Senin, 1 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1599

Musim Angin Selatan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Lingga

0
Gelombang tinggi. (ANTARA/Muhamad Nurman)

batampos – Perubahan musim dari penghujan ke kemarau disertai masuknya musim Angin Selatan berdampak pada kondisi cuaca di Kabupaten Lingga. Fenomena ini memicu potensi gelombang laut tinggi, khususnya di wilayah bagian selatan kabupaten tersebut.

Kepala BMKG Kabupaten Lingga, Adi Setiono, mengatakan bahwa saat ini wilayah selatan Lingga sedang mengalami peningkatan tinggi gelombang laut akibat angin Selatan.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini sudah masuk musim Selatan. Biasanya di Kabupaten Lingga, gelombang laut cukup besar di bagian selatan, berbeda dengan wilayah utara yang relatif lebih tenang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (13/7).

Meski wilayah utara relatif aman dari gelombang tinggi, Adi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan badai di laut yang dapat memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba.

“Kalau terjadi hujan di laut, gelombang bisa tiba-tiba besar. Apalagi sekarang masa peralihan musim atau pancaroba, kadang panas, tiba-tiba hujan deras,” jelasnya.

BMKG juga mengimbau warga, khususnya para nelayan dan pelaku aktivitas laut lainnya di wilayah selatan Lingga, untuk selalu berhati-hati saat melaut.

“Kami imbau masyarakat, khususnya nelayan, agar waspada dan berhati-hati saat turun ke laut. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG,” pungkas Adi.

Reporter: Vatawari 

Artikel Musim Angin Selatan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Jadwal Kapal RoRo Tanjunguban-Batam Berkurang Jadi 7 Trip

0
Kapal Roro Tanjung Uban
Pengguna jasa saat masuk kapal RoRo tujuan Telagapunggur, Batam di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Minggu (13/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Lintasan penyeberangan Tanjunguban-Telagapunggur mengalami pengurangan jumlah trip harian akibat dua kapal RoRo sedang dalam masa docking. Normalnya, terdapat 11 trip per hari, namun sejak awal Juli ini hanya tersedia 7 trip.

Dua kapal yang menjalani docking adalah KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry, milik PT Jembatan Nusantara (JN). Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan kedua kapal sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi.

“Kedua kapal itu masih dalam masa docking. Saat ini hanya KMP Tanjungburang, KMP Barau, dan tambahan KMP Sembilang yang melayani penyeberangan,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Minggu (13/7).

Kondisi ini menyebabkan kekosongan jadwal pada beberapa waktu tertentu. Salah seorang calon penumpang, Ali, mengaku batal menyeberang ke Batam karena perubahan jadwal. Ia semula berencana naik kapal pukul 08.20 WIB, namun trip kedua tersebut kosong.

“Kalau naik kapal pukul 09.30 WIB, belum tentu tepat waktu. Bisa-bisa sampai Batam sudah siang,” keluhnya.

Menurut Sukma, trip terakhir penyeberangan hari itu dijadwalkan pukul 18.50 WIB. Ia memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada sore hari, terutama menjelang akhir pekan.

“Sore kemungkinan lebih padat,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memesan tiket lebih awal melalui sistem tiket online, karena pembelian mendadak berisiko kehabisan kursi.

“Jangan baru cari tiket di hari keberangkatan. Bisa-bisa tiket sudah habis,” pungkasnya.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Jadwal Kapal RoRo Tanjunguban-Batam Berkurang Jadi 7 Trip pertama kali tampil pada Kepri.

Dari Sabang hingga Inggris, Ribuan Pelari Padati Batam 10K 2025

0
Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad melepas Event Batam 10K 2025 di Hotel Grand Mercure Batam Centre, Minggu (13/7/2025).

batampos – Gelaran Batam 10K 2025 yang berlangsung pada Minggu (13/7) pagi sukses memikat antusiasme publik. Sebanyak 1.215 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ikut serta dalam ajang ini, menjadikannya salah satu event olahraga terbesar di Batam tahun ini.

Start dan finish dipusatkan di halaman Hotel Grand Mercure Batam Centre, dengan rute menempuh kawasan strategis Batam Kota seperti Laluan Madani, Pollux Habibie, dan Bundaran BP Batam.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka dan melepas para peserta. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas tingginya animo masyarakat dalam mengikuti event yang rutin digelar tiap tahun ini.

“Event Batam 10K bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi momentum untuk menunjukkan kekompakan dan gaya hidup sehat warga Batam. Sekaligus, ini menjadi ajang promosi sport tourism yang potensial bagi kota ini,” katanya.

Semakin berkembangnya Batam 10K dari tahun ke tahun menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan event bertaraf internasional. Menurutnya, kehadiran pelari dari negara tetangga dan Eropa membuktikan daya tarik Batam di mata dunia.

Tahun ini, pelari yang ikut tak hanya berasal dari seluruh penjuru Indonesia seperti Jakarta, Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkalis, hingga Papua. Beberapa pelari juga datang dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, India, dan bahkan Inggris.

Dalam ajang lomba, Rahmad dari Batam berhasil keluar sebagai juara pertama kategori umum putra dengan catatan waktu 37 menit 9 detik. Disusul Roni (Batam) di posisi kedua dengan 38 menit 25 detik, dan Samsor (Batam) di posisi ketiga dengan waktu 39 menit 3 detik.

Sementara itu, di kategori umum putri, Seren dari Tanjung Pinang meraih juara pertama dengan waktu 48 menit 36 detik. Posisi kedua diraih oleh Maulidasari dari Medan dengan nomor dada 073 dan catatan waktu 49 menit 45 detik. Moria, juga dari Medan, menyusul di posisi ketiga dengan waktu 55 menit 5 detik.

Amsakar berharap,.ajang semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan lebih besar lagi. Kehadiran ribuan peserta dan pelari internasional memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan ekonomi lokal di Batam.

“Semoga event ini menjadi agenda tahunan yang semakin menarik minat wisatawan dan pelari profesional dunia. Batam punya potensi besar untuk menjadi pusat sport tourism di Indonesia,” kata Amsakar.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan pencabutan undian berhadiah oleh Amsakar dan Ketua TP PKK Batam, Erlita Amsakar. Hadiah utama berupa sepeda motor listrik pun menjadi daya tarik tersendiri, di samping hadiah lainnya seperti sepeda, televisi, dan uang tunai total Rp31 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, juga mengungkapkan kegembiraannya atas suksesnya pelaksanaan Batam 10K tahun ini. Event ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga strategi mengenalkan Batam sebagai destinasi pariwisata unggulan yang dinamis.

Menurut dia, dengan rute yang menyusuri ruas jalan utama Batam, peserta dapat merasakan atmosfer khas kota ini sekaligus menikmati pengalaman wisata yang berbeda.

“Semangat peserta sangat luar biasa. Ini memperkuat posisi Batam sebagai tuan rumah event-event kreatif dan inklusif,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan terus mendukung penyelenggaraan Batam 10K agar lebih semarak dan mendunia. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dari sisi penyelenggaraan, promosi, dan nilai tambah bagi pelaku UMKM lokal serta sektor pariwisata. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Dari Sabang hingga Inggris, Ribuan Pelari Padati Batam 10K 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Menumpuk di Jalan Sri Andana Tanjungpinang

0
Sampah Tanjungpinang
Sampah yang dibuang sembarangan terlihat menumpuk di pinggir Jalan Sri Andana Tanjungpinang, Minggu (13/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Tumpukan sampah terlihat berserakan di pinggir Jalan Sri Andana, Batu 8, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (13/7). Keberadaan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan itu mencemari lingkungan dan merusak estetika kota.

Pantauan Batam Pos, sebagian besar sampah berupa bungkusan plastik yang tertiup angin hingga ke badan jalan. Ketua RT 001 RW 003 Kecamatan Tanjungpinang Timur, Eko, menyebut kawasan tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan liar oleh warga.

“Iya memang sering dijadikan tempat buang sampah. Dulu sudah ada plang peringatan, tapi sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

Menurut Eko, sebenarnya telah disediakan dua titik tempat pembuangan sampah resmi yang tidak jauh dari lokasi. Namun, rendahnya kesadaran warga membuat sampah terus menumpuk. Bahkan setelah dibersihkan pada Sabtu, sampah kembali menumpuk keesokan harinya.

“Kami sudah pasang CCTV di dekat pasar. Tapi masyarakat buangnya agak jauh dari area pantauan,” tambahnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Lurah Batu 9 agar segera menempatkan kontainer sampah di area tersebut. Ia berharap langkah itu bisa mengurangi pembuangan liar di pinggir jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan merupakan kewenangan Satpol PP.

“Penegakan ada di Satpol, tidak ada di DLH,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan dan keindahan ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

“Buang pada tempatnya agar mudah diangkut oleh petugas kebersihan,” pungkas Yani.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Sampah Menumpuk di Jalan Sri Andana Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Simpang Barelang dan Basecamp Kian Padat, Warga Minta Lampu Lalu Lintas

0

batampos – Proyek pelebaran jalan R. Suprapto, Batuaji, yang tengah berlangsung menjadi sorotan tajam warga. Pekerjaan konstruksi yang merambah dari Simpang Puteri Hijau hingga SP Plaza itu justru menyisakan masalah serius di dua titik penting: Simpang Barelang dan Simpang Basecamp. Ketiadaan lampu pengatur lalu lintas di kedua simpang tersebut dinilai menjadi pemicu kekacauan arus kendaraan dan meningkatnya risiko kecelakaan.

Hingga kini, hanya lampu peringatan kewaspadaan yang terpasang di dua simpang itu, yang dianggap tidak cukup dalam mengatur kendaraan dari berbagai arah. “Tanpa pengatur arus yang jelas, setiap hari rebutan jalan,” kata Suwardi, salah satu warga Batuaji yang resah dengan kondisi tersebut.

Sementara sebagian ruas jalan sudah selesai dikerjakan, sisanya masih dalam proses pelebaran menjadi lima lajur. Kondisi ini memperparah situasi lalu lintas, terutama ketika kendaraan harus melintas di antara alat berat, pembatas jalan sementara, dan tanpa pengaturan arus yang memadai.

Kondisi itu memuncak menjadi tragedi beberapa waktu lalu. Dalam selang dua hari, dua kecelakaan fatal terjadi di dua simpang tersebut. Seorang bocah sembilan tahun tewas setelah ditabrak truk molen di Simpang Basecamp. Di hari berikutnya, seorang ibu kritis usai bertabrakan dengan mobil pick-up di Simpang Barelang.

Warga juga menyoroti perilaku pengendara yang cenderung mengabaikan tata tertib lalu lintas, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. “Kalau sudah jam pulang kerja, semua ngebut. Yang dari Tanjunguncang ke Muka Kuning dan sebaliknya saling salip tanpa aturan. Akhirnya sering senggolan atau tabrakan,” kata Sandro, warga lainnya.

Desakan terhadap pemerintah untuk menempatkan lampu lalu lintas atau petugas pengatur arus di simpang tersebut terus disuarakan. “Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar rambu hati-hati,” ujar Yanti, ibu rumah tangga yang setiap hari melintasi simpang Basecamp untuk mengantar anak sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, sebelumnya menyatakan bahwa dua simpang tersebut memang tidak direncanakan dipasangi lampu lalu lintas, hanya lampu peringatan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak cukup untuk menjamin keselamatan.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini.

“Jangan tunggu korban berikutnya baru bergerak. Jalan makin lebar, tapi kalau nggak diatur, tetap jadi bahaya,” tutup Suwardi. Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana pemerintah menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan keselamatan pengguna jalan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Simpang Barelang dan Basecamp Kian Padat, Warga Minta Lampu Lalu Lintas pertama kali tampil pada Metropolis.

Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung

0
Lowdy Musisi Tanjungpinang
Lowdy Bazz (kiri) menjadi session player band Utopia saat konser di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Di balik gemerlap sorotan panggung dan teriakan penonton, ada satu sosok yang tak selalu disebut, tapi selalu terdengar. Ia bukan bintang utama, bukan pula yang dielu-elukan penonton. Tapi tanpa kehadirannya, sebuah pertunjukan musik bisa terasa hampa.

Ia adalah Lowdy Bazz, session player asal Tanjungpinang yang selama dua dekade lebih menjadi nyawa diam dari banyak panggung musik di Indonesia.

Lowdy, nama panggung dari Mahariyadi (43), bukan hanya mahir memainkan gitar bass, tapi juga piawai beradaptasi dengan berbagai genre: dari rock, jazz, pop, hingga dangdut dan musik Melayu modern. Di kota kecil tempatnya tumbuh, profesi session player bukan jalan yang umum. Namun bagi Lowdy, menjadi musisi pengiring adalah bentuk cinta sejati terhadap musik.

“Kadang nama disebut, kadang tidak. Tapi kami tetap bagian dari pertunjukan. Kami musisi juga,” ucapnya kepada Batam Pos, Minggu (13/7), dengan nada yang lebih terdengar seperti keyakinan daripada keluhan.

Bersama band-nya, Magnetic, Lowdy bermain dari kafe ke majelis pernikahan. Tapi di balik itu, ia terus membangun jejaring, belajar lagu-lagu baru dalam waktu singkat, dan siap tampil dalam kondisi apa pun. “Kami jarang latihan bareng artis. Tapi saat manggung, kami harus sempurna,” tegasnya.

Jejaknya sebagai session player tidak bisa diremehkan. Lowdy pernah mengiringi Fadly (Padi), Pasha (Ungu), Anda (Bunga), Irang (eks BIP), hingga Charly ST12. Dari sisi vokalis perempuan, ada Rieka Roeslan (The Groove), Pia (Utopia), Kiki (LIDA), Dahlia dan Septi (KDI). Bahkan panggung para alumni Indonesian Idol seperti Delon, Firman, Dirly dan Hudson pun pernah ia isi.

Lowdy pernah merilis album bersama Bintang 5, band rock yang sempat mewarnai industri musik nasional. Namun ia memilih jalur sunyi: kembali menjadi session player.

“Ini bukan pekerjaan glamor. Tapi saat kami main, dan penyanyi tampil bagus, itu kebanggaan tersendiri,” katanya.

Baginya, session player bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup. Dibayar per proyek, tanpa kontrak jangka panjang, namun dituntut tampil profesional, fleksibel, dan tanpa cela. Dunia ini menuntut dedikasi tinggi, tapi jarang memberi tepuk tangan.

Meski berasal dari kota kecil, Lowdy membuktikan bahwa Tanjungpinang pun bisa melahirkan musisi yang diperhitungkan. Ia berharap anak muda lokal tak hanya memimpikan panggung sorotan, tapi juga mengenal profesi seperti session player yang juga penting dalam ekosistem musik.

“Main musik itu bukan cuma soal ketenaran,” ujarnya. “Tapi tentang bagaimana kita bisa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dan session player salah satunya.”

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung pertama kali tampil pada Kepri.

Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional

0

batampos – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka Event Batam 10K 2025 pada Minggu (13/7/2025) bertempat di Hotel Grand Mercure Batam Centre.

Event lari sejauh 10 km ini diramaikan dengan 1215 peserta dari Sabang sampai Merauke, Singapura, Malaysia, hingga United Kingdom.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain yang dalam kesempatan ini ikut berpartisipasi sebagai peserta.

Amsakar dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini serta antusiasme dari seluruh peserta.

“Event Batam 10K 2025 sebagai simbol atas kekompakan dan kecintaan masyarakat Batam pada Kesehatan, tentu saya sangat mengapresiasi hal itu,” ujar Amsakar.

Menempuh rute Grand Mercure – Laluan Madani – Pollux Habibie – Bundaran BP Batam – Grand Mercure, Amsakar mengajak seluruh peserta bersama menguatkan Batam sebagai destinasi wisata olahraga.

“Momen ini bukan hanya sebatas ajang lomba lari, dengan rute yang ditempuh sekitar Batam Kota kita juga memperkenalkan Batam kepada dunia melalui Sport Tourism,” kata Amsakar.

“Mari kita jaga kekompakan ini, bersama-sama kita satukan energi positif untuk mewujudkan Batam yang maju dan sejahtera,” pungkas pria bergelar Doktor ini.

Artikel Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional

0

batampos – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka Event Batam 10K 2025 pada Minggu (13/7/2025) bertempat di Hotel Grand Mercure Batam Centre.

Event lari sejauh 10 km ini diramaikan dengan 1215 peserta dari Sabang sampai Merauke, Singapura, Malaysia, hingga United Kingdom.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain yang dalam kesempatan ini ikut berpartisipasi sebagai peserta.

Amsakar dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini serta antusiasme dari seluruh peserta.

“Event Batam 10K 2025 sebagai simbol atas kekompakan dan kecintaan masyarakat Batam pada Kesehatan, tentu saya sangat mengapresiasi hal itu,” ujar Amsakar.

Menempuh rute Grand Mercure – Laluan Madani – Pollux Habibie – Bundaran BP Batam – Grand Mercure, Amsakar mengajak seluruh peserta bersama menguatkan Batam sebagai destinasi wisata olahraga.

“Momen ini bukan hanya sebatas ajang lomba lari, dengan rute yang ditempuh sekitar Batam Kota kita juga memperkenalkan Batam kepada dunia melalui Sport Tourism,” kata Amsakar.

“Mari kita jaga kekompakan ini, bersama-sama kita satukan energi positif untuk mewujudkan Batam yang maju dan sejahtera,” pungkas pria bergelar Doktor ini.

Artikel Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

PBC Hadirkan Festival Lenggok Cinta Melayu: Padukan Cinta, Budaya, dan Rasa di KulFest 2025

0
KulFest 2025
Proses adat tepuk tepung tawar oleh Pemangku Adat, Ustaz Bahari dalam prosesi pernikahan yang ditampilkan pada Festival Budaya Lenggok Cinta Melayu di Parkiran Pujasera, Kawasan Wisata Bintan Resort, Lagoi, Jumat (11/7). F. Politeknik Bintan Cakrawala untuk Batam Pos.

batampos – Mahasiswa Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) menghadirkan festival budaya bertajuk Lenggok Cinta Melayu, Jumat (11/7) sekira pukul 15.30 WIB di parkiran Pujasera Kawasan Wisata Bintan Resort Lagoi.

Festival ini menyambut lebih dari 270 pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, warga lokal, wisatawan domestik, dan turis mancanegara.

Ketua panitia pelaksana festival budaya, Muhammad Haykal menyebutkan, Festival Lenggok Cinta Melayu merupakan perpaduan cinta, budaya dan rasa dan bagian dari KulFest 2025, sebuah inisiatif kolaboratif antara Program Studi D3 Perjalanan Wisata dan Seni Kuliner di Mata Kuliah Manajemen Acara.

Festival ini bertujuan untuk melestarikan tradisi pernikanan adat Melayu dan mempromosikan budaya Melayu kepada generasi muda dan wisatawan.

“Festival ini menjadi ruang ekspresi untuk melestarikan tradisi pernikahan adat Melayu yang kaya akan makna dan filosofi,” ujarnya.

Dalam festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya seperti iring-iringan pengantin, silat, tari persembahan, drama pernikahan dan joget dangkong.

Selain itu, festival ini juga menyajikan kenduri rasa, sebuah eksplorasi kuliner khas Melayu dengan kemasan modern.

Kenduri rasa di festival ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan interaktif.

Dengan bimbingan chef profesional yaitu Agung Panca dari The ANMON Resort, peserta dapat menyaksikan pertunjukan memasak menu legendaris Melayu seperti Laksa

Selain itu, peserta juga dapat mengikuti kelas memasak interaktif untuk belajar membuat nasi dagang dan tepung gomak dengan sentuhan modern.

Lomba menghias roti jala juga menjadi salah satu kegiatan yang menarik.

Ia mengatakan, Festival Lenggok Cinta Melayu tidak hanya menjadi ajang hiburan dan edukasi, tetapi juga menjadi wadah bagi seniman lokal, musisi kampus, pelaku UMKM, dan influencer untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

Mereka dapat memanfaatkan festival ini sebagai panggung untuk mempromosikan karya dan produk mereka, serta menyuarakan pentingnya pelestarian budaya Melayu.

“Festival ini menjadi simbol harapan untuk melestarikan budaya Melayu dan menjaga jati diri,” kata dia.

Dengan dukungan masyarakat, sponsor, dan mitra lokal, festival ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, mempromosikan pelestarian budaya serta memadukan tradisi dengan inovasi.

“Melalui gotong royong budaya, festival ini menunjukkan kekuatan kolektif dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan,” pungkasnya.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel PBC Hadirkan Festival Lenggok Cinta Melayu: Padukan Cinta, Budaya, dan Rasa di KulFest 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Razia Lapas Batam Ungkap Sabu dan Ponsel, Pengawasan Diperketat

0
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, melakukan razia rutin di kamar hunian, Kamis (10/7).

batampos – Razia rutin yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, Kamis (10/7), mengungkap temuan dua barang yang paling terlarang sekaligus yakni narkoba jenis sabu seberat 5 gram dan satu unit ponsel merek China. Temuan ini langsung memicu peningkatan pengawasan ketat di dalam maupun di luar lingkungan lapas.

Barang-barang terlarang tersebut ditemukan di dua kamar hunian berbeda. Sebanyak enam narapidana diamankan petugas atas temuan ini. Empat orang di antaranya merupakan napi kasus narkotika, sedangkan dua lainnya terlibat kasus penganiayaan. Semuanya telah diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Barelang untuk penyelidikan dan penindakan lebih lanjut.

Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksono, menyebut sabu dan ponsel merupakan dua barang yang paling dilarang keberadaannya di dalam lingkungan lapas.

“Kami akan menyelidiki dari mana asal barang ini masuk dan siapa yang terlibat. Jika ada petugas yang bermain, tidak hanya dipecat, tapi akan kami pidanakan,” tegas Yugo, Minggu (13/7).

Ia menambahkan, sejauh ini pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan yang masuk ke dalam lapas telah berjalan sesuai prosedur standar operasional. Namun dengan adanya temuan ini, pemeriksaan akan lebih diperketat, baik terhadap barang, orang, maupun jalur yang memungkinkan penyelundupan.

Khusus untuk pengawasan luar, Yugo menjelaskan bahwa posisi bangunan Lapas Batam yang lebih rendah dari lingkungan sekitar menjadi celah bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melempar barang ke dalam. Karena itu, area sekitar lapas kini juga menjadi titik fokus pengawasan.

Menurut Yugo, komitmen untuk mewujudkan lapas yang bersih dari narkoba tidak main-main. “Saya punya niat dan tekad, zero narkoba di lapas ini. Kami akan telusuri dan sikat siapa pun yang coba bermain, baik itu napi, pengunjung, bahkan petugas sekalipun,” ujarnya.

Razia rutin seperti ini akan terus dilakukan, tidak hanya untuk mendeteksi keberadaan barang terlarang, tetapi juga untuk memberi efek jera bagi penghuni lapas dan pihak luar yang mencoba menyelundupkan barang ilegal. Penemuan ini menjadi bukti bahwa pengawasan tidak bisa kendor.

Kasus ini pun menjadi alarm keras bagi semua pihak terkait untuk memperkuat pengawasan lapas. Penyelidikan internal pun sedang berjalan guna mengungkap jalur masuk sabu dan ponsel tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Razia Lapas Batam Ungkap Sabu dan Ponsel, Pengawasan Diperketat pertama kali tampil pada Metropolis.