Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1626

MUI Batam Ungkap 8 Aliran yang Berpotensi Menyimpang di Batam, Ada yang Berpusat di Tiban

0
Kejari) Batam bersama Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) usai rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6). F.Azis Maulana

batampos – Ketua MUI Batam, Luqman Rifai mengungkapkan terdapat delapan aliran kepercayaan aktif di Batam yang dinilai tidak memiliki legalitas badan hukum dan berpotensi menyimpang. Hal itu diungkapkan saat rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6).

Aliran-aliran tersebut antara lain: Syiah, Ahmadiyah, Gafatar, An Nadzir, Al Nadzir Minallah serta dua individu mantan narapidana kasus terorisme. Salah satu yang mencuat adalah Faiz Albaqarah.

“Faiz Albaqarah ini telah dinyatakan sesat oleh otoritas keagamaan di Malaysia. Di Batam, mereka berkembang cukup masif, dengan pusat aktivitas berada di kawasan Tiban Raya,” ungkap Luqman.

MUI menegaskan bahwa pendekatan terhadap kelompok-kelompok tersebut tetap mengedepankan metode kekeluargaan dan dialog, bukan tindakan langsung.

Baca Juga: Kasus Alif Dorong Evaluasi Aturan BPJS Kesehatan di IGD: Rumah Sakit Dilema Antara Regulasi dan Kemanusiaan

Pemberian fatwa sesat hanya akan dilakukan apabila langkah persuasif dan pembinaan tidak membuahkan hasil.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, Chablullah Wibisono, mengingatkan bahwa potensi konflik keagamaan tidak hanya berasal dari interaksi antaragama, namun juga konflik internal di dalam tubuh masing-masing agama.

“Contoh kasus di Tanjung Piayu menjadi pelajaran penting. Konflik rumah ibadah itu menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh sebab itu, perhatian harus diberikan tidak hanya pada kerukunan antarumat, tapi juga antar kelompok internal agama,” jelasnya.

Dari sisi intelijen, Kepala Bidang Wasnas Kesbangpol Batam, Metra Dinata, menggarisbawahi bahwa pengawasan juga ditujukan kepada kelompok yang belum difatwa sesat, namun menunjukkan indikasi kuat menyimpang dari ajaran agama yang diakui negara.

“Batam adalah wilayah strategis dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Ini menciptakan keragaman sosial dan keagamaan yang kompleks, dan menjadi potensi konflik horizontal jika tidak ditangani secara dini,” ujarnya.

Baca Juga: Buruh Bangunan Tewas Terjatuh dari Lantai 7 Bangunan di Komplek Pertokoan Palm Spring Batam Centre

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjalankan deteksi dini, pemetaan sosial keagamaan, dan pendekatan hukum persuasif melalui penyuluhan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh aliran-aliran yang tidak jelas landasan ajarannya.

“Kami lakukan pendekatan preventif dan represif secara seimbang agar ketertiban tetap terjaga,” kata Priandi. (*)

Artikel MUI Batam Ungkap 8 Aliran yang Berpotensi Menyimpang di Batam, Ada yang Berpusat di Tiban pertama kali tampil pada Metropolis.

Sayuran Murah dengan Segudang Khasiat, Ini 9 Manfaat Sawi Putih untuk Kesehatan

0
Sawi putih baik untuk kesehatan. (Sumber foto:Bola.com)

batampos – Sawi putih bukan hanya lezat dan mudah diolah, tapi juga mengandung banyak nutrisi penting. Sayuran ini sering hadir dalam berbagai masakan rumahan khas Indonesia.

Dilansir dari laman YouTube Kunci Sehat, sawi putih ternyata memiliki sederet manfaat luar biasa bagi kesehatan. Meski rendah kalori, kandungan vitaminnya sangat melimpah dan penting untuk tubuh.

Dengan hanya 9 kalori per 100 gram, sawi putih tetap kaya akan vitamin A, B, C, E, dan K, serta mineral penting seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, hingga zat besi. Tak heran, sayuran ini layak disebut sebagai superfood lokal yang terjangkau.

1. Baik untuk Pencernaan

Sawi putih kaya akan serat yang sangat penting untuk kesehatan saluran pencernaan. Serat ini mampu memperlancar pergerakan usus, sehingga mencegah sembelit dan konstipasi.

2. Cocok untuk Diet

Kandungan kalori dalam sawi putih sangat rendah, hanya sekitar 9 kalori per 100 gram. Selain itu, tingginya kadar air dan serat membuat kamu kenyang lebih lama, menjadikannya pilihan ideal untuk program diet sehat.

3. Meningkatkan Sistem Imun

Vitamin C dalam sawi putih berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Konsumsi rutin bisa membantu tubuh lebih tahan terhadap infeksi dan radikal bebas penyebab penyakit.

4. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan beta karoten dan vitamin A dalam sawi putih mendukung kesehatan mata secara menyeluruh. Zat ini membantu mencegah katarak dan degenerasi makula yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

5. Mengontrol Tekanan Darah

Sawi putih mengandung kalium yang membantu menyeimbangkan tekanan darah. Meski demikian, penderita hipertensi tetap disarankan mengikuti pengobatan dan pola hidup sehat secara menyeluruh.

6. Menjaga Kesehatan Tulang

Kalsium dan vitamin K dalam sawi putih bermanfaat dalam menjaga kekuatan tulang. Asupan cukup dari keduanya dapat mencegah osteoporosis, terutama pada usia lanjut.

7. Sebagai Anti-inflamasi Alami

Kandungan antioksidan, niasin, dan sulforafan di dalam sawi putih memiliki efek anti-inflamasi. Berdasarkan British Journal of Dermatology, senyawa ini mampu meredakan peradangan dan menjaga kesehatan sendi.

8. Aman untuk Penderita Penyakit Ginjal

Berbeda dengan banyak sayuran lain, sawi putih memiliki kandungan kalium yang rendah, yaitu sekitar 95 mg per 100 gram. Ini menjadikannya pilihan yang relatif aman bagi penderita gangguan ginjal.

9. Menjaga Kesehatan Jantung

Serat, antioksidan, dan vitamin B, khususnya B9 (asam folat), dalam sawi putih mendukung fungsi jantung. Vitamin ini membantu mengurangi homosistein, senyawa pemicu penyakit jantung pada usia dini.

Sawi putih memang sederhana, namun khasiatnya sungguh luar biasa bagi tubuh. Dengan kandungan gizi lengkap dan rendah kalori, tidak ada alasan untuk tidak memasukkannya ke dalam menu harian.

Kamu bisa mengonsumsi sawi putih secara segar atau dimasak, namun pastikan mencucinya hingga bersih jika dimakan mentah. Jadikan sawi putih sebagai bagian dari pola hidup sehat mulai hari ini. (*)

Artikel Sayuran Murah dengan Segudang Khasiat, Ini 9 Manfaat Sawi Putih untuk Kesehatan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kasus Alif Dorong Evaluasi Aturan BPJS Kesehatan di IGD: Rumah Sakit Dilema Antara Regulasi dan Kemanusiaan

0
Ilustrasi. Suasana di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Kasus meninggalnya Muhammad Alif Okto Karyanto (12), bocah asal Sagulung, Batam, usai pulang dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah kembali menggugah perhatian publik. Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak rumah sakit dan keluarga, peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar soal aturan dan realita layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien BPJS Kesehatan di IGD.

Masyarakat menyoroti tajam kualitas layanan RSUD plat merah itu, dan berharap adanya pembenahan menyeluruh. Tidak sedikit yang menganggap kasus Alif sebagai refleksi atas masih tumpang tindihnya aturan yang berlaku dengan kondisi darurat nyata di lapangan. Perlu ada komitmen kuat dari pihak rumah sakit dan pemerintah untuk mengevaluasi sistem secara menyeluruh.

Manajemen RSUD Embung Fatimah mengaku menjadikan kasus ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan mutu layanan. Mereka juga mengusulkan adanya penyetaraan dan penyesuaian terhadap aturan BPJS Kesehatan dengan kenyataan yang dihadapi tenaga medis di lapangan, terutama menyangkut batasan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 47 Tahun 2018.

Sumber medis internal RSUD menyatakan, pelayanan di IGD sering kali penuh tekanan. Petugas medis dihadapkan pada situasi serba cepat dan kompleks, sementara keputusan yang diambil bisa menjadi polemik jika tak sesuai ekspektasi keluarga atau aturan BPJS Kesehatan.

“Kalau pasien stabil dan ditolak BPJS, keluarga marah. Tapi kalau diterima, rumah sakit bisa kena beban tagihan. Ini dilema yang terus berulang,” ujarnya.

Manajemen RSUD melalui Direktur drg RR Sri Widjayanti Suryandari, yang disampaikan oleh Humas Ellin Sumarni, menyatakan perlunya penyesuaian ulang pada kebijakan akomodasi pasien BPJS Kesehatan di IGD. “Kami bekerja sesuai aturan salah, kalau mengabaikan aturan juga salah. Harus ada penyesuaian agar tidak ada yang dirugikan,” kata Ellin.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari, juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi kebijakan. Menurutnya, polemik ini terjadi karena belum sinkronnya antara regulasi dan kenyataan medis di lapangan. “Perlu solusi permanen agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Lagat mengacu pada Permenkes 47/2018 yang menegaskan bahwa pasien tidak mampu dalam kondisi darurat harus tetap dirawat meskipun datang di luar jam pelayanan. Jika kondisi tak tergolong darurat, catatan medis bisa digunakan agar pasien tetap dijamin BPJS Kesehatan. Namun, implementasinya sering kali tidak berjalan mulus di lapangan.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera memfasilitasi pertemuan antara BPJS Kesehatan Batam dan rumah sakit agar ada penyamaan persepsi dalam penanganan pasien IGD. Menurut Lagat, perlu adanya kelonggaran administratif yang sejalan dengan pertimbangan medis.

Kasus ini menjadi refleksi atas perlunya revisi atau penyesuaian pada aturan yang berlaku. Ketika keselamatan pasien menjadi taruhan, regulasi pun harus mampu memberikan ruang gerak yang cukup bagi tenaga medis untuk mengambil keputusan yang tepat tanpa takut terbebani konsekuensi administratif. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kasus Alif Dorong Evaluasi Aturan BPJS Kesehatan di IGD: Rumah Sakit Dilema Antara Regulasi dan Kemanusiaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Miris! Makanan Terbuang di Indonesia Capai Rp 500 Triliun per Tahun

0
Ilustrasi food waste. (freepik.com/freepik)

batampos – Fenomena kontras terjadi di Indonesia. Di satu sisi masih banyak masyarakat kelaparan, susah makan, atau mengalami gizi buruk.

Namun, di sisi lain limbah makanan yang tidak termakan (food waste) di Indonesia sangat besar. Jika diuangkan, nilainya mencapai Rp 500 triliun per tahun.

Nilai makanan yang terbuang itu sangat besar. Hampir sama dengan APBD Kota Surabaya untuk 41 tahun. Karena pada 2025 ini, APBD kota pahlawan ditetapkan sekitar Rp 12 triliun.

Fenomena banyaknya makanan yang terbuang sia-sia itu dikupas oleh Ketua Indonesian Gastronomy Community Ria Musiawan.

“Ada peningkatan limbah makanan yang berdampak serius ke lingkungan. Kami komunitas gastronomi Indonesia, menginisiasi pengurangan limbah makanan untuk gastronomi berkelanjutan,” kata Ria di sela penandatanganan komitmen gerakan pengurangan limbah makanan di Jakarta (18/6).

Dia mengatakan perlu refleksi untuk menghadirkan gaya hidup yang sehat. Dengan cara mengelola makanan dengan bijak. Sehingga tidak banyak makanan yang terbuang sia-sia dan mencemari lingkungan.

Ria mengungkapkan Indonesia masih jadi negara papan atas dengan angka sampah makanan atau food loss terbesar di dunia. Posisi Indonesia masih berada di urutan ke dua.

Dia mengungkap ada sekitar 40 juta ton sampah makanan yang dihasilkan masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Jumlah itu sama dengan sekitar 180 ton tiap hari sampah makanan yang dihasilkan. “Jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp 500 triliun per tahun,” tuturnya.

Dia menjelaskan upaya mengurangi makanan yang terbuang sia-sia bisa melibatkan banyak pihak. Di antaranya adalah kalangan guru.

Bagi dia, guru bisa menanamkan kepada anak-anak supaya tidak menyia-nyiakan makanan. Baginya banyak kearifan lokal yang bisa digunakan para guru untuk mengajak anak-anak atau siswa peduli pada makanan.

“Banyak cerita-cerita folklore di masyarakat kita soal menghabiskan makanan,” katanya. Misalnya jika ada nasi tersisa di piring, ayamnya akan meninggal. Atau cerita kalau suka tidak menghabiskan makanan, si anak akan dilahap raksasa buas. (*)

Artikel Miris! Makanan Terbuang di Indonesia Capai Rp 500 Triliun per Tahun pertama kali tampil pada News.

DPRD Minta Pemkab Anambas Kurangi Kegiatan Seremoni, Prioritaslan Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat

0
Wakil Ketua II DPRD Anambas, Yusli YS. f.ihsan

batampos– Wakil Ketua II DPRD Anambas, Yusli YS meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas untuk mengurangi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat seremoni.

Menurutnya dengan kondisi ekonomi Anambas yang sedang lemah, seharusnya Pemkab Anambas bisa membuat program untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi ekonomi Anambas sedang tidak baik-baik saja. Dimana kondisi efesiensi dari Pemerintah Pusat sangat mempengaruhi kondisi keuangan di daerah. Berpengaruh pada perekonomian masyarakat juga,” ujar Yusli kepada batampos, Rabu, (18/6).

BACA JUGA: Aksi Penjualan Pulau Pair Disitus Asing, DPRD Anambas Minta Pemda Tak Anggap Angin Lalu

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan ini mendorong pemerintah untuk membuat program atau kegiatan yang lebib menyasar kepada masyarakat agar bisa memulihkan ekonomi.

Pemulihan ekonomi, kata dia, bisa dengan cara mempercepat gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap satu, pengangkatan PPPK tahap dua, percepatan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Karena menurutnya sumber perputaran ekonomi masyarakat Anambas berasal dari pegawai pemerintahan.

Selain itu, percepatan revitalisasi Pasar Loka dan penyelesaian persoalan nelayan seperti konflik harga cumi maupun ekspor ikan hidup harus segera dibenahi.

“Kesemua hal tersebut sangat mempengaruhi kondisi kehidupan dan kondisi ekonomi masyarakat. Hrus segera dipulihkan dengan berbagai upaya dan cara,” tegasnya.

Pihaknya selaku legislatif senantiasa memantau dan mengevaluasi setiap kegiatan yang dijalankan.

“DPRD selalu memberikan saran dan siap diajak bersama-sama untuk kemaslahatan masyarakat Anambas,” ujar Yusli. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel DPRD Minta Pemkab Anambas Kurangi Kegiatan Seremoni, Prioritaslan Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat pertama kali tampil pada Kepri.

Menuju Transportasi Modern, DPRD Batam Sahkan Ranperda Angkutan Massal

0
Sejumlah Bus Trans Batam tengah menunggu penumpang di Halte Bus Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – DPRD Kota Batam resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Jalan dalam Rapat Paripurna, Rabu (18/6).

Juru Bicara Pansus, Setia Putra Tarigan, menyampaikan laporan final hasil kerja selama 135 hari kerja yang diwarnai studi banding, konsultasi hukum, dan pengumpulan data lapangan.

Pansus dibentuk untuk merespons kebutuhan transportasi publik di Kota Batam yang semakin mendesak. Dalam paparannya, keberadaan sistem angkutan massal berbasis jalan seperti Bus Rapid Transit (BRT) sangat penting mengingat Batam sebagai kota industri dan pariwisata yang membutuhkan moda transportasi aman, nyaman, dan terjangkau.

Setia menyebut, perubahan signifikan terjadi dalam isi Ranperda. Semula hanya mencakup 9 bab dan 12 pasal, kini menjadi 11 bab dan 26 pasal. Perubahan judul dari “Penyelenggaraan Angkutan Umum Massal di Kota Batam” menjadi “Penyelenggaraan Angkutan Massal Berbasis Jalan” juga dilakukan agar substansi peraturan lebih spesifik dan tidak tumpang tindih dengan moda transportasi massal lain seperti kereta atau monorel.

Baca Juga: Empat WNA Dideportasi dari Batam, Kasusnya Ada yang Ganggu Ketertiban Umum

Selama masa pembahasan, Pansus melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan, serta studi banding ke Kota Pekanbaru dan Yogyakarta. Kedua kota itu dinilai sudah lebih dulu sukses menyusun dan menerapkan peraturan daerah serupa.

Data terakhir yang dihimpun Pansus menunjukkan jumlah taksi di Batam mencapai 2.545 unit, angkutan karyawan 372 unit, angkutan pariwisata 180 unit, ditambah angkot dan ojek. Sementara Trans Batam, satu-satunya layanan BRT saat ini, melayani 5.000 hingga 7.500 penumpang per hari.

Dalam pelaksanaannya, Trans Batam menggunakan skema Buy The Service (BTS), di mana Pemko Batam membayar operator berdasarkan jarak tempuh. Ke depan, dua skema pembiayaan diusulkan, yakni melalui APBD murni atau tetap menggunakan skema BTS.

Dari sisi pendanaan, Pansus dan Pemko sepakat untuk mengalokasikan Rp50 miliar per tahun ditambah 10 persen dari pendapatan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor untuk mendukung operasional BRT. Pansus juga mendorong pengelola BRT, yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar mencari pendapatan lain seperti dari iklan di bus dan halte.

Ia mengatakan, integrasi layanan BRT dengan moda transportasi lain, termasuk penyediaan angkutan pengumpan (feeder) menuju halte di kedepankan. Jadwal keberangkatan yang konsisten, fasilitas halte yang nyaman, serta tarif terjangkau disebut sebagai prinsip utama Ranperda ini.

Baca Juga: Marka dan Garis Kejut Jalan Diperluas, Fokus di Titik Rawan Kecelakaan

Sebagai rekomendasi tambahan, Pansus meminta Pemko Batam segera menyusun revisi Perda Nomor 9 Tahun 2001 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, agar lebih selaras dengan kebutuhan kota yang terus berkembang.

Setia juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi perda ini sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menyediakan anggaran dan membangun kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

“Transportasi gemilang, ekonomi maju,” kata Setia menutup laporannya.

Ranperda yang telah disahkan menjadi pijakan kuat bagi transformasi sistem transportasi Batam ke arah yang lebih modern, efisien, dan inklusif bagi seluruh warganya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Menuju Transportasi Modern, DPRD Batam Sahkan Ranperda Angkutan Massal pertama kali tampil pada Metropolis.

Beda Nasib Dua Pembalap Ducati di MotoGP Italia: Marc Marquez Sering Apes, Pecco Tak Terhentikan

0
Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia saat merayakan keberhasilannya memenangi Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez. (ANTARA/AFP/JAVIER SORIANO)

batampos – Dua pembalap Ducati Lenovo di MotoGP 2025, Marc Marquez dan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memiliki nasib dan rekam jejak berbeda saat beraksi di Sirkuit Mugello. Bahkan perbedaannya cukup jomplang karena ada yang sangat superior, ada pula yang sangat memprihatinkan.

MotoGP Italia 2025 di Sirkuit Mugello jadi panggung persaingan para pembalap. Seri tersebut akan berlangsung pada 20-22 Juni nanti.

Seperti seri-seri sebelumnya, dua pembalap Ducati jadi yang paling disorot jelang MotoGP 2025. Sebab Marc Marquez dan Pecco Bagnaia saat ini tengah dalam situasi dan performa yang cukup kontras, namun punya cerita bertolak belakang pula saat di Mugello.

Marc Marquez misalnya, sedang berapi-api dalam mengarungi MotoGP 2025. Dia sudah memenangkan sembilan balapan, termasuk empat balapan utama dari total delapan seri yang dijalani.

Termasuk dalam GP Aragon 2025, di mana Marc Marquez sangat mendominasi. The Baby Alien pun kokoh di puncak klasemen MotoGP 2025 dengan 233 poin, unggul 32 angka dari adiknya Alex Marquez dari tim Gresini Racing.

Sementara Pecco Bagnaia, cuma mampu sekali memenangkan balapan. Yakni di MotoGP America 2025. Sementara sisanya pembala Italia itu sudah sekali gagal finish dan sekali tak mendapatkan poin karena mengakhiri balapan di luar 15 besar.

Pun begitu, rekor kedua pembalap di MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, justri terbalik. Marquez kerap apes karena dia cuma menang sekali pada 2014.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan Bagnaia. Pecco tercatat sebagai pemenang MotoGP Italia di Sirkuit Mugello dalam tiga tahun terakhir. Ia selalu juara sejak 2022 hingga 2024.

Perbedaan mencolok, khususnya apesnya Marquez setiap MotoGP Italia ini mendapat sorotan dari mantan pembalap asal Inggris, Neil Hodgson. Ia menilai The Baby Alien lemah di Mugello.

“Ketika saya memikirkan Mugello, Pecco sangat kuat di sana. Mugello penuh dengan ‘tangan kanan’, tikungan cepat di sebelah kanan, pengereman di tikungan kanan. Itulah titik lemah Marc,” kata Hodgson, dipetik dari Crash, Rabu (18/6).

Seandainya Marquez kembali apes di Mugello, maka Pecco Bagnaia punya peluang besar untuk kembali memenangkan MotoGP Italia 2025. Dia pun berpotensi mencetak quattrick alias empat kali juara beruntun.

Tapi, Hodgson menilai Marquez kali ini bisa berbicara banyak di Sirkuit Mugello akhir pekan nanti. Sebab motor yang dikendarainya sekarang lebih canggih dibanding sebelumnya.

“Marc akan tetap datang ke Mugello sebagai favorit, tapi persaingannya ketat,” tutur Hodgson. (*)

Artikel Beda Nasib Dua Pembalap Ducati di MotoGP Italia: Marc Marquez Sering Apes, Pecco Tak Terhentikan pertama kali tampil pada Olahraga.

Musisi Yovie Widianto Ditunjuk jadi Komisaris PT Pupuk Indonesia

0
Yovie Widianto ditunjuk jadi Komisaris PT Pupuk Indonesia. (Sumber foto: Bisnis/Himawan L Nugraha)

batampos – PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara resmi mengumumkan perubahan pengurus dewan komisaris dan direksi. Salah satunya, musisi sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto yang ditunjuk sebagai komisaris.

Perubahan ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham perusahaan, yang tertuang dalam SK-156/MBU/06/2025 dan SK.014/DI-DAM/DO/2025 tanggal 16 Juni 2025.

Mengutip keterbukaan informasi, selain Yovi Widianto, nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan juga tercatat menjadi komisaris menggantikan Ari Dwipayana.

Lalu, ada Muhammad Rizal Kamal yang menggantikan Riswinandi, Nurul Ichwan menggantikan Danar Rahmanto, Iwan sumule menggantikan Farhat Brachma, dan Rachlan S Nashidik menggantikan Mustoha Iskandar.

Selanjutnya, perubahan juga dilakukan pada jajaran direksi. Diantaranya, seperti Dwi Satriyo Annurogo yang ditunjuk sebagai Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia menggantikan Gusrizal.

Kemudian, Wono Budi Tjahyono sebagai Direktur Keuangan yang menggantikan Bob Indiarto A Susatyo, Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Manajemen Aset menggantikan Wono Budi Tjahyono, Tina T Kemala sebagai Direktur SDM dan Umum menggantikan Panji Winanteya Ruky.

Sejumlah nama baru, yang menjabat sebagai direktur adalah Jamsaton Nababan dan Robby Setiabudi Madjid. Lebih lengkap, berikut ini susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia.

Komisaris
Komisaris Utama: Sudaryono
Komisaris Independen: Rachlan S. Nashidik
Komisaris Independen: Irfan Ahmad Fauzi
Komisaris: Suwandi
Komisaris: Febrio Nathan Kacaribu
Komisaris: Iwan Sumule
Komisaris: Nurul Ichwan
Komisaris: Muhammad Rizal Kamal
Komisaris: Immanuel Ebenezer Gerungan
Komisaris: Yovie Widianto

Direksi
Direktur Utama: Rahmad Pribadi
Direktur Operasi: Dwi Satriyo Annurogo
Direktur Keuangan: Wono Budi Tjahyono
Direktur Manajemen Aset: Tri Wahyudi Saleh
Direktur SDM dan Umum: Tina T. Kemala Intan
Direktur Supply Chain: Robby Setiabudi Madjid
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis: Jamsaton Nababan
Direktur Manajemen Risiko: Ninis Kesuma Adriani

Artikel Musisi Yovie Widianto Ditunjuk jadi Komisaris PT Pupuk Indonesia pertama kali tampil pada News.

Kejari Batam Soroti Aktivitas Sejumlah Aliran Dinilai Berpotensi Menyimpang

0
Kejari) Batam bersama Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) usai rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6). F.Azis Maulana

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bersama Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) menyatakan kewaspadaan terhadap aktivitas sejumlah aliran kepercayaan di Kota Batam. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah aliran Faiz Albaqarah, yang disebut-sebut menjadikan Batam sebagai pusat kegiatannya di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Aula Kejari Batam pada Rabu (18/6), Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi dalam pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Pengawasan ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Kota Batam, terlebih dengan dinamika sosial yang tinggi,” ujar Priandi.

Baca Juga: Lagat Ingatkan Orang Tak Perlu Titip Anak ke LSM hingga Pejabat

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Kementerian Agama, Kesbangpol, BIN Daerah Kepri, TNI, Polri, FKUB, Lembaga Adat Melayu (LAM), Dinas Pendidikan, serta para camat se-Kota Batam.

Ketua MUI Batam, Luqman Rifai mengungkapkan terdapat delapan aliran kepercayaan aktif di Batam yang dinilai tidak memiliki legalitas badan hukum dan berpotensi menyimpang. Aliran-aliran tersebut antara lain: Syiah, Ahmadiyah, Gafatar, An Nadzir, Al Nadzir Minallah serta dua individu mantan narapidana kasus terorisme. Salah satu yang mencuat adalah Faiz Albaqarah.

“Faiz Albaqarah ini telah dinyatakan sesat oleh otoritas keagamaan di Malaysia. Di Batam, mereka berkembang cukup masif, dengan pusat aktivitas berada di kawasan Tiban Raya,” ungkap Luqman.

MUI menegaskan bahwa pendekatan terhadap kelompok-kelompok tersebut tetap mengedepankan metode kekeluargaan dan dialog, bukan tindakan langsung.

Pemberian fatwa sesat hanya akan dilakukan apabila langkah persuasif dan pembinaan tidak membuahkan hasil.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, Chablullah Wibisono, mengingatkan bahwa potensi konflik keagamaan tidak hanya berasal dari interaksi antaragama, namun juga konflik internal di dalam tubuh masing-masing agama.

“Contoh kasus di Tanjung Piayu menjadi pelajaran penting. Konflik rumah ibadah itu menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh sebab itu, perhatian harus diberikan tidak hanya pada kerukunan antarumat, tapi juga antar kelompok internal agama,” jelasnya.

Baca Juga: Batam Sumbang 66 Persen PDRB Kepri, Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi intelijen, Kepala Bidang Wasnas Kesbangpol Batam, Metra Dinata, menggarisbawahi bahwa pengawasan juga ditujukan kepada kelompok yang belum difatwa sesat, namun menunjukkan indikasi kuat menyimpang dari ajaran agama yang diakui negara.

“Batam adalah wilayah strategis dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Ini menciptakan keragaman sosial dan keagamaan yang kompleks, dan menjadi potensi konflik horizontal jika tidak ditangani secara dini,” ujarnya.

Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan deteksi dini, pemetaan sosial keagamaan, dan pendekatan hukum persuasif** melalui penyuluhan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh aliran-aliran yang tidak jelas landasan ajarannya.

“Kami lakukan pendekatan preventif dan represif secara seimbang agar ketertiban tetap terjaga,” kata Priandi. (*)

Reporter: Azis Maulana

Artikel Kejari Batam dan Soroti Aktivitas Sejumlah Aliran Dinilai Berpotensi Menyimpang pertama kali tampil pada Metropolis.

Menperin Imbau Industri Bersiap Hadapi Dampak Konflik Israel-Iran

0
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (dok MPR RI)

batampos – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperingatkan pelaku industri dalam negeri untuk segera mengantisipasi dampak meluas dari konflik militer antara Iran dan Israel terhadap sektor manufaktur nasional. Eskalasi konflik tersebut telah memicu gejolak global, terutama pada harga energi, biaya logistik, serta tekanan terhadap ekspor dan nilai tukar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri Indonesia sangat rentan terhadap gangguan pasokan energi dan bahan baku akibat ketergantungan impor, terutama dari kawasan Timur Tengah yang kini berada dalam ketegangan geopolitik tinggi.

“Efisiensi energi menjadi kunci, sekaligus mendukung kedaulatan energi yang menjadi salah satu program utama Presiden Prabowo,” ujar Agus, Rabu (18/6).

Kemenperin mendorong pelaku industri untuk mulai mendiversifikasi sumber energi, dengan memanfaatkan potensi dalam negeri seperti bioenergi, panas bumi, dan limbah industri sebagai alternatif bahan bakar. Upaya ini dinilai penting untuk menekan ketergantungan pada energi fosil impor yang kian berisiko.

Lebih lanjut, industri diminta ikut memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan produk-produk pendukung, seperti mesin pembangkit, infrastruktur energi, dan komponen energi terbarukan.

Di sektor pangan, Agus menekankan pentingnya hilirisasi agroindustri sebagai respon atas lonjakan biaya logistik global dan gejolak kurs yang berdampak pada harga bahan pangan impor. “Industri harus berperan aktif dalam memproses hasil pertanian dan perikanan domestik agar tidak terus tergantung pada bahan baku impor,” urainya.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan fasilitas Local Currency Settlement (LCS) dari Bank Indonesia sebagai alat untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar terhadap biaya input produksi.

Krisis di Timur Tengah juga memperlihatkan kerentanan rantai pasok global. Gangguan di Selat Hormuz dan Terusan Suez telah memaksa pengalihan rute pengiriman, menambah waktu tempuh hingga 15 hari dan meningkatkan biaya logistik hingga 200 persen. Sektor otomotif, elektronik, tekstil, dan baja menjadi yang paling terdampak akibat kelangkaan komponen dan lonjakan ongkos transportasi.

Sektor nikel dan baja, yang krusial bagi energi masa depan, juga terancam dengan potensi kerugian ekspor hingga USD1,2 miliar karena keterlambatan pengiriman batubara. Selain itu, sektor pangan menghadapi lonjakan harga gandum dan pupuk akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah, yang dapat menurunkan hasil panen padi sebesar 10-15 persen dan menghambat swasembada pangan nasional.

Agus menilai situasi ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk mempercepat hilirisasi dan membangun kemandirian industri. “Hilirisasi bukan sekadar soal nilai tambah ekonomi, tapi juga soal kedaulatan energi dan pangan Indonesia,” tegasnya.

Memanasnya konflik bersenjata antara Israel dan Iran hingga hari keenam menuai kekhawatiran dari pelaku industri dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, menyampaikan bahwa ketegangan geopolitik tersebut berpotensi besar mengganggu pasokan bahan baku utama dan jalur logistik industri makanan dan minuman di Indonesia.

“Konflik ini sangat mengganggu. Bukan hanya dari sisi keamanan global, tapi juga akan berdampak langsung terhadap pengapalan bahan baku kami,” ujar Adhi.

Menurut Adhi, kekhawatiran utama terletak pada potensi lonjakan biaya logistik, seperti yang pernah terjadi dua tahun lalu ketika ketegangan serupa di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan ongkos kirim hingga lima kali lipat. Ia menilai kondisi serupa bisa terulang, apalagi jika rute pelayaran global terganggu oleh konflik berkepanjangan.

“Waktu itu, biaya logistik sempat melonjak empat sampai lima kali lipat. Dan sekarang kami khawatir hal serupa akan terjadi lagi,” ungkapnya.

Adhi juga memperingatkan bahwa beban biaya tersebut kemungkinan akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual produk makanan dan minuman, apabila tidak ada perbaikan kondisi dalam waktu dekat.

Terkait langkah mitigasi, Adhi mengaku bahwa industri saat ini berada dalam posisi sulit untuk melakukan tindakan konkret, selain berharap adanya perbaikan situasi global. Namun, dia menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku sebagai strategi jangka panjang.

“Memang kami belum bisa berbuat banyak saat ini. Tapi harapan ke depan, ketergantungan terhadap impor harus semakin dikurangi agar industri kita lebih mandiri,” ujarnya. (*)

Artikel Menperin Imbau Industri Bersiap Hadapi Dampak Konflik Israel-Iran pertama kali tampil pada News.