Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1988

Leo/Bagas Lolos ke Semifinal Badminton Asia Championships 2025

0
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana ke babak semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025. (Dok: PBSI)

batampos – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, sukses melangkah ke babak semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025 usai membungkam wakil Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, dengan skor meyakinkan 21-16, 21-17 pada laga perempat final di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat (11/4).

Leo/Bagas langsung menunjukkan performa solid sejak awal pertandingan. Di set pertama, mereka tampil dominan dengan pertahanan kokoh dan serangan yang tajam. Meski sempat bermain bertahan, pasangan Indonesia tetap menguasai permainan dan menutup interval dengan keunggulan 11-5.

Selepas jeda, pasangan Taiwan sempat memberi tekanan, namun Leo/Bagas mampu menjaga fokus dan akhirnya mengamankan set pertama 21-16.

Pada set kedua, Leo/Bagas sempat tertinggal 0-3 di awal. Namun, mereka cepat bangkit dan berbalik unggul 4-3. Setelah itu, pasangan yang merupakan runner-up All England 2025 ini mulai mengontrol permainan dan kembali unggul di interval dengan skor 11-8.

Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit, Leo/Bagas tetap tenang dan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 21-17.

Kemenangan ini menjadikan Leo/Bagas sebagai wakil kedua Indonesia yang lolos ke semifinal BAC 2025, menyusul pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang sebelumnya juga melaju ke empat besar.

Penampilan impresif Leo/Bagas tak lepas dari fokus dan strategi yang mereka terapkan sepanjang pertandingan.

“Alhamdulillah bisa melaju ke semifinal. Kami tadi tetap fokus satu poin demi satu poin. Saat bertahan, kami langsung cepat-cepat beralih ke mode menyerang,” ujar Leo usai laga.

Bagas pun menambahkan bahwa pancingan bola dari Leo sangat membantunya untuk mengeksekusi serangan dengan maksimal.

“Pancingan Leo hari ini membuat saya banyak mendapat bola serangan. Smash saya jadi cukup efektif untuk meraih poin,” ungkapnya.

Kepercayaan diri Leo/Bagas memang semakin meningkat usai keberhasilan mereka mencapai final All England 2025. Kini, mereka membawa semangat tinggi untuk melaju lebih jauh di BAC 2025.

Harapan pun mereka sematkan kepada dua pasangan ganda putra Indonesia lainnya, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, agar bisa mengikuti jejak mereka ke semifinal.

“Kalau Fikri/Daniel dan Fajar/Rian bisa menang, itu akan jadi motivasi tambahan buat kami untuk menghadapi semifinal besok,” kata Leo.

Di babak semifinal, Leo/Bagas akan menantang pemenang laga antara ganda Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin melawan wakil tuan rumah China, Chen Bo Yang/Liu Yi.

Siapa pun lawannya nanti, Leo/Bagas sudah siap memberikan yang terbaik demi membuka jalan menuju final dan membawa pulang gelar bergengsi bagi Merah Putih. (*)

Artikel Leo/Bagas Lolos ke Semifinal Badminton Asia Championships 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Proyek Pembangunan Halte Dishub Lingga Dinilai Menyalahi Aturan

0

batampos– Pembangunan Fasilitas Umum Halte sekolah yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga menggunakan APBD Kabupaten Lingga Tahun 2024 yang berlokasi di SMA Negeri 1 Dabo Singkep dan SMP Negeri 1 Dabo Singkep menuai sorotan dari berbagai kalangan. Pasalnya, pembangunan fasilitas umum yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat malah menjadi permasalahan karena bangunan fisiknya memakan bahu jalan dan dinilai dapat mengganggu lalulintas kendaraan yang berukuran sedikit besar dan tinggi.

Pantauan Batampos, di dua titik halte yang sudah siap di bangun, kondisi bangunan persis berada di bibir jalan aspal dan memakan lokasi bahu jalan. Akibatnya, atap halte tersebut berada tepat di pinggir jalan yang jika kendaraan besar seperti Bus Sekolah yang lewat akan terkena dengan atap halte tersebut.

Azerah, salah seorang anggota dari Organisasi LAKI mengatakan pembangunan Fasilitas umum Halte yang berada di SMA Negeri 1 Dabo Singkep dan SMP Negeri 1 Dabo Singkep sudah menyalahi aturan.

BACA JUGA: Warga Tanjungpinang Ditemukan Tak Bernyawa di Halte Bus

“Proyek pembangunan halte yang dilakukan di SMP Negeri 1 Dabo dan SMA Negeri 1 Dabo sudah sangat menyalahi aturan. Hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan pasal 45 ayat (1) undang-undang No. 22 Tahun 2009 tegang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berbunyi : Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya,” ujar Azerah saat dikonfirmasi Batampos, Kamis (10/4).

Selanjutnya Azerah mengatakan, masih berkaitan dengan trotoar, berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, bagi siapa saja yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan akan mendapatkan sanksi.

“Berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan. Pembangunan Halte yang memakan bahu jalan/trotoar ini termasuk salah satu bagian dari gangguan pada perlengkapan jalan dan ini ada sanksi pidananya,” ungkapnya.

Azerah menambahkan, Ada 2 macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki.

“Berdasarkan Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ dan Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ mengtakan orang yang mengganggu fasilitas perlengkapan jalan ini akan dikenakan sanksi pidana dengan kurungan paling lama 1 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 250 juta,” tambahnya.

Selain dinilai menyalahi aturan, proyek pembangunan halte dari Dishub Lingga dengan Pagu Anggaran yang cukup fantastis ini dinilai asal jadi dan membuang-buang Anggaran saja karena fisik bangunan tersebut dikerjakan pada musim penghujan dan waktu penyelesaiannya molor dari tanggal yang sudah ditetapkan dalam plang kerja.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal. F. Vatawari/BATAM POS

Kadishub Lingga Sebut Tidak Menyalahi Aturan
Sementara tu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal membantah terkait dugaan pembangunan halte yang dianggarkan oleh Dishub Lingga yang diduga menyalahi aturan. Ia menyebutkan, pembangunan halte ini sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sehingga tidak ada permasalahan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hingga hari ini belum ada permasalahan Lalulintas yang disebabkan oleh halte tersebut.

“sampai hari ini belum ada masalah dengan lalulintas berdampak dari halte tersebut,kami juga sudah berkomunikasi sebelumnya kepada pihak sekolah untuk posisinya, dan kami mndapat persetujuan tempat/lokasi halte,” ujar Hendry Efrizal, Kamis (10/4).

Hendry mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bina Marga Dinas PUTR Lingga terkait permasalahan untuk titik pembangunan halte tersebut.

“Kemaren kita sudah berkoordinasi dengan pihak PU kabupaten melalui Bina Marga, dan memang sudah digeser sedikit, hal ini juga sudah diketahui oleh pihak Bina marga,” ungkapnya.

Kadishub Lingga juga menyampaikan, pembangunan halte yang memakan bahu jalan ini memang tidak menyalahi aturan karena halte tersebut memang diperlukan dilokasi bahu jalan tersebut.

“Diatas trotoar itu, sebatas memang halte diperlukan disitu. Jadi menurut saya untuk kepentingan anak sekolah untuk dapat dimaklumi,” jelas Hendry.

Namun demikian, membangun fasilitas umum dengan memakan bahu jalan itu tetaplah hal yang menyalahi aturan walaupun dengan alasan apapun. Jika memang lokasi tidak memungkinkan, maka tidak perlu memaksakan untuk membangun halte jika harus melanggar aturan tau perundungan-undangan.

Dengan tetap dibangunnya halte tersebut walaupun memakan bahu jalan, hal ini dinilai sangat tidak bijaksana dan dapat dituntut sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Proyek Pembangunan Halte Dishub Lingga Dinilai Menyalahi Aturan pertama kali tampil pada Kepri.

Korupsi Jual Beli Gas, Kerugian Negara Capai Rp 252 Miliar

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait kerja sama jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energy (IAE).

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait kerja sama jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energy (IAE), pada Jumat (11/4). Kedua tersangka tersebut yakni mantan Direktur Komersial PT PGN, Danny Praditya dan eks Direktur Utama PT Isargas, Iswan Ibrahim.

Penahanan ini dilakukan, setelah KPK melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka itu. Keduanya tampak mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan diborgol.

“Dilakukan Penahanan terhadap tersangka ISW (Iswan Ibrahim) dan tersangka DP (Danny Praditya) di Cabang Rumah Tahanan dari Rumah Tahanan Negara Klas 1 Jakarta Timur selama 20 hari, terhitung mulai 11 April 2025 sampai dengan 30 April 2025,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/4).

Penahanan itu dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 75 orang saksi. Bahkan, KPK juga telah menerima Laporan Hasil (LH) pemeriksaan investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian keuangan negara atas transaksi jual beli gas antara PT PGN dan PT IAE tahun 2017-2021 dengan Nomor: 56/LHP/XXI/10/2024 tanggal 15 Oktober 2024.

Dalam laporan hasil investigatif BPK itu ditemukan kerugian keuangan negara sebesar USD 15 juta setara dengan Rp 252.285.000.000 atau Rp 252,2 miliar.

“Telah dilakukan pemeriksaan ahli dari BPK,” ucap Asep.

Selain itu, penyidik KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa dokumen, alat elektronik, dan uang senilai USD 1 juta. Penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan terhadap delapan lokasi berupa rumah maupun kantor yang terkait dengan perkara ini.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (*)

Artikel Korupsi Jual Beli Gas, Kerugian Negara Capai Rp 252 Miliar pertama kali tampil pada News.

Ribuan Warga Kepri Terlibat Judi Online di Kamboja, BP3MI Minta Waspada Iming-iming Gaji Tinggi

0
Ilustrasi: Sebanyak 90 WNI yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center,  Selasa (27/11).

batampos – Maraknya praktik judi online di Kamboja kembali menjadi sorotan setelah terungkap ribuan warga Kepulauan Riau (Kepri) bekerja sebagai operator dan scammer di negara tersebut. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius, terutama terkait dengan potensi perdagangan orang dan eksploitasi tenaga kerja migran.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Imam Riyadi, mengatakan upaya pemulangan atau deportasi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih berada di Kamboja harus dilakukan melalui prosedur resmi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Kementerian P2MI bersama Kemenlu bisa mengakses atau berkomunikasi dengan KBRI di Kamboja,” ujar Imam, Jumat (11/4).

Imam mengingatkan masyarakat Kepri agar lebih cermat dalam memilih negara tujuan kerja, mengingat Kamboja, Vietnam, dan Myanmar bukanlah negara tujuan resmi penempatan PMI.

Baca Juga: Aksi Bunuh Diri Seorang Ayah di Batuaji, Diduga Karena Masalah Rumah Tangga

Dengan demikian, warga yang bekerja di negara-negara tersebut tergolong ilegal dan sangat rentan menjadi korban eksploitasi.

“Apabila masyarakat ingin bekerja, dilihat dahulu negara tujuannya karena Kamboja, Vietnam, dan Myanmar bukan penempatan PMI. Jadi, jangan tergiur dengan upah yang besar,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, BP3MI Kepri telah menjalankan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang merupakan arahan langsung dari Menteri Ketenagakerjaan. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat desa yang menjadi kantong-kantong migran.

“Beberapa desa di Bintan dan Batam menjadi prioritas pembinaan karena memiliki jumlah warga tertinggi yang bekerja di luar negeri,” katanya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya migrasi yang aman dan prosedural, sekaligus membekali calon pekerja dengan keterampilan dan informasi yang dibutuhkan sebelum bekerja ke luar negeri.

Baca Juga: Diskon Tambah Daya Listrik “Cahaya Ramadan” PLN Batam Segera Berakhir

Lebih lanjut, Imam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menangani kasus perdagangan orang yang terus meningkat.

BP3MI Kepri juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya praktik perekrutan ilegal atau dugaan perdagangan orang.

“Kami berharap semua stakeholder bersinergi, karena ini adalah tugas bersama. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menangani masalah ini,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Ribuan Warga Kepri Terlibat Judi Online di Kamboja, BP3MI Minta Waspada Iming-iming Gaji Tinggi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ganda Campuran Jafar/Felisha Bikin Kejutan, Pastikan Medali Badminton Asia Championships

0
Jafar/Felisha saat di perempat final Badminton Asia Championship 2025. (Dok.PBSI)

batampos – Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menunjukkan kematangan permainan. Kemarin (11/4) mereka menghentikan unggulan ketiga asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (21-15, 21-11) pada babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2025 di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, Tiongkok.

“Puji Tuhan, sangat bersyukur, tidak henti-hentinya karena hasil yang kami dapat mau menang ataupun kalah itu yang terbaik. Kami juga selalu mencoba yang terbaik,” ujar Felisha.

Felisha menyebutkan, penampilannya terus menunjukkan progres. “Bersih, bisa mengontrol pertandingan dan strateginya. Tidak mudah, tapi bukan berarti kami kalah. Kami mau terus maju,” ucapnya.

Jafar menambahkan, lawan merupakan pemain pengalaman dan menempati ranking di top level. “Jadi kami tadi nothing to lose saja. Ada rasa penasaran memang bagaimana melawan mereka. Dan kami tidak lupa untuk mempelajari permainan mereka,” katanya.

Selain itu, dia mengaku hadirnya Dejan Ferdinansyah yang mendampingi tim pelatih juga sangat berpengaruh. “Karena dia (Dejan) sudah pernah bertemu dengan Goh/Lai. Jadi bisa kasih tahu solusi-solusi bagaimana bermainnya,” ucapnya.

Kemenangan di babak perempat final memastikan Jafar/Felisha mendapatkan medali. Dan di babak semifinal, mereka akan menghadapi duo Jepang Hiroli Midorikawa/Natsu Saito. Ini pertamakali bagi dua pasangan saling berhadapan.

“Belum puas pastinya, kalau bisa terus jangan sampai kalah,” timpal Felisha.

Sementara itu, ganda campuran senior Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti. Mereka takluk dari andalan tuan rumah Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (4-21, 15-21).

“Sudah pasti tidak puas, ini pertemuan kelima kami dan kami berharap bisa dapat hasil lebih baik dari pertemuan terakhir di Denmark Open tahun lalu. Saat itu kami bisa ajak rubber game dan kalahnya 19-21 di game ketiga,” ujar Pitha.

Pada game pertama saat takluk dengan skor telak, Pitha mengaku tidak menunjukkan kapasitasnya. “Jauh sekali dari standar,” kata pemain binaan PB Jaya Raya itu. (*)

Artikel Ganda Campuran Jafar/Felisha Bikin Kejutan, Pastikan Medali Badminton Asia Championships pertama kali tampil pada Olahraga.

Hampir 20 Ribu Pendatang Masuk Batam hingga awal April 2025

0
Ilustrasi: Kapal Pelni dari Belawan Medan tiba di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar, Minggu (5/1). Hampir 20 ribu pendatang masuk hingga awal April 2025. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat sebanyak 19.927 jiwa masuk ke Kota Batam hingga awal April 2025. Jumlah tersebut tercatat melalui 12.244 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI), dengan rincian 15.656 perempuan dan 4.271 laki-laki.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Batam, Ashraf Ali mengatakan, jumlah penduduk yang masuk ke Batam masih lebih tinggi dibandingkan dengan yang keluar. Tercatat, penduduk yang keluar dari Batam mencapai 14.249 jiwa melalui 7.381 SKPWNI, dengan rincian 7.129 laki-laki dan 7.120 perempuan.

“Jumlah pendatang yang masuk memang lebih banyak dibanding yang pindah keluar. Sebagian besar pendatang ini berada di usia produktif dan datang ke Batam untuk mencari pekerjaan,” ujar Ashraf, Jumat (11/4).

Baca Juga: Pencari Kerja Masih Rendah Pascalebaran, Disnaker Batam Perketat Layanan untuk KTP Luar Daerah

Menurutnya, perpindahan penduduk ke Batam dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti peluang kerja yang besar, penempatan tugas, mengikuti keluarga, hingga untuk melanjutkan pendidikan. Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan yang berkembang pesat menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga dari Pulau Sumatera dan Jawa.

Ashraf menjelaskan, mayoritas pendatang berasal dari Pulau Sumatera, khususnya dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. Sementara itu, warga yang pindah keluar dari Batam umumnya menuju daerah di luar Pulau Sumatera serta beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Beberapa kecamatan di Batam juga mencatat peningkatan jumlah pendatang. Kecamatan Sekupang menjadi yang tertinggi dengan 3.542 orang, disusul Kecamatan Sagulung sebanyak 3.382 orang, dan Batam Kota sebanyak 3.305 orang.

Di sisi lain, Batam Kota juga mencatat jumlah penduduk terbanyak yang mengurus surat pindah, yakni sebanyak 2.420 orang, disusul Sekupang 2.185 orang, dan Sagulung 2.063 orang.

Baca Juga: Warga Binaan Antusias Ikuti Tes HIV dan Sifilis di Rutan Batam

“Kebanyakan pendatang datang dengan tujuan mencari pekerjaan,” ujarnya.

Ashraf menambahkan, setiap permohonan pindah datang maupun pindah keluar harus melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data dan mencegah terjadinya duplikasi atau penyalahgunaan dokumen.

“Semua berkas harus diverifikasi, mulai dari catatan administrasi hingga pencocokan data. Kami tidak sembarangan mengeluarkan surat keterangan pindah,” tegasnya.

Salah seorang pendatang, Yogi, 23, mengaku baru seminggu berada di Batam dan langsung mengurus surat pindah. Ia datang dari kampung halamannya dengan harapan bisa mendapat pekerjaan di Batam.

“Baru seminggu di Batam, saya langsung urus surat pindah. Mudah-mudahan bisa segera dapat pekerjaan,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Hampir 20 Ribu Pendatang Masuk Batam hingga awal April 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Legislator PDIP Ingatkan Pemerintah Tak Terburu-buru Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Singgung Agenda Terselubung

0
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (dok JawaPos.com)

batampos – Anggota Komisi I DPR RI fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengingatkan Pemerintah untuk meninjau ulang rencana evakuasi warga Gaza, Palestina ke Indonesia. Ia memahami, mendukung kemerdekaan Palestina adalah bagian dari amanat konstitusi bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Namun, Pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang terkait rencana evakuasi warga Gaza korban perang ke Indonesia.

“Tugas sejarah kita adalah mendorong dan mendukung bangsa-bangsa untuk merdeka. Itu jelas disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945. Maka dari itu, dalam konteks kemerdekaan Palestina, Indonesia wajib memberikan dukungan, termasuk bantuan kemanusiaan,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (11/4).

Pria yang akrab disapa Kang TB itu menegaskan, kemerdekaan Palestina adalah hak dasar yang harus diwujudkan, yakni merdeka di tanah air mereka sendiri, bukan di tempat lain.

“Kemerdekaan itu harus didapatkan oleh bangsa Palestina, merdeka di tanahnya sendiri yang menjadi hak mereka. Kita tidak boleh membiarkan mereka terusir,” tuturnya.

Terkait rencana pemerintah untuk mengevakuasi warga Palestina ke Indonesia, Kang TB memberikan apresiasi. Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang.

“Mengevakuasi mereka itu niat baik yang harus diapresiasi. Tapi harus dipertimbangkan secara matang. Apakah mereka yang dievakuasi itu warga Palestina yang sakit, terluka, dan bisa dipulihkan, lalu dengan mudah kembali ke tanah airnya?” ungkap Kang TB.

Anggota Komisi Pertahanan dan Hubungan Internasional DPR itu, menyoroti kemungkinan Israel akan menghalangi warga Palestina yang telah dirawat di Indonesia untuk kembali ke tanah airnya. Menurutnya, hal ini justru bisa berujung pada pelemahan eksistensi warga Palestina di wilayahnya sendiri.

“Kalau mereka tidak bisa kembali, justru ini bisa sejalan dengan upaya penghapusan etnis (genosida) yang dilakukan Israel. Karena tujuan Israel adalah merebut wilayah dan mengusir warga Palestina,” tegas Legislator dari Dapil Jawa Barat IX itu.

TB Hasanuddin pun mempertanyakan, apakah evakuasi besar-besaran ini merupakan kebutuhan mendesak dari warga Palestina, atau justru agenda terselubung pihak luar.

“Apa yang sebenarnya dibutuhkan Palestina? Apakah bantuan medis, logistik, atau evakuasi besar-besaran seperti yang pernah diusulkan Donald Trump? Kalau itu sejalan dengan ide Trump, patut kita waspadai. Karena pasti ada tujuan lain di baliknya,” ucap Kang TB.

Karena itu, TB Hasanuddin juga mengingatkan jika proses evakuasi tidak disertai dengan jaminan pemulangan, maka sebaiknya langkah tersebut ditunda.

“Mengevakuasi ribuan orang ke Indonesia harus dipikirkan dampak, efek, dan mekanisme pemulangannya. Kalau tidak bisa kembali, sebaiknya jangan dilakukan. Biarkan mereka merdeka di negerinya sendiri, dan kita harus mendukung sepenuhnya,” pungkasnya. (*)

Artikel Legislator PDIP Ingatkan Pemerintah Tak Terburu-buru Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Singgung Agenda Terselubung pertama kali tampil pada News.

Motif Sakit Hati, Ketua RT di Perumahan Greenland Ditikam Tetangga

0
Polisi mengamankan A, wanita penikam RT di kediamannya di Perumahan Greenland, Batam Kota, Jumat (11/4) siang. F.Bobby untuk Batam Pos

batampos – Amir, Ketua RT Blok A Perumahan Greenland, Batam Kota ditikam tetangganya, Jumat (11/4) siang. Akibatnya, Amir terluka di bagian tangan dan dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

Dalam kasus ini, polisi langsung menangkap pelakunya berinisial A. Wanita 42 tahun ini ditangkap dengan barang bukti pisau dapur.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolsek Batam Kota.

“Benar. Sudah kita amankan,” ujarnya.

Baca Juga: Sidang Perkara Penjualan Barbuk Narkoba, Saksi Sebut Polisi Minta Bantuan Operasional ke Bandar

Penikaman ini terjadi di area taman fasilitas umum (Fasum) perumahan. Saat itu korban tengah bersama warga lainnya sedang membersihkan area tersebut.

“Pelaku datang menghampiri korban. Membawa pisau dan langsung menikam,” katanya.

Kepada polisi, pelaku mengaku penikaman tersebut bermotif sakit hati. Pelaku memiliki masalah pribadi dengan korban.

“Sakit hati karena masalah pribadi,” tegas Bobby.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Motif Sakit Hati, Ketua RT di Perumahan Greenland Ditikam Tetangga pertama kali tampil pada Metropolis.

Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya dari ASEAN di Babak 8 Besar Piala Asia U-17, Netizen Malah Sindir Malaysia

0
Aksi Indonesia U-17 menghadapi Yaman di Piala Asia 2025. (Dok. Timnas Indonesia)

batampos – Timnas Indonesia U-17 mencatat sejarah manis di Piala Asia U-17 2025. Skuat muda Garuda menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu melaju hingga babak perempat final, di saat tim-tim tetangga lain seperti Thailand dan Vietnam justru berguguran sejak fase grup.

Dalam babak penyisihan, pasukan asuhan Nova Arianto tampil solid dan konsisten. Tiga laga mereka lalui dengan kemenangan mutlak. Tak hanya meraih poin sempurna, Indonesia juga menunjukkan performa dominan dengan torehan tujuh gol dan hanya satu kali kebobolan—itu pun lewat penalti saat menghadapi Yaman.

Keberhasilan ini tidak hanya meloloskan Indonesia ke delapan besar, tetapi juga memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Pencapaian yang sangat membanggakan ini menjadikan Indonesia sebagai negara ASEAN paling bersinar di turnamen, mengungguli para rival regionalnya secara telak.

Nasib berbeda justru menimpa Vietnam. Meski tak kalah dalam tiga laga Grup B, mereka harus puas dengan tiga hasil imbang dan tersingkir tanpa kemenangan. Melawan Jepang, Australia, dan UEA, Vietnam menunjukkan semangat juang tinggi, tetapi gagal mencetak hasil yang cukup untuk lolos.

Thailand bahkan bernasib lebih tragis. Skuat muda Gajah Perang tak mampu meraih satu pun poin. Mereka dibekuk Uzbekistan, Arab Saudi, dan Tiongkok secara beruntun, membuat mereka pulang dengan tangan hampa dan selisih gol yang memprihatinkan.

Ketimpangan prestasi ini semakin menegaskan bahwa Indonesia tengah unggul dalam pembinaan usia muda di kawasan. Dulu kerap diremehkan, kini Garuda Muda justru menjadi pemimpin baru ASEAN dalam sepak bola kelompok umur.

Penampilan individu para pemain juga patut diacungi jempol. Evandra Florasta mencuri perhatian dengan ketajamannya sebagai top skor tim sejauh ini. Di lini belakang, Mathew Baker tampil kokoh bersama kapten Putu Panji, sedangkan Zahaby Gholy menyumbang gol spektakuler yang menjadi sorotan saat laga melawan Yaman.

Hasil ini membuat Netizen Indonesia menyuarakan kebanggannya terhadap performa gemilang Evandra Florasta dan kolega. Hal ini nampak dari komentar-komentar netizen yang ada di unggahan kelolosan ke Piala Dunia oleh akun Instagram Timnas Indonesia.

“Gilaaa… Indonesia bukan cuma lolos, tapi jadi satu-satunya wakil ASEAN di 8 besar! Negara tetangga mah jangan cuma jago komen, ikut turnamennya aja kagak,” tulis @garudabangkit

“Evandra, Gholy, Baker, semua mainnya beneran kelas dunia. Sementara itu… negara sebelah sibuk bahas wasit & netralitas, padahal timnya aja gak kelihatan wujudnya di Piala Asia” kata @nrfz_

“Luar biasa Garuda Muda! Ini baru namanya “bicara lewat performa”, bukan cuma lewat noise di media sosial. Btw, Malaysia mana ya?” komentar @garudasatu.

“Terima kasih Timnas U-17, udah bikin bangga dan gendong ASEAN! Tim lain mah komen rame, tapi daftar peserta Piala Asia U-17 aja kagak ada namanya,” ujar @bolalolalpride.

“Kami gak cuma lolos, tapi nyapu bersih semua laga. ASEAN digendong satu-satu sama Indonesia. Negara sebelah? Gagal daftar tapi koar-koarnya tetap konsisten,” kata @asrafmhmmd.

Dengan peluang untuk bersaing di ajang Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia U-17 punya momen emas untuk memperlihatkan bahwa mereka bukan hanya jago kandang. Sementara itu, negara-negara ASEAN lainnya perlu segera melakukan pembenahan jika tak ingin terus tertinggal dan hanya menjadi penonton. (*)

Artikel Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya dari ASEAN di Babak 8 Besar Piala Asia U-17, Netizen Malah Sindir Malaysia pertama kali tampil pada Olahraga.

Kejari Batam Ingatkan Jaksa dan Pegawai Bekerja dengan Ikhlas dan Amanah

0
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, I Ketut Kasna Dedi memberi pengarahan saat kegiatan rutin yang digelar di Aula Sasana R. Soeprapto, Kejaksaan Negeri Batam, Jumat (11/4). F.Yashinta

batampos – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, I Ketut Kasna Dedi memberi pengarahan kepada seluruh pegawai dan Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) dalam kegiatan rutin yang digelar di Aula Sasana R. Soeprapto, Kejaksaan Negeri Batam, Jumat (11/4). Dalam kesempatan tersebut, Kajari menekankan pentingnya integritas dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas, terutama untuk ikhlas dan amanah.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk bekerja secara ikhlas, amanah, dan berintegritas. Tugas yang kami jalankan adalah amanah negara dan kepercayaan masyarakat, sehingga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kasna Dedi di hadapan para pejabat struktural dan pegawai.

Kegiatan pengarahan ini merupakan bagian dari program rutin yang juga diselaraskan dengan proses monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan tugas seluruh aparatur di lingkungan Kejaksaan Negeri Batam. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara langsung progres kinerja, sekaligus mendengar kendala-kendala yang dihadapi pegawai dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Ini kegiatan rutin, sekaligus melakukan monev atas kinerja pegawai untuk mengetahui kendala-kendal dalam pelaksanaan tugas,” tegas Kasna Dedi.

Baca Juga: Sidang Perkara Penjualan Barbuk Narkoba, Saksi Sebut Polisi Minta Bantuan Operasional ke Bandar

Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan internal dalam rangka mempersiapkan Kejaksaan Negeri Batam menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Kami sedang berproses menuju WBK dan WBBM. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama, menjaga integritas, dan membangun pelayanan yang profesional serta humanis,” katanya.

Dalam arahannya, Kasna Dedi juga mengingatkan agar seluruh unsur di lingkungan Kejari Batam tetap menjaga kekompakan, meningkatkan kinerja, dan terus berinovasi dalam pelayanan hukum kepada masyarakat.

Baca Juga: 3 Toko Indomaret di Tiban Disatroni Maling, Kerugian Puluhan Juta 

Menurutnya, Kejaksaan Negeri Batam mengusung semangat “BISA”, yang merupakan akronim dari Berintegritas, Inovatif, Santun, dan Amanah. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi seluruh pegawai dalam menjalankan amanah sebagai aparat penegak hukum.

“BISA bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kejari Batam mampu memberikan pelayanan hukum yang adil, transparan, dan humanis,” tegasnya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Kejari Batam Ingatkan Jaksa dan Pegawai Bekerja dengan Ikhlas dan Amanah pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound