
batampos – Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan tajam harga minyak global yang berpotensi menembus US$200 per barel.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan energi internasional.
Seorang pejabat militer Iran menyebut ketidakstabilan keamanan di kawasan Teluk berpotensi mendorong harga minyak melonjak drastis jika situasi terus memburuk.
Ketegangan meningkat setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya memicu serangkaian serangan terhadap kapal serta fasilitas energi di kawasan Teluk.
Kondisi tersebut membuat sejumlah kapal tanker memilih menghindari wilayah tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia.
Sejumlah analis energi menilai bahwa jika konflik terus berlanjut atau jalur pengiriman minyak benar-benar terhenti, harga minyak global dapat melonjak jauh lebih tinggi.
Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan diperkirakan bisa mencapai US$200 per barel.
Lonjakan harga energi tersebut berpotensi memicu inflasi global dan memberikan tekanan besar terhadap perekonomian banyak negara.
Menurut laporan Fox Business, kenaikan harga minyak hingga level tersebut dapat menimbulkan sejumlah dampak besar bagi ekonomi dunia, di antaranya kenaikan harga bahan bakar dan energi di berbagai negara, lonjakan inflasi global, potensi perlambatan ekonomi bahkan resesi di sejumlah negara dan meningkatnya biaya transportasi dan logistik.
Para analis energi juga menyoroti pentingnya jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Jika jalur tersebut terganggu akibat konflik yang berkepanjangan, pasar energi global diperkirakan akan mengalami guncangan besar.
Sejumlah negara dan lembaga energi internasional pun mulai mempertimbangkan langkah darurat untuk menstabilkan pasar, termasuk kemungkinan melepas cadangan minyak strategis.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap pasokan energi dunia jika situasi keamanan di Timur Tengah semakin memburuk. (*)
Artikel Iran Peringatkan Harga Minyak Dunia Bisa Tembus US$200 per Barel pertama kali tampil pada News.









