Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 1926

Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

0
Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

batampos – Polemik penutupan aliran sungai di kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Batam, akhirnya menemukan titik terang. Sungai di kawasan tersebut sebelumnya ditimbun secara ilegal, menyebabkan penyempitan aliran dan meningkatkan risiko banjir saat hujan deras.

Dari hasil penelusuran Batam Pos, sejumlah warga mengakui pekerjaan penutupan aliran sungai tersebut dilakukan oleh Anggota DPRD Kepri, Lik Khai. Material timbunan berasal dari sisa pembangunan Baloi Apartment yang tidak jauh dari lokasi.

Warga sekitar tidak mengetahui pasti tujuan dari penimbunan tersebut. Beberapa menduga akan dibangun jalan inspeksi atau dilakukan normalisasi, meskipun selama ini aliran sungai itu tidak pernah bermasalah.

Baca Juga: Pemko Batam Selidiki Dugaan Penimbunan Sungai yang Picu Banjir di Kezia Residence

Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi untuk inspeksi, Selasa (25/3).

Ia memastikan tindakan penutupan sungai tersebut dilakukan tanpa izin dan harus dikembalikan seperti semula.

“Hasil inspeksi kita hari ini menunjukkan ada oknum tertentu yang coba-coba menimbun DAS (Daerah Aliran Sungai) kita,” katanya.

Menurutnya, masalah ini sempat membingungkan warga karena ada pihak yang mengklaim sedang melakukan normalisasi. Namun, setelah ditelusuri, jelas bahwa yang terjadi adalah penimbunan.

“Sekarang sudah jelas. Oknumnya sudah mengakui dan akan dilakukan normalisasi kembali,” kata Li Claudia.

Selain meninjau sungai yang ditimbun, Li Claudia juga melakukan inspeksi ke Baloi Apartment. Ia menemukan bahwa pembangunan di lokasi itu tidak sepenuhnya sesuai dengan Persetujuan Lingkungan (PL).

“Tadi kita sudah peringatkan bosnya untuk membongkar. Saya kasih waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa batas pembangunan harus sesuai dengan PL yang telah ditetapkan BP Batam. “Kalau PL-nya sampai sini, ya sampai sini. Sisanya ini PL kami (BP Batam) dan harus dikembalikan ke kami,” tambahnya.

Saat ditanya siapa oknum yang bertanggung jawab atas penutupan sungai ini, Li Claudia meminta wartawan mengonfirmasi ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA).

“Silakan tanya ke Dinas Bina Marga. Siapa yang mengirim WA, siapa yang mengusulkan normalisasi,” katanya.

Meski persoalan ini sudah mulai menemukan solusi, kasus ini tetap dalam penyelidikan kepolisian. Dia meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, mengaku awalnya mendapatkan informasi dari Satpol PP terkait penyalahgunaan alat berat di lokasi tersebut.

“Saya diinformasikan oleh Satpol PP. Kalau memang ada penyalahgunaan alat berat, maka alat saya tarik,” ujarnya.

Namun, sehari setelah itu, ia menerima telepon dari Kasatpol PP Batam, Imam Tohari, yang memintanya untuk mengizinkan alat berat kembali masuk guna melakukan pembongkaran.

Ketika ditanya tentang keterlibatan Lik Khai, Suhar menyebut ada kemungkinan perintah datang dari anggota DPRD Kepri tersebut.

“Mungkin ada perintah Pak Lik Khai ke operator kami. Karena itu, kami minta dia bertanggung jawab,” katanya.

Ia menjelaskan, timbunan di lokasi tidak seluruhnya berasal dari pekerjaan baru. Sebagian besar material bangunan memang sudah ada di lokasi sebelumnya. “Puing-puing itu sudah ada di sana. Operator saya hanya meratakan,” ujar Suhar.

Meski demikian, Suhar menegaskan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan atas inisiatif Lik Khai sendiri dan tidak ada kaitannya dengan proyek Pemko Batam. “Ini pekerjaan Pak Lik Khai. Pakai uang pribadinya. Tidak ada sangkut paut dengan Pemko,” lanjutnya.

Sementara itu, Lik Khai akhirnya angkat bicara dan mengakuinya. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatannya dan akan mengembalikan kondisi sungai seperti semula. “Saya akan bertanggung jawab,” kata dia singkat. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab pertama kali tampil pada Metropolis.

Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran

0

batampos– Polemik penutupan aliran sungai di kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Batam, akhirnya menemukan titik terang. Sungai di kawasan tersebut sebelumnya ditimbun secara ilegal, menyebabkan penyempitan aliran dan meningkatkan risiko banjir saat hujan deras.

Dari hasil penelusuran Batam Pos, sejumlah warga mengakui pekerjaan penutupan aliran sungai tersebut dilakukan oleh Anggota DPRD Kepri, Lik Khai. Material timbunan berasal dari sisa pembangunan Baloi Apartment yang tidak jauh dari lokasi.

Warga sekitar tidak mengetahui pasti tujuan dari penimbunan tersebut. Beberapa menduga akan dibangun jalan inspeksi atau dilakukan normalisasi, meskipun selama ini aliran sungai itu tidak pernah bermasalah.

BACA JUGA: Proyek Perumahan Timbun Hutan Bakau dan Persempit Alur Sungai di Marina

Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi untuk inspeksi, Selasa (25/3). Ia memastikan tindakan penutupan sungai tersebut dilakukan tanpa izin dan harus dikembalikan seperti semula.

“Hasil inspeksi kita hari ini menunjukkan ada oknum tertentu yang coba-coba menimbun DAS (Daerah Aliran Sungai) kita,” katanya.

Menurutnya, masalah ini sempat membingungkan warga karena ada pihak yang mengklaim sedang melakukan normalisasi. Namun, setelah ditelusuri, jelas bahwa yang terjadi adalah penimbunan.

“Sekarang sudah jelas. Oknumnya sudah mengakui dan akan dilakukan normalisasi kembali,” kata Li Claudia.

Selain meninjau sungai yang ditimbun, Li Claudia juga melakukan inspeksi ke Baloi Apartment. Ia menemukan bahwa pembangunan di lokasi itu tidak sepenuhnya sesuai dengan Persetujuan Lingkungan (PL).

“Tadi kita sudah peringatkan bosnya untuk membongkar. Saya kasih waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa batas pembangunan harus sesuai dengan PL yang telah ditetapkan BP Batam. “Kalau PL-nya sampai sini, ya sampai sini. Sisanya ini PL kami (BP Batam) dan harus dikembalikan ke kami,” tambahnya.

Saat ditanya siapa oknum yang bertanggung jawab atas penutupan sungai ini, Li Claudia meminta wartawan mengonfirmasi ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA).

“Silakan tanya ke Dinas Bina Marga. Siapa yang mengirim WA, siapa yang mengusulkan normalisasi,” katanya.

Meski persoalan ini sudah mulai menemukan solusi, kasus ini tetap dalam penyelidikan kepolisian. Dia meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, mengaku awalnya mendapatkan informasi dari Satpol PP terkait penyalahgunaan alat berat di lokasi tersebut.

“Saya diinformasikan oleh Satpol PP. Kalau memang ada penyalahgunaan alat berat, maka alat saya tarik,” ujarnya.

Namun, sehari setelah itu, ia menerima telepon dari Kasatpol PP Batam, Imam Tohari, yang memintanya untuk mengizinkan alat berat kembali masuk guna melakukan pembongkaran.

Ketika ditanya tentang keterlibatan Lik Khai, Suhar menyebut ada kemungkinan perintah datang dari anggota DPRD Kepri tersebut.

“Mungkin ada perintah Pak Lik Khai ke operator kami. Karena itu, kami minta dia bertanggung jawab,” katanya.

Ia menjelaskan, timbunan di lokasi tidak seluruhnya berasal dari pekerjaan baru. Sebagian besar material bangunan memang sudah ada di lokasi sebelumnya.

“Puing-puing itu sudah ada di sana. Operator saya hanya meratakan,” ujar Suhar.

Meski demikian, Suhar menegaskan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan atas inisiatif Lik Khai sendiri dan tidak ada kaitannya dengan proyek Pemko Batam. “Ini pekerjaan Pak Lik Khai. Pakai uang pribadinya. Tidak ada sangkut paut dengan Pemko,” lanjutnya.

Sementara itu, Lik Khai akhirnya angkat bicara dan mengakuinya. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatannya dan akan mengembalikan kondisi sungai seperti semula.

“Saya akan bertanggung jawab,” kata dia singkat.(*)

Rporter: Arjuna

Artikel Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran pertama kali tampil pada Metropolis.

RSUD Embung Fatimah Gelar Edukasi Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia

0
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji saat mengadakan kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Foto. Humas RSUD Embung Fatimah Batam

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji mengadakan kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia pada Selasa (25/3). Acara ini mengusung tema “Stop Diskriminasi! TBC Dapat Disembuhkan!” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan tuberkulosis (TBC) serta menghilangkan stigma negatif terhadap penderitanya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai bahaya TBC, cara pencegahan, serta pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat dalam proses penyembuhan pasien. Salah satu isu utama yang diangkat adalah masih adanya diskriminasi terhadap penderita TBC. Padahal, setiap individu berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat, tanpa memandang kondisi kesehatannya.

Menurut dr. Antonius Sianturi, Sp.P, FIRS, seorang spesialis paru yang menjadi pembicara dalam acara ini, TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan jika dideteksi dan diobati dengan benar. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting untuk mencegah penyebaran serta resistensi obat. “Pasien yang patuh menjalani pengobatan akan memiliki peluang besar untuk sembuh total,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, dr. Roni Ardian, Sp.P, spesialis paru lainnya, menjelaskan bahwa pengobatan TBC telah tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. “Jika seseorang mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Selain sesi edukasi, acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif dengan peserta, yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, serta tenaga medis. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman lebih dalam mengenai cara pencegahan TBC, seperti pentingnya pola hidup sehat, ventilasi udara yang baik di rumah, serta etika batuk yang benar untuk mengurangi risiko penularan.

RSUD Embung Fatimah Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan bagi pasien TBC. Menurut Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, fasilitas penanganan TBC di rumah sakit ini sudah sangat mumpuni. “Kami memiliki gedung perawatan khusus pasien TBC, menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit TBC resisten obat, serta memiliki fasilitas pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler) untuk menegakkan diagnosis TBC secara akurat,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Embung Fatimah telah menangani banyak kasus TBC, termasuk TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan khusus. Dengan adanya fasilitas yang memadai, pasien dapat menjalani pengobatan dengan lebih nyaman dan efektif. “Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk datang dan mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” kata Ellin.

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama melawan TBC. Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan pengobatan dini, serta tidak lagi memberikan stigma negatif kepada penderita. Lingkungan yang suportif akan membantu pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

RSUD Embung Fatimah berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus ditakuti atau dijauhi, melainkan bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat. Menghapus stigma dan diskriminasi menjadi langkah penting dalam upaya menurunkan angka kasus TBC di Indonesia.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis, keluarga, dan masyarakat luas, Indonesia diharapkan dapat mencapai target eliminasi TBC sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel RSUD Embung Fatimah Gelar Edukasi Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelaku Penggelapan Motor di Batam Ditangkap Polisi Usai Tipu Keluarga

0
Jerry Junetty Lumban Raja pelaku penggelapan.

batampos – Unit Opsnal Reskrim Polsek Seibeduk, Polresta Barelang, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan sepeda motor. Pelaku bernama Jerry Junetty Lumban Raja ditangkap pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 00.30 WIB di kawasan Muka Kuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam.

Plh. Kapolsek Sungaibeduk AKP Buhedi Sinaga menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi LP-B/23/III/RES/2025/SPKT/POLSEK SEI BEDUK/POLRESTA BARELANG/POLDA KEPRI. Laporan ini dibuat oleh korban Febry Julianto Sinaga, yang kehilangan sepeda motornya setelah dipinjam oleh pelaku namun tidak dikembalikan.

Kasus ini bermula pada Jumat (7/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Terminal Pintu III Batamindo, Kelurahan Muka Kuning. Saat itu, korban sedang berada di rumahnya ketika pelaku datang dan meminta untuk meminjam sepeda motor dengan alasan mencari adiknya. Karena masih memiliki hubungan keluarga, korban percaya dan menyerahkan motornya, yakni Honda Beat berwarna merah hitam dengan nomor polisi BP 3061 UI.

Namun, setelah ditunggu-tunggu, pelaku tidak juga mengembalikan motor tersebut. Korban yang merasa dirugikan akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Seibeduk. Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp15 juta.

Setelah menerima laporan, Unit Opsnal Reskrim Polsek Seibeduk melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa pelaku akan bertemu dengan korban di rumah tantenya di daerah Kavling Sagulung Baru pada Jumat (14/3/) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat pertemuan itu, pelaku sempat mengajak korban untuk menunjukkan lokasi tempat motor digadaikan. Namun, setelah berhenti di sebuah warung dekat Indomaret Sei Lekop, pelaku meminta korban menunggu dengan alasan ingin menemui orang yang menerima gadai motor tersebut. Hingga pukul 23.00 WIB, pelaku tidak kembali, sehingga korban kembali ke rumahnya.

Pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 00.15 WIB, korban melihat pelaku berada di dekat rumahnya dan segera memberi tahu pihak kepolisian. Tim Opsnal Reskrim Polsek Seibeduk pun langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku beserta satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polsek Seibeduk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Dalam kasus ini, polisi menyita beberapa barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah, dan uang tunai Rp75.000. Saat ini, kepolisian tengah mempercepat proses pemberkasan untuk selanjutnya diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pelaku Penggelapan Motor di Batam Ditangkap Polisi Usai Tipu Keluarga pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaga Ketertiban Masyarakat, Pemerintah Desa Sebong Pereh Bentuk Tim Ketertiban Desa

0
Kades Sebong Pereh, Bahari. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pemerintah Desa Sebong Pereh telah membentuk tim ketertiban desa untuk menjaga ketertiban masyarakat di desanya.

Kades Sebong Pereh, Bahari mengatakan bahwa tim ini terdiri dari perangkat RT, RW dan pemuda yang berjumlah 52 orang.

Mereka bekerja secara sukarela dalam menangani berbagai masalah yang terjadi di tengah nasyarakat desa diantaranya masalah anak-anak yang balap motor dan anak-anak yang berkumpul lewat jam malam.

BACA JUGA: Terdampar di Perairan Teluk Sebong, Bintan, Pemilik Kapal MT Amber 82 Masih Misterius

Tim ketertiban desa ini bertugas untuk mencegah terjadi pelanggaran dan memastikan masyarakat mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

Misalkan jika ada anak-anak yang balap motor, maka akan ditertibkan.

Demikian juga jika melihat anak-anak berkumpul lewat jam malam, maka akan dibubarkan.

Tim ketertiban desa juga akan melakukan ronda keliling desa untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan ketertiban di masyarkat.

Dengan adanya tim ketertiban desa, dia mengatakan, segala sesuatu masalah yang terjadi baik di tingkat RT dan RW maupun desa akan diselesaikan di tingkat desa.

Selain itu, diharapkan dari tim ini, Desa Sebong Pereh yang memiliki wilayah cukup luas tetap dalam kondisi aman dan tertib. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Jaga Ketertiban Masyarakat, Pemerintah Desa Sebong Pereh Bentuk Tim Ketertiban Desa pertama kali tampil pada Kepri.

Astaka Land Gelar Buka Puasa Bersama, Sembilan Paket Umroh Dibagikan kepada Konsumen dan Relasi

0
Astaka Land saat menggelar buka puasa bersama dengan konsumen, calon pelanggan, mitra bisnis, serta karyawan di depan Masjid Hagia Sophia, Tiban, Sekupang, Senin (24/3). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Emirates Residence, proyek pengembangan berkualitas tinggi terbaru dari Astaka Land, menggelar buka puasa bersama dengan konsumen, calon pelanggan, mitra bisnis, serta karyawan di depan Masjid Hagia Sophia, Tiban, Sekupang, Senin (24/3).

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk anggota DPRD Kepri Zainal Abidin, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Budi Dermawan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Wali Kota Batam Amsakar Achmad diwakili oleh Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Hendri Arulan.

General Manager Astaka Land, Susanto Theodolite, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi dengan para konsumen, karyawan, serta relasi Astaka Land.

“Buka puasa ini setiap tahun kita adakan. Setelah sebelumnya digelar di proyek Emirates Residence, kali ini kita melaksanakannya di depan Masjid Hagia Sophia,” ujar Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, Astaka Land juga mengundi sembilan paket umroh bagi konsumen dan relasi. Lima paket diberikan kepada konsumen, dua paket untuk umum, dan dua lainnya kepada pembeli yang telah melakukan transaksi pembelian lima unit rumah di Astaka Land.

Hendri Arulan, yang mewakili Wali Kota Batam, menyampaikan salam dari Amsakar Achmad yang berhalangan hadir karena agenda Safari Ramadan di Pulau Karas.

“Setiap tahun Pemko Batam melaksanakan Safari Ramadan di 12 kecamatan sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat dan pengurus masjid. Hari ini kami diundang oleh Astaka Land untuk berbuka puasa bersama. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujar Hendri.

Hendri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengembang properti dalam membangun Batam.

“Mari kita bersama-sama mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Kehadiran pengembang seperti Astaka Land turut berkontribusi dalam pembangunan kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Batam turut memberikan apresiasi atas kegiatan ini “Diharapkan dengan kegiatan ini hubungan antara Astaka Land dan para konsumennya semakin erat, serta menjadi momen kebersamaan menjelang Hari Raya Idulfitri, ” ujar Budi.

Emirates Residence yang merupakan proyek pengembangan berkualitas tinggi terbaru Astaka Land. Emirates Residence merupakan perpaduan yang indah dari pengalaman kami dari proyek-proyek yang telah sukses Kami tangani.

Salah satu konsep yg sangat menarik yaitu ‘Rumah Tumbuh’, konsep ini benar-benar membuat konsumen hanya perlu menambah bangunannya jika ingin menambah lantai 2, selanjutnya tiap cluster akan di design berbeda.

Perumahan ikonik ini terletak di area hijau Tiban, kota Batam yang paling berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Emirates Residence memberikan ketenangan dari kebisingan perkotaan tanpa kehilangan kemodernan yang menjadi kebutuhan kita.

Emirates Residence berlokasi di daerah strategis yang berjarak dekat dengan Terminal Feri Domestik dan Internasional Sekupang, berbagai Sekolah Berkualitas, Fasilitas Kesehatan, Restoran, Pusat Perbelanjaan, Area Rekreasi, dan lainnya. Emirates Residence tawarkan harga terjangkau, sehingganya setiap individu dan keluarga bisa menikmati hidup dengan tinggal di perumahan yang berstandar tinggi, dengan harga terjangkau. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Astaka Land Gelar Buka Puasa Bersama, Sembilan Paket Umroh Dibagikan kepada Konsumen dan Relasi pertama kali tampil pada Metropolis.

BCL Bagikan Kisah Haru di Ulang Tahun ke-42

0
BCL di momen ulang tahunnya ke-42. Instagram: itsmebcl

batampos – Bunga Citra Lestari (BCL) membagikan kisah harunya di ulang tahun ke 42, 22 maret kemarin.

Tepat di hari ulang tahunnya, BCL mendapat kejutan spesial dari sang suami, Tiko Aryawardhana, dan juga anaknya, Noah.

Di kaun instagramnya, BCL juga sempat memperlihatkan foto dia berada di tengah tumpukan bunga.

Baca juga: Tips Tidur Nyaman di Pesawat Saat Mudik

Menurut salah seorang juri Indonesian Idol ini usia 42 tahun tidak hanya sekedar angka, namun penuh dengan pembelajaran hidup. “Terima kasih, hidup untuk 42 tahun perjalanan ini. Aku tumbuh. Aku belajar,” ujar BCL.

Pemilik akun Instagram itsmebcl dengan jumlah followers mencapai 23,6 juta menyebut, dirinya pernah mengalami kesedihan yang sangat dalam dan sempat sulit untuk bisa
membalikkan keadaan. Butuh waktu untuk dia kembali bangkit dari keterpurukan.

“Pernah kurasakan luka yang teramat dalam, tapi aku belajar untuk perlahan bangkit kembali. Hingga kini, aku bisa merasakan bahagia lagi, dengan penuh kesadaran, akan naik turunnya hidup yang terus berputar, tak pernah berhenti,” paparnya.

Baca juga: Tips Puasa Tetap Bugar

BCL pun sempat memotret dirinya saat masih kecil dulu. Dia mengatakan, Bunga Citra Lestari kecil dulunya adalah sosok penakut dan bingung. Namun perjalanan dan pengalaman hidup membuatnya berhasil menjadi pribadi pemberani, bahkan
menjadi sosok yang kuat.

“Alhamdulillah, aku 42 sekarang. Semoga Allah SWT memberiku waktu yang panjang untuk terus bersama Noah, untuk menua bersama Tiko, dan merayakan hidup bersama keluarga dan teman-teman, meski dunia terus berubah,” harapnya.

“Terima kasih teman-teman, keluarga, dan kalian semua, atas bunga-bunga, kado-kado, dan tentu saja, doa-doanya. Kalian adalah bagian dari kebahagiaan yang aku syukuri,” imbuhnya. (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel BCL Bagikan Kisah Haru di Ulang Tahun ke-42 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lonjakan Pemudik di H-5 Lebaran, 30 Kapal Layani Rute dari Batam

0
Suasana arus mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – H-5 Lebaran, arus mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang mulai meningkat signifikan. Ribuan penumpang memadati pelabuhan untuk membeli tiket, menunggu keberangkatan, hingga memenuhi ruang tunggu. Guna mengakomodasi lonjakan pemudik, sebanyak 30 kapal telah disiapkan untuk melayani berbagai rute, dengan rute Batam-Dumai, Batam-Selat Panjang, dan Batam-Buton menjadi yang paling diminati tahun ini.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Samosir Parsaoran, menyebutkan bahwa jumlah pemudik terus bertambah setiap harinya.

“Pada Senin (24/3), jumlah penumpang yang meninggalkan Batam mencapai 2.235 orang. Sementara itu, hingga Selasa (25/3) pukul 11.00 WIB, jumlah penumpang yang tercatat sudah mencapai sekitar 2.297 orang dan diprediksi terus bertambah hingga sore,” ujarnya, Selasa (25/3).

Pihak Syahbandar dan pengelola pelabuhan juga terus memantau situasi guna memastikan kelancaran arus mudik. Petugas keamanan dan operator kapal turut meningkatkan pengawasan untuk menghindari kelebihan kapasitas dan memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang ramai. Antrean panjang terlihat di loket pembelian tiket, dengan penumpang membawa berbagai barang bawaan. Area ruang tunggu juga dipenuhi pemudik yang bersiap menaiki kapal menuju kampung halaman masing-masing.

Lonjakan penumpang yang signifikan menyebabkan tiket kapal tujuan Dumai untuk tanggal 28-29 Maret 2025 telah habis terjual. Humas Dumai Line, Asmadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan penambahan armada guna mengakomodasi tingginya permintaan pemudik.

“Saat tanggal 28-29 sudah penuh, ada kemungkinan akan ada tambahan kapal, tapi masih dihitung-hitung dulu,” ujar Asmadi.

Meski tiket tujuan Dumai telah ludes, Asmadi memastikan tiket ke rute lain, seperti Batam-Pekanbaru, masih tersedia. “Khusus tujuan Dumai memang sudah penuh untuk tanggal 28 dan 29, tetapi untuk rute lain, tiket masih ada,” jelasnya.

Asmadi juga mengungkapkan bahwa jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jadwal libur sekolah yang bertepatan dengan momen Lebaran dan perayaan Cap Go Meh.

“Selain libur Lebaran, ada juga libur sekolah serta perayaan Cap Go Meh yang membuat jumlah pemudik tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” katanya.

Dengan tingginya permintaan tiket, Dumai Line masih mengkaji kemungkinan menambah jadwal keberangkatan atau menambah kapal pada tanggal-tanggal tersebut. Keputusan ini akan bergantung pada jumlah permintaan yang terus dipantau hingga beberapa hari ke depan.

“Kami masih menghitung apakah memungkinkan untuk menambah kapal atau menyesuaikan jadwal. Jika permintaan terus meningkat, kemungkinan besar ada tambahan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lonjakan Pemudik di H-5 Lebaran, 30 Kapal Layani Rute dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Pelebaran Jalan Batuaji Terhambat Instalasi Jaringan Kabel dan Pipa

0
Progres pengerjaan jalan di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek lanjutan pelebaran Jalan R Suprapto di Batuaji masih terus berjalan, terutama di sekitar Simpang Puteri Hijau. Proyek peningkatan jalan ini bertujuan untuk memperluas ruas jalan dari dua lajur menjadi lima lajur dengan panjang sekitar dua kilometer. Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama dengan kontrak kerja selama 210 hari kalender.

Meski demikian, proses pelebaran jalan ini mengalami beberapa kendala di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah banyaknya instalasi kabel dan jaringan pipa bawah tanah yang berada di sepanjang lokasi proyek. Hal ini mengakibatkan pengerjaan proyek harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Pelebaran jalan dilakukan dengan membuka ROW (Right of Way) baru, tetapi keberadaan infrastruktur bawah tanah seperti kabel listrik dan pipa air menjadi tantangan tersendiri. Koordinasi dengan pemilik jaringan kabel dan pipa harus dilakukan terlebih dahulu sebelum proses penggalian bisa dilanjutkan.

Saat ini, progres pengerjaan masih terfokus di sekitar Simpang Puteri Hijau. Penggalian ROW jalan untuk pelebaran tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perlu memastikan keamanan kabel dan pipa yang ada. “Iya, banyak kabel dan pipa, jadi memang harus diamankan dulu yang punya,” ujar Edi, salah satu pekerja di lapangan.

Proyek pelebaran jalan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Batuaji dan Sagulung. Selain bertujuan untuk memperbaiki tata kota, pelebaran jalan ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi, terutama di jam sibuk. Dengan peningkatan kapasitas jalan, arus lalu lintas di kawasan ini diharapkan menjadi lebih lancar.

Sejak tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mulai mengerjakan proyek pelebaran jalan secara bertahap hingga ke wilayah Tanjunguncang. Namun, karena keterbatasan anggaran dan teknis pengerjaan, proses pelebaran dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh ruas jalan mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, proyek pelebaran jalan saat ini dimulai dari Simpang Puteri Hijau hingga ke arah Simpang Basecamp. Dengan panjang sekitar dua kilometer, proyek ini akan semakin mengoptimalkan konektivitas jalan yang sebelumnya telah diperlebar dari arah Simpang Basecamp.

Berdasarkan informasi yang tertera di plang proyek, anggaran yang digunakan untuk proyek pelebaran ini mencapai sekitar Rp14 miliar. Dengan target penyelesaian dalam 210 hari kerja, proyek ini diharapkan dapat rampung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sunario, salah seorang warga Sagulung, menyambut baik proyek ini. Ia mengaku sudah lama menantikan pelebaran jalan agar kemacetan dapat berkurang, terutama saat jam sibuk. “Sudah lama kami menantikan proyek pelebaran jalan ini. Semoga semuanya dilebarkan biar lancar arus lalu lintas. Selama ini sudah sering macet,” ungkapnya.

Jika proyek ini selesai, hampir seluruh ruas Jalan R Suprapto akan menjadi lima lajur. Satu-satunya bagian jalan yang masih belum diperlebar adalah ruas dari kawasan SP Plaza hingga Simpang Barelang. Dengan kelanjutan proyek ini, masyarakat berharap infrastruktur jalan di Batam semakin baik dan kemacetan yang selama ini terjadi bisa berkurang secara signifikan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Proyek Pelebaran Jalan Batuaji Terhambat Instalasi Jaringan Kabel dan Pipa pertama kali tampil pada Metropolis.

Waspada, Calo Tiket RoRo Beraksi di Pelabuhan ASDP Tanjunguban

0
Kendaraan hendak masuk ke kapal Roro di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Senin (24/3/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Calo tiket beraksi di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan.

Mereka menawarkan tiket dengan harga yang lebih tinggi kepada calon penumpang KMP Bahtera Nusantara 01 yang akan berlayar dari Tanjunguban ke Matak.

Diduga, calo telah membeli tiket melalui online dengan jumlah besar untuk dijual kembali ke calon penumpang dengan harga yang lebih tinggi.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengungkapkan bahwa laporan kegiatan calo diterima dari warga pada Minggu (23/3/2025) malam.

BACA JUGA: Duet Saibansah-Parna Daftar Bacalon Ketua PWI dan Ketua DK PWI Kepri 

Menurut laporan, calo menjual tiket kapal tujuan Matak seharga Rp 200.000 per orang.

Padahal harga tiket resmi dijual Rp 150.000 per orang.

Petugas telah berhasil menangkap calo tersebut. Namun, saat akan dipertemukan dengan warga, calo itu hilang.

“Kami kejar tapi orangnya sudah kabur,” ujar Sukma.

Menurut Sukma, kemungkinan calo tersebut telah membeli tiket online dalam jumlah besar dengan menggunakan identitas palsu, kemudian menjualnya kembali ke calon penumpang dengan harga yang lebih tinggi.

“Kami periksa tiketnya asli karena barcode bisa discan,” ujar Sukma.

Selain itu, petugas juga menemukan kasus penjualan tiket kapal RoRo melalui aplikasi tiktok dengan harga Rp 500.000.

Dari kejadian ini, Sukma mengingatkan kepada calon penumpang untuk tidak membeli tiket melalui jasa calo.

“Untuk keselamatan, belilah tiket secara resmi, jangan melalui calo,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Waspada, Calo Tiket RoRo Beraksi di Pelabuhan ASDP Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.