Selasa, 3 Maret 2026
Beranda blog Halaman 1602

Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji

0
Bandara hang Nadim, Batam.
(f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Masa angkutan Lebaran di Bandara Internasional Hang Nadim resmi berakhir. Penutupan posko angkutan Lebaran menandai selesainya masa operasional intensif yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Nugroho Jati, menyampaikan bahwa selama periode tersebut, total pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim mencapai 323.824 orang.

“Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya,” kata dia, Senin (14/4).

Rinciannya, sebanyak 174.200 penumpang tercatat berangkat, sementara 149.624 penumpang tiba melalui Bandara Hang Nadim.

Selain itu, total penerbangan yang dilayani selama periode Lebaran mencapai 2.203 penerbangan, terdiri dari 1.104 penerbangan keberangkatan dan 1.099 kedatangan.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan penumpang, pihak bandara juga menyiapkan 193 penerbangan tambahan,” jelasnya.

Adapun puncak arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 (H-2 Lebaran), dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 19.982 orang.

Sementara puncak arus balik tercatat terjadi pada dua hari, yakni 5 April 2025 (H+5) sebanyak 18.843 penumpang, dan 7 April 2025 (H+7) sebanyak 18.700 penumpang.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, mengapresiasi seluruh tim dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan layanan angkutan udara selama masa libur Lebaran tahun ini.

“Kami sangat bersyukur atas kerja sama solid antara manajemen BIB, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan kualitas layanan di salah satu bandara tersibuk di wilayah barat Indonesia,” ujarnya.

Pikri menambahkan, keberhasilan layanan angkutan Lebaran tahun ini menjadi semangat baru bagi BIB dalam menghadapi tantangan berikutnya, terutama menyambut musim angkutan Haji.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan menghadirkan pengalaman perjalanan udara yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.

Dengan berakhirnya masa angkutan Lebaran, Bandara Internasional Hang Nadim dinilai berhasil menjaga stabilitas operasional, keamanan, dan kenyamanan para pemudik.

Kini, BIB tengah bersiap menghadapi fase penting berikutnya: pelayanan angkutan Haji, dengan tetap mengedepankan prinsip pelayanan prima dan keselamatan penerbangan. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali

0
Sekda Anambas, Sahtiar. f.ihsan

batampos– Pemkab Anambas tidak mengakomodir permintaan tenaga honorer yang ingin kembali bekerja pasca dirumahkan sejak Januari lalu.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, pihaknya takut menyalahi aturan jika memanggil honorer untuk kembali bekerja, meski Pemerintah Pusat memberikan kebebasan kepada daerah.

Selain itu, Pemkab Anambas juga tidak akan membayarkan gaji pegawai honorer yang tetap bekerja dari Januari lalu hingga saat ini.

BACA JUGA: BKPSDM Anambas Upayakan Honorer Bisa Bekerja Kembali Sambil Menunggu Pengangkatan PPPK Beres

“Selama tidak ada SK (Surat Keputusan) kita tidak boleh untuk membayarkan penggajian. Sampai hari ini memang Pemda tidak mengeluarkan SK mempekerjakan kembali,” ujar Sahtiar kepada awak media, Minggu, (13/4).

Meski demikian, Pemkab Anambas saat ini sedang menggesa percepatan keluarnya Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk honorer yang dinyatakan lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1.

“Pertek itu salah satu syarat untuk mendapatkan NIPPPK. Insya allah bulan ini selesai, jadi per Mei nanti sudah mulai bisa pengangkatan PPPK tahap satu,” jelas Sahtiar.

Sedangkan untuk honorer yang sedang seleksi PPPK tahap dua akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 30 April hingga 6 Mei.

“Maka konsen kita dua itu dulu. Sejauh ini tidak ada pekerjakan kembali honorer. Kita takut menyalahi aturan,” tegas Sahtiar.

Sebelumnya, pada Kamis, 10 April kemarin, sejumlah perwakilan honer mendatangi Komisi I DPRD Anambas untuk mengadukan nasib usai diberhentikan sejak Januari lalu.

Salah satu tuntutan mereka yaitu meminta Pemkab Anambas agar kembali mempekerjakan seperti di Pemda lain salah satunya Lingga, Bintan dan Pemprov Kepri.

Perlu diketahui, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Anambas mencapai 3.707 yang tersebar di setiap OPD. Dari 3.707 orang itu, terdapat 1.782 honorer yang lulus PPPK tahap satu.

Kemudian, 1.202 honorer yang sedang berjuang di seleksi PPPK tahap dua. Sedangkan honorer yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPK terdapat 161 orang. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali pertama kali tampil pada Kepri.

Asyiknya Fans Lintas Generasi OM Lorenza

0

batampos – Orkes Melayu (OM) Lorenza tampil dalam event J-Fest Vol. 9 di Jatim International Expo, Surabaya, akhir Maret lalu. Penonton memenuhi venue, mengenakan dandanan jadoel, dan asyik berjoget santai menikmati suguhan lagu-lagu dangdut klasik yang dibawakan selama sekitar satu setengah jam malam itu.

Menariknya, bukan hanya generasi X (kelahiran 1965–1980) atau yang lebih senior dan generasi milenial (kelahiran 1981–1996), tapi juga banyak kawula muda usia belasan hingga 20-an tahun—generasi Z—yang larut dalam kemeriahan penonton OM Lorenza.

Penampilan mereka necis dan jadoel abis. Celana cutbrai, kemeja bermotif abstrak hingga berwarna cerah, sepatu pantofel, serta topi pet menjadi ciri khas. Beberapa di antaranya bahkan membawa radio usang yang dipanggul di bahu. Mereka berbaur dengan penonton dari generasi orang tua dan om-pakde mereka, larut berdendang dan berjoget bersama.

Salah satu penonton muda itu adalah Gilang Ahmad Ramadhan, remaja asal Lamongan yang kini duduk di bangku kelas XI SMA. Ia datang khusus ke Surabaya untuk menyaksikan penampilan perdana OM Lorenza di kota itu.

“Mungkin saya tergolong penggemar baru, setelah tahu dari TikTok. Tampilan unik dan musiknya yang asyik, itu yang bikin jatuh hati sama grup ini,” ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Moch Rasya Aditya, yang datang bersama empat temannya dari Geluran, Sidoarjo. Mereka kompak berdandan ala fesyen jadoel.

“Sekarang usia saya baru 20 tahun. Memang belum lahir di era tenarnya dangdut klasik tahun 80-an, tapi vibe-nya beda. Seru! Jadi penasaran dan akhirnya nonton langsung ke sini,” kata Rasya yang juga penggemar dangdut.

Fenomena OM Lorenza menyebar cepat dari Sukoharjo ke kota-kota lain. Grup orkes Melayu asal Kampung Ngemul, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo yang terbentuk sejak awal 2000-an itu kini “terlahir kembali” di era media sosial.

Mereka membangkitkan kembali era dangdut jadoel, membangun nostalgia untuk penggemar lama sekaligus memperluas jangkauan fans lintas generasi.

Grup ini awalnya digagas oleh Budi Aeromax, lalu sejak 2012 dikelola oleh Murjiyanto. Dari panggung ke panggung di kampung-kampung, kehadiran OM Lorenza menjadi angin segar di tengah “gempuran” genre dangdut kekinian.

Yang jadoel kini justru menjadi pengalaman “baru” yang menarik perhatian. Irama kendang fiber, petikan mandolin, dan seruling bambu menghadirkan elemen dangdut klasik yang sarat nostalgia.

Lagu “Tambal Ban” oleh Usman Bersaudara yang kerap dibawakan OM Lorenza kembali viral di tahun 2024–2025. Lagu “Luntang-Lantung” oleh Latif M dan Rita Sugiarto, serta lagu-lagu Elvy Sukaesih dan raja dangdut Rhoma Irama yang mereka cover pun kian dikenal kalangan muda.

Aris Hidayat, salah satu penggemar OM Lorenza dari kalangan wong lawas, juga tak mau ketinggalan berjoget dan berdendang. Warga asal Babat, Lamongan itu secara khusus datang ke Surabaya untuk bernostalgia.

“Saya memang penggemar berat orkes Melayu. Salah satunya ya OM Lorenza ini. Serunya, mereka bisa ‘mengumpulkan’ penggemar dari beragam usia. Semuanya enjoy,” ujar Aris sambil berjoget.

Popularitas OM Lorenza bukan sekadar tren sesaat. Menurut Joko Lodank, salah satu personel sekaligus pengisi suara grup ini, basis penggemar mereka kini tumbuh pesat di berbagai daerah.

“Di Solo Raya, tempat kami berasal, ada beberapa komunitas fans militan. Mereka sering ikut kami sampai ke luar kota,” tuturnya.

Pasca libur Lebaran, jadwal manggung OM Lorenza makin padat. Mulai awal April hingga akhir bulan ini, hampir semua jadwal sudah penuh. Bahkan, jika lokasi berdekatan dan mudah diakses, mereka bisa tampil di lebih dari satu tempat dalam sehari.

Terjauh, kata Joko, mereka sudah manggung hingga ke Malang dan Jakarta. Ia menilai, kebangkitan orkes Melayu ini tak lepas dari kerinduan masyarakat akan era keemasan dangdut klasik.

“Banyak yang ingin bernostalgia. Tapi yang mengejutkan, banyak juga anak muda yang penasaran dan akhirnya jatuh cinta,” ujar Joko.

Mau menyaksikan keseruan mereka? Cek di youtube ya ….. (*)

Artikel Asyiknya Fans Lintas Generasi OM Lorenza pertama kali tampil pada News.

Kontroversi Queen of Tears Mencuat Lagi, Kim Ji Won Aktingnya Dipuji Tapi Tak Masuk Nominasi

0
Kim Ji Won dalam drama Queen of Tears. (Dok. TVN)

batampos – Kontroversi drakor Queen of Tears mencuat lagi.

Akting Kim Ji Won dalam drakor Queen of Tears yang menuai pujian banyak pihak di industri hiburan Korea selatan ternyata tak cukup merebut perhatian dewan juri Baeksang Arts Awards.

Kim Ji Won tidak dinominasikan di ajang bergengsi Baeksang Arts Awards pada 2024 lalu. Netizen pun heboh.

Tentu saja keputusan tersebut menjadi kotroversi. Karena Baeksang Arts Awards dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan paling prestisius di dunia hiburan Korea Selatan.

Baca juga: (G)I-DLE Siap Hasilkan Karya Spektakuler Saat Comeback

Drama Queen of Tears, yang sukses besar secara global dan memecahkan rekor rating, dipuji karena kualitas ceritanya dan penampilan akting para pemerannya.

Tapi yang membuat publik heboh adalah absennya Kim Ji Won, pemeran utama wanita dalam drama tersebut, dari daftar nominasi “Aktris Terbaik”, sebagaimana dilansir dari Pinkvilla.com pada Minggu (13/4).

Sempat mereda, kontroversi ini kembali mencuat setelah Jeong Deok Hyeon, kritikus budaya dan juri Baeksang, memberikan pernyataan dalam sebuah acara bincang-bincang.

Alih-alih memperjelas alasan di balik keputusan juri, penjelasannya justru memperkeruh suasana dan memicu perdebatan baru di kalangan netizen.

Queen of Tears, yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won, meraih rating lebih dari 20% secara nasional, angka yang sangat langka untuk drama Korea saat ini. Banyak yang menyebut drama ini sebagai salah satu karya terbaik tahun 2024, dengan alur yang emosional dan akting memukau dari kedua pemeran utamanya.

Baca juga: Sulit Tidur Malam? Ini 5 Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Karena itu, ketika nominasi Baeksang diumumkan, banyak penggemar berharap kedua bintang utama akan mendapat apresiasi. Kim Soo Hyun berhasil masuk nominasi “Aktor Terbaik”, tapi Kim Ji Won tidak masuk daftar “Aktris Terbaik”, hal yang mengejutkan dan membuat penggemar geram.

Dalam komentarnya, Jeong Deok Hyeon menyebut bahwa waktu penayangan drama menjadi faktor penting. Saat proses penilaian dimulai, Queen of Tears belum sepenuhnya tayang.

Ia menjelaskan bahwa ada standar teknis terkait berapa persen episode yang harus sudah tayang agar bisa dinilai secara adil. Menurutnya, saat penjurian berlangsung, akting Kim Soo Hyun langsung mencuri perhatian, sementara penampilan Kim Ji Won belum terlihat maksimal di awal episode.

Ia juga mengungkap bahwa pihak juri sudah memberi penjelasan kepada agensi Kim Ji Won mengenai hal ini, dan pihak aktris pun telah memahaminya. Namun, publik yang tidak mengetahui latar belakang tersebut menjadi marah dan menyerang keputusan juri.

Yang paling menyulut emosi netizen adalah pengakuan Jeong Deok Hyeon bahwa dalam penghargaan seperti ini, “sedikit keberuntungan juga berperan”.

Pernyataan ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan, jika drama belum memenuhi syarat secara teknis, mengapa Kim Soo Hyun bisa dinominasikan? Dan jika belum tayang penuh, bagaimana mungkin Kim Ji Won bisa dinilai secara adil?

Banyak penggemar melihat kasus ini sebagai bagian dari masalah yang lebih besar, yaitu bias gender dalam industri hiburan.

Baca juga: Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian

Aktor pria sering lebih mudah mendapat pengakuan, sementara aktris wanita, meskipun tampil luar biasa, kerap kali diabaikan.

Peran Kim Ji Won sebagai Hong Hae In bahkan dipuji sebagai salah satu akting terbaik di dunia K-drama, tapi tetap tak mendapat tempat di Baeksang.

Kontroversi ini telah memunculkan diskusi lebih luas tentang pentingnya transparansi dalam proses seleksi penghargaan, keadilan dalam memberikan pengakuan atas bakat, serta bias sistemik yang masih ada dalam industri. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Kontroversi Queen of Tears Mencuat Lagi, Kim Ji Won Aktingnya Dipuji Tapi Tak Masuk Nominasi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Batam Parkir di Trotoar dan Jalur Pedestrian, Kadishub: Kita Rutin Gelar Razia

0
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim. (Foto: Arjuna)

batampos – Area trotoar dan jalur pedestrian di Kota Batam hingga saat ini masih dijadikan lahar parkir. Bahkan, biaya parkir tersebut dikutip langsung oleh jukir berseragam.

Seperti di Jalan Pembangunan atau seberang Grand Mall Batam dan di Jalan Raja M Tahir, Batam Centre.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya sudah membentuk Tim Gabungan untuk menindak kendaraan serta jukir yang membandel tersebut.

“SK Tim Gabungan ini sudah turun. Kita lakukan razia rutin dengan waktu secara acak,” ujarnya, Minggu (13/4).

Salim mengaku bagi kendaraan roda empat yang terkena razia akan diderek, dan motor diangkut ke Kantor Dishub. Sedangkan jukirnya diberi sanksi.

“Nanti ada denda bagi pemilik kendaraan. Saya juga rapatkan dengan UPT Parkir, pengawas, dan koordinator lapangan,” katanya.

Salim menegaskan area trotoar dan jalur pedestrian dilarang untuk digunakan lahan parkir. Sebab, akan menganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Memang rambu larangan parkir di trotoar itu tidak ada, sama seperti di jembatan. Tapi itu dilarang,“ tegasnya.

Selain area tersebut, kata Salim, Tim Gabungan ini akan menindak kendaraan yang parkir di jembatan. Seperti di kawasan Jodoh, Batuampar atau tepatnya di depan Hotel Four Point.

“Kemarin karena terkendala lebaran. Ini akan kita gencarkan (razia). Dalam sebulan itu ada beberapa kali,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Warga Batam Parkir di Trotoar dan Jalur Pedestrian, Kadishub: Kita Rutin Gelar Razia pertama kali tampil pada Metropolis.

Bermain dengan Sepuluh Pemain, Real Madrid Menang Tipis dari Alaves

0
Kylian Mbappe bersama Real Madrid. (Instagram/@k.mbappe)

batampos – Real Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 atas Alaves dalam laga La Liga pada Minggu (13/4) sore. Meski terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Kylian Mbappe mendapat kartu merah di akhir babak pertama, Los Blancos mampu mempertahankan keunggulan yang tercipta berkat gol Eduardo Camavinga.

Kemenangan ini sangat penting bagi tim asuhan Carlo Ancelotti setelah mengalami dua kekalahan beruntun sebelumnya. Meski mendominasi penguasaan bola dan peluang, kemenangan ini tidak datang tanpa drama.

Mbappe mendapat kartu merah langsung setelah pelanggaran keras terhadap Antonio Blanco di menit 38, yang membuat Madrid harus bertahan lebih keras di babak kedua. Sementara itu, Alaves pun tak kalah tangguh dan kehilangan satu pemain setelah Manu Sanchez diganjar kartu merah di menit 70.

Gol Indah Camavinga Jadi Penentu Kemenangan Madrid

Pertandingan ini berlangsung sengit meskipun skor hanya 1-0. Gol satu-satunya dalam laga ini tercipta pada menit 34, saat Eduardo Camavinga melepaskan tendangan melengkung indah dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau kiper Alaves.

Sebuah gol yang sekaligus menepis banyak kritik terhadap performa Camavinga musim ini, yang sering mendapat sorotan negatif karena inkonsistensinya.

Namun, sorotan utama dalam pertandingan ini adalah kartu merah yang diterima Kylian Mbappe. Pada menit 38, Mbappe melakukan tekel keras terhadap Antonio Blanco, yang membuat wasit memutuskan untuk mengeluarkan pemain asal Prancis itu setelah melihat tayangan ulang VAR. Keputusan tersebut memaksa Madrid untuk berjuang keras dengan sepuluh pemain sepanjang babak kedua.

Kartu Merah Ganda dan Tekanan Alaves

Meski bermain dengan sepuluh pemain, Real Madrid tetap mampu mengontrol permainan. Namun, tekanan dari Alaves semakin meningkat setelah Manu Sanchez menerima kartu merah pada menit 70 akibat pelanggaran terhadap Vinicius Junior. Dengan kedua tim bermain dengan sepuluh orang, pertandingan semakin terbuka, tetapi Los Blancos mampu bertahan dengan soliditas lini belakang mereka.

Alaves, meski terus menekan, kesulitan untuk menembus pertahanan Madrid. Keberhasilan Madrid bertahan di laga ini menjadi bukti betapa pentingnya pengalaman dan kedalaman skuad dalam menghadapi situasi sulit. Hasil ini membawa Madrid meraih tiga poin penuh yang sangat dibutuhkan, mengingat Barcelona telah menjauh di puncak klasemen.

Camavinga: Man of the Match

Di tengah-tengah ketegangan pertandingan ini, sosok Eduardo Camavinga menjadi pahlawan. Selain gol indah yang menjadi penentu kemenangan, gelandang asal Prancis ini juga tampil impresif dengan menyelesaikan enam dribel, melakukan tiga tekel, dan mencatatkan 34 operan akurat dari 41 percobaan.

Ini adalah penampilan terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir, yang membuktikan bahwa ia masih memiliki kualitas untuk menjadi pemain kunci di lini tengah Madrid.

Meskipun Alaves lebih unggul dalam penguasaan bola dan tembakan, Real Madrid tetap berhasil meraih kemenangan berkat ketenangan dan kualitas individu. Terutama dari Camavinga yang mencetak gol kemenangan.

Kemenangan ini tidak hanya penting untuk menjaga peluang Madrid dalam perburuan gelar La Liga, tetapi juga memberikan dorongan mental menjelang laga krusial di babak perempat final Liga Champions. Pada Rabu (16/4), Real Madrid akan menjamu Arsenal di Bernabeu untuk leg kedua, setelah kalah 3-0 di London. Madrid tentu harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan dan melaju ke semifinal.

Sementara itu, bagi Alaves, kekalahan ini semakin memperburuk posisi mereka di papan bawah klasemen La Liga. Dengan hanya satu poin lebih banyak dari zona degradasi, mereka harus berjuang lebih keras lagi untuk bertahan di divisi utama.

Pekan depan, Alaves akan bertandang ke Estadio Ramon untuk menghadapi Sevilla, yang akan menjadi ujian berat bagi mereka dalam usaha menghindari degradasi. (*)

Artikel Bermain dengan Sepuluh Pemain, Real Madrid Menang Tipis dari Alaves pertama kali tampil pada Olahraga.

BP Batam Terus Kebut Pembangunan, Dari Jalan hingga Kemudahan Regulasi

0
Ilustrasi. Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh BP Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kota Batam terus bergerak membangun. Proyek-proyek infrastruktur yang digalakkan Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kota industri yang lebih siap menyambut investasi.

Pelebaran jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Kawasan Industri Batamindo sepanjang 3,8 kilometer adalah salah satu proyek strategis yang kini dipercepat pengerjaannya.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas utama dalam memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional. “Program strategis pembangunan harus kita percepat. Saat ini, kami telah memulai pengerjaan jalan dari Kepri Mall hingga Mukakuning,” ujarnya, Rabu (9/4) lalu.

Baca Juga: Harga Cabai Masih Tinggi di Batam, Pedagang Makanan Mengeluh

Proyek ini bukan hanya menjawab kebutuhan konektivitas, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap iklim investasi. Jalan yang lebih lebar dan lancar akan menunjang distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja dari dan ke kawasan industri.

Amsakar menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah pondasi penting dalam menciptakan kenyamanan bagi investor. “Kemajuan Batam memerlukan sinergi semua pihak, terutama antara pemerintah dan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Ia menekankan, tanpa dukungan infrastruktur memadai, akan sulit menjaring investor baru maupun mempertahankan investor lama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan. “Harus ada langkah-langkah konkret dan strategi jitu agar Batam bisa berkembang lebih pesat,” ungkap Amsakar.

Selain urusan fisik, Amsakar juga menyinggung pentingnya pelayanan publik yang prima sebagai wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan investor. Ia meminta seluruh jajarannya untuk responsif dan sigap terhadap setiap laporan masyarakat.

Isu lingkungan juga tak luput dari perhatian. Amsakar menyebut, pembangunan harus seimbang dengan upaya menjaga lingkungan, terutama dalam penanganan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras melanda. “Kepentingan masyarakat harus selalu diutamakan,” tuturnya.

Baca Juga: BPS: Penumpang Udara dan Laut Batam Turun, Kargo Internasional Melonjak

Di sisi lain, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan cara memperkuat sektor investasi. Ia memastikan pihaknya tengah mengkaji ulang sejumlah regulasi yang selama ini menjadi ganjalan investor.

“Kami ingin mempermudah arus investasi di Batam. Oleh karena itu, regulasi-regulasi yang tumpang tindih akan terus dikaji ulang agar tidak menjadi penghambat pertumbuhan,” kata Li, Jumat (11/4).

Menurutnya, regulasi yang efisien dan adaptif sangat diperlukan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah ini sejalan dengan semangat BP Batam untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada investor.
Li juga menyampaikan bahwa komunikasi intensif dengan kementerian pusat akan terus dibangun guna memastikan Batam mendapatkan perhatian lebih dalam program nasional.

“Kita ingin menjadikan Batam sebagai wajah modern Indonesia di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Sebagai tokoh perempuan pertama yang menjabat dua posisi strategis di Batam, yakni Wakil Kepala BP Batam dan Wakil Wali Kota Batam, Li menunjukkan komitmen tinggi untuk hadir langsung dalam menyelesaikan berbagai hambatan investasi.

“Apabila ada kendala, investor bisa berkomunikasi langsung dengan saya maupun Pak Kepala BP Batam,” katanya.

Komunikasi terbuka itu diyakini akan mempercepat penyelesaian masalah dan menjaga kepercayaan investor.

Kepastian proyek pembangunan yang terus berjalan dan regulasi yang terus diperbaiki menjadi kombinasi strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai kota tujuan investasi. Ini sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai kawasan ekonomi berkelas internasional.

Baca Juga: Penyidikan Dugaan Korupsi Dermaga Batuampar Kian Mendalam, 80 Saksi Diperiksa

Para pelaku industri pun menyambut positif langkah ini. Mereka menilai pembangunan jalan dan pembenahan regulasi akan memangkas biaya logistik dan meningkatkan efisiensi produksi.

Bukan hanya industri besar, pelaku usaha kecil dan menengah juga diuntungkan dengan perbaikan akses jalan yang membuka peluang distribusi lebih luas dan cepat. Pertumbuhan ekonomi pun diharapkan akan merata di berbagai kawasan.

Pembangunan yang menyeluruh ini menjadi simbol bahwa Batam tidak berhenti bergerak. Dari jalan, regulasi, hingga pelayanan publik, semua diarahkan untuk satu tujuan: menjadikan Batam lebih maju, inklusif, dan kompetitif di kancah nasional dan internasional. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Artikel BP Batam Terus Kebut Pembangunan, Dari Jalan hingga Kemudahan Regulasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencarian Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang Dihentikan

0
Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam saat melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Willy Pakpahan yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan sekitar Pulau Belakangpadang.

batampos – Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Batam resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Willy Pakpahan (28), pemancing asal Lubukbaja yang dilaporkan hilang usai terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, sejak Kamis (3/4) lalu.

Kepala Basarnas Kepri, Fazzli, melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius, mengatakan pencarian telah dilakukan selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami telah melakukan upaya maksimal dengan penyisiran dan pelacakan secara cermat, namun hasilnya masih nihil,” ujar Dedius, Minggu (13/4).

Baca Juga: Wanita Pelaku Penikaman Ketua RT akan Jalani Tes Psikologi

Meski operasi resmi dihentikan, Dedius menyebut pencarian bisa kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda atau petunjuk baru terkait keberadaan korban.

“Ya benar, pencarian akan kembali dilakukan saat didapati tanda-tanda atau hal yang merupakan titik terang dari keadaan korban, ” tambah Dedius.

Basarnas juga terus melakukan koordinasi dengan pihak berwenang di negara tetangga, mengingat kemungkinan korban terbawa arus hingga ke luar wilayah perairan Indonesia.

“Kami tetap berkoordinasi dengan SAR Malaysia dan Singapura, untuk mengantisipasi jika ada penemuan di luar wilayah yurisdiksi Indonesia,” tambahnya.

Operasi pencarian sebelumnya melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, TNI AL, serta potensi SAR lainnya dan nelayan setempat. Area pencarian mencakup wilayah perairan Pulau Batu Berhenti, Pulau Nirup, hingga sejumlah pulau kecil di barat Pulau Batam. Penyisiran dilakukan intensif menggunakan kapal RIB, kapal patroli, dan bantuan warga.

Baca Juga: Harga Cabai Masih Tinggi di Batam, Pedagang Makanan Mengeluh

Diketahui, Willy dilaporkan terjatuh dari speedboat saat memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya, salah seorang temannya menghubungi keluarga korban dan menyampaikan kabar bahwa Willy jatuh ke laut. Teman tersebut juga menyerahkan satu unit ponsel milik korban kepada keluarga.

Setelah menerima informasi itu, kakak korban, Keti Pakpahan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Polairud Polda Kepri. Basarnas Tanjungpinang pun segera melakukan koordinasi awal dan menggerakkan unsur terkait untuk operasi pencarian. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pencarian Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang Dihentikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Diduga Terima Suap Rp 22 Miliar, 3 Hakim Pengadil Perkara CPO Jadi Tersangka

0
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang hakim sebagai tersangka kasus dugaan suap vonis lepas atau onslag perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. (Dok Kejagung)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang hakim sebagai tersangka kasus dugaan suap vonis lepas atau onslag perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah. Ketiganya adalah Majelis Hakim yang menangani perkara CPO dengan para terdakwa korporasi, di antaranya Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group.

Adapun, ketiga hakim itu di antaranya Djuyamto (Ketua Majelis Hakim), Agam Syarif Baharuddin, dan Ali Muhtarom (hakim anggota). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan, pada Minggu (13/4).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar menjelaskan, ketiga tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

“Terhadap para tersangka dilakukan penahanan 20 hari ke depan berdasarkan surat perintah penahanan nomor 25 tanggal 13 April 2025 untuk tersangka ASB, tersangka atas nama AM berdasarkan surat perintah penahanan nomor 26 tanggal 13 April 2025,” kata Abdul Qohar dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/3) dini hari.

“Dan yang terakhir atas nama tersangka DJU berdasarkan surat perintah penahanan nomor 27 tanggal 13 April 2025 dimana ketiga tersangka dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung) RI,” sambungnya.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima aliran suap untuk melepaskan terdakwa korporasi dari segala tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Korps Adhyaksa menduga, Djuyamto selaku Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara itu menerima uang dolar Amerika Serikat (AS) setara dengan senilai Rp 6 miliar. Dari uang bagian tersebut diberikan kepada panitera senilai Rp 3 miliar.

Sementara, Agam Syarif Baharuddin diduga menerima uang dolar AS setara Rp 4,5 miliar, dan Ali Muhtarom menerima uang dolar AS setara Rp 5 miliar. “Sehingga total seluruhnya yang diterima Rp 22 miliar,” tegas Qohar.

Mereka disangkakan melanggar pasal 12 huruf C juncto pasal 12 huruf B, juncto pasal 6 ayat 2, juncto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2021 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

Penetapan tersangka terhadap ketiga orang Hakim itu setelah Kejagung menetapkan menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap perkara tersebut. Keempat orang itu yakni, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muhammad Arif Nuryanta (MAN); Panitera Muda pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara Wahyu Gunawan (WG), serta dua pengacara, Aryanto (AR) dan Marcella Santoso (MS).

Kejagung menduga Marcella Santoso dan Ariyanto memberikan suap dan atau gratifikasi kepada Arif Nuryanta sebesar Rp 60 miliar melalui Wahyu Gunawan. Diduga pemberian uang itu agar terdakwa korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau lebih dikenal sebagai korupsi minyak goreng, mendapat vonis lepas atau onslag.

Putusan onslag berarti tuntutan terhadap masing-masing terdakwa korporasi diputus terbukti melakukan perbuatan yang didakwaan. Namun, majelis hakim menilainya bukan suatu tindak pidana.

“MAN diduga telah menerima uang suap sebesar Rp60 miliar dari tersangka MS dan AR selaku advokat untuk pengaturan putusan agar dijatuhkan ontslag,” ujar Qohar.

Saat perkara korupsi minyak goreng ini disidangkan di PN Jakarta Pusat, Arif merupakan Wakil Ketua PN Jakarta Pusat. Diduga Arif mengarahkan agar para terdakwa pada perkara yang ditangani PN Jakarta Pusat itu mendapat vonis lepas.

“Jadi MAN saat itu menjabat sebagai wakil ketua pengadilan negeri Jakarta Pusat, yang saat ini yang bersangkutan menjabat ketua pengadilan Jaksel,” tegasnya.

Adapun, Wahyu Gunawan dan Muhammad Arif Nuryanta disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a jo 12 huruf b jo Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 18 jo Pasal 11 jo Pasal 12 B jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor.

Sementara, Marcella Santoso dan Aryanto disangkakan dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a jo Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 13 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor. Adapun Arif dikenakan Pasal 12 huruf c jo Pasal 12 B jo Pasal 6 ayat (2) jo Pasal 12 huruf a jo Pasal 12 huruf b jo Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 11 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor. (*)

Artikel Diduga Terima Suap Rp 22 Miliar, 3 Hakim Pengadil Perkara CPO Jadi Tersangka pertama kali tampil pada News.

Halal Bihalal Warga Cluster Eldewais GNC Nongsa Penuh Kehangatan

0
Acara halal bihalal keluarga besar Cluster Eldewais, Green Nongsa City, RT 003 RW 001, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Sabtu (12/4) malam. (F.Yashinta)

batampos – Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti acara halal bihalal keluarga besar Cluster Eldewais, Green Nongsa City, RT 003 RW 001, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Sabtu (12/4) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga setelah merayakan Hari Raya Idulfitri 1446

Acara halal bihalal malam itu turut dihadiri oleh perangkat RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. Selain ramah tamah dan makan bersama, kegiatan ini juga diisi dengan obrolan ringan mengenai pembangunan lingkungan dan perencanaan kegiatan warga ke depan.

Ketua RT 003, Jamal Efendi, mengatakan bahwa kegiatan halal bihalal ini merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan warga. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga bentuk nyata menjaga kekompakan dan keakraban di lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga: Anggota DPRD Kepri Suhadi Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Ribuan Warga dan Wakil Gubernur

“Kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi setelah merayakan hari besar Idulfitri. Halal bihalal ini rutin dilakukan setiap tahun. Tujuannya menambah kekompakan dan keakraban sesama warga. Harapan kami, semua warga semakin solid dan terus menjaga silaturahmi,” ujar Jamal.

Senada dengan itu, Ketua RW 001 Green Nongsa City, Karsono, turut mengapresiasi peran serta warga dan panitia dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antartetangga agar tercipta lingkungan yang damai dan maju bersama.

“Halal bihalal ini mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan bertetangga, dan menciptakan tim kerja yang solid. Semua yang baik perlu kita apresiasi. Di Green Nongsa City ini, tujuannya memang saling mendukung, seperti satu keluarga,” kata Karsono.

Dalam kesempatan tersebut, tim pembangunan Ahmad Ramadi menyampaikan rencana pengaktifan kembali fasilitas umum (fasum) olahraga agar warga memiliki aktivitas fisik bersama dan lebih saling mengenal. Ia menambahkan, pembangunan fasum saat ini sudah berjalan meski baru mencapai sekitar 50 persen.

Baca Juga: Harga Cabai Masih Tinggi di Batam, Pedagang Makanan Mengeluh

“Terkait legalitas lahan, masih menunggu penyerahan pengelolaan resmi dari Pemerintah Kota Batam,”jelas Ahmad.

Ia menyebutkan, proyek pembangunan fasum akan terus berlanjut dengan semangat gotong royong. Targetnya, pada bulan Agustus mendatang, bangunan tersebut sudah memiliki atap dan bisa mulai digunakan oleh warga.

“Kami sedang menghitung biaya lanjutan pembangunan. Targetnya Agustus ini sudah beratap. Untuk menunggu proses dari pemerintah belum bisa, karena lahan belum diserahkan ke Pemko. Tapi semangat gotong royong dari warga akan terus menjadi kekuatan utama,” ujarnya optimistis. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Halal Bihalal Warga Cluster Eldewais GNC Nongsa Penuh Kehangatan pertama kali tampil pada Metropolis.