Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1632

Nelayan Munjan Protes Bubu Paluh di Zona Inti Anambas

0
Nelayan Anambas
Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Perikanan dan Kelautan Kabupaten Anambas, Amriansyah Amir bersama nelayan Desa Munjan dialog bersama perihal penggunaan Bubu Puluh di Zona Inti. F. Amriansyah untuk Batam Pos.

batampos – Nelayan tradisional di Desa Munjan, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan pemasangan alat tangkap jenis bubu paluh yang dilakukan di wilayah zona inti perairan laut, mulai dari Karang Buluh hingga Karang Nuse.

Aktivitas ini dinilai mengganggu metode penangkapan ikan tradisional seperti pancing ulur yang selama ini digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Munjan, Pudin, menyampaikan bahwa keluhan nelayan tidak hanya soal bubu paluh. Mereka juga menyoroti pemasangan bubu karang dan praktik pengambilan batu karang yang dianggap merusak ekosistem laut.

“Selain bubu paluh, masyarakat juga menyoroti aktivitas pemasangan bubu karang serta pengambilan batu karang yang dinilai merusak lingkungan laut,” kata Pudin, Rabu (30/7).

Pudin menegaskan bahwa larangan dan pengaturan aktivitas penangkapan ikan di zona inti berlaku bagi semua pihak, termasuk warga lokal Desa Munjan.

Nelayan tradisional menyampaikan kekhawatiran mereka lantaran keberadaan bubu tersebut mengganggu jalur tangkap pancing ulur yang bersifat selektif dan ramah lingkungan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Munjan, Sidik, menuturkan bahwa pihaknya tidak melarang penggunaan bubu paluh secara total, namun menekankan pentingnya pengaturan zona tangkap agar tidak memicu konflik di lapangan.

“Kita tidak melarang, tapi ingin mengatur agar tidak mengganggu nelayan pancing ulur. Ini demi menghindari benturan. Kami juga memastikan masyarakat Desa Munjan tidak lagi mengambil batu karang,” jelas Sidik.

Sidik juga mendukung adanya dialog terbuka antara nelayan dan Cabang Dinas (Kacabdis) Perikanan dan Kelautan Kabupaten Anambas untuk mencari solusi bersama.

Sementara itu, Kepala Kacabdis Perikanan dan Kelautan Anambas, Amriansyah Amir, mengimbau seluruh nelayan kecil agar melengkapi dokumen perizinan seperti pas kecil dan e-BKP.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023, yang mengatur penempatan alat tangkap di Zona Penangkapan Ikan Terukur (ZPIT) serta wilayah pengelolaan perikanan nasional.

“Kawasan berkarang merupakan wilayah prioritas bagi nelayan pancing ulur karena sifatnya yang selektif, ramah lingkungan, dan minim dampak negatif terhadap ekosistem laut,” ujarnya.

Amriansyah juga menekankan pentingnya menjaga kawasan konservasi laut, terutama di zona inti, serta menghindari praktik yang merusak seperti mengambil batu karang atau menggunakan alat tangkap destruktif seperti bom dan putas.

Menghadapi konflik horizontal yang masih terjadi antar nelayan, ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan musyawarah dan toleransi, terutama terhadap kelompok nelayan pancing ulur yang telah lama menggantungkan hidup pada laut.

“Kolaborasi dan komitmen antara kepala desa, kelompok nelayan, serta instansi teknis sangat diperlukan agar kegiatan perikanan tangkap di Anambas berjalan secara lestari dan berkelanjutan,” ujar Amriansyah. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Nelayan Munjan Protes Bubu Paluh di Zona Inti Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Minat Baca Rendah, Indonesia di Posisi Bawah dalam Survei Literasi Dunia

0
Ilustrasi literasi
Ilustrasi. F. Radar Bojonegoro

batampos – Membaca menjadi salah satu aktivitas positif untuk memperluas wawasan. Buku yang dibaca pun beragam, mulai dari fiksi hingga nonfiksi. Meski tingkat melek huruf di Indonesia tergolong tinggi, minat baca masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Indonesia dikenal sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk besar, namun minat baca masyarakatnya masih sangat rendah.

Berdasarkan data UNESCO yang dikutip dari situs The Global Economy, Rabu (30/7), tingkat literasi orang dewasa (usia 15 tahun ke atas) di Indonesia telah mencapai 96 persen per tahun 2020. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata global yang berada di 86,5 persen.

Namun dari sisi minat baca, hasilnya berbanding terbalik. Survei PISA 2018 oleh CECD menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 79 negara dalam hal kemampuan membaca siswa.

Bahkan, studi dari Central Connecticut State University pada 2016 menempatkan Indonesia di posisi ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca.

“Minat baca masyarakat hanya 0,001. Artinya, hanya satu dari seribu orang yang benar-benar gemar membaca,” tulis laporan tersebut.

Data terbaru dari Comparedoo tahun 2024–2025 juga mencatat bahwa Indonesia berada di posisi ke-99 dari sekitar 200 negara, dengan tingkat literasi 96 persen.

Ini menandakan bahwa tingginya angka melek huruf belum berbanding lurus dengan kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh.

Pakar pendidikan menilai bahwa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia disebabkan oleh minimnya akses bahan bacaan, kurangnya budaya membaca di lingkungan rumah, dan ketergantungan pada konten digital yang bersifat visual dan cepat saji.

Upaya meningkatkan literasi perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pengadaan lebih banyak ruang baca publik, gerakan literasi di sekolah, serta kebiasaan membaca di rumah perlu digencarkan agar budaya literasi benar-benar tumbuh di era digital saat ini. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Minat Baca Rendah, Indonesia di Posisi Bawah dalam Survei Literasi Dunia pertama kali tampil pada News.

Limbah Berbahaya Berada Dekat Pemukiman, Warga Batuaji Resah

0
Kumpulan limbah yang berada dekat pemukiman warga di daerah Batuaji. f.eusebius

batampos— Warga di sekitar Perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Batam, dibuat resah oleh tumpukan limbah berbahaya yang ditemukan di lahan kosong dekat pemukiman mereka. Limbah berupa plastik, kain bekas yang berlumuran minyak menyerupai sludge oil ini sudah menimbulkan bau menyengat selama empat hari terakhir.

Lokasi pembuangan limbah berada sangat dekat dengan permukiman, bahkan hanya beberapa meter dari Perumahan Kodim dan perumahan di seberangnya. Yang lebih mengkhawatirkan, tak jauh dari titik pembuangan itu juga berdiri SMAN 27 Batam, yang tentu berisiko terdampak secara langsung.

“Bau menyengat sekali. Anak-anak sekolah dan kami warga sangat terganggu. Sudah empat hari limbah itu menumpuk di sana,” ujar Irma, seorang warga sekitar. Ia mengaku pertama kali mencium aroma tak sedap sejak awal pekan ini dan langsung melaporkannya ke pihak kecamatan.

Merespons keluhan warga, pihak Kecamatan Batuaji segera turun tangan. Tim dari kecamatan bersama unsur terkait langsung mengecek lokasi dan memastikan pembersihan dilakukan. Menurut warga, sempat ada upaya membakar sebagian limbah, namun dihentikan karena asap pekat dan bau menyengat yang memicu protes masyarakat.

BACA JUGA: Kebakaran Gudang Limbah B3 PT Desa Air Cargo: Misteri Penanganan dan Minimnya Transparansi

“Tadi sempat dibakar, tapi baunya makin parah. Kami langsung komplain, untung cepat dihentikan,” ungkap Rudi, warga lainnya. Ia berharap pihak yang bertanggung jawab atas penumpukan limbah ini diproses secara hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Setelah mendapat tekanan warga, pihak yang disebut membawa limbah tersebut akhirnya kembali dan mengangkut sebagian besar tumpukan yang ada. Namun warga tetap mendesak adanya penyelidikan lebih lanjut.

Sekretaris Kecamatan Batuaji, Anwaruddin, mengonfirmasi pihaknya sudah menginstruksikan pembersihan lokasi. Ia menyebut masalah ini sedang ditangani langsung oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasitrantib) kecamatan. “Sudah kita minta bersihkan. Selanjutnya ditangani kasitrantib kami,” ujarnya.

Meskipun pembersihan sudah dilakukan, warga meminta kepastian dan ketegasan dari aparat terhadap pelaku. Rudi menyebut bahwa membuang limbah berbahaya di dekat permukiman bukanlah pelanggaran ringan, apalagi jika limbah tersebut mengandung zat beracun.

Hingga kini belum diketahui asal-usul pasti limbah tersebut dan dari mana pelaku membawanya. Warga mendesak agar instansi lingkungan hidup dan aparat hukum turut turun tangan dalam penyelidikan. “Jangan sampai kejadian ini terulang. Ini bukan cuma soal bau, tapi ancaman kesehatan,” tutup Irma.

Kejadian ini menambah deretan persoalan lingkungan di kawasan permukiman padat Kota Batam. Penanganan tegas dan cepat sangat dibutuhkan agar masyarakat merasa aman dan lingkungan tetap bersih. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Limbah Berbahaya Berada Dekat Pemukiman, Warga Batuaji Resah pertama kali tampil pada Metropolis.

UT Berdampak : Kita Sehat Mereka Selamat

0

batampos-Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang tak hanya unggul dalam pendidikan jarak jauh, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat dengan menggelar kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Batam pada Rabu 30/07/2025. Kegiatan berlangsung di Kantor UT Batam (Jln. Dr. Sutomo No. 3, Sungai Harapan, Sekupang, Kota Batam).

Petugas dari PMI dan panitia UT Batam membuka layanan donor darah mulai pukul 07.30 sampai dengan 11.30 WIB. Peserta yang mengikuti aksi sosial donor darah berasal dari berbagai wilayah Kota Batam. Terlihat banyak yang berpartisipasi sebagai pendonor baik mahasiswa, tenaga pendidik dan kependidikan UT Batam serta Masyarakat umum.

BACA JUGA: Seminar Akademik Universitas Terbuka Batam Diikuti Oleh 700 Lulusan UT

Acara ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan UT Batam untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang Kesehatan serta mendorong mahasiswa untuk lebih peduli terhadap sesama.

Direktur UT Batam Bapak Angga Sucitra Hendrayana, S.E.,M.Si menyambut baik antusiasme para peserta yang ikut berpartisipasi. Beliau mengapresiasi para pendonor dan petugas.

Menurutnya, ini merupakan upaya tepat untuk mengantisipasi jika ada kebutuhan urgen, seperti terjadi kecelakaan, bencana alam dan lainnya.

“Darah yang didonorkan akan sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami kondisi seperti kecelakaan, transplantasi organ, kanker, anemia, thalasemia, hingga kanker darah,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa donor darah secara rutin terbukti memberikan manfaat dan menyehatkan tubuh pendonor.

Kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses tanpa kendala karena adanya dukungan dari Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT). Bapak Dr. Mindarto Totok Oktaruna, S.E., MM., Ak, CA., CRMP, QRMP, FRMP, ASEAN CPA sebagai Ketua IKA UT Batam berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk memenuhi darah di Kota Batam. (*)

 

 

 

Artikel UT Berdampak : Kita Sehat Mereka Selamat pertama kali tampil pada Metropolis.

Papan Reklame Rusak di Tanjungpinang Bikin Warga Waswas, Ini Penampakannya

0
Reklame rusak Tanjungpinang
Kondisi papan reklame yang rusak di persimpangan Jalan Soekarno Hatta, Tanjungpinang pada Rabu (30/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sejumlah papan reklame rusak yang tersebar di berbagai ruas jalan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Kondisi reklame yang dibiarkan compang-camping itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat cuaca ekstrem.

Pantauan Batam Pos pada Rabu (30/7), papan reklame di Simpang Jalan Soekarno Hatta dan di depan MAN Tanjungpinang, dekat traffic light Jalan Raja Ali Haji, terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian material reklame tampak berkarat, sobek, bahkan menggantung tak beraturan.

“Saya pernah lihat salah satu sengnya jatuh ke jalan pas angin kencang,” ujar Arman, warga sekitar Jalan Soekarno Hatta. Ia mengaku khawatir reklame yang dibiarkan tak terawat itu sewaktu-waktu bisa roboh dan mencelakai pengendara.

Menurut Arman, papan reklame tersebut umumnya hanya dipakai saat musim pemilihan kepala daerah. Setelahnya, dibiarkan kosong tanpa perawatan hingga lapuk dimakan usia. “Sudah berkarat juga papan reklamenya. Kalau lepas terus kena orang lewat, bahaya banget,” ucapnya.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Bidang Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Kota Tanjungpinang, Irwan Yacub menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), guna menindaklanjuti temuan papan reklame rusak tersebut.

“Kalau memang sudah tidak layak dan membahayakan, kami akan telusuri siapa pemiliknya. Kami imbau untuk segera dilakukan perbaikan,” kata Irwan.

Jika diperlukan tindakan teknis lebih lanjut, kata Irwan, pihaknya akan meminta Dinas PU melakukan kajian dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Papan Reklame Rusak di Tanjungpinang Bikin Warga Waswas, Ini Penampakannya pertama kali tampil pada Kepri.

Melihat Progres Proyek Perbaikan Gorong-Gorong Jalan Tanjungpinang – Tanjunguban

0
Proyek gorong-gorong
Beberapa orang pekerja memasang batu di proyek gorong-gorong di jalan Tanjungpinang – Tanjunguban, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Bintan, Selasa (29/7) petang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Proyek perbaikan gorong-gorong di Jalan Tanjungpinang – Tanjunguban, tepatnya di Kampung Lome, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, masih terus berlangsung. Pekerjaan ini dilakukan untuk menggantikan gorong-gorong lama yang amblas beberapa waktu lalu.

Pantauan di lapangan pada Selasa (29/7) petang menunjukkan beberapa pekerja sibuk memasang batu di dekat box culvert yang sudah terpasang di salah satu sisi jalan arah Tanjunguban menuju Tanjungpinang. Sementara itu, sejumlah box culvert lainnya terlihat masih tertumpuk di pinggir jalan menunggu pemasangan.

Meski ada pekerjaan konstruksi, lalu lintas kendaraan di lokasi masih terpantau lancar karena satu jalur jalan tetap bisa digunakan.

Seorang pekerja di lokasi mengatakan, proyek ini sudah berjalan selama sekitar dua pekan. “Kurang lebih dua minggu kerja,” ujarnya. Ia menambahkan, satu unit box culvert telah terpasang, dan proses pemasangan unit berikutnya segera menyusul.

Kepala Seksi Reservasi Jalan Dinas PUPRP Provinsi Kepri, Suji, menjelaskan bahwa proyek pemasangan box culvert dilakukan di dua titik, yakni di Kilometer 34 dan Kilometer 38 jalan Tanjungpinang – Tanjunguban. Hingga kini, progres pekerjaan di kedua lokasi tersebut telah mencapai sekitar 50 persen.

“Satu box culvert sudah terpasang di masing-masing titik. Tapi untuk progres keseluruhan proyek, masih perlu dihitung lebih lanjut karena masa kontraknya sekitar enam bulan,” kata Suji, Rabu (30/7).

Selain di Toapaya, Dinas PUPRP Kepri juga menjadwalkan pemasangan box culvert di Jalan Nusantara arah Kijang, tepatnya di Simpang Korindo. “Rencananya pekerjaan akan dimulai besok,” ujarnya.

Sementara itu, proyek pemasangan box culvert di Simpang Gesek, Tirta Madu, masih berada pada tahap pembuatan box culvert. “Box culvert di Tirta Madu ukurannya lebih besar,” tutup Suji. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

 

Artikel Melihat Progres Proyek Perbaikan Gorong-Gorong Jalan Tanjungpinang – Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Nama Firmansyah Mencuat Gantikan Jefridin

0
Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra usai melantik 7 pejabat Pemko Batam. (Arjuna)
batampos – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam resmi kosong setelah Jefridin Hamid dilantik menjadi Staf Ahli Wali Kota Batam. Kekosongan itu memicu spekulasi sejumlah nama yang bakal ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) ataupun pejabat definitif, termasuk di antaranya Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Batam, Firmansyah.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan penunjukan Plt Sekda tidak akan dibiarkan berlarut. Usai melantik tujuh pejabat eselon II Pemko Batam pada Rabu (29/7), ia menyatakan keesokan harinya kursi Plt Sekda sudah harus terisi.
“Posisi Sekda juga tidak boleh kosong. Besok sudah harus ada penunjukan Plt-nya,” kata dia.
Penunjukan Plt Sekda dilakukan sambil menyiapkan proses lelang jabatan atau open bidding. Mekanisme lelang jabatan hanya bisa dilakukan apabila posisi tersebut benar-benar kosong, bukan sedang diisi oleh pejabat definitif.
“Jabatan yang akan dilakukan open bidding itu enggak boleh ada pejabatnya, harus kosong dulu,” ujar Amsakar.
Dalam hal ini, jabatan Sekda memenuhi syarat untuk dilelang secara terbuka bersama beberapa posisi lainnya.
Selain Sekda, beberapa jabatan eselon II lainnya juga sedang kosong, seperti Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Amsakar memastikan open bidding akan dilakukan serentak untuk seluruh posisi tersebut dalam waktu dekat.
“Open bidding akan kita lakukan dalam waktu dekat. Kan, sama dengan Dinsos yang sekarang kosong juga, Disdukcapil juga kosong, Disnaker juga kosong. Nanti kita akan buat satu kesatuan waktu,” katanya.
Saat ditanya siapa yang akan mengisi posisi Plt Sekda, ia memilih merahasiakan. “Plt Sekda itu tinggal tunggu waktu. Kan, besok sudah ada. Tak sabar lagi nampaknya,” lanjutnya.
Sementara itu, dia juga menyinggung soal pelantikan pejabat eselon III. Ia menyebut beberapa nama sudah dimasukkan ke dalam sistem aplikasi seleksi, tetapi prosesnya belum tuntas. Setelah seluruh proses administrasi rampung, pelantikan akan segera dilakukan. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Nama Firmansyah Mencuat Gantikan Jefridin pertama kali tampil pada Metropolis.

Dukung Pendidikan Vokasi, Capella Honda Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Guru SMK Se-Kepri

0

batampos– Komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) wilayah Kepulauan Riau dalam mendukung kemajuan pendidikan vokasi kembali diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Silver Modul Lanjutan Guru. Program ini diikuti oleh 14 guru aktif dari SMK mitra binaan dan dilaksanakan selama enam hari, terdiri dari empat hari pelatihan dan dua hari sesi sertifikasi.

Materi pelatihan disusun secara komprehensif dan mencakup berbagai aspek teknis, antara lain General, Engine, Fuel System, Electrical, Chassis, Perawatan Berkala, serta Troubleshooting. Kurikulum yang digunakan mengacu pada Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (KTBSM) Astra Honda, sehingga memastikan materi selaras dengan teknologi kendaraan roda dua terkini.

Program ini dirancang untuk mendukung para guru dalam meningkatkan kompetensi agar dapat mengajar secara lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri otomotif saat ini. Dengan begitu, para lulusan SMK diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja secara langsung.

BACA JUGA: Totally Unique, Totally Kamu! Miliki Segera Honda Scoopy Bikin Kamu Makin Tampil Beda

“Kami memahami tantangan yang dihadapi para guru dalam mengikuti perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi nyata dan terapan yang bisa langsung digunakan dalam proses belajar-mengajar. Karena kami yakin, pendidikan yang kuat dimulai dari tenaga pengajar yang terampil dan siap. Semangat Sinergi Bagi Negeri menjadi fondasi utama dalam setiap langkah kami bersama dunia pendidikan,” ujar Johandi, Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara.

Antusiasme para peserta pun terasa selama pelatihan berlangsung. Metode pengajaran yang praktis dan terstruktur menjadi nilai tambah bagi peserta untuk lebih mendalami materi.

“Saya melihat pelatihan ini sebagai bentuk peningkatan keterampilan (Upskilling) yang sangat bermanfaat untuk kami para guru agar terus mengikuti perkembangan teknologi sepeda motor Honda. Saya sangat berharap pelatihan seperti ini terus diadakan, dan saya berterima kasih kepada PT Astra Honda Motor dan PT Capella Dinamik Nusantara atas kesempatan yang diberikan”, ungkap Akhirman, Guru SMKN 1 Tanjung Pinang.

Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan dalam membangun ekosistem vokasi yang lebih adaptif, kompetitif, dan terstandar industri. PT Capella Dinamik Nusantara terus memperkuat kontribusinya dalam mencetak tenaga pendidik unggul demi menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan berdaya saing tinggi di dunia otomotif. (*)

Artikel Dukung Pendidikan Vokasi, Capella Honda Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Guru SMK Se-Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasangan Suami Istri Tipu Janda Rp 2,4 Miliar Lewat Modus Asmara dan Investasi Fiktif

0
Sepasang suami istri, Nike Asmayoni dan Ade Wahyudi terdakwa penipuan menjalani sidang terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (29/7).

batampos – Sepasang suami istri, Nike Asmayoni dan Ade Wahyudi, didakwa melakukan penipuan berlapis terhadap seorang janda bernama Mairita Netty dengan modus asmara palsu dan investasi fiktif. Perkara ini terungkap dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (29/7).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi kunci, yakni Asmayogi, anak korban, dan Mira Hayati, teman dekat terdakwa. Kedua saksi mengungkapkan detail praktik penipuan yang dilakukan pasangan terdakwa secara sistematis dan manipulatif.

Asmayogi menjelaskan bahwa ibunya terjebak dalam hubungan asmara maya dengan seseorang yang mengaku bernama Saiful Anwar, duda kaya asal Pekanbaru yang memiliki kebun sawit dan toko elektronik. Identitas itu belakangan diketahui hanyalah samaran Nike, terdakwa utama dalam kasus ini.

“Nama yang digunakan adalah Saiful Anwar. Ibu saya percaya karena dirayu terus lewat WhatsApp. Tapi setiap ditelepon, terdakwa tak pernah mau angkat, alasannya tak bisa sebut huruf R,” ujar Asmayogi dalam sidang.

Setelah merayu korban selama beberapa waktu, terdakwa lalu mengembangkan modus dengan menawarkan kerja sama bisnis pengadaan beras dari Pekanbaru ke Batam.

Korban yang telah terbuai asmara fiktif itu kemudian mentransfer uang secara bertahap, dengan total kerugian diduga mencapai Rp 2,4 miliar.

Namun, perkara yang kini disidangkan baru mencakup kerugian awal sebesar Rp 53 juta, sementara sisanya masih dalam penyelidikan oleh Polsek Sagulung. Penuntasan perkara secara terpisah ini pun menjadi sorotan dalam sidang.

“Kami sudah minta agar semua perkara dijadikan satu, tapi penyidik menyatakan masih butuh waktu untuk mengumpulkan alat bukti,” kata Asmayogi menjawab pertanyaan majelis hakim.

Saksi kedua, Mira Hayati, juga menjadi korban penipuan Nike. Ia merugi sebesar Rp 75 juta karena tergiur iming-iming keuntungan dari bisnis beras yang ternyata tidak pernah ada.

“Nike bilang nenek (korban) lagi pacaran sama duda kaya dan mau ke Pekanbaru. Dia minta dibelikan tiket. Dari sana saya mulai curiga,” tutur Mira di hadapan hakim.

Korban tercatat telah melakukan 13 kali transfer dana hanya dalam waktu kurang dari seminggu, yakni dari 25 hingga 30 Januari 2025. Rekening tujuan pun terus berganti, di antaranya atas nama Hendra Cipta, Mira Tania, Syafriadi Saputra, hingga Aldani Depama. Dana diklaim untuk berbagai keperluan seperti biaya berobat, pengurusan kebun sawit, hingga tiket perjalanan.

Namun hasil penyelidikan menunjukkan bahwa semua dana justru masuk ke rekening suami terdakwa, Ade Wahyudi. Dalam pengakuannya di pengadilan, terdakwa Nike bahkan menyebut uang tersebut dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Saya pakai semua uang itu untuk hura-hura saja,” ucap Nike dengan nada berbelit dalam ruang sidang.

Atas perbuatannya, jaksa menjerat kedua terdakwa dengan pasal berlapis Pasal 378 jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang *penipuan berlanjut serta Pasal 372 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penggelapan berlanjut.

Majelis hakim masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap bukti dan saksi tambahan dalam persidangan lanjutan. Sementara itu, Polsek Sagulung juga tengah mendalami dugaan penipuan lain terhadap korban yang sama, dengan kerugian tambahan senilai Rp 2,4 miliar yang berasal dari investasi fiktif beras yang belum tersentuh dalam dakwaan saat ini.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap jebakan asmara digital yang berujung pada kerugian finansial. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Pasangan Suami Istri Tipu Janda Rp 2,4 Miliar Lewat Modus Asmara dan Investasi Fiktif pertama kali tampil pada Metropolis.

Sabu Chinese Pin Wei Hanyut Ditemukan Lagi di Anambas, Empat Orang Diciduk

0
Sabu Anambas
Salah satu sabu kualitas super Chinese Pin Wei yang ditemukan masyarakat Anambas. Sudah dua kejadian, sabu ini ditemukan akhirnya dijual oleh pengedar. F. Dokumentasi Polres Anambas untuk Batam Pos.

batampos – Fenomena sabu dalam kemasan teh China bertuliskan Chinese Pin Wei dan berkode A-168 kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Barang haram ini kerap ditemukan hanyut di perairan dan dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk diperjualbelikan secara ilegal.

Sabu jenis ini dikenal sebagai sabu berkualitas super. Pada awal tahun 2025, lima kilogram sabu dalam kemasan teh hijau ditemukan masyarakat di empat lokasi berbeda di wilayah pesisir Anambas.

Dari jumlah itu, empat kilogram dilaporkan ke polisi, sementara satu kilogram lainnya disimpan oleh HE, warga Batu Belah, untuk diedarkan. Polisi kemudian membongkar jaringan tersebut dan menahan HE beserta komplotannya pada Februari 2025.

Kasus serupa kembali terjadi. Pada Kamis, 24 Juli 2025, polisi menangkap empat orang yang diduga bagian dari jaringan pengedar baru. Mereka adalah EK, WA, AR, dan RD, yang kedapatan memiliki sabu Chinese Pin Wei berkode A-168.

Penangkapan ini memperkuat dugaan bahwa sabu-sabu hanyut di wilayah perairan Anambas belum sepenuhnya terungkap. Hingga kini, sudah dua kelompok pengedar ditangkap karena menyalahgunakan temuan sabu tersebut untuk diedarkan secara ilegal.

Upaya konfirmasi kepada Kasat Narkoba Polres Kepulauan Anambas, AKP SM Simanjuntak, belum membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari awak media tidak mendapatkan respons.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Tarempa, Herdian, mengimbau warga agar tidak tergoda menyimpan, apalagi memperjualbelikan sabu yang ditemukan hanyut di laut.

“Kalau menemukan sabu, sebaiknya segera laporkan ke polisi. Jangan disalahgunakan, ini berbahaya dan bisa merusak generasi muda,” tegasnya.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Sabu Chinese Pin Wei Hanyut Ditemukan Lagi di Anambas, Empat Orang Diciduk pertama kali tampil pada Kepri.