Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1897

Anggota DPRD Batam ‘Rasa Pengawal’ Kepala Daerah

0
Anggota DPRD Batam saat mendampingi kepala daerah melakukan sidak ke lapangan beberapa waktu lalu. f.arjuna

batampos– Fenomena sejumlah anggota DPRD Kota Batam yang kerap mendampingi kepala daerah dalam berbagai kegiatan, dari yang bersifat seremonial hingga inspeksi mendadak (sidak), menuai sorotan publik.

Tak sedikit yang mempertanyakan independensi legislatif yang seolah melebur dengan eksekutif, hingga menimbulkan kesan bahwa anggota dewan kini menjelma menjadi ‘pengawal’ kepala daerah.

Kehadiran anggota dewan dalam kegiatan kepala daerah bukan tanpa alasan. Hendra Asman, salah satu pimpinan DPRD Batam yang acap kali terlibat, mengatakan bahwa dirinya hadir dalam berbagai kegiatan kepala daerah bukan untuk mendampingi secara simbolis, melainkan dalam kapasitas sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.

Menurut dia, DPRD bukanlah lembaga independen yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam kerangka ini, DPRD memiliki tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan.

BACA JUGA: Ketika Legislator Menyisihkan Fungsi Kontrol, Fenomena ‘Pengawalan’ DPRD ke Kepala Daerah di Batam

“Tugas pengawasan itu bisa kami jalankan dalam berbagai bentuk, seperti rapat kerja, kunjungan lapangan, rapat dengar pendapat, hingga menindaklanjuti aduan masyarakat,” katanya, Senin (14/4).

Ia menambahkan, aduan masyarakat sering kali datang secara lisan, dan kehadiran langsung bersama kepala daerah dalam sidak dinilai sebagai langkah cepat dan responsif. Isu-isu krusial seperti penanganan sampah, banjir, serta pelayanan publik yang lamban menjadi pemicu utama keterlibatan intensif para legislator. Pihaknya tidak tinggal diam terhadap keluhan masyarakat yang kian memuncak sejak akhir 2024.

“Sebagai perwakilan rakyat, kami berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat kepada eksekutif. Turun ke lapangan bersama kepala daerah adalah bentuk konkret dari pengawasan yang aktif dan langsung,” ujarnya.

Namun, posisi Hendra dan koleganya ini tidak lepas dari kritik. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda, mengingatkan, terlalu seringnya anggota dewan terlihat mendampingi kepala daerah bisa menimbulkan persepsi negatif.

“Jika anggota dewan terkesan menjadi pengawal wali kota, itu menunjukkan ketidakpahaman terhadap fungsi pengawasan legislatif. Ini bisa melemahkan prinsip check and balance dalam pemerintahan,” katanya.

Dia menilai, fenomena ini juga membuka potensi pelanggaran etika dan konflik kepentingan, mengingat tugas legislatif dan eksekutif secara prinsip sangat berbeda. Satu berkutat pada legislasi dan pengawasan, satu lagi pada eksekusi kebijakan.

Faktor budaya, politik, dan ekonomi disebutnya menjadi penyebab melemahnya independensi lembaga legislatif. Dalam banyak kasus, relasi antara legislatif dan eksekutif tidak lagi menjaga batas profesional, tapi justru cenderung transaksional.

“Partai politik memiliki peran besar dalam memperkuat atau justru melemahkan independensi ini. Apalagi pasca-Pemilu 2024, banyak koalisi besar yang terbentuk dan cukup solid. Ini bisa memicu terjadinya ‘perselingkuhan’ antara dua lembaga,” kata Rahmayandi.

Dampaknya, kebijakan yang dihasilkan terkesan lebih mengakomodasi kepentingan kekuasaan ketimbang kepentingan rakyat. Produk hukum seperti perda atau kebijakan anggaran bisa saja menjadi alat legitimasi kekuasaan apabila pengawasan tak berjalan semestinya.

Sementara Hendra sendiri tidak menampik bahwa kedekatannya dengan kepala daerah turut dipengaruhi oleh afiliasi partai. Namun, ia menegaskan, dukungannya terhadap program-program wali kota tetap berada dalam koridor hukum dan pengawasan yang kritis.

“Sebagai kader Partai Golkar, memang kami bagian dari partai pengusung kepala daerah. Tapi secara moral dan etika, kami wajib memastikan program kepala daerah berjalan sesuai aturan tanpa harus kehilangan daya kritis sebagai wakil rakyat,” ujar Hendra.

Menurutnya, keberhasilan kepala daerah dalam mewujudkan visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang berkelanjutan dan berbudaya juga menjadi tanggung jawab DPRD, sebab legislatif memegang kendali atas anggaran dan peraturan daerah yang menopang visi tersebut.

Hendra menegaskan, keterlibatan legislatif diperlukan untuk memastikan setiap program prioritas bisa berjalan efektif dan efisien. Tanpa pengawasan yang melekat, pelaksanaan program bisa menyimpang dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Namun, Rahmayandi kembali mengingatkan pengawasan tidak berarti harus selalu tampil bersama kepala daerah. Justru, pengawasan idealnya dilakukan secara objektif dan berjarak, agar tetap menjaga integritas fungsi kontrol yang diemban oleh dewan.

Ia pun mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan vokal terhadap situasi ini. Media sosial disebutnya sebagai alat penting untuk menyuarakan kritik dan tekanan publik terhadap pejabat publik, agar mereka tetap berpijak pada amanat rakyat.

“Jika masyarakat diam, maka potensi penyimpangan akan semakin besar. Peran masyarakat sangat penting untuk mengontrol dinamika kekuasaan agar tetap berpihak pada kepentingan publik,” ujar Rahmayandi.

Di sisi lain, DPRD juga didorong untuk membangun kembali kepercayaan publik melalui penguatan ikatan emosional dengan masyarakat. Menurut Rahmayandi, hal ini penting agar fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat.

Sebagai ujung tombak demokrasi lokal, DPRD semestinya menjadi benteng pertama dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan daerah. Ketika fungsi itu lemah, maka rakyatlah yang paling dirugikan.

Fenomena ‘anggota dewan jadi pengawal’ ini menjadi pengingat, seyogyanya batas antara kekuasaan dan pengawasan tidak boleh kabur. Transparansi dan integritas harus tetap dijaga, di tengah tuntutan kolaborasi antar lembaga dalam membangun daerah. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Anggota DPRD Batam ‘Rasa Pengawal’ Kepala Daerah pertama kali tampil pada Metropolis.

Makan Gizi Gratis Tahap Kedua Dimulai, Baru Kecamatan Tebing yang Jalankan

0
Plt Kepala Sekolah SDN 001 Tebing Syafriyanti (pakai jilbab) saat memantau langsung program BGN tahap dua yang diawali dengan doa bersama kepada para pelajar
f, TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap kedua resmi dimulai pada Senin (14/4) di wilayah Kabupaten Karimun. Namun dari enam kecamatan yang telah memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), baru Kecamatan Tebing yang mulai mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

“Untuk wilayah Kecamatan Tebing saja yang sudah mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan total siswa sebanyak 3.112 pelajar,” ujar Perwakilan Mitra Mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) Karimun, Franklin C. Palempung.

Enam kecamatan yang telah membangun dapur SPPG yaitu Kecamatan Karimun, Meral Barat, Kundur Barat, Kundur Utara, Moro, dan Tebing. Program tahap kedua ini akan berlangsung dari April hingga Juni mendatang, setelah sebelumnya tahap pertama selesai pada Maret lalu.

“Mudah-mudahan tahap kedua ini berjalan lancar sesuai dengan progres dari pusat,” harap Franklin.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN 001 Tebing, Syafriyanti, menyampaikan rasa terima kasihnya atas program ini. Ia menyebut MBG sangat bermanfaat bagi para pelajar. “Alhamdulillah, anak-anak semangat dan menikmati makanannya. Cukup lengkap, ada ayam suwir, sayur, dan buah-buahan,” tuturnya.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB, siswa-siswi kelas V tampak bersiap makan. Kegiatan diawali dengan mencuci tangan dan berdoa bersama, dipandu oleh guru kelas masing-masing.

“Lumayan, Pak, enak makanannya. Katanya menunya nanti berganti-ganti,” ujar salah seorang pelajar dengan antusias.

Reporter: Tri Haryono

Artikel Makan Gizi Gratis Tahap Kedua Dimulai, Baru Kecamatan Tebing yang Jalankan pertama kali tampil pada Kepri.

Lakukan Kajian Ulang terhadap Biaya Sewa KMP Selat Gelam

0
KMP Selat Gelam akan dilakukan kajian ulang terhadap harga sewa Rp2 juta per hari yang merasa keberat oleh PT Pelabuhan Karimun (Perseroda)
f,DISHUB KARIMUN

batampos – PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), yang ditunjuk sebagai pengelola Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mini Bus Roll on-Roll off (Ro-Ro) Selat Gelam tujuan Karimun–Pulau Parit, masih menghadapi berbagai kendala. Akibatnya, kapal tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk mengangkut masyarakat Pulau Parit.

Direktur Operasional PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), Aprilzal, mengatakan bahwa belum beroperasinya KMP Selat Gelam disebabkan oleh sejumlah faktor yang masih perlu dikaji terlebih dahulu. Salah satunya adalah perhitungan biaya operasional yang harus dipertimbangkan secara matang agar tidak merugi saat kapal beroperasi.

“Berdasarkan hasil perhitungan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) tahun 2024 lalu, nilai sewa kapal atau kerja sama antara PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun, ditetapkan sebesar Rp2 juta per hari, bukan per bulan,” terangnya, Senin (14/4).

Namun demikian, pihaknya belum menyetujui harga sewa tersebut secara langsung. Kajian lebih lanjut masih diperlukan, termasuk mengenai pelayanan dan potensi pendapatan dari operasional KMP Selat Gelam. “Ada biaya operasional seperti BBM, perawatan, dan kru kapal yang diperkirakan berjumlah empat orang, ditambah lagi biaya sewa yang cukup tinggi, yaitu Rp2 juta per hari. Karena itu, kapal belum bisa kami operasikan,” jelasnya.

Setelah dilakukan rapat bersama Dishub Karimun dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karimun, diputuskan untuk melibatkan Universitas Islam Riau (UIR) guna melakukan kajian terhadap biaya sewa tersebut, dengan harapan bisa menurunkannya. “Kita juga terkendala dalam hal sandar kapal. Di Pelabuhan Parit sudah memungkinkan, tapi di wilayah Karimun belum tersedia tempat sandar untuk kapal ini,” ungkapnya.

Aprilzal menambahkan, jika hasil kajian menunjukkan biaya sewa dapat dikurangi, maka pihaknya akan mencari solusi untuk menutupi biaya operasional yang besar. Salah satunya adalah menyewakan KMP Selat Gelam untuk kegiatan pariwisata atau kerja sama dengan pihak perhotelan. “Bisa juga digunakan untuk wisata bahari, wisata edukasi bagi pelajar, atau disewakan kepada komunitas-komunitas di Karimun,” ujarnya.

Untuk operasional KMP Selat Gelam rute Karimun–Pulau Parit, diperkirakan membutuhkan 60 liter BBM solar untuk perjalanan pulang-pergi. Kapasitas kapal ini sekitar 40 penumpang dan 30 unit kendaraan roda dua. Sementara itu, tarif penumpang yang diatur dalam Perda adalah Rp10 ribu sekali jalan. “Belum lagi soal pengurusan izin pembelian BBM bersubsidi. Jadi, kita menunggu hasil kajian UIR untuk memastikan apakah biaya sewa Rp2 juta per hari bisa diturunkan. Apalagi, perhitungan dari KPKNL sudah kedaluwarsa dan berlaku hingga akhir 2024,” tutupnya.

KMP Selat Gelam sendiri dibangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023, dengan pagu anggaran sebesar Rp9.584.592.480.

Reporter: Tri Haryono

Artikel Lakukan Kajian Ulang terhadap Biaya Sewa KMP Selat Gelam pertama kali tampil pada Kepri.

Hingga Maret 2025 Jumlah Pasien Penderita DBD Di Kabupaten Lingga Sebanyak 23 Kasus

0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna, Senin (14/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Sebanyak 23 kasus Demam Berdarah (DBD) yang terjadi di Kabupaten Lingga mulai dari Januari hingga Maret Tahun 2025. Dari 23 kasus ini, Kecamatan Singkep merupakan wilayah yang mendominasi banyaknya kasus DBD yang ada di kabupaten Lingga dan diikuti oleh beberapa kecamatan lainnya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna saat dikonfirmasi pihak Batampos pada Senin (14/4).

Wirawan Trisna mengatakan, untuk jumlah kasus DBD yang ada di Kabupaten Lingga hingga saat ini tercatat sebanyak 23 kasus dari seluruh Puskesmas ataupun Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Lingga.

BACA JUGA: Awal Tahun 2025, Kasus DBD di Karimun Meningkat

“Untuk kasus DBD yang ada di Kabupaten Lingga mulai dari Januari hingga Maret Tahun 2025, data yang kami peroleh dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Lingga tercatat sebanyak 23 kasus,” ujar Wirawan Trisna, Senin (14/4).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lingga menjelaskan, untuk wilayah dengan jumlah kasus terbesar adalah di Kecamatan Singkep yang selanjutnya disusul okeh beberapa kecamatan yang lain.

“Dari data yang kami peroleh, wilayah yang jumlah kasus DBD terbanyak adalah Kecamatan Singkep kemudian disusul dengan beberapa kecamatan lainnya,” jelas Wirawan.

Wirawan mengatakan, pihak Dinkes Lingga bekerjasama dengan Puskesmas setempat telah melakukan Voging untuk memberantas perkembangan biakan nyamuk yang menjadi sumber penyebaran penyakit DBD ini.

“Setelah mendapatkan laporan terkait warga yang tekena penyakit DBD, kami dari pihak Dinkes yang bekerjasama dengan Puskesmas setempat melakukan Voging di tempat tinggal pasien yang terkena DBD ini untuk membunuh nyamuk yang menjadi mata rantai penyebaran penyakit ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, wirawan menambahkan pada awal bulan April 2025 hingga hari ini belum ada laporan dari puskesmas maupun rumah sakit tantang penambahan kasus DBD ini.

“Alhamdulillah, kabar baiknya, pada awal April 2025 hingga hari ini, kita belum lagi memperoleh laporan terkait penambahan kasus DBD dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di wilayah Kabupaten Lingga,” tambahnya.

Dinkes Lingga melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten lingga untuk melakukan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Hingga Maret 2025 Jumlah Pasien Penderita DBD Di Kabupaten Lingga Sebanyak 23 Kasus pertama kali tampil pada Kepri.

Iklan Liar Marak, Pohon Penghijauan Jadi Korban di Batam

0

batampos – Iklan liar kembali marak di sejumlah ruas jalan Kota Batam, terutama di kawasan Marina City. Spanduk dan plakat promosi banyak terlihat menempel di pohon-pohon penghijauan yang tumbuh di pinggir jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga merusak fungsi ekologis dari pepohonan tersebut.

Pemasangan iklan dengan cara dipaku ke batang pohon bisa menyebabkan kerusakan serius. Paku yang menancap dapat menghambat pertumbuhan pohon dan dalam jangka panjang membuatnya rapuh, bahkan bisa tumbang. Hal ini tentu membahayakan pengguna jalan, terutama di musim hujan saat pohon lebih rentan patah.

Mayoritas iklan liar tersebut berasal dari lembaga pendidikan yang tengah gencar promosi menjelang tahun ajaran baru. Sayangnya, metode promosi instan ini dilakukan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan publik. Banyak warga mengecam tindakan ini sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap ruang publik.

Warga seperti Suyatno dan Ramli berharap ada tindakan tegas dari Pemko Batam. Mereka menginginkan kota yang tertata rapi dan indah, bukan yang dipenuhi plakat di pohon atau tiang listrik. Mereka juga menilai bahwa penertiban yang selama ini dilakukan belum efektif karena pelanggaran terus berulang.

“Tindakan seperti ini sangat merusak. Pohon itu kan seharusnya dirawat, bukan malah dipakuin begitu saja,” ujar Suyatno, salah seorang pengguna jalan di kawasan Marina. Ia juga mengkhawatirkan potensi bahaya yang ditimbulkan jika pohon menjadi rapuh dan tumbang, terutama saat musim hujan.

Ramli, warga lainnya, juga menyayangkan minimnya tindakan tegas dari pemerintah. “Kalau dibiarkan terus, kota ini bisa kelihatan semrawut. Kita ingin Batam ini tertata, bukan penuh iklan liar yang merusak pemandangan,” katanya.

Pemerintah Kota Batam sebelumnya telah berkomitmen untuk menertibkan iklan liar demi menciptakan wajah kota yang bersih dan hijau. Namun masyarakat kini menunggu realisasi nyata dari komitmen tersebut. Penertiban diharapkan tidak bersifat sementara, tetapi menjadi upaya berkelanjutan agar lingkungan kota tetap nyaman, aman, dan tertata. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara / Batam Pos

Artikel Iklan Liar Marak, Pohon Penghijauan Jadi Korban di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Ketiga Hilangnya 2 Warga Munjan, Tim SAR Telusuri Alur Pelayaran Hingga Perbatasan Natuna

0
Tim SAR gabungan melakukan pencarian warga Desa Munjan yang dikabarkan hilang setelah berlayar dari Pulau Selaut menuju Desa Nyamuk, Anambas. f.ihsan

batampos– Proses pencarian dua orang warga Munjan, Anambas terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kedua warga Munjan ini yakni Askarandi beserta rekannya yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya

Hingga saat ini, proses pencarian dilakukan dengan cara menelusuri jalur pelayaran kapal dari Pulau Bajau menuju perairan perbatasan antara Anambas dan Natuna.

BACA JUGA: Sempat Dikabarkan Hilang, Seorang TU SD Negeri 016 Senayang Kembali dengan Selamat

“Tadi kita sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran alur yang dilalui korban,” ujar Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Natuna, Budiman, Senin, (14/4).

Budiman menjelaskan di hari ketiga hilangnya korban, petugas mengalami kendala turunnya hujan sehingga pencarian belum bisa maksimal.

“Tadi petugas melalui radio komunikasi mengumumkan kepada kapal-kapal yang melintasi perairan Anambas-Natuna jika ada melihat korban agar membantu evakuasi dan melaporkan ke Basarnas,” terang Budiman.

Keluarga kata dia, tidak bisa menghubungi korban sampai saat ini. Terakhir, komunikasi terjalin pada Jum’at, (11/4) pukul 21.00 WIB.

“Komunikasi nanya kabar lewat WhatsApp. Setelah dua jam perjalanan, habis itu tidak bisa di hubungi,” jelasnya.

Seperti diketahui, dua orang warga Munjan ini berlayar dari Pulau Selaut, Natuna menuju Desa Nyamuk, Anambas dengan membawa satu unit kapal berukuran 7 Gross Tone (GT) pada Jum’at, (11/4) pukul 19.00 WIB. Adapun estimasi perjalanan memakan waktu selama 13 hingga 15 jam. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Hari Ketiga Hilangnya 2 Warga Munjan, Tim SAR Telusuri Alur Pelayaran Hingga Perbatasan Natuna pertama kali tampil pada Kepri.

Cara Ampuh Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah

0
Ilustrasi keracunan makanan. (Pexels)

batampos – Keracunana makanan dapat menimpa siapa saja. Biasanya ini terjadi karena abai dalam hal kebersihan makanan dan minuman.

Kasus keracunan makanan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi kasus seperti ini tidak boleh dianggap sepele.

Sebab pada kasus tertentu keracunan makanan bisa menyebabkan gejala yang berat pada sebagain individu, bahkan berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Baca juga: Cek Ban Pasca-mudik, Pastikan Aman untuk Aktivitas Harian

Gejala umum keracunan makanan seperti dilansir laman NHS, meliputi rasa mual, muntah, diare, tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), hingga sakit kepala.

Kondisi ini sering disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E. coli.

Tak hanya bakteri, menurut laman Alodokter, virus dan parasit juga bisa menjadi penyebab keracunan makanan.

Selain itu, konsumsi sayuran yang mengandung sisa pestisida dan tidak dicuci dengan bersih juga dapat memicu keracunan.

Jika Anda mengalami gejala keracunan makanan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu proses pemulihan.

Baca juga: Kontroversi Queen of Tears Mencuat Lagi, Kim Ji Won Aktingnya Dipuji Tapi Tak Masuk Nominasi

1. Hindari Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Saat tubuh mengalami muntah atau diare akibat keracunan makanan, sebenarnya itu adalah cara alami tubuh untuk membuang zat beracun dari dalam saluran pencernaan.

Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi obat antidiare tanpa petunjuk dokter. Obat-obatan yang tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi dan memperlambat proses penyembuhan.

2. Konsumsi Air Jahe Hangat

Air rebusan jahe bisa menjadi pertolongan pertama yang alami dan mudah didapat. Jahe dikenal memiliki manfaat untuk meredakan mual, kram perut, dan membantu menenangkan sistem pencernaan.

Minuman ini sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan pencernaan, termasuk karena keracunan makanan.

3. Istirahat yang Cukup

Setelah gejala mulai berkurang, jangan langsung beraktivitas seperti biasa. Tubuh Anda butuh waktu untuk pulih. Istirahat yang cukup sangat penting agar sistem kekebalan tubuh bekerja maksimal dalam memulihkan kondisi.

4. Konsumsi Makanan yang Tepat

Ketika gejala baru muncul, ada baiknya Anda tidak langsung makan dalam beberapa jam pertama. Setelah kondisi sedikit membaik, mulailah dengan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti bubur, kentang rebus, pisang, atau sedikit madu.

Hindari makanan yang pedas, berlemak, asam, serta minuman yang mengandung kafein, alkohol, atau susu, karena bisa memperparah gejala.

Baca juga: Manfaat Kopi untuk Tubuh dan Pikiran

5. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Diare dan muntah bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Untuk mencegah dehidrasi, minumlah air putih sesering mungkin.

Anda juga bisa mengonsumsi cairan elektrolit atau makanan berkuah seperti sup untuk membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang. Minumlah secara perlahan dan sedikit demi sedikit agar tidak memperparah mual. (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel Cara Ampuh Mengatasi Keracunan Makanan di Rumah pertama kali tampil pada Lifestyle.

BPR Sejahtera Resmikan Kantor Cabang ke-6 di Jodoh, Batam

0

batampos – BPR Sejahtera Batam resmi membuka Kantor Cabang (KC) baru yang berlokasi di Komplek Tanjung Pantun, Jodoh, Lubukbaja, pada Selasa (15/4). Kantor ini menjadi cabang ke-6 yang beroperasi di wilayah Batam.

“Hari ini kami meresmikan kantor cabang di Jodoh, yang sebelumnya merupakan kantor pusat lama kami sebelum direlokasi ke kawasan Nagoya Thamrin,” ujar Direktur BPR Sejahtera Batam, Sylvia Damayanti.

Sylvia menyampaikan bahwa kehadiran kantor cabang di Jodoh ini merupakan bukti eksistensi BPR Sejahtera Batam dalam melayani masyarakat, khususnya di wilayah Lubukbaja dan Jodoh.

“Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan layanan kami sekaligus mempertahankan nasabah yang sudah terbiasa bertransaksi di kantor ini,” tambahnya.

Layanan yang diberikan di kantor cabang ini sama dengan kantor lainnya, termasuk produk-produknya. Menariknya, dalam rangka pembukaan kantor cabang ini, BPR Sejahtera Batam mengadakan promo spesial berupa produk deposito mulai dari Rp100 juta dengan bunga LPS sebesar 6,75 persen.

“Promo ini memiliki kuota terbatas, jadi kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkannya. Promo ini berlaku hingga akhir April,” jelasnya.

Saat ini, BPR Sejahtera Batam telah memiliki lebih dari 250 ribu nasabah. Dengan pembukaan kantor cabang baru ini, pihaknya berharap dapat menambah jumlah nasabah dan memperluas layanan.

“Meski saat ini kami belum menjangkau seluruh wilayah Kepri, ke depan kami menargetkan perluasan jaringan layanan ke masyarakat Kepri. Saat ini, fokus kami masih di Kota Batam,” tambah Sylvia.

Ia berharap, dengan kehadiran kantor cabang baru ini dan seiring usia BPR Sejahtera yang memasuki tahun ke-20, pihaknya dapat terus berkembang, tetap eksis, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kepri, khususnya Batam. (*)

 

 

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel BPR Sejahtera Resmikan Kantor Cabang ke-6 di Jodoh, Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Proses Negosiasi Dagang dengan AS Dimulai Besok

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Indonesia akan segera memulai proses negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Dalam kurun waktu sepekan, delegasi Indonesia dijadwalkan bertemu dengan tim ekonomi dari pemerintah AS, mulai besok (16 April) hingga 23 April.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang diundang oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, untuk membicarakan kebijakan tarif timbal balik. “Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi salah satu negara pertama yang diundang ke Washington, yang tentunya berkaitan dengan berbagai hal yang sudah disampaikan pemerintah Indonesia,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (14/4).

Selain Airlangga, delegasi yang akan berangkat ke AS mencakup Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, serta beberapa wakil menteri lainnya. Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono juga dijadwalkan menghadiri pertemuan IMF-World Bank Spring Meeting di Washington DC.

Delegasi tersebut akan mengadakan pertemuan penting dengan sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk dari United States Trade Representative (USTR), Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan AS. Airlangga menambahkan bahwa Indonesia sebelumnya telah mengirim surat resmi kepada ketiga instansi tersebut sebagai bentuk persiapan.

“Kami sudah menyiapkan dokumen non-paper yang cukup komprehensif, mencakup tarif, hambatan perdagangan non-tarif, serta isu-isu investasi, termasuk permintaan timbal balik dari Indonesia dalam kerja sama ini,” jelasnya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia berencana menyeimbangkan selisih ekspor-impor dengan AS melalui peningkatan pembelian produk-produk asal AS. Pemerintah menargetkan penambahan nilai impor sebesar 18 hingga 19 miliar dolar AS. Di samping itu, ada rencana perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di AS sebagai bagian dari negosiasi terkait kebijakan tarif timbal balik sebesar 32 persen yang dikenakan terhadap produk Indonesia.

Namun, Airlangga belum merinci perusahaan maupun bentuk investasi tersebut karena masih menunggu hasil pembicaraan lanjutan dengan pihak AS. “Rencana investasi akan diumumkan setelah kesepakatan tercapai. Jenis komoditas dan perusahaan yang terlibat akan diinformasikan langsung dari AS,” ucapnya.

Qatar Tanam Modal Rp33 Triliun melalui Danantara

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Qatar bersedia melakukan kerja sama investasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), dengan nilai investasi sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,5 triliun.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo setelah melakukan pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, di Istana Amiri Diwan pada Minggu malam (13/4) waktu setempat. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis.

“Pertemuan berjalan dengan sangat baik dan produktif. Kami sepakat untuk segera memperkuat kerja sama. Emir Qatar menyatakan komitmennya untuk berinvestasi bersama Danantara senilai USD 2 miliar,” ujar Prabowo.

Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Perumahan serta Permukiman Rakyat, Maruarar Sirait. (*)

Artikel Proses Negosiasi Dagang dengan AS Dimulai Besok pertama kali tampil pada News.

Seleksi Paskibraka Batam 2025, Dimulai !

0
Seleksi Paskibraka dimulai.
foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Di bawah langit pagi yang cerah dan semangat merah putih yang membara, Dataran Engku Putri, Batam Center, menjadi saksi dimulainya langkah awal para calon penjaga kehormatan Sang Saka Merah Putih. Senin (14/4/2025), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemerintah Kota Batam resmi membuka seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Batam, Provinsi Kepri, hingga Nasional tahun 2025.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin langsung upacara pembukaan sebagai inspektur upacara. Dalam pidatonya, Amsakar tak sekadar menyampaikan sambutan formal, melainkan menyalakan bara semangat nasionalisme bagi ratusan pelajar yang hadir.

“Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera. Ini adalah wadah mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, disiplin, dan mencintai tanah air. Kita ingin melahirkan pemuda-pemudi Batam yang siap menjadi pemimpin masa depan dengan jiwa kebangsaan yang kuat,” ujarnya lantang.

Tak berlebihan jika Paskibraka disebut sebagai simbol hidup dari nilai-nilai kebangsaan. Mereka bukan sekadar pasukan upacara, tapi role model muda yang membawa harapan Indonesia di pundaknya. Mereka adalah wajah masa depan yang tak hanya tegap dalam barisan, tetapi juga tegas dalam prinsip.

Amsakar juga menekankan bahwa para peserta seleksi akan disaring secara ketat. Mereka yang lolos nantinya bukan hanya menjadi pengibar bendera pada upacara Hari Kemerdekaan, tetapi juga duta-duta karakter kebangsaan Kota Batam.

“Jangan pernah anggap remeh pengalaman ini. Kalian sedang ditempa menjadi generasi emas,” tambahnya.

Seleksi ini akan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari tes fisik, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan kepemimpinan. Kota Batam tidak hanya menargetkan tampil maksimal di tingkat lokal, tetapi juga mengincar posisi di kancah nasional.

Tak bisa dimungkiri, tiap langkah kaki para calon Paskibraka di lapangan adalah gema cita-cita Bung Karno yang terus hidup: membangun generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter. Dan pagi ini, langkah itu telah dimulai. (*)

 

Reporter: Cecep Mulyana

Artikel Seleksi Paskibraka Batam 2025, Dimulai ! pertama kali tampil pada Metropolis.