Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1989

Keributan di Teluk Bakau, 2 Pengeroyok Ditangkap

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap 2 warga Teluk Bakau yang mengeroyok karyawan PT Citra Tritunas Prakarsa. Pelakunya yakni berinisial B dan P.

“Sudah 2 pelaku kita amankan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, Selasa (22/4).

Debby menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku. Pemeriksaan mengarah ke pelaku lainnya.

“Masih dilakukan pemeriksaan. Nanti lengkapnya akan kita informasikan lagi,” katanya.

Diketahui, keributab terjadi antara warga Teluk Bakau, Nongsa dengan karyawan PT Citra Tritunas Prakarsa, Minggu (20/4) siang. Akibatnya, 5 orang karyawan perusahaan tersebut dikeroyok dan mendapat perawatan di RS Soedarsono Darmosoewito.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin membenarkan adanya 5 korban pengeroyokan tersebut. Ia mengatakan sudah menerima laporan dari korban atau pihak perusahaan.

“Ada 5 korban, bahkan satunya mendapatkan perawatan instensif,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan dari pemeriksaan sementara, pengeroyokan tersebut bermotif kekecawaan warga dan sakit hati. Warga menolak ada aktivitas dari pihak perusahaan di kawasan Teluk Bakau.

“Motif sementara, warga marah karena belum diselesaikan. Intinya menolak pindah, dan menghentikan pekerjaan yang ada di lokasi,” kata Zaenal.

Sebelumnya, polemik lahan antara warga Teluk Bakau dengan PT Citra Tritunas Prakarsa diketahui sudah berlangsung beberapa bulan ini. Berbagai upaya mediasi telah dilakukan, namun tak menemui titik terang. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Keributan di Teluk Bakau, 2 Pengeroyok Ditangkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa di Cianjur Diduga Keracunan

0
Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis. (Istimewa).

batampos – Sebanyak 55 siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikabarkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG). Puluhan siswa itu berasal dari dua sekolah, yakni MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan empati akibat insiden tersebut. Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan,” kata Dadan dalam keterangannya, Selasa (22/4).

Ia menegaskan, belum dapat memastikan apakah dugaan keracunan terjadi akibat menu makanan yang dibagikan dari program MBG tersebut. Sebab sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium yang tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut.

“Saat ini sampel MBG yang dimasak hari Senin (21/4/2025) telah dikirimkan ke Lab Kesda Provinsi setempat dan hasilnya akan keluar dalam rentang waktu sepuluh hari ke depan,” ungkap Dadan.

Berdasarkan keterangan dari perwakilan SPPG, lanjut Dadan, makanan yang diolah juga telah memenuhi standar dan telah melewati proses sebagaimana mestinya.

“Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab. keluar,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, BGN akan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG. Serta melakukan proses penyempurnaan sistem berskala nasional dan mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital.

“Meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa di Cianjur Diduga Keracunan pertama kali tampil pada News.

Dibekuk di Nongsa dan Medan, 4 Terdakwa Narkoba Jalani Sidang Perdana

0
Empat terdakwa kasus narkoba menjalai sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (22/4). F.Aziz Maulana/Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam menggelar sidang perdana perkara tindak pidana narkotika dengan terdakwa empat pria asal Aceh, yakni Muhammad, M. Halim, Moslem, dan Iskandar, Selasa (22/4).

Keempatnya didakwa terkait upaya penyelundupan sabu seberat 40 kilogram yang berhasil digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau.

Sidang dengan nomor perkara 259/Pid.Sus/2025/PN Btm tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Johanis Wattimena. Dalam persidangan, keempat terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah membacakan surat dakwaan kepada masing-masing terdakwa. Dalam dakwaan disebutkan, Muhammad ditangkap pada November 2024 di kawasan pantai Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, saat membawa dua tas berisi sabu.

Sementara tiga terdakwa lainnya ditangkap di Medan dan Pelabuhan Internasional Batam Center dalam pengembangan kasus.

“Para terdakwa diduga melakukan tindak pidana mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu dengan berat lebih dari lima gram,” ujar Abdullah dalam persidangan.

Penangkapan keempat terdakwa bermula dari informasi masyarakat yang diterima BNNP Kepri mengenai rencana transaksi narkoba di Pantai Nemo, Nongsa.

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Hanny Hidayat menjelaskan, petugas segera melakukan penyelidikan dan mengamankan seorang pria berinisial MD (Muhammad) yang tengah membawa dua tas berisi 40 bungkus sabu.

“Setiap bungkus dibungkus dalam plastik bermerek Good Day Chinese Pin Wei yang berisi kristal putih, diduga sabu, dengan berat total bruto 40 kilogram,”ujarnya

Dari penangkapan tersebut, dilakukan pengembangan hingga pada Sabtu (30/11) sekitar pukul 18.30 WIB, petugas kembali menangkap tersangka MS di Pelabuhan Internasional Batam Center. MS berperan sebagai pihak yang menyerahkan sabu kepada Muhammad di wilayah Sungai Rengit, Malaysia.

Selanjutnya, petugas melakukan kontrol pengiriman (control delivery) dan berhasil menangkap tersangka ketiga, MH, di kawasan Batu Ampar, Batam. MH diketahui hendak memesan sabu dari Muhammad. Sementara terdakwa keempat, Iskandar, turut ditangkap sebagai bagian dari jaringan yang sama.

“Total ada empat tersangka dan 40 kilogram sabu yang berhasil diamankan dalam operasi ini,” kata Hanny.

Keempat terdakwa telah ditahan sejak November dan Desember 2024. Sidang lanjutan dijadwalkan akan digelar Rabu pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Dibekuk di Nongsa dan Medan, 4 Terdakwa Narkoba Jalani Sidang Perdana pertama kali tampil pada Metropolis.

Diduga Cemburu, Pria 62 Tahun Aniaya Teman Sendiri

0
Petugas Kepolisian menangkap pelaku kasus penganiayaan terhadap teman sendiri di Bintan. F.Kiriman Prasojo untuk Batam Pos.

batampos– Seorang pria berinisial F, 62, diamankan polisi karena tega menganiayai teman sendiri. Kasus ini diduga dilatarbelakangi cemburu.

Peristiwa ini terjadi di rumah kontrakan di Desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang pada Minggu (20/4/2025) malam.

Kasi Humas Polres Bintan AKP Prasojo ketika dikonfirmasi, Selasa (22/4/2025), mengatakan, pelaku telah berhasil ditangkap kurang dari 24 jam.

BACA JUGA: Tak Terima Batuk Didepannya, Pelanggan Aniaya Pelayan Rumah Makan 

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa adanya pelaku penganiayaan terhadap korban berinisial R, 51.

R, adalah teman lama dari pelaku. Mereka berdua pernah satu rumah kos.

Setelah menerima informasi itu, petugas Kepolisian langsung bergerak mencari pelaku.

Pelaku berhasil diamankan, kemudian dibawa ke kantor polisi.

Dari pemeriksaan sementara terungkap bahwa pelaku mendatangi korban yang sedang duduk di teras rumah kontrakan.

Kemudian, pelaku membacok wajah korban dengan benda tajam. Setelah menganiaya korban, pelaku melarikan diri.

Saat itu, korban sempat merintih kesakitan dan meminta tolong ke warga sekitar.

Korban, kemudian dibawa ke puskesmas lalu korban dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) di Tanjungpinang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa pelaku tega menganiaya korban karena cemburu.

Sebab, korban sering mengobrol bahkan mendekati wanita yang ternyata disukai oleh pelaku.

Ia mengatakan, saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Diduga Cemburu, Pria 62 Tahun Aniaya Teman Sendiri pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Jajaki Kerja Sama Baru dengan SECO Swiss Lewat IDSUN Fase 2

0

 

Pertemuan Pemko Batam dengan perwakilan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO). (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima kunjungan dari perwakilan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) di Kantor Wali Kota Batam, Senin (21/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Program INDOBUS serta penjajakan potensi kerja sama baru melalui Program Indonesia Sustainable Urbanization Multi-Donor Trust Fund (IDSUN) Fase 2.

Pertemuan tersebut membahas tiga tema utama sebagai fokus kerja sama antara Batam dan SECO, yakni kesejahteraan masyarakat, peningkatan kapasitas pembiayaan publik, serta pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.

SECO yang selama ini dikenal aktif melalui Program INDOBUS bersama mitra seperti GIZ, mendorong penguatan sistem transportasi massal di kota-kota besar, termasuk Batam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan SECO selama ini. Ia menyampaikan komitmen Pemko Batam dalam membangun infrastruktur berkelanjutan demi menyokong pertumbuhan penduduk dan memperkuat iklim investasi daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan komitmen yang telah dibangun. Apa yang SECO sampaikan mengenai kesejahteraan, pembiayaan publik, dan infrastruktur sangat sejalan dengan arah pembangunan Batam,” kata dia.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Batam yang cukup besar menuntut kehadiran sistem transportasi massal yang efisien. Program seperti INDOBUS dinilai menjadi salah satu solusi strategis yang sangat dibutuhkan oleh kota ini.

Selain kerja sama infrastruktur, Pemko Batam juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan. Ia berharap adanya dukungan SECO melalui program beasiswa, magang, maupun pelatihan teknis yang dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Batam.

“Kami terbuka untuk segala bentuk masukan dan saran dari SECO. Mudah-mudahan, kunjungan ini membawa hasil yang konstruktif bagi peningkatan kemitraan di masa mendatang,” ujar Amsakar.

Dalam kunjungan tersebut, hadir sejumlah pejabat penting dari SECO dan Kedutaan Besar Swiss. Di antaranya, Martin Neussel selaku Programme Manager – Infrastructure Financing, serta Violette Ruppanner yang menjabat Head of Economic Cooperation and Development.

Turut hadir juga Dian Septa Rianti, National Programme Officer dari Kedutaan Besar Swiss di Indonesia. Sementara dari pihak GIZ, hadir Ahmad Zacky Ambadar (Senior Advisor), Nameera Dresanala Moerdaning, dan Maulana Ichsan Gituri (Advisor). Pihak Bank Dunia juga diwakili oleh Griya Rufianne (Urban Specialist) dan Renata Simatupang (Urban Economist). (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Jajaki Kerja Sama Baru dengan SECO Swiss Lewat IDSUN Fase 2 pertama kali tampil pada Metropolis.

Jet Tempur F-16 TNI AU Paksa Pesawat Asing Tak Berizin Mendarat di Halim Perdanakusuma

0
Para prajurit TNI AU melaksanakan latihan dengan skenario force down di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma pada Selasa (224/). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

batampos – TNI AU mengerahkan jet tempur F-16 untuk menghentikan pergerakan pesawat asing jenis angkut berat C-130 Hercules melintas di wilayah udara Indonesia tanpa izin pada Selasa (22/4). Tindakan tegas tersebut dilakukan setelah pesawat asing tersebut menolak panggilan komunikasi dari otoritas Indonesia.

Total ada empat jet tempur F-16 yang dikerahkan oleh TNI AU. Seluruhnya berasal dari Skadron Udara 3. Empat alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu diterbangkan dalam kondisi scramble untuk melakukan intersepsi udara. Sempat terjadi aksi pengejaran dramatis dan manuver-manuver panas sebelum pesawat asing itu dipaksa mendarat di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma.

Peristiwa itu berlangsung dalam Latihan Cakra A Tahun Anggaran 2025. Latihan terpadu sistem pertahanan udara nasional itu dilaksanakan oleh Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Kosek IKN). Pesawat C-130 Hercules yang menjadi musuh dalam latihan tersebut berasal dari Skadron Udara 31. Bersama empat F-16, pesawat itu terlibat dalam latihan dengan skenario force down.

”Latihan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI AU dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan negara di udara. Keberhasilan penanganan pelanggaran wilayah udara tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan secara terpadu dengan berbagai pihak terkait,” Komandan Kosek IKN Marsekal Pertama TNI Abdul Haris kepada awak media.

Abdul Haris menyatakan bahwa latihan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran TNI AU dalam tugas menjaga ruang udara nasional sekaligus memperkuat sinergi antar instansi. Selain itu, latihan tersebut merupakan implementasi konkret dari semangat TNI AU yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis (AMPUH).

Lewat skenario latihan force down di wilayah udara bagian barat Indonesia tersebut, diharapkan tercipta pemahaman yang sama antar instansi terkait dalam prosedur force down pesawat asing. Juga menjadi sarana evaluasi prosedur tetap penanganan pelanggaran wilayah udara secara menyeluruh. Mulai deteksi awal, intersepsi, pendaratan paksa, hingga penanganan lanjutan oleh unsur sipil terkait.

Angkatan Udara menegaskan komitmen untuk menjaga langit Indonesia melalui kerja sama yang solid dengan seluruh komponen bangsa demi memastikan setiap jengkal udara nasional aman dari segala bentuk ancaman dan pelanggaran. Tidak hanya bertujuan menguji kemampuan deteksi, identifikasi, dan intersepsi pesawat asing, TNI AU juga menekankan pentingnya penanganan pasca pendaratan paksa. ”TNI AU berperan sentral dalam mengkoordinasikan seluruh unsur terkait, termasuk 10 Kementerian dan Lembaga yang memiliki kewenangan dalam aspek hukum, keamanan, diplomasi, dan penegakan kedaulatan negara di udara,” ujarnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Jet Tempur F-16 TNI AU Paksa Pesawat Asing Tak Berizin Mendarat di Halim Perdanakusuma pertama kali tampil pada News.

Bocah 13 Tahun Tertangkap Basah Curi Sepeda Motor di Batuaji

0
Ilustrasi Curanmor.

batampos – Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun tertangkap basah saat hendak mencuri sepeda motor milik warga di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam. Peristiwa ini terjadi pada Senin (21/4) malam di area pertokoan tempat pemilik sepeda motor sedang berbelanja.

Aksi nekat bocah tersebut dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan dan beberapa warga sekitar. Saat itu, pelaku tampak panik dan mencoba membuang alat yang digunakannya untuk mencungkil sepeda motor, namun upayanya gagal karena langsung ditangkap oleh warga.

Warga yang geram sempat hendak menghakimi bocah tersebut. Beruntung, sejumlah warga lainnya segera melerai dan mencegah aksi main hakim sendiri yang nyaris terjadi di lokasi kejadian. Pelaku kemudian diamankan agar tidak menjadi sasaran amukan massa.

Setelah situasi kondusif, bocah tersebut langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Ia dibawa ke Polsek Batuaji guna menjalani pemeriksaan atas dugaan percobaan pencurian kendaraan bermotor.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, saat dikonfirmasi pada Selasa (22/4), membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menangani kasus ini, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mencari tahu apakah pelaku terlibat dalam kasus serupa sebelumnya.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Iptu Andi Pakpahan.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan bermotor. Ia menegaskan bahwa mengunci stang saja tidak cukup, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan kunci tambahan seperti gembok, alarm, atau sistem pengaman lainnya.

“Pastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman dan tidak meninggalkan kunci kontak pada motor saat ditinggal. Jangan beri kesempatan kepada pelaku untuk beraksi,” pesan Kombes Pol Zaenal dalam keterangannya beberapa waktu lalu. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bocah 13 Tahun Tertangkap Basah Curi Sepeda Motor di Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Jumlah Pencari Kerja di Batam Capai Ribuan, Lowongan Masih Didominasi Sektor Manufaktur

0
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam masih menunjukkan angka yang cukup tinggi sepanjang awal tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, tercatat sebanyak 1.787 orang mendaftar sebagai pencaker pada Januari 2025. Angka ini melonjak pada Februari menjadi 2.774 orang, sebelum kembali menurun menjadi 1.540 orang pada Maret 2025.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyampaikan bahwa tingginya angka pencaker masih menjadi tantangan, meski pemerintah terus berupaya memfasilitasi penempatan kerja ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Penempatan kerja pada Januari sebanyak 569 orang, kemudian meningkat menjadi 873 orang di Februari, dan 712 orang pada Maret 2025. Kami terus berupaya menjembatani kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan dengan pencari kerja yang tersedia,” kata Rudi, Selasa (22/4).

Rudi menjelaskan bahwa sebagian besar pencaker masih didominasi oleh lulusan SMA/SMK dan diploma. Sementara sektor industri manufaktur masih menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Per Maret 2025, terdapat sebanyak 911 lowongan kerja yang terbuka. Mayoritas berasal dari sektor manufaktur, yang memang hingga saat ini masih menjadi sektor dominan dalam perekonomian Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disnaker Batam juga terus mendorong pencaker untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan, termasuk melalui pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah maupun mitra industri. Hal ini dilakukan agar para pencari kerja dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja yang dinamis.

“Kami juga menyediakan platform informasi lowongan kerja yang bisa diakses secara online, dan secara berkala menggelar kegiatan job fair yang mempertemukan langsung perusahaan dengan para pencari kerja,” tambah Rudi.

Sementara itu, salah seorang pencari kerja, Dinda, 24, mengaku sudah beberapa kali melamar ke sejumlah perusahaan sejak lulus dari salah satu SMK swasta di Batam. Ia berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan tetap.

“Sudah kirim lamaran ke beberapa perusahaan, tapi belum ada panggilan. Kebanyakan minta pengalaman, padahal saya fresh graduate. Mudah-mudahan ada info dari Disnaker bisa dapat pekerjaan,” ujar Dinda saat ditemui di Kantor Disnaker Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jumlah Pencari Kerja di Batam Capai Ribuan, Lowongan Masih Didominasi Sektor Manufaktur pertama kali tampil pada Metropolis.

Sekolah Rakyat Diisi Guru ASN, Kadisdik Batam Soroti Tantangan Regulasi dan Kekurangan Guru

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. F.Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Kebijakan nasional untuk menempatkan guru dan kepala sekolah dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Sekolah Rakyat disoroti Dinas Pendidikan Kota Batam. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Selasa (22/4) menegaskan bahwa penerapan kebijakan ini perlu mempertimbangkan tantangan regulasi dan kondisi kekurangan guru yang masih terjadi di daerah, termasuk di Batam.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengamanatkan agar guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat dipilih dari ASN. Prioritas diberikan kepada guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), disusul guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan guru pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan jika kuota belum terpenuhi.

Dengan skema tersebut, kemungkinan besar akan terjadi pergeseran guru ASN dari sekolah-sekolah eksisting ke Sekolah Rakyat. Artinya, ada potensi kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang sudah ada saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Tri menilai perlu ada pembahasan lintas kementerian dan lembaga terkait. “Ini yang saya sampaikan ke teman-teman wartawan kemarin, perlu kita dudukkan bersama antara Kemendikdasmen, Kemenpan-RB, Pemprov Kepri, dan BPMP,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendala utama saat ini adalah adanya larangan perekrutan tenaga honorer baru sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. “Terbitnya UU 20 Tahun 2023 yang melarang kita merekrut tenaga honorer baru pada akhirnya menjadi salah satu kendala yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak,” katanya.

Tri menyatakan bahwa guru ASN memang menjadi sasaran utama, baik yang berstatus PNS, PPPK penuh, maupun paruh waktu. Namun, persoalannya ada pada regulasi yang membatasi fleksibilitas pemerintah daerah.

“Kalau krannya dibuka, insya Allah akan membantu pemda mengatasi permasalahan kekurangan guru ini,” lanjutnya.

Ia berharap akan ada diskresi atau pengecualian dari pemerintah pusat terhadap ketentuan dalam undang-undang tersebut, mengingat kebutuhan riil di daerah. “Artinya perlu ada diskresi terhadap UU 20 Tahun 2023 ini, apalagi melihat Batam yang notabene masih kekurangan guru,” tegas Tri.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah menyatakan rekrutmen guru dan kepala sekolah untuk Sekolah Rakyat sudah mulai berjalan, bersamaan dengan rekrutmen siswa. Saat ini, sudah ada lebih dari 500 guru yang dinyatakan layak untuk mengikuti seleksi kepala sekolah.

Adapun Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah serius mendukung pembentukan Sekolah Rakyat guna mendorong pendidikan inklusif, terutama bagi masyarakat kurang mampu. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Sekolah Rakyat Diisi Guru ASN, Kadisdik Batam Soroti Tantangan Regulasi dan Kekurangan Guru pertama kali tampil pada Metropolis.

Masuk Batam, Hewan Kurban Wajib Sehat dan Sudah Divaksin

0
Hewan kurban di kawasan Temiang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha yang ingin memasukkan hewan kurban ke Batam wajib memiliki akun di aplikasi lintas.isikhnas.pertanian.go.id. Akun tersebut menjadi syarat utama untuk mengajukan izin pemasukan hewan kurban menjelang Iduladha 1446 Hijriah.

Kepala DKPP Batam, Mardanis, mengatakan bahwa penggunaan aplikasi tersebut merupakan bagian dari sistem pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan secara nasional. Pelaku usaha wajib mendaftar dan memiliki akun agar dapat mengakses dan mengajukan permohonan melalui platform tersebut.

“Pelaku usaha diwajibkan memiliki akun untuk mengakses dan mengajukan permohonan melalui aplikasi itu. Ini sudah menjadi prosedur yang berlaku secara nasional,” jelas Mardanis, Selasa (22/4).

Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Batam wajib dalam kondisi sehat dan sudah divaksin. Hal ini menjadi upaya pemerintah dalam menjamin keamanan pangan dari sisi kesehatan hewan.

“Hewan kurban yang masuk ke Batam wajib vaksin dan dinyatakan sehat. Ini sudah menjadi ketentuan,” tegasnya.

Setelah tiba di Batam, hewan-hewan tersebut juga akan kembali diperiksa oleh petugas DKPP, terutama untuk mendeteksi penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK). “Pemeriksaan ini penting agar hewan kurban yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” kata Mardanis.

Adapun syarat wajib dalam pengajuan izin termasuk bukti vaksin PMK dosis kedua, hasil uji laboratorium PMK, uji LSD (Lumpy Skin Disease), uji brucellosis, uji anthrax, serta uji Jembrana untuk sapi Bali.

Berdasarkan data sementara, jumlah sapi yang ada di Batam saat ini mencapai 2.490 ekor. Sementara untuk jumlah kambing sebanyak 3.596 ekor. Sedangkan untuk kebutuhan sapi Jelang Idul Adha ini sebanyak 3.500 sampai 4.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing.

Salah satu pedagang sapi di Batam, Rahmad, mengaku sudah memiliki akun di aplikasi ISIKHNAS. Menurutnya, penggunaan sistem daring ini memang lebih memudahkan, meski di awal perlu penyesuaian.

“Saya sudah punya akun ini. Memang awalnya bingung, tapi sekarang lebih mudah karena semua dokumen bisa dipantau langsung lewat aplikasi,” ujarnya.

Rahmad juga menyambut baik pemeriksaan berlapis dari DKPP untuk memastikan hewan kurban yang dijual sehat. “Kalau hewannya sehat, pembeli juga lebih percaya. Ini baik buat pedagang seperti kami,” tambahnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Masuk Batam, Hewan Kurban Wajib Sehat dan Sudah Divaksin pertama kali tampil pada Metropolis.