Selasa, 24 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1589

Lik Khai Diperiksa Polisi, Surya Paloh Turun Tangan

0
Lik Khai, (kemeja biru) dan pengacaranya.

batampos – Anggota DPRD Kepri, Lik Khai, mendatangi Polda Kepri, Kamis (10/4), untuk memberikan keterangan terkait polemik normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi, Kota Batam, yang menghangat beberapa pekan terakhir.

Lik Khai datang didampingi pengacaranya dari Badan Advokasi Hukum DPP Partai Nasdem, Dr Husni Thamrin SH, MH.

Husni menjelaskan, pendampingan hukum yang ia berikan kepada Lik Khai adalah atas perintah langsung Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. “Ini perintah langsung Ketua Umum setelah mendengar penjelasan dari Pak Lik Khai kepada beliau terkait masalah ini beberapa waktu lalu,” ujarnya, seusai menjalani pemeriksaan di Polda Kepri.

Husni menjelaskan, Lik Khai dimintai keterangan selama kurang lebih enam jam dan mendapat 34 pertanyaan dari penyidik.

Ia mengatakan, semua bermula dari kepedulian Lik Khai atas kondisi DAS Baloi yang makin mendangkal. Sebagai wakil rakyat dan juga tokoh masyarakat di kawasan sekitar DAS Baloi, LIk Khai mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki kondisi sungai tersebut agar tidak menjadi penyebab banjir kala musim hujan.

Baca Juga: Warga Kezia Baloi Desak Normalisasi Sungai Baloi yang Ditimbun

“Kalau ditanya, dari mana dan sejak kapan material yang ada di sungai itu Pak Lik Khai pun tidak tahu. Itu sudah ada sejak lama. Itulah yang ingin beliau bersihkan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia melanjutkan, Lik Khai kemudian berkirim surat kepada Lurah setempat, ditembuskan kepada Camat Lubukbaja, dan diteruskan kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. “Sebab untuk membersihkan aliran sungai itu memang tugas dan tanggung jawab Dinas Bina Marga. Karena itu, beliau bersurat ke dinas tersebut,” kata Husni.

Sebelum menurunkan alat berat (backhoe) ke lokasi, Dinas Bina Marga terlebih dahulu melakukan survei lapangan. “Jadi prosesnya sudah benar. Ada warga yang peduli pada lingkungan. Lalu, berkirim surat kepada instansi terkait dan direspon,” ujarnya.

Husni menggarisbawahi bahwa yang dilakukan adalah pengerukan bukan penimbunan. “Itu dua hal yang berbeda. Dan, pengerukan itulah sebenarnya yang disebut normalisasi. Jadi, tidak benar yang dilakukan di situ penimbunan,” katanya.

Material hasil pengerukan, kata Husni, sampai Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra melakukan inspeksi mendadak masih ditumpuk di pinggiran sungai dan belum diratakan. “Tapi, masalah ini keburu viral dan opini yang berkembang sangat berbeda dengan fakta yang terjadi. Ini yang ingin kami luruskan,” paparnya.

Lik Khai sendiri membantah pekerjaan itu untuk membuat jalan untuk keperluan apartemen yang berdiri di kawasan DAS tersebut. “Saya tak punya unit di apartemen itu, apalagi punya saham seperti yang dituduhkan kepada saya. Kalau ada yang bisa membuktikan saya punya saham dan unit apartemen di sana, saya kasih semua ke dia,” kata Lik Khai.

Reporter: AZIZ MAULANA

Artikel Lik Khai Diperiksa Polisi, Surya Paloh Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur Rumah, di Batu Aji

0
ilustrasi

batampos – Seorang pria, warga Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya pada Kamis (10/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui bernama Zulpawaldi, pria kelahiran tahun 1987.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh dua anak korban yang baru pulang dari sekolah. Saat membuka pintu rumah, keduanya langsung histeris setelah mendapati ayah mereka tergantung dengan seutas tali di dapur. Teriakan kedua bocah ini sontak mengundang perhatian warga sekitar.

Mendengar teriakan tersebut, para tetangga segera berdatangan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Batuaji. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwilambang, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri. “Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri motif di balik tindakan ini,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian, diketahui bahwa Zulpawaldi tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama dua anaknya selama delapan bulan terakhir. Istrinya dikabarkan bekerja di Singapura dan belum diketahui apakah telah dihubungi terkait insiden ini.

Beberapa warga menyebut bahwa korban akhir-akhir ini tampak sering murung dan mengeluhkan soal tekanan ekonomi. Salah satu rekan korban menyebut adanya dugaan korban terlibat persoalan utang piutang, termasuk pinjaman online yang menjeratnya.

“Saya kenal dia waktu kerja sama sebagai sekuriti. Sekarang dia kerja di Mc Dermott. Dia pernah cerita sering dikejar-kejar penagih pinjaman online,” ujar rekan korban yang ditemui di lokasi. Namun, ia mengaku tidak tahu pasti apakah itu penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

Ketua RT 01 Perumahan Central Park, Surya Dharma Sitompul, juga membenarkan bahwa Zulpawaldi baru tinggal di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir. “Dia tinggal hanya dengan dua anaknya. Kalau soal masalah rumah tangganya, kami tidak tahu pasti,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan secarik surat yang diduga ditulis oleh korban dan ditujukan kepada istrinya. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan sejumlah keluhan dan permintaan maaf, yang memperkuat dugaan adanya persoalan rumah tangga atau tekanan batin lainnya.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, menyatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kami akan memeriksa surat yang ditinggalkan serta meminta keterangan dari saksi-saksi dan pihak keluarga untuk memastikan motif sebenarnya di balik kematian korban,” jelasnya. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur Rumah, di Batu Aji pertama kali tampil pada Metropolis.

Lampu Penerangan di Pelabuhan Tarempa Mati, Syahbandar Sebut akan Upayakan Perbaikan Agar Penumpang Nyaman

0
Kondisi dermaga Pelabuhan Tarempa yang gelap akibat tidak menyalanya lampu penerangan. f.ihsan

batampos– Keluhan atas padamnya lampu penerangan di dermaga Pelabuhan Tarempa, Anambas direspon baik oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Kelas II Tarempa selaku pengelola.

Kepala UPP Tarempa, Nelson Sianipar melalui stafnya, Darlis menjelaskan pihaknya telah berusaha untuk menyalakan kembali agar aktifitas di Pelabuhan bisa berjalan normal.

“Kita sudah panggil petugas PLN, sudah dicoba untuk dihidupkan tapi tidak lama lampu itu menyala kemudian mati lagi,” ujar Darlis melalui sambungan seluler, Rabu, (9/4).

BACA JUGA: Lampu Pelabuhan Tarempa Padam, Aktivitas Naik Turun Penumpang Terkendala, Dibantu dari Lampu Sorot Kapal

Bahkan kata dia, waktu pemantauan arus balik lebaran 2025 oleh Bupati dan Kapolres Anambas pada Senin, 7 April lalu, kondisi lampu yang padam sempat dihidupkan. Namun tidak lama kemudian terjadi bunyi seperti ledakan kecil.

“Saya bukan tidak memikirkan kondisi ini. Dari awal padam sudah dipikirkan gimana cara agar pelayanan kepada penumpang bisa optimal,” terang Darlis.

Berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, padamnya lampu penerangan ini dikarenakan adanya kerusakan jaringan kabel yang berada dibawah dermaga.

“Nanti kita turunkan tim agar melihat langsung kondisi kabel yang ada di bawah dermaga. Nanti dihitung berapa panjang kabel. Kalau memang harus diganti ya harus diganti,” tuturnya.

Jika kondisi kabel sudah tidak layak lagi, Syahbandar Tarempa menyatakan belum mampu untuk melakukan pergantian mengingat kondisi anggaran untuk tahun ini tidak memungkinkan.

“Pusing saya, kalau ganti anggaran belum ada tahun ini. Untuk sementara kita gunakan lampu dari senter dan bantuan lampu sorot dari kapal yang datang sebagai penerangan di dermaga,” katanya.

Darlis juga menerangkan kondisi lampu padam ini sudah berlangsung hampir dua pekan. Hal ini berawal dari adanya gesekan antara tenda posko pengaman terpadu dengan kabil jaringan.

“Semoga kondisi lampu ini bisa segera teratasi sehinggga pelayanan yang kami berikan kepada penumpang bisa maksimal,” kata Darlis.

Sebelumnya, penumpang kapal yang naik atau turun di Pelabuhan Tarempa, Anambas mengeluhkan tidak adanya penerangan di sisi dermaga.

Padahal di setiap sisi dermaga terdapat tiang lampu yang tersedia. Namun lampu tersebut tidak menyala.

“Ada lampu tapi tidak dinyalakan. Gelap sekali dermaga ini. Jujur saja, kita sangat sulit beraktifitas kalau kondisi gelap begini,” ujar seorang penumpang, Abdullah Ismail, Senin, (7/4).

Menurut Abdullah kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu. Bahkan, saat KM Bukit Raya mengangkut penumpang arus mudik pada 26 Maret lalu, kondisi dermaga gelap gulita.

“Beruntung pencahayaan dermaga ini dibantu dari lampu sorot milik KM Bukit Raya. Jadi terang, tak gelap. Tapi sebelum kapal datang, memang gelap kali bang,” kata Abdullah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Lampu Penerangan di Pelabuhan Tarempa Mati, Syahbandar Sebut akan Upayakan Perbaikan Agar Penumpang Nyaman pertama kali tampil pada Kepri.

Anggota DPRD Kepri Lik Khai Dipanggil Polisi, Warga Desak Normalisasi Sungai Baloi

0

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri memanggil anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai, terkait dugaan pengrusakan lingkungan akibat penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi, Lubukbaja.

Pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka penyelidikan awal untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan atau pengetahuan politisi tersebut terhadap aktivitas yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan dan memicu banjir di kawasan pemukiman warga.

“Pemanggilan ini sebatas memintai keterangan. Masih dalam tahap penyelidikan dan akan ada pemeriksaan lanjutan,” ujar Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, saat dikonfirmasi di Mapolda Kepri, Kamis (10/4).

Baca Juga: Tuduhan Lik Khai Penimbunan Sungai Baloi untuk Jalan Inspeksi Dibantah DBM-SDA Batam

Sementara itu, warga Perumahan Kezia Baloi, yang berada tak jauh dari lokasi DAS, mulai gelisah. Mereka mendesak agar sungai Baloi segera dinormalisasi yang kini alirannya menyempit drastis akibat penimbunan.

“Sudah dua pekan sejak kasus ini mencuat, tapi belum ada kejelasan kapan normalisasi dilakukan,” kata Ade, Ketua RT05/RW08 Perumahan Kezia Baloi Indah.

Menurut Ade, curah hujan tinggi yang melanda Batam selama dua hari terakhir membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga, situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

“Sungai dulu lebarnya 35 meter, sekarang tinggal 5 meter. Sudah seperti drainase. Ini sangat berbahaya jika dibiarkan,” keluhnya.

Kecurigaan warga mencuat ketika melihat alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam beroperasi di lokasi penimbunan. Mereka semula mengira ada proyek normalisasi sungai. Namun belakangan, diketahui alat berat digunakan untuk proyek pembangunan jalan.

“Karena alatnya dari dinas, kami pikir itu normalisasi. Tapi nyatanya malah penimbunan. Dan sekarang kami kebanjiran,” ujarnya.

Puncak keresahan terjadi saat sejumlah pejabat menunjukkan Peta Lokasi (PL) yang mengindikasikan adanya rencana pembangunan jalan di atas bekas aliran sungai yang telah ditimbun.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

“Dari situ semuanya terbongkar. Ternyata proyek ini bukan normalisasi, tapi untuk kepentingan jalan. Ini sudah melenceng dari fungsi alat dan program dinas,” jelas Ade.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Merespons hal itu, Ditreskrimsus langsung turun ke lapangan. Penimbunan dihentikan, dan alat berat milik DBMSDA ditarik dari lokasi.

“Kami hanya ingin sungai ini kembali seperti semula. Kami ingin hidup tenang, tanpa ancaman banjir,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Anggota DPRD Kepri Lik Khai Dipanggil Polisi, Warga Desak Normalisasi Sungai Baloi pertama kali tampil pada Metropolis.

WTP Baru Beroperasi, Suplai Air Batam Ditingkatkan

0
Ilustrasi.

batampos – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan air minum bagi warga Batam, PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu terus melakukan upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur.

Kedua operator tersebut bekerja sama dengan Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM) BP Batam dalam memastikan ketersediaan air minum yang layak bagi masyarakat.

Corporate Communication PT ABH, Ginda Alamsyah, menyampaikan peningkatan kebutuhan air minum di Batam menuntut adanya langkah-langkah konkret dari para operator air. Oleh karena itu, pihaknya bersama mitra strategis terus melakukan pembenahan guna memperkuat sistem distribusi air di wilayah tersebut.

Baca Juga: Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah penambahan kapasitas produksi air melalui pengoperasian sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, seperti WTP Mukakuning II, Tembesi, dan Duriangkang 5. Ketiga instalasi ini diharapkan mampu menyuplai air bersih lebih optimal ke berbagai wilayah di Batam.

“Dengan beroperasinya fasilitas-fasilitas ini, kapasitas produksi air meningkat secara signifikan, sehingga mampu menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan air yang terus bertambah,” kata dia, Kamis (10/4).

Penambahan kapasitas ini juga menjadi solusi atas berbagai permasalahan suplai air di sejumlah wilayah yang masih mengalami ketidaknormalan dalam aliran air. Adanya distribusi yang belum merata menjadi perhatian serius pihak operator dan BU-SPAM BP Batam.

Baca Juga: Upaya Perbaiki Distribusi Air Bersih, BP Batam Evaluasi Kontrak dengan PT Moya

Ginda menambahkan, upaya lain yang turut dilakukan adalah peningkatan tekanan air melalui sistem injeksi serta penerapan keseimbangan distribusi antar wilayah. Langkah ini bertujuan agar pelanggan di area dengan tekanan rendah tetap mendapatkan pasokan air secara memadai.

Selain itu, PT Air Batam Hilir dan Hulu juga terus melakukan perbaikan infrastruktur distribusi, baik melalui penggantian jaringan lama maupun pembangunan jalur baru yang lebih efisien dan tahan terhadap gangguan teknis.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi krisis air di area-area terdampak melalui berbagai pendekatan teknis dan strategis. Kerja sama dengan BU-SPAM BP Batam akan terus kami tingkatkan demi tercapainya layanan air minum yang andal dan berkelanjutan di Batam,” ujar Ginda. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel WTP Baru Beroperasi, Suplai Air Batam Ditingkatkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Enam Dapur SPPG Sedang Dibangun, Makan Bergizi Gratis Tahap Dua mulai 14 April

0
Pelajar SDN 001 Tebing saat menerima menu makanan gratis. f,Romo

batampos– Saat ini, sedang dibangun dapur Satuan Pelayanan Penenuhan Gizi (SPPG) dibeberapa kecamatan yang direncanakan akan didistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 14 April mendatang. Hal ini disampaikan perwakilan Mitra Mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) Karimun Franklin C Palempung untuk tahap dua yang dimulai pada bulan April hingga Juni.

” Jadi sekarang sedang dibangun dapur SPPG, untuk tempat memasak MBG. Dan, nanti akan didistribusikan kepada sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di kabupaten karimun,” terangnya, Rabu (9/4).

Sedangkan, dapur SPPG tersebut saat ini yang sudah siap yaitu kecamatan Tebing. Sedangkan, beberapa kecamatan sedang dibangun dapur SPPG seperti dikecamatan Karimun, Meral Barat, Kundur Barat, Kundur Utara dan Moro.

BACA JUGA:Program MBG di Anambas Tetap Berjalan Normal di Bulan Ramadan

” Untuk tahap pertama sudah selesai. Dan, terakhir kemarin dibulan Maret saat bulan puasa MBGnya berbentuk makanan untuk berbuka puasa seperti, kurma, biskuit, telor bulat, pisang, sereal,” tuturnya.

Masih kata Franklin, untuk proses pendistribusian tahap pertama kemarin ada 5 sekolahan SMAN 1, SMPN 1 dan SDN 001 Tebing, SDN 004 Tebing dan SDN 008 Tebing dengan total 1655 pelajar.

” Mudah-mudahan tepat waktu, tahap kedua perdananya bulan ini,” ucapnya.

Sementara itu salah satu guru SDN 001 Tebing Romo mengatakan, untuk makan bergizi gratis sudah diterima oleh para pelajar kelas IV, V dan VI saja. Sedangkan, kelas I, II dan III libur selama bulan suci ramadan 1446 H.

” Sudah diterima kemarin. Kalau dilihat hanya makanan ringan saja sih,” ucapnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Enam Dapur SPPG Sedang Dibangun, Makan Bergizi Gratis Tahap Dua mulai 14 April pertama kali tampil pada Kepri.

Penumpang KM Kelud Meninggal Dunia saat Perjalanan dari Medan ke Batam

0
Ilustrasi KM Kelud.

batampos – Seorang penumpang kapal Pelni KM Kelud dilaporkan meninggal dunia saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Belawan, Medan menuju Batam pada Kamis (10/4) siang. Korban diketahui bernama Adrina, perempuan berusia 42 tahun warga Perumahan Masyeba Kota Batam.

Informasi tentang meninggalnya penumpang tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniansyah.

Edwin menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi tak lama setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Belawan. Saat itu, korban dilaporkan tiba-tiba tidak sadarkan diri dan segera mendapat penanganan medis dari petugas kapal.

“Benar, ada satu penumpang meninggal dunia. Korban seorang perempuan dewasa, usia sekitar 42 tahun. Kejadian ini terjadi saat kapal sedang berlayar dari Belawan menuju Batam,” ujar Edwin saat dikonfirmasi Kamis (10/4).

Karena posisi kapal masih berada di sekitar Belawan, tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersama Basarnas langsung melakukan evakuasi dengan menjemput korban ke atas kapal dan menurunkannya kembali di Pelabuhan Belawan.

“Karena kapal masih berada di sekitar Belawan, KKP dan Basarnas langsung menjemput ke kapal dan menurunkan korban di Belawan,” jelas Edwin.

Edwin menambahkan bahwa pihaknya masih menelusuri informasi lebih lanjut mengenai identitas korban melalui manifes penumpang dan penyebab kematian. Diketahui, korban membeli tiket pulang pergi dari Batam menuju Belawan jelang lebaran. Ia berangkat bersama suami dan dua orang anaknya.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut, termasuk penyebab kematian. Namun dari pihak dokter kapal mencatat bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung,” ujarnya.

Kapal KM Kelud diketahui berangkat dari Pelabuhan Belawan pada Kamis siang dan dijadwalkan tiba di Batam pada Jumat siang.

Sesuai dengan aturan, proses evakuasi dilakukan segera setelah kapal berada dengan Pelabuhan terdekat. Pihak Pelni Batam mengungkapkan, mereka masih menunggu informasi lanjutan terkait korban. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penumpang KM Kelud Meninggal Dunia saat Perjalanan dari Medan ke Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Operasi Ketupat Seligi Berakhir, Kecelakaan Turun Drastis, Gangguan Kamtibmas Meningkat

0
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin.

batampos – Operasi Ketupat Seligi 2025 yang digelar Polda Kepri resmi berakhir. Operasi tahunan yang berlangsung selama 14 hari sejak 26 Maret 2025 ini bertujuan mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di seluruh wilayah hukum Polda Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama operasi berlangsung tetap terjaga. Namun, terdapat dinamika yang perlu menjadi perhatian, terutama meningkatnya jumlah gangguan Kamtibmas meskipun angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Salah satu poin menggembirakan dari pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2025 adalah penurunan drastis angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolda, Kamis (10/4).

Data perbandingan Operasi Ketupat di tahun 2024 dan 2025 menunjukkan tren positif dalam hal keselamatan berlalu lintas. Tahun lalu, pada hari ketiga belas operasi tercatat empat kasus kecelakaan dengan rincian satu korban meninggal dunia, lima luka berat, dan dua luka ringan.

Sementara pada tahun ini, terjadi satu kasus kecelakaan. Ada satu korban mengalami luka berat. Untuk korban jiwa maupun luka ringan tidak ada.

“Artinya, terjadi penurunan sebanyak tiga kasus atau setara 75 persen. Bahkan, Polda Kepri mencatat peningkatan kualitas penanganan laka lantas sebesar 25 persen,” katanya.

Keberhasilan ini, menurut Kapolda, tidak lepas dari peran aktif Satgas Kamtibcar Lantas yang gencar melakukan patroli serta pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan.

Di balik catatan positif tersebut, Polda Kepri juga mencatat peningkatan cukup tajam dalam angka gangguan Kamtibmas. Pada hari keempat belas operasi tahun ini pada 8 April 2025, terjadi 17 kasus gangguan Kamtibmas, melonjak tajam dibanding tahun lalu yang hanya lima kasus pada hari ketiga belas pada 16 April 2024.

Kenaikan sebesar 12 kasus ini mencerminkan lonjakan 29 persen. Seluruh kasus tersebut tergolong kejahatan konvensional. Tidak tercatat adanya kasus kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, maupun gangguan kontinjensi dalam dua tahun terakhir pada periode yang sama.

Kapolda Kepri memberikan instruksi kepada seluruh jajaran agar tetap siaga terhadap potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat, terutama pasca momen Lebaran.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dan Satgas Binmas dalam menyampaikan imbauan Kamtibmas secara masif kepada masyarakat. Sosialisasi terkait pelanggaran lalu lintas yang berisiko menyebabkan kecelakaan, khususnya saat mobilitas antar wilayah meningkat, akan terus digencarkan.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas, saya tekankan kepada seluruh personel agar tetap bersikap humanis dan profesional,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Operasi Ketupat Seligi Berakhir, Kecelakaan Turun Drastis, Gangguan Kamtibmas Meningkat pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area

0
Ilustrasi.

batampos – BP Batam terus berupaya menyelesaikan persoalan distribusi air bersih yang masih belum merata di sejumlah wilayah. Saat ini, terdapat 18 stress area atau kawasan yang belum terlayani air bersih secara normal, di mana air hanya mengalir pada dini hari hingga subuh.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena penyediaan air bersih termasuk dalam lima program prioritas Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra di triwulan kedua masa jabatan mereka.

Masyarakat pun berharap pasokan air di kawasan-kawasan tersebut bisa segera lebih kontinu, tidak hanya mengalir di luar jam aktivitas harian.

Baca Juga: Air Mati Lagi di Tanjungsengkuang, PT ABH: Dampak dari Penurunan Produksi di IPA Mukakuning dan Duriangkang

“Kami ingin air mengalir normal. Jangan sampai seperti yang sudah-sudah,” kata Wira, warga Tanjungsengkuang.

Ia mengaku, di wilayah tempat tinggalnya itu sering kali air mengalir tak lancar. Bahkan tak menutup kemungkinan suplai air terhenti.

“Air mengalir kadang cuma subuh aja. Di jam-jam normal aliran tak mengalir, kalau ngalir pun cuma dikit aja. Jadi kami (warga) minta pemerintah segera berbenah, bila perlu kembalikan ke pengelola yang sebelumnya,” ujar dia.

Sementara, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai mengerjakan sejumlah proyek teknis untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah proyek pemasangan krossing pipa di Kepayang dan interkoneksi pipa di kawasan Sei Harapan.

Baca Juga: Air Mati Sejak Pagi, Warga Legenda Menjerit

“Dengan proyek tersebut, beberapa wilayah kini sudah mulai bisa dialiri air, meskipun belum 24 jam penuh. Wilayah itu antara lain Kamp Ponjen, Kamp Bukit, Tiban Riau Bertuah, dan Patam,” katanya.

Meski begitu, distribusi air di kawasan tersebut masih dalam tahap pemantauan. Hal ini disebabkan oleh kontur wilayah yang cukup tinggi di beberapa titik, sehingga tekanan air belum mampu menjangkau seluruh area secara optimal.

“Nantinya, kami akan memasang booster atau pompa tambahan agar air bisa naik ke wilayah yang lebih tinggi dan sulit dijangkau,” katanya.

Selain itu, BP Batam juga berencana melakukan pemasangan pipa krossing tambahan di wilayah lainnya. Langkah ini akan didukung dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di kawasan Ladi dengan kapasitas 50 liter per detik.

Baca Juga: Sudah 3 Hari Air Tak Ngalir ke Daerah Tiban, Fiska: Saya Mandi Pakai Air Galon 

“Pembangunan IPA Ladi ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan stress area di wilayah barat Batam yang selama ini cukup terdampak,” ujar Tuty.

Di sisi lain, BP Batam juga tengah meninjau kembali skema kerja sama dengan Moya selaku operator pengelola air. Saat ini skema yang berjalan adalah Operation & Maintenance (OM), namun pihaknya sedang berdiskusi dengan PT Moya pusat untuk evaluasi menyeluruh.

“Evaluasi ini akan memakan waktu cukup panjang, bisa lebih dari enam bulan. Tapi ini bagian dari upaya kami untuk mendapatkan skema terbaik bagi pelayanan air bersih di Batam,” kata dia.

Selama dua minggu pertama dirinya menjabat, sudah banyak laporan kebocoran pipa yang diterima dan langsung ditindaklanjuti. “Kami bergerak cepat memperbaiki kebocoran tergantung pada tingkat kerusakannya,” tambahnya.

BP Batam menegaskan komitmennya dalam penyediaan air bersih yang merata bagi seluruh masyarakat Batam. Tuty berharap, dengan berbagai langkah yang sedang dan akan dilakukan, pelayanan air bersih bisa semakin membaik ke depannya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Menunggu Hasil Forensik untuk Memastikan Penyebab Kematian Pria di Hutan Tiawangkang

0
Ilustrasi mayat.

batampos – Kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan mayat pria berinisial TI yang ditemukan membusuk di jurang kawasan hutan Tiawangkang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, pada Kamis (27/3) lalu. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menyimpulkan penyebab kematian TI. “Kami masih menunggu hasil laboratorium forensik dari Jakarta. Hari ini juga kami kembali berkoordinasi dengan tim laboratorium,” ujar Anwar saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).

Menurut Anwar, dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa lebih dari lima orang saksi yang diduga memiliki keterkaitan atau mengetahui perihal korban sebelum ditemukan meninggal. Namun, belum ada informasi signifikan yang dapat mengarahkan pada kesimpulan penyebab kematian.

Baca Juga: Terkait Temuan Mayat di Jurang Hutan Tiawangkang, Polisi Periksa 5 Saksi dan Tunggu Hasil Lab

“Intinya, kasus ini masih kami dalami. Kami tidak ingin berspekulasi. Pemeriksaan forensik adalah bagian penting untuk mengetahui secara pasti apakah korban meninggal karena pembunuhan atau sebab lainnya,” tambahnya.

Bila nantinya hasil forensik menunjukan bahwa TI adalah korban pembunuhan, Anwar menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan penyelidikan lebih dalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. “Jika benar pembunuhan, pasti akan kami kejar siapa pelakunya,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Kampung Tiawangkang sempat dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam jurang. Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian yang kemudian melakukan olah TKP dan evakuasi korban.

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Penemuan Mayat Membusuk di Jurang Tiawangkang

Hasil identifikasi menyatakan bahwa korban merupakan warga Bengkong yang sebelumnya telah dilaporkan hilang di Polsek Bengkong. Keluarga korban juga telah menerima jenazah setelah proses visum dan pemeriksaan medis selesai dilakukan.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat ini proses penyelidikan dilakukan secara gabungan oleh tim dari Polsek Sagulung, Polsek Bengkong, dan Polresta Barelang. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan fakta di balik kematian TI.

“Kami masih terus kumpulkan bukti dan keterangan. Hasil forensik ini menjadi kunci utama untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya,” jelas Anwar.

Dengan masih menunggu hasil laboratorium, polisi mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti. “Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut jika hasil forensik sudah keluar. Yang jelas, kami serius menangani kasus ini,” tutup nya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Menunggu Hasil Forensik untuk Memastikan Penyebab Kematian Pria di Hutan Tiawangkang pertama kali tampil pada Metropolis.