Senin, 15 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1660

Jalan Menuju Kantor Camat Sagulung Kini Dua Jalur, Lalin Lebih Lancar

0
Proyek jalan dua jalur di Sagulung sudah memasuki tahap akhir. Akses jalan yang dilebarkan sudah bisa digunakan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung dan kawasan Perumahan Puteri Hijau kini sudah memasuki tahap akhir. Jalan dua jalur yang dibangun melalui proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam ini telah bisa digunakan oleh pengguna jalan sejak dua hari terakhir ini.

Jalur dari arah Simpang Puteri Hijau menuju Kantor Kecamatan Sagulung yang sebelumnya hanya satu jalur untuk dua lajur, kini sudah jadi dua jalur. Row jalan yang baru dibuka dari simpang Puteri Hijau ke arah kantor kecamatan Sagulung, kini sudah dibuka dan bisa dilintasi dengan lancar. Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau lebih tertib dan lancar, terlebih setelah pelebaran membuat jalur terasa lebih lapang.

Meski sudah digunakan, kondisi jalan masih berdebu karena belum dilakukan pengaspalan. Seluruh row jalan yang baru dibuka telah selesai disemenisasi, dan akan segera dilapisi aspal sebagai tahap akhir pekerjaan. Tidak hanya jalan baru, jalur lama dari arah kantor kecamatan ke Simpang Puteri Hijau juga akan ikut diperbaiki dan diaspal ulang.

“Alhamdulillah, sekarang jalan jauh lebih luas. Kami tidak lagi khawatir macet apalagi kalau hujan,” ujar Nurdin, warga Perumahan Puteri Hijau, Rabu (16/7). Ia menyambut baik pelebaran jalan yang menurutnya juga membuat lingkungan jadi lebih tertata.

Proyek ini sekaligus mencakup normalisasi saluran drainase utama di sepanjang jalan tersebut. Drainase yang sebelumnya kerap tersumbat kini telah diperlebar dan disemenisasi, diharapkan mampu mengalirkan air dengan baik dan mencegah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Kondisi kontur jalan baru yang lebih tinggi dari badan jalan lama juga menjadi bagian dari solusi teknis untuk mempercepat aliran air ke saluran pembuangan. Warga pun berharap proyek ini benar-benar tuntas hingga tahap pengaspalan dan dilengkapi dengan fasilitas jalan.

“Semoga segera dilengkapi dengan lampu PJU, marka jalan, dan rambu lalu lintas agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari,” tambah Nurdin. Ia juga berharap pemerintah melakukan pemeliharaan rutin agar jalan tidak cepat rusak kembali.

Dengan jalan dua jalur yang kini sudah terbuka, mobilitas masyarakat di kawasan Sagulung dan sekitarnya dipastikan lebih nyaman. Pemerintah Kota Batam berharap infrastruktur ini bisa mendorong pertumbuhan kawasan dan memberikan manfaat langsung bagi warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Menuju Kantor Camat Sagulung Kini Dua Jalur, Lalin Lebih Lancar pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria di Sekupang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Bunuh Diri

0
Warga saat menemukan korban di rumahnya. f.rengga

batampos – Warga Perumahan Villa Sempurna 1, Sekupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (15/7) malam. Korban diketahui bernama Ahmad Musmanto (37), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka sayatan pada pergelangan tangan kiri. Temuan ini bermula saat keluarga yang khawatir karena tidak bisa menghubungi korban selama beberapa hari, meminta warga sekitar untuk mengecek ke rumah. Setelah pintu dibuka, Ahmad ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Iya tadi ramai warga, saya kira ada apa. Ternyata ada yang meninggal. Kaget juga,” ujar Riko, warga sekitar.

Warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas dari Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung turun ke lokasi, memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis juga mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan dokumentasi terhadap kondisi jenazah dan lokasi rumah.

Ahmad diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri. Ia disebut-sebut telah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. “Dapat informasi dari keluarga, korban katanya sudah lama sakit, ” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat meninggal karena bunuh diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Dugaan sementara korban menyayat pergelangan tangannya sendiri,” ujar Ridho, Rabu (16/7).

Jenazah Ahmad kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pria di Sekupang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Bunuh Diri pertama kali tampil pada Metropolis.

Ahmad Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya dengan Luka Sayatan di Tangan Kiri

0
Warga saat menemukan korban di rumahnya. f.rengga

batampos– Warga Perumahan Villa Sempurna 1, Sekupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (15/7) malam. Korban diketahui bernama Ahmad Musmanto (37), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka sayatan pada pergelangan tangan kiri. Temuan ini bermula saat keluarga yang khawatir karena tidak bisa menghubungi korban selama beberapa hari, meminta warga sekitar untuk mengecek ke rumah. Setelah pintu dibuka, Ahmad ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Iya tadi ramai warga, saya kira ada apa. Ternyata ada yang meninggal. Kaget juga,” ujar Riko, warga sekitar.

Warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke bhabinkamtibmas sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas dari Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung turun ke lokasi, memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Inafis juga mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan dokumentasi terhadap kondisi jenazah dan lokasi rumah.

BACA JUGA: Warga Menangis Lihat Kamar Mandi Tanpa Aliran Air 6 Hari

Ahmad diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri. Ia disebut-sebut telah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. “Dapat informasi dari keluarga, korban katanya sudah lama sakit, ” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat meninggal karena bunuh diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Dugaan sementara korban menyayat pergelangan tangannya sendiri,” ujar Ridho, Rabu (16/7).

Jenazah Ahmad kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Ahmad Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya dengan Luka Sayatan di Tangan Kiri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kaveling Bodong Sagulung Telan Miliaran Rupiah, Pelaku Masih Berkeliaran

0
Korban kaveling bodong memasang plang bertuliskan status lahan sengketa di lokasi tapak kaveling yang dijanjikan oleh PT Erracipta Karya Sejati. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Ratusan korban penipuan kaveling bodong di wilayah Sagulung kini menantikan kelanjutan proses hukum setelah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Barelang. Para korban berharap pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku yang telah menjual lahan ilegal tanpa kejelasan status hukum.

Nurbaiti Lubis, salah satu korban, mengatakan laporan gelombang pertama yang mewakili sekitar seratusan orang telah diterima dan tengah diproses oleh penyidik Polresta. Ia berharap pengusutan kasus ini tidak berlarut-larut dan segera membuahkan hasil. “Kami sangat berharap pak Restu Joko Widodo segera ditangkap agar bertanggung jawab atas uang kami yang sudah masuk,” tegasnya, Kamis (16/7).

Harapan serupa juga disampaikan Ardi, korban lainnya. Ia mengaku telah kehilangan puluhan juta rupiah akibat membeli kaveling dari pihak yang mengatasnamakan PT Erracipta Karya Sejati. “Kami semua hanya ingin kejelasan dan pertanggungjawaban. Jangan sampai pelaku lolos begitu saja,” ujarnya.

Baca Juga: Korban Kaveling Bodong Melapor ke Polresta Barelang, Minta Joko Widodo Ditangkap

Camat Sagulung, Muhammad Hafis, turut angkat bicara dan memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat di wilayahnya agar tidak lagi terjebak dalam praktik jual beli kaveling ilegal yang kini kembali marak. Ia meminta warga lebih waspada terhadap tawaran harga murah dan iming-iming pembangunan cepat.

Hafis menegaskan pentingnya memverifikasi legalitas lahan sebelum membeli. Ia menyarankan masyarakat untuk datang langsung ke BP Batam atau jika kesulitan, bisa meminta bantuan pihak kelurahan maupun kecamatan. “Kami siap bantu fasilitasi pengecekan. Jangan ragu bertanya sebelum membeli,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah menerima banyak laporan dan keluhan terkait praktik penjualan kavling tanpa izin resmi. Ia menyayangkan masih banyak warga yang tertipu karena percaya pada dokumen abal-abal dan janji dari oknum penjual. “Jangan hanya tergiur harga, cek dulu legalitasnya,” tegas Hafis.

Dalam laporan warga, disebutkan bahwa pelaku menjual lebih dari 300 bidang lahan yang diklaim sebagai kaveling dan ruko di beberapa lokasi seperti Sei Binti, Tembesi, dan belakang SP Plaza. Dari jumlah tersebut, lebih dari 180 orang diketahui telah menjadi korban, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Menanggapi laporan warga, Hafis menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang kini sedang berjalan. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. “Para korban berhak mendapat keadilan, dan pelaku harus diproses sesuai aturan,” ucapnya.

Pihak kecamatan juga akan meningkatkan koordinasi dengan kelurahan serta BP Batam guna mencegah kasus serupa terjadi kembali. Pengawasan terhadap aktivitas pembangunan dan penjualan lahan di lapangan akan diperketat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi penipuan.

“Ini jadi pelajaran bersama. Jangan hanya pegang kwitansi atau janji marketing. Legalitas lahan harus jelas. Saya harap warga bisa lebih kritis dan tak ragu menolak jika ada tawaran kavling yang tak punya dasar hukum,” tutup Hafis. Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat agar tak ada korban baru dalam kasus serupa. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kaveling Bodong Sagulung Telan Miliaran Rupiah, Pelaku Masih Berkeliaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban Kaveling Bodong di Sagulung Berharap Pelaku Segera Ditangkap

0
Korban jual beli kaveling bodong di Sagulung datangi kantor kelurahan seibinti, Minggu (6/7). Mereka sepakat untuk segera buat laporan ke Polresta Barelang. F. Eusebius Sara

batampos— Ratusan korban penipuan kaveling bodong di wilayah Sagulung kini menantikan kelanjutan proses hukum setelah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Barelang.

Para korban berharap pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku yang telah menjual lahan ilegal tanpa kejelasan status hukum.

Nurbaiti Lubis, salah satu korban, mengatakan laporan gelombang pertama yang mewakili sekitar seratusan orang telah diterima dan tengah diproses oleh penyidik Polresta. Ia berharap pengusutan kasus ini tidak berlarut-larut dan segera membuahkan hasil.

“Kami sangat berharap pak Restu Joko Widodo segera ditangkap agar bertanggung jawab atas uang kami yang sudah masuk,” tegasnya, Kamis (16/7).

BACA JUGA: Camat Sagulung Imbau Warga Tak Lagi Jadi Korban Kaveling Bodong

Harapan serupa juga disampaikan Ardi, korban lainnya. Ia mengaku telah kehilangan puluhan juta rupiah akibat membeli kaveling dari pihak yang mengatasnamakan PT Erracipta Karya Sejati. “Kami semua hanya ingin kejelasan dan pertanggungjawaban. Jangan sampai pelaku lolos begitu saja,” ujarnya.

Camat Sagulung, Muhammad Hafis, turut angkat bicara dan memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat di wilayahnya agar tidak lagi terjebak dalam praktik jual beli kaveling ilegal yang kini kembali marak. Ia meminta warga lebih waspada terhadap tawaran harga murah dan iming-iming pembangunan cepat.

Hafis menegaskan pentingnya memverifikasi legalitas lahan sebelum membeli. Ia menyarankan masyarakat untuk datang langsung ke BP Batam atau jika kesulitan, bisa meminta bantuan pihak kelurahan maupun kecamatan. “Kami siap bantu fasilitasi pengecekan. Jangan ragu bertanya sebelum membeli,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah menerima banyak laporan dan keluhan terkait praktik penjualan kavling tanpa izin resmi. Ia menyayangkan masih banyak warga yang tertipu karena percaya pada dokumen abal-abal dan janji dari oknum penjual. “Jangan hanya tergiur harga, cek dulu legalitasnya,” tegas Hafis.

Dalam laporan warga, disebutkan bahwa pelaku menjual lebih dari 300 bidang lahan yang diklaim sebagai kavling dan ruko di beberapa lokasi seperti Sei Binti, Tembesi, dan belakang SP Plaza. Dari jumlah tersebut, lebih dari 180 orang diketahui telah menjadi korban, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Menanggapi laporan warga, Hafis menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang kini sedang berjalan. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. “Para korban berhak mendapat keadilan, dan pelaku harus diproses sesuai aturan,” ucapnya.

Pihak kecamatan juga akan meningkatkan koordinasi dengan kelurahan serta BP Batam guna mencegah kasus serupa terjadi kembali. Pengawasan terhadap aktivitas pembangunan dan penjualan lahan di lapangan akan diperketat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi penipuan.

“Ini jadi pelajaran bersama. Jangan hanya pegang kwitansi atau janji marketing. Legalitas lahan harus jelas. Saya harap warga bisa lebih kritis dan tak ragu menolak jika ada tawaran kavling yang tak punya dasar hukum,” tutup Hafis. Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat agar tak ada korban baru dalam kasus serupa. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Korban Kaveling Bodong di Sagulung Berharap Pelaku Segera Ditangkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Pos Sambangi Sekolah di Tanjungpinang Sosialisasikan Turnamen Futsal Pelajar se-Kepri

0
Sosialisasi Futsal
Kepala Perwakilan Batam Pos Tanjungpinang, Jailani menyerahkan surat undangan dan flyer turnamen futsal UT Batam kepada SMA Negeri 4 Tanjungpinang, Rabu (16/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batamposBatam Pos menggencarkan sosialisasi ajang kompetisi olahraga pelajar tingkat provinsi bertajuk UT Batam Hi-School Futsal Championship 2025. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendatangi sejumlah sekolah menengah atas (SMA/SMK) di Kota Tanjungpinang, Rabu (16/7).

Turnamen futsal ini dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Agustus 2025 mendatang di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam. Sebanyak 32 tim pelajar dari seluruh Provinsi Kepulauan Riau akan bersaing memperebutkan total hadiah senilai Rp40 juta.

Selain kategori utama, panitia juga menyiapkan berbagai penghargaan individu seperti Top Score, Best Player, Best Goalkeeper, dan Best Coach, serta kompetisi pendukung seperti lomba foto, video kreatif, dan suporter terbaik.

Kepala Perwakilan Batam Pos di Tanjungpinang, Jailani, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan detail kompetisi kepada sekolah-sekolah, mulai dari teknis pertandingan hingga sistem penilaian.

“Turnamen ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan sportivitas di kalangan pelajar. Kami juga berharap bisa menjaring talenta muda futsal dari Kepri,” ujar Jailani.

Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana menambahkan, kejuaraan ini telah digelar sejak tahun 2022 dan kini menjadi agenda rutin kampus. Menurutnya, antusiasme peserta dari tahun ke tahun menjadi dorongan utama bagi UT Batam untuk terus melanjutkan kegiatan tersebut.

“Ini adalah tahun keempat penyelenggaraan. Respon siswa sangat tinggi sejak pertama kali digelar. Maka dari itu, kami berkomitmen menjadikannya agenda tahunan,” ujarnya.

Angga menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan Universitas Terbuka secara lebih luas, khususnya kepada pelajar di Kepulauan Riau. UT, katanya, merupakan perguruan tinggi negeri yang telah berdiri sejak 1984 dan memiliki sistem pembelajaran terbuka berbasis digital.

“Melalui turnamen ini, kami ingin menunjukkan bahwa UT Batam hadir di tengah masyarakat dengan membawa semangat kolaboratif dan inklusif. Kami membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Artikel Batam Pos Sambangi Sekolah di Tanjungpinang Sosialisasikan Turnamen Futsal Pelajar se-Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Mengenal Eka Erfianty, Perempuan Tanjungpinang Tembus Dunia Arbitrase hingga Jenewa

0
Eka Erfianty Putri
Eka Erfianty Putri saat menjadi pembicara Forum Konsultasi Publik Direktorat Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi di Tangerang tahun 2024 lalu. F. Dokumen pribadi Eka Erfianty Putri

batampos – Perempuan asal Tanjungpinang, Eka Erfianty Putri, membuktikan bahwa anak dari kota kecil juga bisa bersinar di kancah nasional hingga internasional. Lahir dan besar di Kota Gurindam, Eka kini dikenal sebagai mediator dan arbiter profesional yang berkantor di Jakarta.

Wanita 42 tahun ini telah berkecimpung di dunia penyelesaian sengketa selama hampir dua dekade. Namanya dikenal di kalangan praktisi hukum sebagai sosok yang kompeten dalam menangani berbagai kasus, terutama di bidang perlindungan konsumen.

“Banyak yang mengira dunia hukum hanya sebatas advokat. Padahal, ada jalur penyelesaian sengketa lain seperti mediasi dan arbitrase,” kata Eka saat diwawancarai Batam Pos, Rabu (17/7).

Lulus dari SMA Negeri 1 Tanjungpinang pada 2001, Eka melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, dan lulus cumlaude pada 2005. Ia kemudian memperdalam ilmunya lewat pelatihan dan sertifikasi sebagai mediator dan arbiter.

Perjalanan Eka dimulai dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada 2005 hingga 2021. Selama itu, ia menangani berbagai kasus konsumen dan mewakili Indonesia sebagai delegasi pada sidang Voluntary Peer Review (VPR) on Consumer Protection di Jenewa, Swiss, pada 2019.

Eka juga pernah menjadi saksi ahli dalam perkara di Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan BPOM RI. Kini, ia tercatat sebagai Komisioner BPSK DKI Jakarta (2022–2027), mediator dan arbiter di Dewan Sengketa Indonesia (DSI), serta trainer di IPPI.

Tahun 2024, Eka dianugerahi gelar Best Mediator dalam ajang Indonesia Alternative Dispute Resolution Award. Ia juga meraih penghargaan Penulis Jurnal Terbaik dalam Indonesian Conference on Tobacco or Health lewat risetnya tentang kebijakan iklan rokok di media dan internet.

Sebagai mediator non-hakim, Eka kini terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan PN Tangerang, membantu penyelesaian sengketa perdata secara non-litigasi. Ia juga aktif sebagai advokat dan sedang menempuh Magister Hukum di Universitas Pasundan Bandung.

“Mediator itu bukan yang memutuskan perkara, tapi memfasilitasi para pihak untuk berdialog dan menemukan solusi damai,” jelas Eka.

Meski telah meniti karier di ibu kota, Eka tak melupakan kampung halaman. Ia rutin pulang ke Tanjungpinang, terutama saat Lebaran, dan kerap berbagi pengalaman dalam seminar dan diskusi hukum.

Ibu dua anak ini berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda di Tanjungpinang. “Dari kota kecil kita bisa punya mimpi besar. Kuncinya ada di kerja keras, keberanian, dan terus belajar,” tutupnya.

Artikel Mengenal Eka Erfianty, Perempuan Tanjungpinang Tembus Dunia Arbitrase hingga Jenewa pertama kali tampil pada Kepri.

Klaim JHT di Batam Meningkat

0

 

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya
Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, menyosialisasikan mengenai pelayanan secara online ke masyarakat yang datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya. F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya mencatat tren peningkatan peserta nonaktif yang signifikan sepanjang 2024. Hingga Juli lalu, tercatat 76 ribu peserta di Batam berhenti menjadi peserta aktif, sebagian besar karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi ini berdampak langsung pada tingginya permintaan layanan klaim jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

“Setiap hari kami melayani rata-rata 250 orang, atau sekitar 5.000 layanan per bulan. Itu belum termasuk antrean online,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad.

Ia menjelaskan, fenomena lonjakan klaim JHT bukan hanya terjadi di Batam, melainkan merata di seluruh Indonesia. Untuk mengatasinya, pihaknya telah melakukan percepatan layanan melalui berbagai inovasi digital.

“Masyarakat bisa mengakses layanan tanpa kontak fisik, seperti lewat aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), kanal online, atau melalui Lapak Asik,” ujarnya.

Khusus untuk peserta dengan saldo JHT di bawah Rp15 juta, proses klaim dapat langsung dilakukan melalui aplikasi JMO, tanpa perlu datang ke kantor. Namun, banyak masyarakat yang tetap memilih datang langsung.

“Mindset masyarakat masih ingin bertemu langsung. Mereka merasa lebih nyaman dengan layanan offline, meskipun sebenarnya kanal online lebih cepat dan efisien,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan itu, pihaknya juga menyiapkan layanan onsite dan menambah kanal pelayanan, termasuk rencana membuka unit layanan tambahan di Mal Pelayanan Publik (PTSP) Batam.

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya juga memiliki program Basamo (BPJS Batam Nagoya Sosialisasi JMO) yang menyasar kelompok masyarakat agar lebih memahami manfaat layanan digital.

Tingginya angka PHK juga membuat pihaknya aktif menjemput bola untuk pelayanan klaim kolektif.

“HRD perusahaan bisa proaktif kirimkan data pekerja yang diberhentikan. Kami akan bantu proses klaim JHT-nya secara kolektif, termasuk untuk peserta JKP yang jumlahnya hampir 2.000 orang,” ujarnya.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberi perhatian khusus pada peserta JP yang mengajukan klaim berkala. Pelayanan JP kini dapat dilakukan secara daring, termasuk melalui email resmi dari perusahaan.

“Semua layanan bisa kami fasilitasi. Masyarakat tinggal pilih kanal yang sesuai. Yang penting, hak-hak peserta tetap kami jaga dan prioritaskan,” ujarnya. (*)

Artikel Klaim JHT di Batam Meningkat pertama kali tampil pada Metropolis.

Klaim JHT di Batam Meningkat, Banyak PHK?

0

 

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya
Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, menyosialisasikan mengenai pelayanan secara online ke masyarakat yang datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya. F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya mencatat tren peningkatan peserta nonaktif yang signifikan sepanjang 2024. Hingga Juli lalu, tercatat 76 ribu peserta di Batam berhenti menjadi peserta aktif, sebagian besar karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi ini berdampak langsung pada tingginya permintaan layanan klaim jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

“Setiap hari kami melayani rata-rata 250 orang, atau sekitar 5.000 layanan per bulan. Itu belum termasuk antrean online,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad.

Ia menjelaskan, fenomena lonjakan klaim JHT bukan hanya terjadi di Batam, melainkan merata di seluruh Indonesia. Untuk mengatasinya, pihaknya telah melakukan percepatan layanan melalui berbagai inovasi digital.

“Masyarakat bisa mengakses layanan tanpa kontak fisik, seperti lewat aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), kanal online, atau melalui Lapak Asik,” ujarnya.

Khusus untuk peserta dengan saldo JHT di bawah Rp15 juta, proses klaim dapat langsung dilakukan melalui aplikasi JMO, tanpa perlu datang ke kantor. Namun, banyak masyarakat yang tetap memilih datang langsung.

“Mindset masyarakat masih ingin bertemu langsung. Mereka merasa lebih nyaman dengan layanan offline, meskipun sebenarnya kanal online lebih cepat dan efisien,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan itu, pihaknya juga menyiapkan layanan onsite dan menambah kanal pelayanan, termasuk rencana membuka unit layanan tambahan di Mal Pelayanan Publik (PTSP) Batam.

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya juga memiliki program Basamo (BPJS Batam Nagoya Sosialisasi JMO) yang menyasar kelompok masyarakat agar lebih memahami manfaat layanan digital.

Tingginya angka PHK juga membuat pihaknya aktif menjemput bola untuk pelayanan klaim kolektif.

“HRD perusahaan bisa proaktif kirimkan data pekerja yang diberhentikan. Kami akan bantu proses klaim JHT-nya secara kolektif, termasuk untuk peserta JKP yang jumlahnya hampir 2.000 orang,” ujarnya.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberi perhatian khusus pada peserta JP yang mengajukan klaim berkala. Pelayanan JP kini dapat dilakukan secara daring, termasuk melalui email resmi dari perusahaan.

“Semua layanan bisa kami fasilitasi. Masyarakat tinggal pilih kanal yang sesuai. Yang penting, hak-hak peserta tetap kami jaga dan prioritaskan,” ujarnya. (*)

Artikel Klaim JHT di Batam Meningkat, Banyak PHK? pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal Bocor di Lingga, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan

0
Evakuasi kapal bocor
Kru kapal yang selamat saat dievakuasi oleh Tim gabungan TNI AL Dabo Singkep, Sat Polairud Polres Lingga dan SAR Unit Lingga. F. Istimewa.

batampos – Lima awak kapal Layar Motor (KLM) Sumber Usaha HD berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan nyaris tenggelam di perairan Alang Tiga, Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Selasa (15/7/2025).

Kapal berbobot GT 76 NT 23 yang dinahkodai Edi Androla bersama empat anak buah kapal (ABK) yakni Muhammad Akbar, S. Mazlan, Rahmat Hidayatullah, dan Dwi Januari, berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari SAR Unit Lingga, TNI AL Lanal Dabo Singkep, dan Sat Polairud Polres Lingga.

KLM Sumber Usaha HD diketahui berangkat dari Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur, Jambi pada Minggu (13/7) sore, dengan tujuan Batam. Sekira pukul 21.00 WIB malam harinya, kapal dihantam badai di perairan Alang Tiga. Gelombang tinggi membuat air laut masuk ke bagian palka dan buritan kapal, menyebabkan kapal oleng dan perlahan tenggelam.

“Kondisi kapal saat ditemukan sudah setengah badan terendam air laut,” kata Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, Rabu (16/7).

Setelah mendapat laporan, tim gabungan berangkat menggunakan Sea Rider Lanal dan Searider Polairud menuju lokasi kejadian. Kapal ditemukan pada koordinat 0°32’12″S 104°00’54″E sekira pukul 11.05 WIB. Tim kemudian menggandeng KLM Sumber Usaha HD ke Posal Pulau Mas, dibantu kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi.

“ABK tetap berada di atas kapal sambil melakukan pengeringan air laut untuk menjaga daya apung kapal,” jelas Hendro.

Sekira pukul 13.00 WIB, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pos TNI AL Pulau Mas, termasuk tiga ABK yang lebih dulu ditarik ke darat.

Sebelumnya, nahkoda kapal mengungkapkan bahwa kapal mulai oleng dan terisi air laut sejak pukul 21.00 WIB. “Sekira pukul 01.10 WIB Senin dini hari, kondisi kapal sudah hampir tenggelam sepenuhnya,” ujar Edi Androla.

Beruntung, bantuan cepat dari tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan seluruh kru. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kapal Bocor di Lingga, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan pertama kali tampil pada Kepri.