Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1868

JIWA: Jembatan Wisata Baru Kepri–Johor, Warga Bisa Nikmati Diskon Khusus Cukup Pakai KTP

0
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.

batampos – Semangat kolaborasi lintas negara kembali diperkuat dengan peluncuran platform promosi wisata bernama Jiran Istimewa (JIWA). Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meresmikan program ini atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Peluncuran berlangsung di Atrium Timur Mega Mall Batam Centre, Sabtu (17/5), bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan para pelaku industri pariwisata dari Johor dan Kepri.

JIWA merupakan platform inovatif yang memanfaatkan kedekatan geografis, sosial, dan budaya antara Kepri dan Johor sebagai nilai tambah nyata bagi warganya. Melalui program ini, masyarakat Kepri dan Johor cukup menunjukkan KTP Kepri atau ID Card Johor untuk menikmati berbagai insentif dari pelaku industri wisata. Ragam insentif yang ditawarkan meliputi diskon hotel, transportasi, kuliner, layanan kebugaran, hingga akses ke berbagai destinasi wisata, tergantung kebijakan masing-masing penyedia layanan.

“Kepri adalah salah satu dari tiga gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia, sejajar dengan Bali dan DKI Jakarta. Sebagai destinasi wisata lintas batas yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand, Kepri memiliki posisi strategis dalam pengembangan kerja sama internasional di sektor pariwisata,” kata Wagub Nyanyang Haris Pratamura dalam sambutannya.

Ia menegaskan, peluncuran JIWA adalah bagian dari penguatan kerja sama Special Border Treatment antara dua wilayah yang telah lama memiliki kedekatan historis dan budaya.

“JIWA bukan organisasi bisnis, melainkan ruang bersama untuk menanamkan pola pikir bahwa kita, sebagai warga perbatasan, adalah tetangga yang bisa saling berbagi dan bekerja sama,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Konjen RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, yang menyebut JIWA sebagai hasil nyata dari upaya satu tahun terakhir KJRI dalam mengoptimalkan potensi kedekatan Kepri–Johor.

“Kedekatan geografis, sosial, dan budaya adalah modal utama hubungan kita. JIWA diharapkan menjadi pendorong peningkatan kunjungan wisata dan mempererat hubungan masyarakat lintas batas,” ungkap Konjen Sigit. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Dinas Pariwisata Kepri dan seluruh pemangku kepentingan yang turut mendukung terwujudnya JIWA.

JIWA menjadi bagian dari rangkaian ASITA Kepri – BCA Travel Fair 2025 di Mega Mall Batam Centre. Hingga 17 Mei 2025, tercatat 24 pelaku industri wisata dari Kepri telah bergabung, meliputi pemilik hotel, operator ferry, restoran/kafe, agen perjalanan, pusat kebugaran, hingga pengelola destinasi dan atraksi wisata.

Dari Johor, dukungan datang dari 30 hotel anggota Malaysia Budget and Business Hotel Association (MyBHA) Chapter Johor, yang memberikan potongan harga 10–30 persen kepada pemegang KTP Kepri yang menginap.

JIWA diharapkan terus tumbuh dengan semakin banyaknya pelaku pariwisata yang bergabung. Pihak yang berminat bisa menghubungi redaksi Wonderful Riau Islands/Wonderful Kepri atau KJRI Johor Bahru melalui hotline ekonomi di +60-14-916-0488. (*)

Artikel JIWA: Jembatan Wisata Baru Kepri–Johor, Warga Bisa Nikmati Diskon Khusus Cukup Pakai KTP pertama kali tampil pada Metropolis.

Rokok Tanpa Cukai, Sopir Kabur, dan Truk Militer

0
Ilustrasi

batampos – Penangkapan jutaan batang rokok ilegal oleh Bea Cukai Batam pada 15 Mei 2025 lalu memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, dalam proses pengangkutan barang bukti tersebut, digunakan kendaraan dinas milik institusi militer. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan keterlibatan aparat dalam jaringan penyelundupan rokok tanpa cukai ini.

Penindakan bermula dari informasi pengiriman rokok ilegal yang akan diberangkatkan melalui Pelabuhan RoRo ASDP Telaga Punggur, Batam. Petugas Bea Cukai lalu melakukan patroli dan menemukan aktivitas mencurigakan di Jalan Pattimura, Kabil.

“Kami temukan aktivitas bongkar muat rokok ilegal di pinggir jalan satu arah menuju Pelabuhan RoRo Punggur. Ketika kami datangi, sopir dan buruh yang terlibat langsung kabur meninggalkan barang yang belum sempat dimuat,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam, Muhtadi, Senin (19/5).

Karena tidak memiliki kendaraan operasional, Bea Cukai mengaku meminta bantuan dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Batam untuk mengangkut barang bukti ke gudang penyimpanan di Batuampar.

“Kami tidak punya truk operasional yang tersedia saat itu. Jadi kami koordinasi dengan teman-teman di Lantamal untuk membantu membawa rokok tersebut,” kata dia.

Barang bukti yang disita mencapai 3,5 juta batang rokok tanpa pita cukai. Bea Cukai memperkirakan nilai totalnya mencapai Rp5,3 miliar. Hingga saat ini, belum diketahui siapa pemilik rokok tersebut maupun tujuan pengirimannya.

Muhtadi menyebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengenai kendaraan yang digunakan para pelaku. “Mobil yang digunakan masih dalam penyelidikan. Truk awal yang kami temukan di lokasi tidak ada tanda-tanda sebagai kendaraan dinas, itu kendaraan umum,” tambahnya.

Terkait dua orang pelaku yang kabur saat penggerebekan, ia belum dapat memastikan identitas mereka. Pihaknya juga belum bisa mengonfirmasi apakah nomor polisi kendaraan pengangkutan rokok oleh pelaku sudah diperiksa atau belum.

Sementara itu, dugaan keterlibatan aparat mencuat setelah adanya pemberitaan bahwa rokok ilegal tersebut diangkut menggunakan kendaraan dinas militer. Lantamal IV Batam pun membantah.

Wakil Komandan Lantamal IV Batam, Kolonel (P) Ketut Budiantara, menegaskan truk TNI AL yang digunakan hanyalah sebagai bentuk bantuan kepada Bea Cukai atas permintaan resmi.

“Kami hanya membantu angkut barang hasil penindakan dari lokasi ke gudang Bea Cukai. Tidak ada keterlibatan anggota kami dalam penyelundupan,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan munculnya berita yang seolah-olah mengaitkan Lantamal IV dengan kegiatan ilegal tersebut. Ketut meminta media untuk melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan informasi yang berpotensi menyesatkan.

“Teman-teman wartawan harus cek dulu ke instansi atau pejabat terkait sebelum memberitakan hal-hal yang sensitif seperti ini,” katanya.

Meski demikian, fakta bahwa kendaraan militer digunakan dalam pengangkutan rokok ilegal—walaupun atas nama bantuan—menjadi catatan tersendiri. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh Bea Cukai Batam. Keterangan lengkap dari para pelaku yang kabur menjadi kunci untuk mengungkap siapa aktor utama di balik peredaran rokok ilegal bernilai miliaran rupiah ini. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Rokok Tanpa Cukai, Sopir Kabur, dan Truk Militer pertama kali tampil pada Metropolis.

Lahirkan Juara, Capella Dinamik Gelar Ajang Adu Skill Teknisi & Service Advisor Honda

0

batampos – PT Capella Dinamik Nusantara, sebagai main dealer sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau, kembali menggelar ajang bergengsi Technical Skill Contest 2025 Regional KEPRI. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas layanan para Teknisi dan Service Advisor (SA) Honda di seluruh jaringan dealer wilayah Kepri.

Dalam kontes tahun ini, tercatat sebanyak 117 peserta mengikuti tahapan seleksi awal, yang terdiri dari 88 orang Teknisi dan 29 orang Service Advisor. Seluruh peserta mengikuti seleksi awal secara online, yang mencakup soal-soal seputar Pengetahuan Umum, Engine, Electrical, Chassis, dan Fuel System.

Setelah melewati tahapan seleksi yang ketat, terpilih 6 finalis dari masing-masing kategori, yaitu Teknisi dan Service Advisor, untuk mengikuti babak final yang menguji kemampuan teknis dan pelayanan secara langsung.

“Technical Skill Contest ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan sarana pembinaan dan pengembangan keterampilan para teknisi dan Service Advisor. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan di seluruh jaringan Honda di wilayah Kepulauan Riau,” ujar Johandi, selaku Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara.

Ujian Kompetensi dalam Dua Kategori
Dalam kategori SA (Service Advisor), para finalis mengikuti serangkaian ujian yang terdiri dari Ujian Teori, Praktek Meja, Role Play, hingga uji Technical Knowledge. Mereka diuji Kompetensi komunikasi, ketepatan diagnosa, dan kualitas pelayanan menjadi penilaian utama dalam kontes ini.

Sementara itu, dalam kategori Teknisi, peserta diuji melalui Ujian Teori, Praktek Meja, serta kemampuan dalam Periodical Maintenance dan Troubleshooting. Para finalis akan menunjukkan keahlian mereka dalam menganalisa dan menyelesaikan berbagai tantangan teknis yang kompleks secara akurat.

Berdasarkan hasil penjurian ketat dari tim internal PT Capella Dinamik Nusantara, untuk kategori Teknisi, Juara pertama diraih oleh Olimp Julio Gea dari PT Senturi Ultra Dinamis II, Juara kedua Umar Nur Said dari CV Mitra Ideal Motor, dan Juara ketiga Rizki Damanik dari PT Senturi Ultra Dinamis.

Sementara itu, pada kategori Service Advisor, M. Zaenudin dari PT Tajelin Sejahtera berhasil meraih Juara pertama, diikuti oleh Dwi Agus Setyono dari PT Senturi Ultra Dinamis sebagai Juara kedua, dan Saiful Nurkholis dari Capella Service Center Bengkong sebagai Juara ketiga.

juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili wilayah Kepulauan Riau dalam ajang Kompetisi Nasional Honda yang akan digelar pada bulan Juli mendatang.

“Kontes ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga dan meningkatkan standar layanan Honda kepada konsumen. Kami bangga atas dedikasi dan semangat para peserta dalam mengasah kemampuan mereka demi memberikan layanan terbaik,” tambah Johandi. (*)

Artikel Lahirkan Juara, Capella Dinamik Gelar Ajang Adu Skill Teknisi & Service Advisor Honda pertama kali tampil pada Metropolis.

Protes Sulitnya Urus Sertifikat Tanah, Warga Dompak Datangi Gedung Gubernur Kepri

0
Warga Tanjung Siambang saat mendatangi kantor Gubernur Kepri untuk mempertanyakan soal sertifikat tanah, Selasa (19/5). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ratusan warga Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang mendatangi Kantor Gubernur Kepri, Senin (19/5).

Mereka datang dengan menyampaikan protes, terkait tidak jelasnya status perumahan dan sulitnya membuat sertifikat tanah di tempat tersebut.

Ratusan warga tersebut menuntut agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) menerbitkan sertifikat tanah yang selamat ini menjadi tempat berdirinya rumah mereka di Tanjung Siambang. Terlebih, penerbitan sertifikat tanah tersebut merupakan janji dari Pemprov.

BACA JUGA: Sekolah Garuda Bakal Dibangun di Dompak, Biaya Sekolah Ditanggung Pemerintah

“Sudah 15 tahun kami tinggal disana. Namun, hingga saat ini sertifikat tanah yang dijanjikan belum diserahkan ke kita,” kata Koordinator Aksi, Abdul Fatah di Halaman Gedung Gubernur Kepri.

Selain masalah sertifikat tanah, para warga juga meminta Pemprov untuk memperbaiki fasilitas umum (fasum) berupa jalan yang ada di Perumahan tersebut. Akses jalan yang layak tersebut sangat dibutuhkan, karena dilintasi oleh kurang lebih 800an orang.

“Tadi kita juga sudah diajak audensi, katanya tadi tahun depan akan dianggarkan untuk perbaikan jalan. Sementara sertifikat tanah masih belum ada solusi yang pasti,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengatakan bahwa penerbitan sertifikat tanah warga Tanjung Siambang terkendala akibat aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab, tanah milik Pemerintah Daerah tidak bisa dihibahkan secara perorangan.

Sehingga Pemprov Kepri, kata dia saat ini masih mencarikan solusi terkait hal tersebut. Saat ini, Pemprov hanya memberikan surat sementara yang menyatakan bahwa tanah di Tanjung Siambang merupakan milik warga.

“Wajar mereka meminta kepastian. Karena tidak ada ikatan tetap. Namun kita sudah berikan surat sementara, yang menandakan tanah tersebut milik mereka (warga),” tegasnya.

Sementara untuk fasum berupa jalan, ia akan melaporkan ke Gubernur Kepri terlebih dahulu untuk melakukan perbaikan. “Nanti saya sampaikan ke pak Gubernur. Agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Protes Sulitnya Urus Sertifikat Tanah, Warga Dompak Datangi Gedung Gubernur Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan Rusak Menuju Pelabuhan Sagulung Picu Kemacetan Parah di Jam Sibuk

0
Kemacetan terjadi di jalan rusak menuju pelabuhan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Kota Batam, kian memprihatinkan. Kerusakan parah yang terjadi di sepanjang ruas jalan menyebabkan arus lalu lintas macet, terutama pada jam-jam sibuk. Deretan kendaraan berat seperti kontainer, truk gandeng, dan truk pengangkut material tanah bercampur dengan kendaraan umum lainnya, mengular hingga beberapa kilometer.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lubang-lubang besar tersebar hampir merata di badan jalan. Kerusakan ini memaksa kendaraan, terutama yang bermuatan berat, melaju dengan sangat pelan demi menghindari kerusakan lebih lanjut atau kecelakaan. Alhasil, laju lalu lintas melambat drastis dan antrean kendaraan tak terhindarkan.

Kerusakan jalan terlihat mulai dari simpang Polsek Batuaji hingga ke area Pelabuhan Sagulung. Diketahui, ada ratusan titik lubang yang bertambah dalam dan lebar selama musim hujan yang baru berlalu. Jalanan yang seharusnya menjadi jalur utama distribusi logistik ini kini justru menjadi titik kemacetan harian yang dikeluhkan warga dan pengusaha.

Husni, salah seorang pengguna jalan, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. “Kami berharap ini segera ditindaklanjuti. Kalau dibiarkan terus, bukan hanya macet, tapi rawan kecelakaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ahmad, tokoh masyarakat dari Sungai Aleng, juga menyoroti lambannya penanganan jalan rusak tersebut.

Lurah Sei Binti, Jamil, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kerusakan jalan sudah sangat parah dan memang telah diusulkan untuk perbaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). “Masih menunggu perbaikan nya. Usulan dari kami sudah disampaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa perbaikan jalan memang sedang berjalan di beberapa titik di Batam. Menurutnya, pengerjaan dilakukan secara bertahap berdasarkan usulan yang telah masuk dan ketersediaan anggaran.

“Jalan menuju Pelabuhan Sagulung memang masuk dalam prioritas, namun akan ditindaklanjuti sesuai perencanaan dan anggaran yang tersedia. Kami mohon masyarakat bersabar karena semua dilakukan bertahap,” jelas Suhar.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan percepatan perbaikan di titik-titik yang paling kritis.

Untuk saat ini, masyarakat dan pengguna jalan masih harus bersabar menghadapi kemacetan yang terjadi setiap hari. Diharapkan pemerintah daerah dapat segera mempercepat proses perbaikan agar arus logistik dan transportasi warga kembali lancar, serta menghindari kerugian ekonomi yang lebih besar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak Menuju Pelabuhan Sagulung Picu Kemacetan Parah di Jam Sibuk pertama kali tampil pada Metropolis.

Lantik 1.899 Aparatur Sipil Negara, Bupati Anambas Aneng Tekankan Pegawai Wajib Melayani Masyarakat Tanpa Diskriminasi

0
Bupati Anambas, Aneng menyerahkan SK Pengangkatan kepada salah satu CPNS dilingkungan Pemkab Anambas.
f.ihsan

batampos– Bupati Anambas, Aneng melantik 1.899 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Anambas dengan rincian 1.782 orang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 117 orang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pelantikan ini berlangsung dilapangan kantor Bupati Anambas, Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Senin, (11/5).

Bupati Anambas, Aneng mengatakan pelantikan ini merupakan momen yang dinantikan eks tenaga honorer karena sejak Januari lalu sudah tidak bekerja lagi.

“Muka mereka hari ini memancarkan senyuman yang indah. Saya sangat senang bisa melihat rekan-rekan kita kembali bekerja,” ujar Aneng saat diwawancara awak media.

BACA JUGA: Pelaku Pungli di Bintan Mengatasnamakan Serikat Pekerja untuk Memeras Sopir

Aneng menekankan kepada pegawai yang dilantik hari ini harus segera melayani masyarakat tanpa memandang status sosial.

“Tadi sudah saya sampaikan pelayanan harus tetap berjalan jangan melihat status sosial. Misalnya ini saudara saya, harus didahulukan. Jangan seperti itu. Saya mau semua dilayani dengan baik,” tegas Aneng.

Politisi Demokrat ini tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pegawai yang berbuat sewenang-wenang dalam bekerja. Khusus yang berstatus PPPK, ia bahkan tidak akan memperpanjang kontrak bagi pegawai yang nakal.

“Jabatan itu bukan untuk dibangga-bangga, jabatan itu bukan untuk foya-foya. Tapi jabatan itu adalah titipan dari masyarakat Anambas. Suatu saat akan diambil maka jangan sombong dan membusung dada,” jelas Aneng.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Anambas, Nurgayah menambahkan rincian PPPK yang dilantik didominasi oleh formasi teknis berjumlah 1.622 orang.

“Kalau formasi tenaga kesehatan ada 79 orang dan guru jumlahnya hanya 81 orang,” jelas Nurgayah.

Kemudian untuk CPNS ada 4 orang yang lulus seleksi saat ini belum bisa mengikuti pelantikan. Hal ini disebabkan ada kendala dalam pengurusan berkas Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Salah satunya ijazah yang mereka gunakan lagi proses persamarataan. Karena mereka lulusan D-IV Manajemen, tapi dalam syaratnga formasi S-1,” terang Nurgayah.

Kendati demikian, ia meminta kepada 4 orang yang belum dilantik ini agar bersabar karena pihaknya sekarang lagi berusaha untuk meyakinkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat prosesnya selesai dan sudah keluar NIP-nya,” pungkas Nurgayah. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Lantik 1.899 Aparatur Sipil Negara, Bupati Anambas Aneng Tekankan Pegawai Wajib Melayani Masyarakat Tanpa Diskriminasi pertama kali tampil pada Kepri.

Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam

0
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gereja Katolik melalui Yayasan Karina KWI dan Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang resmi memulai pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia, Batam, Minggu (18/5). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ.

BLK dan pusat informasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja migran, khususnya mereka yang rentan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Lokasinya berada di area yang sama dengan Shelter Migran St. Theresia, yang selama ini sudah berperan aktif dalam pendampingan pekerja migran di Batam.

Mgr. Sudarso menyampaikan, pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari perhatian Gereja Katolik terhadap persoalan kemigrasian. Ia berharap keberadaan BLK dan pusat informasi ini bisa menjadi “rumah” yang ramah dan aman bagi para pekerja migran.

“Seperti pesan Paus Fransiskus, siapa saja yang berjumpa dengan para migran, sama halnya berjumpa dengan Yesus,” ujar Mgr. Sudarso dalam sambutannya.

Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, Pr menjelaskan, fasilitas ini akan menjadi pusat informasi dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran. Ia menyoroti masih minimnya keterampilan dan informasi yang dimiliki oleh para calon pekerja migran Indonesia.

“Di sini, mereka akan mendapatkan pelatihan, edukasi, serta akses jaringan kerja sama untuk meningkatkan kesiapan sebelum berangkat ke luar negeri,” ujarnya.

BLK dan pusat informasi ini juga akan bersinergi dengan berbagai mitra kemanusiaan dan instansi pemerintah guna menjamin pelayanan yang holistik bagi pekerja migran.

Sementara itu, Ketua Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, menambahkan bahwa shelter dan pusat pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan. Ia menggarisbawahi banyaknya kasus TPPO yang terjadi akibat kurangnya informasi dan kompetensi pekerja migran.

“Sering kali tawaran kerja yang diberikan tidak sesuai kenyataan di lapangan. Di sinilah pelayanan ini menjadi penting, untuk memastikan para pekerja siap secara mental, informasi, dan keterampilan,” kata Romo Paschal.

Pembangunan ini memperkuat komitmen Gereja dalam pelayanan terhadap migran, yang dilandasi penghargaan terhadap martabat manusia dan penciptaan perdamaian. Apalagi, Batam merupakan wilayah transit utama bagi pekerja migran, termasuk yang diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.

Menurut laporan Kompas, sejak Mei 2022 sedikitnya 200 pekerja migran ilegal diberangkatkan setiap hari dari Batam Centre ke Tanjung Pengelih, Malaysia, menggunakan dua kapal feri. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya para pekerja migran terhadap praktik perdagangan manusia.

Peletakan batu pertama pembangunan BLK dan Pusat Informasi Migran ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, perwakilan Bank Indonesia, sejumlah suster dari berbagai kongregasi, tokoh gereja, dan elemen jaringan Safe Migran Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya

0
Gedung Beringin di Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gedung Beringin di Sekupang kini hanya menyisakan sisa kejayaan masa lalu. Bangunan yang dulu menjadi pusat kegiatan seni dan budaya itu kini terbengkalai dan memprihatinkan. Semak belukar menutupi halaman, dinding menghitam karena lembap, jendela pecah, dan sebagian atap ambruk.

Pantauan di lokasi, Senin (19/5), pagar besi yang mengelilingi gedung tampak berkarat dan tak lagi kokoh. Rumput liar menjalar ke segala penjuru, menutupi hampir seluruh fasad bangunan. Bagian dalamnya gelap dan tak terawat, dengan puing-puing atap serta daun kering berserakan di lantai.

Iwan, warga Sekupang yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku prihatin. Ia menyayangkan bangunan yang dulu menjadi tempat berbagai kegiatan masyarakat itu kini dibiarkan rusak tak terurus.

Baca Juga: Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar

“Dari jauh saja sudah tak kelihatan seperti gedung. Sudah penuh semak, kusam, dan rusak parah,” ujarnya.

Gedung Beringin dibangun Otorita Batam pada 1986. Dahulu, bangunan ini kerap digunakan untuk pertunjukan seni, pertemuan warga, hingga acara resmi pemerintahan. Beberapa warga bahkan menyebut gedung ini sempat menjadi lokasi pertemuan penting pejabat negara di era Presiden Soeharto.

Namun sejak Batam bergabung dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, peran gedung ini perlahan meredup hingga akhirnya ditinggalkan.

Julian, warga lainnya, mengatakan kondisi Gedung Beringin yang terbengkalai saat ini cukup mengkhawatirkan. Selain menjadi pemandangan yang kumuh, bangunan kosong juga rawan disalahgunakan.

“Kalau terus dibiarkan, bisa jadi tempat yang tidak aman. Bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak sekadar memperbaiki bangunan tersebut, tetapi juga memberinya fungsi baru yang bermanfaat. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menjadikan Gedung Beringin sebagai Taman Budaya.

“Kalau dijadikan Taman Budaya, itu lebih bagus. Bisa untuk pertunjukan seni, latihan sanggar, pelatihan UMKM, dan kegiatan komunitas lainnya,” tambah Julian.

Menurut warga, revitalisasi Gedung Beringin menjadi ruang seni budaya bisa menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kehidupan sosial dan kreativitas masyarakat di Sekupang dan sekitarnya.

“Daripada jadi bangunan kosong yang menunggu roboh, lebih baik dihidupkan kembali. Sekalian jadi ikon kebudayaan Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji

0
Tim terpadu cek drainase untuk mencegah banjir.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap sistem drainase induk di wilayah Sagulung dan Batuaji. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya banjir berulang yang terus meresahkan warga.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar. Turut hadir dalam kegiatan ini camat, lurah, serta unsur TNI, Polri, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP.

Pengecekan difokuskan pada titik-titik rawan banjir, terutama di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, dan Sei Binti, Sagulung. Lokasi-lokasi tersebut selama ini kerap dilanda banjir saat hujan deras, mengganggu aktivitas warga dan merusak infrastruktur.

Menurut Mouris, timnya menemukan sejumlah permasalahan krusial yang menyebabkan air tidak mengalir secara optimal.

“Ada belasan titik lokasi drainase bermasalah yang kita pantau hari ini. Selain saluran yang rusak dan tersumbat, juga ada persoalan dengan daerah resapan atau catchment area yang tidak berfungsi maksimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pendataan dan pemetaan seluruh permasalahan untuk merumuskan solusi.

“Didata dulu, baru buat kesimpulan untuk menentukan langkah selanjutnya. Ada solusi jangka pendek seperti normalisasi saluran, dan solusi jangka panjang yang kita petakan bersama Pemko Batam,” ujarnya.

Kondisi saluran air yang melintasi kawasan industri juga menjadi sorotan serius.

“Kita lihat ada permasalahan dengan saluran yang melewati kawasan industri. Saluran ini ada yang tertanam jauh di dalam dan tidak terlihat. Ini akan kita kaji ulang untuk menentukan penanganan selanjutnya,” tambah Mouris.

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Suhar, menyatakan bahwa temuan di lapangan akan dievaluasi secara menyeluruh. Pihaknya akan merumuskan strategi jangka pendek dan panjang, termasuk penataan ulang sistem drainase dan penindakan terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran air.

Sebagaimana diketahui, kawasan Sagulung dan Batuaji merupakan langganan banjir setiap musim hujan. Sehari sebelum pengecekan, banjir besar sempat merendam jalan menuju Pelabuhan Sagulung, menyebabkan kemacetan dan menghambat aktivitas warga.

Langkah tim terpadu ini diharapkan menjadi awal dari penanganan serius persoalan banjir di Batam. Pemerintah mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, untuk turut mendukung upaya perbaikan sistem drainase demi kenyamanan dan keselamatan bersama.(*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Francis

batampos — Dalam suasana sakral yang penuh sukacita, Deputi IV BP Batam bidang Pengusahaan dan Investasi, Fary Francis, menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). Ia hadir bersama Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dan UKM. Ketiganya diutus secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi dari Indonesia.

Upacara agung ini tak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penuh makna tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kesinambungan Gereja Katolik. Pelantikan ini menandai secara resmi dimulainya masa kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Kehadiran Fary mencerminkan semangat inklusif pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan representasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Seusai acara, Fary membagikan dua kesan mendalam dari prosesi pelantikan yang menurutnya patut diteladani:

1. Simbolisme Sakral yang Menyentuh

Pelantikan dipenuhi simbol-simbol suci. Salah satu yang paling menyentuh, menurut Fary, adalah pallium, selendang wol putih bertanda lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoral—menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini dirajut dari wol dua ekor anak domba yang telah diberkati, melambangkan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.

Simbol penting lainnya adalah cincin nelayan (fisherman’s ring), terbuat dari emas murni dengan ukiran perahu Santo Petrus dan nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus, pemimpin pertama Gereja.

Rangkaian prosesi berlangsung khidmat, dimulai dari doa di makam Santo Petrus, penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, hingga penerimaan pallium dan cincin oleh Paus dari tangan kardinal protodiakon.

“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua sebagai lambang kesatuan Gereja universal. Upacara ditutup dengan berkat Urbi et Orbi (‘kepada kota dan dunia’),” ujar Fary.

2. Pesan Damai dari Takhta Suci

Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai yang menyentuh:
“Semoga damai menyertai Anda, saudara-saudara terkasih.”

Ucapan ini, kata Fary, bukan sekadar salam, melainkan seruan universal agar damai Kristus yang bangkit dapat menyentuh hati setiap pribadi, keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Damai yang bersumber dari kasih Tuhan yang tak bersyarat menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih bersaudara.

“Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya semangat dialog, keterbukaan, dan misi kasih. Ia mengajak umat manusia menjadi Gereja yang misioner—membangun jembatan, bukan tembok, dan hadir dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan,” ucap Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI (2014–2019) dan Komisaris Utama PT ASABRI.

Fary menambahkan, sebagai Paus ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa pengalaman panjang sebagai misionaris di Peru—di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya pada keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya harapan baru bagi dunia untuk merajut perdamaian dalam ragam warna-warni kemanusiaan universal.

“Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu Uno, Unum — Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu,” tutup Fary.

(*)

Artikel Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.