Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 1906

TPP ASN Cair, Pegawai Pemkab Anambas Buru Uang Pecahan Baru, Uang Rp 300 Juta di BRK Syariah Ludes

0
Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid. f.ihsan

batampos– Antusias warga Anambas dalam menukarkan uang pecahan baru di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah cabang Anambas menjelang lebaran sangat luar biasa.

Manajemen BRK Syariah sebelumnya telah menyiapkan uang pecahan baru dengan nominal Rp 300 juta yang bisa ditukarkan oleh warga.

“Tidak sampai satu minggu, uang-uang ini sudah habis. Mayoritas warga kita menukarkan uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu,” ujar Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid kepada batampos diruang kerjanya, Rabu, (26/3).

Mayoritas yang menukarkan uang ini didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha dengan niat ingin berbagi kepada anak-anak maupun sanak famili.

BACA JUGA: PNS Anambas Menjerit TPP Belum Disalurkan 5 Bulan, Sekda Sahtiar: Pembayaran Tunggu Anggaran Tersedia

“Sangat terbantu juga dengan keluarnya TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Jadi para pegawai langsung menukarkan uang pecahan baru untuk berbagi ke sanak famili,” tutur Idham.

Tidak hanya berbagi dengan sanak famili saja, biasanya para ASN dan Pengusaha ini juga memberikan sedekah kepada warga yang ikut berziarah kubur saat momen lebaran.

“Biasanya lebaran kedua itu banyak yang ziarah kubur. Nah, disana mereka yang diberikan kelebihan rezeki bersedekah kepada anak-anak maupun orang yang ada di makam. Itu tradisi disini,” terang Idham.

Untuk tahun ini, jumlah uang yang disediakan oleh BRK Syariah sedikit lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya, setiap momen lebaran, pihak Bank mampu menyiapkan hampir Rp 400 juta uang pecahan baru.

“Karena kondisi (ekonomi) lagi melemah dan TPP pegawai sudah lama tak keluar, jadi pihak Batam hanya memberikan segitu (Rp 300 juta). Kita sebar ke Palmatak, Jemaja dan Siantan. Sebenarnya warga kalau mau nukar uang ke Bank Indonesia. Karena jarak jauh, kita hanya membantu saja agar warga bisa juga mendapatkan (uang baru),” pungkas Idham. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel TPP ASN Cair, Pegawai Pemkab Anambas Buru Uang Pecahan Baru, Uang Rp 300 Juta di BRK Syariah Ludes pertama kali tampil pada Kepri.

Keindahan Gerbang Lampu Colok Meriahkan Malam Ke 27 Ramadan di Dabo Singkep

0
Suasana Malam Tujuh Likur di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (26/3). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Kabupaten Lingga merupakan salah satu Daerah yang memiliki banyak tradisi budaya lokal. Salah satu dari tradisi budaya masyarakat muslim Kabupaten Lingga adalah peringatan malam ke 27 Ramadan atau dikenal dengan masyarakat setempat sebagai malam tujuh likur.

Adapun tradisi budaya dalam peringatan malam tujuh Likur oleh masyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga adalah dengan menampilkan gerbang yang dihiasi lampu colok (lampu minyak tanah) dengan berbagai bentuk yang memadukan antara nilai kesenian dan religi. Pemandangan ini menjadikan Susana malam Tujuh Likur di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga menjadi meriah pada Rabu (26/3).

BACA JUGA: Festival Lampu Cangkok Kembali Digelar, Hidupkan Tradisi dan Lestarikan Budaya Melayu di Bintan

Pantauan Batampos, hampir di setiap Desa mapuan Kelurahan yang ada di Dabo Singkep menyuguhkan keindahan Gerbang Lampu Colok yang dibuat dengan ide dan kreatifitas mereka masing-masing. Tidak hanya disuguhkan dengan keindahan gerbang lampu colok, setiap pengunjung yang datang untuk melihat pesona gerbang lampu colok ini juga disuguhkan dengan berbagai makanan khas Melayu oleh warga setempat.

Ribuan warga memadati jalan-jalan kota untuk menyaksikan pesona gerbang lampu colok yang ada di berbagai titik. Kendaraan roda dua dan empat ramai berkeliling, menciptakan atmosfer hangat kebersamaan di tengah malam penuh hikmah ini. Namun demikian, kondisi ini tidak menimbulkan kegaduhan dan semuanya berjalan damai dan aman.

Masdelima, salah seorang warga yang datang berkunjung untuk melihat keindahan Gerbang Lampu Colok di kelurahan Sungai Lumpur mengatakan dirinya sangat bahagia dan bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati kemeriahan malam tujuh likur dengan berbagai macam keindahan bentuk dari hiasan gerbang lampu colok ini.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia pad malam ini masih dapat melihat semarak malam tujuh likur. Mungkin saat ini banyak orang atau saudara kita lagi sibuk dengan aktivitas Mudik lebaran dengan lalulintas yang padat, namun kita di sini dapat menikmati kemeriahan malam tujuh likur dengan kegembiraan yang dibingkai dengan kebersamaan,” ujar Masdelima saat diwawancarai Batampos pada Rabu malam (26/3).

Selanjutnya, Arispita warga yang juga datang berkunjung untuk melihat keindahan gerbang lampu colok yang berada di Sekop Darat mengungkapkan, tradisi malam tujuh likur ini merupakan salah satu tradisi yang sangat kami rindukan. Tradisi ini juga menjadi penyebab kenapa kami berusasah payah untuk Mudik Lebaran di kampung halaman karena memang tradisi semacam ini sangat jarang kita temukan di Daerah lain.

“Momen ini menjadi sebuah momen yang kami rindukan dan kami nanti-nantikan saat kami berada di rantauan. Momen ini juga menjadi penyemangat buat kami yang berada di rantauan untuk Mudik Lebaran ke kampung halaman agar bisa menikmati kemeriahan malam Tujuh Likur bersama keluarga dan sanak saudara,” ungkap Arispita.

Arispita menambahkan, agar tradisi ini untuk terus dijaga dan dilestarikan. Hal ini dikarenakan tradisi malam tujuh likur menjadi salah satu warisan budaya dari para leluhur terdahulu dari generasi ke generasi.

“Saya berharap kita semuanya dapat tersusun menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita dari generasi ke generasi ini agar terus berlanjut,” tambahnya.

Malam tujuh likur di Dabo Singkep bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti harmoni antara budaya, keimanan, dan kebersamaan. Pesona lampu colok yang berkelap-kelip seakan mengajak semua untuk merenung bahwa tradisi tak pernah mati selama ia terus dijaga di hati masyarakat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Keindahan Gerbang Lampu Colok Meriahkan Malam Ke 27 Ramadan di Dabo Singkep pertama kali tampil pada Kepri.

Proyek Pengadaan Penampungan Air Bersih PANSIMAS Tahun 2022 di Desa Marok Tua Dinilai Buang-buang Anggaran

0
Kondisi terkini Fasilitas Bak Penampungan Air Bersih PANSIMAS yang dibangun oleh Kementerian PUTR Republi Indonesia berada di Tanjung Paku, Desa Marok Tua Kabupaten Lingga, Rabu (26/3). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Proyek Pengadaan Penampungan Air Bersih PANSIMAS yang dianggarkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Republik Indonesia Tahun Anggaran 2022 yang berada di Tanjung Paku, Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga dinilai membuang-buang anggaran.

Hal ini dikarenakan sampai saat ini masyarakat tidak dapat menggunakan dan menikmati fasilitas yang sudah dibangun tersebut. Padahal fasilitas ini dibangun dengan tujuan untuk mempermudah warga mendapatkan pasokan air bersih.

Berdasarkan keterangan dari waga setempat, mulai dari selesai pembangunan hingga saat ini fasilitas yang di bangun tidak bisa digunakan oleh masyarakat setempat. Untuk keperluan air bersih masyarakat harus mengambil air di perigi pribadi ataupun perigi umum yang ada di daerah setempat.

BACA JUGA: Permudah Warga Angkut Air Bersih, Warga Desa Mengkait Dapat Bantuan Gerobak Dorong 

“Sampai hari ini kami warga setempat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari di perigi pribadi ataupun perigi umum. Untuk fasilitas pembangunan penampungan air bersih yang dibangun oleh pihak PUTR pada tahun 2022 kemarin mauh belum bisa kami nikmati,” ujar Emi, salah seorang warga saat dikonfirmasi Batampos pada (23/2).

Selanjutnya, Nurdin, Kepala Desa Marok Tua menyampaikan bahwa penyebab dari tidak bisa digunakan Penampungan Air Bersih PANSIMAS ini terkendala karena harus menggunakan mesin pompa air untuk mengalirkan air tersebut dari bak penampungan menuju rumah warga.

“Permaslahan saat ini adalah untuk mengalirkan air dari Bak Penampungan Air Bersih menuju rumah-rumah warga harus menggunakan alat bantu mesin pompa air yang saat ini tidak ada,” ujar Udin saat dikonfirmasi pada Rabu (26/3).

Kepala Bidang Cipta Karya PUTR Lingga, Deden Trisna Putra saat dikonfirmasi pihak Batampos mengatakan untuk proyek pembangunan Bak Penampungan Air Bersih PANSIMAS itu merupakan kegiatan dari Kementrian PUTR Pusat.

“Jadi, terkait Pengadaan Pembangunan Fasilitas Bak Penampungan Air Bersih PANSIMAS di Desa Marok Tua Anggaran Tahun 2022 kemarin adalah kegiatan yang dilakukan langsung oleh Kementrian PUTR Pusat, kami tidak ada wewenang pada kegiatan tersebut,” ujar Deden, Rabu (26/3).

Kendati demikian, walaupun pengadaan Pembangunan Fasilitas Air Bersih PANSIMAS tersebut adalah proyek dari Kementrian PUTR Pusat, sebagai Dinas terkait di Kabupaten Lingga, PUTR Kabupaten Lingga sudah tentu memiliki wewenang melakukan melakukan pengawasan terhadap segala bentuk proses pembangunan hingga memastikan apakah fasilitas tersebut bisa digunakan oleh masyarakat atau tidak.

Jika memang dalam realisasinya fasilitas tersebut tidak bisa digunakan dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat seharusnya pihak PUTR Lingga segera menginformasikan hal ini ke Dinas PUTR Provinsi Kepulauan Riau agar diteruskan langsung ke Kementerian PUTR Pusat agar dilakukan peninjauan dan tindakan tegas.

Namun, hingga kini fasilitas yang dibangun untuk mempermudah masyarakat mendapatkan air bersih pada kenyataan tidak memiliki manfaat dikarenakan tidak bisa digunakan. Sangat disayangkan fasilitas yang katanya langsung dianggarkan oleh kementerian PUTR Pusat namun dalam realisasi pembangunannya tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Proyek Pengadaan Penampungan Air Bersih PANSIMAS Tahun 2022 di Desa Marok Tua Dinilai Buang-buang Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

Tradisi 7 Likur dan Lampu Cangkok, Simbol Cahaya Keberkahan di Ujung Ramadan

0

Tradisi 7 Likur yang identik dengan lampu cangkok atau lampu colok, merupakan tradisi turun temurun yang memiliki nilai dan makna spiritual yang mendalam. Tradisi ini juga menjadi simbol cahaya keberkahan di ujung Ramadan.

***

Tradisi 7 Likur dengan penerangan lampu cangkok di kawasan Sei Ladi Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

Tradisi 7 likur merupakan tradisi yang dilakukan sejak masa lalu secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu terutama di Kepulauan Riau dengan melakukan penyalaan lampu atau penerangan tradisional.

7 Likur sendiri berasal dari istilah Melayu yang berarti malam ke-27 Ramadan. Dalam keyakinan masyarakat, malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan khusus, terutama malam ke-27 yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar yaitu malam penuh kemuliaan.

Untuk menyambut malam istimewa ini di ujung bulan Ramadan ini, masyarakat Melayu di Kepulauan Riau termasuk di Tanjungpinang, menyalakan lampu cangkok sebagai simbol cahaya keberkahan dan petunjuk dalam kehidupan.

Lampu cangkok yang menyala juga melambangkan cahaya iman dan keberkahan di bulan Ramadan. Cahaya ini juga mengingatkan umat Islam untuk senantiasa berada di jalan yang terang dan lurus.

Melalui cahaya sederhana yang menerangi malam, umat Islam diingatkan untuk terus mencari keberkahan dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

BACA JUGA: Festival Lampu Cangkok Kembali Digelar, Hidupkan Tradisi dan Lestarikan Budaya Melayu di Bintan

Tradisi 7 Likur juga tidak hanya tentang penerangan, namun tentang bagaimana menerangi hati dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, lampu cangkok bukan hanya sekadar tradisi, namun sebagai simbol semangat kebersamaan dan keberkahan Ramadan.

Melalui pancaran cahaya yang menyala di malam-malam akhir bulan suci Ramadan, umat Islam diajak untuk terus bersinar dalam kebaikan dan terus menerangi jalan memperoleh keberkahan.

Warga Sei Ladi Tanjungpinang Menghidupkan Tradisi 7 Likur
Lampu cangkok atau lampu colok merupakan lentera sederhana yang dibuat dari kaleng bekas atau wadah kecil berisi minyak tanah dengan sumbu sebagai pemantik api.

Lampu-lampu ini kemudian dipasang di sepanjang jalan, halaman rumah, bahkan dibentuk dan didesain menjadi ornamen Islami seperti masjid, kubah masjid atau berbentuk kaligrafi.

Di beberapa kampung di Kepulauan Riau termasuk di Tanjungpinang, pemasangan lampu cangkok menjadi ajang kreativitas. Masyarakat berlomba-lomba membuat desain yang indah dan menarik. Semakin besar dan artistik susunan lampu, semakin megah pula suasana Ramadan yang dirasakan.

Selain itu tradisi 7 Likur dengan pemasangan lampu cangkok juga untuk menjaga warisan budaya. Meskipun zaman telah modern dan listrik sudah menjadi sumber penerangan utama, lampu cangkok pada tradisi 7 Likur, tetap dijaga sebagai warisan budaya Melayu yang unik.

Guna menjaga warisan budaya turun temurun ini, warga Sei Ladi Tanjungpinang berinisiatif untuk menyemarakkan kembali tradisi 7 Likur dengan memasang ribuan lampu cangkok berbentuk Masjid di jalan, gang-gang kecil hingga ke rumah-rumah warga di Sei Ladi.

“Untuk menjaga tradisi 7 Likur dan mempercantik kawasan Sei Ladi ini, Kami sudah menyiapkan sebanyak 1001 lampu cangkok,” kata Teddy, Ketua Panitia 1001 Cangkok Sei Ladi, Rabu (26/3) malam.

Bahkan, kata Teddy, dua bulan sebelum Ramadan menjelang, warga Sei Ladi telah menyiapkan ribuan lampu cangkok, dua drum minyak tanah dan lima gulung sumbu, untuk menghidupkan tradisi 7 Likur di Sei Ladi Tanjungpinang.

“Alhamdulillah dengan swadaya masyarakat dan bantuan donatur, kami bisa melaksanakan tradisi 7 Likur. Rencananya akan kami gelar rutin setiap Ramadan,” ungkapnya.

Teddy menambahkan, tradisi 7 Likur juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. Sebab warga bersama-sana dan bergotong royong dalam mendesain, membuat dan memasang lampu cangkok.

“Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan serta semakin meningkatkan semangat gotong royong antarwarga Sei Ladi,” sebutnya.

BACA JUGA: Warga Tanjungpinang Ramai-ramai Beli Emas Jelang Lebaran

Tradisi 7 Likur Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia dari Kepri
Menurut Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, tradisi 7 Likur tidak hanya sekedar penyalaan lampu cangkok, namun tersirat berbagai makna dan kearifan lokal masyarakat Melayu dalam memaknai datangnya malam Lailatul Qadar.

Tidak hanya sebagai penerangan di malam hari, lampu cangkok juga memiliki makna yang lebih mendalam. Cahaya yang terpancar dari lampu cangkok seakan-akan melambangkan keberkahan di bulan Ramadan.

Oleh karena itu, tradisi 7 Likur dengan penyalaan lampu cangkok kini telah menjadi bagian dari kekayaan budaya dan spritual Islam yang patut dijaga keberadaannya.

“Tradisi 7 likur sudah ditetapkan menjadi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Indonesia dari Kepulauan Riau. Tradisi 7 Likur yg menjadi fokusnya. Lampu cangkok itu memeriahkan tradisi 7 Likur,” kata Dedi.

Sejak zaman dahulu, lanjut Dedi, masyarakat Melayu di berbagai kawasan di Kepulauan Riau, selalu menyambut bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan memeriahkan suasana di malam hari dengan menyalakan berbagai penerangan tradisional.

Lampu cangkok dipasang di sekitar rumah, jalan dan lorong-lorong atau gang-gang, serta banyak warga membangun gerbang lampu bernuansa Islami seperti membuat kaligrafi dan kubah Masjid.

Tradisi 7 Likur, sebut Dedi juga telah menjadi tradisi turun-temurun sejak zaman dahulu dan merupakan salah satu wujud rasa kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadan.

“Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur dan suka cita terhadap kedatangan bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Meskipun kini zaman telah modern, tradisi 7 Likur dengan penerangan lampu cangkok ini, harus tetap dijaga dan melestarikan tradisi ini sebagai warisan budaya yang mempunyai makna yang mendalam.

Tradisi budaya ini juga menyimpan berbagai hal positif yang bermanfaat khususnya dalam memberikan semangat kepada generasi muda untuk dapat memahami mengetahui akar budaya yang dimiliki masyarakat Melayu.

“Tradisi 7 Likur telah menghiasi kehidupan masyarakat Melayu Kepulauan Riau sejak masa lalu. Jadi kita patut menjaga dan melestarikan warisan budaya ini,” tutup Dedi. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Tradisi 7 Likur dan Lampu Cangkok, Simbol Cahaya Keberkahan di Ujung Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.

Wali Kota Gelar Open House, Warga Batam Disilakan Datang

0
Amsakar Achmad.

batampos – Hari raya Idul Fitri sebentar lagi datang. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menetapkan 889 titik lokasi Salat Idulfitri 1446 H/2025 M yang tersebar di 12 kecamatan.

“Total titik Salat Idulfitri di Batam tahun ini sebanyak 889 lokasi,” ujar Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, Kamis (27/3).

Jumlah lokasi Salat Idulfitri tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 831 titik. Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menetapkan tiga lokasi utama untuk pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat kota, yakni di Dataran Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Baiturahman Sekupang.

Di Dataran Engku Putri, Salat Idulfitri akan digelar pada Senin, 31 Maret 2025, dengan KH. Ahmad Junaidi sebagai khatib dan Muslim, Imam Masjid Raya Agung Batam Center, sebagai imam serta muazin.

Baca Juga: Warga Keluhkan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

Menyambut Idulfitri, Pemko Batam juga menggelar Pawai Takbir dan Lomba Mobil Hias tingkat kota. Pawai takbir akan dipusatkan di Masjid Agung Raja Hamidah dan berakhir di Polsek Batuampar pada Minggu, 30 Maret 2025.

“Masjid Agung Raja Hamidah sudah bisa digunakan, jadi kita pusatkan di sana. Masyarakat bisa menyaksikan pawai dari Masjid Agung hingga Seraya Atas,” ujar Sekda Kota Batam, Jefridin.

Selain pawai, Pemko Batam juga mengadakan Lomba Mobil Hias dengan hadiah total Rp36 juta. Lomba ini terbuka bagi Perangkat Daerah, BP Batam, Forkopimda, instansi vertikal, hotel, perbankan, ormas Islam, serta masjid/musala.

Baca Juga: Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri, Wali Kota Batam Amsakar Achmad akan menggelar open house di kediamannya, Perumahan KDA Cluster Cendrawasih No. 12 A, pada 31 Maret 2025 pukul 09.00–17.00 WIB.

“Silakan datang untuk bersilaturahmi dan berhari raya bersama pimpinan kota,” kata Jefridin. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Wali Kota Gelar Open House, Warga Batam Disilakan Datang pertama kali tampil pada Metropolis.

Survei: Mayoritas Responden Cukup Puas dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Masalah Korupsi Paling Dikritisi

0
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Bank Emas di gedung The Gade Tower, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Mayoritas publik menilai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka cukup positif, dalam semester I jalannya roda pemerintahan. Hal itu tercermin dalam hasil survei evaluasi kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Semester I dan Persepsi Publik Terhadap Dewan Pertimbangan Presiden Pasca Revisi UU Wantimpres.

“Sebanyak 68,6 persen responden menyatakan cukup puas, dan 9,3 persen lainnya merasa sangat puas. Sehingga total kepuasan mencapai hampir 78 persen,” kata CEO Cigmark Research and Consulting, Panca Pratama di Jakarta, Kamis (27/3).

Sementara itu, 11 persen menyatakan kurang puas dan 5,8 persen tidak puas sama sekali. Namun, masih terdapat 5,4 persen responden yang belum dapat memberikan penilaian.

“Namun, dalam isu-isu seperti korupsi, harga sembako dan tenaga kerja, penilaian publik cenderung lebih kritis. Sebanyak 44,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap penanganan masalah tenaga kerja, menjadikannya aspek dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi,” ucap Panca.

Di sisi lain, peneliti senior Cigmark Research and Consulting, Setia Darma menyebut, tingkat pengetahuan publik mengenai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) masih tergolong rendah.

Ia menuturkan, hanya sekitar 32,4 persen responden yang menyatakan pernah mendengar atau mengetahui tentang lembaga ini, sementara 67,6 persen lainnya belum pernah mendengarnya.

Ia menambahkan, mayoritas responden menyatakan setuju dengan keberadaan Wantimpres. Menurutnya, ada sebanyak 52,9 persen responden menyatakan sangat setuju atau cukup setuju, sementara sekitar 21,2 persen menyatakan kurang atau tidak setuju sama sekali.

“Mayoritas publik menilai keberadaan Wantimpres masih diperlukan. Sebanyak 62,6 persen responden menyatakan sangat perlu atau cukup perlu terhadap keberadaan lembaga ini. Sementara itu, 27,6 persen responden menyatakan tidak perlu atau kurang perlu, dan 9,8 persen lainnya tidak memberikan jawaban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darma mengungkapkan saat pihaknya mendalami siapa yang pantas menjadi Ketua Wantimpres, sebanyak 78.4 persen responden menilai Jokowi sebagai tokoh yang layak dan cocok.

“Meski komposisi Wantimpres merupakan otoritas Presiden Prabowo, namun saat ditanya siapa tokoh yang paling cocok menjadi Ketua Wantimpres, mayoritas responden memilih Joko Widodo dengan dukungan sangat dominan, yaitu 78,4 persen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, survei sosial masyarakat ini dilaksanakan pada rentang waktu 14–23 Maret 2025 terhadap 1.200 responden. Respondennya mereka yang ada di seluruh Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Survei dilakukan melalui wawancara melalui telepon. Pemilihan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dari database responden yang dimiliki Cigmark dari pelaksanaan survei tatap muka dari periode 2020-2025, dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. (*)

Artikel Survei: Mayoritas Responden Cukup Puas dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Masalah Korupsi Paling Dikritisi pertama kali tampil pada News.

Swiss-Belhotel Group Berbagi Kebahagiaan

0

batampos – Menjelang akhir Ramadan, Swiss-Belhotel Batam Group menggelar acara buka puasa bersama anak-anak Panti Asuhan Nur Azizah, Kecamatan Nongsa, Batam. Selain berbagi kebersamaan, Swiss-Belhotel Group juga menyalurkan bantuan berupa peralatan tulis dan santunan tunai bagi panti asuhan yang baru berdiri sembilan bulan lalu.

Acara yang berlangsung pada Rabu (26/3) ini digelar di Red Lotus Restaurant, Swiss-Belhotel Harbour Bay. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen dari Swiss-Belhotel Harbour Bay, Swiss-Belinn Baloi, dan Zest Harbour Bay. Momen berbuka diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Budiman dari Masjid Al-Falah Harbour Bay. Anak-anak panti terlihat antusias mengamini doa sebelum menikmati hidangan buka puasa.

Cluster General Manager Swiss-Belhotel Batam, Christophe Bernard Keramaris, menyerahkan bantuan tunai secara langsung kepada Ketua Panti Asuhan Nur Azizah, Ria, yang didampingi oleh Hakim dan Abdurahman. Sementara itu, peralatan tulis diberikan secara simbolis oleh pihak manajemen hotel kepada anak-anak panti asuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Christophe Bernard Keramaris menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan.

“Kami bersyukur dapat berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan di bulan penuh berkah ini. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ketua Panti Asuhan Nur Azizah, Ria, menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan serta bantuan yang diberikan. Ia berharap kepedulian Swiss-Belhotel Batam Group dapat menginspirasi pihak lain untuk ikut membantu anak-anak yang membutuhkan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Swiss-Belhotel Batam Group. Anak-anak sangat senang bisa berkumpul di acara ini, berbuka bersama, dan menerima bantuan yang sangat berarti bagi mereka,” kata Ria.

Acara buka puasa bersama ini menjadi bentuk kepedulian Swiss-Belhotel Batam Group dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim. Melalui kegiatan sosial semacam ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Swiss-Belhotel Group Berbagi Kebahagiaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur Lebaran, Roby Minta ASDP Atasi Masalah Antrean Kendaraan

0
Pengguna jasa yang menggunakan motor hendak masuk ke kapal RoRo tujuan Pelabuhan Telagapunggur, Batam. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Jumlah pengguna jasa kapal RoRo di Pelabuhan ASDP Tanjunguban diperkirakan akan meningkat selama libur lebaran tahun ini.

Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya antrean kendaraan yang menganggu pengguna jalan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan meminta pihak ASDP untuk mengatasi masalah antrean kendaraan yang hendak masuk pelabuhan sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan pengguna jalan lain.

BACA JUGA: ASDP Siap Perpanjang Jam Operasional Kapal di Pelabuhan ASDP Tanjunguban

Menurutnya, antrean kendaraan seharusnya tidak terjadi karena pihak ASDP telah menerapkan pembelian tiket secara online sehingga memudahkan pengguna jasa mengetahui jadwal keberangkatan kapal.

Oleh karena itu, Roby mengajak semua pihak bekerjasama untuk menyelesaikan masalah ini dan diharapkan penyelesaiannya bisa lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, Roby juga meminta petugas mengikuti prosedur operasional yang sudah ditentukan, terutama di Pelabuhan Bulang Linggi dan Pelabuhan Sri Bayintan.

Dia berharap tidak ada angkutan kapal yang melebihi kapasitas dan memastikan ketersediaan pelampung bagi penumpang. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Libur Lebaran, Roby Minta ASDP Atasi Masalah Antrean Kendaraan pertama kali tampil pada Kepri.

Lisa Mariana Siap Buktikan Putrinya adalah Anak Ridwan Kamil Lewat Tes DNA

0
Kolase foto Lisa Mariana, anak Lisa Mariana, dan Ridwan Kamil. (Istimewa/Instagram Lisa Mariana)

batampos – Lisa Mariana, selebgram yang mengungkapkan bahwa dirinya merupakan selingkuhan Ridwan Kamil, menyatakan siap untuk melakukan tes DNA. Tes DNA ditempuh untuk membuktikan bahwa benar, dia pernah memiliki anak dari Ridwan Kamil yang saat ini dibesarkannya.

Lisa Mariana sendiri sebelumnya bikin geger media sosial. Sebabnya adalah Lisa Mariana mengaku pernah jadi perempuan simpanan Ridwan Kamil. Bahkan hingga dia memiliki anak, hasil dari perselingkuhan tersebut.

Mengenai tes DNA, sebelumnya warganet, masyarakat di dunia maya banyak melontarkan tantangan tersebut di kolom komentar klarifikasi yang diunggah oleh Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat itu membuat klarifikasi yang dinilai mengambang.

Sehingga, banyak netizen menantang Ridwan Kamil untuk membuktikan bahwa apakah benar anak yang saat ini ada bersama Lisa Mariana, benar anaknya atau bukan? Caranya, ya dengan tes DNA.

Lisa Mariana mengaku siap untuk menjalani tes DNA. Hal tersebut dia repost dari unggahan pengacaranya, Sunan Kalijaga. Dalam unggahan stories-nya, pengacara Sunan Kalijaga menuliskan kalau Lisa Mariana siap untuk melakukan tes DNA.

@lisamarianaaa siap tes dna,” tegas Sunan Kalijaga, pengacara dari Lisa Mariana, dikutip dari Instagram miliknya.

Sunan Kalijaga juga menyebut kalau Lisa Mariana sudah menghubungi dirinya hari ini, Kamis (27/3) pada pukul 09.30 WIB. Sunan mengatakan, Lisa sudah mencurahkan isi hatinya meski belum secara keseluruhan soal kisruh yang dialami dengan Ridwan Kamil.

“Memang pukul 09.30 WIB saya dihubungi sama Lisa Mariana. Saya berharap semua bisa selesai dengan baik sehingga pria tersebut bisa bertanggung jawab sesuai dengan apa yang dibutuhkan karena berkaitan dengan anak,” ujar Sunan Kalijaga.

Sebelumnya, Lisa Mariana diketahui menjadi sorotan warganet setelah mengaku sebagai selingkuhan Ridwan Kamil. Lisa membagikan bukti-bukti berupa tangkapan layar percakapan serta cuplikan video call yang diduga melibatkan Ridwan Kamil.

Dalam salah satu unggahannya, Lisa juga menunjukkan potongan video call dengan seorang pria yang diklaim sebagai Ridwan Kamil, meski wajah pria tersebut ditutupi dengan tulisan. (*)

Artikel Lisa Mariana Siap Buktikan Putrinya adalah Anak Ridwan Kamil Lewat Tes DNA pertama kali tampil pada News.

Hadiyya Umrah Adakan Buka Bersama Jamaah di MoMoo Juice Bar & Coffee Harbour Bay Batam

0

batampos – Sebagai upaya mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan, Hadiyya Umrah menggelar acara buka puasa bersama dengan para jamaah yang telah berangkat umrah. Acara ini berlangsung pada 12 dan 19 Maret 2025 di MoMoo Juice Bar & Coffee Harbour Bay Batam dan dihadiri oleh total 210 jamaah umroh.

Momen ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar Jamaah Hadiyya Umrah untuk kembali bereuni dan bersilaturahmi dalam suasana Ramadan yang penuh kebahagiaan. Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi kuis sebagai ice breaking. Para jamaah antusias mengikuti kuis yang berisi pertanyaan seputar pengalaman umrah serta pengetahuan Islami.

Dalam kesempatan ini, Direktur PT Hadiyya Kaia Barokah, Yoga Anugrah Pratama, B.Eng., M.Sc., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para jamaah. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Bapak dan Ibu telah mempercayakan perjalanan umrah bapak ibu dan keluarga bersama Hadiyya. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wadah bagi jamaah untuk berbagi cerita dan memberikan masukan berharga untuk peningkatan layanan di masa depan. Manajemen Hadiyya Umrah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun agar hubungan dengan para jamaah tetap erat.

Semoga kebersamaan yang terjalin dalam acara ini membawa berkah dan manfaat bagi semua jamaah serta keluarga besar Hadiyya Umrah. (*)

 

Artikel Hadiyya Umrah Adakan Buka Bersama Jamaah di MoMoo Juice Bar & Coffee Harbour Bay Batam pertama kali tampil pada Metropolis.