Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1837

Januari-Maret 025, 1.301 WNI Bermasalah di Kamboja, Mayoritas Terlibat Online Scamming

0
Para WNI bermasalah di Kamboja terlibat penipuan daring. f.KBRI Phnom Penh untuk Batam Pos

batampos– Kantor Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja mencatat ada 1.301 kasus Warga negara Indonesia (WNI) yang bermasalah dalam tiga bulan pertama atau triwulan pertama di 2025. Mayoritas ribuan WNI tersebut bermasalah karena terlibat dengan penipuan dalam jaringan (Daring) atau online scamming.

”Sesuai dengan data dan kasus yang ditangani selama Januari sampai Maret 2025, kita (KBRI Phnom Penh, red) telah menangani 1.301 kasus WNI yang bermasalah di Kamboja. Angka ini mengalami kenaikan yang cukup besar berdasarkan persentase. Yakni, sebanyak 174 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto melalui rilis yang dikirimkan ke Batam Pos, Jumat (25/4).

Dengan jumlah tersebut, katanya, rata-rata KBRI menangani 20 sampai 25 kasus baru setiap hari kerja. Dari total kasus sebanyak 1.301 yang ditangani, maka 1.112 kasus atau 85 persen yang melibatkan WNI terkait dengan penipuan daring. Untuk diketahui, kegiatan penipuan daring dilakukan oleh WNI dengan target masyarakat Indonesia di tanah air.

BACA JUGA: OJK Bentuk Satgas Anti-Scam Center, Direncanakan Siap Diterapkan Bulan Ini

”Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah kasus WNI yang terlibat penipuan mengaami peningkatan dari 306 kasus menjadi 1.112 kasus. Sementara sisanya terkait dengan permasalahan perdata, ketenagakerjaan dan keimigrasian. Dan berasal dari berbagai sektor bisnis dan industri. Sesuai dengan informasi Imigrasi Kamboja, pada 2024 terdapat lebih dari 131 ribu WNI yang menetap dan bekerja secara legal di Kamboja,” papar Santo.

Lebih lanjut dijelaskan Santo bahwa banyak di antara WNI yang terlibat dalam kegiatan penipuan daring tersebut sudah berada di Kamboja lebih dari 6 bulan. Dan, sebelumnya memang pihak Pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh sudah mengeluarkan himbauan secara masif melalui media sosal dan juga pemberitaan, namun masih banyak WNI yang terbuai dengan tawaran pekerjaan yang menyesatkan. Contohnya, pekerjaan yang mudah dan mendapatkan gaji yang tinggi.

”Ditambah lagi dengan janji pemberian fasilitas yang enak dan persyaratan kerja yang minim. Terkait dengan meningkatkan WNI yang bermasalah di Kamboja, kami menekankan kembali pentingnya bagi masyarakat Indonesia untuk lebih hati-hati dan lebih bijak dalam mencari dan menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. KBRI Phnom Penh akan perkuat koordinasi dengan instansi-instansi terkait di tanah air guna mendorong upaya pencegahan, penanggulangan dan
penindakan. Terutama atas kasus WNI bermasalah di Kamboja,” ungkapnya.

Ditambahkan Santo, diperlukan peningkatan edukasi dan literasi digital agar WNI terhindar dari jebakan perekrutan loker ilegal dan kejahatan daring yang merugikan banyak pihak. Di antara kasus-kasus yang ditangani KBRI Phnom Penh, juga termasuk 28 kasus kematian WNI. Angka ini naik 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

”Berdasarkan laporan kepolisian dan rumah sakit di Kamboja, penyebab utama kematian para WNI adalah termasuk penyakit jantung dan stroke sebanyak 11 kasus atau 39 persen. Disusul dengan akibat penyakit diabetes dan gagal ginjal atau liver liver masing-masing 5 kasus atau 18 persen. Penyakit kanker, epilepsi, DBD dan gangguan internis lainnya sebanyak 4 kasus atau 14 persen, HIV, AIDS, dan sexually transmitted diseases ada 3 kasus atau 11 persen, kecelakaan, termasuk kecelakaan lalu lintas 3 kasus atau 11 persen, serta TBC dan penyakit paru-paru 2 kasus atau 7 persen,” jelas Duber Santo. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Januari-Maret 025, 1.301 WNI Bermasalah di Kamboja, Mayoritas Terlibat Online Scamming pertama kali tampil pada News.

Telkomsel dan Pegatron Luncurkan Smart Factory 5G Pertama di Batam, Dukung Transformasi Digital Manufaktur Nasional

0

batampos – Telkomsel bersama PT Pegaunihan Technology Indonesia, anak perusahaan dari Pegatron—perusahaan manufaktur elektronik global—resmi menandatangani kerja sama strategis untuk menghadirkan teknologi berbasis 5G yang mendukung penerapan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam Smart Factory di Batam (24/4). Langkah ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi Pegatron secara global serta upaya Telkomsel mempercepat kemajuan industri manufaktur di Indonesia.

PT Pegaunihan Technology Indonesia didirikan untuk memperluas jaringan produksi Pegatron di kawasan Asia Tenggara. Dengan kehadiran di lebih dari 13 negara, Pegatron berperan penting dalam transformasi digital global dan pengembangan ekosistem manufaktur yang tangguh, terkoneksi, dan berkelanjutan.

Melalui unit Telkomsel Enterprise, Telkomsel menyediakan infrastruktur jaringan 5G Private Network Standalone (SA) yang aman dan andal di seluruh fasilitas produksi. Selain itu, sebanyak 1.200 kartu SIM disiapkan untuk mendukung perangkat IoT yang terintegrasi dalam sistem produksi berbasis 5G, memungkinkan pengawasan mesin dan pengendalian proses produksi secara real-time dan efisien. Telkomsel juga mengaktifkan jaringan 5G Public Network untuk mendukung produktivitas para pekerja di Smart Factory Batam.

Menurut data dari Kementerian Perindustrian RI, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat di tengah tantangan ekonomi global. Pada tahun 2024, sektor ini menyumbang investasi sebesar Rp721,3 triliun—setara dengan 42,1% dari total investasi nasional—dan berhasil menyerap lebih dari 2,45 juta tenaga kerja. Dengan kontribusi 18,98% terhadap PDB nasional, sektor manufaktur menjadi pendorong utama ekonomi dan penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Dalam peresmian fasilitas Smart Factory tersebut, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta, menyatakan apresiasinya terhadap langkah Telkomsel dan Pegatron dalam menghadirkan solusi digital berbasis 5G. Ia menegaskan bahwa transformasi sektor manufaktur sangat penting untuk meningkatkan daya saing nasional di kancah global. Pemerintah juga akan terus mendukung kolaborasi serupa demi pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Teknologi 5G dari Telkomsel diharapkan menjadi pendorong transformasi digital industri manufaktur. Dalam laporan 2025 Manufacturing Industry Outlook oleh Deloitte, 5G dinobatkan sebagai salah satu dari tiga teknologi dengan nilai investasi tertinggi bagi pelaku industri, bersama cloud dan generative AI. Lebih dari sepertiga produsen global berencana mengadopsi 5G dalam satu hingga tiga tahun mendatang. Keandalan koneksi dan latensi rendah memungkinkan integrasi ribuan sensor dan mesin secara real-time, mendukung otomatisasi, analisis, dan efisiensi biaya serta perawatan prediktif.

Wong Soon Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Telkomsel dan Pegatron yang ditandatangani pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona. Ia menambahkan bahwa solusi 5G Private Network yang dirancang khusus ini akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing PT Pegaunihan Technology Indonesia dalam menyambut era Industri 4.0, serta memperkuat posisi Telkomsel sebagai product powerhouse Telkom Group dalam layanan bisnis B2B.

Strategi jangka panjang Pegatron mencakup pemanfaatan AI, pengembangan inovasi pekerjaan masa depan, peningkatan daya saing, kemitraan strategis, dan perombakan organisasi. Kolaborasi dengan Telkomsel menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Smart Factory ini mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan, kinerja, keberlanjutan, kerja tim, kreativitas, analisis masalah, dan keterlibatan bisnis yang proaktif. Pegatron juga berkomitmen untuk mengeksplorasi teknologi masa depan seperti Pegaverse, mobilitas masa depan, konektivitas lanjutan, gaya hidup berkelanjutan, dan robotika.

Andy Hsieh, Direktur PT Pegaunihan Technology Indonesia, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Telkomsel sebagai pionir 5G di Indonesia merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Smart Factory yang adaptif, terhubung, dan efisien. Dengan dukungan infrastruktur digital yang solid, transformasi digital pada lini produksi dapat dipercepat dan mendukung pertumbuhan industri teknologi tinggi di Indonesia.

Selain meningkatkan daya saing sektor manufaktur, investasi ini turut membuka lapangan kerja baru, mendorong alih teknologi, serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global. Pegatron juga berkontribusi dalam pengembangan SDM melalui pelatihan digital dan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Informasi lebih lanjut mengenai solusi 5G dari Telkomsel untuk sektor bisnis tersedia di tsel.id/enterprise. (*)

Artikel Telkomsel dan Pegatron Luncurkan Smart Factory 5G Pertama di Batam, Dukung Transformasi Digital Manufaktur Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Uang Miliaran Tak Kunjung Kembali, Korban BNI Life Sempat Berniat Bunuh Diri

0
Firma Hukum Handhaver Van Justice, yang terdiri atas Agustianto, Triwansaki, dan Hasan Albana.

batampos – Kasus dugaan penipuan investasi asuransi BNI Life dengan korban puluhan orang dan kerugiaan belasan miliar masih berproses di Polda Kepri dan Polres Lingga. Meski sudah ada alat bukti kuat, ternyata polisi belum menetapkan tersangka. Bahkan, Saparingga terduga pelaku dan BNI belum bertanggungjawab atas kerugiaan korban.

Firma Hukum Handhaver Van Justice, yang terdiri atas Agustianto, Triwansaki, dan Hasan Albana menjadi kuasa hukum dari lima orang korban, mengatakan sampai saat ini korban nya tak menerima keuntungan sama sekali. Bahkan uang yang dijadikan investasi tak kunjung kembali.

“Untuk korban tak ada menerima uang mereka sama sekali, begitu juga dengan janji keuntungan tak pernah merek terima, meski sudah lewat batas waktu,” jelas Agustianto.

Menurut dia, salah seorang korban juga nyaris mengakhiri hidupnya setelah mengalami kerugian hampir Rp1 miliar akibat investasi asuransi yang diduga bodong. Korban merasa tertekan secara psikis, hubungan rumah tangganya terguncang, dan hingga kini belum mendapatkan kembali uang yang telah disetorkan.

“Salah satu dari korban sempat hendak bunuh diri,’karena tak tahan dengan permasalahaan tersebut. Apalagi saat menginvestasikan uang, korban tak memberi tahu suaminya. Dan investasi hampir Rp 1 miliar memakai nama sepupu,” sebut Agustianto.

Dijelaskannya, para korban dirayu oleh Saparingga untuk ikut dalam invetasi tersebut. Meski tidak saling kenal, ternyara Saparingga nekat mendatangi kediaman para korban untuk menawarkan investasi tersebut.

“Yang anehnya, pelaku tahu kalau korban memiliki tabungan BNI. Korban yang didatangi rumahnya adalah mereka yang memiliki tabungan. Itu aneh, karena mereka tahu para korban punya tabungan,” jelasnya.

Tawaran keuntungan bervariasi diberikan kepada para korban, mulai dari cashback 2,5 persen dalam tiga bulan hingga 20 persen per bulan. Semua transaksi, klaim kuasa hukum, dilakukan di Kantor Cabang BNI Dabo, Lingga, dengan atribut resmi seperti seragam dan kwitansi BNI.

“Korban sempat menolak berkali-kali, namun terus ditekan secara psikologis. Saparingga menghubunginya hampir setiap hari, hingga korban merasa iba dan akhirnya menyerahkan dana dengan janji akan mendapatkan keuntungan dalam satu bulan,” ujar Agustianto.

Sedangkqn Saki menjelaskan pihaknya melaporkan 3 pihak sekaligus ke polisi, yakni Saparingga, BNI Life, dan BNI Cabang Dabo. Mereka meyakini, transaksi yang dilakukan oleh Saparingga diketahui dan dibiarkan oleh institusi, mengingat semua aktivitas menggunakan fasilitas dan identitas resmi BNI.

“Kami menduga keras adanya pembiaran dari pihak bank dan perusahaan asuransi. Harusnya mereka memiliki sistem pengawasan internal yang ketat, apalagi ini melibatkan transaksi tunai dalam jumlah besar, yang sesuai aturan OJK wajib dilaporkan sebagai transaksi mencurigakan,” tegas Triwansaki.

Selain kerugian korban, tim hukum juga mengungkap adanya indikasi pencucian uang (tindak pidana pencucian uang atau TPPU). Setidaknya, ada empat istri pejabat yang disebut turut menerima aliran dana dari transaksi tersebut. Keempatnya juga telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Sampai hari ini, kami heran kenapa Saparingga masih bebas berkeliaran. Padahal bukti yang kami serahkan sudah sangat kuat untuk menjadikannya tersangka,” tambah Saki

Di tempat yang sama, Hasan mendesak agar seluruh dana yang telah disetorkan oleh para korban dikembalikan. Mereka menilai kerugian yang dialami bukan hanya materi, tapi juga trauma psikologis yang dalam.

“Yang kami perjuangkan adalah keadilan. Ini bukan kasus sepele. Ada korban yang sampai ingin bunuh diri. Kami minta pihak berwenang segera menindaklanjuti dan memberikan kepastian hukum,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Subdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Argya Satrya Bhawana mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan para saksi. Dimana keterangan para saksi telah diminta beberapa waktu lalu. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Uang Miliaran Tak Kunjung Kembali, Korban BNI Life Sempat Berniat Bunuh Diri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolda Kepri Minta Ormas Jaga Iklim Investasi

0
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin.

batampos – Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Kepri untuk ikut menjaga stabilitas keamanan, demi mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda saat memimpin kegiatan Jumat Curhat di Gedung Lancang Kuning, Mapolda Kepri, Jumat (25/4). Kegiatan ini menjadi wadah Polri dalam menjaring aspirasi masyarakat serta memperkuat sinergi antarinstansi dan elemen warga.

Dijelaskan, Asep angka kriminalitas di Kepri tahun 2025 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi ini perlu diwaspadai bersama, terlebih di tengah situasi ekonomi yang menekan sebagian masyarakat.

“Ketika angka pengangguran meningkat, potensi kejahatan juga naik. Ini jadi sinyal penting bagi kita semua untuk bahu membahu menciptakan peluang kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat program pemberdayaan,” ujarnya.

Ia menekankan stabilitas keamanan adalah kunci keberhasilan pembangunan dan investasi. Karena itu, ia meminta ormas dan masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga situasi kondusif di daerah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar tantangan yang ada bisa dihadapi secara bersama-sama,” tegasnya.

Menurut dia, posisi strategis Kepri dalam perekonomian nasional. Sejumlah agenda prioritas seperti hilirisasi sumber daya alam, pembangunan jaringan jalan perkotaan Batam, serta pengembangan kawasan Rempang Eco City, dinilainya memerlukan dukungan keamanan yang kokoh.

Pada sesi tanya jawab antara peserta dan jajaran kepolisian berlangsung hangat. Salah satu warga, Udin Pelor, menyoal permasalahan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya dan berharap adanya respons cepat dari aparat.

Menanggapi hal itu, Kapolda menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat, serta menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara warga dan aparat kepolisian.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman,” ujar Kapolda.

Dalam pernyataan akhirnya kepada media, Asep menegaskan bahwa Kepulauan Riau harus menjadi wilayah yang aman bagi warga dan menarik bagi para investor.

“Saya ingin Kepri tak hanya nyaman ditinggali, tapi juga menjanjikan bagi investor lokal maupun internasional. Itu hanya mungkin jika seluruh elemen bersatu dan menjaga komunikasi yang harmonis,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Kapolda Kepri Minta Ormas Jaga Iklim Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Jumlah Penumpang di Terminal Domestik Wilayah Kerja BP Batam Tumbuh 9%

0

batampos – Badan Usaha Pelabuhan BP Batam kembali mencatat kinerja yang menggembirakan pada Triwulan I 2025 (Januari–Maret) di sektor pelayanan penumpang domestik.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Domestik BP Batam meliputi Terminal Ferry Domestik Sekupang, Telaga Punggur, Harbour Bay, dan Pelni mencapai 981.320 orang, atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 896.955 orang.

Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut domestik yang dikelola BP Batam.

“Pertumbuhan jumlah penumpang di terminal penumpang domestik pada Triwulan I 2025 menunjukkan bahwa upaya kami dalam menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan infrastruktur dan digitalisasi pemesanan tiket secara online telah memberikan hasil yang positif. Kami akan terus berinovasi demi mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah domestik,” kata Ruslan dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).

Ke depan, BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, kata Ruslan akan terus komitmen memperkuat pelayanan kepelabuhanan melalui peningkatan fasilitas, SDM, dan sistem pelayanan digital.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mewujudkan layanan yang efisien, aman, dan andal demi mendukung konektivitas antarwilayah di wilayah Batam dan sekitarnya,” ujar Ruslan.

Terminal Roro Telaga Punggur Bukan Wilayah Kerja Pelabuhan BP Batam

Sementara, menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat ihwal pengelolaan Terminal RORO Telaga Punggur, Ruslan turut meluruskan bahwa Terminal RORO Telaga Punggur bukan merupakan bagian dari wilayah kerja Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.

“Wilayah kerja kami mencakup terminal-terminal penumpang domestik di bawah pengelolaan BP Batam, yaitu Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, dan Harbour Bay. Sementara itu, Terminal RORO Telaga Punggur dikelola oleh BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” jelasnya

Artikel Jumlah Penumpang di Terminal Domestik Wilayah Kerja BP Batam Tumbuh 9% pertama kali tampil pada Metropolis.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Terima Audiensi Singtel Group dan NeutraDC Nxera Batam

0

batampos – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis menerima kunjungan dari Singtel Group dan NeutraDC Nxera Batam pada Jum’at (25/4/2025) di Marketing Center.

COO NeutraDC Nxera Batam, Wong Ka Vin dalam kesempatan ini melaporkan perkembangan investasi Hyperscale Data Center (HDC) berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh NeutraDC Nxera Batam di Kawasan Industri Terpadu Kabil.

Merespon laporan dari Wong Ka Vin, Fary menyampaikan bahwa BP Batam bersedia mendukung penuh investasi HDC ini.

“Untuk mewujudkan pengembangan Digital Economy di Batam, kami siap mendukung seluruh aspek yang menjadi kebutuhan dalam proses pembangunan dan pengoperasian HDC ini ke depannya,” tegas Fary.

“Oleh karena itu jika tim NeutraDC Nxera Batam menemui kendala pada prosesnya di lapangan segera laporkan kepada kami untuk dicarikan solusi terbaik dalam penyelesaiannya,” pungkas Fary.

Menanggapi komitmen yang disampaikan oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Wong Ka Vin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan berharap HDC ini dapat segera beroperasi.

“Selain progres pembangunan, kami juga melaporkan apa yang menjadi kebutuhan kami ke depannya seperti energi listrik, air bersih, serta network yang stabil dan kami sangat senang BP Batam dalam pertemuan ini menghadirkan para pejabat yang kompeten di bidangnya,“ jelas Wong Ka Vin.

“Terima kasih atas dukungan BP Batam pada investasi HDC ini, semoga data center dengan infrastruktur AI yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan ini dapat segera beroperasi di Batam,” tutup Wong Ka Vin.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa; Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan; Direktur Pengelolaan Pertanahan, Ilham Eka Hartawan; Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi; Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; Staf Khusus Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Billy Mambrasar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam . (MI)

Artikel Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Terima Audiensi Singtel Group dan NeutraDC Nxera Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Disnaker Kepri Awasi PHK Karyawan Matahari TCC Tanjungpinang

0
Plt Kadisnakertrans Kepri, Jhon A Barus. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Dinas Ketenagaan Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri akan melakukan pengawasan, terkait puluhan karyawan Matahari Departemen Store gerai Tanjungpinang City Center (TCC) yang dikabarkan akan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Plt Kadisnakertrans Kepri, Jhon A Barus mengatakan pihaknya sudah meninta kepada Manajemen Matahari TCC Tanjungpinang untuk memenuhi hak-hak para karyawan, setelah melakukan pemberhentian operasional pada 1 Mei mendatang.

“Kita sudah meminta pihak management untuk memenuhi hak-hak karyawan jika terjadi PHK,” kata Jhon, Kamis (24/4).

BACA JUGA: Gerai Matahari Tutup, Wagub Kepri Bakal Nyari Investasi Baru buat Tanjungpinang

Ia menerangkan, bahwa Disnakertrans Kepri masih mengupayakan agar Matahari Departemen Store masih tetap membuka gerainya di Mall TCC Tanjungpinang, guna menghindari adanya PHK.

Kendati demikian, jika memang terjadi PHK terhadap kurang lebih 34 karyawan Matahari TCC, pihaknya meminta kepada manajemen untuk mematuhi aturan ketenagakerjaan.

“Jika terjadi pemutusan kerja, maka harapan kami management mematuhi aturan ketenagakerjaan,” tambahnya.

Jhon Barus menambahkan, data yang diterima dari management Matahari Store, setidaknya ada 34 karyawan yang masih aktif bekerja sampai waktu penutupan.

Sementara itu, Manager Operasional Matahari TCC, Mentivia Susendra mengatakan bahwa nasib karyawan akan diatur sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga tidak mengetahui secara pasti, apakah 34 karyawan yang ada saat ini akan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau tidak.

Sebab, saat ini memang belum ada keputusan dari manajemen pusat soal nasib puluhan karyawan Matahari TCC Tanjungpinang tersebut. “Untuk dipindahkan ke (Gerai) Batam) tergantung dari manajemen pusat. Yang jelas saat ini belum ada keputusan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Disnaker Kepri Awasi PHK Karyawan Matahari TCC Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Rakernas PWKI 2024 Hadirkan Lomba Paduan Suara dan MoU dengan Kementerian PPA

0
Rakernas Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) di Hotel Pasific, Lubukbaja.

batampos– Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) resmi memasuki hari kedua, Jumat (25/4) di Hotel Pasific, Lubukbaja. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 24 provinsi di seluruh Indonesia, yang terbagi ke dalam beberapa wilayah, termasuk Wilayah III yang meliputi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung.

Agenda hari kedua dipusatkan pada pemaparan program kerja dari setiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWKI. Dalam sesi tersebut, masing-masing DPD mempresentasikan capaian, tantangan, serta rencana strategis untuk pemberdayaan perempuan Kristen di daerahnya.

Sekretaris DPD PWKI Kepri, Nursitta Heldiana, menyampaikan meskipun aktif terlibat dalam kegiatan tingkat kota hingga provinsi, pihaknya belum pernah menerima dukungan dana hibah dari pemerintah.

“Kami selalu dilibatkan oleh Pemkot Batam karena ketua kami aktif di tingkat provinsi. Namun hingga saat ini, belum ada bantuan dana hibah untuk mendukung program-program kami seperti janji iman dan kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Rakernas tahun ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) PWKI 2022 di Makassar, di mana DPD Kepri ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Selain rapat dan pemaparan program, Rakernas ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan penunjang. Pada Sabtu (26/4), akan digelar lomba paduan suara Persekutuan Perempuan Kristen (Persepawi) dari berbagai gereja.

“Itu yang akan memperebutkan piala bergilir dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). Lomba akan diselenggarakan di lantai 9 Hotel Pasific,” katadia

Sementara pada hari pembukaan, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWKI dan mitra strategis. Puncak kegiatan akan berlangsung Sabtu malam, dengan penutupan Rakernas secara resmi oleh Wakil Menteri PPA, yang juga akan disertai dengan acara malam keakraban.

Sebagai penutup seluruh rangkaian Rakernas, para peserta dijadwalkan melakukan one day tour pada Minggu (27/4). Kegiatan wisata ini mencakup destinasi di Batam, Bintan, hingga Singapura, sesuai dengan rencana masing-masing DPD.

Rakernas ini menjadi momentum penting bagi PWKI untuk merumuskan strategi nasional dalam memperkuat peran serta perempuan Kristen Indonesia dalam pembangunan, sekaligus mempererat solidaritas antaranggota dari seluruh pelosok tanah air. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Rakernas PWKI 2024 Hadirkan Lomba Paduan Suara dan MoU dengan Kementerian PPA pertama kali tampil pada Metropolis.

130 KK Terima Sagu Hati Pembebasan Lahan Baloi Kolam

0
Baloi Kolam. (F.BP Batam)

batampos – Pembebasan lahan RT03-RT10 Baloi Kolam, Seipanas masih banyak mendapatkan penolakan dari warga. Dari 600 Kepala Keluarga (KK), baru 130 KK yang menerima sagu hati.

“Pemberian sagu hati ini bertahap. Tahap ke 2 ada 20 KK lagi,” ujar Kuasa Hukum warga Baloi Kolam yang menerima sagu hati, Antonius Tampubolon, Jumat (25/4).

Menurut Antonius, warga Baloi Kolam mayoritas menyetujui pembebasan lahan tersebut. Hanya saja, warga takut untuk mendaftar karena adanya penyerangan atau pengrusakan rumah yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Banyak warga masih ragu-ragu. Tapi terbaru, ada 50 KK lagi yang mendaftar,” katanya.

Antonius berharap pihak kepolisian segera mengusut pelaku pengrusakan rumah tersebut. Sehingga, situasi di kawasan tersebut tetap kondusif.

“Kan belum ada tersangka. Kalau sudah ada kejelasan dari kepolisian, pasti banyak warga yang mendaftar,” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan pengrusakan rumah di Baloi Kolam tersebut. “Kemarin sudah ada pemanggilan saksi,” ujarnya

Debby mengaku pihaknya melakukan pemeriksaan seluruh saksi dan korban secara maraton. “Belum ada yang ditangkap,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel 130 KK Terima Sagu Hati Pembebasan Lahan Baloi Kolam pertama kali tampil pada Metropolis.

50 Ribu Pengangguran di Batam, Disnaker Waspadai Dampak Otomasi Industri

0
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

batampos – Tingkat pengangguran di Kota Batam masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Meski mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, angka pengangguran masih berada di kisaran 8 persen.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti. Ia menyebut, sebagian besar pengangguran di Batam berasal dari luar daerah, dengan estimasi jumlah mencapai sekitar 50 ribu orang.

“Pengangguran cukup tinggi, walaupun dari tahun ke tahun turun dari 11 persen hingga sekarang tinggal 8 persenan lah,” kata dia, Jumat (25/4).

Usai momen lebaran, biasanya angka pengangguran akan kembali meningkat. Fenomena ini sudah menjadi pola tahunan akibat mobilitas penduduk yang kian padat dan perubahan kondisi kerja di sektor-sektor informal.

Namun demikian, Rudi mengakui bahwa mendeteksi siapa saja warga yang benar-benar menganggur bukanlah hal yang mudah. Lalu, hal ini diperparah dengan masih lemahnya sistem pendataan tenaga kerja secara real time di tingkat kota.

“Kalau kita mau ngecek mana yang menganggur dan mana yang tidak, susah juga,” katanya.

Tantangan lain yang semakin nyata adalah meningkatnya penggunaan otomasi dalam industri. Sejumlah perusahaan di Batam sudah mulai menerapkan teknologi ini, yang secara langsung berdampak pada kebutuhan tenaga kerja manusia.

“Ada beberapa perusahaan sudah menerapkan industri itu (otomasi). Itu tantangan bagi kita pekerja. Kita mau kerja di situ harus ada kompetensinya,” ujar Rudi.

Satu orang operator mesin otomatis kini harus menjalani pelatihan khusus yang disediakan oleh perusahaan. Tujuannya agar dapat beradaptasi dengan penerapan otomasi.

Dia mencontohkan, di fasilitas industri yang luasnya mencapai satu hektare, kini hanya dibutuhkan sekitar 100 orang pekerja karena efisiensi dari sistem otomasi. Ini menimbulkan kekhawatiran terkait daya serap industri terhadap angkatan kerja lokal.

“Pasti (khawatir atas keterserapan tenaga kerja), dong. Karena industri ini (otomasi) meningkat terus,” katanya.

Ia pun mendorong agar peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi prioritas, agar mereka tetap relevan di tengah perubahan lanskap industri yang semakin digital dan efisien. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel 50 Ribu Pengangguran di Batam, Disnaker Waspadai Dampak Otomasi Industri pertama kali tampil pada Metropolis.