Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1936

Mahasiswa di Tanjungpinang Ngaku Nyaris Jadi Korban Begal

0
ilustrasi begal / freepik.com

batampos– Seorang mahasiswa di Kota Tanjungpinang, Kepri mengaku nyaris menjadi korban begal di kawasan Dompak. Insiden tersebut, diketahui terjadi pada 13 April lalu, sekitar pukul 22.30.

Kala itu, korban yang diketahui bernama Resma dan satu temannya awalnya hendak nongkrong di kawasan Dompak Tanjungpinang. Saat berhenti di suatu tempat, ia mengaku melihat dua kendaraan yang mencurigakan.

“Saya kira itu orang mau nongkrong juga. Saya curiga, lampu motornya berkedip-kedip, karena takut jadi kita melarikan diri,” kata Resma, Jumat (18/4).

BACA JUGA: Wanita di Tanjunguban Ngaku Dibegal, Ternyata Mengarang Cerita untuk Menguji Kesetiaan Suaminya

Saat pergi dari tempat tersebut, Resma dan rekannya langsung dikejar oleh dua pengendara sepeda motor tersebut. Salah satu pelaku, kata dia juga sempat melempar benda keras ke bahunya.

Untungnya, temannya yang mahir mengendarai motor berhasil menghindari kejaran hingga akhirnya mereka berlindung di rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi.

Sementara menurut warga sekitar, Zuhamidi menuturkan bahwa mereka terkejut melihat korban datang malam-malam dalam keadaan pucat dan ketakutan. “Dia bilang baru kena begal. Kami langsung keliling cari pelaku, tapi nggak ketemu,” sebutnya

Zuhamidi juga menambahkan bahwa kawasan tersebut memang tergolong rawan, terutama di malam hari karena minim patroli dan penerangan. “Jadi lebih baik pilih jalan yang jauh tapi ramai, daripada cepat tapi berisiko. Keselamatan tetap yang utama,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Mahasiswa di Tanjungpinang Ngaku Nyaris Jadi Korban Begal pertama kali tampil pada Kepri.

Kencur Naik Harga, Pedagang dan Pembeli Sama-Sama Geleng Kepala

0
Kencur di pasar Batam bergantung pada pasokan dari Sumut.
f. Yashinta / Batam Pos

batampos – Kencur, si kecil cabi yang biasa nongkrong di dapur, kini jadi bintang utama di pasar tradisional Batam. Tapi bukan karena jadi seleb dadakan—melainkan karena harganya yang naik dua kali lipat! Kalau kencur bisa ngomong, mungkin dia udah bilang, “Aku bukan rempah sembarangan, aku premium sekarang!”

Pantauan Batam Pos, di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga kencur meroket jadi Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Botania Batamcenter, si rimpang harum itu udah “naik kelas” ke Rp 80 ribu per kilogram. Mahal? Ya, dompet sampai nyesek!

Ani, pedagang bumbu dapur di Tos 3000, bilang kalau stok kencur dari Medan masih “liburan panjang”. Akibatnya, harga di pasar pun naik kayak kencur yang disimpan di freezer—tiba-tiba keras dan bikin sakit kepala.

“Biasanya Rp 40 ribu aja udah banyak yang nawar. Sekarang Rp 70 ribu, orang cuma bisa ngelus dada,” ujar Ani, Jumat (18/4), sambil membolak-balik timbangan yang makin lama makin bikin deg-degan.

Batam, ternyata, sangat bergantung pada kencur dari Medan. Jadi kalau pengiriman dari sana telat, ya siap-siap ngerasain “efek kencur langka”: harga melambung, pasokan menipis, dan air mata mengalir (terutama buat tukang jamu).

Sementara itu, rempah-rempah lain seperti jahe, lengkuas, dan kunyit masih kalem, belum ikut-ikutan naik daun. Jahe masih setia di Rp 30 ribu per kilogram, dan lengkuas serta kunyit tetap murah meriah di Rp 15 ribuan. Mungkin mereka tahu diri, takut dimarahin ibu-ibu pasar.

Yang naik cuma kencur. Mungkin dia pengin beda sendiri.

Tapi bukan cuma pedagang yang pusing, konsumen pun ikut garuk-garuk kepala. Sari, warga Batamcenter, terkejut bukan main saat tahu harga kencur udah tembus Rp 80 ribu per kilogram.

“Baru dua minggu lalu beli Rp 50 ribu, sekarang udah kayak harga emas batangan mini!” kata Sari sambil menatap sebungkus kencur dengan tatapan penuh perasaan.

Padahal, kencur bukan cuma buat bumbu dapur. Di musim pancaroba begini, kencur adalah penyelamat tenggorokan—bahan utama jamu andalan emak-emak sejati. Tapi sekarang, bikin jamu pakai kencur jadi semacam investasi jangka pendek.

“Pakai kencur sekarang harus mikir dua kali. Mau sehat, tapi dompet jadi sakit,” tambah Sari dengan ekspresi tragis-komedi.

Kenaikan harga ini juga bikin pengusaha kuliner dan tukang jamu tradisional di Batam ketar-ketir. Beberapa bahkan mulai “diet kencur” dalam resep mereka supaya tetap untung dan nggak perlu ngutang. (*)

Artikel Kencur Naik Harga, Pedagang dan Pembeli Sama-Sama Geleng Kepala pertama kali tampil pada Metropolis.

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam Capai 89 Kasus di Triwulan Pertama 2025

0
Ilustrasi.

batampos  – Meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batam pada triwulan pertama 2025 menjadi perhatian serius. Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam, sebanyak 89 laporan kekerasan tercatat dari Januari hingga Maret 2025, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan. Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 53 laporan.

Dari 89 kasus yang tercatat, 64 di antaranya menimpa anak-anak, sementara 25 lainnya merupakan perempuan. Mayoritas kasus kekerasan yang terjadi adalah kekerasan seksual, yang tentunya memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi korban.

Kepala UPTD PPA Kota Batam, Dedy Suryadi, mengungkapkan bahwa meskipun angka laporan mengalami peningkatan, banyak korban yang melapor karena mereka merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan dukungan. Namun, banyak juga yang baru melapor setelah bertahun-tahun memendam trauma.

“Korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, sering kali merasa bingung dan terisolasi. Butuh waktu dan keberanian yang luar biasa untuk melapor. Kami juga bekerja sama dengan psikolog dan konselor untuk membantu mereka mengatasi trauma yang dialami,” ujar Dedy, Jumat (18/4).

Dedy juga menyebutkan bahwa pendampingan psikologis tidak hanya dibutuhkan oleh korban kekerasan, tetapi juga oleh keluarga mereka. Proses pemulihan psikologis menjadi salah satu kunci untuk memastikan korban bisa kembali menjalani hidup mereka dengan lebih baik.

Menurut Dedy, selain pendidikan tentang hak-hak perlindungan perempuan dan anak, edukasi mengenai pentingnya dukungan sosial juga sangat diperlukan. Banyak korban yang merasa takut untuk melapor karena khawatir akan stigma dari lingkungan sekitar atau bahkan keluarga mereka sendiri.

“Faktor psikologis menjadi tantangan besar. Jika korban tidak mendapatkan pendampingan yang tepat, pemulihan mereka akan terhambat. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar keluarga dan masyarakat lebih memahami pentingnya dukungan terhadap korban kekerasan,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini, UPTD PPA Batam terus memperluas jejaring layanan pengaduan dan pendampingan psikologis, bekerja sama dengan rumah sakit, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta pihak kepolisian. Dedy berharap bahwa dengan adanya jaringan ini, korban akan merasa lebih aman dan didukung, sehingga mereka berani melapor lebih cepat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman fisik, tetapi juga aman secara psikologis bagi korban kekerasan,” tutup Dedy. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Artikel Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam Capai 89 Kasus di Triwulan Pertama 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Tinjul Sayangkan Tindakan Arogan Oknum Ketua Ormas ke Desanya, Ini Alasannya

0
Kondisi konflik Ormas dengan Warga Desa Tinjul terkait sengketa lahan, Rabu (16/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos-Kisruh sengketa lahan yang terjadi di Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga semangkin mencuat. Buntut dari permasalahan ini mengakibatkan keterlibatan Oknum ketua Ormas yang dinilai melakukan tindakan Arogan dan sangat tidak beretika ketika masuk ke wilayah orang lain.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga Desa Tinjul, kehadiran Oknum tersebut dan beberapa orang datang ke desa mereka dengan membawa senjata tajam (Sajam) dan melakukan beberapa tindakan yang provokatif terhadap penduduk Desa.

Tidak hanya itu, Oknum itu juga membawa nama-nama suku atau unsur SARA saat datang ke wilayah orang lain.

BACA JUGA: Kades Tinjul Menjalin Komunikasi Dengan Donatur Terkait Rencana Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Abu Bakar, yang merupakan warga Desa Tinjul saat dikonfirmasi pihak Batampos mengatakan, dirinya sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Ketua Ormas tersebut yang sangat tidak beretika.

“Sebagai seorang yang mengatakan dirinya Ketua Ormas seharusnya tidak bersikap demikian, sangat tidak pantas ketika masuk ke wilayah orang lain dengan melakukan tindakan provokatif dan membawa Isu SARA,” ungkap Abu Bakar, Rabu (16/4).

Abu mengungkapkan, seharusnya kita semua harus mengikuti prosedur hukum yang ada. Tidak boleh melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Apalagi hal ini menyangkut kepentingan bersama.

“Kita ini berada di negara hukum, jadi harus menjunjung tinggi prosedur hukum yang ada. Jika memang ada yang salah tidak perlu harus melakukan tindakan yang provokatif dan bahkan membawa Isu SARA. Apalagi tadi ada dari pihak kepolisian yang hadir untuk melakukan pengamanan, namun bahkan dari kelompok Oknum itu ada yang mendorong Kapolsek Singkep Barat,” ujar Abu Bakar.

IPTU Hendry, Kapolsek Singkep Barat membenarkan terkait dirinya sempat ditolak oleh salah seorang warga saat dirinya mencoba mengamankan pertikaian yang terjadi di Desa Tinjul.

“Ya, memang benar saat kami mencoba meleraikan antar kedua belah pihak yang sedang bertikai, saya sempat didorong oleh salah seorang yang ada disitu,” ungkap IPTU Hendry. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Warga Tinjul Sayangkan Tindakan Arogan Oknum Ketua Ormas ke Desanya, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Kepri.

Kopi Om Hadirkan Konsep “Satu Kopi, Satu Beans”, Bebaskan Konsumen Pilih Cita Rasa

0
Barista Fathia Fitri Salwa menunjukan kebolehannya saat meracik kopi untuk pengunjung tempat ngopi Kopii OM dikawasan Perokoan Dermaga Sukajadi, Jumat (18/4).

batampos – Kabar gembira bagi pencinta kopi di Kota Batam! Sebuah kedai kopi baru bertajuk Kopi Om kini resmi hadir meramaikan kawasan Dermaga Kuliner Batam. Dalam momen soft opening yang digelar pada Jumat (18/4), kedai kopi ini turut menebar kebaikan dengan membagikan 100 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi penanda dimulainya perjalanan Kopi Om yang tak hanya menawarkan racikan kopi berkualitas, tetapi juga semangat berbagi kepada sesama.

CEO sekaligus Barista Kopi Om, Fathia Fitri Salwa, mengatakan bahwa kedai ini meski masih beroperasi dalam skala kecil, hadir dengan konsep unik yang mengutamakan kebebasan konsumen dalam memilih jenis kopi sesuai selera.

“Konsumen bisa memilih sendiri jenis biji kopi yang ingin mereka nikmati. Setiap hari kami sediakan berbagai macam beans terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Satu kopi, satu biji, dan dibuat khusus untuk mereka,” ujar Fathia.

Tak hanya menyasar pencinta kopi, Kopi Om juga menghadirkan pilihan minuman non-kopi seperti mocktail, milkbase, hingga minuman yang cocok untuk anak-anak. “Kami ingin menjadi kedai kopi yang ramah untuk semua kalangan,” tambahnya.

Untuk soal harga, Kopi Om menawarkan berbagai pilihan yang terjangkau, mulai dari Rp 13.000 untuk kopi tubruk, Rp 25.000 untuk manual brew, hingga Rp 28.000 untuk kopi susu.

Kedai ini buka setiap hari, dari Senin hingga Jumat pukul 08.00–22.00 WIB dan akhir pekan hingga pukul 23.00 WIB. Informasi lebih lengkap bisa ditemukan melalui akun Instagram resmi mereka (@kopiom.batam).

Sementara itu, Anto selaku Owner *Kopi Om* menjelaskan bahwa nama kedai ini dipilih sebagai representasi dari suasana santai dan penuh keakraban.

“Kami ingin menjadikan Kopi Om sebagai tempat nongkrong yang nyaman untuk siapa saja. Baik itu komunitas kopi, pencinta diskusi, maupun masyarakat umum yang hanya ingin bersantai. Di sini kita bisa saling berbagi cerita,” ungkap Anto.

Dengan semangat menyuguhkan kopi terbaik serta menciptakan ruang hangat untuk berbagai kalangan, Kopi Om menjadi destinasi baru yang patut dikunjungi para penikmat kopi di Batam. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Kopi Om Hadirkan Konsep “Satu Kopi, Satu Beans”, Bebaskan Konsumen Pilih Cita Rasa pertama kali tampil pada Metropolis.

Fortuner Diganti Palisade, Rp3,6 Miliar untuk 4 Unit

0
Ilustrasi Hyundai Palisade

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,6 miliar dalam APBD tahun 2025 untuk pengadaan empat unit mobil dinas bagi pimpinan DPRD Batam.

Mobil dinas yang direncanakan adalah Hyundai Palisade, salah satu jenis SUV premium dengan harga yang cukup fantastis. Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaludin, mengonfirmasi hal ini dalam keterangannya, pada Rabu (16/4) kemarin.
“Jenis mobilnya Palisade (Hyundai). Kebetulan mobil keluaran terbaru ini sesuai dengan SSH (Standar Satuan Harga) pimpinan DPRD,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini pimpinan DPRD Batam belum pernah difasilitasi kendaraan dinas secara pribadi. Mobil Toyota Fortuner yang digunakan selama ini hanya bersifat operasional.
“Selama lima tahun terakhir kami di DPRD Kota Batam, tidak ada mobil dinas perorangan. Yang ada hanya mobil operasional berupa Fortuner,” kata Kamal.
Menurutnya, pengusulan mobil dinas ini sudah diajukan sejak dua tahun lalu. Namun baru terealisasi tahun ini setelah melalui proses penganggaran di tahun sebelumnya.
“Pengusulan dari dua tahun lalu, tapi penganggaran dilakukan tahun lalu, sebelum ada efisiensi. Karena kan pimpinan DPRD merupakan unsur Forkopimda,” katanya.
Menariknya, meski Batam tengah menjalankan program efisiensi anggaran, pengadaan mobil dinas ini tetap berjalan. Kamal menegaskan, efisiensi tidak menyentuh belanja kendaraan dinas.
“Proses efisiensi tidak terkait mobil dinas. Yang terkena efisiensi itu acara seremonial, konsumsi, hingga perjalanan dinas,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa DPRD Batam adalah satu-satunya unsur Forkopimda di kota ini yang selama ini tidak mendapatkan fasilitas mobil dinas, melainkan hanya mobil operasional.
“Ketua DPRD sebelumnya, Pak Nuryanto, hampir 10 tahun menjabat dua periode juga tidak pakai mobil dinas, hanya mobil operasional,” ujar dia.
Jika pengadaan ini terealisasi, maka mobil Toyota Fortuner yang saat ini digunakan akan dikembalikan ke Sekretariat Daerah Kota Batam. “Mobil yang saat ini akan dikembalikan ke Sekretariat Daerah,” tambah Kamal.
Dari laman resmi Hyundai Batam, harga Hyundai Palisade per April 2025 berkisar antara Rp693 juta hingga Rp943 juta, tergantung tipe dan spesifikasinya. Tipe termurah adalah Palisade Prime 2.2 AT seharga Rp693 juta, sedangkan tipe tertinggi, Signature 2.2 4WD, mencapai Rp943,5 juta.
Dengan anggaran Rp3,6 miliar untuk empat unit mobil, maka setiap mobil memiliki kisaran harga sekitar Rp900 juta. Ini menempatkan pengadaan tersebut pada kelas atas kendaraan dinas pemerintahan.
Pengadaan ini tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Kota Batam dengan kode RUP 55506463 dan paket “Belanja Modal Kendaraan Bermotor Penumpang”. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Sekretariat DPRD Batam dan akan dilakukan melalui metode e-purchasing. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Fortuner Diganti Palisade, Rp3,6 Miliar untuk 4 Unit pertama kali tampil pada Metropolis.

Ditangkap Polisi, Nelayan di Bintan Berdahli Konsumsi Narkoba untuk Semangat Kerja

0
Polisi mengiring pelaku kasus penyalahgunaan narkoba yang diamankan di Pelabuhan Sri Benyatan di Tambelan akhir Maret lalu ke sel tahanan Polres Bintan pada Kamis (17/4/2025) pagi. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Toni Hariyadi, 30, nelayan asal Tambelan diamankan polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Ia berdahli menggunakan narkoba untuk menambah semangat bekerja.

“Iya buat (menambah semangat) kerja,” kata warga Kampung Hilir, Desa Kampung Hilir, Tambelan ini di ruang Satresnarkoba Polres Bintan di Bintan Buyu, Kamis (17/4/2025).

Ia sudah kecanduan narkoba sejak 2002 dan membeli narkoba tersebut dari salah seorang yang baru dikenal di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

BACA JUGA:Operasi Sunyi Sindikat Internasional Selundupkan Narkoba ke Kota Gurindam, Dijadikan Transit dan Lahan Subur Peredaran Narkotika

Bapak dua anak ini sering membeli narkoba seminggu sekali dengan harga sekitar Rp 1 juta lebih untuk dikonsumsi sendiri.

Kasatresnarkoba Polres Bintan, Iptu Davinsi J Sidabutar mengungkapkan bahwa pelaku diamankan di Pelabuhan Sri Bentayan di Tambelan pada Jumat (28/3/2025) siang.

Saat penangkapan, pelaku sempat membuang narkoba jenis sabu ke laut, namun petugas berhasil mengambilnya kembali.

Dari hasil pengeledahan, polisi menyita 4 paket kecil sabu dengan berat total 3,48 gram.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Tambelan, pelaku diserahkan ke Satresnarkoba Polres Bintan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang di Kampung Beting, Kalbar.

Pasintel Kodim 0315/Tanjungpinang, Kapten Inf Herwansyah Putra mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya salah satu penumpang KM Sabuk Nusantara 30 yang membawa narkoba dari Pontianak menuju Tambelan, Bintan.

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Tambelan, tim gabungan berhasil menangkap pelaku di Pelabuhan Sri Bentayan di Tambelan.

“Kita sudah kantongi identitasnya, sehingga tidak rumit menangkapnya,” kata dia. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Ditangkap Polisi, Nelayan di Bintan Berdahli Konsumsi Narkoba untuk Semangat Kerja pertama kali tampil pada Kepri.

Wakil Walikota H. Raja Ariza Hadiri Halal Bihalal PWI Tanjungpinang

0
Wakil Walikota H. Raja Ariza bersama dengan Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani. f : Humas PWI Tanjungpinang

batampos– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, Kamis (17/4/2025). Ratusan tamu undangan hadir dalam acara yang berlangsung di kantor sementara Pokja PWI di Jalan Kampung Bulang.

Salah satu tokoh yang hadir, Wakil Wali Kota Tanjungpinang H. Raja Ariza, menyampaikan pandangannya soal peran strategis wartawan dalam pembangunan daerah, khususnya di Kepulauan Riau (Kepri).

“Wartawan adalah sahabat kita. Tempat bertukar ide dan menyuarakan gagasan untuk negeri,” ujar Ariza yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Tanbros Gandeng PWI Bintan Salurkan Bantuan Beras ke Warga

Ariza mengingat kembali perannya saat ikut mendorong pembentukan Kabupaten Natuna. Menurutnya, isu-isu strategis yang diangkat media kala itu turut mempercepat proses pemekaran wilayah.

“Peran pers sangat penting dalam memperjuangkan isu-isu perbatasan. Tanpa pemberitaan yang kuat, banyak hal mungkin tertunda. Karena itu, jangan jauhi wartawan—jadikan mereka mitra,” ujarnya.

Ketua Poka PWI Tanjungpinang bersama undangan

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kekompakan Pokja PWI Tanjungpinang. Ia menilai pelaksanaan acara yang meriah dan penuh partisipasi mencerminkan soliditas para wartawan di ibu kota Provinsi Kepri itu.

“Baru-baru ini Pokja PWI Tanjungpinang bahkan mampu menggandeng Pangkogabwilhan I Jenderal Kunto Arief Wibowo dalam kegiatan panen raya semangka. Ini bukan hal kecil, tapi bukti kepercayaan institusi terhadap wartawan,” kata Saibansah di depan para hadirin.

Ia menambahkan, PWI Kepri akan terus memperkuat dua program prioritas yakni pendidikan dan kesejahteraan wartawan.

“Kami sudah berkomitmen untuk membawa PWI Kepri menjadi organisasi yang berintegritas, dengan program pendidikan dan kesejahteraan sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu dan rekan media yang hadir.

“Alhamdulillah, ratusan tamu dan relasi PWI hadir hari ini. Ini bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama kami,” kata Suhardi.

Usai kegiatan Halal Bi Halal ini, Pokja PWI Tanjungpinang akan fokus pada pelatihan dan pendidikan kewartawanan. Program pelatihan mencakup penulisan berita, manajemen perusahaan pers, hingga optimalisasi media digital seperti website dan Google AdSense.

“Kami sudah berdiskusi dan siap menjalankan program pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan wartawan hari ini,” ujarnya.

Suhardi berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam acara ini menjadi energi baru untuk membangun PWI dan Tanjungpinang yang lebih hebat. (*)

Artikel Wakil Walikota H. Raja Ariza Hadiri Halal Bihalal PWI Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Target PBB-P2 Rp270 Miliar, Amsakar Dorong Kesadaran Pajak Warga

0
Warga sedang melakukan pembayaran PBB di Mobil Keliling Bapenda Kota Batam di Kawasan KBC Batamkota, Senin (10/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tertib dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Ajakan ini disampaikannya dalam kegiatan Bulan Panutan PBB-P2 Tingkat Kota Batam Tahun 2025 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (17/4).

Menurutnya, pajak memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Karena itu, ia mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan.

“Pajak memiliki arti penting sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah. Maka dari itu, partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak menjadi kunci keberhasilan pembangunan Batam ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan perkembangan positif penerimaan PBB-P2 Batam. Jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan pada tahun ini tercatat sebanyak 323.830, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencatat 163.169 SPPT.

Adapun target penerimaan PBB-P2 untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp270 miliar. Saat ini, nilai ketetapan pajak yang telah dicapai mencapai Rp249,18 miliar.

“Di triwulan pertama, kita sudah mendekati angka Rp100 miliar. Jika tren ini berlanjut, insyaallah target akan terlampaui,” kata Amsakar.

Hal penting lain yang ia sampaikan adalah sinergi dan semangat kolektif dari seluruh pihak terkait agar pencapaian ini dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, capaian yang ada saat ini merupakan hasil dari kerja bersama yang perlu terus dijaga.

“Capaian ini bisa lebih besar jika kita semua bergerak dengan langkah, pola kerja, dan semangat yang sama,” ujar dia.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan sejumlah insentif bagi wajib pajak yang membayar lebih awal. Di triwulan pertama, diberikan potongan 10 persen dari total kewajiban pajak, sementara di triwulan kedua potongan sebesar 5 persen.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperluas metode pembayaran guna memudahkan masyarakat. Selain pembayaran tunai, kini pembayaran PBB-P2 juga bisa dilakukan secara non-tunai, termasuk melalui sistem QRIS.

Amsakar turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemko Batam yang telah bekerja keras, termasuk kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, selaku Ketua TAPD, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan perangkat daerah lainnya.

Ia berharap, sinergi dan kolaborasi yang telah terbentuk dapat melahirkan berbagai lompatan baru dalam kemandirian fiskal Kota Batam. Kemandirian fiskal menjadi indikator penting dalam keberlanjutan pembangunan.

“Kemandirian fiskal Kota Batam cukup baik, terbukti dari kemampuan kita dalam mengelola keuangan daerah. Ke depan, kami akan terus bekerja berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang berlaku. Mari bersama kita wujudkan Batam yang semakin maju dan sejahtera,” kata Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Target PBB-P2 Rp270 Miliar, Amsakar Dorong Kesadaran Pajak Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

TNI-Polri Gelar Halal Bi Halal Bersama Pemkab Anambas, Perkuat Sinergitas Menjaga NKRI

0
Kapolres Anambas, AKP Raden Ricky Pratidiningrat menyalami salah satu prajurit TNI AD disela-sela halal bi halal TNI-Polri bersama Pemkab Anambas. f.ihsan

batampos– Jalin sinergitas dalam menjaga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), TNI-Polri bersama Pemkab Anambas menggelar halal bi halal yang dipusatkan di lapangan Mako Lanal Tarempa, Rabu, (16/4).

Ratusan personil TNI-Polri serta pegawai Pemkab Anambas tampak antusias mengikuti halal bi halal ini. Mereka bersalam-salaman satu sama lainnya.

Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat mengatakan kegiatan apel bersama dan halal bi halal merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan sinergeritas TNI – Polri yang selama ini telah terjalin dengan baik.

BACA JUGA: DPRD Kepri Bakal Teruskan Aspirasi Penolakan UU TNI ke DPR RI

“Sinergitas antara TNI – Polri sangatlah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Anambas. Kita harus terus bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Ricky.

Langkah ini, kata dia dapat mempererat keharmonisan antara TNI-Polri dan pemerintah daerah. Apalagi, sebagai daerah perbatasan sangat rawan terhadap hal-hal yang berpotensi kriminal.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak kita semua untuk sama-sama menjaga situasi di wilayah kita tetap aman dan kondusif,” katanya.

Kedepan, ia juga berencana akan menggelar pertemuan yang melibatkan TNI-Polri, Pemkab Anambas serta perwakilan buruh. Mengingat, tidak lama lagi tepatnya pada 1 Mei akan berlangsung peringatan Hari Buruh atau May Day.

“Pertemuan ini nanti untuk melakukan pendekatan dan mengemas pelaksanaan May Day agar dapat dilaksanakan dengan Humanis melalui kegiatan – kegiatan yang positif,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Anambas dalam hal ini diwakili Asisten I, Akmaruzzaman mengapresiasi langkah yang dibuat oleh TNI-Polri dalam memperkuat sinergitas.

“Baru kali ini digelar, sangat bagus sekali. Karena tanpa adanya peran dari TNI-Polri, Pemkab Anambas tidak bisa apa-apa. Karena mereka (TNI-Polri) yang mengamankan wilayah kita dari ancaman-ancaman yang kita tidak inginkan,” kata Akmaruzzaman.

Turut hadir dalam halal bi halal ini, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Ari Sukmana, Pabung Kodim 0318/Natuna Letkol Inf Ali Siregar, Danlanudal Matak Mayor Laut (T) Mikhael Koda Keraf.

Kemudian dari unsur Pemkab Anambas, Asisten 1 Kabupaten Kepulauan Anambas, Akhmaruzzaman, Kadiskominfo Japrizal dan Kepala Bakesbangpol Herry Fakhrial. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel TNI-Polri Gelar Halal Bi Halal Bersama Pemkab Anambas, Perkuat Sinergitas Menjaga NKRI pertama kali tampil pada Kepri.