Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1767

Protes Sulitnya Urus Sertifikat Tanah, Warga Dompak Datangi Gedung Gubernur Kepri

0
Warga Tanjung Siambang saat mendatangi kantor Gubernur Kepri untuk mempertanyakan soal sertifikat tanah, Selasa (19/5). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ratusan warga Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang mendatangi Kantor Gubernur Kepri, Senin (19/5).

Mereka datang dengan menyampaikan protes, terkait tidak jelasnya status perumahan dan sulitnya membuat sertifikat tanah di tempat tersebut.

Ratusan warga tersebut menuntut agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) menerbitkan sertifikat tanah yang selamat ini menjadi tempat berdirinya rumah mereka di Tanjung Siambang. Terlebih, penerbitan sertifikat tanah tersebut merupakan janji dari Pemprov.

BACA JUGA: Sekolah Garuda Bakal Dibangun di Dompak, Biaya Sekolah Ditanggung Pemerintah

“Sudah 15 tahun kami tinggal disana. Namun, hingga saat ini sertifikat tanah yang dijanjikan belum diserahkan ke kita,” kata Koordinator Aksi, Abdul Fatah di Halaman Gedung Gubernur Kepri.

Selain masalah sertifikat tanah, para warga juga meminta Pemprov untuk memperbaiki fasilitas umum (fasum) berupa jalan yang ada di Perumahan tersebut. Akses jalan yang layak tersebut sangat dibutuhkan, karena dilintasi oleh kurang lebih 800an orang.

“Tadi kita juga sudah diajak audensi, katanya tadi tahun depan akan dianggarkan untuk perbaikan jalan. Sementara sertifikat tanah masih belum ada solusi yang pasti,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengatakan bahwa penerbitan sertifikat tanah warga Tanjung Siambang terkendala akibat aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab, tanah milik Pemerintah Daerah tidak bisa dihibahkan secara perorangan.

Sehingga Pemprov Kepri, kata dia saat ini masih mencarikan solusi terkait hal tersebut. Saat ini, Pemprov hanya memberikan surat sementara yang menyatakan bahwa tanah di Tanjung Siambang merupakan milik warga.

“Wajar mereka meminta kepastian. Karena tidak ada ikatan tetap. Namun kita sudah berikan surat sementara, yang menandakan tanah tersebut milik mereka (warga),” tegasnya.

Sementara untuk fasum berupa jalan, ia akan melaporkan ke Gubernur Kepri terlebih dahulu untuk melakukan perbaikan. “Nanti saya sampaikan ke pak Gubernur. Agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Protes Sulitnya Urus Sertifikat Tanah, Warga Dompak Datangi Gedung Gubernur Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan Rusak Menuju Pelabuhan Sagulung Picu Kemacetan Parah di Jam Sibuk

0
Kemacetan terjadi di jalan rusak menuju pelabuhan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Kota Batam, kian memprihatinkan. Kerusakan parah yang terjadi di sepanjang ruas jalan menyebabkan arus lalu lintas macet, terutama pada jam-jam sibuk. Deretan kendaraan berat seperti kontainer, truk gandeng, dan truk pengangkut material tanah bercampur dengan kendaraan umum lainnya, mengular hingga beberapa kilometer.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lubang-lubang besar tersebar hampir merata di badan jalan. Kerusakan ini memaksa kendaraan, terutama yang bermuatan berat, melaju dengan sangat pelan demi menghindari kerusakan lebih lanjut atau kecelakaan. Alhasil, laju lalu lintas melambat drastis dan antrean kendaraan tak terhindarkan.

Kerusakan jalan terlihat mulai dari simpang Polsek Batuaji hingga ke area Pelabuhan Sagulung. Diketahui, ada ratusan titik lubang yang bertambah dalam dan lebar selama musim hujan yang baru berlalu. Jalanan yang seharusnya menjadi jalur utama distribusi logistik ini kini justru menjadi titik kemacetan harian yang dikeluhkan warga dan pengusaha.

Husni, salah seorang pengguna jalan, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. “Kami berharap ini segera ditindaklanjuti. Kalau dibiarkan terus, bukan hanya macet, tapi rawan kecelakaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ahmad, tokoh masyarakat dari Sungai Aleng, juga menyoroti lambannya penanganan jalan rusak tersebut.

Lurah Sei Binti, Jamil, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kerusakan jalan sudah sangat parah dan memang telah diusulkan untuk perbaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). “Masih menunggu perbaikan nya. Usulan dari kami sudah disampaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa perbaikan jalan memang sedang berjalan di beberapa titik di Batam. Menurutnya, pengerjaan dilakukan secara bertahap berdasarkan usulan yang telah masuk dan ketersediaan anggaran.

“Jalan menuju Pelabuhan Sagulung memang masuk dalam prioritas, namun akan ditindaklanjuti sesuai perencanaan dan anggaran yang tersedia. Kami mohon masyarakat bersabar karena semua dilakukan bertahap,” jelas Suhar.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan percepatan perbaikan di titik-titik yang paling kritis.

Untuk saat ini, masyarakat dan pengguna jalan masih harus bersabar menghadapi kemacetan yang terjadi setiap hari. Diharapkan pemerintah daerah dapat segera mempercepat proses perbaikan agar arus logistik dan transportasi warga kembali lancar, serta menghindari kerugian ekonomi yang lebih besar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak Menuju Pelabuhan Sagulung Picu Kemacetan Parah di Jam Sibuk pertama kali tampil pada Metropolis.

Lantik 1.899 Aparatur Sipil Negara, Bupati Anambas Aneng Tekankan Pegawai Wajib Melayani Masyarakat Tanpa Diskriminasi

0
Bupati Anambas, Aneng menyerahkan SK Pengangkatan kepada salah satu CPNS dilingkungan Pemkab Anambas.
f.ihsan

batampos– Bupati Anambas, Aneng melantik 1.899 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Anambas dengan rincian 1.782 orang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 117 orang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pelantikan ini berlangsung dilapangan kantor Bupati Anambas, Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Senin, (11/5).

Bupati Anambas, Aneng mengatakan pelantikan ini merupakan momen yang dinantikan eks tenaga honorer karena sejak Januari lalu sudah tidak bekerja lagi.

“Muka mereka hari ini memancarkan senyuman yang indah. Saya sangat senang bisa melihat rekan-rekan kita kembali bekerja,” ujar Aneng saat diwawancara awak media.

BACA JUGA: Pelaku Pungli di Bintan Mengatasnamakan Serikat Pekerja untuk Memeras Sopir

Aneng menekankan kepada pegawai yang dilantik hari ini harus segera melayani masyarakat tanpa memandang status sosial.

“Tadi sudah saya sampaikan pelayanan harus tetap berjalan jangan melihat status sosial. Misalnya ini saudara saya, harus didahulukan. Jangan seperti itu. Saya mau semua dilayani dengan baik,” tegas Aneng.

Politisi Demokrat ini tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pegawai yang berbuat sewenang-wenang dalam bekerja. Khusus yang berstatus PPPK, ia bahkan tidak akan memperpanjang kontrak bagi pegawai yang nakal.

“Jabatan itu bukan untuk dibangga-bangga, jabatan itu bukan untuk foya-foya. Tapi jabatan itu adalah titipan dari masyarakat Anambas. Suatu saat akan diambil maka jangan sombong dan membusung dada,” jelas Aneng.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Anambas, Nurgayah menambahkan rincian PPPK yang dilantik didominasi oleh formasi teknis berjumlah 1.622 orang.

“Kalau formasi tenaga kesehatan ada 79 orang dan guru jumlahnya hanya 81 orang,” jelas Nurgayah.

Kemudian untuk CPNS ada 4 orang yang lulus seleksi saat ini belum bisa mengikuti pelantikan. Hal ini disebabkan ada kendala dalam pengurusan berkas Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Salah satunya ijazah yang mereka gunakan lagi proses persamarataan. Karena mereka lulusan D-IV Manajemen, tapi dalam syaratnga formasi S-1,” terang Nurgayah.

Kendati demikian, ia meminta kepada 4 orang yang belum dilantik ini agar bersabar karena pihaknya sekarang lagi berusaha untuk meyakinkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat prosesnya selesai dan sudah keluar NIP-nya,” pungkas Nurgayah. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Lantik 1.899 Aparatur Sipil Negara, Bupati Anambas Aneng Tekankan Pegawai Wajib Melayani Masyarakat Tanpa Diskriminasi pertama kali tampil pada Kepri.

Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam

0
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gereja Katolik melalui Yayasan Karina KWI dan Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang resmi memulai pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia, Batam, Minggu (18/5). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ.

BLK dan pusat informasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja migran, khususnya mereka yang rentan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Lokasinya berada di area yang sama dengan Shelter Migran St. Theresia, yang selama ini sudah berperan aktif dalam pendampingan pekerja migran di Batam.

Mgr. Sudarso menyampaikan, pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari perhatian Gereja Katolik terhadap persoalan kemigrasian. Ia berharap keberadaan BLK dan pusat informasi ini bisa menjadi “rumah” yang ramah dan aman bagi para pekerja migran.

“Seperti pesan Paus Fransiskus, siapa saja yang berjumpa dengan para migran, sama halnya berjumpa dengan Yesus,” ujar Mgr. Sudarso dalam sambutannya.

Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, Pr menjelaskan, fasilitas ini akan menjadi pusat informasi dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran. Ia menyoroti masih minimnya keterampilan dan informasi yang dimiliki oleh para calon pekerja migran Indonesia.

“Di sini, mereka akan mendapatkan pelatihan, edukasi, serta akses jaringan kerja sama untuk meningkatkan kesiapan sebelum berangkat ke luar negeri,” ujarnya.

BLK dan pusat informasi ini juga akan bersinergi dengan berbagai mitra kemanusiaan dan instansi pemerintah guna menjamin pelayanan yang holistik bagi pekerja migran.

Sementara itu, Ketua Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, menambahkan bahwa shelter dan pusat pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan. Ia menggarisbawahi banyaknya kasus TPPO yang terjadi akibat kurangnya informasi dan kompetensi pekerja migran.

“Sering kali tawaran kerja yang diberikan tidak sesuai kenyataan di lapangan. Di sinilah pelayanan ini menjadi penting, untuk memastikan para pekerja siap secara mental, informasi, dan keterampilan,” kata Romo Paschal.

Pembangunan ini memperkuat komitmen Gereja dalam pelayanan terhadap migran, yang dilandasi penghargaan terhadap martabat manusia dan penciptaan perdamaian. Apalagi, Batam merupakan wilayah transit utama bagi pekerja migran, termasuk yang diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.

Menurut laporan Kompas, sejak Mei 2022 sedikitnya 200 pekerja migran ilegal diberangkatkan setiap hari dari Batam Centre ke Tanjung Pengelih, Malaysia, menggunakan dua kapal feri. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya para pekerja migran terhadap praktik perdagangan manusia.

Peletakan batu pertama pembangunan BLK dan Pusat Informasi Migran ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, perwakilan Bank Indonesia, sejumlah suster dari berbagai kongregasi, tokoh gereja, dan elemen jaringan Safe Migran Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya

0
Gedung Beringin di Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gedung Beringin di Sekupang kini hanya menyisakan sisa kejayaan masa lalu. Bangunan yang dulu menjadi pusat kegiatan seni dan budaya itu kini terbengkalai dan memprihatinkan. Semak belukar menutupi halaman, dinding menghitam karena lembap, jendela pecah, dan sebagian atap ambruk.

Pantauan di lokasi, Senin (19/5), pagar besi yang mengelilingi gedung tampak berkarat dan tak lagi kokoh. Rumput liar menjalar ke segala penjuru, menutupi hampir seluruh fasad bangunan. Bagian dalamnya gelap dan tak terawat, dengan puing-puing atap serta daun kering berserakan di lantai.

Iwan, warga Sekupang yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku prihatin. Ia menyayangkan bangunan yang dulu menjadi tempat berbagai kegiatan masyarakat itu kini dibiarkan rusak tak terurus.

Baca Juga: Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar

“Dari jauh saja sudah tak kelihatan seperti gedung. Sudah penuh semak, kusam, dan rusak parah,” ujarnya.

Gedung Beringin dibangun Otorita Batam pada 1986. Dahulu, bangunan ini kerap digunakan untuk pertunjukan seni, pertemuan warga, hingga acara resmi pemerintahan. Beberapa warga bahkan menyebut gedung ini sempat menjadi lokasi pertemuan penting pejabat negara di era Presiden Soeharto.

Namun sejak Batam bergabung dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, peran gedung ini perlahan meredup hingga akhirnya ditinggalkan.

Julian, warga lainnya, mengatakan kondisi Gedung Beringin yang terbengkalai saat ini cukup mengkhawatirkan. Selain menjadi pemandangan yang kumuh, bangunan kosong juga rawan disalahgunakan.

“Kalau terus dibiarkan, bisa jadi tempat yang tidak aman. Bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak sekadar memperbaiki bangunan tersebut, tetapi juga memberinya fungsi baru yang bermanfaat. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menjadikan Gedung Beringin sebagai Taman Budaya.

“Kalau dijadikan Taman Budaya, itu lebih bagus. Bisa untuk pertunjukan seni, latihan sanggar, pelatihan UMKM, dan kegiatan komunitas lainnya,” tambah Julian.

Menurut warga, revitalisasi Gedung Beringin menjadi ruang seni budaya bisa menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kehidupan sosial dan kreativitas masyarakat di Sekupang dan sekitarnya.

“Daripada jadi bangunan kosong yang menunggu roboh, lebih baik dihidupkan kembali. Sekalian jadi ikon kebudayaan Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji

0
Tim terpadu cek drainase untuk mencegah banjir.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap sistem drainase induk di wilayah Sagulung dan Batuaji. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya banjir berulang yang terus meresahkan warga.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar. Turut hadir dalam kegiatan ini camat, lurah, serta unsur TNI, Polri, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP.

Pengecekan difokuskan pada titik-titik rawan banjir, terutama di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, dan Sei Binti, Sagulung. Lokasi-lokasi tersebut selama ini kerap dilanda banjir saat hujan deras, mengganggu aktivitas warga dan merusak infrastruktur.

Menurut Mouris, timnya menemukan sejumlah permasalahan krusial yang menyebabkan air tidak mengalir secara optimal.

“Ada belasan titik lokasi drainase bermasalah yang kita pantau hari ini. Selain saluran yang rusak dan tersumbat, juga ada persoalan dengan daerah resapan atau catchment area yang tidak berfungsi maksimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pendataan dan pemetaan seluruh permasalahan untuk merumuskan solusi.

“Didata dulu, baru buat kesimpulan untuk menentukan langkah selanjutnya. Ada solusi jangka pendek seperti normalisasi saluran, dan solusi jangka panjang yang kita petakan bersama Pemko Batam,” ujarnya.

Kondisi saluran air yang melintasi kawasan industri juga menjadi sorotan serius.

“Kita lihat ada permasalahan dengan saluran yang melewati kawasan industri. Saluran ini ada yang tertanam jauh di dalam dan tidak terlihat. Ini akan kita kaji ulang untuk menentukan penanganan selanjutnya,” tambah Mouris.

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Suhar, menyatakan bahwa temuan di lapangan akan dievaluasi secara menyeluruh. Pihaknya akan merumuskan strategi jangka pendek dan panjang, termasuk penataan ulang sistem drainase dan penindakan terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran air.

Sebagaimana diketahui, kawasan Sagulung dan Batuaji merupakan langganan banjir setiap musim hujan. Sehari sebelum pengecekan, banjir besar sempat merendam jalan menuju Pelabuhan Sagulung, menyebabkan kemacetan dan menghambat aktivitas warga.

Langkah tim terpadu ini diharapkan menjadi awal dari penanganan serius persoalan banjir di Batam. Pemerintah mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, untuk turut mendukung upaya perbaikan sistem drainase demi kenyamanan dan keselamatan bersama.(*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Francis

batampos — Dalam suasana sakral yang penuh sukacita, Deputi IV BP Batam bidang Pengusahaan dan Investasi, Fary Francis, menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). Ia hadir bersama Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dan UKM. Ketiganya diutus secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi dari Indonesia.

Upacara agung ini tak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penuh makna tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kesinambungan Gereja Katolik. Pelantikan ini menandai secara resmi dimulainya masa kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Kehadiran Fary mencerminkan semangat inklusif pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan representasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Seusai acara, Fary membagikan dua kesan mendalam dari prosesi pelantikan yang menurutnya patut diteladani:

1. Simbolisme Sakral yang Menyentuh

Pelantikan dipenuhi simbol-simbol suci. Salah satu yang paling menyentuh, menurut Fary, adalah pallium, selendang wol putih bertanda lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoral—menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini dirajut dari wol dua ekor anak domba yang telah diberkati, melambangkan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.

Simbol penting lainnya adalah cincin nelayan (fisherman’s ring), terbuat dari emas murni dengan ukiran perahu Santo Petrus dan nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus, pemimpin pertama Gereja.

Rangkaian prosesi berlangsung khidmat, dimulai dari doa di makam Santo Petrus, penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, hingga penerimaan pallium dan cincin oleh Paus dari tangan kardinal protodiakon.

“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua sebagai lambang kesatuan Gereja universal. Upacara ditutup dengan berkat Urbi et Orbi (‘kepada kota dan dunia’),” ujar Fary.

2. Pesan Damai dari Takhta Suci

Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai yang menyentuh:
“Semoga damai menyertai Anda, saudara-saudara terkasih.”

Ucapan ini, kata Fary, bukan sekadar salam, melainkan seruan universal agar damai Kristus yang bangkit dapat menyentuh hati setiap pribadi, keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Damai yang bersumber dari kasih Tuhan yang tak bersyarat menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih bersaudara.

“Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya semangat dialog, keterbukaan, dan misi kasih. Ia mengajak umat manusia menjadi Gereja yang misioner—membangun jembatan, bukan tembok, dan hadir dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan,” ucap Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI (2014–2019) dan Komisaris Utama PT ASABRI.

Fary menambahkan, sebagai Paus ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa pengalaman panjang sebagai misionaris di Peru—di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya pada keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya harapan baru bagi dunia untuk merajut perdamaian dalam ragam warna-warni kemanusiaan universal.

“Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu Uno, Unum — Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu,” tutup Fary.

(*)

Artikel Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Francis

batampos — Dalam suasana sakral yang penuh sukacita, Deputi IV BP Batam bidang Pengusahaan dan Investasi, Fary Francis, menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). Ia hadir bersama Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dan UKM. Ketiganya diutus secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi dari Indonesia.

Upacara agung ini tak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penuh makna tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kesinambungan Gereja Katolik. Pelantikan ini menandai secara resmi dimulainya masa kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Kehadiran Fary mencerminkan semangat inklusif pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan representasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Seusai acara, Fary membagikan dua kesan mendalam dari prosesi pelantikan yang menurutnya patut diteladani:

1. Simbolisme Sakral yang Menyentuh

Pelantikan dipenuhi simbol-simbol suci. Salah satu yang paling menyentuh, menurut Fary, adalah pallium, selendang wol putih bertanda lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoral—menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini dirajut dari wol dua ekor anak domba yang telah diberkati, melambangkan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.

Simbol penting lainnya adalah cincin nelayan (fisherman’s ring), terbuat dari emas murni dengan ukiran perahu Santo Petrus dan nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus, pemimpin pertama Gereja.

Rangkaian prosesi berlangsung khidmat, dimulai dari doa di makam Santo Petrus, penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, hingga penerimaan pallium dan cincin oleh Paus dari tangan kardinal protodiakon.

“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua sebagai lambang kesatuan Gereja universal. Upacara ditutup dengan berkat Urbi et Orbi (‘kepada kota dan dunia’),” ujar Fary.

2. Pesan Damai dari Takhta Suci

Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai yang menyentuh:
“Semoga damai menyertai Anda, saudara-saudara terkasih.”

Ucapan ini, kata Fary, bukan sekadar salam, melainkan seruan universal agar damai Kristus yang bangkit dapat menyentuh hati setiap pribadi, keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Damai yang bersumber dari kasih Tuhan yang tak bersyarat menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih bersaudara.

“Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya semangat dialog, keterbukaan, dan misi kasih. Ia mengajak umat manusia menjadi Gereja yang misioner—membangun jembatan, bukan tembok, dan hadir dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan,” ucap Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI (2014–2019) dan Komisaris Utama PT ASABRI.

Fary menambahkan, sebagai Paus ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa pengalaman panjang sebagai misionaris di Peru—di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya pada keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya harapan baru bagi dunia untuk merajut perdamaian dalam ragam warna-warni kemanusiaan universal.

“Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu Uno, Unum — Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu,” tutup Fary.

(*)

Artikel Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menggesek dawai biola.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pembukaan kegiatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang berlangsung di kawasan Harbour Bay, Kota Batam, Sabtu (17/5/2025).

KSM merupakan agenda tahunan yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya Melayu dari dalam negeri maupun negara-negara serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Selain memperkuat silaturahmi lintas negara, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kultural antarbangsa serta memperkuat identitas dan kearifan budaya lokal di tengah tantangan arus globalisasi.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah dalam memperkuat daya saing Batam melalui nilai-nilai kebudayaan.

“Kegiatan ini adalah cerminan komitmen kita bersama dalam melestarikan budaya Melayu. Mari kita jaga silaturahmi dengan negara-negara serumpun agar ekonomi dan investasi di Batam bisa terus tumbuh secara signifikan,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga membacakan sebuah puisi ciptaannya yang berjudul “Uwak”. Puisi itu menggugah perhatian tamu undangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sebagai bentuk kontribusi personalnya terhadap pelestarian budaya melalui seni sastra.

“Kami terus berupaya mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang berdampak positif terhadap pembangunan sosial, pariwisata, dan hubungan regional. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Batam akan terus berkembang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal,” pesan Amsakar.

(*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26 pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menggesek dawai biola.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pembukaan kegiatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang berlangsung di kawasan Harbour Bay, Kota Batam, Sabtu (17/5/2025).

KSM merupakan agenda tahunan yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya Melayu dari dalam negeri maupun negara-negara serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Selain memperkuat silaturahmi lintas negara, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kultural antarbangsa serta memperkuat identitas dan kearifan budaya lokal di tengah tantangan arus globalisasi.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah dalam memperkuat daya saing Batam melalui nilai-nilai kebudayaan.

“Kegiatan ini adalah cerminan komitmen kita bersama dalam melestarikan budaya Melayu. Mari kita jaga silaturahmi dengan negara-negara serumpun agar ekonomi dan investasi di Batam bisa terus tumbuh secara signifikan,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga membacakan sebuah puisi ciptaannya yang berjudul “Uwak”. Puisi itu menggugah perhatian tamu undangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sebagai bentuk kontribusi personalnya terhadap pelestarian budaya melalui seni sastra.

“Kami terus berupaya mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang berdampak positif terhadap pembangunan sosial, pariwisata, dan hubungan regional. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Batam akan terus berkembang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal,” pesan Amsakar.

(*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26 pertama kali tampil pada Metropolis.