batampos– Sebuah mobil Toyota Terios berwarna silver mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke semak-semak di kawasan Tiban Kampung, Sekupang, Batam, Jumat (13/6) pagi. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB, tepatnya di depan Kantor Lurah Tiban Lama, Sekupang.
Informasi dari warga menyebutkan, mobil tersebut datang dari arah Batam Center dan hendak menuju kawasan Tiban Kampung. Saat menuruni jalan yang menikung tajam tepat di depan kantor lurah, mobil tiba-tiba hilang kendali dan langsung meluncur ke sisi jalan hingga terguling.
“Informasinya, pengemudi mobil itu mau antar anaknya ke sekolah. Tapi pas sampai di turunan tajam depan kantor lurah, dia kaget, terus kayaknya malah nginjak gas, bukan rem,” ujar Rendi, seorang warga yang menjadi saksi mata.
Akibatnya, mobil melaju lurus tanpa bisa dikendalikan dan langsung menabrak semak-semak serta terguling di sisi kiri jalan. Bagian belakang kendaraan tampak mengalami kerusakan, namun tidak sampai menyebabkan kebakaran ataupun dampak yang lebih fatal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi dan penumpangnya dilaporkan dalam kondisi selamat.
Warga menyebut lokasi kejadian memang rawan kecelakaan, terutama bagi pengemudi yang tidak terbiasa melintasi jalur tersebut.
“Turunan depan kantor lurah ini memang tajam dan curam. Kalau orang baru atau nggak hati-hati, bisa bahaya. Beberapa kali sudah pernah kejadian juga di lokasi yang sama,” ujar Andi warga lainnya. (*)
Vishwash Kumar Ramesh, satu-satunya penumpang selamat pada tragedi kecelakaan pesawat Air India, Kamis (12/6) kemarin. (Hindustan Times)
batampos – Dunia penerbangan gempar ketika kabar jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, Kamis (12/6) kemarin, menyebar cepat.
Namun yang lebih mengejutkan lagi, sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pria berjalan tertatih-tatih menjauh dari reruntuhan pesawat, mengenakan kemeja berlumur darah.
Pria itu kemudian teridentifikasi sebagai Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India, yang menjadi satu-satunya penumpang selamat dari tragedi maut tersebut.
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner itu membawa 242 orang saat lepas landas menuju London. Namun hanya 30 detik setelah mengudara, pesawat itu mengalami kecelakaan fatal.
“Semuanya terjadi begitu cepat. Hanya sekitar 30 detik setelah take-off, terdengar suara keras, lalu kami jatuh,” ujar Ramesh dalam wawancara dari rumah sakit seperti dikutip Hindustan Times.
Ramesh diketahui duduk di kursi 11A, yang berada di baris pintu darurat tepat di depan sayap kiri pesawat, dan tentu saja, di sebelah jendela (window seat). Posisi duduk tersebut menurut para pakar penerbangan bukanlah yang paling aman dalam kecelakaan.
Saat itu, ia bepergian bersama saudara kandungnya yang duduk di baris berbeda. Hingga kini, ia belum mengetahui nasib saudaranya, apakah mati, atau tidak.
Maskapai Air India sendiri telah mengkonfirmasi bahwa 241 orang tewas dalam insiden ini, termasuk seluruh kru. Ramesh menjadi satu-satunya yang selamat, sebuah keajaiban yang sulit dijelaskan.
Keluarga Ramesh di Leicester, Inggris, mengungkapkan bahwa ia sempat menelepon dan memberi kabar bahwa dirinya selamat.
“Dia bilang ke kami bahwa dia baik-baik saja. Tapi kami sangat terpukul dengan kabar tentang saudaranya dan semua korban lainnya,” kata sepupunya, Ajay Valgi, kepada wartawan.
Dokter Rajnish Patel, kepala bedah di Rumah Sakit Sipil Ahmedabad, menyebut kondisi Ramesh stabil dan tidak mengalami cedera serius.
“Ada sedikit perdarahan internal, tapi tidak kritis. Ia nyaman dan dalam pengawasan ketat,” ujar Patel kepada CNN, seraya menyebut kemungkinan Ramesh bisa dipulangkan dalam beberapa hari ke depan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun kejadian ini telah mengguncang dunia penerbangan internasional dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. (*)
batampos-Polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Tanjungpinang berhasil membongkar kasus kriminal dan kejahatan internasional. Seorang yang diduga gangster menyamar sebagai turis menyelundupkan likuid ganja sintetis dan sabu-sabu masuk ke Tanjungpinang.
Di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang lengang pada Jumat 30 Mei 2025 lalu, seorang lelaki asing bertubuh pendek, berkepala plontos, bertato bak pemeran film gangster, tampak gelisah. Langkahnya cepat, mata tajam melihat keadaan sekitar.
Ia menenteng barang bawaan yang mencurigakan. Membawa tas berisi paspor dan kartu identitas serta ponsel. Tidak banyak yang tahu, di balik wajah yang cukup polos namun sangar itu, tersembunyi misi berbahaya. Lelaki asing itu tengah menyelundupkan narkoba jenis baru yang dibawanya dari Johor Malaysia.
Namun gerak gerik mencurigakan lelaki asing itu, tercium oleh polisi yang telah mendapatkan informasi adanya penyelundupan narkoba. Lelaki yang diduga gangster narkoba internasional bernama Voo Wei Chen asal Malaysia ini, akhirnya kena ciduk polisi.
Saat penggeledahan barang bawaannya, polisi menemukan barang mencurigakan yang terbungkus rapi di balik celananya. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata Voo Wei Chen membawa narkoba jenis baru yaitu 10 botol yang berisi likuid ganja sintetis beserta beberapa gram sabu-sabu.
Kepala Polresta Tanjungpinang Kombes Hamam Wahyudi, mengatakan Voo Wei Chen merupakan warga Johor Malaysia. Ia menyelundupkan narkoba ke Tanjungpinang melalui Batam.
Voo Wei Chen yang berusia 34 tahun ini diduga menyamar sebagai turis. Namun saat pemeriksaan, barang bawaannya bukan sekadar berisi pakaian. Polisi yang telah merasa curiga, menemukan narkoba yang terbungkus rapi di dalam barang bawaannya.
“Barang bukti sabu 2,6 gram dan 10 botol cairan likuid narkoba seberat total 177 gram yang dikemas dalam botol isi ulang vape,” ungkap Hamam di Kantor Polresta Tanjungpinang, Kamis (12/6).
Menurut Kapolresta, modus penyelundupan narkoba dalam bentuk cairan, sebenarnya bukan hal baru, namun pengemasannya kini makin canggih. Barang haram berupa cairan itu dikemas dalam botol.
Hamam menjelaskan, narkoba berbentuk cairan tersebut termasuk dalam narkoba golongan I. Mengandung senyawa kanabinoid sintetis yakni zat kimia yang meniru efek ganja. Likuid ini tergolong narkotika jenis baru di Indonesia.
“Harganya pun tergolong mahal, mencapai Rp3 juta per 10 mililiter. Digunakan dengan alat rokok elektrik atau vape,” jelasnya.
Kapolresta menambahkan Voo Wei Chen mengaku membawa barang haram itu masuk ke Tanjungpinang, setelah menerima pesanan dari seseorang di Tanjungpinang.
Yang mencengangkan, narkoba likuid ganja sintetis ini juga telah sempat beredar di Tanjungpinang. Namun ini kali pertama kurirnya berhasil ditangkap polisi.
“Jadi barang haram ini diduga diproduksi di luar negeri dan diselundupkan ke Indonesia melalui jaringan internasional,” terang Kapolresta.
Pengungkapan penyelundupan narkoba jenis baru ini, lebih dari sekadar penangkapan, kasus ini menjadi peringatan bahwa Tanjungpinang tak luput dari incaran gangster narkoba internasional.
Pengungkapan ini juga menggambarkan bagaimana gangster narkoba internasional terus memperbaharui modus operandi menyelundupkan narkoba.
Kendati demikian, perjuangan memberangus dan melawan narkoba bukan hanya soal penangkapan, namun tentang pencegahan dan penyadaran publik tentang bahaya narkoba.
“Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap siapa saja yang terlibat, termasuk pemesan narkoba likuid di Tanjungpinang,” tegas Hamam.
Upah 1.300 Ringgit dari Bandar Narkoba di Malaysia
Voo Wei Chen rela mempertaruhkan hidupnya demi uang 1.300 Ringgit. Ia nekat membawa narkoba dari kampung halamannya di Johor Malaysia ke Tanjungpinang. Ia nekat menerima pekerjaan itu dari seorang bandar narkoba di Johor.
“Saya dapat upah 1.300 Ringgit dari drug dealer (bandar narkoba) di Johor. Uang yang saya dapat dari pekerjaan saya tidak cukup,” ungkap Voo Wei Chen.
Saat ditanya terkait pekerjaan, Voo Wei Chen mengaku sebagai tukang cat di Malaysia dan mempunyai isteri dan satu anak. Namun ia enggan mengaku telah menjadi bagian dari gangster narkoba internasional.
Voo Wei Chen juga enggan menjawab dan kemudian menyangkal bahwa selama ini ia telah menjadi seorang gangster di Malaysia. Namun ia mengaku telah berkali-kali keluar masuk penjara (residivis) di Malaysia. Hal itu karena Voo Wei Chen sejak lama telah berkecimpung di dunia kriminal dan terlibat berbagai macam aksi kejahatan di Malaysia.
“Sudah beberapa kali masuk lokap (penjara). Macam-macam lah (aksi kriminal) yang saya lakukan,” kata Voo Wei Chen.
Kini, sel tahanan Polresta Tanjungpinang kembali menjadi tempat “istirahat” bagi Voo Wei Chen yang diduga sebagai anggota gangster narkoba di Malaysia ini. Ia dijerat Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana 20 tahun penjara atau pidana penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati, menanti Voo Wei Chen. (*)
batampos – Asosiasi Sepak Bola Oman mengunggah pernyataan di akun Instagram mereka dengan menyerukan agar FIFA dan AFC menjunjung tinggi sikap netral dan transparan saat menentukan tuan rumah untuk ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Asia, pada Jumat (13/6). Pernyataan itu juga mengingatkan bahwa semua federasi peserta berhak mendapatkan perlakuan yang setara dalam proses pemilihan ini.
Dalam suratnya, OmanFA menegaskan bahwa keputusan penunjukan tuan rumah harus dilakukan dengan prinsip keadilan, tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kekuatan finansial, reputasi, atau infrastruktur negara tertentu.
Mereka menyampaikan harapan agar FIFA dan AFC membuka seluruh mekanisme seleksi, mulai dari kriteria penilaian hingga hasil akhir, agar publik dan negara peserta dapat memahami dan mempercayainya.
“Federasi Sepak Bola Oman menekankan perlunya transparansi dan netralitas dalam proses pemilihan negata tuan rumah untuk pertandingan Asian League dan Kualifikasi Piala Dunia Ronde Keempat,” tulis OmanFA yang di unggah dalam Instagram (13/6).
Unggahan tersebut muncul setelah beberapa federasi lain, seperti Irak dan Uni Emirat Arab melayangkan tuntutan serupa atas penunjukan tuan rumah.
Dengan menyertakan suara Oman, seruan ini semakin mendapat kekuatan kolektif dari komunitas sepak bola Asia yang menuntut proses transparan untuk venue ronde keempat, di mana hasilnya dapat menentukan satu atau dua wakil Asia menuju Piala Dunia 2026. (*)
batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam tengah menelusuri status keimigrasian dua warga negara (WN) Vietnam, Thi Huynh Trang (24) dan Nguyen Thi Thu Thao (24), yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang Disc Jockey (DJ) di klub malam First Club Lubukbaja.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, mengungkapkan bahwa dari catatan pihaknya, kedua WN Vietnam tersebut masuk ke Batam menggunakan visa turis. Namun, dugaan keterlibatan mereka sebagai Ladies Companion (LC) di tempat hiburan malam tersebut memunculkan indikasi penyalahgunaan izin tinggal.
“Kalau dari catatan kami, dua WN Vietnam itu datang sebagai pengunjung dengan visa turis. Kami tengah mengumpulkan informasi dan bukti. Bila benar mereka bekerja sebagai LC, maka itu termasuk pelanggaran izin tinggal,” ujar Kharisma saat dikonfirmasi, Jumat (13/6).
Pihak Imigrasi masih menunggu hasil penyelidikan yang saat ini ditangani oleh Polsek Lubukbaja. Kedua WN Vietnam tersebut diketahui masih menjalani proses penahanan oleh kepolisian.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian. Informasi awal yang kami terima, mereka memang tercatat sebagai pengunjung, bukan pekerja resmi,” tambah Kharisma.
Sebagai langkah awal, pihak Imigrasi juga telah berkoordinasi dengan manajemen klub malam First Club. Dalam keterangan manajemen, dua perempuan Vietnam itu disebut sebagai pengunjung tetap di klub tersebut.
“Informasi yang kami terima juga menyebutkan bahwa kasus penganiayaan ini sedang diupayakan untuk diselesaikan secara Restorative Justice (RJ), namun kami tetap menunggu perkembangan lebih lanjut dari kepolisian,” ungkapnya.
Jika nantinya terbukti ada pelanggaran keimigrasian, pihak Imigrasi Batam tidak menutup kemungkinan akan mengambil tindakan administratif berupa deportasi maupun penangkalan terhadap yang bersangkutan.
Kasus ini menambah deretan dugaan penyalahgunaan visa turis oleh WNA di wilayah Batam, yang dikenal sebagai salah satu kota tujuan hiburan malam di perbatasan Indonesia. (*)
Terlihat seorang ibu-ibu sedang mengisi bahan bakar minyak (bbm) jenis pertalite ke dalam tangki sepeda motor. Pasokan bbm di Anambas kembali tersedia usai alami kelangkaan selama sepekan. f.ihsan
batampos– Pasokan bahan bakar minyak (bbm) jenis pertalite akhirnya mulai tersedia setelah langka selama sepekan di Kabupaten Anambas.
Berdasarkan pantauan, sejak pukul 12.00 WIB, masyarakat langsung menyerbu kios minyak Acai yang terletak di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tarempa, Kamis, (12/6).
Warga membeli bensin tidak hanya untuk kendaraan saja, melainkan ada juga yang membawa pulang yang dikemas dalam botol mineral ukuran 1,5 liter.
Slamet, warga Tarempa Barat, mengaku baru mengetahui pasokan minyak telah tersedia dari media sosial.
“Tadi liat di medsos, ada yang kabari kalau minyak sudah datang. Ya senang dengarnya karena selama seminggu ini ruang gerak terbatas akibat minyak tak ada,” ujar Slamet.
Warga mengeluhkan kondisi ini kerap terjadi disaat hari-hari besar keagamaan maupun musim libur. Menurutnya, pemerintah ataupun Pertamina harus bisa mengatasi masalah ini.
“Sejak Anambas berdiri ya seperti ini, tidak ada gebrakan apa-apa, hanya mengikuti alur saja. Kita sebagai warga berharap ada perubahan, minimal pasokan minyak cukup tak terjadi kelangkaan lagi,” jelas Slamet.
Sementara itu, pemilik kios, Acai mengarakan pasokan minyak yang tersedia saat ini berasal dari Air Sena, Kecamatan Palmatak.
“Dari Air Sena tadi diambil. Kita tidak tahu bertahan sampai berapa lama stok ini,” ujar Acai sambil melayani pembeli.
Sebagai pengecer, Acai menginginkan pasokan minyak kembali normal agar aktifitas warga tidak terganggu.
“Kasihan juga warga tak ada minyak kalau lagi langka. Ada sampai mohon-mohon biar dikasih minyak, tapi memang ga ada, di gudang kosong. Ya kami harap kondisi ini segera berakhir,” pungkas Acai. (*)
Lionel Messi dan sejumlah pemain bintang dunia lainnya. (givemesport)
batampos – Amerika Serikat bersiap jadi tuan rumah ajang sepak bola bergengsi, FIFA Club World Cup 2025 pada Sabtu (14/6). Mempertemukan 32 klub terbaik dunia dalam sebuah kompetisi super ketat. Gelaran ini akan berlangsung di 12 stadion, 11 kota yang berbeda, mulai dari Atlanta hingga Washington D.C.
Daftar pemain sudah diumumkan. Yang paling mencuri perhatian tentu saja para bintang besar sepak bola dunia. Terdapat 26 pemain yang telah memenangkan Piala Dunia FIFA ini yang ikut ambil bagian, termasuk Lionel Messi yang kini berseragam Inter Miami CF. Messi diprediksi akan membuka pertandingan melawan Al Ahly FC.
Argentina mengirim 13 pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar 2022. Sementara Prancis juga membawa sembilan pemain juara dunia 2018, termasuk Kylian Mbappe dan Hugo Lloris.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, kompetisi ini bukan hanya soal trofi, tapi juga ajang paling kompetitif dan inklusif dalam sejarah sepak bola global. Dengan peserta dari 81 negara, termasuk 22 negara yang belum pernah tampil di Piala Dunia, turnamen ini benar-benar pesta sepak bola yang dirindukan penggemar di seluruh dunia.
“Daftar peserta di Piala Dunia Antarklub FIFA saat ini berjumlah 32 tim yang merupakan cerminan dari turnamen yang paling kompetitif dan inklusif dari sepak bola global, selain itu dengan total peserta 81 dari berbagai negara tersebut adalah cerminan dari impian setiap penggemar serta pesta sepak bola dalam sebulan,” tegas Gianni Infantino, Kamis (12/6).
Klub-klub seperti Atletico Madrid dan River Plate membawa koleksi juara dunia terbanyak, sementara Bayern München dan tim raksasa Eropa lain juga siap unjuk gigi dalam kompetisi kali ini. Keseruan makin terasa karena sembilan dari 11 kota penyelenggara akan menampilkan pertandingan grup yang menghadirkan para juara dunia, sehingga penggemar sepak bola di seluruh AS punya kesempatan langka menyaksikan langsung bintang besar di lapangan.
Selain aksi di lapangan, transfer pemain juga berjalan aktif. Sebanyak 58 pemain baru didaftarkan dengan nilai total mencapai USD 480 juta, menunjukkan ambisi klub untuk tampil maksimal di panggung dunia. Bahkan, klub bisa melakukan penyesuaian skuad selama kompetisi berlangsung agar pemain terbaik selalu bisa tampil dengan maksimal.
Untuk penggemar sepak bola global, kabar baiknya adalah semua pertandingan akan disiarkan gratis lewat platform DAZN, menjadikan FIFA Club World Cup 2025 seolah menjadi milik semua penggemar sepak bola dunia. Piala Dunia Antar Klub ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga perayaan sepak bola sejati yang menghubungkan benua dan budaya, membuka babak baru sejarah sepak bola global.
Daftar 26 pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia Antar Klub:
Marcos Acuña asal klub CA River Plate, 2022.
Julián Álvarez asal klub Atlético Madrid, 2022.
Franco Armani asal klub CA River Plate, 2022.
Sergio Busquets asal klub Inter Miami, 2010.
Ángel Correa asal klub Atlético Madrid, 2022.
Ousmane Dembélé asal klub Paris Saint-Germain, 2018.
Rodrigo De Paul asal klub Atlético Madrid, 2022.
Ángel Di María asal klub SL Benfica, 2022.
Enzo Fernández asal klub Chelsea, 2022.
Olivier Giroud asal klub Los Angeles, 2018.
Antoine Griezmann asal klub Atlético Madrid, 2018.
Lucas Hernández asal klub Paris Saint-Germain, 2018.
Presnel Kimpembe asal klub Paris Saint-Germain, 2018.
batampos – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak akan melakukan perombakan atau reshuffle terhadap jajaran Kabinet Merah Putih, dalam waktu dekat. Prabowo mengklaim, seluruh menteri dan wakil menteri maupun kepala lembaga telah bekerja dengan baik.
“Saya tidak ada rencana mau reshuffle ya kan. Sementara saya menilai tim saya bekerja dengan baik dan kita buktikan, minggu demi minggu, demi minggu, demi minggu, hasil capaian yang kita lakukan,” kata Prabowo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).
Prabowo menegaskan, pernyataan itu disampaikan agar tidak ada spekulasi terkait isu reshuffle kabinet yang terus diperbincangkan di tengah masyarakat.
“Ya, kalau menurut saya begini, untuk supaya tidak ada spekulasi dalam arti saya sekarang sampai saat ini,” tegasnya.
Prabowo tak memungkiri, belakangan ini terdapat menteri yang menuai kritik. Namun, dirinya tidak mempermasalahkan. Sebab, Indonesia merupakan negara demokrasi, setiap orang bebas untuk mengutarakan pendapat.
“Terus terang saja bahwa di sana-sini, ada kritik itu baik dan itu biasa. Dalam pemerintahan, dalam demokrasi, kritik biasa, dan kita tidak bisa memuaskan semua orang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengutarakan bahwa dirinya sampai saat ini masih merasa puas dengan kinerja para menteri. Prabowo mengklaim sudah mempunyai tim yang baik dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Tapi saya sebagai pengguna, sebagai users, saya merasa menteri-menteri saya bekerja dengan baik. Kadang-kadang ada salah bicara, itu biasa. Tapi mereka kerja keras, niat mereka baik, kita sudah kompak, kita sudah punya tim yang baik,” pungkasnya. (*)
batampos– Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menelusuri status keimigrasian dua warga negara (WN) Vietnam, Thi Huynh Trang (24) dan Nguyen Thi Thu Thao (24), yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang Disc Jockey (DJ) di klub malam First Club Lubukbaja, Kota Batam.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, mengungkapkan bahwa dari catatan pihaknya, kedua WN Vietnam tersebut masuk ke Batam menggunakan visa turis.
Namun, dugaan keterlibatan mereka sebagai Ladies Companion (LC) di tempat hiburan malam tersebut memunculkan indikasi penyalahgunaan izin tinggal.
“Kalau dari catatan kami, dua WN Vietnam itu datang sebagai pengunjung dengan visa turis. Kami tengah mengumpulkan informasi dan bukti. Bila benar mereka bekerja sebagai LC, maka itu termasuk pelanggaran izin tinggal,” ujar Kharisma saat dikonfirmasi, Jumat (13/6).
Pihak Imigrasi masih menunggu hasil penyelidikan yang saat ini ditangani oleh Polsek Lubukbaja. Kedua WN Vietnam tersebut diketahui masih menjalani proses penahanan oleh kepolisian.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.
Informasi awal yang kami terima, mereka memang tercatat sebagai pengunjung, bukan pekerja resmi,” tambah Kharisma.
Sebagai langkah awal, pihak Imigrasi juga telah berkoordinasi dengan manajemen klub malam First Club.
Dalam keterangan manajemen, dua perempuan Vietnam itu disebut sebagai pengunjung tetap di klub tersebut.
“Informasi yang kami terima juga menyebutkan bahwa kasus penganiayaan ini sedang diupayakan untuk diselesaikan secara Restorative Justice (RJ), namun kami tetap menunggu perkembangan lebih lanjut dari kepolisian,” ungkapnya.
Jika nantinya terbukti ada pelanggaran keimigrasian, pihak Imigrasi Batam tidak menutup kemungkinan akan mengambil tindakan administratif berupa deportasi maupun penangkalan terhadap yang bersangkutan.
Kasus ini menambah deretan dugaan penyalahgunaan visa turis oleh WNA di wilayah Batam, yang dikenal sebagai salah satu kota tujuan hiburan malam di perbatasan Indonesia. (*)
Pengerjaan drainase dan jalan menuju kantor kecamatan Sagulung. F.Eusebius Sara
batampos – Proyek normalisasi drainase dan pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung serta kawasan Puteri Hijau menunjukkan progres signifikan. Pekerjaan yang digarap Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air itu kini telah memasuki tahap penimbunan dan pengerasan jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemko Batam dalam mengatasi dua persoalan utama warga Sagulung, yakni banjir dan kemacetan lalu lintas. Kawasan tersebut selama ini dikenal rawan tergenang saat hujan dan padat kendaraan pada jam sibuk.
Selama sebulan terakhir, pengerjaan dimulai dari pelebaran saluran drainase, pemasangan semenisasi, hingga penimbunan dan perataan badan jalan yang dilebarkan. Dinas terkait terus menggenjot progres agar proyek selesai tepat waktu.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menyebut proyek ini tak hanya fokus pada perbaikan saluran air, tetapi juga memperbaiki struktur jalan yang selama ini rusak. Menurutnya, keluhan warga soal kondisi jalan sudah lama menjadi perhatian.
“Ini realisasi dari aspirasi masyarakat. Kami harap warga ikut menjaga hasil pembangunan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Hafiz. Ia menambahkan, partisipasi masyarakat penting agar saluran yang telah diperbaiki tidak kembali tersumbat.
Warga menyambut baik percepatan pengerjaan ini. Amran, salah satu warga, mengaku senang karena aktivitasnya kerap terganggu oleh genangan air dan jalan rusak. “Semoga cepat selesai, supaya kami bisa beraktivitas lebih lancar,” katanya.
Suharti, warga lainnya, juga berharap perbaikan ini bisa mengurangi genangan yang selama ini menyulitkan warga. “Kalau hujan, air bisa sampai tinggi. Ini proyek yang memang sudah lama ditunggu,” ucapnya.
Pemko Batam menargetkan proyek rampung dalam beberapa minggu ke depan, bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran pengerjaan. Evaluasi rutin dilakukan agar mutu pekerjaan tetap terjaga, dan manfaat infrastruktur dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh warga Sagulung. (*)