Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1789

Film Horor Pabrik Gula Gemparkan Pasar Hollywood

0
Film Pabrik Gula gelar world premiere di AMC The Grove, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 26 Maret. (Istimewa)

batampos – Film Pabrik Gula sukses menggelar world premiere di AMC The Grove, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 26 Maret waktu setempat. Proyek besar garapan rumah produksi MD Pictures itu berhasil mendapat sambutan hangat dari penikmat film internasional.

”Kami sangat bangga membawa cerita ini ke penonton internasional,” kata Produser sekaligus CEO MD Entertainment Manoj Punjabi.

Antusiasme yang besar terhadap penayangan Pabrik Gula di negeri Paman Sam juga sekaligus menandai adanya pengaruh Indonesia di kancah perfilman global. Khususnya, untuk genre horor.

”Penayangan perdana ini menandai sebuah langkah besar dalam membagikan sinema Indonesia kepada dunia,” jelas Manoj.

Bahkan, film Pabrik Gula juga berhasil mencuri atensi dari beberapa nama besar di industri Hollywood. Misal, Sebastian Roche (1923), penulis skenario The Conjuring Carey Hayes serta Tara Reid yang baru saja memenangkan penghargaan aktris terbaik untuk film horor Dr. Quarantine, dan Colton Tran dari The Sex Lives of College Girls.

Kesempatan tersebut disaksikan Manoj dan Awi Suryadi yang bertindak sebagai sutradara. Jajaran pemain seperti Arbani Yasiz, Erika Carlina, Bukie B Mansyur, Arif Alfiansyah, dan Benidictus Siregar, juga turut hadir di momen red carpet.

Berdasar sejumlah ulasan, para tamu undangan menyatakan bahwa Pabrik Gula berhasil menyuguhkan pengalaman rollercoaster penuh atmosfer menyeramkan. Mereka juga menyebut Awi berhasil memberikan kejutan jumpscare yang cerdas, serta humor tak terduga.

Pabrik Gula disebut memiliki perpaduan antara horor dan kelucuan sekaligus menegaskan daya tarik film yang luas dan menjadikan unggulan tidak hanya di Asia, tetapi juga di panggung internasional.

“Syuting di pabrik gula sungguhan selama musim panen membuat keaslian cerita lebih menyeramkan. Kami menceritakan sebuah kisah yang terasa membumi secara budaya namun menghantui secara universal,” tambah Awi.

Setelah pemutaran film, Manoj mengadakan pesta eksklusif di kediamannya di kawasan West Hollywood bersama para cast, rekan bisnis, dan teman-teman terdekat. Selain merayakan kesuksesan tersebut, juga menjadi momen penting bahwa perfilman Indonesia khususnya film horor kini mulai diperhitungkan di Hollywood.

Sebelum Pabrik Gula, pada April 2024 MD Pictures juga sempat memboyong film Badarawuhi di Desa Penari untuk Gala Premier di Los Angeles, Amerika Serikat. Kala itu, MD Pictures bekerja sama dengan Lionsgate menembus pasar internasional.

Film horor Pabrik Gula tayang di bioskop Tanah Air dengan format IMAX hingga 4DX mulai Lebaran, 31 Maret. Sementara untuk di Amerika, film tersebut akan tayang mulai 18 April. Selain itu, film Pabrik Gula juga tayang di beberapa negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. (*)

Artikel Film Horor Pabrik Gula Gemparkan Pasar Hollywood pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pompong Nelayan di Bintan Meledak, Korban Alami Luka Bakar

0
Kondisi pompong nelayan yang meledak di dekat pelantar, Jalan Lingkar Laut RT 004 RW 002 Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan pada Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 06.45 WIB. F.Kiriman Prasojo untuk Batam Pos.

batampos– Pompong nelayan, KM Fajar meledak di dekat pelantar, Jalan Lingkar Laut RT 004 RW 002 Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, Bintan.

Ledakan terjadi pada Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban bernama Angga Agustian, 32, mengalami luka bakar sekitar 50 persen dari bagian kaki hingga kepala.

Informasi yang diperoleh, korban akan mengantar warga yang hendak berlibur di musim libur lebaran ke Pulau Selentang.

BACA JUGA: Pompong Nelayan Payalaman Tenggelam Saat Hendak Pergi ke Bagan

Angga sempat memeriksa pompong yang akan digunakannya untuk mengantar warga di dekat pelantar yang tidak jauh dari rumahnya.

Beberapa saat kemudian, istrinya mendengar suara ledakan.

Istrinya lalu meminta anak mereka untuk mengecek kondisi korban yang ada di dekat pelantar.

Sementara itu, warga lain, Yandi Arman menuturkan, tidak melihat korban datang dan masuk ke dalam pompong. Saat itu, Yandi sedang menjemur kopra, sekitar pukul 06.15 WIB.

15 menit kemudian, Yandi mendengar suara ledakan disertai asap putih yang berasal dari bagian depan pompong.

Ia juga melihat beberapa papan palka yang terbuat dari kayu terlempar lebih kurang 10 meter.

Selang 10 menit, istri Yandi melihat korban keluar dari pompong sembari meminta tolong.

Mereka kemudian menolong korban naik ke pelantar dan membawa korban ke puskesmas Tambelan.

Kasi Humas Polres Bintan, AKP Prasojo membenarkan adanya kejadian itu.

Dari keterangan korban, kata Prasojo, bahwa korban akan mengantar warga untuk liburan ke pantai di Pulau Selentang.

Sebelum berangkat, korban sempat mengecek kondisi kapal dan mencium bau gas.

Saat akan menghidupkan mesin, tiba-tiba ledakan terjadi.

Prasojo mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian.

Hasil pemeriksaan awal, diduga ledakan berasal dari tabung gas.

Meski demikian, dia belum dapat memastikan penyebab ledakan karena masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa ledakan tidak menimbulkan api, hanya asap putih.

Akibat ledakan, papan palka depan dan papan bagian bawah depan hancur. Bunyi ledakan diperkirakan mencapai radius lebih kurang 3 Kilometer (Km) dari lokasi.

Untuk kondisi korban, dia mengatakan, korban telah ditangani pihak puskesmas Tambelan.

Namun karena luka bakar yang dialami korban cukup serius dengan luka bakar sekitar 50 persen dari bagian kaki hingga kepala, maka korban akan dirujuk ke rumah sakit di Kalimantan Barat. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Pompong Nelayan di Bintan Meledak, Korban Alami Luka Bakar pertama kali tampil pada Kepri.

301 WBP Rutan Terima Remisi Khusus Idul Fitri

0
Ilustrasi.

batampos – Lebaran tahun ini membawa berkah bagi ratusan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam. Sebanyak 301 warga binaan mendapatkan remisi khusus Idul Fitri, dengan 13 orang di antaranya langsung menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengurangan masa tahanan yang mencukupi.

Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bagian dari rutinitas tahunan dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri. Remisi ini diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan mereka.

Data resmi yang dibacakan saat perayaan Idulfitri menunjukkan bahwa dari total 301 warga binaan yang menerima remisi, 288 orang mendapatkan Remisi Khusus (RK) 1. Ini berarti mereka memperoleh pengurangan masa tahanan tetapi masih harus menjalani sisa hukuman di dalam rutan.

Sementara itu, 13 warga binaan lainnya menerima Remisi Khusus (RK) 2, yang mengakibatkan mereka langsung bebas setelah remisi diberikan. Mereka telah memenuhi seluruh ketentuan dan masa hukuman mereka menjadi habis setelah dikurangi remisi yang diberikan.

Untuk perincian lebih lanjut, dari total 288 warga binaan yang memperoleh RK 1, sebanyak 74 orang mendapatkan pemotongan masa tahanan selama 15 hari. Sedangkan 227 warga binaan lainnya mendapatkan pengurangan masa tahanan selama 30 hari atau satu bulan penuh.

Proses seleksi dilakukan dengan ketat sesuai regulasi yang berlaku, termasuk mempertimbangkan perilaku dan kepatuhan warga binaan terhadap aturan selama mereka menjalani hukuman.

Fajar Teguh Wibowo berharap bahwa remisi ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa tahanan. Ia juga menekankan pentingnya program pembinaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

Pemberian remisi pada Hari Raya Idul fitri ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif. Diharapkan, mereka yang mendapatkan kebebasan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel 301 WBP Rutan Terima Remisi Khusus Idul Fitri pertama kali tampil pada Metropolis.

Rutan Kelas II A Batam Gelar Open House Tiga Hari, Ribuan Pengunjung Antre

0
F.Kunjungan terbuka Rutan Batam. (Eusebius Sara/Batam Pos)

batampos – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam gelar open house selama tiga hari, memberikan kesempatan bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk berkunjung dan bertemu langsung dengan mereka. Kegiatan ini mendapat pengamanan penuh dari petugas rutan, dibantu oleh personel dari Polsek Sagulung dan Koramil Batam Barat.

Open house berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB pada sesi pertama, dan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB untuk sesi kedua. Setiap pengunjung diberikan waktu sekitar 20 menit untuk bertemu dengan WBP yang dikunjungi. Dalam kesempatan ini, pengunjung juga diperbolehkan membawa makanan untuk disantap bersama di dalam area kunjungan.

Hari pertama open house yang digelar kemarin berlangsung cukup ramai. Ribuan pengunjung tampak berjubel dan antre sejak pagi untuk dapat bertemu dengan keluarga mereka yang tengah menjalani masa pembinaan di rutan. Antrean panjang terjadi sepanjang hari, baik pada sesi pagi hingga siang maupun pada sesi siang hingga sore.

Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan bahwa prosedur pengawasan dan pengamanan dilakukan secara maksimal. Setiap pengunjung harus mengikuti proses pendaftaran terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk. Proses ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama kunjungan berlangsung.

Setelah melakukan pendaftaran, pengunjung diwajibkan menjalani pemeriksaan barang bawaan. Barang yang diperbolehkan dibawa masuk hanya makanan untuk dikonsumsi bersama WBP. Sementara itu, barang lain seperti ponsel dan benda terlarang lainnya dilarang keras dibawa masuk demi menjaga ketertiban dan keamanan di dalam rutan.

Setelah pemeriksaan selesai, pengunjung diberikan gelang tanda masuk sebagai bukti registrasi. Hanya pengunjung yang telah mendapatkan tanda ini yang diperbolehkan masuk dan bertemu dengan WBP. Sistem ini diterapkan untuk menghindari penyusupan serta memastikan jumlah pengunjung tetap terkendali sesuai kapasitas yang telah ditentukan.

Pengamanan selama open house melibatkan kerja sama antara petugas rutan dengan aparat keamanan dari TNI dan Polri. Hal ini dilakukan untuk memastikan kunjungan berjalan aman dan tertib serta mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Selain pengamanan ketat, petugas juga aktif mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Mereka diminta untuk mengikuti instruksi dengan baik demi kenyamanan bersama. Hingga hari pertama, situasi tetap terkendali dan tidak ada insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.

Open house ini masih akan berlangsung hingga Rabu (2/3) besok. Diharapkan pengunjung dapat tetap mematuhi aturan yang berlaku agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi WBP serta keluarga mereka. Kepala Rutan Batam mengimbau agar pengunjung datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang serta memastikan kelancaran kunjungan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Foto. Kunjungan terbuka Rutan Batam
Eusebius Sara

Artikel Rutan Kelas II A Batam Gelar Open House Tiga Hari, Ribuan Pengunjung Antre pertama kali tampil pada Metropolis.

Bantu Korban Gempa, Tim INASAR Dikerahkan ke Myanmar

0
Pelepasan 73 personel dari INASAR yang diberangkatkan ke Myanmar untuk membantu operasi penyelamatan pascagempa, Selasa (1/4). (Basarnas).

batampos – Sebanyak 73 personel dari Indonesia Search and Rescue (INASAR) resmi diberangkatkan ke Myanmar pada Selasa (1/4) untuk membantu operasi penyelamatan pascagempa dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada 28 Maret 2025.

Pelepasan tim dilakukan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan, Laksda TNI R. Eko Suyatno.

Dalam sambutannya, Suharyanto menekankan bahwa situasi di Myanmar cukup berat. Gempa telah menewaskan lebih dari 2.600 orang, dan masih banyak korban yang harus dievakuasi.

“Kondisi di sana cukup menantang, tidak seperti di Indonesia atau saat kita bertugas di Turkiye dan Suriah tahun lalu. Listrik masih padam di beberapa wilayah dan komunikasi belum stabil. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim INASAR,” ujarnya.

Meski begitu, ia optimistis bahwa tim INASAR dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pengalaman saat menangani bencana di Turkiye, di mana mereka berhasil mengevakuasi 15 jenazah meskipun sudah melewati masa golden time, menjadi bekal berharga dalam misi kali ini.

Sejumlah negara juga telah mengirimkan bantuan, di antaranya Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China. Seluruh tim dari berbagai negara bekerja bersama tanpa memandang batasan nasional.

Indonesia sendiri mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, serta bantuan logistik yang diterbangkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah. Diharapkan, kehadiran tim ini dapat membantu mempercepat upaya penyelamatan dan memberikan pertolongan kepada korban gempa di Myanmar. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Bantu Korban Gempa, Tim INASAR Dikerahkan ke Myanmar pertama kali tampil pada News.

Perilaku Pasangan yang Membuat Kesetiaannya Diragukan

0
ILUSTRASI

batampos-Dalam menjalani asmara atau rumah tangga, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting dan mendasar. Namun, terkadang muncul keraguan tas pasangan kita. Jika kamu mulai merasakan hal ini, ada baiknya untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku yang mungkin menjadi sinyal adanya masalah.

1. Tiba-tiba Sangat Menjaga Ponselnya
Di era digital ini, ponsel sering menjadi perpanjangan dari diri kita. Biasanya kamu tahu kebiasaan pasangan dengan ponselnya, mungkin dia sering meninggalkannya atau justru selalu aktif berbagi meme denganmu. Namun, jika ada perubahan drastis seperti dia jadi sangat menjaga ponselnya, tidak pernah meninggalkannya, atau mengganti kata sandi tanpa memberitahumu, ini bisa jadi satu di antara tanda tanya besar.

2. Sering Sulit Dihubungi Tanpa Alasan Jelas
Setiap orang memang butuh ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, jika kamu sering mendapati pasangan sulit dihubungi tanpa alasan yang masuk akal, ini perlu diperhatikan. Pola perilaku seperti ini patut dibicarakan secara terbuka untuk mencari tahu penyebabnya.

BACA JUGA: ‘Bebingah Sang Tansahayu’, Cucu ke-5 Presiden Joko Widodo dari Pasangan Kaesang Pangarep & Erina Gudono

3. Sering Memulai Pertengkaran Atas Hal Sepele
Perselisihan dan pertengkaran dalam hubungan memang wajar terjadi. Namun, jika pasanganmu mulai sering mencari-cari kesalahan atau memperbesar masalah kecil, ini bisa jadi indikasi adanya sesuatu yang lebih dalam. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin memulai konflik sebagai mekanisme pertahanan diri ketika merasa bersalah.

4. Mengelak Saat Ditanya Soal Keberadaannya
Ketika pasangan mulai bersikap samar atau mengelak saat ditanya tentang keberadaannya atau dengan siapa dia pergi, ini adalah sinyal yang patut diwaspadai. Ini bukan tentang mengawasi atau mengontrol kehidupan masing-masing. Namun, perubahan dalam memberikan informasi yang jelas bisa menjadi pertanda adanya ketidakberesan.

5. Berhenti Menunjukkan Kasih Sayang Seperti Biasanya
Cinta bukan hanya perasaan, tetapi juga tindakan nyata. Jika sentuhan mesra dan senyum hangat mulai memudar, tentu ini bisa terasa menyakitkan. Kamu mungkin mulai bertanya-tanya apakah dia kehilangan minat atau bahkan telah menemukan orang lain. Ingat, ini bukan hanya tentang hadiah mewah di hari ulang tahun, tetapi juga tentang ekspresi cinta dan keintiman sehari-hari.

6. Kurang Tertarik dengan Rencana Masa Depan Bersama
Dulu, kalian mungkin sering berdiskusi tentang rencana liburan, pernikahan, atau membeli rumah bersama. Namun, jika pasanganmu mulai menghindari percakapan seperti itu atau memberikan jawaban yang tidak pasti seperti “Kita lihat nanti,” ini bisa menjadi satu di antara lampu merah. Ini mungkin mengindikasikan adanya perubahan dalam komitmennya terhadap hubungan kalian dan perlu dibicarakan, dikutip dari geediting.com Selasa (1/4).

7. Perubahan Perilaku di Media Sosial
Di era digital ini, kehadiran online kita sering mencerminkan kehidupan offline. Jika perilaku pasanganmu di media sosial tiba-tiba berubah, ini bisa menjadi perhatian. Mungkin dia berhenti menandaimu di postingan atau mulai jarang berbagi tentang hubungan kalian. Bisa juga dia berteman dengan banyak orang baru yang tidak kamu kenal atau mulai berinteraksi secara intens dengan seseorang. Ingat, ini bukan ajakan untuk menguntit aktivitas online pasanganmu.

8. Bersikap Sangat Defensif Saat Kamu Mengutarakan Kekhawatiran
Jika pasanganmu menjadi sangat defensif atau bahkan marah ketika kamu menyampaikan kekhawatiran atau mengajukan pertanyaan sederhana, ini adalah satu di antara tanda bahaya besar. Ketika dihadapkan dengan kejujuran, pasangan yang setia akan menenangkan dan berkomunikasi, bukan menghindar atau menyerang. Jika responsnya terhadap pertanyaan tentang kesetiaan adalah kemarahan atau sikap defensif, penting untuk mengatasi situasi ini secara langsung. Percayalah pada instingmu, karena seringkali lebih akurat dari yang kamu kira.

Kepercayaan adalah inti dari sebuah hubungan. Dalam dinamika cinta dan hubungan, kepercayaan adalah ritme yang memandu langkah kita. Ini adalah perekat yang menyatukan bagian-bagian terpenting dari ikatan emosional kita. Mengenali tanda-tanda ini bukan berarti menuduh, tetapi lebih kepada upaya untuk menjaga dan memperkuat hubungan. (*)

Reporter: Jpgrup

Artikel Perilaku Pasangan yang Membuat Kesetiaannya Diragukan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lebaran Hari Kedua, Warga Batam Masih Bersilaturahmi ke Rumah Keluarga

0
Warga Batam memadati Pantai Elona, Galang, Minggu (14/4). Warga memanfaatkan liburan lebaran untik wisata ke pantai. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos– Aktivitas warga di Batam pada hari kedua Lebaran masih didominasi oleh kegiatan silaturahmi. Masyarakat tampak sibuk berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk saling bersilaturahmi. Tradisi ini menjadi momen utama pada H+1 Lebaran, Selasa (1/4), yang terlihat dari ramainya rumah-rumah serta lalu lintas kendaraan yang cukup padat di beberapa wilayah.

Di kawasan Batuaji dan Sagulung, suasana ini sangat terasa. Banyak rumah yang menerima kunjungan dari sanak saudara, sementara jalanan juga dipenuhi kendaraan yang hilir mudik membawa warga yang bersilaturahmi. Situasi ini menjadi pemandangan umum setiap tahunnya saat momen Lebaran tiba.

Berbeda dengan aktivitas silaturahmi yang ramai, tempat wisata dan pusat perbelanjaan di Batam justru masih terpantau sepi. Banyak toko dan tenan di berbagai pusat perbelanjaan yang masih tutup karena libur Lebaran. Hal ini membuat suasana di beberapa mal dan tempat wisata kurang ramai dibandingkan hari-hari biasanya.

Menurut Andi, salah satu petugas keamanan di kawasan SP Plaza, kondisi ini diperkirakan akan kembali normal dalam satu atau dua hari ke depan. “Besok paling sudah aktif lagi. Hari ini masih banyak toko dan tenan yang tutup,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pengamanan untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran. Berbagai program dan kegiatan pengamanan telah diterapkan agar aktivitas warga berjalan lancar dan aman.

Pos-pos pengamanan Lebaran juga didirikan di berbagai titik strategis, terutama di pusat keramaian. Salah satunya adalah di kawasan Jembatan Barelang, yang menjadi salah satu destinasi favorit warga Batam saat liburan.

Dengan situasi yang masih dalam suasana Lebaran, aktivitas masyarakat di Batam diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang, seiring dengan mulai beroperasinya kembali tempat-tempat usaha dan pusat perbelanjaan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lebaran Hari Kedua, Warga Batam Masih Bersilaturahmi ke Rumah Keluarga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tradisi Lebaran di Tanjungpinang yang Kental dengan Momen Kebersamaan

0
Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Wisatawan terus berdatangan ke Pulau Penyengat saat libur lebaran, beberapa waktu lalu.

batampos-Tradisi Lebaran masyarakat Melayu di Tanjungpinang, memiliki keunikan tersendiri yang masih kental dengan nuansa Islami, budaya dan adat istiadat.

Salah satu tradisi Lebaran di Tanjungpinang yakni masyarakat sering mengenakan pakaian adat Melayu yaitu baju kurung lengkap dengan songkok atau tanjak bagi laki-laki dan kerudung bagi perempuan.

Masyarakat juga melakukan tradisi mudik lokal dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat dan dari Bintan ke Tanjungpinang demi bertemu keluarga tercinta. Momen ini menjadi ajang melepas rindu dan mempererat hubungan keluarga yang terpisah karena kesibukan masing-masing.

BACA JUGA: Cerita Mahasiswa Mudik Lebaran, Pilih Transit Kapal Ketimbang Desak-desakan dengan Penumpang Lain

Kemudian masyarakat juga melakukan ziarah kubur. Usai salat Idulfitri, masyarakat Melayu Tanjungpinang biasanya melakukan ziarah ke makam keluarga dan leluhur. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini juga telah menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran bagi masyarakat Tanjungpinang. Ziarah kubur juga sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat yang telah berpulang serta upaya mempererat silaturahmi antarkeluarga.

“Kami usai salat Idulfitri, langsung mudik lokal ke Pulau Penyengat. Melakukan ziarah kubur ke makam abah (ayah) kami, mendoakan yang terbaik untuk ayah kami,” ungkap Raja Eny, 41, warga Batu 5 Tanjungpinang.

Ziarah kubur pada Hari Raya Idulfitri dilakukan dengan tujuan mengenang dan mendoakan keluarga yang telah berpulang. Selain itu, tradisi ini mengingatkan para peziarah akan kehidupan setelah kematian, sehingga memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

“Tradisi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dan budaya lokal tetap terjaga di tengah kemajuan zaman,” sebut Raja Eny.

Selanjutnya, melakukan tradisi bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.
Seperti di banyak daerah lain di Indonesia, masyarakat Melayu Tanjungpinang juga memiliki tradisi saling bermaafan saat Idulfitri, baik di dalam keluarga maupun antartetangga.

Sebagian masyarakat juga melaksanakan kenduri Syawal. Beberapa keluarga mengadakan kenduri dengan mengundang tetangga dan kerabat untuk makan bersama sebagai bentuk syukur atas bulan suci yang telah dilalui.

“Usai ziarah kubur, kami langsung silaturahmi. Mengunjungi rumah sanak saudara yang ada di Penyengat dan saling bermaafan-maafan,” katanya.

Masyarakat juga menggelar Open House. Rumah-rumah terbuka untuk sanak saudara, tetangga dan sahabat. Tuan rumah menyajikan makanan khas seperti lontong sayur, ketupat lemak, rendang, dan aneka kue tradisional.

“Kadang ada juga keluarga kami yang menggelar kenduri Syawal dengan makan bersama masyarakat dan tetangga,” tutup Raja Eny. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Tradisi Lebaran di Tanjungpinang yang Kental dengan Momen Kebersamaan pertama kali tampil pada Kepri.

Viral Polisi Bantu Pemudik yang Ditelantarkan di Pinggir Tol oleh PO Bus ALS

0
Viral polisi bantu pemudik yang ditelantarkan oleh PO ALS. (Instagram/Polres Subang).

batampos – Citra kepolisian beberapa tahun terakhir memang sedang buruk-buruknya. Segala bentuk kejahatan yang tak sewajarnya dilakukan, justru dilakukan oleh kepolisian itu sendiri.

Mau apa? Dari yang paling ringan seperti pungli, praktik beking, kekerasan, kekerasan seksual terhadap anak, narkoba, hingga pembunuhan, kepolisian sendiri yang banyak terlibat dalam kasus tersebut.

Hal itu membuat kepolisian tak lagi dipercaya oleh masyarakat. Sampai-sampai muncul jargon, oknum, jika dikumpulkan, akan jadi satu markas besar.

Walaupun demikian, ternyata masih ada polisi baik. Kelakuan polisi ternyata masih ada yang bisa diacungi jempol dan memang selayaknya demikian.

Seperti yang dilakukan petugas kepolisian dari Polres Subang, Jawa Barat. Di momen mudik Lebaran, anggota kepolisian dari Polres Subang yang bertugas sebagai PJR membantu pemudik yang ditelantarkan oleh PO ALS atau Antar Lintas Sumatera.

Pemudik tersebut diturunkan di pinggir jalan tol sementara tujuannya masih jauh. Parahnya lagi, dirinya memiliki anak berkebutuhan khusus, maksud hati mudik ke Cirebon dari Aceh, malah ditelantarkan di pinggir jalan tol saat baru sampai Subang.

“Tolong pak, saya ditelantarkan dari semalam. Sama ALS. Saya kan mau turun di Ciledug (Cirebon), malah diturunkannya disini. Saya dari Aceh pak, dari semalam jam 12,” kata seorang pemudik tersebut yang menceritakan kronologisnya kepada PJR yang melintas di jalan tol.

Petugas tersebut tampak langsung berhenti. Kemudian, petugas yang berjumlah dua orang tersebut menghampiri anak dari pemudik tersebut yang terlihat tidak bisa jalan. Ya, pemudik dari Aceh itu hanya berdua dengan anaknya, anak perempuan, dan bapaknya.

Personel kepolisian tersebut kemudian mengevakuasi penumpang yang ditelantarkan oleh PO ALS itu untuk keluar ke pintu tol terdekat tepatnya di exit tol Cikedung, Indramayu. Sesampainya di exit tol tersebut, kedua pemudik bapak dan anak tersebut langsung dijemput oleh pihak keluarga.

Video tersebut mukanya dibagikan oleh akun Instagram Polres Subang. Kemudian, karena dinilai membantu masyarakat, video tersebut banyak diunggah ulang oleh netizen dan mendapatkan komentar positif. (*)

Artikel Viral Polisi Bantu Pemudik yang Ditelantarkan di Pinggir Tol oleh PO Bus ALS pertama kali tampil pada News.

Hasil Riset, Kue Kering Ini Masih Jadi Hidangan Nomor Satu Saat Lebaran Versi Gen-Z

0
Ilustrasi kue kering. (net)

batampos – Kue kering atau kukis menjadi salah satu hidangan yang wajib ada di setiap rumah saat hari raya Idul Fitri tiba. Seolah sudah jadi tradisi juga, kue kering seperti nastar, putri salju dan sejenisnya akan banyak dicari saat semakin dekat hari raya.

Buat yang bisa membuatnya, biasanya akan disibukkan dengan proses bikin kue menjelang Lebaran. Tradisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan masih bisa dinikmati hingga kini, bahkan ke generasi Z atau Gen-Z.

Bahkan, riset terbaru Populix menemukan bahwa delapan dari sepuluh milenial dan Gen-Z memilih nastar sebagai kue kering khas Lebaran terfavorit. Selain itu Populix juga menemukan bahwa mayoritas masyarakat memilih membeli kue kering produksi rumahan (UMKM) juga kue kering kemasan bermerek, dan berencana membeli lebih dari tiga toples tahun ini.

Indah Tanip, VP of Research Populix, menjelaskan bahwa kue kering nastar menjadi favorit 82% responden, disusul oleh putri salju di angka 44%, kastengel dengan 35%, dan sagu keju oleh 27% responden. Selain empat kue kering tersebut, urutan berdasarkan popularitas selanjutnya adalah kukis cokelat/chocolate chips (19%), kukis kacang tanah (19%), kukis mentega/butter cookies (12%), lidah kucing (11%), kukis bawang (9%), lalu wafer (7%).

“Dasar penobatan nastar sebagai kue kering Lebaran terfavorit tahun 2025 adalah nilainya yang terpaut sangat jauh dibanding kue kering lainnya. Bahkan hampir dua kali lipat dari posisi kedua. Maka bersiaplah apabila kue kering yang gurih dan manis dengan isian selai nanas ini akan jadi yang pertama ludes di meja suguhan rumah Anda Lebaran nanti,” ungkap Indah melalui keterangannya.

Penelitian ini juga melihat preferensi konsumer terhadap produsen kue kering. Populix menemukan lebih dari separuh responden memilih membeli kue kering produksi rumahan (UMKM), diikuti kue kering kemasan bermerek buatan pabrikan besar.

Sedangkan sekitar sepertiganya berminat untuk membeli dari toko terkenal, yang cenderung dipilih oleh kalangan ekonomi atas. Meskipun begitu sebagian milenial dan Gen-Z juga mengaku akan membuat kue kering sendiri tahun ini.

Walaupun terpapar berbagai kemudahan digital setiap hari, milenial dan gen-Z cenderung masih memilih pembelian secara langsung, ketimbang secara online. Sebagian besar mengaku akan langsung membeli ke toko kue kering, memesan melalui teman atau kerabat, membeli di ritel kecil seperti mini market atau warung dekat rumah, juga ritel besar seperti supermarket dan hypermarket.

Sedangkan hanya sebagian kecil yang akan membeli melalui e-commerce maupun media sosial. Bahkan hanya 3% yang melirik pembelian melalui layanan online delivery.

“Asumsi kami masyarakat lebih nyaman untuk membeli secara langsung karena lebih terjamin keamanan sampai di tangan, dan sebagian besar melakukan pembelian kue kering kemasan buatan pabrik untuk kebutuhan hamper Lebaran. Menurut kami hal ini bisa jadi peluang baru bagi industri makanan kemasan untuk mengembangkan kategori kue kering. Tinggal bagaimana para pelaku industri makanan kemasan bisa menghadirkan produk sesuai dengan preferensi publik,” tambah Indah.

Populix menemukan ada dua faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen sebelum melakukan pembelian kue kering. Faktor pertama adalah rasa, yang diungkapkan oleh hampir seluruh responden. Selanjutnya adalah faktor harga yang dipertimbangkan oleh 72%.

“Populix melihat bahwa tahun ini tren kue kering viral sudah tidak terlalu relevan bagi para pembeli muda dalam pembelian kue kering. Selain rasa dan harga, mereka cenderung lebih mempertimbangkan kebersihan, tampilan dan kemasan, juga bahan baku,” jelas Indah.

Apabila ditelisik dari sisi harga, mayoritas milenial dan gen-Z merasa bahwa harga kue kering paling pas berada di rentang Rp 50.000 hingga Rp 75.000 setiap toples/kemasan. Meskipun begitu, sebagian tetap akan membeli apabila harga yang dipatok sampai dengan Rp 100.000.

Kemudian mayoritas milenial dan gen-Z mengaku akan membeli lebih dari tiga toples/kemasan tahun ini, dengan kecenderungan pembelian di atas lima toples/kemasan.

“Penobatannya menjadi yang terfavorit tidak menjamin kue kering nastar menjadi yang paling laris di pasaran. Pasalnya dengan proses pembuatan yang lebih rumit dan sulit, kue kering ini cenderung memiliki harga yang lebih tinggi. Karena itu kami menyarankan para produsen untuk lebih berfokus pada rasa dan memastikan harga yang terjangkau bagi mayoritas konsumen. Terlebih melihat peluang penjualan kue kering yang masih cukup stabil tahun ini,” akhir Indah Tanip.

Sebagai informasi, survei tentang “Kue Kering Lebaran Favorit Milenial dan Gen-Z” dilakukan pada 6-8 Maret 2025 melalui platform Poplite. Penelitian ini dilakukan kepada 979 orang milenial dan gen-Z. Mayoritas responden berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas. (*)

Artikel Hasil Riset, Kue Kering Ini Masih Jadi Hidangan Nomor Satu Saat Lebaran Versi Gen-Z pertama kali tampil pada Lifestyle.