Rombongan Deputi I Kantor Staf Kepresidenan (KSP) saat bersama warga di perkebunan Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung,
batampos – Warga Kampung Sidomulyo, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menyampaikan harapan besar kepada Deputi I Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk memfasilitasi usulan legalitas lahan tempat tinggal dan lahan perkebunan mereka yang berada di kawasan hutan lindung.
Aspirasi itu disampaikan saat kunjungan tim KSP dalam kegiatan bakti sosial penanaman benih jagung oleh Kantor Imigrasi Batam, Rabu (10/7).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kelurahan Binaan Imigrasi Batam dalam rangka memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hadir dalam acara ini tim dari Deputi I KSP yang dipimpin langsung Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Dedi Sambowo.
Selain penanaman jagung di lahan dua hektare, juga digelar sosialisasi pencegahan TPPO kepada warga.
Warga menyambut baik kehadiran pemerintah pusat dan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyuarakan harapan mendapatkan legalitas atas lahan yang telah mereka kelola selama bertahun-tahun.
Mereka berharap KSP bisa menjadi jembatan komunikasi dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan bahwa usulan peralihan status lahan dari kawasan hutan lindung ke perhutanan sosial sudah diajukan sejak 2022. Menurutnya, jika status perhutanan sosial dikabulkan, petani di Sidomulyo akan memiliki dasar hukum dalam mengelola lahan garapan, serta perlindungan atas aktivitas pertanian yang telah berlangsung lama.
Tokoh masyarakat Kampung Sidomulyo, Yusuf, menegaskan bahwa lahan yang dikelola warga tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga sudah menjadi kawasan permukiman. Ia berharap seluruh area tersebut bisa difasilitasi untuk mendapatkan legalitas melalui skema perhutanan sosial dan program tata batas kawasan hutan.
“Petani di Sidomulyo menyuplai kebutuhan pangan lokal untuk Batam. Kami ingin pengakuan dan perlindungan hukum, bukan dianggap sebagai perambah hutan,” ujar Yusuf.
Ia menilai legalitas penting agar warga dapat tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tanpa ketakutan akan penggusuran.
Camat Hafiz menambahkan bahwa pengajuan legalitas tersebut mencakup dua lokasi: lahan garapan dan pemukiman. Keduanya diajukan melalui program perhutanan sosial dan tata batas kawasan hutan.
Ia berharap kunjungan KSP dapat memperkuat komunikasi dengan kementerian dan mempercepat proses pengesahan.
Menanggapi aspirasi itu, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dedi Sambowo menyatakan bahwa pihaknya akan membawa seluruh masukan warga untuk dibahas secara internal di Kantor Staf Presiden.
“Kami memahami pentingnya kejelasan status lahan bagi masyarakat. Aspirasi ini akan kami teruskan ke Kementerian Kehutanan,” tegasnya. (*)
Polisi saat di rumah korban gantung diri di Perumahan Rindang Garden, Blok A4 RT 05/RW 27, Kelurahan Buliang, Batuaji.
batampos – Penyelidikan Polsek Batuaji terhadap kasus pria bernama Eben Jason Situmorang yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Perumahan Rindang Garden, Kelurahan Buliang, mulai mengerucut pada dugaan kuat tekanan ekonomi sebagai motif utama. Hasil pemeriksaan terhadap ponsel korban mengungkap adanya banyak tagihan dari pinjaman online (pinjol) dan juga leasing.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan menjelaskan, selain bekerja sebagai sopir taksi online, korban ternyata juga bekerja sebagai penagih utang leasing. Namun uang hasil tagihan yang seharusnya disetorkan ke perusahaan diduga telah digunakan oleh korban untuk keperluan pribadi.
Hal inilah yang membuat korban mendapat tekanan dari pihak leasing, bahkan penagih hutang sempat mendatangi dan menagih ke istri korban.
“Istri korban yang saat itu bekerja sebagai buruh pabrik di Mukakuning merasa khawatir karena korban tidak merespons saat dihubungi. Ia kemudian memutuskan pulang ke rumah. Saat tiba, rumah dalam kondisi terkunci dari luar, dan bersama warga, pintu rumah akhirnya dibuka secara paksa. Saat itulah korban ditemukan sudah tergantung di dapur,” jelas Iptu Andi, Jumat (11/7).
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban, selain bekas jeratan tali di leher. “Kami sudah meminta visum di RS Mutiara Aini. Hasil visum juga tidak menemukan tanda kekerasan lainnya, sehingga bisa disimpulkan kuat bahwa korban murni bunuh diri,” kata Andi.
Fakta lain yang turut mendukung motif tekanan ekonomi adalah pernyataan beberapa kerabat korban yang ditemui di kamar jenazah. Mereka mengungkapkan bahwa korban terlilit utang, diduga karena terlibat dalam praktik judi online. Tekanan demi tekanan itu diyakini membuat korban merasa buntu dan mengambil keputusan tragis tersebut.
Jenazah korban pun telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya, di Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Pihak keluarga pun saat ini tengah berduka dan memilih untuk menutup diri dari awak media.
Menanggapi kasus ini, Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk praktik perjudian, baik konvensional maupun online, karena dapat menghancurkan kehidupan seseorang dan keluarganya.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami imbau masyarakat untuk tidak terjerumus dalam judi dan pinjaman online ilegal. Jika ada masalah ekonomi, carilah bantuan atau konsultasi kepada pihak yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi peringatan serius di tengah maraknya kasus bunuh diri akibat tekanan utang dan judi online. Aparat dan masyarakat diharapkan semakin tanggap dalam mengenali tanda-tanda orang di sekitar yang sedang menghadapi beban mental berat, agar kejadian serupa bisa dicegah sejak dini. (*)
Kabid Pendidikan Dasar Disdik Anambas, Iim Mulyani Putri. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau para orang tua siswa baru untuk tidak tergesa-gesa membeli seragam sekolah. Pasalnya, seragam gratis dari pemerintah daerah akan dibagikan mulai Oktober 2025.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Anambas, Iim Mulyani Putri. Ia menanggapi kekhawatiran sejumlah orang tua yang berencana membeli seragam sekolah secara mandiri.
“Kami minta orang tua bersabar. Semua siswa baru akan dapat seragam dari pemerintah. Kalau beli sekarang, khawatirnya malah dobel dan mubazir,” ujar Iim, Jumat (11/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini proses pengadaan masih berjalan dan ditargetkan rampung Oktober mendatang. Seluruh siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta akan mendapatkan seragam lengkap untuk laki-laki dan perempuan.
“Jadi tinggal pakai, tanpa perlu keluar biaya lagi,” tambahnya.
Selagi menunggu pembagian seragam, siswa baru diminta tetap menggunakan seragam lama. “Siswa baru SD pakai seragam TK, siswa baru SMP pakai seragam SD,” jelas Iim.
Ia berharap para orang tua dapat memahami mekanisme ini dan tidak merasa terbebani. Program bantuan seragam gratis ini merupakan upaya Pemkab Anambas untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang tahun ajaran baru.
Salah satu orang tua siswa, Hamid, menyambut baik program ini. Ia mengaku tidak membeli seragam baru untuk anaknya karena sudah mendapatkan informasi soal bantuan tersebut.
Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 2.031 siswa baru di seluruh Anambas yang menjadi sasaran program ini. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4 miliar dari APBD Perubahan 2025. (*)
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto memberikan pemaparan kepada penyidik dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos – Informasi adanya pelanggaran prosedur hukum yang dilakukan penyidik Reskrim Polsek Lubuk Baja beredar di media sosial (medsos). Pelanggaran penyidik ini disebut dalam pemanggilan saksi untuk dimintai keterangan, terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan kasus ini terjadi di Nagoya dan dilaporkan pada Jumat (20/6) lalu.
“Kami menerima 3 laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan. Dari tiga laporan tersebut, saat ini semuanya masih dalam penyelidikan,” ujar Noval, Kamis (10/7).
Noval menjelaskan untuk mengetahui lebih jelas perkara, awalnya pihak penyidik mendatangkan seorang saksi untuk wawancara perkara tersebut.
“Sebelumnya, penyidik secara prosedural berkoordinasi dengan baik kepada saksi yang kami undang, dengan mengirimkan surat undangan klarifikasi wawancara. Bukan berarti kami tidak ada mengirimkan surat undangan kepada saksi,” katanya.
Noval juga mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari para korban. “Proses masih berlanjut dan masih dalam penyelidikan. Kita juga menunggu hasil visum dari para korban,” ungkapnya.
Noval menegaskan dalam penanganan perkara ini, penyidik Mapolsek Lubuk Baja tetap memperhatikan syarat formil terhadap serangkaian proses penyelidikan yang dilaksanakan.
“Kami penyidik tetap menghormati apapun upaya dari pihak manapun yang merasa proses kami laksanakan tidak sesuai prosedur,” terangnya.
Menurut Noval, semua pihak baik itu pelapor, terlapor, kuasa hukum maupun keluarga nya berhak melaporkan ke pihak pengawasan internal atau tim Wassidik jika kami dinilai melakukan kesalahan.
“Siapapun berhak melaporkan kita kepada pengawasan internal atau tim Wassidik. Itu merupakan wujud transparansi tindakan Kepolisian,” tutupnya. (*)
Pertemuan antara calon investor asal Korea Selatan, Kim Junghyeon, dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis. (BP Batam untuk Batam Pos)
batampos– Minat investasi dari Korea Selatan kembali menyasar Kota Batam. Kali ini, investor asal Negeri Ginseng tertarik menanamkan modalnya di sektor pengolahan ulang limbah oli bekas (re-refine waste machinery oil), yang bakal menjadi industri pertama sejenis di Batam.
Calon investor asal Korea Selatan, Kim Junghyeon, menyampaikan langsung minatnya saat bertemu dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, pada Selasa (8/7) kemarin.
Investasi ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk menarik lebih banyak investor hijau dan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Kim menyebut, pihaknya berencana membangun fasilitas daur ulang oli mesin bekas yang akan diekspor kembali ke berbagai negara. Proyek ini akan dimulai dengan kebutuhan bahan baku sebesar 5 ton per hari.
“Kami sangat senang dapat menyampaikan langsung rencana investasi kami dan ternyata BP Batam menyambut baik rencana ini. Semoga kami segera menemukan kecocokan bahan baku di sini dan proses perizinan bisa berjalan lancar,” kata Kim.
Menanggapi hal itu, Fary Francis mengatakan dukungan penuh BP Batam terhadap investasi yang dinilai strategis tersebut.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BP Batam mendapat mandat untuk memajukan iklim investasi. Industri recycle minyak atau oli ini sangat menarik karena akan menjadi yang pertama di Batam,” kata dia.
BP Batam telah memiliki ekosistem yang mendukung berdirinya industri pengolahan limbah. Salah satunya adalah fasilitas Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) yang sudah beroperasi sejak 1996.
Fasilitas KPLI-B3 ini berdiri di atas lahan seluas 20,4 hektare dan kini dihuni oleh 33 tenant aktif yang bergerak di pengelolaan limbah B3. Dengan dukungan perizinan lengkap, termasuk yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam yakin proses pendirian industri ini bisa dipercepat.
“Kami siap mendampingi proses perizinan dan operasional sampai tuntas agar investasi ini bisa segera berjalan dan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Fary.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat eselon III dan IV di lingkungan BP Batam serta Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. (*)
Pertemuan antara calon investor asal Korea Selatan, Kim Junghyeon, dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis. (BP Batam untuk Batam Pos)
batampos– Minat investasi dari Korea Selatan kembali menyasar Kota Batam. Kali ini, investor asal Negeri Ginseng tertarik menanamkan modalnya di sektor pengolahan ulang limbah oli bekas (re-refine waste machinery oil), yang bakal menjadi industri pertama sejenis di Batam.
Calon investor asal Korea Selatan, Kim Junghyeon, menyampaikan langsung minatnya saat bertemu dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, pada Selasa (8/7) kemarin.
Investasi ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk menarik lebih banyak investor hijau dan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Kim menyebut, pihaknya berencana membangun fasilitas daur ulang oli mesin bekas yang akan diekspor kembali ke berbagai negara. Proyek ini akan dimulai dengan kebutuhan bahan baku sebesar 5 ton per hari.
“Kami sangat senang dapat menyampaikan langsung rencana investasi kami dan ternyata BP Batam menyambut baik rencana ini. Semoga kami segera menemukan kecocokan bahan baku di sini dan proses perizinan bisa berjalan lancar,” kata Kim.
Menanggapi hal itu, Fary Francis mengatakan dukungan penuh BP Batam terhadap investasi yang dinilai strategis tersebut.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BP Batam mendapat mandat untuk memajukan iklim investasi. Industri recycle minyak atau oli ini sangat menarik karena akan menjadi yang pertama di Batam,” kata dia.
BP Batam telah memiliki ekosistem yang mendukung berdirinya industri pengolahan limbah. Salah satunya adalah fasilitas Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) yang sudah beroperasi sejak 1996.
Fasilitas KPLI-B3 ini berdiri di atas lahan seluas 20,4 hektare dan kini dihuni oleh 33 tenant aktif yang bergerak di pengelolaan limbah B3. Dengan dukungan perizinan lengkap, termasuk yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam yakin proses pendirian industri ini bisa dipercepat.
“Kami siap mendampingi proses perizinan dan operasional sampai tuntas agar investasi ini bisa segera berjalan dan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Fary.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat eselon III dan IV di lingkungan BP Batam serta Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. (*)
Jenazah Yahya, warga Setajam yang ditemukan sadarkan diri namun meninggal dunia di RSUD Dabo Singkep. F. Vatawari/Batam Pos
batampos – Seorang warga Setajam, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, bernama Yahya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kawasan hutan Air Panas, Desa Berindat, Jumat (11/7) siang.
Yahya ditemukan oleh seorang saksi sekitar pukul 12.00 WIB, tergeletak lemah di tengah hutan. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung menghubungi petugas Polsek Dabo Singkep untuk meminta bantuan.
Petugas Polres Lingga yang datang ke lokasi menemukan Yahya masih memiliki denyut nadi meskipun dalam kondisi tak sadar. Ia langsung dibawa ke RSUD Dabo Singkep untuk mendapat pertolongan medis.
Namun nahas, setelah sempat mendapat penanganan dokter, Yahya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Wakapolres Lingga, Kompol Andi Sutrisno membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Yahya tidak ditemukan dalam keadaan meninggal, melainkan masih bernapas saat dievakuasi.
“Ini bukan temuan mayat, tapi orang yang tak sadarkan diri. Saat sampai di RSUD masih ada napas dan sempat diberi pertolongan medis,” ujar Andi.
Untuk penyebab kematian, polisi masih menunggu hasil visum dari RSUD Dabo Singkep. Saat ini, jenazah Yahya telah dibawa pulang ke rumah duka menggunakan mobil ambulans rumah sakit. (*)
Dua motor yang kecelakaan diamankan polisi. f.rengga
batampos– U-turn di Jalan Tiban 1, tepatnya di depan komplek pertokoan Tiban Garden, Sekupang kembali memakan korban. Kali ini, kecelakaan Jumat (11/7) siang melibatkan dua motor dan menyebabkan seorang balita mengalami luka serius di bagian kepala.
Insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika sepeda motor Yamaha Mio BP 5160 JG yang dikendarai Ajun, seorang pedagang pulsa, keluar dari simpang komplek bersama istri dan anaknya yang masih berusia tiga tahun. Dari arah simpang Vitka, sebuah motor Honda Beat BP 4652 OD yang dikendarai seorang remaja melaju kencang dan menabrak bagian belakang motor Ajun.
“Satu keluarga itu terpental. Anaknya berdarah di kepala. Motor satunya memang ngebut, anak muda kira-kira umur 16 tahun,” ujar Amri, salah seorang saksi mata.
Sejumlah warga yang melihat kejadian langsung berinisiatif memberikan pertolongan. Mereka menghentikan kendaraan yang melintas untuk membantu evakuasi, khususnya sang anak yang mengalami luka cukup parah.
Petugas Satlantas Polresta Barelang yang tiba di lokasi segera mengamankan TKP dan membawa kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Baik Ajun maupun remaja pengendara Honda Beat juga dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Patam Lestari, Bripka Fajri, mengonfirmasi bahwa korban balita sudah dibawa ke RS Awal Bros untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Korban anak-anak sudah dievakuasi ke RS Awal Bros. Mengalami luka di kepala,” ujarnya.
Warga sekitar menyebut bahwa lokasi U-turn ini memang sering menjadi titik rawan kecelakaan karena padatnya arus kendaraan dari berbagai arah dan minimnya pengaturan lalu lintas. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
“Rawan disini pak, sudah sering terjadi kecelakaan, ” tambah Yuni warga Tiban. (*)
MV Seven Star Island saat bersandar di Jemaja. Hari ini pihak operator menunda keberangkatan ke Anambas karena kapal alami kerusakan pada mesin. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Ratusan warga Kepulauan Anambas terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Tanjungpinang dan Batam. Kapal ferry MV Seven Star Island yang biasa melayani rute ke Anambas mengalami kerusakan mesin dan batal berangkat, Jumat (11/7).
Padahal, kapal dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang pada pagi hari. Namun, penumpang yang telah menunggu sejak subuh harus kecewa karena kapal tidak kunjung tiba.
“Saya pagi tadi sudah ke pelabuhan, hampir setengah jam nunggu. Nggak tahunya kapalnya belum datang dari galangan Sei Jang,” ujar Susi, warga Jemaja yang masih tertahan di Tanjungpinang.
Susi mengaku harus merogoh kocek lebih untuk akomodasi dan makan. Bahkan, beberapa penumpang lain memilih menginap di rumah keluarga atau mencari penginapan murah demi menghemat biaya.
Pihak operator kapal, Acai, menjelaskan kerusakan terjadi secara mendadak dan kini tengah dalam perbaikan. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kapal sedang diperbaiki, dan keselamatan penumpang tetap prioritas kami,” tegasnya.
Sebenarnya, ada satu kapal lain yang stand by, yakni MV VOC Batavia. Namun, kapal ini tidak cukup menampung seluruh penumpang yang sebelumnya sudah membeli tiket MV Seven Star Island.
“Kapasitas VOC Batavia terbatas. Kalau dipaksakan, banyak yang nggak akan tertampung. Tiket juga dari awal memang untuk Seven Star Island,” jelas Acai.
Operator pun memastikan bahwa keberangkatan kapal akan dijadwal ulang ke hari Minggu (13/7). “Kita optimis perbaikan selesai cepat, dan kapal bisa berlayar hari Minggu,” pungkasnya.
Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo dan jajaran menekan tombol sirine pertanda diresmikannya pengoperasian PT Solder Tin Indonesia bersama gubkepri, Kamis (10/7/2025).
batampos – Industri manufaktur di Batam menorehkan sejarah baru. PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan dari Arsari Tambang, meresmikan pabrik solder ramah lingkungan pertama di Indonesia, Kamis (10/7).
Berlokasi di Tunas Prima Industrial Estate, Nongsa, pabrik ini menjadi tonggak penting dalam mendorong hilirisasi mineral nasional yang kini menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Berdiri di atas lahan 6.500 meter persegi, pabrik ini mulai dibangun sejak 10 Mei 2024 dan kini siap memproduksi 2.000 ton solder bar per tahun. Dalam jangka panjang, kapasitas produksinya akan ditingkatkan menjadi 16.000 ton per tahun dengan mencakup produk solder wire, powder, dan paste.
“Peresmian pabrik ini adalah langkah strategis kami membuktikan bahwa Indonesia mampu membangun industri solder timah yang kompetitif secara global,” ujar Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim S. Djojohadikusumo.
Hashim mengakui, awalnya banyak pihak yang meragukan kemampuan Indonesia dalam sektor ini. Namun melalui STANIA, ia membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing dalam hal efisiensi biaya, teknologi, hingga menembus pasar ekspor.
“Meski pabrik ini tergolong kecil dan baru satu line produksi, justru ini salah satu proyek paling membanggakan. Kalau permintaan pasar terus tumbuh, kami sudah siapkan lahan untuk membangun hingga delapan line,” tegasnya.
Ia menjelaskan banyak pihak meragukan kemampuan Indonesia membangun industri solder timah yang kuat. Namun melalui STANIA, ia membuktikan Indonesia mampu bersaing dalam pengendalian biaya, efisiensi produksi, hingga menembus pasar ekspor.
“Awalnya, banyak yang meragukan kemampuan Indonesia dalam membangun industri solder timah yang kompetitif. Namun kini terbukti, kita bisa bersaing secara global, mengontrol biaya produksi, mendapatkan keuntungan, bahkan mampu mengekspor,” ujarnya.
Pada tahap awal, Stania telah menyerap 80 tenaga kerja dan menanamkan investasi sebesar Rp400 miliar. Ke depan, nilai investasi dan kapasitas produksi akan disesuaikan dengan perkembangan permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Saat ini kami mulai penjualan di pasar domestik dan juga mulai merambah pasar internasional. Penambahan tenaga kerja juga dilakukan secara bertahap sesuai pergembangan perusahaan,” tambah Hashim.
PT STANIA memosisikan diri sebagai pelopor industri solder ramah lingkungan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) milik PLN, yang telah disertifikasi melalui skema Renewable Energy Certificate (REC). Bangunan pabrik juga didesain efisien energi, menggunakan atap transparan guna memaksimalkan cahaya alami.
“Ini bukan hanya tentang industri, tapi juga tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kami ingin membuktikan bahwa pertambangan dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan,” kata Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo.
Untuk menjamin kualitas dan kesinambungan produksi, PT STANIA telah meneken kerja sama strategis dengan PT Freeport Indonesia dalam penyediaan bahan baku timbal dan perak. Keduanya merupakan komponen vital dalam produksi solder berkualitas tinggi.
Direktur STANIA, An Sudarno, menjelaskan bahwa perak dan timbal yang dipasok Freeport merupakan hasil ekstraksi dari limbah tembaga. “Freeport akan menjadi mitra utama kami dalam penyediaan bahan baku perak dan timbal untuk produksi solder,” katanya.
Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan komitmennya untuk menyuplai 10 ton perak dan 250 ton timbal setiap tahun. Ia menegaskan bahwa produk tambang bernilai tinggi seperti ini harus terserap oleh industri dalam negeri.
“Nilai pasokannya bergantung pada harga pasar—sekitar USD 30 per pon. Tapi yang terpenting adalah produk kami terserap oleh industri nasional seperti STANIA,” ujar Tony.
Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun per tahun, STANIA telah menyerap 80 tenaga kerja dan menanamkan investasi awal sebesar Rp400 miliar. Ke depan, jumlah tenaga kerja dan investasi akan menyesuaikan dengan pertumbuhan permintaan pasar.
“Kami ingin semua tenaga kerja dari lokal, idealnya ber-KTP Batam. Karena dari sisi efisiensi, lebih baik. Namun tentu kami terbuka sepanjang sesuai kualifikasi,” ucap Hashim.
Lebih jauh lagi, STANIA juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Volex, perusahaan global penyedia solusi konektivitas listrik dan elektronik, dalam rangka kerja sama rantai pasok solder untuk produk-produk ekspor. Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus membuka peluang penetrasi pasar internasional untuk produk hilirisasi berbasis timah dari dalam negeri.
“Kami mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan PT STANIA dan Arsari Tambang. Hilirisasi adalah prioritas pemerintah dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional. Pabrik ini adalah bukti konkret dari kolaborasi sektor swasta dengan visi besar pemerintah,” ujar Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI yang turut hadir dalam peresmian.
Kerja sama B2B domestik antara PT Solder Tin Andalan Indonesia dan PT Freeport Indonesia juga menjadi landasan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pasar ekspor, dengan mendorong nilai tambah dari sumber daya mineral dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Kami menyambut baik kehadiran PT STANIA di Batam sebagai bagian dari transformasi industri di Kepulauan Riau. Investasi ini tidak hanya membawa teknologi dan inovasi, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah secara signifikan,” kata Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau.
Dengan diresmikannya pabrik ini, PT Solder Tin Andalan Indonesia menegaskan perannya dalam agenda strategis nasional untuk hilirisasi mineral, memperkuat kemandirian industri, dan membuktikan bahwa pertumbuhan industri dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan. (*)