08 Perumahan Kezia Baloi Indah, Ade, Kamis (10/4).

Ia menyampaikan, kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan, terutama saat hujan deras mengguyur Batam selama dua hari berturut-turut. Air sungai meluap hingga ke permukiman, padahal sebelumnya kawasan tersebut tidak pernah terdampak banjir.

“Sudah dua minggu warga menunggu dan butuh kepastian hukum. Warga tetap mendukung proses hukum yang berjalan, tapi saat ini air sudah mulai naik di belakang perumahan. Ini yang sangat kami khawatirkan,” katanya.

Menurut penuturan Ade, sebelum ditimbun, lebar Sungai Baloi mencapai 35 meter. Kini, sisa aliran sungai hanya sekitar 5 meter dan berubah fungsi menjadi drainase kecil. Penimbunan tersebut, kata warga, dilakukan secara masif dan menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.

Kecurigaan warga muncul saat melihat alat berat dinas berada di lokasi. Awalnya, warga mengira proyek tersebut merupakan bagian dari program normalisasi sungai. Namun, belakangan diketahui bahwa alat tersebut digunakan untuk penimbunan aliran sungai demi kepentingan pembangunan jalan.

“Karena alatnya dari dinas, kami pikir sedang ada pengerjaan normalisasi. Tapi kenyataannya, justru rumah-rumah di pinggir sungai kebanjiran. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” jelas Ade.

Keresahan warga semakin memuncak ketika sejumlah pejabat pemerintahan datang ke lokasi dan menunjukkan Peta Lokasi (PL) yang mengindikasikan rencana pembangunan jalan di atas lahan sungai yang telah ditimbun.

“Dari situ semuanya terbongkar. Ternyata penimbunan ini bukan untuk normalisasi, tapi untuk membangun jalan. Alat milik dinas digunakan bukan sesuai peruntukannya,” ujar Ade.

Kasus ini mendapat perhatian publik setelah viral di media sosial. Ditreskrimsus Polda Kepri pun turun tangan dan langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah langkah cepat telah dilakukan, termasuk penghentian aktivitas penimbunan serta penarikan alat berat milik DBMSDA dari lokasi.

“Harapan kami cuma satu: sungai ini dikembalikan seperti semula agar kami bisa hidup tenang lagi,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

 

Artikel Warga Kezia Baloi Desak Normalisasi Sungai Baloi yang Ditimbun pertama kali tampil pada Metropolis.