Puluhan Ketua RT/RW di Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP) Tanjungpinang berkumpul menolak rencana perampingan di Kantor Lurah MKP. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Puluhan Ketua RT dan RW di Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kompak menolak rencana perampingan struktur RT/RW yang digulirkan pemerintah daerah.
Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi membebani masyarakat, terutama dalam pengurusan administrasi kependudukan yang dinilai bisa menjadi lebih rumit.
Ketua RT 06 RW 01 Perumahan Kuantan, Ashad, mengatakan kebijakan perampingan RT/RW akan berdampak pada perubahan data administrasi warga.
“Jadi kami menolak secara tegas karena ini menyusahkan dan meresahkan masyarakat,” ujar Ashad, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, saat ini wilayahnya memiliki sekitar 198 kepala keluarga (KK). Jika perampingan diterapkan, maka cakupan wilayah RT/RW akan semakin luas dan jumlah KK semakin banyak, yang dinilai menyulitkan pelayanan.
Menurutnya, penolakan tidak hanya datang dari wilayahnya, tetapi juga disuarakan oleh RT dan RW lain di seluruh Kelurahan Melayu Kota Piring.
“Bukan hanya di kalangan RT saya saja, tetapi RT dan RW lain seluruh Kelurahan Melayu Kota Piring juga menolak,” katanya.
Ashad juga menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Permendagri Nomor 18 Tahun 2018, sehingga meminta pemerintah kota melakukan kajian ulang.
“Maka dengan segala hormat, Pak Lurah dan Pak Wali Kota Tanjungpinang, perwako ini bertolak belakang dengan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018. Mohon dikaji ulang,” ujarnya.
Ia menyebut, sedikitnya sekitar 45 RT dan RW telah menyatakan sikap menolak kebijakan tersebut.
“Saya sudah 100 KK yang menolak dan meminta dikaji ulang,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menanggapi penolakan tersebut dengan menyebut kebijakan perampingan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Permendagri Nomor 5 Tahun 2007.
Menurutnya, RT dan RW merupakan lembaga yang memiliki struktur kepengurusan lengkap, bukan sekadar personal.
“RT dan RW itu lembaga. Sesuai Permendagri Nomor 18 Tahun 2018, memiliki kepengurusan mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris hingga bidang-bidang,” ujar Lis.
Ia menegaskan, penyesuaian diperlukan karena masih ditemukan RT yang tidak memenuhi syarat, termasuk wilayah dengan jumlah KK yang sangat sedikit.
“Di Tanjungpinang ada RT yang hanya tiga KK. Padahal minimal 50 KK. Nanti juga ada klasifikasinya, kalau sampai 601 KK bisa dilakukan pemekaran lagi,” jelasnya. (*)
batampos – Warga Perumahan Bida Ayu, Kecamatan Sei Beduk, mengeluhkan maraknya aksi pencurian sepeda motor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pelaku disebut semakin nekat karena tidak hanya beraksi pada malam hari, tetapi juga siang hari saat lingkungan masih ramai aktivitas warga.
Salah seorang warga, Defitra mengatakan kasus kehilangan sepeda motor kini semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, hampir setiap waktu warga mengaku kehilangan kendaraan di kawasan tersebut.
“Warga siang dan malam sekarang kehilangan motor. Maling sudah tidak ada takutnya,” ujar Defitra, Selasa (19/5).
Hal serupa dialami Chris, warga Bida Ayu yang menjadi korban pencurian sepeda motor. Ia mengatakan motor Honda Scoopy miliknya dengan nomor polisi BP 3270 CC hilang saat diparkir di depan rumah.
Chris baru mengetahui motornya raib saat hendak keluar rumah pada pagi hari. Setelah itu, ia langsung memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di gerbang perumahan.
“Taunya motor hilang waktu pagi hari. Langsung cek CCTV gerbang perumahan,” katanya.
Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku berkeliling di dalam kawasan perumahan menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian merusak kontak kendaraan korban sebelum membawa kabur motor dengan cara didorong menggunakan kaki atau distut.
Warga berharap pihak kepolisian meningkatkan pengawasan dan patroli di kawasan permukiman guna mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi, kata dia, akan meningkatkan patroli baik siang maupun malam hari di sejumlah titik rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda walaupun hanya parkir sebentar. Karena ini bisa mengurungkan niat pelaku untuk mencuri,” ujar Alex.(*)
SEPANJANG bulan Mei, Indonesia selalu diingatkan pada tiga momentum besar yang sangat penting bagi perjalanan bangsa: Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Kebangkitan Nasional. Ketiganya sesungguhnya saling terhubung. Hari Buruh mengingatkan pentingnya manusia sebagai penggerak produktivitas dan pembangunan ekonomi. Hari Pendidikan Nasional mengingatkan bahwa kualitas manusia tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pendidikan yang relevan dan bermutu. Sementara Hari Kebangkitan Nasional mengajarkan bahwa kemajuan bangsa hanya mungkin terjadi ketika seluruh kekuatan bangsa mampu bergerak dalam arah yang sama.
Dalam konteks Batam, tiga momentum ini terasa semakin relevan hari ini. Di tengah berbagai ketidakpastian global, Batam justru menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Pertumbuhan ekonominya masih berada di atas rata-rata nasional dan menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Kontribusi Batam terhadap ekonomi Kepri juga tetap dominan. Aktivitas industri masih bergerak dinamis, investasi terus tumbuh, dan indikator pembangunan manusia menunjukkan tren yang semakin baik.
Capaian tersebut tentu tidak datang begitu saja. Ia dibangun dari kerja panjang berbagai pihak, pemerintah pusat dan pemeritnah daerah, BP Batam, dunia usaha, institusi pendidikan, serta para pekerja dan masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan kota ini. Namun di balik capaian tersebut, ada satu hal yang mulai perlu menjadi perhatian bersama, dunia sedang berubah jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
Ketegangan geopolitik global semakin sering terjadi. Rantai pasok dunia mulai semakin rentan. Teknologi berkembang sangat cepat. Persaingan antarnegara dan antarwilayah dalam menarik investasi juga semakin ketat. Pada saat yang sama, tantangan perkotaan dan industri di Batam juga mulai berubah. Lahan industri semakin terbatas, biaya produksi semakin kompetitif, sementara jumlah pencari kerja yang masuk ke Batam terus meningkat, namun tidak semuanya dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Karena itu, tantangan Batam hari ini bukan lagi sekadar bagaimana mempertahankan pertumbuhan tinggi, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkualitas, tangguh, dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Dari Kota Industri Menuju Kota Nilai Tambah
Selama ini Batam tumbuh melalui kekuatan yang relatif jelas: kawasan industri, investasi asing, kemudahan impor bahan baku, dan posisi geografis yang strategis dekat Singapura serta jalur perdagangan internasional. Model ini berhasil dan tetap perlu dijaga. Batam masih membutuhkan investasi asing sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Industri manufaktur dan perakitan juga tetap akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kota ini.
Namun secara perlahan, Batam juga perlu mulai memperkuat struktur industrinya dari dalam. Menariknya, arah tersebut mulai terlihat dalam berbagai kebijakan dan pernyataan strategis pemerintah daerah maupun BP Batam. Beberapa waktu lalu, BP Batam sebagai motor penggerak investasi di Batam menyampaikan bahwa Batam tidak boleh hanya menjadi tempat perakitan, tetapi juga perlu mulai menumbuhkan industri pendukung yang mampu mengolah bahan baku maupun bahan setengah jadi untuk memperkuat sektor penyediaan komponen industri dan rantai pasok strategis. Pandangan ini penting karena menunjukkan bahwa Batam mulai melihat industrialisasi bukan hanya dari sisi besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang dapat tumbuh di dalam negeri.
Apalagi beberapa tahun terakhir mulai terlihat bahwa investasi domestik yang masuk ke Batam juga semakin berimbang dengan investasi asing. Ini menjadi sinyal positif bahwa pelaku industri nasional mulai melihat Batam bukan hanya sebagai lokasi produksi, tetapi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri Indonesia yang lebih besar. Harapannya tentu sederhana tetapi penting: perusahaan multinasional yang berorientasi ekspor menjadi lebih produktif karena didukung rantai pasok lokal yang semakin kuat, sementara industri nasional juga tumbuh dengan nilai tambah yang lebih besar.
Dalam konteks inilah, Batam perlu mulai bergerak dari investment-driven growth menuju innovation-driven dan talent-driven growth. Artinya, Batam tidak cukup hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga perlu menjadi pusat penciptaan nilai (value creation), simpul inovasi teknologi dan industri dan sekaligus penghasil talenta unggul berdaya saing global
Energi, Logistik, dan Ketahanan Kota
Transformasi industri tentu tidak dapat berdiri sendiri. Daya saing Batam ke depan juga akan sangat ditentukan oleh kesiapan energi, logistik, dan ketahanan kotanya. Dalam beberapa tahun terakhir, isu energi semakin terasa nyata bagi dunia industri. Energi bukan lagi sekadar soal pasokan listrik tersedia atau tidak, tetapi sudah menjadi bagian dari daya saing ekonomi. Ketika harga energi global naik, biaya produksi ikut meningkat dan tekanan terhadap industri menjadi nyata. Karena itu, upaya pengembangan energi baru terbarukan seperti PLTS, Wind turbine, pemanfaatan energi berbasis limbah (waste-to-energy), hingga efisiensi energi di kawasan industri perlu mulai dipersiapkan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Demikian pula dengan logistik dan pangan. Sebagai kota kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas dan distribusi, Batam perlu terus memperkuat sistem logistik serta ketahanan pangannya melalui konektivitas regional yang lebih kuat dengan wilayah sekitar Kepri, Sumatera, maupun potensi sumber daya kelautan yang sangat besar.
Fondasi Utama: SDM, Pendidikan, dan Inovasi
Namun pada akhirnya, seluruh agenda besar tersebut akan sangat bergantung pada satu hal yang paling mendasar yaitu kualitas sumber daya manusia. Industri bernilai tambah tinggi tidak mungkin tumbuh tanpa pekerja yang kompeten, adaptif, dan terus belajar. Karena itu, momentum Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional sebenarnya memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Pekerja yang kompeten dan sejahtera lahir dari sistem pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di sinilah pendidikan menjadi fondasi daya saing bangsa.
Dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya sudah mulai terlihat berbagai upaya positif yang dilakukan Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat akses dan kualitas SDM. Misalnya melalui perluasan berbagai program beasiswa melanjutkan ke pendidikan tinggi bagi yang baru-baru ini diluncurkan pemeritah kota Batam. Program-program seperti ini sangat penting karena membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak Batam dan hinterland untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan mobilitas sosialnya.
Selain itu, terobosan seperti platform MANTAB (Manajemen Talenta Batam) yang dikembangkan BP Batam dan terintegrasi dengan SIAP KERJA milik Kemenaker juga menjadi langkah yang cukup strategis dalam membangun sistem talenta yang lebih terhubung dengan kebutuhan investasi dan industri yang terus berkembang. Karena tantangan ke depan bukan hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Di sisi lain, Batam juga perlu mulai mendorong tumbuhnya lebih banyak SDM yang mampu membangun usaha berbasis teknologi dan inovasi sehingga perlahan lahir lebih banyak pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari industri bernilai tambah tinggi. Dalam konteks ini, hubungan antara dunia usaha, pemerintah, dan institusi pendidikan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya harus tumbuh dalam satu ekosistem pembangunan yang saling terhubung.
Kembali pada Fondasi yang Pernah Ditetapkan
Sesungguhnya Batam sudah pernah memiliki arah pembangunan yang sangat visioner. Kita pernah mengenal gagasan Batam Intelligent Island pada awal tahun 2000-an yang meletakkan fondasi konektivitas digital kota ini jauh lebih awal dibanding banyak daerah lain. Lebih jauh lagi, arah pembangunan tersebut juga telah ditegaskan melalui Peraturan Daerah Kota Batam No. 4 Tahun 2015 tentang pembangunan daerah berbasis daya saing melalui inovasi dan kompetensi. Peraturan daerah ini sesungguhnya sangat relevan untuk menjadi fondasi menentukan arah kebangkitan Batam ke depan. Di dalamnya ditegaskan bahwa pembangunan Batam perlu bertumpu pada peningkatan daya saing melalui inovasi dan penguatan kompetensi sumber daya manusia guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Perda tersebut juga menempatkan pemerintah daerah bukan sekadar sebagai regulator, tetapi sebagai penggerak ekosistem pembangunan yang mengintegrasikan dunia usaha, pendidikan, dan masyarakat. Fokus pembangunannya mencakup pengembangan SDM kompeten, pemanfaatan teknologi, penguatan kreativitas dan inovasi, hingga pembangunan inkubator bisnis dan technopark sebagai pusat inovasi daerah. Bahkan di dalamnya juga diatur pentingnya dukungan pembiayaan dan kelembagaan, termasuk penguatan peran BLUD, agar ekosistem inovasi daerah dapat tumbuh secara berkelanjutan. Jika diperhatikan secara mendalam, substansi perda ini sebenarnya sangat visioner. Karena jauh sebelum isu transformasi ekonomi berbasis inovasi menjadi pembahasan utama hari ini, Batam sesungguhnya sudah memiliki arah pembangunan yang menempatkan kompetensi SDM dan inovasi sebagai fondasi utama daya saing kota. Artinya, Batam sebenarnya tidak kekurangan visi. Yang perlu terus diperkuat hari ini adalah konsistensi, kolaborasi, dan keberanian untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak sekarang.
Dengan semakin solidnya hubungan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam saat ini, momentum sebenarnya sedang terbuka. Ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat arah pembangunan jangka panjang yang lebih terintegrasi, lebih produktif, dan lebih berbasis nilai tambah.
Karena pada akhirnya, kebangkitan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk, tetapi juga oleh sejauh mana kota tersebut mampu menyiapkan manusianya untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat dan tidak pasti.
Dan mungkin inilah makna penting kebangkitan kembali bagi Batam hari ini: bukan sekadar tumbuh lebih cepat, tetapi tumbuh lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan. Selamat Hri Kebangkitan Nasional. (*)
Penulis: Bambang Hendrawan *) Direktur Politeknik Negeri Batam, Wakil Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, Ketua IA-ITB Pengda Kepulauan Riau, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Kepri, Anggota Dewan Pembina Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Batam.
Koleksi Swatch x Audemars Piguet Royal Pop menjadi fenomena global setelah memicu antrean panjang dan lonjakan harga resale di berbagai negara. Sumber gambar: x.com/SheTrades_08.
batampos – Kolaborasi antara Swatch dan Audemars Piguet melalui koleksi “Royal Pop” sukses menjadi fenomena global setelah resmi dirilis pada Sabtu (16/5).
Antrean panjang, kericuhan antar pembeli, hingga penutupan sementara sejumlah toko Swatch terjadi di berbagai negara akibat tingginya antusiasme publik terhadap koleksi jam tangan tersebut.
Royal Pop menjadi sorotan dunia karena menghadirkan reinterpretasi desain ikonik Royal Oak milik Audemars Piguet dalam format pocket watch berbahan bioceramic.
Koleksi ini menggunakan mesin mekanikal hand-wound SISTEM51 dan hadir dalam delapan pilihan warna berbeda dengan harga retail sekitar US$400 hingga US$420.
Peluncuran Royal Pop memicu kekacauan di sejumlah kota besar dunia seperti New York, Paris, Milan, Dubai, hingga Singapura.
Beberapa toko bahkan terpaksa ditutup sementara akibat membludaknya pembeli dan aktivitas reseller yang dinilai terlalu agresif.
Di sejumlah negara Eropa, polisi dilaporkan turun tangan untuk mengendalikan situasi di lokasi penjualan.
Pada hari pertama peluncuran, harga resale Royal Pop langsung melonjak tajam di pasar sekunder seperti Chrono24, eBay, dan StockX.
Beberapa reseller diketahui menjual satu set lengkap koleksi Royal Pop dengan harga lebih dari US$25.000. Sementara unit individual sempat dipasarkan di kisaran US$3.000 hingga US$9.000.
Namun, harga resale kini mulai mengalami penurunan meski masih berada di atas harga retail resmi.
Penurunan tersebut terjadi setelah pasar sekunder dibanjiri listing baru dan Swatch memastikan koleksi Royal Pop tidak diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas.
Banyak spekulan mulai menurunkan harga jual karena permintaan pasar tidak lagi setinggi pada hari pertama perilisan.
Stok Royal Pop juga diperkirakan masih akan tersedia selama beberapa bulan ke depan di sejumlah toko tertentu.
Meski harga resale mulai melemah, Royal Pop tetap dianggap sebagai kesuksesan besar dari sisi pemasaran.
Swatch mengungkapkan kampanye peluncuran koleksi tersebut berhasil menghasilkan miliaran impresi di media sosial dan menarik perhatian publik global dalam waktu singkat. (*)
Lapas Batam memperkuat reformasi birokrasi. F Lapas untuk Batam Pos
batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik yang prima.
Salah satunya melalui penilaian pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilakukan Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI.
Kegiatan penilaian tersebut diikuti langsung Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto bersama tim pembangunan Zona Integritas Lapas Batam. Penilaian dilakukan sebagai bentuk evaluasi implementasi reformasi birokrasi, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga budaya kerja di lingkungan Lapas Batam.
Dalam paparannya, Yosafat menegaskan komitmen seluruh jajaran Lapas Batam untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan sebagai bagian dari proses pembangunan menuju WBBM tahun 2026.
“Seluruh jajaran Lapas Batam terus berupaya menghadirkan pelayanan yang transparan, cepat, dan humanis. Penilaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan ditunjukkan melalui tujuh inovasi pelayanan yang telah kami jalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Zona Integritas menuju WBBM bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi semata, namun telah menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Usai pemaparan, tim penilai juga melakukan survei lapangan secara virtual dengan meninjau langsung area layanan di Lapas Batam. Tim kemudian melakukan pendalaman terhadap enam area perubahan pembangunan Zona Integritas, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam mendukung peningkatan layanan, Lapas Batam juga menghadirkan tujuh inovasi unggulan, yakni SLIR, Informasi Digital, Si-Mael, Pengaduan Berbasis WhatsApp, Biogas, Si Omega, dan E-Trolling.
“Melalui evaluasi tersebut, Lapas Batam diharapkan semakin memperkuat langkah dalam mewujudkan institusi pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas menuju predikat WBBM tahun 2026,” tutup Yosafat.(*)
Stok sapi kurban di kandang peternak di Jalan Tanjungpinang Timur. Foto: Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memastikan ketersediaan sapi kurban untuk Iduladha 2026 berada dalam kondisi aman dengan jumlah mencapai sekitar 7.000 ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengatakan pasokan sapi kurban tersebut berasal dari peternak lokal serta daerah pemasok luar Kepri seperti Lampung dan Riau.
Ia menjelaskan, meski distribusi hewan ternak dari luar daerah dibuka, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Walaupun distribusi sapi terbuka, kita tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK),” ujar Rika, Selasa (19/5).
Untuk itu, DKP2KH Kepri telah meminta petugas kesehatan hewan di seluruh kabupaten dan kota memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban.
Selain pengawasan distribusi, pemeriksaan kesehatan hewan juga akan dilakukan secara menyeluruh menjelang Iduladha, termasuk di kandang peternak dan tempat penampungan sementara.
“Pemeriksaan akan dilakukan dua minggu sebelum Iduladha. Ini untuk menjamin hewan kurban di Kepri layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Rika menambahkan hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan hewan kurban yang terjangkit penyakit menular di wilayah Kepri.
Kondisi kesehatan hewan di lapangan juga disebut masih dalam keadaan aman dengan pengawasan yang terus diperketat.
Pemerintah daerah juga memperkuat sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
“Masyarakat Kepri tidak perlu khawatir, karena ketersediaan sapi dipastikan aman dan cukup,” pungkasnya. (*)
Monitor gaming LG UltraGear 25G590B hadir dengan refresh rate native 1000Hz dan resolusi Full HD untuk kebutuhan esports profesional. Sumber gambar: x.com/LGE_Global.
batampos – LG resmi memperkenalkan monitor gaming pertama di dunia dengan refresh rate native 1000Hz dan resolusi Full HD 1080p untuk pasar konsumen. Produk tersebut hadir melalui lini UltraGear dengan nama UltraGear 25G590B.
Monitor gaming terbaru ini dijadwalkan meluncur secara global pada paruh kedua 2026 dan langsung menyasar kalangan gamer esports kompetitif.
UltraGear 25G590B menggunakan panel IPS berukuran 24,5 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Berbeda dari prototipe monitor 1000Hz sebelumnya yang hanya mampu berjalan pada resolusi 720p, LG memastikan monitor ini dapat menjalankan refresh rate 1000Hz secara native di resolusi Full HD.
Kehadiran monitor 1000Hz disebut menjadi lompatan baru dalam industri display gaming setelah era monitor 360Hz hingga 480Hz yang lebih dulu populer di kalangan gamer profesional.
LG merancang monitor ini khusus untuk kebutuhan gim kompetitif bergenre FPS seperti Valorant dan Counter-Strike 2 yang membutuhkan respons visual sangat cepat dan akurat.
Tak hanya mengandalkan refresh rate tinggi, LG juga membekali UltraGear 25G590B dengan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Teknologi AI Scene Optimization diklaim mampu menyesuaikan pengaturan visual secara otomatis berdasarkan genre permainan yang dimainkan pengguna.
Selain itu, fitur AI Sound disebut dapat menghasilkan audio spasial lebih realistis ketika digunakan bersama headset kompatibel.
LG juga menghadirkan teknologi Motion Blur Reduction untuk menjaga objek bergerak tetap terlihat tajam saat dimainkan pada frame rate tinggi.
Dari sisi desain, monitor tampil minimalis dengan dudukan ergonomis, pencahayaan RGB yang dapat disesuaikan, serta hook headset terintegrasi yang ditujukan untuk kebutuhan gamer profesional.
Tren monitor dengan refresh rate ultra tinggi memang terus berkembang dalam industri gaming. Sebelumnya, monitor 480Hz hingga 540Hz mulai banyak digunakan di kalangan pemain esports profesional.
LG kini menjadi perusahaan besar pertama yang secara resmi mengumumkan monitor native 1000Hz Full HD untuk pasar konsumen global.
Meski demikian, perusahaan belum mengungkap harga resmi UltraGear 25G590B. Informasi lebih lengkap mengenai spesifikasi dan jadwal peluncuran disebut akan diumumkan mendekati perilisan global pada semester kedua 2026. (*)
Open Day dan Plant Visit TJK Power yang diikuti oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam. F. TJK Power untuk Batam Pos
batampos – PT TJK Power, perusahaan penyedia tenaga listrik swasta di Batam, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan kegiatan Open Day dan Plant Visit yang diikuti oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam, khususnya dari Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat kolaborasi antara dunia Industri dan institusi pendidikan guna menciptakan talenta yang siap menghadapi kebutuhan sektor energi yang terus berkembang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional, termasuk pertumbuhan permintaan energi dari sektor industri dan pengembangan data center yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkelanjutan. Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global turut mendorong pentingnya pemanfaatan sumber energi yang lebih
kompetitif dan tersedia secara melimpah di dalam negeri, salah satunya batu bara.
Sebagai negara dengan cadangan batu bara yang besar, Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang efisien dan andal. Dalam konteks tersebut, keberadaan PLTU masih menjadi salah satu opsi strategis untuk mendukung kebutuhan listrik jangka panjang, khususnya bagi kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi seperti Batam.
Wakil Direktur Utama PT TJK Power, Mohamad Tresna Wikarsa mengatakan, kegiatan Open Day merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kompetensi
generasi muda sekaligus mempererat hubungan yang positif antara dunia industri dan pendidikan.
“Melalui kegiatan Open Day ini, kami ingin memberikan wawasan yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai industri pembangkit listrik kepada para mahasiswa. Kami berharap pengalaman langsung di lapangan dapat membantu peserta memahami kebutuhan dan dinamika industri, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, sekaligus mendorong pengembangan kemampuan kreativitas serta pola pikir analitis sehingga lebih siap menghadapi
tantangan dunia kerja di masa depan,” ujar Tresna Wikarsa.
Tahun ini merupakan pelaksanaan Open Day yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh PT TJK Power. Perseroan berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM,
khususnya di Batam sebagai salah satu kawasan industri dan investasi strategis di Indonesia.
Melalui program Open Day ini, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses operasional PLTU, mulai dari pengenalan profil perusahaan, alur operasional
pembangkit, hingga berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan Perseroan.
Dalam sesi pemaparan, Perseroan menghadirkan narasumber yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai lingkungan kerja industri pembangkit listrik serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis mengenai industri pembangkit listrik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara dunia industri
dan institusi pendidikan dalam menciptakan talenta yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di masa depan,” tutup Tresna Wikarsa.(*)
Puluhan bunga bugenvil dirusak orang. Padahal bunga ini ditanam untuk estetika kota. F. Dok BP Batam
batampos – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, kembali mengecam keras tindakan perusakan puluhan tanaman bugenvil yang terjadi di beberapa titik, Selasa (19/5/2026).
Ariastuty menilai, tindakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam menata keindahan kota. Setelah sebelumnya, ulah pihak yang tidak bertanggung jawab juga menyebabkan kerusakan terhadap ratusan tanaman jati emas di beberapa titik.
“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” tegas Tuty, panggilan akrabnya.
Berdasarkan laporan yang ia terima, sebanyak 59 tanaman bugenvil mengalami kerusakan tanpa sebab yang jelas. Dari jumlah tersebut, 13 tanaman diketahui hilang setelah diduga dibawa kabur, sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang di sekitar saluran parit.
Lebih lanjut, Tuty menegaskan bahwa setiap program penghijauan dan penanaman yang digagas pemerintah di bawah komando Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik. Kehadiran tanaman hias seperti bugenvil ini tidak hanya berfungsi memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap ruang kota yang lebih tertata.
Ia juga memastikan bahwa BP Batam akan melakukan penanganan cepat terhadap tanaman yang rusak serta memperkuat pengawasan di sejumlah titik penataan kota untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga. Jika melihat tindakan yang merusak fasilitas umum, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” pesannya. (DN)
Puluhan bunga bugenvil dirusak orang. Padahal bunga ini ditanam untuk estetika kota. F. Dok BP Batam
batampos – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, kembali mengecam keras tindakan perusakan puluhan tanaman bugenvil yang terjadi di beberapa titik, Selasa (19/5/2026).
Ariastuty menilai, tindakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam menata keindahan kota. Setelah sebelumnya, ulah pihak yang tidak bertanggung jawab juga menyebabkan kerusakan terhadap ratusan tanaman jati emas di beberapa titik.
“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” tegas Tuty, panggilan akrabnya.
Berdasarkan laporan yang ia terima, sebanyak 59 tanaman bugenvil mengalami kerusakan tanpa sebab yang jelas. Dari jumlah tersebut, 13 tanaman diketahui hilang setelah diduga dibawa kabur, sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang di sekitar saluran parit.
Lebih lanjut, Tuty menegaskan bahwa setiap program penghijauan dan penanaman yang digagas pemerintah di bawah komando Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik. Kehadiran tanaman hias seperti bugenvil ini tidak hanya berfungsi memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap ruang kota yang lebih tertata.
Ia juga memastikan bahwa BP Batam akan melakukan penanganan cepat terhadap tanaman yang rusak serta memperkuat pengawasan di sejumlah titik penataan kota untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga. Jika melihat tindakan yang merusak fasilitas umum, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” pesannya. (DN)