Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Satuan Reserse Kriminal Polresta Tanjungpinang menetapkan dua orang tersangka, dalam kejadian pengeroyokan di KTV Majestic, sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kota Tanjungpinang, Kepri.
Dua tersangka tersebut ialah Hartono alias Amiang, yang babak belur diduga dikeroyok oleh sejumlah orang. Kemudian satu tersangka lainnya, yakni Lovikospanto alias Luku yang mencoba merelai perkelahian dan pengeroyokan di tempat hiburan tersebut.
Polisi mengkalim, penetapan kedua tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, berupa rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Didasarkan pada hasil penyelidikan dan alat bukti yang sudah kami kumpulkan, termasuk dari rekaman CCTV,” kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam, Kamis (1/5).
Ia menyatakan, bahwa kedua belah pihak memang saling melapor. Ia memastikan, bahwa laporan kedua belah pihak tersebut akan tetap diproses, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, bahwa pihaknya menetapkan tersangka dalam kasus tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jika ada pihak yang keberatan, Kapolresta meminta pihak tersebut untuk menyampaikan keberatan di peraidangan.
“Silakan keberatan itu disampaikan di persidangan. Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Ini juga peristiwa nyata,” sebutnya.
Kejadian ini diketahui terjadi pada malam pergantian tahun 2024 ke 2025. Di tempat tersebut, satu diantara pengunjung terinjak kaki dari pengunjung lain, sehingga memicu terjadinya cekcok mulut dan keributan. Dua orang tersebut juga saling pukul, hingga mengakibatkan luka lebam.
“Sempat ada upaya saling minta maaf pada saat itu, tapi tetap terjadi keributan. Untuk siapa duluan yang memukul kita masih mendalaminya,” tambah Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo. (*)
Sejumlah buruh membawa poster saat menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
batampos – Gegap gempita peringatan Hari Buruh turut diwarnai banyak tuntutan yang disuarakan para pekerja/ buruh. Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh sejumlah organisasi buruh.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengajukan enam tuntutan pada pemerintah. Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, May Day bukan tentang libur kaum buruh, akan tetapi mengenai bagaimana mengingat kembali perjuangan kaum buruh untuk memperjuangkan isu-isu kaum buruh.
“Mewakili para buruh, ada 6 isu yang ingin Kami sampaikan. Mudah-mudahan menjadi pertimbangan dalam kebijakan Bapak Presiden,” ujarnya dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Kamis (1/5).
Tuntutan pertama, serikat pekerja/buruh meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus sistem kerja outsourcing. Sistem ini dinilai sebagai bentuk perbudakan modern di dunia kerja.
“Kami yakin presiden sangat peduli untuk menghapuskan outsourcing yang merupakan modern slavery, perbudakan modern,” katanya.
Kedua, KSPI menuntut kesejahteraan buruh. Iqbal mengapresiasi langkah presiden yang telah menaikkan upah minimum sebesar 6,5 persen tahun lalu, setelah mengalami stagnasi selama 10 tahun. Namun dia berharap, ke depan, kenaikan upah minimum dapat diputuskan dengan menggunakan perhitungan yang layak dan aturan baru yang tak lagi merujuk pada turunan omnibus law cipta kerja.
“Kami berharap di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan baru, yang tentunya dengan menghilangkan seluruh muatan Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh,” tegasnya.
Selanjutnya, Iqbal juga meminta pemerintah segera membentuk dan mengoperasikan satuan tugas (satgas) khusus penanganan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini sebagai bentuk respon pemerintah terhadap maraknya ratusan ribu PHK yang terjadi beberapa tahun terakhir.
Selain itu, Iqbal menyoroti RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang belum disahkan meski sudah menanti hingga 20 tahun. Agar para pekerja tidak menjadi budak. “Tolong sahkan (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Jangan seperti budak, ada yang disetrika, ada yang tidur dengan kandang anjing. Dan mereka mengalami penderitaan bukan di luar sana tapi di negeri ini,” keluhnya.
Selain menyoroti kesejahteraan buruh/pekerja, KSPI juga memberikan perhatian mengenai kondisi negeri ini. Ia menuntut agar Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dapat segera disahkan. “Sudah saatnya RUU ini disahkan. Harus ada mekanisme pembuktian terbalik, agar koruptor tidak cukup hanya dipenjara, tetapi juga hartanya dirampas,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo menilai, peringatan Hari Buruh Sedunia pada tahun ini berlangsung saat Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Penciptaan jutaan lapangan kerja sebagaimana yang dijanjikan dalam kampanye pemilu 2024, penghapusan Omnibus Law cipta kerja, serta optimisme bonus demografi ternyata hanya mimpi dan ilusi.
Dalam kenyataannya, kondisi ketenagakerjaan Indonesia makin muram dan nasib buruh Indonesia terus menerus kelam. Ini terlihat dari badai PHK yang terjadi di berbagai sektor industri. Bahkan, diperkirakan akan semakin parah seiring dengan dampak efek domino kebijakan proteksionis Donald Trump yang memicu perang dagang dan tarif.
Wahyu khawatir, kondisi ini akan meningkatkan angka pengangguran. Apalagi, ekonomi Indonesia juga tengah lesu efek kebijakan efisiensi anggaran guna menopang pembiayaan program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini mengakibatkan kemerosotan aktivitas ekonomi baik di sektor riil, sektor jasa, hingga sektor ketenagakerjaan.
“Walau telah ada kebijakan efisiensi anggaran, APBN masih menanggung beban berat sehingga pada triwulan pertama tahun 2025, penarikan utang luar negeri sudah sangat besar sebesar Rp 250 triliun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/5).
Mirisnya, ekspresi untuk menyalurkan ketidakpuasan dan kritik kebijakan makin terbatasi. Perlawanan masyarakat sipil menolak revisi UU TNI dijawab dengan represi dan intimidasi. Proses legislasi di parlemen pun dinilainya tak lagi mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi dengan mengedepankan aspirasi dan partisipasi bermakna, tetapi hanya untuk melayani kepentingan eksekutif yang bersekutu dengan kaum oligarki. Suasana ekonomi politik Indonesia gelap. “Nasib pekerja migran Indonesia tak lepas dari carut marut kondisi ekonomi politik di masa Indonesia Gelap ini,” katanya.
Kebijakan efisiensi anggaran telah memangkas anggaran-anggaran pelayanan publik yang seharusnya diperuntukkan untuk advokasi pekerja migran yang mengalami masalah. Termasuk, inisiatif pemberdayaan komunitas di kampung halaman para pekerja migran.
Sebaliknya, kebijakan tentang pekerja migran yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kembali diorientasikan untuk mendongkrak perolehan remitansi ratusan triliun rupiah. Kementerian juga bersikeras untuk bisa segera mengirimkan sebanyak-banyaknya PMI ke Arab Saudi, dengan mengusulkan pencabutan moratorium meski hingga saat ini Saudi belum memenuhi kriteria sebagai negara yang menjamin hak asasi pekerja migran.
“Ini tentu merupakan kemunduran kebijakan tentang pekerja migran Indonesia,” sambungnya.
Wajah muram pekerja migran Indonesia (PMI) masih ditunjukkan dengan eskalasi kasus PMI di berbagai belahan dunia. Ratusan ribu orang muda Indonesia masih terjebak dalam kamp-kamp operator scamming online dan judi online di Kamboja, Myanmar, dan Laos. “Jumlah yang meninggal dunia juga tidak sedikit di dalam tindak pidana perdagangan orang dengan penyalahgunaan teknologi digital (forced criminality),” ungkapnya.
Menurutnya, ini bisa dilihat dari data mengenai kematian beruntun PMI asal NTT dalam satu dekade terakhir yang sangat menyesakkan. Bukan hanya itu, masih ada 157 PMI yang menghadapi ancaman hukuman mati di luar negeri.
“Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah negara ini sudah baal, mati rasa dan sudah terbiasa atas kematian beruntun pekerja migran Indonesia? Apakah negara hanya menganggap pekerja migran Indonesia sebagai angka semata, sebagai statistik dan remitansi, tapi tak lagi dianggap sebagai manusia?” keluhnya.
Realitas ini, lanjut dia, memperlihatkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak serius dalam memberikan perlindungan terhadap PMI meski telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Pelindungan Hak-Hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya, serta mengadopsi Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration. Migrant CARE menegaskan bahwa perlu adanya tata kelola migrasi yang baik akan meningkatkan pembangunan manusia (human development). Sebaliknya, jika migrasi gagal dikelola dengan baik akan mengakibatkan perdagangan manusia (human trafficking).
Oleh karenanya, dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2025, Migrant CARE yang menjadi bagian gerakan buruh Indonesia menyerukan sejumlah tuntutan. Migrant Care meminta agar pemerintah mewujudkan tata pemerintahan yang demokratis, menjunjung supremasi sipil dan menolak keterlibatan militer dalam bisnis, birokrasi, konflik agraria dan perburuhan.
“Wujudkan tata kelola perekonomian yang berorientasi keadilan sosial, berpihak kepada kelas pekerja, menolak oligarki dan penugasan aset-aset ekonomi negara untuk kepentingan politik,” tegasnya.
Migrant Care juga mendesak agar pemerintah mewujudkan tata kelola migrasi yang aman dan menolak komodifikasi pekerja migran dengan merevisi UU No 18/2017 tentang Pelindungan PMI dengan berorientasi pada perspektif hak asasi pekerja migran. Bukan hanya untuk kepentingan sesaat memperkuat kelembagaan Kementerian yang berorientasi kekuasaan.
Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengungkapkan, peringatan Hari Buruh seharusnya bukan seremoni tahunan semata. May Day harusnya jadi momen untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan berpihak secara nyata pada buruh dan masyarakat.
Oleh karenanya, ia mendukung sejumlah tuntutan buruh. Edy menegaskan negara hadir seharusnya tidak hanya berpihak pada perputaran ekonomi tapi juga juga melindungi rakyatnya dari ketimpangan dan ketidakadilan. Misalnya, terkait penghapusan outsourcing. Menurutnya, buruh bukan hanya roda penggerak ekonomi, tetapi manusia yang berhak atas kehidupan layak, pekerjaan yang manusiawi, dan perlindungan sosial.
“Negara tidak boleh diam melihat buruh terus-menerus menjadi korban sistem kerja yang eksploitatif. Saya mendukung penuh revisi PP Nomor 35 Tahun 2021, karena aturan ini menciptakan ketidakpastian kerja, menekan upah pekerja outsourcing, dan melemahkan perlindungan sosial, padahal mereka bekerja penuh seperti karyawan tetap,” paparnya.
Dia mengungkapkan, aturan yang ada masih mengaburkan batas antara hak dan kewajiban, serta mempersempit ruang buruh untuk memperjuangkan nasibnya. Legiselator dari PDI Perjuangan ini melihat bahwa buruh selama ini hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan akan PHK sewaktu-waktu
“Outsourcing yang pada awalnya dimaksudkan untuk efisiensi, kini sering menjadi alat ketidakadilan. Buruh outsourcing bekerja setara, tapi menerima hak yang lebih kecil. Ini menciptakan ketimpangan struktural yang melemahkan martabat pekerja,” ungkapnya.
Edy juga mendorong percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan sebagai wujud tanggung jawab DPR atas putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat. “Perbaikan ini harus kita lakukan demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses legislasi dan melindungi jutaan pekerja dari kebijakan yang berpihak pada investasi tapi menindas hak dasar buruh,” katanya. Dia mengajak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja untuk kooperatif terhadap hal ini.
Dukungan terhadap RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) juga disuarakan keras oleh Edy. Menurutnya, pekerja rumah tangga yang mayoritas adalah perempuan dan bekerja dalam ruang privat telah terlalu lama diabaikan. “Mereka telah berkontribusi besar dalam menopang ekonomi rumah tangga masyarakat kelas menengah dan atas. Tidak ada alasan lagi untuk menunda pengesahan RUU ini,” katanya.
Terkait meningkatnya angka PHK akibat perlambatan ekonomi, Edy mendorong pembentukan Satgas PHK untuk memberikan bantuan kepada korban PHK. Selain itu, satgas ini juga memiliki fungsi preventif. “Banyak perusahaan padat karya sedang mengalami masa sulit. Pemerintah harus turun tangan, karena kalau dibiarkan, bukan hanya buruh yang kehilangan pekerjaan, tapi juga masyarakat sekitar yang terkena dampaknya secara ekonomi,” ucapnya.
Dalam semangat keadilan sosial, Edy juga mendesak perluasan cakupan jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan bagi pekerja informal dan rentan. “Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) harus dapat diakses oleh semua lapisan pekerja,” ucapnya. (*)
Pelepasan kloter perdana Jemaah Calon Haji Indonesia dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada Kamis (1/5) malam. (ist)
batampos – Pelepasan kloter perdana jemaah haji Indonesia dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada Kamis (1/5) malam. Kloter yang dilepas adalah JKG-01. Nasaruddin berpesan supaya calon jemaah haji tidak langsung menguras tenaga setibanya di Madinah nanti.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Kloter JKG-01 terbang dari bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (2/5) dini hari pukul 00.45 WIB. Mereka terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dengan rute penerbangan Jakarta menuju Madinah.
Setibanya di Madinah, jemaah melakoni ibadah Arbain. Yaitu salat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. Nasaruddin menegaskan bahwa Arbain itu adalah ibadah sunnah. Bagi yang sakit atau berhalangan secara kesehatan, tidak perlu melakoni ibadah Arbain.
“Jangan sampai mendahulukan yang sunnah, kemudian kehabisan tenaga,” katanya. Nasaruddin mengatakan puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Pelaksanaan wukuf sendiri masih panjang. Setelah empat sampai lima hari di Madinah, nanti CJH akan diangkut dengan bus menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Setelah melaksanakan umrah wajib, masih ada jeda waktu yang panjang sebelum wukuf. Jemaah juga dianjurkan untuk menghemat tenaga. Tidak harus memaksakan setiap waktu salat ke Masjidilharam. Khususnya bagi yang kondisi kesehatannya kurang prima.
Nasaruddin mengingatkan seluruh jemaah haji 2025 harus banyak bersyukur. “Karena daei sekian juta umat Islam di Indonesia, bapak dan ibu yang diundang ke rumah Allah,” katanya. Masih banyak jemaah lainnya yang masih antre. Bahkan antrenya sampai puluhan tahun.
Kesempatan berhaji ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ketika tiba di Madinah atau Makkah, jemaah diimbau untuk memperbanyak zikir dan salat sunnah. Kemudian jemaah diingatkan tidak terlalu banyak ngomong. Karena dikhawatirkan nanti malah muncul rasa sombong, membanggakan diri sendiri, sampai mencela orang lain.
“Ambil tasbih, perbanyak zikir. Buka grup WA-nya nanti saja kalau sudah kembali ke tanah air,” katanya. Selama di tanah suci, jemaah fokus mengingat Allah. Tidak perlu mengingat yang lainnya. Kemudian jika perlu bantuan, tidak boleh sungkan menghubungi petugas. Khususnya jika terkait dengan masalah kesehatan.
Pelepasan itu juga dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Kemudian Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Setelah seremonial, jemaah secara tertib menuju bus masing-masing. Kemudian diberangkatkan menuju bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. (*)
batampos – Kawasan Nagoya Hill, Batam, yang dikenal juga dengan sebutan Lubuk Baja, merupakan pusat perekonomian kota ini. Area ini terkenal sebagai pusat bisnis, perbelanjaan, dan hiburan, dengan Superblok Nagoya Hill sebagai ikon utamanya. Letaknya yang sangat strategis di Selat Malaka—gerbang perdagangan dunia—membuat kawasan ini berkembang sangat pesat. Nagoya telah menjadi tujuan wisata perkotaan populer, bahkan hingga mancanegara.
Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, kami mengumumkan bahwa Alltrue Lite Hotel Nagoya Hill – Batam telah resmi beroperasi. Hotel ini merupakan properti ke-11 kami dan menjadi Alltrue Lite Hotels pertama yang hadir di Indonesia. “RGH yakin, hadirnya Alltrue Lite Hotel Nagoya Hill – Batam akan menambah pilihan akomodasi yang meramaikan kota Batam,” ungkap Elisabeth Christina, Operation Director, Rockstone Group of Hotel (RGH).
Alltrue Lite Hotels adalah “tempat menginap yang benar-benar menyenangkan bagi semua orang”, selaras dengan tagline kami: “Stay True to All.” Kami selalu memberikan pelayanan terbaik dari hati untuk para tamu kami. Tidak ada yang lain selain ketulusan—temukan ketulusan, dan semua ketulusan akan menjadi nyata,” tegasnya.
Alltrue Lite Hotel Nagoya Hill – Batam adalah hotel bintang tiga dengan 100 kamar berdesain modern minimalis. Lokasinya sangat strategis, tepat di jantung kota Batam, di kawasan Komplek Nagoya Hill. Area ini merupakan pilihan populer di kalangan wisatawan maupun pebisnis yang berkunjung ke Batam. Hotel ini berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Hang Nadim, 20 menit ke Batam Center International Ferry Terminal, dan hanya 12 menit dari Harbour Bay Ferry Terminal.
Dengan desain arsitektur modern, Alltrue Lite Hotel Nagoya Hill – Batam dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain Meeting Room, TrueBistro, dan area parkir yang nyaman untuk menunjang masa tinggal Anda. “Hotel kami memiliki dua tipe kamar, yaitu Color Room dan Dream Room, yang sangat cocok untuk tamu yang membutuhkan tempat istirahat nyaman saat melakukan perjalanan bisnis maupun wisata di Kota Batam,” ujar Anggala Dwi Made Avando, Hotel Manager.
Alltrue Lite Hotel Nagoya Hill – Batam adalah tempat menginap yang benar-benar menyenangkan bagi semua orang. (*)
Dandenpom I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba.Instagram Denpom I/6 Batam
batampos– Polisi Militer Angkatan Darat (Pom-AD) sedang mendalami dugaan oknum aparat di Palmatak yang menjadi pemodal dalam pencurian material di anjungan minyak milik Petronas.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba menegaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, Danramil Palmatak, Letda Inf Riduan juga turut dilakukan pemeriksaan sebagai pimpinan yang tertanggung jawab atas hal ini.
“Kita selidiki informasi yang diberikan (masyarakat). Bila dugaan itu benar pasti akan dikembangkan,” ujar Mayor CPM Stevanus Purba kepada batampos, Kamis, (1/5).
Stevanus menambahkan pemeriksaan terhadap oknum yang diduga terlibat akan dilakukan oleh Sub Denpom Natuna mengingat lokasi kasus lebih dekat dengan Natuna.
“Kantor kita juga ada di Natuna, kita akan selidiki terlebih dahulu,” tegas Stevanus Purba.
Ditempat terpisah, Dandim 0318/Natuna, Kolonel Inf Andri Hadiyanto menegaskan akan menindak tegas oknum aparat yang terlibat dalam kejahatan internasional ini. Sejauh ini, Dandim masih terus melakukan penyelidikan.
Senada dengan Dandim, Asintel Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Brigjen TNI Jimmy Watuseke juga merespon cepat kabar oknum TNI yang menjadi pemodal dalam pencurian ini.
“Apabila benar pasti akan diamankan,” tegas Brigjen TNI Jimmy.
Sebelumnya, kasus pencurian material di anjungan minyak milik perusahaan Malaysia, Petronas mulai memasuki fakta terbaru.
Berdasarkan keterangan dari sumber batampos, diduga oknum aparat yang bertugas di Palmatak menjadi pemodal dari aksi pencurian ini.
Kabar ini juga telah menyebar di masyarakat bahkan media sosial facebook maupun grup WhatsApp.
“Oknum itu diduga terlibat, dia yang menjadi pemodal bahkan transportasi untuk menuju ke lokasi (Terengganu) menggunakan kapal milik FA (rekanan oknum aparat),” ujar sumber batampos baru-baru ini.
Fakta terbarunya lagi, saat 7 warga Anambas diamankan oleh otoritas Malaysia, terdapat 3 orang komplotan ini bersembunyi di kantor tempat oknum tersebut bertugas.
“Sebenarnya kan 10 orang yang melakukan aksi, 7 ketangkap dan 3 berhasil kabur. Setelah sampai di Pulau Matak, 3 orang ini sembunyi di kantor oknum tersebut,” jelas sumber batampos.
Usai situasi aman, komplotan yang tersisa ini berupaya menghilangkan barang bukti material milik Petronas dengan cara membakar di hutan Desa Piabung, Kecamatan Palmatak.
Danramil Palmatak, Letda Inf Riduan saat dikonfirmasi dugaan ini tidak merespon sambungan seluler maupun pesan WhsatApp yang dikirim batampos.
Perlu diketahui, pada 20 Februari lalu, otoritas Malaysia mengamankan 7 warga Anambas yang sedang mencuri di anjungan minyak milik Petronas di 77 mil dari perairan Terengganu, Malaysia.
Aksi pembobolan dan pencurian ini berpotensi menyebabkan kerugian puluhan juta ringgit per hari serta menghambat jalannya produksi minyak.
Kasus ini kembali mencuat usai beredarnya video di tiktok @cemotcemoti yang mengungkapkan adanya setoran pengepul material kepada Kapolsek Palmatak, Iptu Kristian.
Setelah beredar video tersebut, fakta-fakta baru mulai terungkap, salah satunya dugaan keterlibatan oknum Koramil Palmatak yang turut menyukseskan pencurian ini.
Masyarakat meminta aparat keamanan untuk segera mengamankan komplotan ini yang diduga masih berkeliaran di Anambas.
“Karena mereka ini mengincar warga kita yang menganggur untuk bergabung. Beberapa tahun belakangan pernah juga kejadian ini terungkap dan ditahan Malaysia,” kata warga. (*)
batampos – Seorang pria ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil yang dikendarainya di kawasan Puri Industrial Park 2000, Batam Kota, Kamis (1/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Jasad pria paruh baya tersebut bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher.
Pantauan Batam Pos, jasad pria itu berada di dalam mobil Toyota Altis warna silver dengan nomor polisi BP 1282 BZ. Saat ditemukan, mesin mobil masih menyala. Di atas perut korban ditemukan sebilah pisau.
Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang Satpam bernama Putra. Ia kemudian melaporkan temuan itu ke Mapolsek Batam Kota.
“Saya sedang patroli dan melihat mobil yang mesinnya masih menyala. Saya intip, ternyata ada laki-laki yang sudah terkapar dengan leher tergorok,” ujarnya.
Hingga pukul 21.30 WIB, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta. (*)
Peluncuran bus Trans Batam di depan Kantor Pemko Batam, Rabu (30/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Belum genap sehari beroperasi, salah satu bus baru Trans Batam mengalami kebocoran pada sistem pendingin udara (AC). Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/5) pagi, saat bus bertolak dari halte Tiban menuju Batam Center.
Dalam video tampak air mengucur cukup deras dari saluran AC di dalam kabin. Sejumlah bangku terlihat basah akibat percikan air yang turun, membuat para penumpang merasa tidak nyaman.
Agus, salah satu penumpang yang ikut dalam perjalanan pagi itu, mengaku terkejut dengan kondisi tersebut.
“Tadi pagi berangkat sekitar jam 7 kurang dari Tiban. AC bocor, deras sekali,” ujar Agus.
Menurutnya, meskipun jumlah penumpang tidak terlalu padat, beberapa orang terpaksa pindah tempat duduk untuk menghindari tetesan air. Ia menyayangkan kondisi tersebut, terlebih karena bus tersebut termasuk armada baru yang baru saja diresmikan sore sebelumnya.
“Heran juga, kok bisa bus baru sudah bocor begini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Trans Batam maupun Dinas Perhubungan Kota Batam terkait penyebab kebocoran AC tersebut. Insiden ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai kualitas pengadaan dan perawatan armada baru yang digunakan untuk transportasi massal di Batam.
Diketahui, Dinas Perhubungan Kota Batam, baru meresmikan belasan bus trans Batam, Rabu (30/4) di depan Kantor Pemko Batam. (*)
Polisi mengevakuasi Denias dari lokasi tersambar petir di kawasan Simpang Frengky. F.Agung untuk Batam Pos
batampos – Danias Stevan Wiliam, 13, tewas disambar petir pada Kamis (1/5) siang, sekitar pukul 12.40 WIB. Warga Kampung Nanas, Batam Kota ini ditemukan tergeletak di bawah pohon besar tepatnya di kawasan Simpang Frengky.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta mengatakan peristiwa ini terjadi saat Kota Batam tengah dilanda hujan lebat dan disertai petir.
“Kita dapat laporan kalau korban meninggal dunia saat berada di bawah pohon,” ujarnya.
Agung menjelaskan peristiwa ini berawal saat korban bersama temannya berteduh di bawah pohon tersebut. Namun, saat petir melanda, teman korban meninggalkan lokasi dan berpindah ke ruko di seberangnya.
“Korban ini bersama teman-temannya. Tapi saat di bawah pohon berteduh seorang diri,” katanya.
Dari pemeriksaan saksi, kata Agung, korban sempat terlihat kejang-kejang, kemudian tak sadarkan diri. Polisi yang mendatangi mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara.
“Korban sempat dirawat dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit pada pukul 13.20 WIB. Keluarga korban telah berada di rumah sakit untuk menerima jenazah korban,” ungkapnya.
Dengan adanya kejadian ini, Agung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan yang disertai petir melanda.
“Kurangi aktivitas di luar, dan cari tempat yang tertutup untuk berteduh,” tutupnya. (*)
batampos – Setelah mencetak sukses besar lewat Air Mata di Ujung Sajadah, rumah produksi Beehave Pictures kembali menghadirkan film drama terbaru berjudul Tabayyun. Mengusung cerita emosional penuh konflik cinta dan penghakiman sosial, film ini siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Mei 2025.
Bekerja sama dengan A&Z Films dan Legacy Pictures, Tabayyun diadaptasi dari novel karya Ilyas Bachtiar. Film ini disutradarai oleh Key Mangunsong dan ditulis oleh penulis naskah ternama Titien Wattimena—sebuah kolaborasi yang menjanjikan sajian drama berkualitas, menyentuh, dan penuh makna.
Kisah Ibu Tunggal, Cinta Tak Terduga, dan Luka Lama
Tabayyun mengikuti kisah Zalina (diperankan oleh Titi Kamal), seorang ibu tunggal yang bekerja keras membesarkan putranya, Arka (Farrell Rafisqy). Masa lalu Zalina yang tidak jelas membuatnya jadi bahan gunjingan di lingkungan kerja. Hidupnya semakin rumit saat Arlo (Ibrahim Risyad), putra dari pemilik perusahaan tempat Zalina bekerja, jatuh cinta padanya. Padahal, Arlo telah dijodohkan dengan Arum (Naysilla Mirdad).
Zalina mencoba menjauh, menyadari bahwa mereka berasal dari dua dunia yang berbeda. Namun cinta Arlo begitu besar hingga ibunya, Samira (Jenny Rachman), merasa perlu untuk bertemu Zalina dan melakukan tabayyun—klarifikasi langsung untuk mencari kebenaran. Pertemuan itu justru menguak masa lalu Zalina yang jauh lebih kelam dari dugaan siapa pun.
Apakah cinta Arlo cukup kuat untuk menerima kenyataan tersebut? Mampukah Zalina menghadapi masa lalunya yang terus menghantui?
Relevan dengan Kondisi Sosial Saat Ini
Produser Ronny Irawan dan Nafa Urbach menekankan bahwa Tabayyun bukan sekadar drama cinta biasa. Film ini mengajak penonton untuk berhenti menghakimi dan mulai mencari kebenaran di balik setiap cerita manusia.
“Film ini sangat relevan di era sekarang, ketika masyarakat begitu mudah menghakimi tanpa klarifikasi. Tabayyun adalah pengingat bahwa kebenaran itu harus dicari, bukan diasumsikan,” ujar Ronny.
Ia juga menambahkan bahwa film ini akan memberikan pengalaman emosional yang berbeda. “Penonton akan diajak naik turun emosi. Sedih, tertawa, kesal, haru—semuanya ada,” katanya.
Diiringi OST dari Penyanyi Populer
Untuk memperkuat suasana film, Tabayyun juga menghadirkan tiga lagu original soundtrack (OST) dari penyanyi berbakat tanah air. Fabio Asher menyanyikan “Tanpa Balasmu”, Anggis Devaki membawakan “Lewat Semesta”, dan Nabila Ellisa mempersembahkan “Menaruh Hati Tanpa Hati-Hati”. Ketiga lagu ini menyatu indah dengan alur cerita yang sarat emosi.
Dengan kekuatan cerita, jajaran pemain ternama, serta arahan sineas-sineas berpengalaman, Tabayyun diprediksi akan menjadi salah satu film drama paling berkesan tahun ini.
Catat tanggalnya, film Tabayyun tayang mulai 8 Mei 2025 di bioskop seluruh Indonesia. Siapkan tisu, karena film ini akan mengaduk-aduk emosi Anda. (*)
Sejumlah penumpang yang baru tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter mendaftarkan IMEI ponsel di konter Bea Cukai. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sejumplah ponsel di Batam dipasok dari negara tetangga, Singapura. Untuk menghindari pembayaran Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), biasanya pemilik konter menggunakan jasa joki International Mobile Equipment Identity (IMEI).
Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah mengatakan pihaknya saat ini sudah menekan hingga menindak penjokian tersebut.
“Sekarang tidak ada lagi penjokian itu. Alhamdulillah, Batam bisa tertib,” ujarnya.
Zaky menjelaskan saat ini pendaftaran IMEI di pelabuhan-pelabuhan juga menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam sehari, BC Batam hanya melayani 30-50 pendaftaran.
“Iming-iming jalan-jalan (joki) itu tidak lagi. Ini berkat dukungan seluruh pihak,” katanya.
Menurut Zaky, selain penindakan dan pengawasan, pihaknya rutin mensosialisasikan bahayanya joki IMEI atau penggunaan data pribadi pada ponsel milik orang lain.
“Sosialisasi ini rutin kita lakukan. Kan bahaya menggunakan data pribadi untuk ponsel orang lain,” ungkapnya.
Diketahui, aturan pendaftaran IMEI saat ini yakni penumpang baru bisa melakukan pendaftaran lagi dengan jangka waktu 1 tahun sejak tanggal registrasi terakhir.
Hal ini sesuai aturan baru ini sesuai dengan Permendag nomor 36 tahun 2023 tentang kebijakan impor.
“Aturannya masih sama. Memang Batam termasuk banyak dilalui untuk pendaftaran, letaknya yang strategis karena berbatasan dengan Singapura,” tutupnya. (*)