batampos – Liburan keluarga selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya karena bisa melepas penat dari rutinitas, tetapi juga sebagai waktu berkualitas untuk membangun kenangan manis bersama pasangan dan si kecil.
Salah satu hal yang seringkali menjadi perhatian utama saat merencanakan liburan adalah kendaraan. Apalagi jika Anda bepergian bersama anak-anak, kenyamanan dan keamanan tentu menjadi prioritas.
Karena itu, penting sekali untuk mempertimbangkan rekomendasi mobil rental yang memang cocok untuk perjalanan keluarga.
1. Mobil dengan Kabin Luas
Saat liburan, anak-anak cenderung aktif dan butuh ruang lebih untuk bergerak. Bayangkan jika mereka harus duduk berdesakan selama berjam-jam dalam perjalanan, tentu bisa membuat suasana jadi tidak nyaman.
Mobil dengan kabin luas seperti Toyota Innova, Mitsubishi Xpander, atau bahkan SUV seperti Hyundai Palisade bisa menjadi pilihan terbaik. Mobil-mobil ini memiliki ruang kaki yang lega dan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel, sehingga anak-anak bisa duduk dengan leluasa, bahkan tidur dengan nyaman saat perjalanan jauh.
Anda juga bisa menyusun barang-barang bawaan dengan lebih rapi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan penumpang. Selain itu, mobil jenis ini biasanya dilengkapi dengan sistem pendingin udara yang merata hingga ke baris belakang, penting untuk menjaga suasana tetap sejuk, terutama saat cuaca panas.
2. Fitur Hiburan dalam Mobil
Tidak bisa dipungkiri, anak-anak cepat merasa bosan saat berada di dalam mobil terlalu lama. Maka dari itu, rekomendasi mobil rental untuk liburan keluarga sebaiknya mempertimbangkan fitur hiburan yang lengkap. Beberapa mobil kini sudah dilengkapi dengan layar hiburan di bagian belakang, konektivitas Bluetooth, hingga port USB yang memudahkan anak-anak menonton film atau mendengarkan musik favorit mereka.
Jika Anda merencanakan liburan di Batam, misalnya, salah satu opsi menarik adalah menggunakan layanan Batam Car Rental. Penyedia jasa ini dikenal memiliki berbagai pilihan kendaraan keluarga dengan fitur-fitur lengkap yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan liburan Anda.
Tak hanya itu, layanan profesional dan unit kendaraan yang terawat membuat perjalanan makin menyenangkan dan bebas stres.
3. Keamanan Maksimal
Selain kenyamanan, faktor keamanan juga wajib Anda perhatikan saat memilih mobil untuk liburan keluarga. Pastikan mobil yang Anda sewa memiliki fitur keselamatan seperti airbag, sistem pengereman ABS, sensor parkir, hingga child lock.
Tak kalah penting, cek juga apakah tersedia kursi tambahan untuk anak-anak (baby car seat) jika Anda bepergian bersama balita. Beberapa penyedia rental mobil menyediakan fasilitas ini secara gratis atau dengan biaya tambahan kecil — sepadan dengan manfaat keamanannya.
Liburan yang nyaman dan aman akan memberi kesan mendalam bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Jadi, pastikan Anda memilih kendaraan yang memang dirancang untuk kenyamanan seluruh penumpang.
Menyusun rencana liburan memang menyenangkan, tetapi jangan sampai salah langkah dalam memilih kendaraan. Mobil yang tepat bukan hanya memudahkan mobilitas Anda selama perjalanan, tapi juga berperan besar dalam menciptakan suasana yang menyenangkan untuk keluarga.
Untuk itu, selalu pertimbangkan rekomendasi mobil rental dari penyedia terpercaya, yang memahami betul kebutuhan perjalanan keluarga, terutama yang membawa anak-anak. Dengan begitu, liburan Anda tak hanya jadi seru, tapi juga aman dan nyaman dari awal hingga akhir perjalanan. (*)
batampos – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2025, lima hotel yang berada di bawah naungan Archipelago International yaitu Aston Inn Gideon Batam, Aston Batam Hotel & Residences, Aston Nagoya City Hotel, Harper Premier Nagoya Batam, dan favehotel Nagoya Batam bersinergi menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk “Mengenang Kartini” yang berlangsung di Edelweiss Meeting Room – Aston Nagoya City Hotel.
Kegiatan ini dihadiri oleh staf wanita dari seluruh departemen kelima hotel tersebut, yang dengan semangat dan kebanggaan mengenakan busana kebaya sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini.
Acara dibuka dengan sesi nonton bareng film bertema perempuan dan perjuangan, yang bertujuan membangkitkan inspirasi dan kesadaran akan peran penting wanita dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh staf hotel yang menyampaikan pesan-pesan kebangkitan perempuan Indonesia.
Salah satu momen utama acara adalah sesi talkshow yang mengangkat tema “Peran Wanita dalam Membangun Bangsa dan Kontribusinya di Era Emansipasi”, menghadirkan diskusi yang penuh
semangat dan reflektif mengenai kontribusi perempuan di berbagai sektor, khususnya dalam dunia perhotelan.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Leha Andriyani, Cluster HR Manager Aston Nagoya City Hotel & favehotel Nagoya Batam, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini:
“Perempuan bisa memimpin, perempuan bisa bermimpi, dan perempuan mampu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Kalimat ini menjadi pengingat bahwa perempuan adalah kekuatan yang luar biasa—mampu, penuh semangat, dan memiliki peran penting dalam membentuk. Tidak hanya dalam cakup industri perhotelan, tetapi juga memiliki peran penting bagi masa depan bangsa.”
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan, penghargaan, dan semangat Kartini yang terus hidup di tengah dinamika zaman modern.
###
Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga oleh Ketua Dekranasda Lingga, Feby Sarianty, Selasa (22/4). F. Indra /Diskominfo Lingga
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga menggelar pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga Periode 2025-2030 di Gedung Daerah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga pada Selasa 22 April 2025. Pengurus Dekranasda ini dilantik secara langsung oleh Ketua Dekranasda Lingga, Feby Sarianty.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Feby Sarianty dalam pidatonya mengajak seluruh masyarakat khususnya pengurus Dekranasda untuk bersama-sama menjaga Khazanah budaya yang kerajinan asli melayu Kabupaten Lingga.
“Kita menyadari bersama, bahwa Kabupaten Lingga memiliki kekayaan khazanah budaya serta kerajinan yang sangat beragam dan unik. Mulai dari tenun, ukiran, anyaman, hingga produk-produk kriya lainnya, semuanya memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Dekranasda memiliki peran strategis dalam menggali, mengembangkan, dan memasarkan produk-produk kerajinan ini, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para perajin,” ujar Febi Sarianty, Selasa (22/4).
Ketua Dekranasda Lingga juga mengapresiasi kepada ketua dan pengurus Dekranasda periode yang lalu yang telah melakukan berbagai terobosan baru untuk memajukan budaya dan kerajinan Kabupaten Lingga.
“Kami sangat mengapresiasi yang kepada Ibu Ketua Dekranasda beserta pengurus periode yang lalu, dimana dengan kepemimpinan beliau banyak terobosan-terobosan terkait program kerja dekra yang sukses dilaksanakan, kami juga mohon tunjuk ajar dan arahan dari ibu,” ungkapnya.
Feby Sarianty berharap dengan pengurus yng baru dilantik ini dan dengan kepemimpinannya, Dekranasda menjadi salah satu pilar Pemerintah Kabupaten Lingga merealisasikan Visi dan Missi dibidang perekonomian masyarakat melalui karya seni para pengrajin.
“Saya berharap, kepengurusan Dekranasda Kabupaten Lingga yang baru ini dapat bekerja dengan penuh semangat, inovasi, dan kolaborasi. Jalinlah sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, para pelaku usaha, komunitas seni budaya, serta seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi dan misi Dekranasda dan pada akhirnya dapat mewujudkan salah satu visi dan misi kabupaten Lingga,” tambahnya.
Semoga dengan dilantiknya pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga yang baru ini dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Lingga dalam memajukan Khazanah budaya dan kerajinan Kabupaten Lingga.
“Saya yakin, dengan kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan, Dekranasda Kabupaten Lingga akan mampu membawa kerajinan daerah ini semakin dikenal, dicintai, dan berdaya saing, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” tutup Feby Sarianty. (*)
PERNAHKAH kita membayangkan bahwa keputusan yang diambil ribuan kilometer jauhnya di Washington, DC, bisa berdampak langsung pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)?
Mulai dari harga bahan baku industri, kelangsungan usaha di kawasan Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas), hingga kesejahteraan para pekerja, semuanya bisa berubah drastis hanya karena satu kebijakan: tarif resiprokal yang baru-baru ini kembali diberlakukan secara agresif oleh Amerika Serikat.
Bagi Kepri yang hidup dari denyut nadi ekspor, kebijakan ini bukan sekedar headline luar negeri, tapi soal keberlangsungan sektor industri kita.
Sebenarnya cerita soal perang tarif ini bukan baru kemarin sore. Sejak Juli 2018, dunia sudah dibuat deg-degan oleh ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia: Amerika Serikat dan China.
Waktu itu, di masa jabatan pertamanya, Presiden Donald Trump mulai menaikkan tarif untuk produk-produk dari China dan dibalas oleh China dengan kebijakan serupa. Konflik sempat mereda pada Januari 2020, ketika kedua negara menandatangani “Fase Satu” kesepakatan perdagangan, yang menandai upaya awal deeskalasi ketegangan.
Namun bukannya selesai, kondisi malah makin panas setelah Trump kembali duduk di kursi presiden pada 2024.
Pada 2 April 2025, dalam sebuah pidato di Rose Garden Gedung Putih yang Trump sebut sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), Ia mengumumkan penetapan struktur tarif dua tingkat yaitu tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor dari negara-negara mitra dagang, dan tarif tambahan yang lebih tinggi untuk sekitar 60 negara yang dianggap menerapkan praktik perdagangan tidak adil terhadap Amerika Serikat. Indonesia termasuk salah satu diantaranya.
Namun, pada 9 April 2025, Trump mengumumkan penangguhan selama 90 hari terhadap tarif resiprokal untuk sebagian besar negara mitra dagang, kecuali China.
Penangguhan ini bertujuan untuk memberikan waktu negosiasi bilateral dengan negara-negara yang telah menyatakan minat untuk berdialog mengenai kebijakan perdagangan tersebut.
Bagi China, tidak hanya dikecualikan dari penangguhan pemberlakuan tarif, namun malah dinaikkan menjadi 145% pada tanggal 10 April 2025.
Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan sebesar 125% terhadap barang-barang asal Amerika dan mengambil langkah-langkah tambahan seperti melarang impor pesawat Boeing serta memasukkan sejumlah perusahaan AS ke dalam daftar kontrol ekspor.
Langkah ini membuat Trump semakin “terbakar api”, hingga puncaknya pada 15 April 2025, Trump mengenakan tarif hingga 245% terhadap produk-produk dari China sebagaimana tertuang dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih.
Banyak pengamat menyebut kondisi ini sebagai babak baru perang dagang AS-China, meski bukan merupakan cerita baru.
Di tengah pusaran perang tarif itu, ekspor Kepri jelas berpotensi ikut terguncang.
Hal ini tentu perlu diwaspadai mengingat perekonomian Kepri utamanya ditopang oleh industri pengolahan, termasuk industri berorientasi ekspor.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Amerika Serikat adalah tujuan ekspor terbesar terutama untuk barang-barang nonmigas. Bahkan, tren menunjukkan Kepri selalu mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, artinya ekspor jauh lebih tinggi dibangdingkan impor.
Sepanjang Januari hingga Desember 2024, nilai ekspor nonmigas Kepri ke AS tembus US$4,602.38 juta. Angka ini setara dengan 25,21% dari total ekspor nonmigas.
Pada awal 2025, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Februari 2025 mencapai US$669,15 juta dengan peranannya sekitar 19,41%.
Kalau ditelisik lebih dalam, komoditas HS85 atau komoditas mesin dan peralatan listrik, khususnya produk elektronik, adalah andalan ekspor Kepri ke Amerika Serikat. Hal ini adalah sebuah cerminan dari betapa kuatnya sektor industri dan manufaktur di Kepri.
Pada Januari 2022 – Februari 2025, nilai ekspor elektronik Kepri ke Amerika Serikat tercatat USD9,36 miliar dengan produk 10 produk utama yakni alat/mesin pembersih debu untuk circuit board, cable modem and modem cards, sel fotovoltaik sebagai bahan baku panel surya, aparatus untuk carrier-current line systems, mesin kopi, switchboard & control panel, kabel penghantar, Uninterruptible Power Supply (UPS) atau suplai daya tak terputus, inverter, betery charger, perangkat komponen telepon.
Di sisi lain, nilai ekspor semikonduktor ke AS sebesar USD11,60 juta atau dengan pangsa 0,12% dari total ekspor elektronik Sumatera. Bisnis proses ekspor ke Amerika Serikat saat ini berlaku pengiriman langsung produk dari Batam ke negara tujuan Amerika Serikat dengan order yang berasal dari Hongkong (34,84%), Taiwan (16,12%), AS (15,78%), dan Singapura (9,87%).
Tapi ya, sekuat-kuatnya industri, kalau kondisi global sedang gonjang-ganjing, tetap saja membuat was-was. Apa yang terjadi di luar negeri bisa saja membuat pusing pelaku industri di Kepri. Jadi, ketika negara tujuan ekspor seperti Amerika mulai pasang kuda-kuda dengan kebijakan dagang yang lebih ketat, kita juga harus siap-siap atur strategi.
Kalau dipikir-pikir, kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat bak efek domino global. Begitu satu negara dikenai tarif tinggi, maka negara tersebut akan mencari jalur dan pasar alternatif untuk menyalurkan produknya.
Dan Indonesia, khususnya Provinsi Kepri, bisa jadi salah satu tujuan pelarian utama. Kenapa? Karena Kepri ini strategis, dekat dengan jalur pelayaran internasional, punya kawasan FTZ seperti Batam, Bintan, dan Karimun, plus sistem logistik yang terus berkembang.
Nah, inilah yang harus diwaspadai, banjirnya barang impor dari negara-negara yang dikenai tarif tinggi oleh Amerika Serikat. Terutama dari negara-negara Asia seperti China, Vietnam, dan Korea Selatan.
Kalau sebelumnya mereka fokus mengirimkan barang ke pasar Amerika, sekarang bisa jadi dialihkan ke Asia Tenggara. Dan Kepri, sebagai pintu gerbang laut dan kawasan industri, jadi sangat rawan sebagai “tempat parkir” produk-produk melimpah itu.
Apa bahayanya? Jika kita tidak hati-hati, industri lokal bisa saja kelabakan. Produk dari luar, apalagi jika harganya lebih murah, bisa memukul produsen dalam negeri. Industri kecil menengah (IKM) bisa kehilangan pasar.
Bahkan investor dalam negeri pun bisa ragu-ragu untuk bertahan kalau persaingan menjadi tidak sehat. Jangan sampai Kepri jadi tempat transit atau dumping barang-barang sisa dari pasar ekspor dunia.
Kesimpulan sementara, dua potensi dampak adanya tarif resiprokal sudah berhasil teridentifikasi: naiknya beban biaya ekspor serta potensi kebanjiran produk alihan negara lain yang terdampak tarif resiprokal.
Inovasi Produk dan Diversifikasi Pasar Ekspor Sebuah Keharusan
Merespon kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, Pemerintah RI memilih jalur negosiasi. Presiden telah menugaskan utusan khusus untuk melakukan negosiasi tarif ke Negeri Paman Sam.
Respon lain, pemerintah pun mulai mengatur langkah dengan menerapkan tarif impor hingga 200% untuk produk asal China. Ini bukan semata-mata ikut-ikutan perang tarif, tapi bentuk proteksi demi menjaga industri lokal agar tidak kebanjiran barang murah dari luar. Suatu langkah yang perlu diapresiasi.
Untuk konteks Kepri, pemerintah daerah juga perlu ambil langkah antisipatif. Misalnya dengan memperketat pengawasan barang masuk di kawasan FTZ, memperkuat regulasi bea masuk untuk barang-barang tertentu yang bisa mengancam industri lokal, dan memperkuat sistem karantina dan standar mutu.
Intinya, Kepri harus tetap terbuka untuk perdagangan global, tapi juga harus pintar menjaga agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat “buangan” produk asing.
Selain itu, ini juga menjadi moment yang tepat untuk memperkuat daya saing produk lokal Kepri. Agar tidak kalah saing dengan produk luar, pelaku industri di Kepri wajib terus meningkatkan kualitas produk.
Inovasi, efisiensi produksi, dan pemenuhan standar internasional wajib hukumnya jika ingin tetap eksis. Pemerintah dapat berperan melalui regulasi yang menguntungkan pelaku industri, memberikan insentif usaha, dan akses pasar yang lebih luas. Bukan hal tidak mungkin, jika semua kompak, tidak hanya bisa sekedar bertahan, tapi justru bisa tumbuh di tengah badai perdagangan ini.
Selain inovasi, diversifikasi pasar juga satu keharusan. Jangan hanya bergantung pada satu-dua negara tujuan ekspor. Negara-negara di Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika bisa jadi peluang baru yang menjanjikan.
Sehingga tingkat ketergantungan Kepri menjadi lebih rendah serta tidak rentan apabila terjadi goncangan di sektor perdagangan seperti saat ini.
Pada akhirnya, kita menarik suatu kesimpulan. Sekarang ini, dunia sedang memasuki babak baru dalam perdagangan internasional.
Proteksionisme mulai naik daun lagi, dan kompetisi antarnegara semakin sengit. Tapi Kepri jangan hanya jadi penonton. Dengan letak geografis yang strategis, infrastruktur industri yang mumpuni, dan pengalaman panjang sebagai pemain global, Kepri punya semua modal untuk tetap berdiri tegak. Kuncinya cuma satu: siap bertransformasi dan sigap membaca arah angin. (*)
Oleh: Yassed Satria Ekonom Tim Perumusan KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit. Foto. Arjuna/ Batam Pos
batampos – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit.
Pertemuan ini berlangsung di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (23/4). Pertemuan juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri, dan Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
Nyanyang ingin kesiapan seluruh pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan StS, terlebih di tengah ketegangan global yang berdampak pada sektor tarif perdagangan. “Perang tarif Amerika tentu memberi pengaruh. Maka dari itu, kami ingin Kepri siap dan bisa mengambil peluang dari kondisi ini,” ujar Nyanyang.
Ia menjelaskan bahwa dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini sudah tersedia, yakni melalui Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2024 tentang retribusi tarif dan kegiatan Badan Usaha Pelabuhan. Menurutnya, Perda ini menjadi pijakan utama agar aktivitas STS bisa segera dijalankan secara legal dan terstruktur.
Dia berharap BUP Kepri dapat merealisasikan kegiatan tersebut sesuai regulasi yang telah ditetapkan. “Mudah-mudahan dari BUP bisa mengadakan kegiatan ini sesuai dengan Perda yang sudah ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pelaksanaan STS tinggal menunggu sinkronisasi akhir dengan berbagai stakeholder, termasuk instansi yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority). Koordinasi antar lembaga menjadi faktor utama yang saat ini tengah difokuskan.
Mengenai hambatan, ia menyebut saat ini tantangan utamanya adalah komunikasi dan koordinasi lintas lembaga. “Minggu depan kami akan bertemu dengan stakeholder, termasuk Kejati, untuk membahas permasalahan tarif dan lainnya,” lanjutnya.
Ia juga memberikan penjelasan terkait istilah dalam dunia pelabuhan, seperti labuh dan tambat. Menurutnya, kegiatan labuh tambat memiliki payung hukum yang jelas sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014, di mana wilayah 12 mil laut dari daratan menjadi kewenangan provinsi.
Dengan demikian, kegiatan STS yang direncanakan di perairan Kepri masuk dalam ranah kewenangan pemerintah provinsi, dan bisa dijalankan tanpa harus menunggu keputusan pusat.
Untuk itu, Nyanyang optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BUP dan Kementerian Perhubungan agar kegiatan STS dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian daerah.
“Potensinya sangat luar biasa. Jika PAD bisa ditambah dengan stimulus dari kegiatan ini, maka efeknya akan signifikan,” ujar dia. (*)
Puskesmas Sungai Pelenggut yang sudah selesai dibangun. Warga nantikan operasionalnya. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Masyarakat Kelurahan Sungai Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menantikan dengan penuh harap beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut. Gedung puskesmas tersebut telah rampung dibangun, namun hingga kini belum difungsikan karena masih dalam proses pengadaan alat kesehatan (alkes) dan perlengkapan penunjang lainnya.
Selama ini, warga setempat harus menempuh perjalanan ke puskesmas di kelurahan lain seperti Puskesmas Sei Langkai dan Sei Lekop. Dua fasilitas tersebut menjadi satu-satunya puskesmas yang aktif di Sagulung, dan kerap dipadati pasien karena harus melayani seluruh warga kecamatan yang merupakan wilayah terpadat di Batam.
“Kalau anak saya demam malam-malam, saya harus bawa ke puskesmas di Sei Lekop. Kadang nunggu antreannya bisa berjam-jam,” keluh Irma, warga RW 04 Kelurahan Sungai Pelenggut.
Ia mengaku lega saat mendengar puskesmas baru dibangun di wilayahnya, namun merasa kecewa karena belum juga dibuka. Senada dengan Irma, warga lainnya, Budi (37), mengaku sangat menantikan puskesmas tersebut beroperasi. Ia mengatakan keberadaan puskesmas baru sangat penting, apalagi untuk masyarakat kecil yang membutuhkan layanan kesehatan cepat dan terjangkau. “Kami cuma ingin bisa berobat dekat rumah, tidak perlu antre panjang atau jauh-jauh,” katanya.
Warga lainnya, Nani (52), berharap pemerintah dapat mempercepat pengadaan alat kesehatan agar puskesmas bisa segera melayani masyarakat. “Sekarang gedungnya sudah bagus, tinggal isinya. Sayang kalau terlalu lama kosong, padahal masyarakat sudah sangat butuh,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmajardi, menyatakan bahwa operasional puskesmas baru itu ditargetkan awal tahun depan. “Karena sisa waktu di tahun ini kita gunakan untuk pengadaan alkes. Untuk gedung sudah selesai dibangun,” ujarnya, belum lama ini.
Didi menambahkan bahwa pengadaan alat kesehatan memerlukan proses administrasi yang cukup panjang, termasuk penganggaran, pengadaan, dan distribusi ke lokasi. Ia memastikan proses tersebut sudah berjalan dan akan dituntaskan secepatnya agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.
Sementara itu, Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan satu unit puskesmas baru lagi di Kelurahan Tembesi. “Idealnya memang satu kelurahan satu puskesmas, karena jumlah penduduk Sagulung sangat padat. Lahannya di Tembesi sudah tersedia, tinggal menunggu persetujuan,” jelasnya.
Dengan beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut nanti, beban pelayanan di dua puskesmas yang sudah ada di Sagulung diharapkan dapat berkurang, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan merata. Warga kini hanya bisa berharap proses pengadaan berjalan lancar dan puskesmas segera difungsikan. (*)
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Foto. Arjuna/ Batam Pos
batampos – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali mencuat di Kota Batam. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, telah menerima laporan dari masyarakat mengenai beberapa korban TPPO asal kawasan Bida Ayu, Kecamatan Seibeduk.
Katanya, para pelapor datang langsung untuk menyampaikan keluhannya. Salah satu korban dilaporkan telah berada di Kamboja selama tujuh bulan tanpa dapat berkomunikasi secara lancar dengan keluarganya di Batam.
“Dia sudah tujuh bulan di Kamboja, tapi tidak bisa berinteraksi dengan keluarganya. Komunikasi hanya bisa lewat Instagram, telepon tidak bisa, makanya keluarganya khawatir dan meminta bantuan ke kami, ke Kapolda, bahkan sampai ke Kementerian Luar Negeri,” kata Nyanyang, Rabu (23/4).
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan segera mendiskusikan kasus ini bersama dinas terkait dan berkoordinasi dengan Polda Kepri guna menelusuri jaringan sindikat yang diduga terlibat.
Pemerintah pun bakal menyurati pihak-pihak terkait untuk memastikan jumlah warga Batam yang menjadi korban dalam sindikat TPPO. Penelusuran ini dia anggap penting untuk memberikan perlindungan dan pemulangan korban.
Disampaikan Nyanyang, modus perekrutan itu kerap terjadi melalui platform media sosial. “Biasanya mereka dijanjikan pekerjaan bergaji besar, tapi begitu sampai di luar negeri, malah tidak sesuai harapan. Ini yang harus kita waspadai bersama,” tambahnya.
Pemprov Kepri juga akan menyurati pihak Imigrasi untuk menelusuri alur keberangkatan para korban, terutama mereka yang berangkat tanpa melalui prosedur resmi.
Keberangkatan tenaga kerja secara resmi lebih mudah ditelusuri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menambahkan, koordinasi awal akan dilakukan antara dinas terkait dan Kapolda Kepri untuk segera melaporkan serta menindaklanjuti temuan ini secara hukum dan administratif.
“Besok kemungkinan dari dinas terkait akan langsung berkoordinasi dengan Kapolda untuk pelaporan awal,” ujarnya.
Dia pun mengingatkan para pencari kerja, khususnya anak muda, agar mempertimbangkan bekerja di dalam negeri yang lebih dekat dengan keluarga. Apabila ingin bekerja ke luar negeri, pastikan semua proses dilakukan melalui jalur resmi dan agen yang memiliki izin.
“Jangan tergoda iming-iming gaji besar yang tidak jelas. Kalau sudah di luar negeri, susah untuk berkomunikasi dan koordinasi. Ini harus jadi pelajaran bersama,” kata Nyanyang. (*)
Ilustrasi mengompres jerawat dengan es batu (Freepik)
batampos – Es batu ternyata bisa berguna untuk kulit. Menggosokkan es atau mengompres es batu pada kulit memberikan banyak manfaat.
Mengompreskan es batu pada kulit awalnya terinspirasi oleh pengobatan rumahan. Kompres dingin sudah sejak lama digunakan untuk menenangkan dan menyembuhkan memar kulit.
Seiring berjalannya waktu, metode kompres es batu telah berkembang menjadi praktik yang sedang tren atau dikenal sebagai terapi es.
Pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Proses digitalisasi administrasi kependudukan di Kota Batam terus mengalami perkembangan positif. Hingga April 2025, sebanyak 51.360 warga Batam tercatat telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital. Program ini menjadi bagian dari langkah nasional pemerintah dalam transformasi layanan publik berbasis digital.
Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Ashraf Ali, menjelaskan bahwa penggunaan IKD merupakan bentuk modernisasi dari Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang selama ini berbentuk fisik.
“Dengan IKD, masyarakat bisa mengakses identitas kependudukan mereka langsung dari aplikasi di smartphone berbasis Android. Fungsi dan manfaatnya sama dengan e-KTP fisik, hanya saja tampilannya digital,” ujar Ashraf, Rabu (23/4).
Menurutnya, dari 12 kecamatan di Batam, Kecamatan Sagulung tercatat paling tinggi dalam aktivasi IKD dengan jumlah 10.096 orang. Disusul Kecamatan Batamkota dengan 9.395 aktivasi dan Sekupang sebanyak 8.527 orang.
Sementara itu, daerah dengan angka aktivasi paling rendah adalah Kecamatan Bulang (301 orang), Galang (519 orang), dan Belakangpadang (741 orang). Perbedaan ini disebabkan oleh faktor aksesibilitas teknologi dan intensitas sosialisasi yang masih terbatas di wilayah hinterland.
Ashraf menegaskan bahwa IKD memberikan kemudahan dalam mengakses dokumen kependudukan kapan pun dan di mana pun, hanya melalui perangkat gawai. Di dalam aplikasi IKD, tak hanya memuat data KTP, tetapi juga sejumlah dokumen penting lain seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga informasi sebagai data pemilih.
“Seluruh layanan yang berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan terintegrasi dalam IKD. Ini sangat membantu di tengah keterbatasan ketersediaan blanko e-KTP yang terjadi di berbagai daerah,” terangnya.
Untuk mendukung percepatan aktivasi IKD, Disdukcapil Batam telah menggencarkan sosialisasi secara masif. Sosialisasi ini dilakukan menyasar sekolah-sekolah, kampus, rumah sakit, lingkungan perusahaan, dan perbankan. Tujuannya agar masyarakat luas, khususnya generasi muda dan pengguna layanan publik, memahami serta bersedia beralih ke identitas digital.
“Saat ini aktivasi IKD bisa dilakukan di kantor kecamatan, Mal Pelayanan Publik, dan langsung di Kantor Disdukcapil di Sekupang. Aktivasi ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit, selama pemohon sudah memiliki e-KTP dan perangkat ponsel Android,” kata Ashraf.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Batam, Suharto, menambahkan bahwa jumlah aktivasi IKD juga menjadi salah satu indikator pemerintah pusat dalam menyalurkan blanko e-KTP ke daerah. Semakin tinggi capaian IKD di suatu wilayah, semakin besar peluang wilayah tersebut mendapatkan distribusi blanko tambahan.
“Target kami, pada akhir tahun ini sebanyak 25 persen dari total penduduk Batam sudah memiliki IKD. Saat ini angka tersebut terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan digital,” ujarnya.
Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah menjalin koordinasi dengan lembaga perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai instansi lain untuk menyamakan persepsi bahwa IKD sah digunakan dalam berbagai keperluan administrasi. (*)
Warga Batam yang ingin ikut pelatihan berbasis kompetensi secara gratis. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja kembali menggelar pelatihan berbasis kompetensi secara gratis bagi warga yang memiliki KTP Kota Batam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana perubahan kedua penjabaran APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2025.
Menariknya, pelatihan ini dibiayai dari hasil efisiensi anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. Dana yang dihemat kemudian dialihkan untuk mendukung kegiatan yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi kerja.
“Jadi ada beberapa item kegiatan yang terkena efisiensi, dan dana hasil efisiensi itu digunakan lagi untuk kegiatan pelatihan dan Bimtek. Yang diefisiensi kegiatan seremonial dan perjalanan dinas,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (23/4).
Adapun pelatihan yang ditawarkan meliputi tiga jenis, yakni, Pelatihan Forklif untuk kuota 20 peserta, Pelatihan Welding Inspector Basic untuk kuota 15 peserta dan Pelatihan Tata Rias Pengantin yang diperuntukkan bagi 90 orang peserta.
“Pendaftaran dilakukan secara langsung (offline) pada Kamis dan Jumat, 24–25 April 2025, pukul 09.30–16.00 WIB di Kantor Dinas Tenaga Kerja Batam di Sekupang,” tanbahnya.
Syarat pendaftaran meliputi fotokopi KTP Kota Batam, fotokopi AK-1 dari Disnaker atau kecamatan setempat, fotokopi ijazah terakhir, dua lembar pas foto berwarna latar belakang merah (ukuran 3×4), serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani untuk pelatihan tertentu. Peserta juga harus berusia antara 17 hingga 45 tahun.
Seleksi peserta dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara yang akan digelar oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan diinformasikan melalui grup WhatsApp yang dibentuk oleh panitia.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata Pemko Batam dalam memperkuat sumber daya manusia dan menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor.
“Kami harap ini bisa membuka peluang kerja baru dan mendorong peserta untuk mandiri secara ekonomi, baik dengan bekerja maupun berwirausaha,” ucap Rudi. (*)