Selasa, 3 Maret 2026
Beranda blog Halaman 1601

Dishub Lingga Dinilai Langgar Aturan Perbup Soal Aturan Kerja Sama Iklan

0

batampos– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga dinilai langgar Peraturan Bupati (Perbup) terkait aturan kerjasama iklan dengan awak media. Hal ini dikarenakan bunyi dari Perbup untuk tarif kerja sama iklan bagi media yang belum terverifikasi sebesar Rp 75 ribu perhari, media yang terverifikasi administrasi sebesar Rp 100 ribu perhari dan untuk media yang sudah terverifikasi faktual sebesar Rp 125 ribu perhari. Namun, Dishub Lingga mematok untuk tarif periklan sebesar Rp 500 ribu.

Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Minggu (13/4). F. Vatawari/BATAM POS

Terkait patokan tarif Rp 500 ribu periklan yang ada di Dishub Lingga ini berdasarkan pernyataan langsung dari Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Lingga Hendry Efrizal saat dikonfirmasi Batampos beberapa hari yang lalu.

“Ada,cuma sudah di plot kemaren utk beberapa media. Karea tak banyak hanya Rp 500 ribu periklan. Hal ini disebabkan pagunya tak banyak akibat dipangkas kemaren. Tak bisa mengakomodir semua media,” ujar Hendry Efrizal, Jumat (11/4).

BACA JUGA: Ini Daftar OPD Lingga yang Anggarkan Kerjasama Media hingga Miliaran Rupiah di 2025

Menurut salah satu Kepala Biro Perusahaan Media yang bertugas di Lingga, tarif iklan yang dipatok okeh Dishub Lingga sudah menyalahi Aturan Perbub Lingga terkait tarif kerjasama iklan.

“Saya menilai Dishub Lingga sangat berani memberikan tarif Rp 500 ribu periklan untuk kerjasama dengan media. Hal ini sudah sangat menyalahi Aturan Perbup yang telah mengatur tarif kerjasama Iklan yang berdasarkan status dari perusahaan media itu sendiri,” ujar salah satu wartawan yang juga merupakan Kelak Biro Perusahaan Media yang bertugas di Lingga.

Selain dinilai berani melanggar Aturan Perbup, Dishub Lingga juga dianggap tidak transparan terhadap informasi ke publik baik masyarakat maupun rekan-rekan media lainnya untuk Anggaran Dana Publikasi yang ada di OPD mereka.

“Tidak hanya melanggar Aturan Perbup terkait tarif Iklan, Dishub Lingga juga tidak transparan dalam memberikan informasi tentang Anggaran Dana Publikasi yang ada di OPD mereka. Hal ini karena informasi Anggaran Dana Publikasi ini tidak pernah sampai ke rekan-rekan media namun sudah ada beberapa media yang diploting oleh mereka untuk kerjasama,” ungkapnya.

Dengan kejadian seperti ini, beberapa wartawan berencana akan melaporkan Dishub Lingga kepada BPKP Provinsi Kepulauan Riau atas tindakan melanggar Aturan Perbup terkait tarif Iklan dan tidak adanya transparansi informasi Anggaran Dana Publikasi ke Publik. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Dishub Lingga Dinilai Langgar Aturan Perbup Soal Aturan Kerja Sama Iklan pertama kali tampil pada Kepri.

Lampu Lalu Lintas Mati di Sejumlah Titik Jalan di Tanjungpinang

0
Ketiga lampu lalulintas tugu tangan Km 11 Tanjungpinang tampak menyala bersamaan beberapa waktu lalu, Rabu (15/5).

batampos-Lampu lalu lintas di sejumlah titik jalan di Tanjungpinang dilaporkan tidak berfungsi sejak pagi hari hingga siang hari, Senin (14/4). Kondisi dikeluhkan pengendara dan pengguna jalan karena menyebabkan kesemrawutan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam sibuk.

Pantauan di lapangan, lampu lalu lintas di simpang empat Pamedan Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, tidak menyala. Begitu juga dengan lampu lalu lintas di simpang tiga kawasan Pancur Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

BACA JUGA: Lampu Penerangan di Pelabuhan Tarempa Mati, Syahbandar Sebut akan Upayakan Perbaikan Agar Penumpang Nyaman

Akibat matinya lampu lalu lintas di jalan utama tersebut, pengendara kerap saling serobot dan kadang menyebabkan panjang kendaraan.

“Saya setiap hari lewat simpang Pamedan. Kalau lampu merah mati, semua pengendara bingung siapa yang harus jalan dulu. Bahaya sekali,” ungkap Iwan, seorang pengemudi ojek.

Beberapa pengendara juga mengeluhkan ketiadaan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut. Masyarakat dan pengendara berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan.

Masyarakat pengguna jalan dan pengendara untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama melintasi persimpangan yang terdampak.

“Ya semoga segera diatasi,” harap Iwan. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Lampu Lalu Lintas Mati di Sejumlah Titik Jalan di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Permintaan Akta Lahir dan KTP Meningkat, Disdukcapil Batam Dipenuhi Warga

0
Warga mengurus dokumen kependudukan di kantor Disduk Kota Batam.
F. Rengga Y / Batam Pos

batampos – Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali dipadati warga pada Senin (14/4). Sejak pagi, antrean tampak mengular di loket pelayanan, terutama untuk pengurusan akta kelahiran, surat pindah, perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan layanan lainnya.

Banyak warga datang untuk mengurus dokumen anak yang akan masuk sekolah, serta remaja yang akan berusia 17 tahun dan hendak melakukan perekaman KTP untuk pertama kali.

“Saya mau urus akta lahir anak saya. Sekarang sekolah sudah mulai minta data lengkap untuk PPDB,” kata Leni, salah satu warga yang mengantre di Disdukcapil Batam.

Hal serupa juga disampaikan Dedi, orang tua yang mengurus akta kelahiran anak ketiganya. “Sudah dari jam 8 pagi saya di sini. Memang ramai, tapi ini harus diurus supaya nanti tidak repot waktu masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, di loket perekaman KTP, tampak sejumlah pelajar tengah mengantre. Banyak dari mereka ingin segera memiliki KTP sebagai syarat administrasi kependudukan.

“Kebetulan saya baru mau lulus sekolah. Mau segera cari pekerjaan, harus punya KTP,” ujar Iwan, salah seorang pelajar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Batam, Ashraf Ali, memastikan pelayanan tetap berjalan normal meski diserbu banyak pengunjung. Ia mengatakan lonjakan ini memang rutin terjadi setiap kali libur panjang berakhir.

“Setiap hari, kantor ini memang ramai, terutama untuk pengurusan KTP, KK, akta kelahiran, perubahan elemen data, surat pindah, dan sebagainya,” jelas Ashraf.

Disdukcapil juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan daring yang tersedia. Namun begitu, sebagian warga mengaku lebih nyaman datang langsung ke kantor karena ingin memastikan proses berjalan lancar dan cepat. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Permintaan Akta Lahir dan KTP Meningkat, Disdukcapil Batam Dipenuhi Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

PGN Raih Hak Khusus Distribusi Gas di Batam

0

batampos – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas dari Pertamina, resmi memenangkan lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam. Keputusan ini ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui Surat Keputusan Nomor 14/KD/Lelang/BPH Migas/Kom/2025.

Penunjukan ini menjadi momen penting bagi PGN dalam memperkuat jaringan dan memperluas layanan gas bumi di Batam. Hal ini juga menunjukkan dukungan nyata terhadap kebijakan pengelolaan gas bumi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Kepercayaan ini kami sambut dengan komitmen untuk terus memperluas infrastruktur dan layanan gas, terutama untuk rumah tangga, sektor industri, pembangkit listrik, dan UMKM. Batam punya potensi besar, dan kami siap mendukung program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan pengembangan jargas,” ujar Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN, Senin (14/4/2025).

Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, menyampaikan bahwa badan usaha pemenang lelang tidak hanya memiliki hak, tetapi juga kewajiban untuk ikut mendorong pertumbuhan industri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal melalui perluasan jargas rumah tangga, sesuai dengan dokumen penawaran.

Menurut BPH Migas, pengembangan jaringan gas di Batam telah sesuai dengan tata ruang daerah dan termasuk dalam agenda nasional untuk memperluas pemanfaatan energi bersih. “Gas bumi sudah mengalir ke kawasan industri dan pemukiman Batam sejak 2003. Ke depan, pasokan akan diperkuat dari Blok Duyung, Anambas, hingga West Natuna,” jelas Anggota Komite, Wahyudi Anas.

Untuk menjamin pasokan gas tetap andal, PGN akan memaksimalkan berbagai sumber energi, termasuk dari proses regasifikasi LNG, sebagai solusi jangka panjang terhadap kebutuhan yang terus meningkat.

Saat ini, PGN sudah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 273 kilometer di Batam, ditambah 20 unit meter regulator/station (MR/S) dan satu offtake station di Panaran. Infrastruktur ini melayani wilayah industri dan permukiman seperti Tanjung Uncang, Batamindo, Kabil, Batam Centre, Panbil, hingga Lubuk Baja.

Layanan PGN di Batam mencakup 6 pembangkit listrik, 102 pelanggan industri dan komersial, 76 pelanggan kecil, dan 5.686 rumah tangga, dengan konsumsi gas sekitar 96,9 BBTUD. Tahun ini, PGN menargetkan penambahan 4.000 sambungan rumah tangga dari total rencana ekspansi sebesar kurang lebih 16.000 sambungan pelanggan hingga tahun 2027, mencakup segmen rumah tangga, industri, dan komersial.

Perluasan ini sejalan dengan rencana belanja modal PGN tahun 2025 yang mencapai USD 338 juta, dengan 67 persen dialokasikan untuk sektor hilir, seperti jargas, pembangunan pipa Tegal–Cilacap, serta infrastruktur CNG dan LNG.

Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN juga menghadirkan layanan gas dalam bentuk CNG bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di Batam.

“Kami berharap sinergi antara PGN, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di Batam terus diperkuat, agar pemanfaatan gas bumi semakin optimal dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Ini juga mendukung misi besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi,” pungkas Fajriyah. (*)

Artikel PGN Raih Hak Khusus Distribusi Gas di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji Masih Fokus di Simpang Puteri Hijau

0
Proyek pelebaran jalan terus digesa.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto di wilayah Batuaji saat ini masih dalam tahap awal, dengan titik pengerjaan yang berfokus di sekitar Simpang Puteri Hijau. Pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana, PT Belantara Karyatama, ini terlihat masih pada tahap pembersihan area jalur (ROW, right of way) jalan yang akan diperlebar menjadi lima lajur. Sejumlah kios liar yang berada di sepanjang ROW telah dibongkar untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.

Pantauan di lapangan, para pekerja sudah memulai penggalian pada bagian jalan yang akan diperluas. Meski demikian, progres proyek berjalan agak lambat karena padatnya instalasi kabel dan pipa yang tertanam di sepanjang jalur tersebut. Proses penimbunan dan pengaspalan belum dimulai, sehingga arus lalu lintas masih terhambat, terutama saat jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Sejauh ini, pelebaran jalan telah mencapai simpang sebelum Perumahan MKGR ke arah Mukakuning. Sementara ke arah Simpang Basecamp, pengerjaan masih terkonsentrasi di sekitar lokasi persimpangan utama. Kendala teknis di lapangan membuat kontraktor harus ekstra hati-hati agar tidak merusak instalasi yang ada.

Halima, salah satu warga pengguna jalan yang ditemui di lokasi, mengungkapkan harapannya agar proyek ini bisa segera rampung. “Kalau bisa cepat selesai, jalan jadi lebih lebar dan tidak macet lagi. Kami sangat menantikan ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek peningkatan jalan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Batam untuk memperluas Jalan R Suprapto dari dua lajur menjadi lima lajur. Panjang jalan yang akan dilebarkan mencapai dua kilometer, dengan masa kerja kontrak selama 210 hari kalender. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji Masih Fokus di Simpang Puteri Hijau pertama kali tampil pada Metropolis.

Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji

0
Bandara hang Nadim, Batam.
(f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Masa angkutan Lebaran di Bandara Internasional Hang Nadim resmi berakhir. Penutupan posko angkutan Lebaran menandai selesainya masa operasional intensif yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Nugroho Jati, menyampaikan bahwa selama periode tersebut, total pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim mencapai 323.824 orang.

“Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya,” kata dia, Senin (14/4).

Rinciannya, sebanyak 174.200 penumpang tercatat berangkat, sementara 149.624 penumpang tiba melalui Bandara Hang Nadim.

Selain itu, total penerbangan yang dilayani selama periode Lebaran mencapai 2.203 penerbangan, terdiri dari 1.104 penerbangan keberangkatan dan 1.099 kedatangan.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan penumpang, pihak bandara juga menyiapkan 193 penerbangan tambahan,” jelasnya.

Adapun puncak arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 (H-2 Lebaran), dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 19.982 orang.

Sementara puncak arus balik tercatat terjadi pada dua hari, yakni 5 April 2025 (H+5) sebanyak 18.843 penumpang, dan 7 April 2025 (H+7) sebanyak 18.700 penumpang.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, mengapresiasi seluruh tim dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan layanan angkutan udara selama masa libur Lebaran tahun ini.

“Kami sangat bersyukur atas kerja sama solid antara manajemen BIB, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan kualitas layanan di salah satu bandara tersibuk di wilayah barat Indonesia,” ujarnya.

Pikri menambahkan, keberhasilan layanan angkutan Lebaran tahun ini menjadi semangat baru bagi BIB dalam menghadapi tantangan berikutnya, terutama menyambut musim angkutan Haji.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan menghadirkan pengalaman perjalanan udara yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.

Dengan berakhirnya masa angkutan Lebaran, Bandara Internasional Hang Nadim dinilai berhasil menjaga stabilitas operasional, keamanan, dan kenyamanan para pemudik.

Kini, BIB tengah bersiap menghadapi fase penting berikutnya: pelayanan angkutan Haji, dengan tetap mengedepankan prinsip pelayanan prima dan keselamatan penerbangan. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali

0
Sekda Anambas, Sahtiar. f.ihsan

batampos– Pemkab Anambas tidak mengakomodir permintaan tenaga honorer yang ingin kembali bekerja pasca dirumahkan sejak Januari lalu.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, pihaknya takut menyalahi aturan jika memanggil honorer untuk kembali bekerja, meski Pemerintah Pusat memberikan kebebasan kepada daerah.

Selain itu, Pemkab Anambas juga tidak akan membayarkan gaji pegawai honorer yang tetap bekerja dari Januari lalu hingga saat ini.

BACA JUGA: BKPSDM Anambas Upayakan Honorer Bisa Bekerja Kembali Sambil Menunggu Pengangkatan PPPK Beres

“Selama tidak ada SK (Surat Keputusan) kita tidak boleh untuk membayarkan penggajian. Sampai hari ini memang Pemda tidak mengeluarkan SK mempekerjakan kembali,” ujar Sahtiar kepada awak media, Minggu, (13/4).

Meski demikian, Pemkab Anambas saat ini sedang menggesa percepatan keluarnya Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk honorer yang dinyatakan lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1.

“Pertek itu salah satu syarat untuk mendapatkan NIPPPK. Insya allah bulan ini selesai, jadi per Mei nanti sudah mulai bisa pengangkatan PPPK tahap satu,” jelas Sahtiar.

Sedangkan untuk honorer yang sedang seleksi PPPK tahap dua akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 30 April hingga 6 Mei.

“Maka konsen kita dua itu dulu. Sejauh ini tidak ada pekerjakan kembali honorer. Kita takut menyalahi aturan,” tegas Sahtiar.

Sebelumnya, pada Kamis, 10 April kemarin, sejumlah perwakilan honer mendatangi Komisi I DPRD Anambas untuk mengadukan nasib usai diberhentikan sejak Januari lalu.

Salah satu tuntutan mereka yaitu meminta Pemkab Anambas agar kembali mempekerjakan seperti di Pemda lain salah satunya Lingga, Bintan dan Pemprov Kepri.

Perlu diketahui, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Anambas mencapai 3.707 yang tersebar di setiap OPD. Dari 3.707 orang itu, terdapat 1.782 honorer yang lulus PPPK tahap satu.

Kemudian, 1.202 honorer yang sedang berjuang di seleksi PPPK tahap dua. Sedangkan honorer yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPK terdapat 161 orang. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali pertama kali tampil pada Kepri.

Asyiknya Fans Lintas Generasi OM Lorenza

0

batampos – Orkes Melayu (OM) Lorenza tampil dalam event J-Fest Vol. 9 di Jatim International Expo, Surabaya, akhir Maret lalu. Penonton memenuhi venue, mengenakan dandanan jadoel, dan asyik berjoget santai menikmati suguhan lagu-lagu dangdut klasik yang dibawakan selama sekitar satu setengah jam malam itu.

Menariknya, bukan hanya generasi X (kelahiran 1965–1980) atau yang lebih senior dan generasi milenial (kelahiran 1981–1996), tapi juga banyak kawula muda usia belasan hingga 20-an tahun—generasi Z—yang larut dalam kemeriahan penonton OM Lorenza.

Penampilan mereka necis dan jadoel abis. Celana cutbrai, kemeja bermotif abstrak hingga berwarna cerah, sepatu pantofel, serta topi pet menjadi ciri khas. Beberapa di antaranya bahkan membawa radio usang yang dipanggul di bahu. Mereka berbaur dengan penonton dari generasi orang tua dan om-pakde mereka, larut berdendang dan berjoget bersama.

Salah satu penonton muda itu adalah Gilang Ahmad Ramadhan, remaja asal Lamongan yang kini duduk di bangku kelas XI SMA. Ia datang khusus ke Surabaya untuk menyaksikan penampilan perdana OM Lorenza di kota itu.

“Mungkin saya tergolong penggemar baru, setelah tahu dari TikTok. Tampilan unik dan musiknya yang asyik, itu yang bikin jatuh hati sama grup ini,” ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Moch Rasya Aditya, yang datang bersama empat temannya dari Geluran, Sidoarjo. Mereka kompak berdandan ala fesyen jadoel.

“Sekarang usia saya baru 20 tahun. Memang belum lahir di era tenarnya dangdut klasik tahun 80-an, tapi vibe-nya beda. Seru! Jadi penasaran dan akhirnya nonton langsung ke sini,” kata Rasya yang juga penggemar dangdut.

Fenomena OM Lorenza menyebar cepat dari Sukoharjo ke kota-kota lain. Grup orkes Melayu asal Kampung Ngemul, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo yang terbentuk sejak awal 2000-an itu kini “terlahir kembali” di era media sosial.

Mereka membangkitkan kembali era dangdut jadoel, membangun nostalgia untuk penggemar lama sekaligus memperluas jangkauan fans lintas generasi.

Grup ini awalnya digagas oleh Budi Aeromax, lalu sejak 2012 dikelola oleh Murjiyanto. Dari panggung ke panggung di kampung-kampung, kehadiran OM Lorenza menjadi angin segar di tengah “gempuran” genre dangdut kekinian.

Yang jadoel kini justru menjadi pengalaman “baru” yang menarik perhatian. Irama kendang fiber, petikan mandolin, dan seruling bambu menghadirkan elemen dangdut klasik yang sarat nostalgia.

Lagu “Tambal Ban” oleh Usman Bersaudara yang kerap dibawakan OM Lorenza kembali viral di tahun 2024–2025. Lagu “Luntang-Lantung” oleh Latif M dan Rita Sugiarto, serta lagu-lagu Elvy Sukaesih dan raja dangdut Rhoma Irama yang mereka cover pun kian dikenal kalangan muda.

Aris Hidayat, salah satu penggemar OM Lorenza dari kalangan wong lawas, juga tak mau ketinggalan berjoget dan berdendang. Warga asal Babat, Lamongan itu secara khusus datang ke Surabaya untuk bernostalgia.

“Saya memang penggemar berat orkes Melayu. Salah satunya ya OM Lorenza ini. Serunya, mereka bisa ‘mengumpulkan’ penggemar dari beragam usia. Semuanya enjoy,” ujar Aris sambil berjoget.

Popularitas OM Lorenza bukan sekadar tren sesaat. Menurut Joko Lodank, salah satu personel sekaligus pengisi suara grup ini, basis penggemar mereka kini tumbuh pesat di berbagai daerah.

“Di Solo Raya, tempat kami berasal, ada beberapa komunitas fans militan. Mereka sering ikut kami sampai ke luar kota,” tuturnya.

Pasca libur Lebaran, jadwal manggung OM Lorenza makin padat. Mulai awal April hingga akhir bulan ini, hampir semua jadwal sudah penuh. Bahkan, jika lokasi berdekatan dan mudah diakses, mereka bisa tampil di lebih dari satu tempat dalam sehari.

Terjauh, kata Joko, mereka sudah manggung hingga ke Malang dan Jakarta. Ia menilai, kebangkitan orkes Melayu ini tak lepas dari kerinduan masyarakat akan era keemasan dangdut klasik.

“Banyak yang ingin bernostalgia. Tapi yang mengejutkan, banyak juga anak muda yang penasaran dan akhirnya jatuh cinta,” ujar Joko.

Mau menyaksikan keseruan mereka? Cek di youtube ya ….. (*)

Artikel Asyiknya Fans Lintas Generasi OM Lorenza pertama kali tampil pada News.

Kontroversi Queen of Tears Mencuat Lagi, Kim Ji Won Aktingnya Dipuji Tapi Tak Masuk Nominasi

0
Kim Ji Won dalam drama Queen of Tears. (Dok. TVN)

batampos – Kontroversi drakor Queen of Tears mencuat lagi.

Akting Kim Ji Won dalam drakor Queen of Tears yang menuai pujian banyak pihak di industri hiburan Korea selatan ternyata tak cukup merebut perhatian dewan juri Baeksang Arts Awards.

Kim Ji Won tidak dinominasikan di ajang bergengsi Baeksang Arts Awards pada 2024 lalu. Netizen pun heboh.

Tentu saja keputusan tersebut menjadi kotroversi. Karena Baeksang Arts Awards dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan paling prestisius di dunia hiburan Korea Selatan.

Baca juga: (G)I-DLE Siap Hasilkan Karya Spektakuler Saat Comeback

Drama Queen of Tears, yang sukses besar secara global dan memecahkan rekor rating, dipuji karena kualitas ceritanya dan penampilan akting para pemerannya.

Tapi yang membuat publik heboh adalah absennya Kim Ji Won, pemeran utama wanita dalam drama tersebut, dari daftar nominasi “Aktris Terbaik”, sebagaimana dilansir dari Pinkvilla.com pada Minggu (13/4).

Sempat mereda, kontroversi ini kembali mencuat setelah Jeong Deok Hyeon, kritikus budaya dan juri Baeksang, memberikan pernyataan dalam sebuah acara bincang-bincang.

Alih-alih memperjelas alasan di balik keputusan juri, penjelasannya justru memperkeruh suasana dan memicu perdebatan baru di kalangan netizen.

Queen of Tears, yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won, meraih rating lebih dari 20% secara nasional, angka yang sangat langka untuk drama Korea saat ini. Banyak yang menyebut drama ini sebagai salah satu karya terbaik tahun 2024, dengan alur yang emosional dan akting memukau dari kedua pemeran utamanya.

Baca juga: Sulit Tidur Malam? Ini 5 Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Karena itu, ketika nominasi Baeksang diumumkan, banyak penggemar berharap kedua bintang utama akan mendapat apresiasi. Kim Soo Hyun berhasil masuk nominasi “Aktor Terbaik”, tapi Kim Ji Won tidak masuk daftar “Aktris Terbaik”, hal yang mengejutkan dan membuat penggemar geram.

Dalam komentarnya, Jeong Deok Hyeon menyebut bahwa waktu penayangan drama menjadi faktor penting. Saat proses penilaian dimulai, Queen of Tears belum sepenuhnya tayang.

Ia menjelaskan bahwa ada standar teknis terkait berapa persen episode yang harus sudah tayang agar bisa dinilai secara adil. Menurutnya, saat penjurian berlangsung, akting Kim Soo Hyun langsung mencuri perhatian, sementara penampilan Kim Ji Won belum terlihat maksimal di awal episode.

Ia juga mengungkap bahwa pihak juri sudah memberi penjelasan kepada agensi Kim Ji Won mengenai hal ini, dan pihak aktris pun telah memahaminya. Namun, publik yang tidak mengetahui latar belakang tersebut menjadi marah dan menyerang keputusan juri.

Yang paling menyulut emosi netizen adalah pengakuan Jeong Deok Hyeon bahwa dalam penghargaan seperti ini, “sedikit keberuntungan juga berperan”.

Pernyataan ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan, jika drama belum memenuhi syarat secara teknis, mengapa Kim Soo Hyun bisa dinominasikan? Dan jika belum tayang penuh, bagaimana mungkin Kim Ji Won bisa dinilai secara adil?

Banyak penggemar melihat kasus ini sebagai bagian dari masalah yang lebih besar, yaitu bias gender dalam industri hiburan.

Baca juga: Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian

Aktor pria sering lebih mudah mendapat pengakuan, sementara aktris wanita, meskipun tampil luar biasa, kerap kali diabaikan.

Peran Kim Ji Won sebagai Hong Hae In bahkan dipuji sebagai salah satu akting terbaik di dunia K-drama, tapi tetap tak mendapat tempat di Baeksang.

Kontroversi ini telah memunculkan diskusi lebih luas tentang pentingnya transparansi dalam proses seleksi penghargaan, keadilan dalam memberikan pengakuan atas bakat, serta bias sistemik yang masih ada dalam industri. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Kontroversi Queen of Tears Mencuat Lagi, Kim Ji Won Aktingnya Dipuji Tapi Tak Masuk Nominasi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Batam Parkir di Trotoar dan Jalur Pedestrian, Kadishub: Kita Rutin Gelar Razia

0
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim. (Foto: Arjuna)

batampos – Area trotoar dan jalur pedestrian di Kota Batam hingga saat ini masih dijadikan lahar parkir. Bahkan, biaya parkir tersebut dikutip langsung oleh jukir berseragam.

Seperti di Jalan Pembangunan atau seberang Grand Mall Batam dan di Jalan Raja M Tahir, Batam Centre.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya sudah membentuk Tim Gabungan untuk menindak kendaraan serta jukir yang membandel tersebut.

“SK Tim Gabungan ini sudah turun. Kita lakukan razia rutin dengan waktu secara acak,” ujarnya, Minggu (13/4).

Salim mengaku bagi kendaraan roda empat yang terkena razia akan diderek, dan motor diangkut ke Kantor Dishub. Sedangkan jukirnya diberi sanksi.

“Nanti ada denda bagi pemilik kendaraan. Saya juga rapatkan dengan UPT Parkir, pengawas, dan koordinator lapangan,” katanya.

Salim menegaskan area trotoar dan jalur pedestrian dilarang untuk digunakan lahan parkir. Sebab, akan menganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Memang rambu larangan parkir di trotoar itu tidak ada, sama seperti di jembatan. Tapi itu dilarang,“ tegasnya.

Selain area tersebut, kata Salim, Tim Gabungan ini akan menindak kendaraan yang parkir di jembatan. Seperti di kawasan Jodoh, Batuampar atau tepatnya di depan Hotel Four Point.

“Kemarin karena terkendala lebaran. Ini akan kita gencarkan (razia). Dalam sebulan itu ada beberapa kali,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Warga Batam Parkir di Trotoar dan Jalur Pedestrian, Kadishub: Kita Rutin Gelar Razia pertama kali tampil pada Metropolis.