Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 2

Harga Plastik Naik Tajam, Pelaku UMKM Menjerit: Biaya Produksi Membengkak

0
Pedagang gorengan mengeluhkan kenaikan harga plastik asoi untuk bungkus dagangan. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos – Pelaku UMKM di Kabupaten Karimun mengeluhkan kenaikan harga plastik yang terjadi sejak awal April 2026. Hampir seluruh jenis kemasan plastik mengalami kenaikan signifikan, mulai dari kantong plastik hingga wadah makanan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan ESDM Karimun, Basori, mengatakan kenaikan harga tersebut merupakan dampak dari kondisi global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berimbas pada pasokan bahan baku plastik impor.

“Secara nasional harga plastik memang mengalami kenaikan. Namun untuk stok di Karimun masih relatif aman, hanya harganya saja yang naik,” ujar Basori, Senin (6/4).

Meski stok masih tersedia, lonjakan harga dinilai memberatkan pelaku usaha. Salah seorang pelaku UMKM, Karimun Ice, mengaku harus memutar strategi untuk menekan biaya produksi akibat harga kemasan yang melonjak.

Ia menyebut harga kantong plastik bening ukuran sedang yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram.

“Awalnya saya kira naik sedikit, ternyata cukup tinggi. Mau tidak mau harus cari cara agar tetap bisa produksi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ayu, pedagang gado-gado di Karimun. Ia mengaku khawatir kenaikan harga styrofoam akan berdampak pada usahanya.

Menurutnya, untuk menyiasati kondisi tersebut, ia mulai menggunakan ukuran kemasan yang lebih kecil agar biaya tetap terkendali.

“Kalau harga terus naik, kami sulit menyesuaikan. Jualan tidak bisa ikut naik cepat,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga berbagai produk plastik seperti styrofoam, mangkuk, dan kantong plastik mengalami kenaikan rata-rata di atas Rp10 ribu per kilogram. Harga lama di sejumlah toko pun sudah diperbarui mengikuti kondisi terbaru.

Seorang pedagang gorengan, Teteh, berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu pelaku usaha kecil menghadapi lonjakan harga bahan baku.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, karena kenaikan ini sangat terasa bagi usaha kecil,” ujarnya. (*)

Artikel Harga Plastik Naik Tajam, Pelaku UMKM Menjerit: Biaya Produksi Membengkak pertama kali tampil pada Kepri.

Curi Uang Angpao, Pemuda Ini Ngaku Sudah Beraksi di 6 Lokasi Bintan Timur

0
Polisi mengamankan pelaku pencurian yang diduga beraksi di sejumlah lokasi di Bintan Timur, setelah ditangkap di Tanjungpinang, Jumat (3/4). F. Yofi Akbar untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pemuda berinisial MF, 19, diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian di wilayah Kecamatan Bintan Timur.

Pelaku yang merupakan warga Tanjungpinang itu ditangkap aparat kepolisian di Tanjungpinang pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar, mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait kasus pencurian di Kampung Budi Mulya, Kijang.

Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga mencuri uang milik warga yang disimpan di dalam lemari kamar.

Aksi pencurian itu baru diketahui saat pemilik rumah kembali usai merayakan Imlek. Korban mendapati kondisi rumah berantakan dan uang angpao miliknya hilang.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Korban tidak dapat memastikan jumlah uang yang hilang, namun laporan tetap kami proses,” ujar Yofi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku tidak hanya beraksi di satu lokasi.

“Pengakuan sementara, pelaku sudah beraksi di enam tempat kejadian perkara di wilayah Bintan Timur. Namun, hal ini masih kami dalami,” katanya. (*)

Artikel Curi Uang Angpao, Pemuda Ini Ngaku Sudah Beraksi di 6 Lokasi Bintan Timur pertama kali tampil pada Kepri.

Jukir Liar di Tiban Center Ditolak Pedagang, Dishub Tegaskan Parkir Resmi Tanpa Pungutan

0
Suasana di parkiran pasar pujasera Tiban Center. F. Syahban/ Batam Pos

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan keberadaan juru parkir (jukir) liar di kawasan Pasar Pujasera Tiban Center tidak dapat dibenarkan. Praktik ini dinilai sebagai pungutan liar (pungli) yang melanggar aturan dan merugikan masyarakat.

‎Kepala Dishub Batam, Leo Putra, menegaskan bahwa sistem parkir di kawasan tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Pemko melalui Dishub dan dikelola pihak ketiga, yakni PT Zutikah Utama, bersama perangkat RT dan RW setempat.

‎Ia menekankan, lokasi tersebut merupakan titik parkir resmi yang masuk dalam 593 titik parkir se-Kota Batam dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‎“Parkir tersebut resmi, namun dikelola oleh pihak ketiga dan sifatnya mandiri. Dan pihak pengelola tidak mau ada jukir,” tegas Leo, Senin (6/4) siang.

‎Di lokasi, juga telah dipasang papan pemberitahuan bertuliskan “Kawasan Tiban Center Wajib Retribusi Bebas Parkir”, yang menegaskan bahwa tidak ada pungutan parkir di area tersebut.

‎Meski demikian, praktik jukir liar sempat terjadi dan meresahkan pedagang maupun pengunjung. Oknum jukir diketahui memungut tarif Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil secara tidak resmi.

‎Salah seorang pedagang, Owent, mengatakan keberadaan jukir liar tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usaha.

‎“Keberadaan mereka bikin pendatang enggan datang. Kemarin sempat ribut. Kami menolak keberadaan jukir. Dan sudah dua hari ini tidak ada lagi mereka,” kata Owent.

‎Ia menyebut, penolakan dilakukan secara serentak oleh para pedagang setelah praktik tersebut berlangsung cukup lama.

‎“Keberadaan mereka sudah sejak lama. Namun kami pedagang tidak setuju. Dan baru kali ini kami melawan,” ujarnya.

‎Dishub Batam kembali menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik pungli di kawasan parkir resmi. Setiap pungutan di luar ketentuan merupakan pelanggaran hukum.

‎Pelaku pungli dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan regulasi pelayanan publik.

‎Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik serupa, guna memastikan pelayanan publik berjalan sesuai aturan.

‎Dengan penertiban ini, Pemko Batam berharap kawasan Pujasera Tiban Center tetap tertib, aman, dan bebas dari pungutan liar, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.(*)

Artikel Jukir Liar di Tiban Center Ditolak Pedagang, Dishub Tegaskan Parkir Resmi Tanpa Pungutan pertama kali tampil pada Metropolis.

Rating Gim IGRS di Steam Dinilai Belum Akurat, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi

0
Sumber gambar: x.com/mog_mediaa.

batampos – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah gim di Steam belum sepenuhnya akurat dan bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi pemerintah.

Temuan ini mencuat setelah banyak pengguna menemukan perbedaan antara konten gim dengan label usia yang ditampilkan di platform tersebut.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa rating yang beredar saat ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Rating yang beredar bukan merupakan klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim,” ujarnya, Senin (6/4).

Berdasarkan hasil pemantauan, sistem rating yang ditampilkan di Steam masih menggunakan mekanisme internal berbasis self-declare oleh pengembang. Artinya, label usia tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai regulasi di Indonesia.

Saat ini, Steam disebut masih dalam tahap penyesuaian sistem untuk mengintegrasikan logika klasifikasi IGRS secara menyeluruh. Proses tersebut mencakup aspek teknis hingga pembahasan kerja sama formal agar ke depan rating yang ditampilkan sesuai standar nasional.

Komdigi menekankan pentingnya penyajian informasi klasifikasi usia yang akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan guna melindungi masyarakat di ruang digital.

Pemerintah juga memastikan akan mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk tindakan administratif terhadap penyelenggara sistem yang tidak mematuhi aturan.

Selain itu, Komdigi terus melakukan penyempurnaan sistem IGRS, terutama dalam penguatan mekanisme verifikasi dan pengawasan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan digital, termasuk platform distribusi gim, mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. (*)

Artikel Rating Gim IGRS di Steam Dinilai Belum Akurat, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Diskon Iuran 50 Persen BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Informal Cukup Bayar Rp8.400 per Bulan

0
Iuran BPJS Ketenagakerjaan dipangkas 50 persen, mulai Rp8400. F. Azis Maulana/Batam Pos.

batampos – BPJS Ketenagakerjaan mempercepat perluasan perlindungan bagi pekerja sektor informal melalui program keringanan iuran sebesar 50 persen untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Program ini berlaku hingga Desember 2026 dan ditujukan bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), baik peserta baru maupun yang sudah terdaftar aktif.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga daya beli pekerja.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pembangunan SDM dan ekonomi inklusif melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya, Senin (6/4).

Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan strategi untuk memperluas cakupan kepesertaan serta memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal tanpa perlindungan.

Melalui skema tersebut, pekerja informal cukup membayar iuran sebesar Rp8.400 per bulan selama periode April hingga Desember 2026. Dengan demikian, total iuran selama sembilan bulan hanya Rp75.600.

Agung menegaskan, meski iuran dipangkas, manfaat yang diterima peserta tetap utuh. Peserta tetap berhak atas santunan kecelakaan kerja hingga Rp70 juta, perawatan tanpa batas sesuai kebutuhan medis, santunan kematian hingga Rp42 juta, serta beasiswa pendidikan bagi dua anak dengan nilai maksimal Rp174 juta.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, menilai kebijakan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan partisipasi pekerja informal, khususnya di Batam.

“Kami melihat masih banyak pekerja sektor informal yang belum terlindungi. Dengan adanya keringanan iuran ini, kami mengajak mereka segera mendaftar karena manfaatnya sangat besar dibandingkan iuran yang dibayarkan,” kata Suci.

Ia menambahkan, pihaknya akan memperkuat sosialisasi langsung ke komunitas pekerja, termasuk pelaku usaha mikro dan pekerja mandiri, agar program ini dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, proses pendaftaran juga semakin mudah. Peserta dapat mendaftar melalui aplikasi JMO, situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, maupun berbagai mitra pembayaran seperti ritel modern, perbankan, hingga dompet digital.

“Kemudahan akses ini diharapkan mendorong kesadaran pekerja akan pentingnya perlindungan kerja. Dengan perlindungan ini, pekerja bisa bekerja lebih tenang dan produktif,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan menargetkan perluasan kepesertaan BPU sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan memastikan seluruh pekerja memiliki perlindungan sosial yang memadai di tengah dinamika ekonomi. (*)

Artikel Diskon Iuran 50 Persen BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Informal Cukup Bayar Rp8.400 per Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Avtur Naik 70 Persen, Maskapai Tunggu Keputusan Pusat Soal Tiket

0
Pengisian Avtur pada pesawat terbang di Bandara Hang Nadim Batam. Foto. Pertamina untuk Batam Pos.

batampos – Harga avtur atau bahan bakar pesawat mengalami kenaikan sejak 1 April 2026. Kenaikan ini dipastikan oleh pihak Pertamina dan berpotensi berdampak pada operasional maskapai, termasuk kemungkinan penyesuaian biaya penerbangan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, membenarkan adanya kenaikan harga avtur tersebut. Ia menyebutkan, kenaikan berlaku untuk skema bisnis ke bisnis (B2B).

“Memang ada kenaikan harga avtur per 1 April. Rata-rata di angka sekitar 70 persen, itu untuk harga B2B,” ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian harga avtur ini tidak terlepas dari dinamika harga minyak dunia yang turut memengaruhi biaya produksi dan distribusi bahan bakar.

Kenaikan harga avtur tersebut pun menjadi perhatian bagi maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari manajemen pusat terkait dampak kenaikan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari manajemen pusat, jadi belum bisa berkomentar banyak. Kita lihat perkembangan ke depan,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan harga tiket pesawat, Amar tidak menampik adanya potensi penyesuaian.

“Kalau melihat kondisi harga minyak dunia saat ini, kemungkinan akan ada penyesuaian. Tapi seperti yang saya sampaikan, bukan harga tiketnya yang naik, melainkan bisa dari fuel surcharge,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan terkait tarif penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat dan akan disesuaikan dengan kondisi pasar serta regulasi yang berlaku.(*)

Artikel Harga Avtur Naik 70 Persen, Maskapai Tunggu Keputusan Pusat Soal Tiket pertama kali tampil pada Metropolis.

NVIDIA Pamerkan Neural Texture Compression, Teknologi AI Pangkas VRAM

0
NVIDIA kenalkan teknologi AI baru bisa hemat VRAM hingga 85%. Sumber gambar: x.com/rayanaabdulcader.

batampos – NVIDIA kembali menghadirkan inovasi terbaru melalui teknologi Neural Texture Compression (NTC) yang dipamerkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026.

Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini diklaim mampu mengurangi penggunaan memori grafis (VRAM) secara drastis tanpa mengorbankan kualitas visual.

Dalam demonstrasinya, NVIDIA menunjukkan penggunaan VRAM dapat ditekan dari sekitar 6,5 GB menjadi hanya 970 MB, dengan hasil gambar yang tetap terlihat hampir identik.

Pendekatan ini berbeda dari metode kompresi tradisional. NTC memanfaatkan jaringan saraf (neural network) kecil untuk merekonstruksi tekstur secara real time di GPU.

Teknologi ini bekerja dengan mengubah data tekstur menjadi representasi berbasis AI yang jauh lebih ringkas, kemudian diproses kembali saat rendering berlangsung.

Dengan metode tersebut, tekstur berukuran besar dapat dikompresi secara efisien hingga puluhan kali lebih kecil dibanding ukuran aslinya.

Tak hanya efisiensi, teknologi ini juga berpotensi meningkatkan kualitas visual. NVIDIA menyebut hasil akhir dapat memiliki resolusi lebih tinggi dibandingkan teknik kompresi konvensional.

Selain itu, ukuran instalasi gim juga dapat ditekan secara signifikan, seiring berkurangnya kebutuhan penyimpanan data tekstur.

Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan industri gim modern yang semakin boros VRAM, sekaligus menjaga relevansi GPU kelas menengah agar tetap mampu menjalankan grafis berkualitas tinggi.

Pendekatan Neural Texture Compression juga dinilai sebagai bagian dari masa depan grafis berbasis AI, sejalan dengan tren neural rendering yang terus berkembang.

Dukungan teknologi seperti DirectX serta akselerator AI pada GPU modern diyakini akan mempercepat adopsi teknologi ini di industri gim dan aplikasi grafis. (*)

Artikel NVIDIA Pamerkan Neural Texture Compression, Teknologi AI Pangkas VRAM pertama kali tampil pada Lifestyle.

Peringati HUT ke-80 TNI AU, Lanud Hang Nadim Gelar Karya Bakti dan Bansos di Pantai Camar

0
Lanud Hang Nadim gelar kerja bakti di Pantai Camar. F. Istimewa

batampos – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara, Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim menggelar kegiatan karya bakti dan bakti sosial (bansos) di kawasan Pantai Camar, Nongsa, Batam, Senin (6/4).

Kegiatan yang diikuti puluhan personel TNI AU bersama masyarakat ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen Lanud Hang Nadim dalam mempererat hubungan dengan warga sekitar pangkalan.

Sejak pagi, suasana Pantai Camar tampak ramai. Personel TNI AU dan warga bergotong royong membersihkan kawasan pesisir. Sampah-sampah yang berserakan dikumpulkan dan diangkut, sementara lingkungan pantai ditata agar lebih bersih dan nyaman.

Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, mengatakan kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial peringatan HUT TNI AU, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

“Aksi bersih pantai ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama di kawasan wisata pesisir,” ujarnya.

Selain karya bakti, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok untuk membantu meringankan beban warga.

Penyaluran bansos itu disambut antusias oleh masyarakat. Warga mengaku terbantu dengan kehadiran TNI AU yang tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial.

Hendro menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI AU yang diharapkan dapat memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan karya bakti dan bansos ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI AU dengan rakyat,” katanya.

Menurutnya, momentum HUT ke-80 TNI AU juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.

Dengan kegiatan ini, Lanud Hang Nadim menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan udara, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.(*)

Artikel Peringati HUT ke-80 TNI AU, Lanud Hang Nadim Gelar Karya Bakti dan Bansos di Pantai Camar pertama kali tampil pada Metropolis.

Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

0

batampos – BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur melaksanakan proyek Revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan wajah kota.

Underpass Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di kawasan Nagoya.

Selain berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, underpass ini juga menjadi infrastruktur ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.

Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan dari sisi fungsi maupun estetika.

Coretan vandalisme, pencahayaan yang belum optimal, serta sistem drainase yang kurang berfungsi maksimal berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi menyeluruh dengan lingkup pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan.

Underpass ini nantinya direncanakan memiliki dimensi panjang ±90 meter, lebar ±18 meter, dan tinggi ±5 meter, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Amsakar menyampaikan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pencahayaan dan sistem drainase menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi proses penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta tahap pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan penerangan.

Melalui revitalisasi ini, Amsakar berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kota.

“Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya.” Pungkasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat bersama. (*)

Artikel Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik pertama kali tampil pada Metropolis.

Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

0

batampos – BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur melaksanakan proyek Revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan wajah kota.

Underpass Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di kawasan Nagoya.

Selain berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, underpass ini juga menjadi infrastruktur ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.

Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan dari sisi fungsi maupun estetika.

Coretan vandalisme, pencahayaan yang belum optimal, serta sistem drainase yang kurang berfungsi maksimal berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi menyeluruh dengan lingkup pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan.

Underpass ini nantinya direncanakan memiliki dimensi panjang ±90 meter, lebar ±18 meter, dan tinggi ±5 meter, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Amsakar menyampaikan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pencahayaan dan sistem drainase menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi proses penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta tahap pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan penerangan.

Melalui revitalisasi ini, Amsakar berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kota.

“Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya.” Pungkasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat bersama. (*)

Artikel Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik pertama kali tampil pada Metropolis.