Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 1607

Mesin PLN di Desa Mensanak Lagi-lagi Alami Kerusakan

0
Mesin PLTD Desa Mensanak yang alami kerusakan, Senin (9/6). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Permasalahan listrik di Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga kembali terjadi. Setiap bulannya hampir 2 sampai tiga kali terjadi pemadaman arus listrik dikarenakan mesin rusak.

Kondisi ini menunjukkan betapa menyedihkannya kondisi warga Desa Mensanak yang harus hidup dalam kegelapan dengan kondisi zaman yang sudah serba bergantung dengan tekhnologi.

Mansur, Kepala Desa Mensanak saat dikonfirmasi mengatakan untuk bulan ini sudah terjadi 2 sampai tiga kali pemadam arus listrik di Desa mereka.

BACA JUGA: Pengguna Jalan Jatuh Terkena Kabel Listrik, Kartika Menanti Pertanggungjawaban dari PLN Anambas

“Iya bang, satu bulan ini sudah 3 kali mesin PLTD di Desa kami mengalami kerusakan yang mengakibatkan pemadaman arus listrik,” ujar Mansur, Senin (9/6).

Kades Mensanak mengungkapkan sampai kapan masyarakat Desa Mensanak harus mengalami kejadian seperti ini. Apakah tidak ada solusi nyata dari pihak PLN untuk memberikan layanan listrik yang nyaman bagi masyarakat Desa Mensanak seperti di Daerah lainnya.

“Sampai kapan kami akan menderita seperti ini. Ditengah kehidupan yang serba menggunakan tekhnologi ini bahkan alat-alat tekhnologi tidak bisa dipergunakan di Desa kami karena tidak ada Arus listrik. Mesin PLTD ada tapi selalau mengalami kerusakan,” ungkap Mansur.

Selanjutnya, Kepala ULP PLN Dabo Singkep, Jhon Frengki Simatupang, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya pemadam arus listrik di Desa Mensanak.

“Iyaa bang, Ada gangguan daun kipas patah. tadi malam sudah sempat beroperasi cuma subuh tadi gangguan lagi, sekarang saya lagi di mlMensanak, kami optimalkan nyala malam ini menunggu saat ini sedang proses pengerjaan bang,” ungkap Jhon.

Saat ditanyakan terkait apa kendala yang terjadi dengan mesin PLTD yang ada di Desa Mensanak sehingga setiap bulannya terjadi kerusakan mesin, Jhon menjawab tidak ada kendala apapun.

“Untuk kendala tidak ada bang,cuma memang akhir-akhir ini 2 kali gangguan yg berbeda bang. Untuk permohonan penambahan mesin sudah kami sampaikan ke pengelola PLTD bang,” tambah Jhon. (*)

Reporter: Vatawari

 

 

Artikel Mesin PLN di Desa Mensanak Lagi-lagi Alami Kerusakan pertama kali tampil pada Kepri.

Toko Sayur di Tanjungpinang Dua Kali Dibobol Maling, Uang Tunai hingga Barang Dagangan Raib

0
Pelaku pencurian terekam CCTV saat sedang beraksi di Toko Sayur di Jalan Sultan Machmud, Jumat (6/6) dinihari. F. Warga untuk BATAM POS

batampos– Sebuah toko sayuran yang berada di Jalan Sultan Machmud, Kota Tanjungpinang, Kepri dibobol maling. Aksi pencurian ini, membuat pemilik warung mengalami kerugian senilai belasan juta rupiah.

Toko sayur yang milik Sudirman tersebut diketahui dibobol maling sebanyak dua kali. Pertama kali terjadi pada Jumat (6/6) dinihari. Kemudian aksi kedua dilakukan pada Sabtu (7/6) dini hari.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh Batam Pos, pelaku yang diduga merupakan seorang pria terlihat sibuk mengobrak-abrik laci di meja kasir untuk mencari barang berharga yang bisa ia curi.

BACA JUGA: Tiga Ekor Anjing Milik Meson Diembat Pencuri

“Yang pertama saat Idul Adha, besok nya dimasukin maling lagi. Sepertinya pelakunya sama, memiliki kumis dan alis yang tebal,” kata Sudirman, pemilik toko, Senin (9/6).

Ia menerangkan, pada hari pertama pencurian terjadi, ia mengalami kerugian yang cukup besar, yakni kurang lebih sebesar Rp11 Juta. Dimana, pelaku berhasil membawa kabur uang kembalian senilai Rp4 Jutaan yang ada di laci kasir, hingga rokok bernilai Rp7 Juta raib yang tersusun rapi di etalase toko.

Usai melaporkan kejadian pencurian tersebut ke pihak kepolisian, Toko Sayur milik Sudirman malah kembali dibobol oleh lelaku yang sama. Namun, menurutnya pelaku kembali melakukan aksi pembobolan untuk mematikan CCTV.

“Tapi tetap saja ada barang yang hilang seperi minyak goreng sebanyak dua dus, bumbu masakan, hingga makanan kaleng,” tambahnya.

Ia menduga, bahwa pelaku masuk ke dalam tokonya tersebut melalui jendela lantai dua. “Mungkin dia bawa mobil pickup, lalu naik ke lantai dua dan bobol jendela,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Toko Sayur di Tanjungpinang Dua Kali Dibobol Maling, Uang Tunai hingga Barang Dagangan Raib pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Pompong Tenggelam di Bintan, Penumpang Semua Selamat

0
Proses evakuasi penumpang kapal pompong yang tenggelam di perairan depan Dermaga Pantai Indah, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Senin (9/6/2025) siang. F.SS dari video.

batampos– Kapal pompong yang mengangkut 6 orang penumpang termasuk 1 orang bayi, tenggelam di perairan depan Dermaga Pantai Indah, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Senin (9/6/2025) siang.

Dalam video 34 detik yang beredar di media sosial, terlihat kapal pompong terbalik dan penumpang mengapung di laut.

Warga yang berada di dekat lokasi kejadian berteriak ke awak kapal penangkap ikan untuk segera menolong penumpang kapal yang tenggelam.

BACA JUGA: Usai Muat Es, Kapal Pompong Milik Nelayan Desa Lantak, Anambas Terbelah Dihantam Gelombang

“Ada anak kecil, bantu-bantu,” teriak seorang warga.

Beberapa orang awak kapal penangkap ikan yang berada di dekat lokasi kejadian terlihat terjun ke laut untuk menyelamatkan penumpang kapal yang tenggelam.

Dari video lainnya terlihat speed boat turut membantu evakuasi penumpang kapal pompong yang tenggelam di perairan depan Dermaga Pantai Indah, Kijang.

Kasatpolairud Polres Bintan, Iptu Siddik Amin mengatakan, kapal tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal penangkap ikan yang hendak ke laut dari area pelabuhan.

“Keduanya tidak saling melihat,” katanya.

Siddik memastikan semua penumpang kapal yang tenggelam termasuk seorang bayi selamat dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Kapal Pompong Tenggelam di Bintan, Penumpang Semua Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Serdos Tahun 2025 Lebih Fleksibel, Tes Kemampuan Berbahasa Inggris Ditiadakan

0
ILUSTRASI. UPT Bahasa dan Budaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang ditunjuk Kemenristekdikti sebagai penyelenggara sertifikasi dosen.

JawaPos.com – Sertifikasi Dosen (Serdos) tahun ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) memberikan sejumlah fleksibilitas terkait tes hingga kuota yang disediakan.

Misalnya, pada tahun ini, tidak ada lagi Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dan Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI). Keduanya resmi dihapuskan sebagai syarat wajib mengikuti serdos.

Hal ini tertera dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 53/B/KPT/2025 yang ditandatangani pada tanggal 4 Juni 2025. Direktur Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kemendikti Saintek, Sri Suning Kusumawardani mengungkapkan, kebijakan baru ini merupakan respons Kemendikti Saintek terhadap tantangan yang dihadapi peserta. Khususnya, terkait perubahan kebijakan yang signifikan mengenai kelayakan peserta.

“Penyederhanaan ini akan secara langsung membuka akses yang lebih luas bagi dosen dari berbagai latar belakang untuk mengikuti proses sertifikasi,” ujar perempuan yang akrab disapa Suning tersebut dalam keterangannya, dikutip Senin (9/6).

Perubahan kedua, soal pemeringkatan calon peserta yang selama ini paling menonjol. Dalam pembaharuan kebijakan, Ditjen Dikti menetapkan untuk dilakukan pergeseran penilaian ke arah portofolio nyata kinerja dosen.

Menurutnya, pernyataan diri dosen dalam unjuk kerja tridharma perguruan tinggi (PDD-UKTPT) beserta publikasi karya ilmiah dosen kini menjadi komponen evaluasi yang jauh lebih ditekankan dalam menentukan kelayakan peserta. Kabar gembira lainnya, kuota peserta Serdos untuk tahun 2025 bakal lebih besar dari sebelumnya. Yakni, dari sekitar 9 ribu menjadi 15 ribu kuota.

Suning optimistis, pelaksanaan Serdos 2025 akan berjalan lebih lancar dan efektif. Kombinasi kebijakan baru yang ada pun diharapkan dapat menjaring lebih banyak lagi dosen-dosen profesional yang kompeten dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kami, bahwa peningkatan mutu dosen tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Perubahan kebijakan ini disambut dengan positif oleh sejumlah pihak perguruan tinggi. Joko Susilo, perwakilan dari Biro Sumber Daya Manusia Universitas Sumatera Utara (USU), menilai penghapusan syarat TKDA dan TKBI benar-benar menyasar kendala utama yang selama ini dihadapi banyak dosen, terutama yang berasal dari daerah atau bidang studi tertentu.

“Dengan digantinya fokus pada portofolio konkret dan karya ilmiah, peluang dosen untuk bisa mengikuti dan lolos Serdos 2025 menjadi jauh lebih besar dan lebih berkeadilan,” paparnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Serdos Tahun 2025 Lebih Fleksibel, Tes Kemampuan Berbahasa Inggris Ditiadakan pertama kali tampil pada News.

DPRD Kota Batam Apresiasi Langkah Kemanusiaan PT Merah Putih Shipyard

0
Pertemuan Komisi IV DPRD Kota Batam dengan manajeman PT Merah Putih Shipyard (MPS)

batampos – Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Merah Putih Shipyard (MPS) atas kebijakan perusahaan yang memilih menyelesaikan persoalan pembayaran upah pekerja subkontraktor, meskipun secara kontraktual bukan merupakan tanggung jawab mereka.

“Kami, pimpinan dan Komisi IV DPRD Batam, mengapresiasi langkah luar biasa dari manajemen PT MPS. Di tengah ketidakpastian akibat ulah subkontraktor yang lepas tanggung jawab, PT MPS justru menunjukkan sisi kemanusiaan yang sangat tinggi dengan membantu menyelesaikan hak-hak pekerja,” ujar Dandis, Senin (9/6).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut keputusan manajemen PT MPS sangat tepat, apalagi dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha, saat para pekerja sangat berharap hak mereka bisa terpenuhi untuk menyambut hari besar keagamaan.

“Ini sangat menyentuh. Momennya sangat tepat. Bagi kami, inilah contoh nyata perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki nurani,” tegasnya.

Dandis menekankan bahwa secara kontraktual para pekerja adalah tanggung jawab subkontraktor. Namun PT MPS memilih untuk tidak lepas tangan dan justru mengambil kebijakan membantu dengan memberikan bantuan guna meringankan beban para pekerja.

“PT MPS tidak terikat kewajiban hukum, tapi mereka mau menyentuh hati. Ini adalah bentuk kepedulian yang patut menjadi role model bagi perusahaan lain, terutama di sektor galangan kapal di Batam,” katanya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan lain dapat mencontoh PT MPS dalam menyikapi persoalan pekerja, terutama dalam hal kehati-hatian memilih subkontraktor serta dalam membangun relasi kemitraan yang tidak mengabaikan hak-hak tenaga kerja.

“Kami juga mengingatkan agar semua main kontraktor ke depan lebih selektif dalam menunjuk subkon. Jangan hanya melihat harga murah, tetapi juga mempertimbangkan kredibilitas dan kemampuan dalam mengelola tenaga kerja,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel DPRD Kota Batam Apresiasi Langkah Kemanusiaan PT Merah Putih Shipyard pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemusnahan Sabu Digelar Terbuka, Ombudsman Ingatkan BNN Hati-Hati

0
Beredar luas brosur pemusnahan barang bukti sabu 2 ton dengan menggelar Pesta Rakyat.

batampos – Rencana pemusnahan dua ton sabu yang digagas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau pada Kamis, 12 Juni mendatang menyedot perhatian luas. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kegiatan ini akan digelar terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung. Namun di balik terobosan ini, muncul pula kekhawatiran serius dari Ombudsman RI Perwakilan Kepri.

Ombudsman tak hanya meminta BNN harus hati-hati dalam rencana tersebut, namun juga mempertanyakan relevansi konsep hiburan dalam kegiatan pemusnahan sabu. Rencana menggelar panggung musik dan mengundang artis ibukotadinilainya terlalu berlebihan.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, menilai keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pemusnahan narkotika harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Terlebih, ini merupakan kali pertama kegiatan pemusnahan digelar secara terbuka dengan konsep “Pesta Rakyat Anti Narkoba”.

“Jangan sampai demi alasan keterbukaan dan edukasi, justru membuka ruang terjadinya kecolongan. Ini barang bukti yang sangat besar jumlahnya, jadi pengamanannya harus ekstra ketat,” ujar Lagat kepada Batam Pos, Senin (9/6).

Menurutnya, meski tujuan melibatkan publik adalah untuk pembelajaran dan edukasi, tidak serta-merta masyarakat umum bisa langsung ditunjuk tanpa seleksi.

“Tetap harus ditentukan siapa saja yang bisa ikut. Mereka harus didata, diperiksa, dan identitasnya jelas. Jangan asal tunjuk, apalagi membuka seluas-luasnya untuk masyarakat yang datang,” tegasnya.

Kekhawatiran utama Ombudsman adalah potensi terjadinya “kecolongan” di tengah kerumunan masyarakat yang besar. Apalagi, tidak ada yang tahu niat masyarakat tersebut datang ke lokasi.

“Siapa yang bisa jamin di tengah keramaian itu tidak ada yang menyelipkan barang? Jangan sampai niat baik ini justru menimbulkan masalah baru,” kata Lagat.

Ia juga menyarankan agar BNNP Kepri menggandeng pengamanan ekstra, tidak hanya dari Polri tetapi juga melibatkan TNI jika diperlukan. Mengingat jumlah sabu yang akan dimusnahkan mencapai dua ton, keamanan harus menjadi prioritas utama.

“Kalau selama ini pelibatan ormas saja bersifat terbatas, sekarang masyarakat umum diundang. Jadi harus ada standar pengamanan yang ketat dan jelas,” tambahnya.

Selain menyentil soal pengamanan, Lagat juga mengkritisi konsep “pesta rakyat” yang diusung dalam acara ini. Dalam rilis BNNP Kepri sebelumnya, acara pemusnahan ini akan dikemas dengan fun walk, panggung hiburan, hingga menghadirkan artis Ibu Kota.

“Nah ini yang tidai relevan menurut saya,” sebutnya.

Menurut Lagat, konsep hiburan dalam kegiatan serius seperti pemusnahan narkoba sangat tidak relevan. Urgensi dari kegiatan lainnya itu juga dipertanyakan, dan pastinya membutuhkan biaya yang besar.

“Ini momentum penegakan hukum, edukasi, dan penyampaian pesan moral. Kalau hanya sekadar slogan antinarkoba, tak perlu sampai undang artis atau panggung hiburan segala,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran besar hanya untuk panggung, sistem suara, dan rangkaian hiburan yang menurutnya tidak sejalan dengan tujuan utama kegiatan.

“Lebih baik BNN fokus pada kampanye masif langsung ke masyarakat. Masuk ke perumahan-perumahan, edukasi sampai tingkat RW. Itu lebih tepat dan menyentuh daripada acara besar yang hanya ramai sesaat,” sarannya.

Tak hanya itu, Lagat juga berharap BNNP Kepri mengedepankan fungsi edukasi dan transparansi dalam kegiatan pemusnahan ini.

“Kalau memang niatnya edukasi, ya cukup gelar acara inti pemusnahan dengan baik, terbuka, dan melibatkan perwakilan masyarakat secara simbolis. Tidak perlu embel-embel pesta rakyat,” tegasnya.

Ia juga berharap, siapa pun yang terlibat langsung dalam pemusnahan sabu harus dipastikan aman, tidak sembarangan, dan prosesnya tertib. “Data dan verifikasi itu penting. Jangan nanti masyarakat menyerbu ingin ikut memusnahkan, lalu terjadi kekacauan. Itu bisa jadi blunder,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pemusnahan Sabu Digelar Terbuka, Ombudsman Ingatkan BNN Hati-Hati pertama kali tampil pada Metropolis.

Komandan Ormas Diciduk, Diduga Gelapkan 14 Kontainer Berisi Barang Miliaran

0
Tim Ditreskrimum Polda Kepri menangkap pria berinisial MG di wilayah Binjai.

batampos – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menangkap pria berinisial MG, yang dikenal sebagai Komandan Satgas sebuah organisasi masyarakat (ormas) di Batam. MG ditangkap atas dugaan penggelapan 14 unit kontainer berisi barang bernilai miliaran rupiah milik sebuah perusahaan.

Penangkapan dilakukan di wilayah Binjai, Sumatera Utara, setelah MG sempat buron dan diduga berupaya menghindari proses hukum. Kini, tersangka sudah dibawa ke Batam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit III Jatanras Polda Kepri, AKBP Mikael Hutabarat, menyampaikan bahwa kasus ini bermula sejak Oktober 2022. Saat itu, korban Rita Luxiana Gultom, Direktur PT Shiane Internasional, menitipkan kontainer miliknya kepada MG di lahan yang berada di wilayah Sei Lekop, Kota Batam.

MG mengaku lahan tersebut adalah milik pribadinya, sehingga korban percaya dan menandatangani perjanjian penitipan barang pada 16 November 2022, dengan masa penitipan selama enam bulan. Namun saat masa penitipan berakhir, korban tidak dapat mengambil kembali kontainer miliknya.

“Korban justru mendapatkan berbagai alasan dari MG, bahkan dilaporkan balik ke Polsek Sagulung dengan tuduhan pencurian kontainer,” ungkap Mikael, Senin (9/6)

Menurut dia, tanah tempat penitipan kontainer yang diklaim milik MG ternyata merupakan lahan sitaan negara sejak tahun 2016. Di mana MG memindahkan 14 kontainer tersebut secara diam-diam ke lokasi lain di kawasan Tanjung Gundap, tanpa izin dari pemilik sah.

Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan peristiwa ini ke Ditreskrimum Polda Kepri pada 26 Februari 2025. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi menetapkan MG sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan.

“Selama penyidikan, MG juga diduga memanfaatkan pengaruhnya dalam organisasi masyarakat untuk mengganggu jalannya proses hukum dan menghindari pertanggungjawaban,” jelas Mikael.

Atas perbuatannya, MG dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan/atau Penggelapan. Ancaman hukuman maksimalnya adalah empat tahun penjara.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang melakukan tindak pidana, termasuk yang berlindung di balik simbol ormas.

“Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan, sekalipun mereka menggunakan nama organisasi. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengalami tindakan melawan hukum,” kata Zahwani. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Komandan Ormas Diciduk, Diduga Gelapkan 14 Kontainer Berisi Barang Miliaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur Panjang Idul Adha Berakhir Aman, Kawasan Wisata Padat Tanpa Insiden Besar

0
Pengamanan polisi di sepanjang lokasi wisata sepanjang liburan Idul Adha. Istimewa

batampos – Libur panjang Idul Adha yang baru saja usai menyisakan catatan positif dari berbagai pihak terkait keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa liburan. Sejumlah lokasi wisata di Batam, khususnya di sepanjang jalan Trans Barelang hingga kawasan wisata rohani bekas kamp Vietnam di Pulau Galang, dipadati pengunjung namun tetap berada dalam situasi aman dan terkendali.

Kepolisian dari berbagai sektor seperti Polsek Galang, Polsek Batuaji, dan Polsek Sagulung telah melakukan pengawasan intensif guna memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang berlibur. Laporan dari ketiga sektor tersebut menyebutkan tidak ada kejadian yang menonjol selama aktivitas liburan berlangsung.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, memastikan bahwa kawasan wisata di sekitar Jembatan I Barelang yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama liburan, tetap aman meskipun terjadi lonjakan pengunjung. Ia menyebutkan bahwa situasi tetap terkendali berkat pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh personel kepolisian.

Namun demikian, satu insiden sempat mencuat saat seorang pria yang merupakan pekerja di PT Epson dilaporkan melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat pada Jumat (6/6) lalu. Insiden tersebut menjadi satu-satunya kejadian yang mengganggu ketenangan selama libur panjang, namun langsung ditangani dengan baik.

Di luar kejadian tersebut, suasana liburan di Batam secara umum berjalan lancar dan tertib. Arus lalu lintas di sejumlah titik menuju kawasan wisata juga terpantau lancar tanpa adanya kemacetan berarti, meskipun volume kendaraan meningkat dibanding hari-hari biasa.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menyampaikan bahwa pengamanan di kawasan wisata Batuaji, termasuk objek wisata hutan Mata Kucing, berjalan dengan baik. Meski sempat terjadi keramaian yang cukup padat, kondisi tetap terkendali berkat kehadiran petugas yang siaga di lapangan.

Kepolisian mengakui bahwa keberhasilan menjaga situasi liburan yang aman tidak lepas dari kerja sama masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama berwisata. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas dinilai menjadi kunci suksesnya pengamanan selama libur panjang ini.

Selain itu, faktor cuaca yang cerah selama masa liburan turut mendukung kelancaran aktivitas wisata. Banyak keluarga yang memanfaatkan momen libur Idul Adha ini untuk berwisata bersama, menciptakan suasana penuh kegembiraan di berbagai lokasi wisata di Batam.

Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di masa-masa libur mendatang, mengingat Batam merupakan salah satu tujuan wisata utama di Kepulauan Riau yang selalu dipadati pengunjung saat musim liburan.

Dengan berakhirnya libur panjang Idul Adha yang berjalan aman, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk kembali fokus menjalani rutinitas harian dan tetap menjaga kedisiplinan serta keselamatan dalam setiap aktivitas, baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Libur Panjang Idul Adha Berakhir Aman, Kawasan Wisata Padat Tanpa Insiden Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

Karyawan PT Maruwa Masib Terjebak Dalam Ketidak Pastian 

0
Suasana di PT Maruwa. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Nasib ratusan karyawan PT Maruwa Indonesia di Batam masih terkatung-katung hingga kini. Sejak perusahaan menghentikan operasional pada awal April 2025, para pekerja belum juga menerima hak-hak mereka berupa gaji dan pesangon.

Padahal, penghentian operasional tersebut bukan disebabkan kebangkrutan, melainkan imbas dari akuisisi sepihak yang hanya menyasar anak perusahaan di Malaysia. Sementara itu, Maruwa Indonesia justru ditinggalkan tanpa kejelasan.

Sejumlah pekerja masih terus menanti penyelesaian persoalan ini agar dapat menentukan langkah selanjutnya. “Masih digantung terus. Katanya masih nunggu proses dari likuidator. Ini entah kapan hak kami dipenuhi,” ujar Susi, salah satu karyawan. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa hak mereka tidak akan pernah terpenuhi sepenuhnya.

Aris Sianturi, mantan Manager Production Control PT Maruwa Indonesia, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, permasalahan ini telah dilaporkan ke berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk dilakukan mediasi. Namun, hingga kini belum juga ada titik terang. “Kami hanya ingin keadilan dan kepastian,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, yang sebelumnya sempat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pabrik, mengakui bahwa persoalan ini belum juga terselesaikan. “Saat ini masih proses perhitungan dari likuidator. Kami akan terus mengawal agar hak-hak karyawan tetap dipenuhi,” ujarnya, Senin (9/6).

Sebelumnya, pada 20 Mei 2025, pihak komisaris sempat menemui para karyawan dan menjanjikan bahwa perusahaan akan tetap beroperasi. Bahkan disebutkan bahwa tim manajemen baru telah disiapkan. Namun, janji tersebut ternyata tidak pernah terealisasi. Produksi tetap lumpuh karena tidak ada suplai material, padahal masih terdapat sejumlah proyek pesanan yang belum diselesaikan.

Model kerja Maruwa Indonesia yang saling bergantung dengan pabrik di Malaysia menjadi salah satu penyebab utama lumpuhnya operasional. “Dari 10 tahapan kerja, lima dilakukan di Malaysia dan lima di Batam. Ketika salah satu berhenti, otomatis rantai itu putus,” jelas Aris. Ia juga menyesalkan keputusan sepihak yang diambil perusahaan demi mendanai ekspansi proyek baru di Jepang.

Saat ini, para karyawan menuntut pembayaran hak-hak mereka sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Nilai total hak tersebut diperkirakan mencapai Rp14 miliar. Namun, pihak perusahaan hanya mengakui sekitar Rp12 miliar, dengan alasan nilai aset yang tersisa hanya sekitar Rp2 miliar. “Belum ada kesepakatan. Kami minta Rp14 miliar, tapi tidak digubris,” ujar Aris kecewa.

Ironisnya, alih-alih membuka ruang dialog, perusahaan justru menunjuk dua likuidator, Nico Lambert dan Salmon, untuk mengurus aset.

Ketegangan memuncak pada 23 Mei malam saat ratusan karyawan berkumpul di kawasan industri Bintang, Tanjunguncang. Alih-alih memberikan kabar baik, pihak komisaris datang membawa pengacara dan mengumumkan rencana likuidasi. “Kami datang untuk menagih janji, bukan membahas likuidasi,” tegas Sumanti, perwakilan HRD perusahaan.

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketenagakerjaan telah menjadwalkan mediasi lanjutan pada 2 Juni 2025. Para pekerja berharap proses ini benar-benar dikawal serius, tanpa keberpihakan kepada pemodal asing. Mereka juga menuntut agar komisaris perusahaan hadir langsung dalam mediasi. Sementara itu, karyawan semakin curiga, karena perusahaan diduga tetap beroperasi di luar negeri, bahkan mengalihkan material produksi ke Jepang, sementara pekerja lokal dibiarkan tak menentu nasibnya. (*) 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Karyawan PT Maruwa Masib Terjebak Dalam Ketidak Pastian  pertama kali tampil pada Metropolis.

Indonesia-Arab Saudi Bahas Peluang Penggunaan Bandara Taif untuk Haji dan Umrah

0
Suasana pertemuan antara perwakilan amirul hajj Indonesia dengan otoritas bandara Taif di Makkah, Arab saudi, Minggu (8/6). (Kemenhub)

batampos – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah membahas peluang penggunaan Bandara Taif untuk jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai pertemuan antara Anggota Amirul Hajj Indonesia 2025 dengan Otoritas Bandara Taif International Airport di Makkah, Arab Saudi, Minggu (8/6).

“Bandara Taif akan menjadi alternatif bandara haji/umrah selain Jeddah dan Madinah untuk mengurangi kepadatan. Apalagi, jarak dari Bandara Taif ke Makkah tidak terlalu jauh, hanya 70 km,” kata Menhub Dudy dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (9/6).

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa pembahasan penggunaan Bandara Taif ini dilakukan sebagai salah satu langkah pemerintah untuk mendistribusikan arus kedatangan di Arab Saudi.

Selain itu juga dilakukan untuk memberikan alternatif jalur yang lebih efisien menuju Makkah. Sehingga diharapkan pula akan memberikan kenyamanan lebih kepada para jemaah.

Untuk diketahui, Bandara Taif pertama kali digunakan Indonesia pada musim haji tahun ini. Tercatat, sebanyak 44 jamaah haji khusus Indonesia tiba di Bandara Internasional Taif pada Rabu (28/5).

“Kedatangan di Bandara Taif ini menjadi catatan penting dalam upaya diversifikasi jalur masuk jamaah haji ke Arab Saudi,” ujar Dudy.

Sebagai informasi, total jamaah haji reguler Indonesia sebanyak 203.320 orang. Ada tiga maskapai yang mengangkut seluruh jamaah itu, terdiri dari Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, dan Flynas.

Flynas adalah salah satu perusahaan penerbangan swasta yang ada di Saudi Arabia. Flynas akan membawa 19 kloter jemaah dari Embarkasi Palembang dengan Boeing 747-400.

Baca Juga: Orang yang Datang Tepat Waktu Biasanya Menunjukkan 5 Ciri-ciri Kepribadian Ini, Salah Satunya Mereka Menghargai Rasa Saling Menghormati

Garuda Indonesia memberangkatkan 268 kloter dari Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Ada tiga jenis pesawat yang digunakan: Boeing 777-300, Boeing 747-400, dan Airbus 330.

Sedang Saudi Arabia Airlines, membawa 221 kloter dari Embarkasi Batam, Jakarta, Surabaya, dan Kertajati. Pesawat yang digunakan Boeing 777-300, Boeing 777-400, dan Boeing 747-400.

Pembagian ini mempertimbangkan kemampuan armada yang akan dioperasikan sesuai dengan jenis pesawat yang telah ditetapkan.

Bila jamaah haji reguler bisa mendarat di Taif, maka jumlah jamaah yang bisa berangkat dalam satu waktu bisa bertambah.

Dampaknya, waktu tunggu giliran penerbangan jadi lebih singkat. Sehingga berimbas pula pada berkurangnya durasi tinggal jamaah hadi di Arab Saudi, yang tentu saja diharapkan berdampak pada turunnya biaya perjalanan haji. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Indonesia-Arab Saudi Bahas Peluang Penggunaan Bandara Taif untuk Haji dan Umrah pertama kali tampil pada News.