Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1869

Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam

0
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gereja Katolik melalui Yayasan Karina KWI dan Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang resmi memulai pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia, Batam, Minggu (18/5). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ.

BLK dan pusat informasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja migran, khususnya mereka yang rentan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Lokasinya berada di area yang sama dengan Shelter Migran St. Theresia, yang selama ini sudah berperan aktif dalam pendampingan pekerja migran di Batam.

Mgr. Sudarso menyampaikan, pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari perhatian Gereja Katolik terhadap persoalan kemigrasian. Ia berharap keberadaan BLK dan pusat informasi ini bisa menjadi “rumah” yang ramah dan aman bagi para pekerja migran.

“Seperti pesan Paus Fransiskus, siapa saja yang berjumpa dengan para migran, sama halnya berjumpa dengan Yesus,” ujar Mgr. Sudarso dalam sambutannya.

Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, Pr menjelaskan, fasilitas ini akan menjadi pusat informasi dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran. Ia menyoroti masih minimnya keterampilan dan informasi yang dimiliki oleh para calon pekerja migran Indonesia.

“Di sini, mereka akan mendapatkan pelatihan, edukasi, serta akses jaringan kerja sama untuk meningkatkan kesiapan sebelum berangkat ke luar negeri,” ujarnya.

BLK dan pusat informasi ini juga akan bersinergi dengan berbagai mitra kemanusiaan dan instansi pemerintah guna menjamin pelayanan yang holistik bagi pekerja migran.

Sementara itu, Ketua Komisi KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, menambahkan bahwa shelter dan pusat pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan. Ia menggarisbawahi banyaknya kasus TPPO yang terjadi akibat kurangnya informasi dan kompetensi pekerja migran.

“Sering kali tawaran kerja yang diberikan tidak sesuai kenyataan di lapangan. Di sinilah pelayanan ini menjadi penting, untuk memastikan para pekerja siap secara mental, informasi, dan keterampilan,” kata Romo Paschal.

Pembangunan ini memperkuat komitmen Gereja dalam pelayanan terhadap migran, yang dilandasi penghargaan terhadap martabat manusia dan penciptaan perdamaian. Apalagi, Batam merupakan wilayah transit utama bagi pekerja migran, termasuk yang diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.

Menurut laporan Kompas, sejak Mei 2022 sedikitnya 200 pekerja migran ilegal diberangkatkan setiap hari dari Batam Centre ke Tanjung Pengelih, Malaysia, menggunakan dua kapal feri. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya para pekerja migran terhadap praktik perdagangan manusia.

Peletakan batu pertama pembangunan BLK dan Pusat Informasi Migran ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, perwakilan Bank Indonesia, sejumlah suster dari berbagai kongregasi, tokoh gereja, dan elemen jaringan Safe Migran Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gereja Katolik Bangun BLK dan Pusat Informasi Migran di Shelter St. Theresia Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya

0
Gedung Beringin di Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Gedung Beringin di Sekupang kini hanya menyisakan sisa kejayaan masa lalu. Bangunan yang dulu menjadi pusat kegiatan seni dan budaya itu kini terbengkalai dan memprihatinkan. Semak belukar menutupi halaman, dinding menghitam karena lembap, jendela pecah, dan sebagian atap ambruk.

Pantauan di lokasi, Senin (19/5), pagar besi yang mengelilingi gedung tampak berkarat dan tak lagi kokoh. Rumput liar menjalar ke segala penjuru, menutupi hampir seluruh fasad bangunan. Bagian dalamnya gelap dan tak terawat, dengan puing-puing atap serta daun kering berserakan di lantai.

Iwan, warga Sekupang yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku prihatin. Ia menyayangkan bangunan yang dulu menjadi tempat berbagai kegiatan masyarakat itu kini dibiarkan rusak tak terurus.

Baca Juga: Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar

“Dari jauh saja sudah tak kelihatan seperti gedung. Sudah penuh semak, kusam, dan rusak parah,” ujarnya.

Gedung Beringin dibangun Otorita Batam pada 1986. Dahulu, bangunan ini kerap digunakan untuk pertunjukan seni, pertemuan warga, hingga acara resmi pemerintahan. Beberapa warga bahkan menyebut gedung ini sempat menjadi lokasi pertemuan penting pejabat negara di era Presiden Soeharto.

Namun sejak Batam bergabung dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, peran gedung ini perlahan meredup hingga akhirnya ditinggalkan.

Julian, warga lainnya, mengatakan kondisi Gedung Beringin yang terbengkalai saat ini cukup mengkhawatirkan. Selain menjadi pemandangan yang kumuh, bangunan kosong juga rawan disalahgunakan.

“Kalau terus dibiarkan, bisa jadi tempat yang tidak aman. Bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak sekadar memperbaiki bangunan tersebut, tetapi juga memberinya fungsi baru yang bermanfaat. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menjadikan Gedung Beringin sebagai Taman Budaya.

“Kalau dijadikan Taman Budaya, itu lebih bagus. Bisa untuk pertunjukan seni, latihan sanggar, pelatihan UMKM, dan kegiatan komunitas lainnya,” tambah Julian.

Menurut warga, revitalisasi Gedung Beringin menjadi ruang seni budaya bisa menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kehidupan sosial dan kreativitas masyarakat di Sekupang dan sekitarnya.

“Daripada jadi bangunan kosong yang menunggu roboh, lebih baik dihidupkan kembali. Sekalian jadi ikon kebudayaan Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gedung Beringin Sekupang Terbengkalai, Warga Usul Jadi Taman Budaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji

0
Tim terpadu cek drainase untuk mencegah banjir.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap sistem drainase induk di wilayah Sagulung dan Batuaji. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya banjir berulang yang terus meresahkan warga.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar. Turut hadir dalam kegiatan ini camat, lurah, serta unsur TNI, Polri, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP.

Pengecekan difokuskan pada titik-titik rawan banjir, terutama di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, dan Sei Binti, Sagulung. Lokasi-lokasi tersebut selama ini kerap dilanda banjir saat hujan deras, mengganggu aktivitas warga dan merusak infrastruktur.

Menurut Mouris, timnya menemukan sejumlah permasalahan krusial yang menyebabkan air tidak mengalir secara optimal.

“Ada belasan titik lokasi drainase bermasalah yang kita pantau hari ini. Selain saluran yang rusak dan tersumbat, juga ada persoalan dengan daerah resapan atau catchment area yang tidak berfungsi maksimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pendataan dan pemetaan seluruh permasalahan untuk merumuskan solusi.

“Didata dulu, baru buat kesimpulan untuk menentukan langkah selanjutnya. Ada solusi jangka pendek seperti normalisasi saluran, dan solusi jangka panjang yang kita petakan bersama Pemko Batam,” ujarnya.

Kondisi saluran air yang melintasi kawasan industri juga menjadi sorotan serius.

“Kita lihat ada permasalahan dengan saluran yang melewati kawasan industri. Saluran ini ada yang tertanam jauh di dalam dan tidak terlihat. Ini akan kita kaji ulang untuk menentukan penanganan selanjutnya,” tambah Mouris.

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Suhar, menyatakan bahwa temuan di lapangan akan dievaluasi secara menyeluruh. Pihaknya akan merumuskan strategi jangka pendek dan panjang, termasuk penataan ulang sistem drainase dan penindakan terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran air.

Sebagaimana diketahui, kawasan Sagulung dan Batuaji merupakan langganan banjir setiap musim hujan. Sehari sebelum pengecekan, banjir besar sempat merendam jalan menuju Pelabuhan Sagulung, menyebabkan kemacetan dan menghambat aktivitas warga.

Langkah tim terpadu ini diharapkan menjadi awal dari penanganan serius persoalan banjir di Batam. Pemerintah mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, untuk turut mendukung upaya perbaikan sistem drainase demi kenyamanan dan keselamatan bersama.(*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tim Terpadu Sisir Drainase Batam, Ungkap Penyebab Banjir Kronis di Sagulung dan Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Francis

batampos — Dalam suasana sakral yang penuh sukacita, Deputi IV BP Batam bidang Pengusahaan dan Investasi, Fary Francis, menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). Ia hadir bersama Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dan UKM. Ketiganya diutus secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi dari Indonesia.

Upacara agung ini tak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penuh makna tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kesinambungan Gereja Katolik. Pelantikan ini menandai secara resmi dimulainya masa kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Kehadiran Fary mencerminkan semangat inklusif pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan representasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Seusai acara, Fary membagikan dua kesan mendalam dari prosesi pelantikan yang menurutnya patut diteladani:

1. Simbolisme Sakral yang Menyentuh

Pelantikan dipenuhi simbol-simbol suci. Salah satu yang paling menyentuh, menurut Fary, adalah pallium, selendang wol putih bertanda lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoral—menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini dirajut dari wol dua ekor anak domba yang telah diberkati, melambangkan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.

Simbol penting lainnya adalah cincin nelayan (fisherman’s ring), terbuat dari emas murni dengan ukiran perahu Santo Petrus dan nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus, pemimpin pertama Gereja.

Rangkaian prosesi berlangsung khidmat, dimulai dari doa di makam Santo Petrus, penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, hingga penerimaan pallium dan cincin oleh Paus dari tangan kardinal protodiakon.

“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua sebagai lambang kesatuan Gereja universal. Upacara ditutup dengan berkat Urbi et Orbi (‘kepada kota dan dunia’),” ujar Fary.

2. Pesan Damai dari Takhta Suci

Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai yang menyentuh:
“Semoga damai menyertai Anda, saudara-saudara terkasih.”

Ucapan ini, kata Fary, bukan sekadar salam, melainkan seruan universal agar damai Kristus yang bangkit dapat menyentuh hati setiap pribadi, keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Damai yang bersumber dari kasih Tuhan yang tak bersyarat menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih bersaudara.

“Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya semangat dialog, keterbukaan, dan misi kasih. Ia mengajak umat manusia menjadi Gereja yang misioner—membangun jembatan, bukan tembok, dan hadir dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan,” ucap Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI (2014–2019) dan Komisaris Utama PT ASABRI.

Fary menambahkan, sebagai Paus ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa pengalaman panjang sebagai misionaris di Peru—di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya pada keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya harapan baru bagi dunia untuk merajut perdamaian dalam ragam warna-warni kemanusiaan universal.

“Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu Uno, Unum — Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu,” tutup Fary.

(*)

Artikel Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Francis

batampos — Dalam suasana sakral yang penuh sukacita, Deputi IV BP Batam bidang Pengusahaan dan Investasi, Fary Francis, menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). Ia hadir bersama Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dan UKM. Ketiganya diutus secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi dari Indonesia.

Upacara agung ini tak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momen penuh makna tentang kekuasaan, kerendahan hati, dan kesinambungan Gereja Katolik. Pelantikan ini menandai secara resmi dimulainya masa kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Kehadiran Fary mencerminkan semangat inklusif pemerintahan Presiden Prabowo yang mengedepankan representasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Seusai acara, Fary membagikan dua kesan mendalam dari prosesi pelantikan yang menurutnya patut diteladani:

1. Simbolisme Sakral yang Menyentuh

Pelantikan dipenuhi simbol-simbol suci. Salah satu yang paling menyentuh, menurut Fary, adalah pallium, selendang wol putih bertanda lima salib merah yang dikenakan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoral—menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini dirajut dari wol dua ekor anak domba yang telah diberkati, melambangkan pengorbanan Kristus dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.

Simbol penting lainnya adalah cincin nelayan (fisherman’s ring), terbuat dari emas murni dengan ukiran perahu Santo Petrus dan nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik Paus sebagai penerus Santo Petrus, pemimpin pertama Gereja.

Rangkaian prosesi berlangsung khidmat, dimulai dari doa di makam Santo Petrus, penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, hingga penerimaan pallium dan cincin oleh Paus dari tangan kardinal protodiakon.

“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua sebagai lambang kesatuan Gereja universal. Upacara ditutup dengan berkat Urbi et Orbi (‘kepada kota dan dunia’),” ujar Fary.

2. Pesan Damai dari Takhta Suci

Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai yang menyentuh:
“Semoga damai menyertai Anda, saudara-saudara terkasih.”

Ucapan ini, kata Fary, bukan sekadar salam, melainkan seruan universal agar damai Kristus yang bangkit dapat menyentuh hati setiap pribadi, keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Damai yang bersumber dari kasih Tuhan yang tak bersyarat menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih bersaudara.

“Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya semangat dialog, keterbukaan, dan misi kasih. Ia mengajak umat manusia menjadi Gereja yang misioner—membangun jembatan, bukan tembok, dan hadir dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan,” ucap Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI (2014–2019) dan Komisaris Utama PT ASABRI.

Fary menambahkan, sebagai Paus ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa pengalaman panjang sebagai misionaris di Peru—di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya pada keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya harapan baru bagi dunia untuk merajut perdamaian dalam ragam warna-warni kemanusiaan universal.

“Proficiat Paus Leo XIV. Selamat memimpin dan melayani dunia. Salam sukacita dari Indonesia. In Ilu Uno, Unum — Dalam Dia yang Satu, kita menjadi satu,” tutup Fary.

(*)

Artikel Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo di Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menggesek dawai biola.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pembukaan kegiatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang berlangsung di kawasan Harbour Bay, Kota Batam, Sabtu (17/5/2025).

KSM merupakan agenda tahunan yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya Melayu dari dalam negeri maupun negara-negara serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Selain memperkuat silaturahmi lintas negara, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kultural antarbangsa serta memperkuat identitas dan kearifan budaya lokal di tengah tantangan arus globalisasi.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah dalam memperkuat daya saing Batam melalui nilai-nilai kebudayaan.

“Kegiatan ini adalah cerminan komitmen kita bersama dalam melestarikan budaya Melayu. Mari kita jaga silaturahmi dengan negara-negara serumpun agar ekonomi dan investasi di Batam bisa terus tumbuh secara signifikan,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga membacakan sebuah puisi ciptaannya yang berjudul “Uwak”. Puisi itu menggugah perhatian tamu undangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sebagai bentuk kontribusi personalnya terhadap pelestarian budaya melalui seni sastra.

“Kami terus berupaya mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang berdampak positif terhadap pembangunan sosial, pariwisata, dan hubungan regional. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Batam akan terus berkembang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal,” pesan Amsakar.

(*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26 pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menggesek dawai biola.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pembukaan kegiatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang berlangsung di kawasan Harbour Bay, Kota Batam, Sabtu (17/5/2025).

KSM merupakan agenda tahunan yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya Melayu dari dalam negeri maupun negara-negara serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Selain memperkuat silaturahmi lintas negara, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kultural antarbangsa serta memperkuat identitas dan kearifan budaya lokal di tengah tantangan arus globalisasi.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah dalam memperkuat daya saing Batam melalui nilai-nilai kebudayaan.

“Kegiatan ini adalah cerminan komitmen kita bersama dalam melestarikan budaya Melayu. Mari kita jaga silaturahmi dengan negara-negara serumpun agar ekonomi dan investasi di Batam bisa terus tumbuh secara signifikan,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga membacakan sebuah puisi ciptaannya yang berjudul “Uwak”. Puisi itu menggugah perhatian tamu undangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sebagai bentuk kontribusi personalnya terhadap pelestarian budaya melalui seni sastra.

“Kami terus berupaya mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang berdampak positif terhadap pembangunan sosial, pariwisata, dan hubungan regional. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Batam akan terus berkembang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal,” pesan Amsakar.

(*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Pembukaan Kenduri Seni Melayu ke-26 pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Tuntutan 12 Terdakwa Kasus Narkotika, Termasuk 10 Eks Polisi Barelang, Ditunda hingga Pekan Depan

0
10 Eks Satresnarkoba Polresta Barelang saat menjalani sidang lanjutan kasus penggelapan barang bukti narkoba jenis sabu di PN Batam, Jumat (25/4) lalu. Foto. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menunda sidang pembacaan tuntutan terhadap 12 terdakwa dalam kasus tindak pidana narkotika, termasuk 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang. Penundaan dilakukan karena berkas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum rampung. Sidang dijadwalkan kembali pada Senin (26/5) mendatang.

Penundaan tersebut disampaikan langsung dalam persidangan yang digelar pada Senin (19/5), dengan seluruh terdakwa hadir secara langsung di ruang sidang.

Ketua Majelis Hakim, Tiwik, menyampaikan bahwa pihak jaksa belum menyelesaikan penyusunan berkas tuntutan terhadap para terdakwa, sehingga tidak dapat membacakannya pada hari itu.

“Jadi untuk pekan depan harus diselesaikan, ya. Untuk para penasihat hukum dan terdakwa, kiranya hari ini adalah agenda pembacaan tuntutan, tetapi Jaksa Penuntut Umum belum bisa membacakannya karena berkasnya belum selesai. Maka sidang diundur sampai Senin pekan depan,” kata Hakim Tiwik di hadapan persidangan.

Sidang kasus ini menjadi sorotan publik sejak pertama kali digelar, mengingat keterlibatan sejumlah oknum aparat penegak hukum. Proses persidangan berlangsung maraton dalam beberapa pekan terakhir, dengan menghadirkan berbagai saksi fakta, saksi ahli, serta saksi meringankan dari pihak terdakwa.

Adapun 10 terdakwa yang merupakan mantan anggota Satresnarkoba Polresta Barelang yakni:
Satria Nanda, Shigit Sarwo Edi, Wan Rahmat, Junaidi, Fadillah, Alex Chandra, Aryanto, Rahmadi, Jaka Surya, dan Rambe.
Sementara dua terdakwa lainnya adalah warga sipil, yakni Azis dan Zulkifli.

Humas Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau, Bagus Irawan, menegaskan bahwa tidak ada dasar hukum bagi hakim untuk mengundurkan diri dari perkara tersebut.

“Seorang hakim hanya bisa mengundurkan diri dari perkara apabila memiliki konflik kepentingan atau hubungan keluarga dengan pihak terkait. Dalam perkara ini tidak ada unsur tersebut, sehingga majelis tetap menyidangkan hingga selesai,” jelas Bagus.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan integritas aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkotika.

Publik kini menantikan hasil tuntutan dari JPU dan keputusan majelis hakim terhadap para terdakwa dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan pada Senin pekan depan. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Sidang Tuntutan 12 Terdakwa Kasus Narkotika, Termasuk 10 Eks Polisi Barelang, Ditunda hingga Pekan Depan pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Sei Ladi Tanjungpinang Diterkam Buaya 

0
Luka yang dialami Rahmad (40) usai diterkam buaya saat mencari kepiting di Sungai Ladi, Minggu (18/5). F. BPBD untuk BATAM POS

batampos– Seorang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri dilaporkan diserang buaya saat sedang mencari kepiting di perairan Sungai Ladi.

Insiden ini, membuat korban mengalami sejumlah luka gigitan buaya di tubuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Muhammad Yamin mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan insiden tersebut pada Minggu (18/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Tadi malam kita memang dapat informasi dari Lurah, ada warga yang gigit buaya. Tapi korban selamat dari terkaman buaya,” kata Yamim, Senin (19/5).

BACA JUGA: Buaya Berukuran Besar Muncul di Kampung Tanah Merah, Bintan

Ia menerangkan, korban diserang buaya saat sedang mencari kepiting di Perairan Sungai Ladi. Akibatnya, korban mengalami luka gigitan buaya bagian punggung. Luka yang dialami korban pun terpaksa ditutup menggunakan 24 jahitan.

“Korban mengalami luka, dan harus menjalani 24 jahitan. Kita juga imbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di tempat kejadian tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kampung Bugis, Rita Siswati, membenarkan adanya warganya yang menjadi korban serangan buaya. Korban bernama Rahmad diserang buaya saat mencari ketam di hutan mangrove di Sungai Ladi.

Rita menyebut, korban berusia yang saat ini berusia 40 tahun itu mengalami luka yang cukup serius, dengan total mendapatkan aebanyak 24 jahitan akibat gigitan buaya itu.

“Luka terdapat di bahu dan pergelangan tangan. Saat ini korban sudah kembali ke rumah setelah dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Warga Sei Ladi Tanjungpinang Diterkam Buaya  pertama kali tampil pada Kepri.

Ini Sudah Mei, Belum Ada Proyek yang Dilelang di LPSE Karimun

0
batampos– Memasuki triwulan kedua atau pada Mei, belum banyak paket atau proyek yang dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Karimun. Bahkan, belum ada proyek fisik yang dilelang. Dan, paket ang tayang lelang di LPSE bentuknya jasa konsultan.

Kepala Bagian LPSE Kabupaten Karimun, Rama Marizal yang dikonfirmasi Batam Pos, Minggu mengatakan, memang untuk saat ini yang baru tayang lelang di LPSE itu 4 paket yang semuanya merupakan paket jasa konsultan dengan nilai total Rp1,1 miliar lebih. ”Rinciannya, jasa konsultan pengawasan pengembangan RSUD Muhammad Sani dengan nilai pagu lelang Rp133,9 juta,” ujarnya.

BACA JUGA: Sejumlah Aset Terbengkalai Milik Pemkab Bintan Bakal Dilelang

Kemudian, katanya, jasa konsultan pengawasan kelanjutan pem,bangyunan mal pelayanan publik (MPP) yang nilai pagu lelang sebesar Rp405,1 juta. Selanjutnya, paket jasa konsultan pembuatan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sebesar Rp389,3 juta dan jasa konsultan perencanaan pembangunan pengembangan RSUD Muhammad Sani dengan pagu sebesar Rp200,8 juta.

”Jika semua paket jasa konsultan ini selesai dilelang ada sudah ada pemenangnya, maka baru
dilanjutkan dengan paket pekerjaan fisik. Khususnya, untuk kelanjutan pembangunan MPP yang berdasarkan hasil rapat kita dengan Bupati dan wakil Bupati Karimun bahwa MPP merupakan salah satu bentuk amanat dari Kementerian Dalam Negeri bahwa di setiap daerah harus memiliki MPP.  Untuk nilainya kelanjutan pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini sebesar Rp13.9 miliar,” paparnya.

Kemudian, untuk pengembangan pembangunan RSUD Muhammad Sani sendiri, sambungnya, ada tiga bangunan yang akan dibangun dengan nilai berbeda-beda. Yakni pembangunan gedung catheterization laboratory (Cath Lab) atau laboratorium kateterisasi dengan nilai pagu Rp2,9 miliar.

Gedung selanjutnya yang akan dibangun di dalam kawasan RSUD Muhammad Sani adalah gedung farmasi dengan pagu Rp2,3 miliar dan terakhir gedung cytotoxic dengan pagu Rp1,3 miliar. Semua anggaran untuk pengembangan pembangunan RSUD berasal dari dana alokasi khusus (DAK)

”Kemudian, untuk terkait jasa konsultan pembuatan KLHS merupakan salah satu yang wajib dalam setiap 5 tahun. Yakni, untuk kepentingan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” jelasnya. (*)

Reporter: Sandi P

Artikel Ini Sudah Mei, Belum Ada Proyek yang Dilelang di LPSE Karimun pertama kali tampil pada Kepri.