
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang.
Persiapan dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh tahapan pendataan berjalan lancar dan tepat sasaran. Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dan perkembangan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mengatakan sensus ini memiliki peran penting dalam mengukur perkembangan sektor usaha di daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Sensus Ekonomi ini sangat penting bagi daerah. Dari sini kita bisa mengukur sejauh mana perkembangan usaha, potensi yang kita miliki, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Anambas,” ujar Raja Bayu, Selasa (3/3).
Ia menyebut, sejak sensus terakhir pada 2016 lalu, banyak perubahan terjadi di Anambas. Mulai dari pertumbuhan sektor usaha, munculnya pelaku UMKM baru, hingga perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Menurutnya, seluruh perubahan tersebut harus tercatat dengan baik agar pemerintah memiliki data akurat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Tanpa data valid, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.
“Kalau datanya akurat, maka program yang kita susun juga akan tepat. Kita bisa menentukan sektor mana yang perlu didorong dan mana yang perlu dibantu,” jelasnya.
Raja Bayu pun mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang sesuai kondisi riil di lapangan.
“Saya minta masyarakat dan pelaku usaha jangan ragu. Berikan data yang riil, karena sensus ini menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dibagi dalam dua sesi.
Tahap pertama dilaksanakan pada Mei 2026 dengan fokus pendataan kawasan industri dan sentra usaha. Sedangkan tahap kedua pada Juni hingga Juli 2026, petugas akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
“Sesi kedua bulan Juni dan Juli, petugas datang dari rumah ke rumah untuk mendata masyarakat,” ujar Adi.
Pendataan mencakup berbagai sektor usaha non-pertanian, seperti perdagangan, industri pengolahan, jasa, pariwisata, transportasi, konstruksi, hingga ekonomi digital. Seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar akan menjadi bagian dari sensus.
Menurut Adi, data yang dihimpun akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur, karakteristik, dan potensi ekonomi daerah.
Informasi tersebut menjadi dasar strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah dan panjang, termasuk program pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi.
“Kita minta masyarakat sampaikan data yang sebenarnya. Jika ada usaha sampingan, sampaikan saja ke petugas,” pungkasnya. (*)
Artikel BPS dan Pemkab Anambas Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ajak Warga Beri Data Riil pertama kali tampil pada Kepri.




batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al – Hidayah Kampung Darat Pulau Karas, Kecamatan Galang, Senin (2/3/2026).




