Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 1758

Perang Dagang Dorong BP Batam Agresif Tarik Investasi Strategis

0
Kantor BP Batam. Foto. Humas BP Batam

batampos – Dampak perang dagang global, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok, turut memengaruhi iklim investasi di Kota Batam. Alhasil, pemerintah pun terpaksa memutar otak.

Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut sekitar 25 persen ekspor dari Batam ditujukan ke pasar Amerika Serikat. Namun, kondisi ini justru mendorong BP Batam untuk lebih proaktif dalam menarik investasi yang lebih strategis dan berdaya saing tinggi.

Di bawah arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, langkah diversifikasi investasi kini menjadi prioritas. Salah satu sektor yang tengah digencarkan adalah pengembangan pusat data (data center).

“Kami identifikasi sektor dengan daya saing tinggi dan tidak dimiliki daerah lain. Data center menjadi salah satu fokus, apalagi Batam memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya dalam wawancara bersama Batam Pos, pada 5 Mei lalu.

Pengembangan kawasan data center skala dunia kini diarahkan ke Nongsa. Rencananya, akan dibangun 13 data center bertaraf internasional di wilayah tersebut. Langkah ini bukan sebagai bentuk penghindaran terhadap ekspor ke AS, melainkan upaya memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi dan layanan digital regional.

Lebih lanjut, BP Batam memandang persaingan regional dengan Singapura dan Malaysia tidak perlu dilihat sebagai ancaman. Menurut dua, kedua negara justru bisa menjadi mitra saling melengkapi dalam pembangunan kawasan.

“Kita tidak melihat mereka sebagai musuh, tapi bagaimana kekuatan masing-masing bisa saling mendukung,” katanya.

Sementara itu, proyek investasi strategis lainnya di sektor energi baru terbarukan juga terus berjalan. Ia memastikan, proyek pengembangan panel surya oleh Adaro Group di Batam masih on the track dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proyek ini terdiri dari dua tahap, yaitu 120 hektare pada tahap awal dan 720 hektare pada tahap lanjutan. Proyek energi surya tersebut diarahkan untuk memproduksi listrik hijau dengan tarif premium yang sebagian besar akan diekspor.

“Kemungkinan listrik ini tidak seluruhnya terserap di Batam. Tapi PT Adaro sudah mendapat izin dari pemerintah Singapura untuk menjual listrik ke sana,” ujar Fary.

Selain untuk ekspor, kapasitas pembangkit juga disiapkan untuk kebutuhan domestik. Salah satunya adalah proyek milik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), yang dirancang untuk menyuplai listrik ke Batam. Listrik yang dihasilkan nantinya akan dijual ke PLN, dan pembeli sudah dalam posisi menunggu realisasi.

Secara keseluruhan, BP Batam kini tengah mengubah strategi pengelolaan investasi dengan pendekatan aktif dan kolaboratif. Proyeksi masa depan Batam sebagai hub digital dan energi hijau pun semakin menguat di tengah tantangan geopolitik global. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Perang Dagang Dorong BP Batam Agresif Tarik Investasi Strategis pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Korban Kecelakaan Tiban Centre Membaik, Dua Pasien Mulai Dipulangkan

0
Keluarga korban kecelakaan di Tiban Centre saat berada di Rumah Sakit BP Batam,Sekupang.

batampos – Kondisi tiga korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Tiban Centre, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, terus membaik. Ketiganya merupakan korban tabrakan truk bernomor polisi BP 8094 ZH yang terjadi beberapa waktu lalu. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan PICU, mereka kini telah dipindahkan ke ruang perawatan biasa di lantai 5 Rumah Sakit BP Batam (RSBP).

Humas RSBP Batam, Dirman, mengatakan ketiga pasien tersebut masing-masing bernama Roy Nainggolan Parhusip, Andi Yono, dan Muhammad Hafidz. Mereka sempat menjalani penanganan medis darurat dan tindakan lanjutan di kamar operasi akibat luka berat yang dialami.

“Alhamdulillah, setelah dibawa ke IGD, langsung dilakukan tindakan kegawatdaruratan yang mengancam nyawa. Kemudian dilakukan operasi oleh dokter sesuai penanganan masing-masing pasien. Setelah itu mereka menjalani observasi dan pemantauan ketat di ICU dan PICU dalam melewati masa kritis,” ujar Dirman, Jumat (9/5).

Baca Juga: Sepekan, Kecelakaan Maut di Tiban Centre Belum Ada Tersangka

Ia melanjutkan, saat ini seluruh pasien sudah berada di ruang rawat inap karena kondisi kesehatan yang semakin stabil.

“Kondisi ketiga pasien berangsur membaik dan sudah menjalani perawatan di ruang rawat biasa. Mereka sudah dua hari terakhir ini dipindahkan dari ruang ICU,” jelasnya.

Dirman menyebutkan, dua pasien yakni anah dan anak sudah diperbolehkan pulang dan akan melanjutkan perawatan secara rawat jalan. Sementara satu pasien lainnya masih menjalani pemulihan di rumah sakit.

“Kalau kondisi terus membaik, kemungkinan satu pasien lagi juga bisa dipulangkan besok. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proses pemulihan berjalan lancar,” tambahnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tiban, DPRD Batam: PT Budi Jasa Lalai, Operasional Harus Dihentikan Sementara

Meski kondisi fisik ketiga korban mulai pulih, pihak rumah sakit juga memperhatikan aspek psikologis mereka. “Biasanya setelah masa kritis dan pemulihan fisik selesai, pasien masih perlu penanganan terhadap trauma psikis. Ini terus kami pantau dan evaluasi,” kata Dirman.

Sebelumnya, kecelakaan di Tiban Centre yang melibatkan truk bermuatan itu menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serius. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Sebelumnya, Manajer Operasional dan Humas Jasa Raharja Kepri, Bendesa Mas Sutariana, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga hadir langsung untuk memastikan korban mendapat perawatan dan haknya terpenuhi.

“Begitu kami menerima informasi kecelakaan, tim langsung turun ke Rumah Sakit BP Batam untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang layak,” ujarnya.

Dari kecelakaan tersebut, empat orang menjadi korban, termasuk satu korban meninggal dunia atas nama Kristian Natanael Parhusip atau Ope, yang saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang kerja bersama adiknya.

Kepada tiga korban luka-luka, Jasa Raharja memberikan bantuan biaya pengobatan masing-masing sebesar Rp 20 juta. Sementara untuk korban meninggal dunia, santunan sebesar Rp 50 juta diserahkan langsung kepada orang tua korban.

“Ini adalah bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Kami pastikan semua korban mendapatkan haknya dengan cepat dan tepat,” tambah Sutariana.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim mengatakan bahwa berdasarkan data, kendaraan tersebut terakhir menjalani uji KIR pada 23 Desember 2023. Masa berlakunya habis pada 29 Juni 2024 dan hingga kini tidak diperpanjang.

“Artinya ini mati KIR. Seharusnya kendaraan melakukan uji KIR setiap enam bulan untuk memastikan kelayakan teknisnya,” ujar Salim. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tiga Korban Kecelakaan Tiban Centre Membaik, Dua Pasien Mulai Dipulangkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tersangka Kasus Investasi Bodong Laporkan 4 Orang yang Ngaku Korban Terkait TPPU

0
Penangkapan SR, tersangka oknum pelaku penipuan berkedok investasi bodong okeh Satreskrim Polres Lingga, Rabu (7/5). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– SR, mantan karyawan BNI Life yang juga tersangka pelaku penipuan yang berkedok Investasi dengan mencaplok nama BNI Life untuk meyakinkan para korbannya kini resmi menjadi tahanan Polres Lingga setelah di lakukan penangkapan oleh tim Satreskrim Polres Lingga pada Rabu 7 Mei 2025.

Kendati demikian, SR melalui kuasa hukumnya telah melaporkan balik terhadap empat orang yang mengaku dirinya korban atas tindakannya namun menikmati hasil dari investasi bodong yang dijalankannya dengan dugaan Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang telah dilayangkan kepada Polres Lingga sejak 11 April 2025.

“Kalau untuk para terlapor sudah dipanggil dan diperiksa. Kami juga sedang menunggu informasi dari kepolisian agar kasus ini bisa dibuka seterang-terangnya,” ujar Lia, kuasa hukum SR saat dikonfimasi pada Kamis, (8/5).

BACA JUGA: SR, Pelaku Penipuan Berkedok Investasi Bodong Ditangkap

Kuasa Hukum SR menjelaskan empat orang yang dilaporkan tersebut diduga menerima dana hasil investasi ilegal dengan jumlah besar, sehingga atas dasar itu mereka dilaporkan dengan dugaan TPPU.

“Kalau berdasarkan audit data dari klien kami, empat orang itu menerima hasil yang memang sangat besar. Sementara untuk 30 orang korban lainnya, sebagian ada yang sudah menerima pengembalian dana dari klien kami, meski tidak menutupi kerugian secara keseluruhan,” jelasnya.

Kuasa Hukum SR menyebutkan bahwa sekitar 20 dari 30 korban telah menerima sebagian pengembalian dana, meskipun jumlahnya beragam dan tidak sebanding dengan kerugian yang mereka alami.

“Sebelum klien kami dilaporkan, memang sudah ada beberapa dana korban yang dikembalikan, namun nominalnya masih sangat jauh dari total kerugian yang dialami,” pungkasnya.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak berwenang. Sementara itu, para korban berharap keadilan dan pengembalian dana yang telah mereka investasikan dapat segera ditunaikan.

Kuasa Hukum SR juga meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Lingga dapat bersikap adil dalam menuntaskan kasus tersebut. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Tersangka Kasus Investasi Bodong Laporkan 4 Orang yang Ngaku Korban Terkait TPPU pertama kali tampil pada Kepri.

Mantan Karyawan PT Pelayaran Alkan Abadi Geruduk PT Laut Mas, Tuntut Pembayaran Aset Rp141 Miliar

0
Kapolresta Barelang mendatangi mantan karyawan PT Pelayaran Alkan Abadi saat gelar aksi di PT Laut Mas yang berada di dalam kawasan Union Park, Batam, pada Kamis (8/5) pagi. Foto. Leo untuk Batam Pos

batampos – Puluhan orang mendatangi kantor PT Laut Mas yang berada di dalam kawasan Union Park, Batam, pada Kamis (8/5) pagi. Mereka merupakan mantan karyawan PT Pelayaran Alkan Abadi yang kini telah dinyatakan bangkrut. Aksi ini dipicu oleh dugaan wanprestasi PT Laut Mas yang disebut tidak membayarkan uang ratusan miliar rupiah sesuai surat kesepakatan kerja sama dengan PT Pelayaran Alkan Abadi.

Marcos, kuasa hukum PT Pelayaran Alkan Abadi, menjelaskan bahwa persoalan ini bermula sejak tahun 2016 ketika PT Laut Mas menjalin kerja sama dengan kliennya. Saat itu, PT Laut Mas menyewa dua kapal dan 400 kontainer milik PT Pelayaran Alkan Abadi yang berada di Surabaya. Namun, kerja sama tersebut berujung pada perselisihan setelah aset yang disewa tak kunjung dikembalikan.

Seiring berjalannya waktu, PT Laut Mas disebut berdalih akan menggunakan kapal Patriot dan Pollux untuk pengiriman barang ke Dili. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, kapal dan kontainer tersebut tidak kembali ke Surabaya. Setelah melakukan pencarian selama bertahun-tahun, pada akhir 2023 pihak PT Pelayaran Alkan Abadi menemukan bahwa PT Laut Mas telah berpindah lokasi ke Batam.

Guna menyelesaikan konflik tanpa jalur hukum, kedua belah pihak sempat menandatangani surat kesepakatan pada 24 November 2024. Dalam kesepakatan tersebut, PT Laut Mas berjanji akan membayar sewa dua kapal dan ratusan kontainer dengan nilai total mencapai Rp141 miliar. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Laut Mas, Herlina, dan beberapa pemegang saham perusahaan.

Namun, Marcos menyayangkan bahwa setelah surat kesepakatan ditandatangani, PT Laut Mas justru tidak menepati janji pembayarannya. Beberapa kali somasi telah dilayangkan, namun tidak pernah direspons oleh pihak perusahaan. “Kita sudah berulang kali meminta itikad baik, tapi sampai sekarang tak ada tanggapan,” ujar Marcos.

Akibat ulah PT Laut Mas, PT Pelayaran Alkan Abadi akhirnya terpaksa menghentikan operasional dan menyatakan diri bangkrut. Aset berupa kapal dan kontainer yang tidak dikembalikan serta nilai sewa yang tidak dibayar, disebut Marcos sebagai penyebab utama kebangkrutan kliennya. “Inilah sebab puluhan mantan karyawan mendatangi PT Laut Mas, menuntut keadilan karena perusahaan mereka bangkrut,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, Marcos turut hadir bersama para mantan karyawan untuk meminta mediasi langsung dengan PT Laut Mas. Namun, harapan itu tidak tercapai karena perusahaan enggan menemui mereka. “Kami berada di sana sekitar tiga jam, bahkan polisi juga hadir, namun upaya mediasi tidak berhasil dilakukan karena tak ada tanggapan dari pihak perusahaan,” ungkap Marcos.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Syakiakirti, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. “Saya belum mengetahui secara pasti kasus ini. Akan kami cek terlebih dahulu dan lihat apakah ada laporan yang masuk ke kami. Jika ada pelanggaran ketenagakerjaan, tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya saat dimintai konfirmasi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Mantan Karyawan PT Pelayaran Alkan Abadi Geruduk PT Laut Mas, Tuntut Pembayaran Aset Rp141 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Ikan Batam Capai 1.571 Ton pada Triwulan I 2025

0
Nelayan tengah memasang alat penangkap ikan.

batampos – Ekspor komoditas ikan dari Kota Batam menunjukkan tren positif pada triwulan pertama (Januari–Maret) 2025. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Batam, total volume ekspor mencapai 1.571,36 ton dengan nilai sebesar Rp69,76 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas perikanan dan tingginya permintaan pasar luar negeri terhadap produk perikanan Batam.

“Ekspor ikan kita pada triwulan I tahun ini menunjukkan angka yang menggembirakan, baik dari sisi volume maupun nilai ekspornya,” ujar Yudi, Jumat (9/5).

Secara rinci, ekspor ikan pada Januari tercatat sebanyak 490,75 ton dengan nilai Rp22,11 miliar. Angka ini meningkat pada Februari menjadi 522,39 ton senilai Rp23,56 miliar. Maret mencatat capaian tertinggi, yakni 558,22 ton dengan nilai Rp24,09 miliar.

Menurut Yudi, komoditas yang diekspor mayoritas merupakan ikan bernilai ekonomi tinggi. Beberapa jenis andalan di antaranya kakap, kerapu, sagai, lebam, kepiting, dan lobster. Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor karena permintaan yang stabil serta kedekatan geografis.

“Keunggulan lokasi Batam yang dekat dengan pasar internasional menjadi nilai tambah. Selain itu, dukungan pelabuhan ekspor dan fasilitas pengolahan yang memadai turut meningkatkan daya saing produk kita,” katanya.

Dinas Perikanan Batam, lanjut Yudi, terus mendorong peningkatan kualitas dan volume ekspor melalui penerapan standar mutu, sertifikasi, dan pembinaan kepada pelaku usaha perikanan lokal.

“Kami juga tengah mengembangkan kapasitas SDM nelayan agar siap menghadapi permintaan global yang terus berkembang,” tuturnya.

Yudi berharap tren positif ini terus berlanjut sepanjang 2025, mengingat tingginya permintaan dari Singapura.

“Kami terus berkoordinasi dengan eksportir dan pelaku usaha agar ekspor berjalan lancar. Kualitas hasil tangkapan juga terus dijaga agar memenuhi standar pasar internasional,” tambahnya.

Selain ikan, Batam juga menjadi pemasok utama berbagai hasil laut lainnya ke negara tetangga. Kedekatan geografis dengan Singapura, kemudahan akses pelabuhan, serta infrastruktur yang mendukung menjadikan Batam salah satu pusat ekspor perikanan terkemuka di Indonesia.

Sebagai informasi, sepanjang 2024 lalu, total ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414,46 ton dengan nilai sebesar Rp232,68 miliar. Seluruhnya dikirim ke Singapura yang masih menjadi pasar utama produk perikanan dari Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ekspor Ikan Batam Capai 1.571 Ton pada Triwulan I 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Jemaah Haji Asal Meranti Tiba di Sekupang, Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

0
Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kepulauan Meranti saat tiba di Pelabuhan Sekupang, Batam, Jumat (9/5) siang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sebanyak 95 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kepulauan Meranti tiba di Pelabuhan Sekupang, Batam, Jumat (9/5) siang. Mereka tiba menggunakan kapal Batam Jet 3 sekitar pukul 12.50 WIB.

Setibanya di pelabuhan, para jemaah langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan panitia untuk kemudian dibawa ke Asrama Haji Batam. Rombongan juga didampingi satu orang Petugas Haji Daerah (PHD), sehingga total keseluruhan sebanyak 96 orang.

Pantauan di lapangan, para jemaah tampak antusias dan penuh semangat. Petugas gabungan dari Kemenag, Kesra, dan kepolisian juga terlihat mengatur kelancaran proses kedatangan dan pengangkutan jemaah menuju asrama.

Para jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Sabtu (10/5) dari Bandara Hang Nadim Batam.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Saat ini mereka sedang menjalani proses administrasi dan persiapan akhir sebelum keberangkatan besok,” ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain Umar, Jumat (9/5).

Menurutnya, proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Batam terus berlangsung. Hingga Jumat (9/5), sebanyak 3.105 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Suci. Para jemaah ini tergabung dalam tujuh kelompok terbang (kloter), dengan rincian 883 jemaah berasal dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan 1.333 jemaah dari Provinsi Riau.

“Untuk data per hari ini belum diupdate karena masih proses pemberangkatan, ” tambahnya.

Untuk musim haji 1446 H/2025 M ini, Embarkasi Batam dijadwalkan melayani pemberangkatan sebanyak 11.840 orang yang terdiri dari 11.732 jemaah haji dan 108 petugas kloter. Mereka berasal dari empat provinsi, yakni Kepulauan Riau (1.284 orang), Riau (5.033 orang), Kalimantan Barat (2.505 orang), dan Jambi (2.910 orang).

Seluruh jemaah akan diberangkatkan dalam 27 kelompok terbang (kloter) yang dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 2 hingga 15 Mei 2025 dengan tujuan Madinah, sedangkan gelombang kedua dimulai pada 17 hingga 31 Mei 2025 dengan tujuan Jeddah.

PPIH Embarkasi Batam terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan stamina selama berada di Tanah Suci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jemaah Haji Asal Meranti Tiba di Sekupang, Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci pertama kali tampil pada Metropolis.

Strategi Kunci Tekan Laju HIV/AIDS, Akses PrEP dan ARV Makin Luas di Batam

0
Ilustrasi penyuluhan di lokalosasi.

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat upaya pengendalian HIV/AIDS dengan memperluas akses layanan kesehatan, terutama pemberian terapi antiretroviral (ARV) dan obat pencegah HIV, pre-exposure prophylaxis (PrEP).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam untuk menekan laju infeksi baru, terutama di kalangan populasi berisiko tinggi.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa ketersediaan layanan ARV dan PrEP kini sudah merata di berbagai fasilitas layanan kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.

“Saat ini, layanan PrEP dan ARV tersedia di delapan puskesmas dan empat rumah sakit di Batam. Masyarakat bisa mengaksesnya secara terbuka dan gratis, terutama yang masuk dalam kelompok risiko tinggi,” ujar Didi, Jumat (9/5).

Sejumlah puskesmas yang menyediakan layanan tersebut di antaranya adalah Puskesmas Lubuk Baja, Sekupang, Tanjung Uncang, Sei Panas, Batu Aji, Baloi Permai, Kampung Jabi, dan Tanjung Sengkuang. Adapun layanan serupa juga tersedia di RS Elisabeth Batam, RSUD Embung Fatimah, RS Budi Kemuliaan, dan RS Awal Bros Batam.

PrEP merupakan obat pencegahan HIV yang sangat efektif jika dikonsumsi secara rutin oleh individu yang belum terinfeksi tetapi memiliki risiko tinggi tertular. Hingga awal Mei 2025, sebanyak 285 warga Batam tercatat telah memulai penggunaan PrEP sebagai langkah protektif.

“PrEP adalah salah satu metode pencegahan paling efektif yang sudah digunakan di berbagai negara. Sementara bagi mereka yang sudah terinfeksi, terapi ARV akan menekan jumlah virus dalam tubuh dan mengurangi risiko penularan,” jelas Didi.

Selain memperluas akses layanan, Dinkes Batam juga gencar melakukan skrining HIV sebagai langkah deteksi dini. Sepanjang Januari hingga April 2025, pihaknya telah melakukan skrining kepada 3.637 orang. Hasilnya, ditemukan 193 kasus baru HIV.

“Kelompok sasaran skrining adalah populasi kunci dan rentan, seperti pasien tuberkulosis, pengguna narkoba suntik, dan pekerja seks. Kami menargetkan total 15.686 orang akan menjalani skrining sepanjang tahun ini,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinkes, jumlah pengidap HIV/AIDS yang telah menerima pengobatan ARV secara kumulatif mencapai 3.552 orang. Dari jumlah itu, 199 di antaranya baru memulai terapi pada 2025.

Langkah pencegahan dan pengobatan ini menjadi bagian penting dalam menekan rantai penularan HIV/AIDS di Batam. Dinkes Batam terus mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri dan memanfaatkan layanan yang tersedia.

“Kami ingin memastikan setiap warga yang berisiko tinggi bisa mendapat akses pengobatan dan pencegahan secara cepat dan tanpa stigma. Dengan pendekatan ini, kami berharap angka penularan baru dapat ditekan secara signifikan,” tutup Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Strategi Kunci Tekan Laju HIV/AIDS, Akses PrEP dan ARV Makin Luas di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Aniaya Pengunjung Kafe, Pekerja Kapal Dibekuk Polisi

0
Pelaku penganiaya dibekuk Polsek Batuaji. f.Humas Polsek

batampos – Unit Reskrim Polsek Batu Aji berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Super Z Club, Komplek Aviari Mall, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (18/04) sekitar pukul 01.35 WIB dan sempat menimbulkan kegemparan di kalangan pengunjung kafe.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban yang diketahui berinisial STP,25 awalnya datang ke kafe tersebut untuk bersantai. Ia memesan dua botol minuman dan duduk menikmati pesanannya.

BACA JUGA: Kios Liar di Lokasi Pelebaran Jalan di Batuaji mulai Dibongkar

Namun, situasi berubah panas ketika terjadi perselisihan antara korban dan pengunjung lain yang berujung pada aksi pemukulan menggunakan botol.

Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala serta merasakan sakit pada beberapa bagian tubuhnya. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Menanggapi laporan tersebut, Unit Opsnal Polsek Batuaji langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

Setelah serangkaian penyelidikan dan pengumpulan informasi, pada Selasa (06/05) sekitar pukul 22.30 WIB, polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di kapal PSB ROLLER yang tengah diperbaiki di PT Vesinter Indonesia, Punggur, Kelurahan Kabil, Kota Batam. Tim Reskrim segera bergerak ke lokasi tersebut untuk melakukan penangkapan.

Dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Andy Pakpahan, tim berhasil mengamankan pelaku yang diketahui berinisial Etr, 42 tahun.

Setelah berkoordinasi dengan agen kapal, pelaku diserahkan secara sukarela dan langsung dibawa ke Polsek Batuaji. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya telah memukul korban menggunakan botol hingga mengenai kepala korban.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus menindak tegas segala bentuk tindak kriminal yang dapat meresahkan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang agar tindakan hukum dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Menutup pernyataannya, Kapolsek mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menyelesaikan konflik secara damai. Ia menekankan bahwa tindakan main hakim sendiri justru akan merugikan diri sendiri dan bisa berujung pada proses hukum yang serius. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Aniaya Pengunjung Kafe, Pekerja Kapal Dibekuk Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kios Liar di Lokasi Pelebaran Jalan di Batuaji mulai Dibongkar

0
Kios yang ada di lokasi pelebaran jalan mulai dibongkar. f.eusebius sara

batampos— Deretan kios dan bangunan liar yang sebelumnya berdiri di atas row jalan Simpang Puteri Hijau menuju Batuaji, akhirnya dibersihkan oleh tim terpadu Kota Batam, Kamis (9/5).

Penertiban ini menjadi langkah awal untuk mempercepat kelancaran proyek pelebaran Jalan R. Suprapto yang sudah lama direncanakan Pemerintah Kota Batam.

Pasca-penertiban, kawasan tersebut kini terlihat lebih terang dan terbuka. Alat berat mulai bekerja melakukan pengerukan dan perataan di area yang akan diperluas.

Aktivitas proyek sudah mulai tampak di lapangan, menandai dimulainya tahap pengerjaan konstruksi.

BACA JUGA: Hadapi Lonjakan Pemudik, Bandara Hang Nadim Tambah Kios Check In

“Iya, kemarin digusur. Ya untuk pelebaran jalan itu. Ini kami mau angkut semua barang yang bisa dibawa,” ujar Rido, salah seorang warga yang sebelumnya menempati lahan row jalan tersebut. Ia mengaku telah mengetahui rencana penggusuran ini sebelumnya.

Sebelum pelaksanaan, tim terpadu telah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada para penghuni bangunan liar. Penertiban dilakukan secara persuasif dengan alasan untuk kepentingan umum, sehingga masyarakat diminta untuk tidak menolak kebijakan tersebut.

Kasatpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Jika ada bangunan yang menghalangi jalannya proyek, maka akan ditindak secara tegas. Ini demi kelancaran pembangunan,” katanya.

Pemerintah Kota Batam juga kembali mengingatkan warga untuk tidak mendirikan bangunan liar di atas lahan fasilitas umum.

Sebagaimana diketahui, proyek pelebaran Jalan R. Suprapto merupakan bagian dari program strategis Kota Batam dalam menata infrastruktur jalan. Jalan yang semula dua lajur akan diperluas menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer, dengan masa kontrak pengerjaan 210 hari kalender.

Proyek ini sempat terhambat oleh keberadaan bangunan liar, serta instalasi kabel dan pipa bawah tanah milik berbagai perusahaan. Hal ini menuntut koordinasi teknis agar proses pembongkaran tidak merusak jaringan infrastruktur penting.

Masyarakat di wilayah Batuaji dan Sagulung menyambut baik kehadiran proyek ini. Selain memperindah wajah kota, pelebaran jalan diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Proyek pelebaran Jalan R. Suprapto telah dikerjakan sejak tahun 2022 secara bertahap. Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, saat ini fokus pembangunan difokuskan pada ruas Simpang Puteri Hijau menuju Simpang Basecamp, dan akan berlanjut hingga ke Tanjung Uncang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kios Liar di Lokasi Pelebaran Jalan di Batuaji mulai Dibongkar pertama kali tampil pada Metropolis.

Maling di Pinang Terekam Curi Tanaman Hias Milik Warga Jalan Soekarno Hatta

0
Detik-detik pelaku beraksi mencuri tanaman hias milik warga Jalan Soekarno Hatta Tanjungpinang, Selasa (6/5). F. Warga untuk BATAM POS

batampos– Aksi pencurian tanaman hias milik warga terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Aksi pencurian yang diduga dilakukan oleh seorang pria tersebut terekam kamera pengintai atau CCTV.

Aksi pencurian tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 20.12 WIB malam. Kala itu, pelaku mengenakan berbaju biru datang menggunakan sepeda motor ke halaman bengkel mobil yang ada di Jalan Soekarno Hatta.

Di lokasi itu, ia berpura-pura parkir dan langsung mendatangi ke tempat tanaman jenis bunga asoka. Ia pun terlihat langsung membawa kabur bunga, sekaligus pot yang ada di halaman bengkel mobil tersebut.

BACA JUGA: Pencuri Ditangkap Polisi saat Asik Nongkrong di Taman Batu 10

“Kejadiannya tiga hari lalu, jam 8 malam. Tahunnya pas mau nyiram tanaman, salah satu bunga telah hilang,” kata Sadri, seorang pekerja di bengkel mobil Jalan Soekarno Hatta, Jumat (9/5).

Setelah melihat ada tanaman hias yang hilang, ia langsung mengecek CCTV yang menyorot ke arah halaman bengkel. Dalam rekaman, ia melihat ada seorang pria yang datang ke bengkel, serta mencuri tanaman hias tersebut

Ia mengakui, pemilik tanaman tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Melainkan, hanya menyebarluaskan video CCTV yang menampilkan aksi pelaku ke sosial media.

“Jenis tanamannya bunga asoka. Memang belum lapor, kita hanya membuat dia (pelaku) insaf saja dengan meviralkan CCTV. Sejauh ini, hanya kali ini terjadi,” pungkasnya.(*)

Reporter: M Ismail

Artikel Maling di Pinang Terekam Curi Tanaman Hias Milik Warga Jalan Soekarno Hatta pertama kali tampil pada Kepri.