Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 1907

Baliho dan Iklan Liar Masih Marak di Batuaji dan Sagulung, Warga Minta Penertiban Karena Merusak Estetika

0
Iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Hingga kini, masih banyak baliho dan papan iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji dan Sagulung. Pemandangan ini menimbulkan kesan semrawut dan mengganggu estetika kota.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra telah berkomitmen untuk menertibkan masalah iklan liar di pinggir jalan.

Masyarakat Batuaji dan Sagulung berharap agar persoalan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Selain merusak pemandangan, keberadaan papan iklan liar yang dipasang sembarangan juga dinilai dapat merusak pohon penghijauan. Banyak baliho yang dipaku atau diikat ke batang pohon, sehingga menghambat pertumbuhan dan mengurangi fungsi pohon sebagai peneduh alami.

Seorang warga Batuaji, Ummat, menyampaikan harapannya agar wilayah tersebut dapat tertata lebih baik. Menurutnya, saat ini Pemko Batam tengah berusaha melebarkan sejumlah ruas jalan di Batuaji dan Sagulung. Oleh karena itu, ia menilai langkah tersebut perlu didukung dengan penertiban iklan dan plakat liar di sepanjang jalan.

“Iklan liar ini harus ditertibkan agar kota kita lebih rapi dan nyaman dipandang. Apalagi, jalan-jalan utama sedang diperlebar, sehingga kalau masih ada papan iklan liar, kesannya tetap semrawut,” ujar Ummat.

Senada dengan Ummat, Lingga, warga Genta I Batuaji, juga meminta agar penertiban dilakukan secara menyeluruh dan merata. Menurutnya, iklan liar yang masih menjamur di pinggir jalan umumnya berisi promosi tempat usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai iklan lainnya. Jika tidak segera ditindak, kondisi ini akan semakin parah dan sulit dikendalikan.

Sebagai informasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menyoroti masalah reklame liar sebagai salah satu prioritas utama dalam program penataan kota. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam membangun Batam agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, Amsakar juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bekerja dalam satu kendali kepemimpinan untuk menertibkan reklame liar. Ia menegaskan bahwa penertiban harus dilakukan secara tegas namun tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.

Selain itu, Amsakar juga mengajak ketua RT dan RW di seluruh wilayah Batam, termasuk Batuaji dan Sagulung, untuk berperan aktif dalam menertibkan reklame liar. Ia meminta mereka memastikan tidak ada baliho yang sudah tidak layak dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menciptakan kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi warga Batam,” kata Amsakar.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan estetis. Harapannya, dengan adanya penertiban iklan liar, wajah Kota Batam bisa semakin indah dan terorganisir, sejalan dengan program pembangunan yang sedang dijalankan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Baliho dan Iklan Liar Masih Marak di Batuaji dan Sagulung, Warga Minta Penertiban Karena Merusak Estetika pertama kali tampil pada Metropolis.

Longsor di Kelurahan Kibing Semakin Mengkhawatirkan

0
Lokasi longsor di tebing perbatasan pemukiman RT 09 dan RT 04 kelurahan Kibing, Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Longsor yang terjadi di kawasan permukiman warga di perbatasan RT 04/09 RW 001 Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, semakin mengkhawatirkan. Sejak awal Januari lalu, longsor pertama telah menumbangkan sebuah pohon dan menimpa ruko di bagian bawah. Situasi ini semakin buruk setelah hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan longsor susulan yang lebih besar.

Longsor susulan ini tidak hanya memperparah kerusakan, tetapi juga memutus akses jalan bagi warga yang tinggal di Kampung Kibing RT 09. Beberapa rumah yang berada di sekitar tebing mulai terdampak, termasuk rumah milik Hamdan yang berada tepat di samping tebing perbatasan antara pemukiman dan ruko. Rumah Hamdan kini hampir separuhnya telah terkikis oleh longsor.

Hamdan dan anaknya mengaku tidak tenang tinggal di rumah mereka, terutama saat hujan turun. Mereka terpaksa mengungsi ke ruko di dekatnya setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. “Saya sama anak saya kadang harus keluar kalau hujan agak deras. Takut rumah kena longsor,” ujar Hamdan saat ditemui di rumahnya.

Masalah longsor ini sebenarnya telah diketahui oleh pihak kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota melalui dinas terkait. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata atau tanggapan berarti untuk mengatasi kondisi yang semakin membahayakan tersebut. Warga setempat khawatir bahwa jika tidak ada penanganan segera, longsor besar dapat terjadi dan menimbun seluruh permukiman, bahkan ruko-ruko yang berada di bagian bawah tebing.

Ahmad, salah satu warga setempat, menegaskan bahwa situasi ini harus segera ditangani sebelum terjadi bencana yang lebih besar. “Longsor terus mengikis kawasan tebing ini dan permukiman terancam hilang. Jika terjadi longsor besar, bukan hanya rumah warga yang hancur, tapi ruko di bawah juga bisa tertimbun. Perlu penanganan segera mengingat musim hujan masih berlangsung,” ujar Ahmad.

Pihak Kecamatan Batuaji menyatakan bahwa mereka telah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti. “Sudah ada koordinasi dengan Dinas Bina Marga,” kata Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret di lapangan untuk mencegah longsor semakin meluas. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kawasan yang terdampak longsor sangat lembab dan basah, sehingga berpotensi mengalami longsor susulan kapan saja.

Tanah yang terkikis semakin dalam akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Warga yang tinggal di sekitar lokasi hanya bisa berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah pencegahan.

Saat ini, upaya sementara yang dilakukan warga adalah menutup area longsor dengan terpal untuk mengurangi dampak hujan terhadap tanah yang sudah labil. Hamdan sendiri telah berusaha menahan longsor dengan memasang terpal dan beberapa balok kayu agar air hujan tidak langsung mengenai tanah yang rawan ambruk. Namun, langkah ini hanya bersifat sementara dan tidak cukup kuat untuk menahan longsor yang lebih besar.

Masyarakat sekitar berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membangun tembok penahan tanah atau solusi teknis lainnya guna mencegah longsor yang lebih parah. “Kami butuh bantuan segera. Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” kata Ahmad.

Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, masyarakat semakin khawatir bahwa longsor susulan akan terjadi sewaktu-waktu. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum bencana yang lebih besar menimpa kawasan permukiman mereka. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Longsor di Kelurahan Kibing Semakin Mengkhawatirkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba, Tiga Orang Ditangkap

0
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang menangkap tiga pengedar sabu dalam operasi yang digelar di beberapa lokasi di Tanjungpinang, awal Maret 2025.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam Wahyudi, mengungkapkan tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial D, ZS dan BK. Ketiganya diduga terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Tanjungpinang.

“Ketiga kasus narkoba ini tidak saling berkaitan. Tiga tersangka memiliki jaringan tersendiri,” kata Hamam.

BACA JUGA: Gandeng Nelayan Dijadikan Mata-Mata, Cara Polisi Berantas Penyelundupan Narkoba di Anambas

Hamam menjelaskan, D merupakan seorang perempuan yang diamankan di perumahan Permata Indah Tanjungpinang. Kemudian ZS ditangkap di Jalan Pompa Air Tanjungpinang. Sedangkan BK ditangkap di rumah kontrakan di kawasan Tanjungunggat.

Dalam operasi tersebut, lanjut Hamam, polisi berhasil menyita beberapa paket sabu yang diduga siap diedarkan dalam bentuk paket kecil. Dari tangan tersangka D, polisi menemukan 2,5 gram sabu. Sementara ZS memiliki 2,3 gram dan sisanya seberat 0,6 gram disita dari tangan tersangka BK.

“Tiga tersangka sudah diproses hukum dan kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui dari mana tiga tersangka mendapatkan barang haram ini,” kata Hamam.

Polresta Tanjungpinang terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Tanjungpinang. Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba. Hal ini demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas narkoba. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba, Tiga Orang Ditangkap pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Warga Kepri Bekerja Sebagai Scammer di Kamboja

0
Ilustrasi.

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau mencatat sekitar 3.500 warga Kepri saat ini bekerja di Kamboja sebagai scammer. Banyak di antara mereka yang terjebak dalam pekerjaan ilegal akibat jaringan perdagangan orang.

“Kami terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan mereka di Phnom Penh, Kamboja untuk mengetahui kondisi mereka,” ujar Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi, Senin (24/3).

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan WNI di luar negeri semakin meningkat dan menjadi perhatian serius. Banyak korban yang dijanjikan pekerjaan layak namun justru berakhir dalam eksploitasi.

“Pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan daerah untuk memastikan keselamatan para WNI yang menjadi korban,” tambah Imam Riyadi.

BP3MI Kepri mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menerima tawaran kerja di luar negeri. Keberangkatan tenaga kerja harus dilakukan secara prosedural agar mereka mendapatkan perlindungan hukum dan terhindar dari risiko eksploitasi.

“Kami siap melayani masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dengan prosedur yang benar. Hingga saat ini, kami sudah memberangkatkan 1.070 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara legal,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, BP3MI Kepri telah menerapkan program desa migran produktif sesuai arahan Menteri Ketenagakerjaan.

Beberapa desa di Kepri, seperti di Bintan dan Batam memiliki jumlah warga tertinggi yang bekerja di luar negeri.

“Desa-desa ini menjadi prioritas pembinaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang migrasi yang aman,”. ujarnya.

BP3MI Kepri berharap ada kerja sama lebih erat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani persoalan perdagangan orang.

“Kami berharap semua stakeholder bersinergi, karena ini adalah tugas bersama. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menangani masalah ini,” katanya.

Pemerintah dan aparat berwenang terus berupaya memperketat pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Ribuan Warga Kepri Bekerja Sebagai Scammer di Kamboja pertama kali tampil pada Metropolis.

Lonjakan 20 Persen, Puncak Arus Mudik di Bandara Hang Nadim Diprediksi Akhir Pekan Ini

0
Penumpang melakukan check-in di salah satu maskapai penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (23/3). Foto. Cecep Mulyana/Batam Posmudik lebaran

batampos – Arus mudik Lebaran 2025 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Selama akhir pekan kemarin, jumlah penumpang melonjak hingga 20 persen dibandingkan periode sebelumnya. PT Bandara Internasional Batam (BIB) memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28, 29 dan 30 Maret 2025 akhir pekan ini.

“Jumlah penumpang selama akhir pekan mencapai 23 ribu orang, terdiri dari 9.301 kedatangan dan 14.140 keberangkatan. Sementara itu, total pergerakan penerbangan mencapai 205 flight. Kami juga mencatat adanya lima penerbangan tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham, Senin (24/3).

Selama musim mudik Lebaran tahun ini, lima rute tujuan paling diminati penumpang dari Bandara Hang Nadim adalah Jakarta, Medan, Pekanbaru, Surabaya dan Palembang. “Tren ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat Batam yang banyak memiliki kampung halaman di Sumatra dan Jawa,” ujarnya.

Untuk menghindari kepadatan di area terminal, manajemen Bandara Hang Nadim telah menerapkan sejumlah langkah strategis, terutama di area check-in, security check, dan boarding gate.

“Kami telah menyiapkan untuk meningkatkan pelayanan, sehingga penumpang tetap nyaman selama berada di bandara,” tambah Pikri.

Selain itu, guna mempermudah perjalanan pemudik, Bandara Hang Nadim menyediakan berbagai kanal informasi digital dan fisik yang dapat diakses dengan mudah. Informasi mengenai jadwal penerbangan, layanan bagasi, hingga barang tertinggal kini bisa diperoleh lebih cepat dan akurat.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pemudik di musim Lebaran. Dengan berbagai peningkatan fasilitas yang telah kami lakukan, kami berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya .

Pihak Bandara Hang Nadim mengimbau para penumpang agar datang lebih awal, terutama saat mendekati puncak arus mudik. Disarankan tiba di bandara 2-3 jam sebelum keberangkatan guna menghindari antrean panjang. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Lonjakan 20 Persen, Puncak Arus Mudik di Bandara Hang Nadim Diprediksi Akhir Pekan Ini pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang, LPM di Bintan Turun Tangan Tambal Lubang di Jalan

0
Siswoyo bersama staf Kelurahan Tanjunguban Selatan menambal lubang di jalan rusak di tikungan jalan dari arah Pasar Baru menuju Tanjungpermai, Sabtu (22/3/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang di tikungan jalan dari arah Pasar Baru menuju Tanjungpermai.

Menanggapi keluhan warga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Pemerintah Kelurahan Tanjunguban Selatan turun tangan memperbaiki jalan rusak dan berlubang itu.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas. Aksi tambal lubang dilakukan mereka berdua pada Sabtu (22/3/2025).

BACA JUGA: Jalan Rusak,Pickup Terguling di Jalan Penarik

Menurut Ketua LPM Tanjunguban Selatan, Siswoyo, jalan berlubang tersebut sangat menganggu karena menjadi jalur bagi pengguna jalan yang berlalu lalang antara Tanjunguban dan Lobam dan sekitarnya.

Pengguna jalan yang bergerak dari arah Tanjunguban ke Lobam terpaksa berjalan di tengah jalan untuk menghindari lubang tersebut.

Hal ini sangat berisiko dan dapat menyebabkan kecelakaan dengan pengguna jalan dari arah sebaliknya.

Selain itu, lampu penerangan jalan di lokasi jalan berlubang sering tidak berfungsi sehingga pengguna jalan kesulitan melihat lubang tersebut dengan jelas terutama pada malam hari.

Oleh karena itu, mereka langsung menambal lubang tersebut dengan menggunakan pasir, semen dan batu yang tersedia.

Siswoyo berharap bahwa dinas terkait dapat melakukan perbaikan secara permanen terhadap jalan yang rusak dan memperbaiki lampu penerangan jalan yang rusak. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang, LPM di Bintan Turun Tangan Tambal Lubang di Jalan pertama kali tampil pada Kepri.

Jamaah Lansia dan Disabilitas Dapat Perhatian Khusus dalam Manasik Haji di Batam

0
Aplikasi Haji milik Kemenag. (F. Rengga / Batam Pos)

batampos – Sebanyak 721 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Batam mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membekali jamaah dengan pemahaman tata cara ibadah, tetapi juga memberikan perhatian khusus bagi jamaah lansia dan disabilitas yang membutuhkan pendampingan ekstra selama perjalanan haji.

Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menyampaikan bahwa dari total kuota 721 jamaah, sebanyak 629 telah melunasi biaya perjalanan, sementara 92 lainnya masih dalam proses pelunasan tahap kedua. Pada tahap ini, prioritas diberikan kepada jamaah yang mengalami kendala sistem pada tahap pertama, pendamping jamaah lansia dan disabilitas, serta mereka yang ingin mengajukan penggabungan keluarga.

“Kami ingin memastikan bahwa jamaah lansia dan disabilitas mendapatkan kemudahan dalam perjalanan mereka. Itulah sebabnya ada prioritas bagi pendamping mereka dalam pelunasan tahap kedua ini,” ujarnya, Senin (24/3).

Kemenag Batam juga telah menyiapkan program pendampingan khusus bagi jamaah dengan keterbatasan fisik. Selain bimbingan manasik yang dilakukan dua kali di tingkat kota dan delapan kali di tingkat kecamatan, jamaah lansia dan disabilitas mendapatkan simulasi langsung mengenai tata cara menjalankan ibadah di Tanah Suci, termasuk penggunaan kursi roda dan strategi menghindari kelelahan berlebih.

“Perjalanan haji adalah ibadah fisik yang cukup berat, terutama bagi jamaah lansia dan disabilitas. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan tim medis untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan, termasuk persiapan stamina, penggunaan obat-obatan, serta teknik menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi,” tambah Budi.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kepri, Muhammad Syafii, menambahkan bahwa Batam merupakan titik keberangkatan utama bagi jamaah dari Provinsi Kepri, Riau, dan Kalimantan Barat.

“Dari total 1.291 kuota jamaah haji untuk Kepri, sekitar 70 persen berasal dari Batam. Oleh karena itu, persiapan yang matang, termasuk untuk jamaah dengan kebutuhan khusus, menjadi prioritas utama kami,” jelasnya.

Kemenag Batam juga memperkenalkan tiga ketua kloter yang akan mendampingi jamaah selama perjalanan. Hal ini bertujuan agar calon jamaah haji dapat lebih mengenal pendamping mereka dan memahami sistem koordinasi selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Selain membahas teknis ibadah, manasik haji ini juga menekankan aspek spiritual. Jamaah diajak untuk memahami hikmah di balik setiap tahapan haji agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.

Salah seorang calon jamaah haji, Usman mengaku bersyukur dengan adanya bimbingan ini. “Saya merasa lebih siap setelah mengikuti manasik ini. Saya juga senang karena ada pendampingan khusus untuk lansia, sehingga lebih percaya diri dalam menjalankan ibadah nanti,” ungkapnya.
(*)

 

Artikel Jamaah Lansia dan Disabilitas Dapat Perhatian Khusus dalam Manasik Haji di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Pemudik Tak Terangkut, Kapal Ferry ke Anambas Diminta Tambah Jadwal Keberangkatan

0
Kadishub LH, Abdul Kadir

batampos– Antisipasi pemudik tak terangkut, operator kapal ferry MV Seven Star Island dan MV VOC Batavia diminta menambahkan jadwalnya menjadi setiap hari terhitung Senin, (24/3) besok.

Biasanya, kapal ferry ini hanya berlayar dua kali dalam seminggu yakni pada Senin dan Jum’at dari Tanjungpinang.

“Iya kita sudah menyurati operator agar berlayar setiap hari dan sudah disanggupi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas, Abdul Kadir kepada batampos, Minggu, (23/3).

BACA JUGA: Cuaca Buruk, Dua Kapal Ferry Dari Batam Pindah Tempat Bersandar ke Pelabuhan Kuala Maras 

Meski berlayar tiap hari, operator kapal tetap menjalankan satu unit kapal dengan jadwal berganti.

“Ya satu kapal mereka jalankan, selang-seling. Misalnya besok dari Tanjungpinang, lusa (Selasa) dari sini (Anambas),” kata Abdul Kadir.

Menurutnya operator belum mau menjalankan dua kapalnya disebabkan belum ada peningkatan penumpang yang signifikan. Lagi pula, ada kapal lain yang akan menyinggahi Anambas ke Tanjungpinang.

“Mendekati lebaran ada KM Sabuk Nusantara 36 dan KMP Bahtera Nusantara 01 yang singgah ke sini. Tentu dengan kapasitas lebih besar, bisa angkut penumpang lebih banyak ketimbang kapal ferry,” jelas Abdul Kadir.

Pihannya juga memprediksi 3 hari sebelum lebaran penumpang mengalami peningkatan.

“Karena kan sudah masuk waktu cuti lebaran. Maka antisipasinya biar kapal tak angkut penumpang non seat kita minta operator tambah jadwal kapal. Dari pengalaman tahun sebelumnya memang dimomen itu penumpang padat,” kata Abdul Kadir. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Antisipasi Pemudik Tak Terangkut, Kapal Ferry ke Anambas Diminta Tambah Jadwal Keberangkatan pertama kali tampil pada Kepri.

BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Ingatkan soal Risiko Jaminan Sosial

0
Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan alur klaim manfaat kepada perusahaan-perusahaan yang terindikasi sebagai Perusahaan Daftar Sebagian (PDS), di Hotel Pasifik, Rabu (19/3). F. BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya untuk Batam Pos

batampos – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya menggelar sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan alur klaim manfaat kepada perusahaan-perusahaan yang terindikasi sebagai Perusahaan Daftar Sebagian (PDS). Acara ini berlangsung di Pasific Hotel Batam pada Rabu (19/3) dan dihadiri oleh berbagai pihak internal BPJS Ketenagakerjaan serta perwakilan dari perusahaan yang terdaftar aktif pada 2023 dan 2024.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, Suci Rahmad, menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan seluruh pekerja dan upah mereka sesuai regulasi yang berlaku.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perusahaan terkait risiko jika hanya mendaftarkan sebagian program atau upah pekerja. Kami ingin memastikan bahwa perusahaan memahami konsekuensi hukum dan risiko terhadap pekerja jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian,” kata Suci.

Dalam kegiatan ini, disampaikan pula alur klaim terbaru yang bertujuan untuk memperjelas prosedur bagi perusahaan dalam menangani klaim kecelakaan kerja. BPJS Ketenagakerjaan menekankan bahwa perusahaan wajib melaporkan risiko kecelakaan kerja secara tepat waktu agar pekerja dapat segera mendapatkan perlindungan sesuai hak mereka.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah perwakilan internal BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, termasuk pengawas dan pemeriksa BPJS Ketenagakerjaan, Case Manager Pelayanan, serta tim dari bidang kepesertaan. Dari pihak eksternal, peserta yang hadir merupakan perwakilan perusahaan yang telah terdaftar aktif dalam dua tahun terakhir.

BPJS Ketenagakerjaan juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pendaftaran tenaga kerja dan pembayaran upah. “Jika perusahaan tidak sepenuhnya mematuhi aturan, maka ada risiko hukum serta dampak bagi pekerja yang tidak mendapatkan perlindungan maksimal,” ucap Suci Rahmad.

Melalui sosialisasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap perusahaan dapat lebih memahami manfaat program jaminan sosial dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Diharapkan pula, perusahaan semakin proaktif dalam melaporkan risiko kecelakaan kerja serta memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan yang layak dari BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Artikel BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Ingatkan soal Risiko Jaminan Sosial pertama kali tampil pada Metropolis.

BPR Dana Nagoya Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Yayasan di Batam

0

batampos — Menyambut bulan suci Ramadan, BPR Dana Nagoya bersama para donatur kembali menyalurkan 200 sak beras ke 33 panti asuhan, panti jompo, dan yayasan yang merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Batam. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama BPR Dana Nagoya, Merry, menjelaskan agenda sosial ini telah menjadi tradisi tahunan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Setiap tahun, BPR Dana Nagoya rutin menyelenggarakan kegiatan serupa untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang berada di lingkungan panti dan yayasan sosial.

“Tahun ini, kami membagikan 200 sak beras ke 33 panti asuhan, panti jompo, dan yayasan ODGJ di Batam. Kegiatan ini kami laksanakan selama dua minggu di bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya, Minggu (23/3).

Tidak hanya beras, BPR Dana Nagoya bersama para donatur juga menyumbangkan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, pakaian yang masih layak pakai, serta mainan untuk anak-anak di panti asuhan.

Donasi ini berasal dari berbagai pihak, termasuk nasabah (deposan dan debitur), pemegang saham, karyawan, hingga masyarakat umum yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

Merry menambahkan, kegiatan sosial ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban para penerima manfaat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mereka. Kedua, bagi perusahaan, aksi sosial ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta memperkuat citra BPR Dana Nagoya sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial tinggi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antara perusahaan dan masyarakat semakin erat. Selain itu, aksi ini juga menjadi cerminan komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan sosial dan menunjukkan BPR Dana Nagoya bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga mitra yang peduli terhadap komunitas,” kata dia.

Antusiasme dari berbagai pihak dalam mendukung aksi sosial ini terlihat jelas. Banyak donatur yang dengan sukarela menyumbangkan beras, sembako, pakaian, hingga mainan. Partisipasi aktif ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang semakin kuat, terutama di momen penuh berkah seperti bulan Ramadan.

Dengan adanya kegiatan ini, BPR Dana Nagoya berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan tradisi ini di masa depan, dengan cakupan yang lebih luas dan bantuan yang semakin bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
(*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel BPR Dana Nagoya Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Yayasan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.