Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1993

Ekspor Kepri di Tengah Guncangan Tarif Global: Jangan Jadi Penonton!

0
Yassed Satria

PERNAHKAH kita membayangkan bahwa keputusan yang diambil ribuan kilometer jauhnya di Washington, DC, bisa berdampak langsung pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)?

Mulai dari harga bahan baku industri, kelangsungan usaha di kawasan Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas), hingga kesejahteraan para pekerja, semuanya bisa berubah drastis hanya karena satu kebijakan: tarif resiprokal yang baru-baru ini kembali diberlakukan secara agresif oleh Amerika Serikat.

Bagi Kepri yang hidup dari denyut nadi ekspor, kebijakan ini bukan sekedar headline luar negeri, tapi soal keberlangsungan sektor industri kita.

Baca juga: Jangan Biarkan Pelabuhan Baru Jadi Jalur Baru Perdagangan Orang

Linimasa Babak Baru Perang Tarif Amerika

Sebenarnya cerita soal perang tarif ini bukan baru kemarin sore. Sejak Juli 2018, dunia sudah dibuat deg-degan oleh ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia: Amerika Serikat dan China.
Waktu itu, di masa jabatan pertamanya, Presiden Donald Trump mulai menaikkan tarif untuk produk-produk dari China dan dibalas oleh China dengan kebijakan serupa. Konflik sempat mereda pada Januari 2020, ketika kedua negara menandatangani “Fase Satu” kesepakatan perdagangan, yang menandai upaya awal deeskalasi ketegangan.

Namun bukannya selesai, kondisi malah makin panas setelah Trump kembali duduk di kursi presiden pada 2024.

Pada 2 April 2025, dalam sebuah pidato di Rose Garden Gedung Putih yang Trump sebut sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), Ia mengumumkan penetapan struktur tarif dua tingkat yaitu tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor dari negara-negara mitra dagang, dan tarif tambahan yang lebih tinggi untuk sekitar 60 negara yang dianggap menerapkan praktik perdagangan tidak adil terhadap Amerika Serikat. Indonesia termasuk salah satu diantaranya.

Namun, pada 9 April 2025, Trump mengumumkan penangguhan selama 90 hari terhadap tarif resiprokal untuk sebagian besar negara mitra dagang, kecuali China.

Penangguhan ini bertujuan untuk memberikan waktu negosiasi bilateral dengan negara-negara yang telah menyatakan minat untuk berdialog mengenai kebijakan perdagangan tersebut.

Bagi China, tidak hanya dikecualikan dari penangguhan pemberlakuan tarif, namun malah dinaikkan menjadi 145% pada tanggal 10 April 2025.

Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan sebesar 125% terhadap barang-barang asal Amerika dan mengambil langkah-langkah tambahan seperti melarang impor pesawat Boeing serta memasukkan sejumlah perusahaan AS ke dalam daftar kontrol ekspor.

Langkah ini membuat Trump semakin “terbakar api”, hingga puncaknya pada 15 April 2025, Trump mengenakan tarif hingga 245% terhadap produk-produk dari China sebagaimana tertuang dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih.

Banyak pengamat menyebut kondisi ini sebagai babak baru perang dagang AS-China, meski bukan merupakan cerita baru.

Baca juga: Semakin Mengkhawatirkan, Sepanjang 2024 Ada 446.359 Pasangan Bercerai di Indonesia

Bagaimana Nasib Kepri?

Di tengah pusaran perang tarif itu, ekspor Kepri jelas berpotensi ikut terguncang.

Hal ini tentu perlu diwaspadai mengingat perekonomian Kepri utamanya ditopang oleh industri pengolahan, termasuk industri berorientasi ekspor.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Amerika Serikat adalah tujuan ekspor terbesar terutama untuk barang-barang nonmigas. Bahkan, tren menunjukkan Kepri selalu mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, artinya ekspor jauh lebih tinggi dibangdingkan impor.
Sepanjang Januari hingga Desember 2024, nilai ekspor nonmigas Kepri ke AS tembus US$4,602.38 juta. Angka ini setara dengan 25,21% dari total ekspor nonmigas.

Pada awal 2025, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Februari 2025 mencapai US$669,15 juta dengan peranannya sekitar 19,41%.

Kalau ditelisik lebih dalam, komoditas HS85 atau komoditas mesin dan peralatan listrik, khususnya produk elektronik, adalah andalan ekspor Kepri ke Amerika Serikat. Hal ini adalah sebuah cerminan dari betapa kuatnya sektor industri dan manufaktur di Kepri.

Pada Januari 2022 – Februari 2025, nilai ekspor elektronik Kepri ke Amerika Serikat tercatat USD9,36 miliar dengan produk 10 produk utama yakni alat/mesin pembersih debu untuk circuit board, cable modem and modem cards, sel fotovoltaik sebagai bahan baku panel surya, aparatus untuk carrier-current line systems, mesin kopi, switchboard & control panel, kabel penghantar, Uninterruptible Power Supply (UPS) atau suplai daya tak terputus, inverter, betery charger, perangkat komponen telepon.

Di sisi lain, nilai ekspor semikonduktor ke AS sebesar USD11,60 juta atau dengan pangsa 0,12% dari total ekspor elektronik Sumatera. Bisnis proses ekspor ke Amerika Serikat saat ini berlaku pengiriman langsung produk dari Batam ke negara tujuan Amerika Serikat dengan order yang berasal dari Hongkong (34,84%), Taiwan (16,12%), AS (15,78%), dan Singapura (9,87%).

Tapi ya, sekuat-kuatnya industri, kalau kondisi global sedang gonjang-ganjing, tetap saja membuat was-was. Apa yang terjadi di luar negeri bisa saja membuat pusing pelaku industri di Kepri. Jadi, ketika negara tujuan ekspor seperti Amerika mulai pasang kuda-kuda dengan kebijakan dagang yang lebih ketat, kita juga harus siap-siap atur strategi.

Kalau dipikir-pikir, kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat bak efek domino global. Begitu satu negara dikenai tarif tinggi, maka negara tersebut akan mencari jalur dan pasar alternatif untuk menyalurkan produknya.

Dan Indonesia, khususnya Provinsi Kepri, bisa jadi salah satu tujuan pelarian utama. Kenapa? Karena Kepri ini strategis, dekat dengan jalur pelayaran internasional, punya kawasan FTZ seperti Batam, Bintan, dan Karimun, plus sistem logistik yang terus berkembang.

Nah, inilah yang harus diwaspadai, banjirnya barang impor dari negara-negara yang dikenai tarif tinggi oleh Amerika Serikat. Terutama dari negara-negara Asia seperti China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Kalau sebelumnya mereka fokus mengirimkan barang ke pasar Amerika, sekarang bisa jadi dialihkan ke Asia Tenggara. Dan Kepri, sebagai pintu gerbang laut dan kawasan industri, jadi sangat rawan sebagai “tempat parkir” produk-produk melimpah itu.

Apa bahayanya? Jika kita tidak hati-hati, industri lokal bisa saja kelabakan. Produk dari luar, apalagi jika harganya lebih murah, bisa memukul produsen dalam negeri. Industri kecil menengah (IKM) bisa kehilangan pasar.

Bahkan investor dalam negeri pun bisa ragu-ragu untuk bertahan kalau persaingan menjadi tidak sehat. Jangan sampai Kepri jadi tempat transit atau dumping barang-barang sisa dari pasar ekspor dunia.

Kesimpulan sementara, dua potensi dampak adanya tarif resiprokal sudah berhasil teridentifikasi: naiknya beban biaya ekspor serta potensi kebanjiran produk alihan negara lain yang terdampak tarif resiprokal.

Baca juga: Ketidakpastian Harga dan Keterbatasan Pasokan Gas: Ancaman Nyata Bagi Industri Kepri

Inovasi Produk dan Diversifikasi Pasar Ekspor Sebuah Keharusan

Merespon kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, Pemerintah RI memilih jalur negosiasi. Presiden telah menugaskan utusan khusus untuk melakukan negosiasi tarif ke Negeri Paman Sam.

Respon lain, pemerintah pun mulai mengatur langkah dengan menerapkan tarif impor hingga 200% untuk produk asal China. Ini bukan semata-mata ikut-ikutan perang tarif, tapi bentuk proteksi demi menjaga industri lokal agar tidak kebanjiran barang murah dari luar. Suatu langkah yang perlu diapresiasi.

Untuk konteks Kepri, pemerintah daerah juga perlu ambil langkah antisipatif. Misalnya dengan memperketat pengawasan barang masuk di kawasan FTZ, memperkuat regulasi bea masuk untuk barang-barang tertentu yang bisa mengancam industri lokal, dan memperkuat sistem karantina dan standar mutu.
Intinya, Kepri harus tetap terbuka untuk perdagangan global, tapi juga harus pintar menjaga agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat “buangan” produk asing.

Selain itu, ini juga menjadi moment yang tepat untuk memperkuat daya saing produk lokal Kepri. Agar tidak kalah saing dengan produk luar, pelaku industri di Kepri wajib terus meningkatkan kualitas produk.

Inovasi, efisiensi produksi, dan pemenuhan standar internasional wajib hukumnya jika ingin tetap eksis. Pemerintah dapat berperan melalui regulasi yang menguntungkan pelaku industri, memberikan insentif usaha, dan akses pasar yang lebih luas. Bukan hal tidak mungkin, jika semua kompak, tidak hanya bisa sekedar bertahan, tapi justru bisa tumbuh di tengah badai perdagangan ini.

Selain inovasi, diversifikasi pasar juga satu keharusan. Jangan hanya bergantung pada satu-dua negara tujuan ekspor. Negara-negara di Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika bisa jadi peluang baru yang menjanjikan.

Sehingga tingkat ketergantungan Kepri menjadi lebih rendah serta tidak rentan apabila terjadi goncangan di sektor perdagangan seperti saat ini.

Pada akhirnya, kita menarik suatu kesimpulan. Sekarang ini, dunia sedang memasuki babak baru dalam perdagangan internasional.

Proteksionisme mulai naik daun lagi, dan kompetisi antarnegara semakin sengit. Tapi Kepri jangan hanya jadi penonton. Dengan letak geografis yang strategis, infrastruktur industri yang mumpuni, dan pengalaman panjang sebagai pemain global, Kepri punya semua modal untuk tetap berdiri tegak. Kuncinya cuma satu: siap bertransformasi dan sigap membaca arah angin. (*)

Oleh: Yassed Satria
Ekonom Tim Perumusan KEKDA
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri

Artikel Ekspor Kepri di Tengah Guncangan Tarif Global: Jangan Jadi Penonton! pertama kali tampil pada News.

Kepri Siap Optimalkan PAD dari STS, Wagub Nyanyang Dorong Realisasi Kegiatan STS di Selat Riau

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit.

Pertemuan ini berlangsung di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (23/4). Pertemuan juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri, dan Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Nyanyang ingin kesiapan seluruh pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan StS, terlebih di tengah ketegangan global yang berdampak pada sektor tarif perdagangan. “Perang tarif Amerika tentu memberi pengaruh. Maka dari itu, kami ingin Kepri siap dan bisa mengambil peluang dari kondisi ini,” ujar Nyanyang.

Ia menjelaskan bahwa dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini sudah tersedia, yakni melalui Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2024 tentang retribusi tarif dan kegiatan Badan Usaha Pelabuhan. Menurutnya, Perda ini menjadi pijakan utama agar aktivitas STS bisa segera dijalankan secara legal dan terstruktur.

Dia berharap BUP Kepri dapat merealisasikan kegiatan tersebut sesuai regulasi yang telah ditetapkan. “Mudah-mudahan dari BUP bisa mengadakan kegiatan ini sesuai dengan Perda yang sudah ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pelaksanaan STS tinggal menunggu sinkronisasi akhir dengan berbagai stakeholder, termasuk instansi yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority). Koordinasi antar lembaga menjadi faktor utama yang saat ini tengah difokuskan.

Mengenai hambatan, ia menyebut saat ini tantangan utamanya adalah komunikasi dan koordinasi lintas lembaga. “Minggu depan kami akan bertemu dengan stakeholder, termasuk Kejati, untuk membahas permasalahan tarif dan lainnya,” lanjutnya.

Ia juga memberikan penjelasan terkait istilah dalam dunia pelabuhan, seperti labuh dan tambat. Menurutnya, kegiatan labuh tambat memiliki payung hukum yang jelas sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014, di mana wilayah 12 mil laut dari daratan menjadi kewenangan provinsi.

Dengan demikian, kegiatan STS yang direncanakan di perairan Kepri masuk dalam ranah kewenangan pemerintah provinsi, dan bisa dijalankan tanpa harus menunggu keputusan pusat.

Untuk itu, Nyanyang optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BUP dan Kementerian Perhubungan agar kegiatan STS dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian daerah.

“Potensinya sangat luar biasa. Jika PAD bisa ditambah dengan stimulus dari kegiatan ini, maka efeknya akan signifikan,” ujar dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kepri Siap Optimalkan PAD dari STS, Wagub Nyanyang Dorong Realisasi Kegiatan STS di Selat Riau pertama kali tampil pada Kepri.

Selesai Dibangun, Warga Nantikan Beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut

0
Puskesmas Sungai Pelenggut yang sudah selesai dibangun. Warga nantikan operasionalnya. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Masyarakat Kelurahan Sungai Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menantikan dengan penuh harap beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut. Gedung puskesmas tersebut telah rampung dibangun, namun hingga kini belum difungsikan karena masih dalam proses pengadaan alat kesehatan (alkes) dan perlengkapan penunjang lainnya.

Selama ini, warga setempat harus menempuh perjalanan ke puskesmas di kelurahan lain seperti Puskesmas Sei Langkai dan Sei Lekop. Dua fasilitas tersebut menjadi satu-satunya puskesmas yang aktif di Sagulung, dan kerap dipadati pasien karena harus melayani seluruh warga kecamatan yang merupakan wilayah terpadat di Batam.

“Kalau anak saya demam malam-malam, saya harus bawa ke puskesmas di Sei Lekop. Kadang nunggu antreannya bisa berjam-jam,” keluh Irma, warga RW 04 Kelurahan Sungai Pelenggut.

Ia mengaku lega saat mendengar puskesmas baru dibangun di wilayahnya, namun merasa kecewa karena belum juga dibuka. Senada dengan Irma, warga lainnya, Budi (37), mengaku sangat menantikan puskesmas tersebut beroperasi. Ia mengatakan keberadaan puskesmas baru sangat penting, apalagi untuk masyarakat kecil yang membutuhkan layanan kesehatan cepat dan terjangkau. “Kami cuma ingin bisa berobat dekat rumah, tidak perlu antre panjang atau jauh-jauh,” katanya.

Warga lainnya, Nani (52), berharap pemerintah dapat mempercepat pengadaan alat kesehatan agar puskesmas bisa segera melayani masyarakat. “Sekarang gedungnya sudah bagus, tinggal isinya. Sayang kalau terlalu lama kosong, padahal masyarakat sudah sangat butuh,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmajardi, menyatakan bahwa operasional puskesmas baru itu ditargetkan awal tahun depan. “Karena sisa waktu di tahun ini kita gunakan untuk pengadaan alkes. Untuk gedung sudah selesai dibangun,” ujarnya, belum lama ini.

Didi menambahkan bahwa pengadaan alat kesehatan memerlukan proses administrasi yang cukup panjang, termasuk penganggaran, pengadaan, dan distribusi ke lokasi. Ia memastikan proses tersebut sudah berjalan dan akan dituntaskan secepatnya agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan satu unit puskesmas baru lagi di Kelurahan Tembesi. “Idealnya memang satu kelurahan satu puskesmas, karena jumlah penduduk Sagulung sangat padat. Lahannya di Tembesi sudah tersedia, tinggal menunggu persetujuan,” jelasnya.

Dengan beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut nanti, beban pelayanan di dua puskesmas yang sudah ada di Sagulung diharapkan dapat berkurang, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan merata. Warga kini hanya bisa berharap proses pengadaan berjalan lancar dan puskesmas segera difungsikan. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Selesai Dibangun, Warga Nantikan Beroperasinya Puskesmas Sungai Pelenggut pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban TPPO Asal Batam Terlantar di Kamboja, Pemprov Kepri Turun Tangan

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali mencuat di Kota Batam. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, telah menerima laporan dari masyarakat mengenai beberapa korban TPPO asal kawasan Bida Ayu, Kecamatan Seibeduk.

Katanya, para pelapor datang langsung untuk menyampaikan keluhannya. Salah satu korban dilaporkan telah berada di Kamboja selama tujuh bulan tanpa dapat berkomunikasi secara lancar dengan keluarganya di Batam.

“Dia sudah tujuh bulan di Kamboja, tapi tidak bisa berinteraksi dengan keluarganya. Komunikasi hanya bisa lewat Instagram, telepon tidak bisa, makanya keluarganya khawatir dan meminta bantuan ke kami, ke Kapolda, bahkan sampai ke Kementerian Luar Negeri,” kata Nyanyang, Rabu (23/4).

Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan segera mendiskusikan kasus ini bersama dinas terkait dan berkoordinasi dengan Polda Kepri guna menelusuri jaringan sindikat yang diduga terlibat.

Pemerintah pun bakal menyurati pihak-pihak terkait untuk memastikan jumlah warga Batam yang menjadi korban dalam sindikat TPPO. Penelusuran ini dia anggap penting untuk memberikan perlindungan dan pemulangan korban.

Disampaikan Nyanyang, modus perekrutan itu kerap terjadi melalui platform media sosial. “Biasanya mereka dijanjikan pekerjaan bergaji besar, tapi begitu sampai di luar negeri, malah tidak sesuai harapan. Ini yang harus kita waspadai bersama,” tambahnya.

Pemprov Kepri juga akan menyurati pihak Imigrasi untuk menelusuri alur keberangkatan para korban, terutama mereka yang berangkat tanpa melalui prosedur resmi.

Keberangkatan tenaga kerja secara resmi lebih mudah ditelusuri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menambahkan, koordinasi awal akan dilakukan antara dinas terkait dan Kapolda Kepri untuk segera melaporkan serta menindaklanjuti temuan ini secara hukum dan administratif.

“Besok kemungkinan dari dinas terkait akan langsung berkoordinasi dengan Kapolda untuk pelaporan awal,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan para pencari kerja, khususnya anak muda, agar mempertimbangkan bekerja di dalam negeri yang lebih dekat dengan keluarga. Apabila ingin bekerja ke luar negeri, pastikan semua proses dilakukan melalui jalur resmi dan agen yang memiliki izin.

“Jangan tergoda iming-iming gaji besar yang tidak jelas. Kalau sudah di luar negeri, susah untuk berkomunikasi dan koordinasi. Ini harus jadi pelajaran bersama,” kata Nyanyang. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Korban TPPO Asal Batam Terlantar di Kamboja, Pemprov Kepri Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Terapi Es Batu Bisa Samarkan Pori-Pori Kulit

0
Ilustrasi mengompres jerawat dengan es batu (Freepik)

batampos – Es batu ternyata bisa berguna untuk kulit. Menggosokkan es atau mengompres es batu pada kulit memberikan banyak manfaat.

Mengompreskan es batu pada kulit awalnya terinspirasi oleh pengobatan rumahan. Kompres dingin sudah sejak lama digunakan untuk menenangkan dan menyembuhkan memar kulit.

Seiring berjalannya waktu, metode kompres es batu telah berkembang menjadi praktik yang sedang tren atau dikenal sebagai terapi es.

Baca juga: Motor Naked Sport Terlaris, New CB150 Verza Hadir dengan Warna Terbaru

Mengompres kulit dengan es merupakan cara cepat dan mudah untuk menyegarkan kulit, mengurangi bengkak, dan membuat kulit tampak lebih sehat.

Dilansir English jagran, berikut lima manfaat penggunaan es batu setiap hari pada kulit.

1. Meminimalkan bengkak mata

Ini adalah cara termudah untuk menghilangkan kantung mata setelah bangun tidur.

Tempelkan es batu yang dibungkus kain lembut pada mata dan gosok perlahan dengan gerakan memutar.

Ini bantu mengencangkan pembuluh darah dan meminimalkan pembengkakan yang dapat membuat mata Anda segar dan cerah.

2. Samarkan pori-pori

Es batu mengurangi tampilan pori-pori.

Setelah mencuci muka, gosokkan es batu pada kulit untuk menutup pori-pori dan menciptakan dasar yang rata untuk mengaplikasikan riasan.

3. Mengurangi kemerahan dan peradangan

Es batu ampuh mengurangi kemerahan dan menenangkan kulit yang meradang karena sifat antiradang.

Tempelkan es batu ke area tersebut selama beberapa detik dan ulangi jika perlu.

Baca juga: Paula Verhoeven Akui Perceraian Membuatnya Terpuruk, Tapi Tak Sesali Pernikahannya dengan Baim Wong

4. Kulit bercahaya

Mengoleskan es batu pada pipi, dahi, dan dagu dapat melancarkan peredaran darah sehingga meningkatkan kilau alami kulit.

Untuk manfaat tambahan, bekukan bahan-bahan seperti mentimun, air mawar, atau teh hijau untuk mendapatkan perawatan seperti di spa.

5. Sunburn
Es batu memberikan kelegaan instan setelah Anda menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

Gosokkan es batu yang dilapisi handuk lembut pada kulit untuk menghidrasi dan mendinginkan area kulit yang terbakar matahari. (*)

Sumber: Jpgroupes

Artikel Terapi Es Batu Bisa Samarkan Pori-Pori Kulit pertama kali tampil pada Lifestyle.

KTP Digital Semakin Diminati, Aktivasi di Batam Tembus 51 Ribu

0
Pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Proses digitalisasi administrasi kependudukan di Kota Batam terus mengalami perkembangan positif. Hingga April 2025, sebanyak 51.360 warga Batam tercatat telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital. Program ini menjadi bagian dari langkah nasional pemerintah dalam transformasi layanan publik berbasis digital.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Ashraf Ali, menjelaskan bahwa penggunaan IKD merupakan bentuk modernisasi dari Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang selama ini berbentuk fisik.

“Dengan IKD, masyarakat bisa mengakses identitas kependudukan mereka langsung dari aplikasi di smartphone berbasis Android. Fungsi dan manfaatnya sama dengan e-KTP fisik, hanya saja tampilannya digital,” ujar Ashraf, Rabu (23/4).

Menurutnya, dari 12 kecamatan di Batam, Kecamatan Sagulung tercatat paling tinggi dalam aktivasi IKD dengan jumlah 10.096 orang. Disusul Kecamatan Batamkota dengan 9.395 aktivasi dan Sekupang sebanyak 8.527 orang.

Sementara itu, daerah dengan angka aktivasi paling rendah adalah Kecamatan Bulang (301 orang), Galang (519 orang), dan Belakangpadang (741 orang). Perbedaan ini disebabkan oleh faktor aksesibilitas teknologi dan intensitas sosialisasi yang masih terbatas di wilayah hinterland.

Ashraf menegaskan bahwa IKD memberikan kemudahan dalam mengakses dokumen kependudukan kapan pun dan di mana pun, hanya melalui perangkat gawai. Di dalam aplikasi IKD, tak hanya memuat data KTP, tetapi juga sejumlah dokumen penting lain seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga informasi sebagai data pemilih.

“Seluruh layanan yang berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan terintegrasi dalam IKD. Ini sangat membantu di tengah keterbatasan ketersediaan blanko e-KTP yang terjadi di berbagai daerah,” terangnya.

Untuk mendukung percepatan aktivasi IKD, Disdukcapil Batam telah menggencarkan sosialisasi secara masif. Sosialisasi ini dilakukan menyasar sekolah-sekolah, kampus, rumah sakit, lingkungan perusahaan, dan perbankan. Tujuannya agar masyarakat luas, khususnya generasi muda dan pengguna layanan publik, memahami serta bersedia beralih ke identitas digital.

“Saat ini aktivasi IKD bisa dilakukan di kantor kecamatan, Mal Pelayanan Publik, dan langsung di Kantor Disdukcapil di Sekupang. Aktivasi ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit, selama pemohon sudah memiliki e-KTP dan perangkat ponsel Android,” kata Ashraf.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Batam, Suharto, menambahkan bahwa jumlah aktivasi IKD juga menjadi salah satu indikator pemerintah pusat dalam menyalurkan blanko e-KTP ke daerah. Semakin tinggi capaian IKD di suatu wilayah, semakin besar peluang wilayah tersebut mendapatkan distribusi blanko tambahan.

“Target kami, pada akhir tahun ini sebanyak 25 persen dari total penduduk Batam sudah memiliki IKD. Saat ini angka tersebut terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan digital,” ujarnya.

Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah menjalin koordinasi dengan lembaga perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai instansi lain untuk menyamakan persepsi bahwa IKD sah digunakan dalam berbagai keperluan administrasi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel KTP Digital Semakin Diminati, Aktivasi di Batam Tembus 51 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

Disnaker Batam Gelar Pelatihan Gratis dari Dana Efisiensi Anggaran

0
Warga Batam yang ingin ikut pelatihan berbasis kompetensi secara gratis. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja kembali menggelar pelatihan berbasis kompetensi secara gratis bagi warga yang memiliki KTP Kota Batam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana perubahan kedua penjabaran APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2025.

Menariknya, pelatihan ini dibiayai dari hasil efisiensi anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. Dana yang dihemat kemudian dialihkan untuk mendukung kegiatan yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi kerja.

“Jadi ada beberapa item kegiatan yang terkena efisiensi, dan dana hasil efisiensi itu digunakan lagi untuk kegiatan pelatihan dan Bimtek. Yang diefisiensi kegiatan seremonial dan perjalanan dinas,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (23/4).

Adapun pelatihan yang ditawarkan meliputi tiga jenis, yakni, Pelatihan Forklif untuk kuota 20 peserta, Pelatihan Welding Inspector Basic untuk kuota 15 peserta dan Pelatihan Tata Rias Pengantin yang diperuntukkan bagi 90 orang peserta.

“Pendaftaran dilakukan secara langsung (offline) pada Kamis dan Jumat, 24–25 April 2025, pukul 09.30–16.00 WIB di Kantor Dinas Tenaga Kerja Batam di Sekupang,” tanbahnya.

Syarat pendaftaran meliputi fotokopi KTP Kota Batam, fotokopi AK-1 dari Disnaker atau kecamatan setempat, fotokopi ijazah terakhir, dua lembar pas foto berwarna latar belakang merah (ukuran 3×4), serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani untuk pelatihan tertentu. Peserta juga harus berusia antara 17 hingga 45 tahun.

Seleksi peserta dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara yang akan digelar oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan diinformasikan melalui grup WhatsApp yang dibentuk oleh panitia.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata Pemko Batam dalam memperkuat sumber daya manusia dan menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor.

“Kami harap ini bisa membuka peluang kerja baru dan mendorong peserta untuk mandiri secara ekonomi, baik dengan bekerja maupun berwirausaha,” ucap Rudi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Disnaker Batam Gelar Pelatihan Gratis dari Dana Efisiensi Anggaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Motor Naked Sport Terlaris, New CB150 Verza Hadir dengan Warna Terbaru

0

batampos – Menghadirkan penyegaran pada sepeda motor naked sport terlaris, New CB150 Verza. Dengan pilihan warna yang lebih macho dan desain cover knalpot terbaru, menjadikan New CB150 Verza semakin memikat pecinta motor sport yang menyukai perpaduan sempurna atas performa tangguh.

New CB150 Verza pertama kali meluncur di Indonesia pada tahun 2012. Lebih dari satu dekade mengaspal, model ini berhasil menjadi pilihan pecinta motor naked sport yang mengedepankan kenyamanan, performa, efisiensi bahan bakar, dengan desain gagah dan tangguh. Hadir dengan pilihan warna terbaru untuk tipe Cast Wheel (CW) yaitu Bold Red yang menyuguhkan perpaduan warna merah dan hitam pada bodi. Warna baru ini memberikan tampilan semakin agresif dan maskulin yang mampu menarik perhatian di jalanan.

Perpaduan memukau juga didukung pada cover knalpot dengan desain dan material terbaru yang semakin menonjolkan karakter motor gagah New CB150 Verza. Model ini tepat menjadi pilihan utama untuk berkendara lebih jauh dan melakukan banyak hal.

Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepri Duri Yanto mengatakan penyematan warna baru pada bodi naked sport ini semakin memperkuat karakter gagah dari keseluruhan desain New CB150 Verza yang dikembangkan untuk mendukung gaya hidup dalam beraktivitas harian.

“Penyegaran pada New CB150 Verza ini merupakan salah satu komitmen kami untuk terus menghadirkan sepeda motor sport yang membanggakan dan dapat diandalkan untuk mobilitas sehari-hari maupun berkendara jarak jauh. Penyegaran warna serta penyematan desain terbaru pada cover knalpot model ini kami harap dapat menjadi kombinasi yang lebih segar dalam memberikan pengalaman tampil lebih macho dan gagah bagi pengendara,” Duri Yanto.

Dari sisi desain, New CB150 Verza hadir dengan perpaduan desain cover knalpot, shroud, dan tutup tangki bensin yang mempertegas kesan kekar pada motor ini. Desain dan material terbaru pada cover knalpot mampu meningkatkan daya tahan motor. Pada tipe CW disematkan muscular shroud berdesain tangguh yang semakin mempertegas karakter pengendara. Pada system pencahayaan model ini menggunakan bulb headlight yang membantu pengendara melihat jalan dengan jelas di malam hari atau dalam kondisi visibilitas rendah seperti saat hujan. Dengan desain lampu depannya berbentuk bulat yang tak lekang oleh waktu serta lampu belakang dengan smoke memberikan kesan modern. Dengan posisi duduk tegak dan ergonomis, menjadikan motor sport ini nyaman untuk berkendara sehari-hari.

New CB150 Verza ditenagai dengan mesin bertenaga 150cc silinder tunggal, 4- Langkah, SOHC, dengan transmisi 5-percepatan. Sistem suplai bahan bakar model ini telah menerapkan teknologi PGM-FI Honda. Mesinnya bertenaga, responsif, ramah lingkungan, serta menghasilkan konsumsi bahan bakar terhemat di kelasnya, yaitu 43,5 km/liter (EURO3) berdasarkan hasil metode ECE R40. Kenyamanan berkendara didukung sistem suspensi ganda kuat dan tangguh, yang dapat disesuaikan kelembutannya sesuai dengan keinginan pengendara.

New CB150 Verza juga mempunyai fitur menarik dan fungsional, seperti panel meter digital yang informatif dan modern untuk memudahkan pengendara, Secure Key Shutter sistem pengamanan pencegah motor dari potensi pencurian, hingga penyematan dual rear suspension yang dapat disesuaikan untuk kenyamanan berkendara di berbagai jenis jalan.

New CB150 Verza hadir dengan dua tipe, untuk tipe Cast Wheel memiliki dua varian warna yaitu Bold Red dan Macho Matte Black yang dipasarkan dengan harga on the road (OTR) Batam Rp 22.215.000 dan warna Masculine Black Rp 22.807.000 untuk tipe Spoke Wheel (SW). Sedangkan untuk wilayah di Tanjung Pinang warna Bold Red dan Macho Matte Black Rp 24.311.000 dan warna Masculine Black Rp 24.968.000 untuk tipe Spoke Wheel (SW).

Di Tanjung Balaikarimun New CB150 Verza warna Bold Red dan Macho Matte Black di jual dengan harga Rp 24.868.000 dan warna Masculine Black Rp 25.525.000. (*)

Artikel Motor Naked Sport Terlaris, New CB150 Verza Hadir dengan Warna Terbaru pertama kali tampil pada Lifestyle.

Honda CUV e: RoadSync Duo Hadir dengan Fitur Reverse Assist, Siap Temani Mobilitas Urban

0

batampos – Sepeda motor listrik Honda CUV e: kini hadir dengan teknologi terkini Honda RoadSync Duo, yang semakin memperkaya pengalaman berkendara. Tak hanya itu, fitur terbaru seperti Reverse Assist juga disematkan untuk memberikan kemudahan tambahan dalam manuver, menjadikan pengalaman berkendara semakin nyaman, aman, dan terhubung.

Honda RoadSync Duo memungkinkan pengendara tetap terkoneksi secara aman dengan ponsel mereka melalui sambungan Bluetooth, tanpa mengganggu konsentrasi selama berkendara. Fitur ini memberikan akses mudah ke navigasi peta real-time, kontrol musik, serta menerima atau menolak panggilan hanya melalui tombol di stang kemudi. Semua informasi ditampilkan secara jelas melalui layar TFT digital yang intuitif dan responsif.

Fitur ini dirancang untuk mendukung gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi para pengendara urban. Proses koneksi ke smartphone, baik Android maupun iOS, sangat mudah—cukup aktifkan Bluetooth di kedua perangkat.

Tambahan Fitur Reverse Assist

Melengkapi kecanggihan RoadSync Duo, teknologi Reverse Assist menjadi salah satu fitur unggulan pada Honda CUV e:. Fitur ini memungkinkan pengendara untuk melakukan manuver mundur dengan lebih mudah dan aman, terutama saat parkir atau di area sempit. Kemampuan ini menjadikan Honda CUV e: sebagai motor listrik yang benar-benar memahami kebutuhan mobilitas praktis di wilayah perkotaan.

Selain itu, Honda CUV e: juga dibekali sistem baterai canggih untuk kenyamanan dan efisiensi berkendara. Pengisian daya menggunakan metode off-board charger memudahkan pengguna saat mengisi daya di sela aktivitas harian. Dengan sistem ini, mobilitas menjadi lebih fleksibel dan bebas hambatan.

Motor ini juga dilengkapi sistem pengereman yang responsif serta desain ergonomis yang memberikan kenyamanan berkendara maksimal, menjadikannya sebagai solusi kendaraan harian yang canggih dan ramah lingkungan.

Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, menyatakan bahwa kehadiran fitur-fitur canggih pada Honda CUV e: merupakan respons atas kebutuhan pengendara modern.

“Honda CUV e: RoadSync Duo bukan sekadar kendaraan listrik, tapi merupakan representasi gaya hidup modern yang mengutamakan konektivitas, efisiensi, dan kenyamanan. Kehadiran fitur seperti Reverse Assist semakin mempermudah mobilitas harian, terutama di wilayah urban seperti Kepulauan Riau. Kami percaya teknologi ini akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan menyenangkan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tiga Pilihan Warna Premium

Untuk mendukung ekspresi gaya para pengendara, Honda CUV e: RoadSync Duo tersedia dalam tiga pilihan warna premium:

  • Quantum Matte White
  • Quantum Matte Silver
  • Quantum Matte Black

Ketiga varian ini tampil dengan desain modern yang mencerminkan semangat ramah lingkungan sekaligus gaya hidup yang trendi.

Dengan kombinasi teknologi konektivitas, kemudahan manuver, dan performa yang ramah lingkungan, Honda CUV e: RoadSync Duo menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mengutamakan efisiensi sekaligus gaya hidup masa kini.

Artikel Honda CUV e: RoadSync Duo Hadir dengan Fitur Reverse Assist, Siap Temani Mobilitas Urban pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Pencaker yang Viral Terjatuh ke Parit saat Hendak Wawancara Diterima Bekerja di PT Letsolar

0
Dua pencari kerja yang sempat viral karena terjatuh ke dalam parit saat hendak mengikuti wawancara kerja di PT Letsolar Energi Indonesia.

batampos – Dua pencari kerja yang sempat viral karena terjatuh ke dalam parit saat hendak mengikuti wawancara kerja di PT Letsolar Energi Indonesia, akhirnya resmi diterima sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Kejadian yang terekam dan tersebar luas di media sosial ini terjadi pada Sabtu (19/4) di Kawasan Industri Horizon, Sagulung, Batam.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, membenarkan bahwa kedua pencaker tersebut telah diterima bekerja. “Kita sudah cek langsung ke lokasi. Pihak manajemen juga sudah mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan proses rekrutmen yang tidak terkontrol,” ujarnya kepada awak media.

Rohandi menjelaskan, perusahaan mengaku tak menyangka jumlah pelamar akan membludak hingga ribuan orang hanya karena pengumuman lowongan di media sosial. “Ini jadi pelajaran. Kita imbau agar ada koordinasi lebih lanjut agar proses rekrutmen ke depan bisa lebih aman dan tertib,” tambahnya.

Baca Juga: Disnaker Batam Beri Teguran ke PT Letsolar Energi Indonesia, Imbas Kericuhan Walk Interview

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat teguran resmi kepada PT Letsolar Energi Indonesia. Teguran ini diberikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Setiap perusahaan wajib melapor ke Disnaker sebelum membuka lowongan kerja. Prosedur ini penting untuk memastikan proses seleksi berjalan adil, aman, dan terkontrol,” tegas Rudi saat ditemui, Senin (21/4). Ia menambahkan, koordinasi dengan Disnaker bukan hanya soal data tenaga kerja, tapi juga keselamatan para pencari kerja.

Insiden kericuhan tersebut bermula saat PT Letsolar menggelar walk-in interview tanpa sistem pendaftaran yang jelas. Ribuan pelamar dari berbagai daerah memadati kawasan industri sejak dini hari, padahal kuota yang tersedia hanya 100 posisi, dengan 10 di antaranya diperuntukkan bagi warga tempatan.

Baca Juga: Ribuan Pelamar Serbu Walk Interview PT Letsolar Energi Indonesia

Akibat ketidakseimbangan antara jumlah pelamar dan kuota yang tersedia, suasana menjadi tidak terkendali. Saling dorong antar pencari kerja tak terhindarkan. Dalam kekacauan itu, seorang pelamar wanita terjatuh ke dalam parit, dan seorang pelamar pria yang berusaha menolongnya ikut jatuh ke dalam drainase.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sempat membantu, dan video insiden ini langsung viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen memberikan apresiasi atas aksi pria yang menolong sesama pelamar tersebut, dan menyayangkan kurangnya pengawasan dalam proses seleksi tenaga kerja.

Menanggapi viralnya insiden itu, manajemen PT Letsolar akhirnya memutuskan untuk menerima kedua pencari kerja tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus apresiasi atas kejadian yang menyita perhatian publik itu. “Pihak perusahaan sudah menyampaikan ke kami bahwa mereka sudah bekerja di sana sekarang,” ujar Kapolsek Rohandi.

Rudi Sakyakirti menegaskan kembali pentingnya pelibatan pemerintah dalam setiap proses rekrutmen. “Jangan hanya posting lowongan di media sosial. Ada aturannya. Kita ingin melindungi semua pihak, termasuk para pencari kerja yang datang dengan harapan besar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Dua Pencaker yang Viral Terjatuh ke Parit saat Hendak Wawancara Diterima Bekerja di PT Letsolar pertama kali tampil pada Metropolis.