Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1630

Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong Mendapat Pengampunan dari Presiden Prabowo

0
Terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pemberian abolisi atau pengampunan kepada terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. Sementara, amnesti diusulkan kepada tedakwa kasus suap dan perintangan penyidikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7) malam. “Atas pertimbangan persetujuan DPR RI tentang pemberian abolisi terhadap Saudara Tom Lembong,” kata Dasco saat menggelar konferensi pers.

Selain itu, Dasco mengungkapkan Prabowo turut memberikan amnesti kepada 1.116 orang, salah satunya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. “Kedua adalah pemberian persetujuan atas dan pertimbangan atas Surat Presiden Nomor 42 Tangal 30 Juli 2025, tentang amnesti terhadap 1.116 orang yang telah terpidana diberikan amnesti termasuk sadara Hasto Kristiyanto,” ujar Dasco.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, menyatakan nama-nama seperti Hasto Kristiyanto dan Thomas Lembong termasuk dalam daftar penerima pengampunan hukum yang diusulkan Kemenkum kepada Presiden Prabowo.

Ia menegaskan, proses ini telah melalui tahapan verifikasi dan uji publik yang ketat. “Kementerian Hukum memang menyiapkan beberapa kasus diberi amnesti, yang pertama kali itu kurang lebih 44 ribu. Tetapi setelah kami ferivikasi, hari ini baru yang memenuhi syarat yakni 1.116,” ujar Supratman.

Supratman menjelaskan bahwa pengusulan ini tidak berhenti pada gelombang pertama. “Nanti ada tahap kedua yang jumlahnya sebenarnya 1.668. Ini sudah kita lakukan ferivikasi, sudah lakukan uji publik juga,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan ini merupakan bagian dari langkah politik hukum yang diambil pemerintah. “Yang namanya abolisi, maka seluruh proses hukum yang sedang berjalan itu dihentikan. Kalau kemudian nanti Presiden dengan atas dasar pertimbangan dari DPR itu kemudian menerbitkan Keputusan Presiden, dan kita bersyukur malam ini karena pertimbangan DPR-nya sudah disepakati fraksi-fraksi,” pungkasnya. (*)

Artikel Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong Mendapat Pengampunan dari Presiden Prabowo pertama kali tampil pada News.

Demi PAD, DPRD Sebut Pengelolaan Gedung LAM Bintan Perlu Dimaksimalkan

0
Gedung LAM Bintan terletak di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pengelolaan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur masih dirasakan belum maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Bintan, Suprapto mengatakan, pentingnya pengelolaan aset-aset daerah dengan baik.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang menata ulang aset-aset daerah termasuk gedung LAM Bintan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Namun ia mengatakan, pengelolaan gedung LAM Bintan belum maksimal sehingga perlu dimaksimalkan lagi untuk meningkatkan pendapatan daerah.

BACA JUGA: Tak Ada Penjaga, Gedung LAM Kepri Dibobol Maling

Ia juga belum tahu secara detail pendapatan yang masuk dari sewa gedung LAM Bintan.

“Kalau tidak salah tidak banyak, artinya masih belum maksimal,” kata Suprapto.

Kadisbudpar Bintan, Arif Sumarsono mengatakan, tarif sewa gedung LAM Bintan, sebelumnya dihitung per jam.

Namun beberapa tahun belakangan tarif sewa gedung LAM Bintan diubah menjadi per hari yaitu sekitar Rp 2 juta per hari berdasarkan peraturan daerah. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Demi PAD, DPRD Sebut Pengelolaan Gedung LAM Bintan Perlu Dimaksimalkan pertama kali tampil pada Kepri.

Dari TikTok ke Jeruji Besi: Pria di Batam Divonis 1,5 Tahun Penjara Karena Bisnis Pakaian Bekas

0
Rizky Jaya Putra, terdakwa kasus penipuan berkedok jual beli pakaian bekas secara daring saat di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (31/7). F.Azis Maulana

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara terhadap Rizky Jaya Putra, terdakwa kasus penipuan berkedok jual beli pakaian bekas secara daring. Putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Yuanne dalam sidang yang digelar Kamis (31/7).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rizky Jaya Putra dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan, dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” tegas hakim Yuanne saat membacakan amar putusan.

Vonis tersebut sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menyatakan Rizky terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Dalam tuntutannya, jaksa menyebut terdakwa dengan sengaja menggunakan tipu muslihat dan rangkaian kebohongan untuk menggerakkan korban agar menyerahkan uang sebesar Rp30 juta.

Baca Juga: Tergiur Upah Rp80 Juta, Kurir Sabu 1,9 Kg Diadili

Kasus ini bermula pada Jumat, 28 Maret 2025, ketika terdakwa melihat siaran langsung jual beli baju bekas di aplikasi TikTok. Rizky kemudian mengirim tangkapan layar siaran tersebut kepada korban, Tinusman Gulo. Keesokan harinya, keduanya bersepakat untuk menjalankan bisnis pakaian bekas, dengan sistem bagi hasil.

Namun, bukannya menjalankan bisnis sungguhan, Rizky justru merancang skenario penipuan. Ia berpura-pura menjadi pihak penjual bernama “Pak Joni”, lalu menciptakan percakapan fiktif menggunakan dua nomor WhatsApp berbeda.

Dengan mengedit dan menangkap layar obrolan palsu tersebut, Rizky mengelabui korban bahwa ada barang sebanyak 150 ball pakaian dan sepatu bekas yang akan dikirim, dengan harga total Rp76,5 juta. Korban lalu mentransfer uang muka Rp30 juta ke rekening atas nama Setti Ismayanti, teman dekat terdakwa yang tidak mengetahui maksud penipuan tersebut.

Setelah menerima dana, Rizky meminta Setti mentransfer Rp29 juta ke rekening pribadinya, sedangkan Rp1 juta diberikan kepada Setti sebagai “uang terima kasih”. Dana itu lalu digunakan Rizky untuk membayar utang-utang pribadi, termasuk kepada pemilik kapal dan teman-temannya, serta biaya sehari-hari.

Sementara itu, korban terus menunggu kabar keberangkatan barang. Rizky terus mengulur waktu dengan alasan gudang belum siap, mobil belum masuk, atau pengiriman ditunda. Bahkan, untuk meyakinkan korban, terdakwa mengirim foto barang yang diambil dari Google dan mengklaim bahwa muatan sudah diberangkatkan.

Puncaknya, pada awal April 2025, korban mulai curiga karena tidak bisa menghubungi terdakwa. Rizky sempat mengatakan bahwa ia sedang di Medan dan akan pulang Jumat, namun tak pernah menepati janji.

Baca Juga: Kapolres Sebut Kasus Fitnah Terhadap Forkompinda Masih Terus Diselidik

Setelah beberapa hari menghilang, Rizky akhirnya diamankan langsung oleh korban pada Kamis, 10 April 2025, saat hendak mengambil uang hasil penjualan buah semangka. Ia kemudian diserahkan ke Polsek Seibeduk untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, majelis hakim menyebut Rizky telah meresahkan masyarakat dan menikmati hasil kejahatannya untuk kepentingan pribadi. Hal ini menjadi pertimbangan yang memberatkan dalam putusan.

Sebagai barang bukti, turut disita satu bundel rekening koran BCA yang mencatat transaksi sebesar Rp30 juta, yang menjadi titik awal terungkapnya kasus penipuan ini. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Dari TikTok ke Jeruji Besi: Pria di Batam Divonis 1,5 Tahun Penjara Karena Bisnis Pakaian Bekas pertama kali tampil pada Metropolis.

Cara Bangkit dari Rasa Minder Berkepanjangan

0
Ilustrasi

batampos – Rasa minder bisa hadir kapan saja, setelah gagal berbicara di depan umum, dibandingkan dengan orang lain, atau bahkan saat diberi pujian. Perasaan tidak percaya diri yang menetap ini bukan hanya mengganggu hubungan sosial, tapi juga bisa menghambat pencapaian dan pertumbuhan pribadi dalam jangka panjang.

Namun menurut Vanessa Van Edwards, peneliti perilaku manusia dan pendiri Science of People, rasa minder sebenarnya bukan masalah karakter yang permanen. Dalam video edukatif berjudul The Psychological Tricks to Overcome Insecurity and Self-Doubt yang diunggah ke kanal YouTube resminya, ia menjelaskan bahwa minder adalah hasil dari kebiasaan berpikir yang terus dipelihara dan itu bisa dilatih ulang secara psikologis.

Vanessa menekankan pentingnya mengubah cara berbicara kepada diri sendiri, karena banyak orang secara tidak sadar mengulang kalimat yang merendahkan nilai diri. Ketika hal ini menjadi kebiasaan, otak mulai mempercayai bahwa kita memang “tidak cukup baik”, padahal realitanya tidak seperti itu.

Strategi Psikologis untuk Bangkit dari Rasa Minder:

1. Ganti Pola Self-Talk Negatif dengan Narasi Baru

Ucapan dalam hati seperti “aku bodoh” atau “aku pasti gagal” harus diubah dengan kalimat yang lebih konstruktif, misalnya “aku sedang belajar” atau “aku belum bisa, tapi akan terus mencoba.”

2. Visualisasi Diri dalam Versi Terbaik
Teknik future self visualization, yaitu membayangkan diri kita berhasil menghadapi situasi sulit. Ini membantu membentuk kepercayaan sebelum pengalaman itu benar-benar terjadi.

3. Tantang Diri dalam Skala Kecil tapi Konsisten

Misalnya, mencoba menyapa orang baru, memberikan opini dalam rapat, atau mem-posting sesuatu yang selama ini ditahan. Tindakan kecil ini memberi bukti nyata bahwa kita bisa melampaui rasa takut.

4. Jaga Bahasa Tubuh yang Terkendali dan Terbuka

Bahasa tubuh yang membungkuk atau menghindari kontak mata memperkuat rasa minder. Postur tegak, napas stabil, dan gestur terbuka bisa memberi sinyal ke otak bahwa kita cukup kuat.

5. Bangun Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan yang suportif membantu menumbuhkan kembali rasa aman dan validasi yang sehat. Hindari terlalu lama berada dalam situasi yang membuatmu terus merasa “kurang.”

Rasa minder bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa ada bagian dari diri yang perlu dilatih ulang. Dengan pendekatan psikologis yang tepat, seperti yang disampaikan Vanessa Van Edwards, kita bisa melatih otak untuk mengubah keraguan menjadi keyakinan, bukan dengan berpura-pura kuat, tapi dengan mengenali pola pikir lama dan membangunnya ulang secara sadar. (*)

Artikel Cara Bangkit dari Rasa Minder Berkepanjangan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Waspadai 5 Jenis Makanan Pemicu Kanker Ini

0
Ilustrasi makanan yang dibakar bisa picu kanker, (freepik)

batampos – Kanker adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kanker mengakibatkan hampir 10 juta kematian setiap tahun.

Menurut informasi dari Halodoc, kanker bisa muncul hampir di semua bagian tubuh karena tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Biasanya, sel-sel di dalam tubuh terus tumbuh dan membelah untuk mengganti sel yang sudah tua atau rusak. Sel yang lama akan mati, lalu digantikan oleh sel baru sesuai kebutuhan tubuh.

Saat kanker muncul, proses ini menjadi tidak teratur. Sel-sel yang abnormal atau tidak normal mulai menumpuk dan akhirnya membentuk yang disebut tumor. Tumor ini ada dua jenis, yaitu tumor ganas (kanker) dan tumor jinak. Tumor ganas bisa menyebar dan menyerang bagian tubuh lain, sedangkan tumor jinak tidak menyebar.

Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko kanker adalah menerapkan gaya hidup sehat, termasuk memilih pola makan yang tepat. Makanan yang bergizi dan seimbang dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit, termasuk kanker. Jadi, penting untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa meningkatkan risiko kanker agar bisa dihindari.

Menurut Alodokter, makanan yang dapat menyebabkan kanker umumnya mengandung zat karsinogen, yaitu zat yang memicu pertumbuhan sel kanker. Selain itu, makanan dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi juga bisa mempercepat perkembangan sel kanker dalam tubuh.

Nah, apa saja makanan yang sebaiknya Anda batasi agar terhindar dari risiko kanker? Berikut beberapa jenis makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya karena berpotensi meningkatkan risiko kanker. Dengan mengetahui ini, Anda bisa mulai menjaga pola makan dan gaya hidup agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya seperti kanker.

1. Minuman Beralkohol

Alkohol dikenal sebagai zat yang bisa mengganggu kerja organ dalam, terutama hati. Bila dikonsumsi terus-menerus, alkohol bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, merusak jaringan, dan memperbesar kemungkinan timbulnya sel kanker. Risiko tersebut meningkat jika dikombinasikan dengan pola makan tidak sehat dan gaya hidup pasif.

2. Makanan dengan Bahan Kimia Tambahan

Camilan kemasan yang berwarna mencolok atau memiliki rasa yang sangat kuat biasanya mengandung pewarna sintetis, pengawet buatan, dan pemanis buatan seperti aspartam. Jika dikonsumsi secara rutin dalam waktu lama, zat-zat ini dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

3. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, hingga ham seringkali menjadi pilihan praktis untuk lauk sehari-hari. Padahal, daging-daging ini mengandung bahan pengawet seperti nitrat dan nitrit. Ketika masuk ke tubuh, zat ini bisa berubah menjadi senyawa karsinogen atau pemicu kanker. Konsumsi jangka panjang bahkan bisa berdampak pada kesehatan tulang dan organ lainnya.

4. Makanan Tinggi Lemak Trans

Coba perhatikan kandungan dalam makanan cepat saji, gorengan, margarin, atau camilan ringan. Banyak di antaranya mengandung lemak trans, yang tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol, tapi juga memicu peradangan di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi sel kanker untuk berkembang.

5. Makanan yang Dibakar atau Dipanggang Terlalu Lama

Makanan yang dimasak langsung di atas bara api atau suhu tinggi, seperti sate atau ayam bakar, memang menggoda selera. Tetapi, proses ini bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons). Keduanya bersifat karsinogenik dan bisa merusak DNA dalam sel jika masuk ke tubuh dalam jumlah besar.(*)

 

Artikel Waspadai 5 Jenis Makanan Pemicu Kanker Ini pertama kali tampil pada Lifestyle.

Gojek Sesalkan Pengiriman Pesanan Fiktif ke Kantor Media di Batam

0
Sejumlah driver ojek online yang mendapat orderan fiktif mendatangi kantor Batampos, kamis (31/7). F.Juliana Belence

batampos— Perusahaan layanan transportasi daring Gojek menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden pengiriman pesanan fiktif yang menimpa sejumlah kantor media di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Kota Batam.

Terbaru, Kamis (31/7) pagi, menimpa kantor Batam Pos. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui aplikasi layanan pengantaran.

Gojek menilai tindakan tersebut mengganggu aktivitas jurnalistik dan kebebasan pers. “Gojek menjunjung tinggi peran penting jurnalisme dan mengecam keras segala bentuk intervensi terhadap transparansi dan kerja jurnalistik,” ujar Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Mulawarman, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7).

BACA JUGA: Orderan Fiktif Gojek Menyerbu Kantor Batam Pos

Setelah menerima laporan dari para korban maupun mitra driver, Gojek langsung melakukan investigasi internal. Akun yang terindikasi melakukan order fiktif telah dinonaktifkan guna mencegah kerugian lanjutan.

Gojek juga menegaskan bahwa masyarakat yang menerima kiriman pesanan tanpa pernah memesan melalui aplikasi tidak berkewajiban untuk membayar. “Laporan bisa disampaikan melalui Mitra Driver, yang kemudian diteruskan ke sistem kami lewat aplikasi resmi Mitra Driver,” jelas Mulawarman.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap mitra pengemudi, Gojek berkomitmen menanggung seluruh kerugian yang dialami driver akibat pesanan palsu. Langkah ini diambil agar mitra tidak terdampak secara finansial.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat edukasi bagi mitra pengemudi, terutama dalam hal verifikasi pesanan dan prosedur saat menghadapi indikasi order fiktif. “Kami terus menegaskan pentingnya memverifikasi keabsahan pesanan sebelum pengantaran dilakukan,” tambahnya.

Gojek menyatakan siap mendukung penuh proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian. “Kami siap membantu proses investigasi, termasuk memberikan data yang dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Mulawarman. (*)

Reporter: Syaban

Artikel Gojek Sesalkan Pengiriman Pesanan Fiktif ke Kantor Media di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Menteri Transmigrasi Sebut Investasi di Kawasan Sembulang Tertunda, Ini Penyebabnya

0
Iftitah Sulaiman Suryanagara

batampos– Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengklarifikasi kabar mengenai usulan penundaan investasi di Pulau Rempang, Batam. Ternyata usulan tersebut tidak berlaku untuk seluruh wilayah Rempang, melainkan hanya di area tertentu yang masih mengalami resistensi sosial, khususnya di kawasan Sembulang.

Katanya, penundaan investasi di wilayah Sembulang merupakan langkah preventif dan responsif untuk meredam ketegangan di lapangan. Investasi di Rempang tetap berjalan, tapi perlu memperhatikan stabilitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar.

“Yang kami sampaikan adalah penundaan terbatas. Bukan seluruh Rempang. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap masyarakat yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata Iftitah dalam keterangan resminya.

Sembulang merupakan salah satu titik utama resistensi dalam proyek pengembangan Rempang Eco City. Wilayah ini dihuni oleh warga yang menolak relokasi dan menyuarakan hak-hak atas tanah ulayat serta keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA: Warga Sembulang Tolak Kebijakan Transmigrasi Lokal

Sementara itu, BP Batam menyatakan belum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Transmigrasi mengenai usulan penundaan investasi di wilayah Sembulang. Kepala Biro Humas dan Protokol BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan koordinasi dengan kementerian hingga saat ini masih fokus pada percepatan pembangunan hunian untuk warga yang direlokasi.

“Sampai sekarang kami belum terinformasi soal itu. Jika ada perkembangan dari pusat, tentu akan segera kami tindak lanjuti di tingkat daerah,” kata dia, Kamis (31/7).

Saat ini BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi dan Kementerian PUPR tengah bekerja sama dalam pembangunan rumah hunian tetap serta fasilitas pendukung lainnya untuk warga yang direlokasi dari Rempang.

Fokus pemerintah masih pada penyediaan infrastruktur dasar seperti rumah, jalan akses, dan utilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat di hunian baru. Taofan pun berharap, kerja sama lintas kementerian ini dapat mempercepat proses relokasi dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Hingga kini, proses relokasi warga Rempang terus berjalan meski diwarnai berbagai dinamika di lapangan. (*)

Artikel Menteri Transmigrasi Sebut Investasi di Kawasan Sembulang Tertunda, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Animo QRIS Turun, Dishub Batam Tetap Perluas Pembayaran Parkir Nontunai

0
Seorang warga melakukan pembayaran parkir non tunai dengan menggunakan QRIS di kawasan Palm Spring Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Meski minat masyarakat dalam menggunakan metode pembayaran parkir nontunai melalui QRIS menurun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tetap berkomitmen memperluas titik layanan tersebut.

Kepala UPTD Pelayanan Parkir Dishub Batam, Jeskiel Alexander Banik, mengatakan saat ini sistem pembayaran QRIS sudah diterapkan di 100 titik lokasi parkir sejak September 2024 lalu. Rinciannya, 48 titik berada di wilayah Batamkota, 47 titik di Lubukbaja, dan 5 titik di Sekupang.

“Awal peluncuran antusiasme tinggi, bisa sampai 1.000 transaksi per bulan. Sekarang mulai menurun, pendapatan dari QRIS hanya sekitar 500 transaksi per bulan,” ujar Jeskiel saat ditemui, Rabu (31/7).

Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian pengguna aktif QRIS saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Pemerintah tetap melanjutkan skema pembayaran ini karena diyakini lebih transparan dan efisien.

“Rata-rata titik QRIS berada di depan kantor bank,” jelasnya

Menurut dia, juru parkir yang dibekali kode QR memakai seragam berbeda, yakni biru dan orange. Dimana mereka mengalungi barcode yang mana digunakan sebagai pembayaran.

“Jukir ini Outsour, digaji. Tahun depan kemungkinan ada penambahan 20 hingga 25 titik lagi, tinggal menunggu arahan pimpinan,” jelasnya.

Jeskiel juga mengingatkan masyarakat untuk selalu meminta karcis parkir kepada juru parkir. Jika tidak diberikan, pengguna berhak meminta. “Kalau tidak diberi juga, silakan laporkan,” tegasnya.

Terkait target retribusi parkir, Dishub Batam menargetkan pendapatan sebesar Rp18,5 miliar pada tahun 2025. Hingga Juni 2025, capaian retribusi sudah menembus angka Rp 6 miliar lebih.

“Tahun ini kami optimistis bisa tembus Rp12 hingga Rp13 miliar, bahkan tak menutup kemungkinan bisa sampai Rp15 miliar. Yang jelas lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Animo QRIS Turun, Dishub Batam Tetap Perluas Pembayaran Parkir Nontunai pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Pastikan Batam Bukan Pemasok Beras Oplosan

0
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni.

batampos – Pengungkapan adanya peredaran beras oplosan di wilayah Jawa hingga Pekanbaru membuat masyarakat Kepri khususnya Batam turut was-was. Apalagi ada informasi yang menyebutkan jika beras yang dioplos berasal dari Batam.

Diana, warga Batamcenter khawatir atas banyaknya pemberitaan terkait beredarnya beras oplosan disejumlah wilayah Indonesia. Dimana beras oplosan disinyalir dapat menyebabkan penyakit serius bagi yang mengkonsumsi.

“Di Batam seperti apa. Karena warga juga butuh kepastian informasi. Jangan sampai tenang-tenang saja, ternyata banyak yang dioplos,” tegasnya.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni menjelaskan Kota Batam bukanlah daerah penghasil, sehingga pasokan beras berasal dari luar. Untuk memastikan kualitas beras, timnya pun telah mengambil beberapa sampel beras di

Pasaran Batam. Untuk memastikan kualitas yang dijual bebas dari oplosan serta sesuai dengan spesifikasi, premium atau medium.

“Hasil resmi uji laboratorium memang belum keluar. Tapi secara kasat mata saja, kami melihat jelas perbedaan antara beras SPHP milik Bulog dengan jenis beras premium yang beredar di pasaran. Tidak ada indikasi pencampuran,” tegasnya, kemarin.

Ia juga menepis tudingan yang menyebut Batam sebagai daerah pemasok beras oplosan ke wilayah Kepri. Menurutnya, informasi itu tidak berdasar dan tidak ditemukan bukti di lapangan.

“Beras-beras yang disebut di media sosial itu juga tidak berasal dari Batam. Kami bisa lihat dari kemasan dan distribusinya,” ungkapnya.

Sampel beras yang diambil berasal dari merek-merek populer seperti Anak Ajaib (PT Rintis Sejahtera Makmur), Pohon Cemara (PT Karya Usaha Pangan), Minang Raya dan Jawa Raya Premium (PT Usaha Kiat Permata), serta beras SPHP dari Perum Bulog. Sampel tersebut telah dikirim ke PT Mutu Agung Lestari Tbk untuk diuji secara menyeluruh.

“Biasanya hasil uji keluar maksimal dua minggu. Tapi kalau bisa lebih cepat, tentu akan kami sampaikan ke publik, agar masyarakat bisa tenang,” tambahnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polda Kepri telah melakukan pengecekan ke pasar tradisional, swalayan, dan distributor beras di Batam. Tak hanya di Batam, pengecekan juga dilakukan di tujuh kabupaten/kota lainnya di wilayah hukum Polda Kepri.

“Langkah ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa beras yang dikonsumsi di Kepri aman, sehat, dan tidak dimanipulasi,” tegas Ruslaeni.

Selain sampel baru, Ditreskrimsus Polda Kepri juga sebelumnya telah menguji sejumlah merek lain seperti Harumas, Dunia Kijang Super, Wan Lixiang, Royal Banana, dan Uni Minang. Pemeriksaan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap pasokan pangan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Pastikan Batam Bukan Pemasok Beras Oplosan pertama kali tampil pada Metropolis.