Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 1908

Begini Cara Mendapatkan Asuransi Gratis Apple Selama 12 Bulan di Blibli

0

batampos – Apakah kamu sedang berencana membeli produk Apple seperti iPhone, iPad, atau AirPods? Kabar baiknya, sekarang kamu bisa mendapatkan asuransi iphone 13 terbaik di indonesia. Program ini ditawarkan khusus untuk produk Apple berstiker Blibli, memberikan perlindungan ekstra tanpa biaya tambahan. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini yang dijamin mudah dan bikin kamu tenang pakai gadget kesayanganmu!

Blibli, sebagai Apple Authorised Reseller di Indonesia, menghadirkan layanan ini untuk memastikan pengguna merasa aman. Perlindungan ini mencakup berbagai risiko, mulai dari kerusakan akibat cairan, kebakaran, hingga kehilangan karena perampokan (dengan syarat tertentu). Jadi, bukan cuma garansi biasa dari Apple, tapi ada tambahan proteksi yang bikin hati lega. Berikut cara lengkap untuk mendapatkannya.

1. Beli Produk Apple Berstiker Blibli
Langkah pertama tentu saja membeli produk Apple dari Blibli. Pastikan produk yang kamu pilih punya stiker khusus Blibli di kemasannya, karena ini jadi tanda bahwa barang tersebut eligible untuk asuransi gratis 12 bulan. Kamu bisa belanja lewat aplikasi Blibli, atau datang langsung ke gerai Blibli yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, hingga Semarang.

Stiker ini bukan sekadar hiasan, lho. Ini menunjukkan bahwa produkmu resmi dari Blibli dan terdaftar untuk perlindungan tambahan. Jadi, sebelum checkout, cek deskripsi produk atau tanyakan ke penjual apakah ada stiker Blibli-nya. Dengan begitu, kamu nggak cuma dapat gadget baru, tapi juga jaminan keamanan ekstra tanpa keluar biaya lagi.

Kalau belanja online, prosesnya simpel banget. Tinggal pilih produk Apple favoritmu, masukkan keranjang, dan selesaikan pembayaran. Setelah barang sampai, perhatikan kemasannya. Stiker Blibli biasanya ada di sisi kotak, lengkap dengan barcode yang nanti kamu butuhkan untuk aktivasi. Mudah, kan?

2. Aktivasi Asuransi Maksimal 30 Hari Setelah Pembelian
Setelah barang sampai, jangan lupa aktivasi asuransinya. Kamu punya waktu maksimal 30 hari sejak tanggal pembelian untuk mengaktifkan layanan ini. Caranya, scan barcode yang ada di sisi kemasan produk menggunakan ponselmu. Barcode ini akan mengarahkanmu ke halaman aktivasi Asuransi Peralatan Elektronik.

Prosesnya cepat dan nggak ribet. Setelah scan, kamu diminta memasukkan nomor IMEI produk (bisa dicek di pengaturan gadget atau kotaknya). Lalu, otomatis nama dan jenis barang akan muncul. Selanjutnya, isi data pribadi seperti nama sesuai KTP, email, nomor telepon, tanggal transaksi, dan unggah bukti pembayaran. Pastikan semua data benar agar konfirmasi berjalan lancar.

Kalau lupa aktivasi dalam 30 hari, sayangnya asuransi ini nggak bisa diklaim. Makanya, saran terbaik adalah langsung aktivasi begitu barang sampai. Hanya butuh beberapa menit, kok, dan kamu bisa melakukannya sambil santai di rumah. Setelah aktif, polis asuransi akan dikirim via email, jadi simpan baik-baik buat keperluan klaim nanti.

3. Nikmati Perlindungan Selama 12 Bulan
Setelah aktivasi selesai, selamat! Produk Apple-mu kini dilindungi selama 12 bulan penuh. Perlindungan ini beda dari garansi pabrik Apple yang fokus pada kerusakan manufaktur. Asuransi dari Blibli menanggung risiko tak terduga seperti gadget jatuh ke air, rusak karena kebakaran, atau hilang akibat pencurian (asalkan ada laporan polisi).

Misalnya, iPhone-mu nggak sengaja tercebur ke kolam, atau AirPods hilang dirampok, kamu bisa ajukan klaim lewat situs Blibli atau gerai Hello Store. Prosesnya gampang, tinggal ikuti petunjuk di polis yang sudah dikirim ke emailmu. Asalkan syarat terpenuhi, gadgetmu bakal diperbaiki atau diganti tanpa biaya tambahan.

Jadi, nggak perlu khawatir lagi pakai produk Apple-mu sehari-hari. Mau dipakai buat kerja, main game, atau liburan, semua aman terkendali. Kalau masa 12 bulan habis dan kamu masih ingin lanjut, Blibli juga menyediakan opsi perpanjangan dengan biaya tertentu. (*)

Artikel Begini Cara Mendapatkan Asuransi Gratis Apple Selama 12 Bulan di Blibli pertama kali tampil pada News.

Onward Siahaan Nahkodai PSI Kepri, Siap Perkuat Konsolidasi Jelang Pemilu 2029

0
Ketua DPW PSI Kepri Provinsi Kepri, Ir. Onward C. Siahaan, SH, M.Hum, saat memberikan arahan kepada anggotanya.
(F. Galih A.S / Batam Pos).

batampos – Menyongsong Pemilu 2029, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan konsolidasi internal dengan merestrukturisasi kepengurusan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mulai dari tingkat DPW, DPD hingga DPC. Kini, posisi Ketua DPW PSI Kepri dipegang oleh anggota DPRD Provinsi Kepri, Ir. Onward C. Siahaan, SH, M.Hum.

Perubahan kepengurusan tersebut diungkapkan Onward Siahaan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus DPD PSI kabupaten/kota, Sabtu (22/3/2025) di Batam. Ia didampingi oleh Tim Satgas Percepatan Restrukturisasi PSI dari DPP PSI, Sahat MP Sinurat.

“Minggu lalu, kami menerima estafet DPW PSI Kepri dari DPP untuk menjabat sebagai Ketua. Dalam SK tersebut, kami ditugaskan membentuk pengurus DPW, DPD, dan DPC se-Kepri,” ujar Onward di hadapan para pengurus PSI kabupaten/kota yang hadir.

Onward menjelaskan, pergantian pimpinan PSI Kepri dilakukan setelah dirinya dan Ketua PSI sebelumnya, Anto Duha, dipanggil oleh DPP PSI. Proses ini bertujuan memperkuat partai dan mempercepat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.

“Restrukturisasi ini dilakukan untuk memperkuat partai dan mempercepat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029,” tegasnya.

Onward juga menegaskan bahwa restrukturisasi ini tidak meninggalkan kepengurusan lama. “Kalau ada tenaga baru, yang lama tidak ditinggalkan. Kami tidak akan membuang tenaga lama karena mereka sudah berjuang membesarkan PSI. Penempatan yang baru akan disesuaikan nanti,” jelasnya.

Dalam penyusunan kepengurusan tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Kecamatan, Onward menekankan pentingnya keberagaman latar belakang figur, agar kepengurusan mencerminkan nilai toleransi dan kebajikan.

“Setidaknya, untuk posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara harus mencerminkan keberagaman daerah ini, termasuk latar belakang profesinya. Kami harap di kabupaten/kota juga memperhatikan prinsip tersebut,” imbaunya.

Ia pun meminta pengurus PSI di kabupaten/kota memperkuat struktur organisasi dengan merangkul tenaga baru tanpa mengesampingkan tenaga lama. “Tenaga lama tetap dijaga dan tidak dibuang. Makanya kami ditugaskan mencari sumber daya baru,” tambah Onward.

Onward mengungkapkan pihaknya telah mengevaluasi kekuatan dan kelemahan PSI di Kepri. Dengan langkah ini, ia optimistis PSI mampu meraih setidaknya satu fraksi di DPRD Provinsi Kepri, DPRD Batam, DPRD Tanjungpinang, dan DPRD Karimun pada Pemilu 2029.

“Target kami di Pemilu 2029 nanti, ada wakil dari Kepri yang duduk di Senayan (DPR RI). Karena itu akan menentukan arah PSI ke depan,” imbuhnya.

Senada dengan Onward, Sahat MP Sinurat dari DPP PSI menambahkan bahwa restrukturisasi ini bertujuan memaksimalkan potensi PSI Kepri.

“Kita harus membenahi partai secara maksimal dari sekarang. Termasuk di Kepri, kita perlu menyatukan tekad untuk Pemilu mendatang,” ujar Sahat.

Menurut Sahat, PSI Kepri memiliki potensi besar di Pemilu 2029. Hasil Pemilu 2024 menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih maksimal.

“Kita sudah kuat di kabupaten/kota di Kepri. Tinggal memperkuat lagi. Untuk Natuna-Anambas, kita dorong agar mendapat kursi, sehingga hasil Pemilu 2029 lebih maksimal,” pesannya.

Sahat pun menekankan pentingnya solidaritas antar kader PSI. “Seperti yang disampaikan bro Onward, kita harus menambah kekuatan tanpa mengurangi kekuatan yang lama. Kita juga mengajak bro Anto Duha sebagai pengurus lama untuk tetap berkontribusi,” tutup Sahat. (*)

Reporter: GALIH

 

Artikel Onward Siahaan Nahkodai PSI Kepri, Siap Perkuat Konsolidasi Jelang Pemilu 2029 pertama kali tampil pada Metropolis.

Renggali Grup Gelar Bazar Sembako, Masyarakat Antusias, 500 Paket Sembako Murah Ludes

0
Bazar sembako murah yang diadakan Renggali Grup di depan kantor pemasaran Kota Mandiri Renggali Tembesi Batuaji, Batam, Sabtu (22/3). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Renggali Grup, pengembang proyek perumahan terbesar di Batam, menggelar bazar sembako murah di depan kantor pemasaran Kota Mandiri Renggali Tembesi Batuaji, Batam, Sabtu (22/3).

Sales Support Renggali Batam Elon Mansour mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu di sekitar proyek pembangunan Kota Mandiri Renggali- Cluster Orange – Tembesi, pihak perusahaan membagikan 500 paket sembako dengan harga terjangkau.

“Tujuan kita di bulan yang suci ini untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Elon menyebutkan, setiap paket sembako, berisi beras 5 kg, minyak 2 liter, gula pasir 5 kg, dan 5 pax mie instan, yang memiliki nilai pasar hampir Rp200.000, dijual hanya dengan harga Rp100.000 per paket.

Paket-paket sembako tersebut diberikan kepada warga yang telah menerima kupon untuk menebusnya dengan harga diskon, sebagai bagian dari program sosial yang diselenggarakan oleh Renggali Grup.

“Jadi caranya mereka kami bagikan kupon dan cukup menebus murah Rp100 ribu dari harga sembako yang harganya hampir Rp200 ribu,” kata dia.

Ia berharap dengan program ini tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai salah satu upaya marketing perusahaan untuk memperkenalkan proyek Kota Mandiri Renggali – Cluster Orange yang sedang dibangun. Terbukti 500 paket sembako ludes dalam waktu singkat.

“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat sekitar, terutama dengan pembangunan proyek perumahan Kota Mandiri Renggali – Cluster Orange yang akan berlangsung hingga 10 tahun mendatang. Kami ingin memastikan bahwa manfaatnya juga dirasakan oleh warga di sekitar sini,” katanya.

Rencananya, bazar sembako murah ini akan menjadi bagian dari berbagai kegiatan sosial yang dirancang untuk mendukung masyarakat Batam, sambil memperkenalkan proyek perumahan yang tengah berkembang.

Renggali Grup berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, sambil mengembangkan kawasan Kota Mandiri Renggali – Cluster Orange menjadi lingkungan yang nyaman dan terjangkau.

Untuk informasi, Renggali Group resmi meluncurkan Cluster Orange, sebuah proyek perumahan terbaru yang menjadi bagian dari konsep “Kota Mandiri Renggali” dalam satu harmoni. Perumahan ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektare di Tembesi, Sagulung, menawarkan hunian nyaman dengan lokasi strategis.

Untuk diketahui lahan 1 ha dapat 65 s/d 70 unit rumah, jadi kalo 80 ha minimal jumlah unit rumahnya sekitar 5200 unit.

Renggali Group menawarkan hunian tipe 42/72 dengan PROMO DAHSYAT Beli Rp300 juta BUY BACK GUARANTEE 350Juta dengan skema pembayaran Cash keras bisa diangsur selama 36 bulan tanpa melalui Bank, serta skema cicil downpayemant sebanyak 18 kali untuk KPR. Selain itu, gratis 1 kali peralihan hak. sebagai bentuk apresiasi bagi konsumen. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Renggali Grup Gelar Bazar Sembako, Masyarakat Antusias, 500 Paket Sembako Murah Ludes pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Periksa Saksi di Jakarta

0

Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Revitalisasi Dermaga Utara Batuampar

Eufemisme Penggusuran di Rempang

0
Dibalik konflik warga, ini pesona memukau yang dimiliki Pulau Rempang. (Dok. Direktori Pariwisata)

batampos – Namun kini, tanah itu sedang di ujung penghabisan, dihimpit oleh rencana besar yang mengatasnamakan pembangunan.

Pemerintah, dengan segala perangkatnya, telah menggelar rapat di Kantor BP Batam, pada 18 Maret lalu. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, duduk berdampingan. Di sebelah kiri mereka terlihat sosok Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wali Kota/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Mereka semua membahas satu kata yang terus berubah makna, pemindahan, relokasi (pergeseran), dan transmigrasi.

Di atas kertas, mereka berbi­cara tentang proyek besar, Rempang Eco City, yang diklaim menjadi prioritas nasional.

Tetapi bagi masyarakat Rempang, itu bukan sekadar proyek, itu adalah ancaman terhadap akar yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Dulu, pemerintah menyebutnya ”pemindahan”. Kata itu dingin, seperti mencabut sesuatu dari tanahnya tanpa ampun. Kemudian, mereka menyebutnya ”relokasi,” seakan-akan itu hanya menggeser rumah ke tempat baru.

Kini, istilah yang digunakan adalah ”transmigrasi,” dengan embel-embel sukarela, seolah masyarakat bebas memilih jalan hidupnya. Akan tetapi, di balik kata-kata itu, satu hal tetap tak berubah: penggusuran.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskannya. ”Kalau relokasi hanya betul-betul memindahkan rumah tinggalnya saja, setelah itu terserah masing-masing. Sementara kalau transmigrasi itu sifatnya sukarela, jadi harus ada keinginan masyarakat itu untuk pindah,” kata dia.

Ia menyebut ada pendampingan, insentif, bahkan kapal dan dermaga bagi mereka yang ingin tetap melaut. Tetapi bagi masyarakat Rempang, janji itu tak lebih dari angin lalu. Apa gunanya kapal jika lautan yang mereka kenal tak lagi menjadi rumah?

”Rempang Eco City tetap menjadi prioritas nasional,” ujar Iftitah.

Ia yakin, penolakan yang terjadi hanya karena masyarakat belum merasakan manfaatnya secara langsung. Pernyataan itu menampik satu fakta yang terang-benderang: masyarakat menolak bukan karena tak sabar, melainkan karena mereka paham betul apa yang akan hilang.

Di tempat yang berbeda, di antara rumah-rumah yang masih tegak berdiri, Nek Awe duduk dengan tatapan yang keras. Perempuan tua itu telah melewati banyak zaman, menyaksikan perubahan datang silih berganti, tetapi tak pernah seradikal ini.

”Kami tetap di Rempang. Kami tak mau pindah. Itu tanah datuk nenek moyang kami. Kami di Rempang itu sudah tujuh turunan, Nak. Sampai nyang (buyut) pun dah ada sejak zaman dulu,” ujarnya, dalam wawancara tempo lalu.

Di matanya, tersirat kisah perjuangan yang tak terhitung. Dulu, keluarganya berdiri di garis depan melawan penjajah. Kini, perjuangan itu berulang, hanya lawannya yang berbeda.

”Sekarang tanah kami mau diambil. Tanah dari nenek moyang kami. Macam mana kami tak marah? Tantulah kami melawan. Sekarang nenek dah tak takut, mau dipanggil polisi, dituduh ini itu, nenek dah tak takut. Selagi berjuang, tetap berjuang sampai akhir,” katanya.

Di sisi lain, AHY mencoba menenangkan riak yang terus membesar. ”Kita tahu bahwa pengembangan wilayah seperti ini harus dihadirkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dan dengan melibatkan semua pihak,” katanya.

Ia menegaskan, sebagian masyarakat sudah mulai pindah ke rumah-rumah baru. Bahkan sertifikat tanah sudah diberikan sebagai jaminan hukum. Namun, bagi yang bertahan, sertifikat itu bukanlah penawar atas kehilangan yang lebih besar.

Pemerintah berbicara tentang ekonomi baru, tentang investasi, tentang masa depan yang lebih cerah. Tetapi bagi masyarakat Rempang, apa artinya masa depan jika masa lalu mereka direnggut begitu saja?

Mereka bukan sekadar kehilangan rumah. Mereka kehilangan identitas, cara hidup, dan hubungan dengan tanah dan laut yang telah menjadi bagian dari darah daging mereka.
Mereka tahu, esok akan datang lagi dengan ancaman baru. Dengan rapat-rapat baru. Dengan istilah-istilah baru. Tetapi mereka juga tahu, selama masih ada yang berdiri, tanah itu takkan kehilangan penjaganya.

Mereka yang menyerah, pergi dengan kepala tertunduk. Mereka yang bertahan, menggenggam erat tanahnya, mengucap sumpah pada angin, pada laut, pada langit yang telah menjadi saksi perjuangan mereka. Sambil mengepalkan tangan ke atas, masyarakat Rempang serukan ”lawan!”. (*)

Reporter : ARJUNA

Artikel Eufemisme Penggusuran di Rempang pertama kali tampil pada News.

Pembangunan RSUD Tarempa Resmi Dimulai, Menkes Budi Dorong Pemda Siapkan Tenaga Medis yang Memadai

0
Kepala Staf Presiden AM Putranto, Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad serta Bupati Anambas Aneng melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUD Tarempa. f.ihsan

batampos– Tiga pejabat negara meresmikan secara langsung pengembangan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, Kabupaten Anambas, Sabtu, (22/3).

Ketiga pejabat negara ini antara lain Kepala Staf Presiden AM Putranto, Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung RSUD Tarempa menjadi langkah awal program peningkatan Kelas RSUD dari type D menuju type C dengan nilai Rp 150 Miliar.

Kegaiatan ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win dalam memodernisasi 32 rumah sakit tipe D di daerah terluar, terdepan dan tertinggal.

BACA JUGA: Menkes Budi Prihatin Lihat RSUD Tarempa, Bangunan Sempit Tapi Harus Optimal Berikan Pelayanan ke Pasien

“Rumah sakit ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit modern yang mampu melayani penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal,” ujar Budi Sadikin.

Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Saya tahu kalau warga Kepri kalau berobat lebih sering ke Malaysia dibandingkan di dalam negeri. Nah dengan adanya RS ini diharapkan warga cukup disini saja tidak perlu keluar. Kan Anambas ini jauh kasihan pasien kalau dikirim ke luar daerah,” tutur Budi Sadikin.

Budi Sadikin juga menekankan pentingnya keseimbangan antara fasilitas medis dengan sumber daya manusia (SDM). Ia mendorong Pemkab Anambas untuk mengusulkan tenaga medis lokal dalam program beasiswa dokter spesialis, sehingga saat pembangunan rampung, tersedia tenaga medis yang memadai.

“Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu satu tahun sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas di seluruh Nusantara,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian yang diberikan kepada Anambas.

Sebagai salah satu kabupaten termuda di Kepri, Anambas masih menghadapi berbagai kendala dalam layanan kesehatan, termasuk keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

“Ini adalah perhatian luar biasa dari pemerintah pusat, khususnya Presiden melalui Kementerian Kesehatan. Selain memberikan bantuan, beliau juga hadir langsung untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ujar Ansar.

Ia menambahkan bahwa Anambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam ini memiliki potensi besar sebagai daerah tujuan wisata (DTW), membutuhkan layanan kesehatan yang memadai. Dengan hadirnya RSUD yang lebih modern, diharapkan kualitas hidup masyarakat meningkat, dan layanan medis lebih optimal.

“Harapan kami, dengan peningkatan fasilitas ini, masyarakat bisa mendapatkan perawatan di daerah sendiri. Selain itu, tugas saya adalah meyakinkan dokter-dokter, khususnya putra-putri Kepri khususnya Anambas, untuk kembali mengabdi di daerah asal mereka,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pembangunan RSUD Tarempa Resmi Dimulai, Menkes Budi Dorong Pemda Siapkan Tenaga Medis yang Memadai pertama kali tampil pada Kepri.

Lanjut, Pembangunan Pusat Data Nasional di Batam

0
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di Batam, Kepulauan Riau, berlanjut, meskipun kerja sama awal dengan Korea Selatan (Korsel) telah berakhir. Kepastian kelanjutan pemba­ngunan PDN di Kepri ini berlan­jut, disampaikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

”Iya, dengan Korea Selatan memang sudah habis masa waktunya dua tahun. Kita sekarang sedang meng-exercise kerja sama dengan pihak lain di luar Korea. Namun sebagaimana saya sampaikan, pemba­ngu­nannya akan terus dilakukan,” tegas Meutya di Kantor Kemkomdigi, Kamis (20/3).

Kendati demikian, Meutya belum dapat mengungkapkan mitra baru yang akan terlibat dalam proyek strategis nasional tersebut.

”Nanti akan kita putuskan ber­sama di pemerintah. Tapi yang pasti, rencana pembangunan data center di berbagai wilayah, termasuk Batam, akan tetap berjalan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Sekjen Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menyampaikan bahwa pembangunan PDN Batam dihentikan menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, termasuk penghentian program Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) senilai Rp773 miliar.

”Sehubungan dengan pembatalan proyek, data center di Batam akan ditiadakan,” kata Ismail dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/2).

Namun, dalam rapat yang sama, Meutya menegaskan bahwa penghentian tersebut lebih disebabkan oleh berakhirnya masa kontrak dengan Korea Selatan, bukan semata karena efisiensi anggaran.

”Jadi, Data Center Batam ini sebenarnya bukan karena efisiensi, tapi memang kontrak kerja sama dengan Korea Selatan tidak dilanjutkan,” jelas Meutya.

Ia menduga dinamika politik di Korea Selatan turut mempengaruhi kelanjutan proyek tersebut, yang selama dua tahun terakhir stagnan tanpa progres pembangunan.

Pembangunan PDN sendiri merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital dan mempercepat transformasi digital nasional. Awalnya, pemerintah merencanakan tiga PDN di Cikarang, Batam, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). (*)

Artikel Lanjut, Pembangunan Pusat Data Nasional di Batam pertama kali tampil pada News.

Stok Beras SPHP di Bulog Tinggal 1.100 Ton

0
Stok beras premium dan medium di Gudang Bulog Tanjungpinang, Jumat (21/3). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Stok beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Gudang Bulog Tanjungpinang tinggal 1.100 Ton. Ribuan ton beras pemerintah tersebut dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga jelang lebaran Idul Fitri 2025 mendatang.

Kendati demikian, penyaluran beras tersebut hanya dapat dilakukan hingga 27 Maret mendatang saja. Kebijakan pemberhentian sementara penyaluran beras tersebut bakal kembali diterapkan, hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan.

“Jadi masih ada waktu bagi masyarakat yang ingin membeli SPHP, karena belum tahu kapan kebijakan distribusi SPHP dikeluarkan lagi,” kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Jumat (21/3).

BACA JUGA: Kedatangan Bupati Dan Wakil Bupati Lingga Disambut dengan Penaburan Beras Kunyit dan Pemasangan Tanjak

Arief menyebut, bahwa beras SPHP yang dijual oleh Bulog bukanlah beras oplosan. Melainkan beras kualitas medium yang memiliki kualitas baik. Menurutnya, beras SPHP yang disediakan Pemerintah tersebut pengadaannya bisa berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri.

Yang jelas, kata dia beras SPHP tersebut dipastikan telah melalui analisa standar kualitas beras baik secara kualitatif ataupun kuantitatif. “Nah kalau yang posisinya di Tanjungpinang sekarang itu adalah berasal dari pengadaan luar negeri, yakni dari Vietnam dan Thailand,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya menyebut, dengan adanya isu beras oplosan dan beras yang tidak berkualitas beberapa waktu lalu, dirinya memastikan bahwa beras SPHP memiliki kualitas yang baik dan berbeda dengan beras lain di pasaran yang berasal dari distributor.

“Padahal beras SPHP ini beda hubungannya dengan beras dari distributor biasanya di pasaran itu,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Stok Beras SPHP di Bulog Tinggal 1.100 Ton pertama kali tampil pada Kepri.

Gabriel Sianturi: Penciptaan Lahan Pertanian Salah Satu Landasan Ketahanan Pangan

0
PA GMNI Kota Batam bersama narasumber foto bersama usai diskusi, Sabtu (22/3). f.ist

batampos- Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Batam mengisi ngabuburit dengan cara diskusi public di La Kopi, Batamcenter, Sabtu (22/3). Diskusi dengan tema Strategi Ketahanan Pangan di Tengah Efisiensi Anggaran Pemerintah mengalir cair dan menjadi topik diskusi menarik antara perseta dan narasumber yang didatangkan panitia.

Salah satu narasumber yang mengisi acara Buka Puasa Bersama Alumni GMNI ini adalah Gabriel Sianturi selaku Anggota DPRD Kota Batam dan Timbul Dompak, S.E., M.Si, selaku Ketua PA GMNI Kota Batam.

Dalam diskusi itu, menurut Gabriel, landasan ketahanan pangan itu harus ada ketersediaan, keterjangkauan,dan pemanfaatan.

BACA JUGA: Buruh di Batam akan Terus Demo Sampai Gubkepri Revisi UMK 2022

Dengan adanya ketiga landasan ketahanan pangan itu, menurut Gabriel, maka Batam khususnya tidak akan mengalami impor terus menerus khususnya untuk bahan pangan.

”Kalau Batam masih mengandalkan impor, khususnya bahan pangan. Jangan salahkan harganya akan naik terus menerus. Ini yang kami temukan di lapangan,” beber Gabriel.

Diutarakan Gabriel juga, peran data statistik dan pengawasan Disperindag seharusnya bisa menekan para pelaku spekulan, agar tidak semaunya menaikkan harga-harga.

Selain itu, menurut Gabriel, dari regulasi yang ada, tidak memungkinkan lagi di Batam akan ada lahan untuk lokasi pertanian. ”Untuk itu perlu adanya strategi shitfing dengan  kerjasama G2G bersama Kota/Kabupaten di Kepri untuk penciptaan lahan pertanian, misalkan pembukaan lahan pertanian di Kabupaten Bintan dan kabupaten lainnya yang masih memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Ini salah satu cara untuk landasan ketahanan pangan,” bebernya.

Tak lupa, Gabriel juga mengimbau Dinas Ketahanan Pangan menggerakkan Program Tanaman sayuran di setiap rumah. ”Tujuannya ya untuk dimanfaatkan,menimal tak beli sayur lagi,” ungkapnya

Sementara itu, Timbul Dompak mengatakan, perlunya colaborative governance dalam bidang ketahanan pangan di Kota Batam dimana  harus danya pendekatan yang melibatkan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan akademisi. ”Tujuannya untuk mencapai tujuan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” katanya.

Selain itu Timbul juga mengutarakan pentingnya mengkaji ulang peran dan tupoksi Dinas Ketahanan Pangan agar tidak hanya mengandalkan impor dalam ketersediaan pangan di Kota Batam. ”Kalau hanya impor menjadi tumpang tindih dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” tutupnya.

Usai menggelar diskusi, semua PA GMNI Kota Batam berbuka puasa bersama. (*)

Artikel Gabriel Sianturi: Penciptaan Lahan Pertanian Salah Satu Landasan Ketahanan Pangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkes Budi Prihatin Lihat RSUD Tarempa, Bangunan Sempit Tapi Harus Optimal Berikan Pelayanan ke Pasien

0
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (kanan) berdiskusi dengan dokter bedah, Ningsih di dalam ruangan bedah RSUD Tarempa. f.ihsan

batampos– Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan yang ada di RSUD Tarempa, Kabupaten Anambas, Sabtu, (22/3).

Dalam peninjauan ini, Budi Sadikin ditemani oleh Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Pratikno dan Kepala Staf Presiden AM Putranto.

Di RSUD Tarempa, satu persatu ruangan dilihat langsung oleh Menteri Budi baik ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang bedah dan ruang rawat inap pasien.

BACA JUGA: Cuaca Buruk dan Menkes Datang, Pemkab Anambas Tunda Safari Ramadan di Pulau Jemaja

Tidak hanya itu, Menkes turut berdiskusi langsung dengan masyarakat dan dokter inteship hasil program dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

“Saya prihatin melihatnya, tapi luar biasa ya, bangunannya sempit tapi bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Budi Sadikin.

Menurut Budi sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten, sudah semestinya RSUD Anambas layak dikembangkan di lahan yang baru.

Selain itu, Budi Sadikin juga menyoroti kurang lengkapnya alat medis yang tersedia. Namun demikian, Budi mengaku bersyukur RSUD ini sudah bisa melayani operasi kecil bahkan operasi caesar atau melahirkan.

“Yang saya dengar dari masyarakat tadi, sebelum ada fasilitas bedah, pasien kalau mau operasi minimal di RSUD Palmatak. Bahkan kalau operasi serius dirujuk ke Batam dan Malaysia. Tapi sekarang sudah bisa operasi kecil ya dan caesar juga sudah ada,” terang Budi.

Budi menegaskan kondisi ini tidak akan berlangsung lama sebab pihaknya telah memulai pembangunan RSUD Tarempa di lahan yang baru.

Tidak hanya pembangunan fisiknya saja, Kemenkes juga memberikan perlengkapan alat medis yang bisa digunakan masyarakat.

“Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat daerah terluar. Kami ingin mereka cukup berobat di Anambas saja tidak perlu keluar daerah. Saya targetkan RSUD selesai sebelum Desember,” pungkas Budi Sadikin. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Menkes Budi Prihatin Lihat RSUD Tarempa, Bangunan Sempit Tapi Harus Optimal Berikan Pelayanan ke Pasien pertama kali tampil pada Kepri.