Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2

GPCI: Seluruh Relawan Global Sumud Flotilla Termasuk 9 WNI Telah Dibebaskan Israel

0
Rombongan kapal Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur. (Dok/Thoudy Badai/Republika)

batampos – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) memastikan seluruh relawan Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI), telah dibebaskan oleh militer Israel setelah sebelumnya sempat ditahan di Penjara Ktziot.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya menerima konfirmasi resmi dari tim hukum serta sumber diplomatik internasional pada Kamis (21/5/2026).

“Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel. Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel,” ujar Harfin.

Ia menjelaskan, para relawan saat ini tengah diproses untuk dipulangkan melalui jalur deportasi menuju Istanbul, Turki.

Meski telah dibebaskan, tim hukum disebut masih melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis kemanusiaan tersebut dapat keluar dari wilayah Israel tanpa kendala tambahan.

Harfin juga mengungkapkan, selama masa penahanan, para relawan melaporkan adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi, termasuk kekerasan fisik dan tindakan intimidasi.

“Mereka melaporkan berbagai tindakan kekerasan seperti pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga sejumlah korban mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan medis,” katanya.

Menurut GPCI, seluruh rangkaian penahanan terhadap aktivis kemanusiaan tersebut, termasuk intersepsi kapal di perairan internasional, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan pemerintah terus mengupayakan pemulangan sembilan WNI tersebut dengan memastikan keselamatan mereka selama proses berlangsung.

Ia juga telah menginstruksikan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk berkoordinasi melalui jalur diplomatik, termasuk dengan Yordania dan Turki, agar dapat berkomunikasi dengan pihak terkait di Israel.

“Memerintahkan kepada perwakilan-perwakilan kita untuk menyampaikan lewat teman-teman kita, Yordania, lewat Turkiye, yang bisa berkomunikasi langsung dengan Israel untuk memastikan bahwa warga negara kita diperlakukan dengan baik,” ujar Sugiono.

Pemerintah Indonesia menegaskan berharap seluruh WNI dapat segera kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat dan lengkap. (*)

Artikel GPCI: Seluruh Relawan Global Sumud Flotilla Termasuk 9 WNI Telah Dibebaskan Israel pertama kali tampil pada News.

Harga Kedelai Impor Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Tanjungpinang Terancam Menyusut

0
Kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya rupiah membuat perajin tahu-tempe di Tanjungpinang berencana mengecilkan ukuran produk. F. Mohamad Ismail/Batam Pos. 

batampos – Perajin tahu dan tempe di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mulai terdampak kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat para perajin berencana mengecilkan ukuran tahu dan tempe agar tetap bisa bertahan di tengah naiknya biaya produksi.

Saat ini, harga kedelai impor asal Amerika Serikat mencapai Rp580 ribu per karung ukuran 50 kilogram. Padahal sebelumnya harga bahan baku utama tahu dan tempe itu masih berada di kisaran Rp500 ribu per karung.

“Kedelai ini berasal dari Amerika yang dikirim ke Medan, jadi harga dari Medan sudah naik,” ujar Ganis, perajin tahu dan tempe di Jalan Yos Sudarso, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari melemahnya rupiah karena transaksi pembelian bahan baku dilakukan menggunakan dolar AS.

Meski biaya produksi meningkat, hingga kini para perajin masih mempertahankan harga jual tahu dan tempe di pasaran.

Harga tempe saat ini masih dijual sekitar Rp15 ribu per batang, sedangkan tahu dijual Rp1.200 hingga Rp1.400 per potong.

Namun, para perajin mulai mempertimbangkan dua opsi untuk menutupi kenaikan biaya produksi, yakni menaikkan harga jual atau mengecilkan ukuran produk.

Ganis mengatakan, rencana tersebut masih akan dibahas bersama para perajin tahu dan tempe lainnya di Tanjungpinang agar tidak terjadi persaingan harga yang merugikan.

“Agar kita kompak, jadi tidak ada perang harga dan ukuran. Semoga rupiah kembali menguat agar kondisi ini tidak terjadi,” katanya.

Ia menyebut, dalam sehari usaha produksi tahu dan tempe miliknya membutuhkan sekitar 100 kilogram kedelai untuk memenuhi kebutuhan pasar di Tanjungpinang.

Sementara itu, seorang pedagang warung di Tanjungpinang, Isyah mengaku harga tahu dan tempe di tingkat pedagang masih belum mengalami kenaikan.

Saat ini, tempe ukuran sedang dijual Rp4 ribu per bungkus, sedangkan tahu ukuran kecil dijual Rp1.000 per potong.

“Harga masih segitu, tapi kalau bahan baku terus naik kemungkinan nanti ukuran bisa berubah atau harga ikut naik,” ujarnya.

Kenaikan harga kedelai impor dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat apabila produsen akhirnya menaikkan harga jual dalam waktu dekat. (*)

Artikel Harga Kedelai Impor Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Tanjungpinang Terancam Menyusut pertama kali tampil pada Kepri.

Manchester City Siapkan Rp4,3 Triliun untuk Enzo Maresca, Bidik 3 Pemain Baru

0
Enzo Maresca. F. via JawaPos.com

batampos – Manchester City dikabarkan menyiapkan dana transfer besar mencapai 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4,3 triliun untuk Enzo Maresca apabila resmi mengambil alih kursi pelatih menggantikan Pep Guardiola pada musim panas ini.

Pelatih berusia 46 tahun itu disebut bakal menghadapi tugas berat setelah Guardiola sukses mempersembahkan 20 trofi selama menangani Manchester City di Stadion Etihad.

Manajemen City disebut siap memberikan dukungan penuh kepada Maresca untuk membangun ulang skuad setelah gagal mempertahankan gelar Liga Inggris musim ini yang jatuh ke tangan Arsenal.

Selain ditinggal Guardiola, Manchester City juga diperkirakan bakal kehilangan sejumlah pemain inti. Bernardo Silva dan John Stones disebut menjadi dua nama yang berpotensi hengkang pada bursa transfer mendatang.

Sejumlah laporan menyebut City telah mengidentifikasi tiga target utama untuk memperkuat tim menghadapi musim 2026-2027.

Salah satu pemain yang masuk radar yakni gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson. Pemain timnas Inggris berusia 23 tahun itu tampil impresif musim ini dan berperan penting membantu Forest bertahan di Liga Inggris serta melaju hingga semifinal Liga Europa.

Anderson juga dikaitkan dengan Manchester United dan disebut memiliki nilai transfer mencapai 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,1 triliun.

Selain Anderson, City turut memburu bek kanan Brentford, Michael Kayode. Pemain berusia 21 tahun itu mencuri perhatian setelah tampil konsisten bersama Brentford usai dipermanenkan dari Fiorentina.

Kayode dikenal memiliki kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh serta performa solid sepanjang musim ini.

Target lainnya adalah penyerang muda Bournemouth, Junior Eli Kroupi. Pemain asal Prancis berusia 19 tahun itu tampil menonjol pada musim debutnya di Liga Inggris.

Kroupi tercatat sudah mencetak 13 gol dari 32 pertandingan dan masuk nominasi Pemain Muda Terbaik Liga Inggris musim ini.

Sebelumnya, Bournemouth merekrut Kroupi dari Lorient pada Januari tahun lalu sebelum meminjamkannya kembali hingga akhir musim.

Gol terbarunya saat Bournemouth bermain imbang 1-1 melawan Manchester City baru-baru ini ikut membantu Arsenal memastikan gelar juara Liga Inggris sekaligus membawa Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.

Meski demikian, Bournemouth dikabarkan belum berniat melepas Kroupi sebelum tahun depan. Kondisi itu membuat upaya Manchester City mendapatkan striker muda tersebut diperkirakan tidak akan mudah pada bursa transfer musim panas nanti. (*)

Artikel Manchester City Siapkan Rp4,3 Triliun untuk Enzo Maresca, Bidik 3 Pemain Baru pertama kali tampil pada Olahraga.

Pupuk Subsidi Mulai Masuk Batam, DKPP Prioritaskan Kebutuhan Petani Sagulung

0
Petani cabai di Batam saat memanen cabai merah. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos –Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam mulai mendistribusikan pupuk subsidi tahun 2026 secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah wilayah pertanian.

Tahap awal distribusi difokuskan untuk petani di Kecamatan Sagulung. DKPP memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil petani yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, mengatakan alokasi pupuk subsidi yang diterima Batam tahun ini terdiri dari 15 ton pupuk urea, 60 ton pupuk NPK, dan 70 ton pupuk organik.

“Alokasi pupuk subsidi 2026 terdiri dari urea 15 ton, NPK 60 ton, dan pupuk organik 70 ton,” ujar Mardanis, Kamis (21/5).

Menurut dia, distribusi pupuk akan dibagi untuk petani di enam kecamatan, yakni Bulang, Sagulung, Batuaji, Galang, Nongsa, dan Sei Beduk.

Ia menjelaskan besaran pupuk yang diterima masing-masing wilayah bergantung pada usulan kelompok tani dalam RDKK.

“Yang mengajukan RDKK lebih banyak tentu akan mendapat alokasi lebih banyak juga karena pembagian disesuaikan dengan proporsi kebutuhan,” katanya.

Meski penyaluran belum berjalan penuh akibat adanya perubahan standar operasional prosedur (SOP) distribusi, DKPP memastikan pasokan tahap awal mulai masuk ke Batam pekan ini.

“Alhamdulillah Sabtu besok (23/5) pupuk subsidi sudah datang di packing house Batam untuk Kecamatan Sagulung sesuai SK, yakni 3.200 kilogram urea dan 15.300 kilogram NPK,” ujarnya.

Mardanis menambahkan harga pupuk subsidi tersebut masih sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp1.800 per kilogram untuk urea dan Rp1.840 per kilogram untuk NPK.

Sementara itu, untuk pupuk organik, hingga kini stoknya masih belum tersedia di gudang Tanjungpinang.
“Untuk saat ini pupuk organik belum ada di gudang Tanjungpinang,” katanya.(*)

Artikel Pupuk Subsidi Mulai Masuk Batam, DKPP Prioritaskan Kebutuhan Petani Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Bapenda Kota Batam Hadirkan Beragam Insentif PBB dan BPHTB

0
F. Istimewa untuk Batam Pos.

PEMERINTAH Kota Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam terus memperkuat pelayanan perpajakan daerah melalui pemberian beragam insentif pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batam untuk menghadirkan sistem perpajakan daerah yang lebih adil, mudah diakses, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Insentif PBB-P2

Pada sektor PBB-P2, Pemerintah Kota Batam memberikan berbagai bentuk insentif, antara lain:

  • Proyek Strategis Nasional (PSN): pengurangan 50% dari besaran PBB-P2 terutang
  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK): pengurangan 50%
  • NJOP di bawah Rp120 juta: pengurangan 100%
  • Rumah ibadah dan sarana sosial: pengurangan 100%
  • Prasarana pendidikan dan prasarana kesehatan: pengurangan 50%
  • Wajib Pajak orang pribadi tertentu, termasuk veteran pejuang kemerdekaan, veteran pembela kemerdekaan, pensiunan ASN/TNI/POLRI, atau janda/dudanya, dapat memperoleh pembebasan 100% untuk objek pajak yang digunakan sebagai tempat tinggal dan bukan sebagai tempat usaha.

Program Insentif PBB-P2 Tahun 2026

Khusus Tahun 2026, Pemerintah Kota Batam menetapkan program insentif melalui Peraturan Wali Kota Batam Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pemberian Pengurangan Pokok Piutang dan Pembebasan Sanksi Administratif PBB-P2. Dalam program ini, diberikan pengurangan pokok piutang PBB-P2 untuk masa pajak tahun 1994 sampai dengan 2026, dengan rincian:

  1. 5% untuk Tahun 2026
  2. 10% untuk Tahun 2023 s.d. 2025
  3. 25% untuk Tahun 2018 s.d. 2022
  4. 50% untuk Tahun 2013 s.d. 2017
  5. 75% untuk Tahun 1994 s.d. 2012

Selain itu, diberikan pula pembebasan sanksi administratif berupa denda bagi Wajib Pajak yang melakukan pembayaran piutang PBB-P2 sampai dengan tahun 2025. Program ini berlaku mulai 1 April sampai dengan 30 Juni 2026.

Catatan penting: persentase pengurangan pokok piutang PBB-P2 berlaku apabila Wajib Pajak telah melakukan pembayaran tagihan PBB-P2 tahun berjalan.

Layanan PBB-P2 Makin Mudah

Bapenda Kota Batam juga terus memperluas kemudahan akses layanan perpajakan daerah.

Untuk layanan PBB-P2, masyarakat dapat:

  • Cek tagihan dan bayar PBB secara digital melalui QRIS atau Virtual Account di epbb.batam.go.id
  • Mengakses berbagai kanal layanan dan informasi resmi Bapenda Kota Batam melalui linktr.ee/bapendabatam.

Kemudahan layanan ini dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh akses perpajakan daerah yang lebih cepat, praktis, dan mudah dijangkau.

Insentif BPHTB

Pada sektor BPHTB, Pemerintah Kota Batam juga memberikan sejumlah insentif untuk mendukung kemudahan masyarakat dalam proses perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, insentif yang diberikan meliputi:

  • PTSL dan Proda: pengurangan/pembebasan 50% dengan luas maksimal 600 m²
  • PTSL di kawasan Kampung Tua: pembebasan 100%
  • Proyek Strategis Nasional: pembebasan 100%.

Selain itu, melalui kebijakan pembebasan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemerintah Kota Batam memberikan pembebasan BPHTB dengan sejumlah kriteria, antara lain:

  • Penghasilan maksimal Rp7 juta per bulan untuk kategori tidak kawin
  • Penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan untuk kategori kawin
  • Penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan untuk kategori satu orang peserta Tapera
  • Luas lantai paling luas 36 m² untuk rumah umum atau satuan rumah susun
  • Luas lantai paling luas 48 m² untuk pembangunan rumah swadaya
  • Luas tanah paling tinggi 150 m²
  • Harga rumah subsidi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Komitmen Pelayanan yang Adil dan Mudah Diakses

Beragam kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pajak daerah di Kota Batam tidak hanya diarahkan untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah, tetapi juga memperhatikan prinsip keadilan, kemudahan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Dengan dukungan layanan yang semakin digital dan mudah dijangkau, Bapenda Kota Batam terus berupaya mewujudkan tata kelola perpajakan daerah yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan berbagai insentif yang tersedia serta mengikuti informasi resmi layanan perpajakan daerah melalui kanal resmi Bapenda Kota Batam. (*/adv)

Artikel Bapenda Kota Batam Hadirkan Beragam Insentif PBB dan BPHTB pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Telusuri Asal dan Jalur Pengiriman 100 Ribu Ekor Lobster yang Hendak Diselundupkan

0
Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora bersama Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, Balai Karantina Kepri, BPBL, LPKP memeberikan keterangan penggagalan penyelundupan benih lobster saat ekspos di Mapolda Kepri, Rabu (20/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri masih terus mengembangkan kasus penyelundupan sekitar 100 ribu benih bening lobster (BBL) senilai Rp10 miliar yang digagalkan di Batam. Polisi kini masih menyelidiki asal dan jalur pengiriman lobster ilegal tersebut.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syahputra mengatakan, penyidik masih mendalami seluruh rantai distribusi dalam kasus tersebut, mulai dari asal benih lobster hingga jaringan pengiriman ke luar negeri.

“Masih kami lakukan pengembangan, termasuk menelusuri siapa pemilik dan pemesan baby lobster ini,” ujar Paksi, kemarin.

Menurut dia, dua pelaku yang telah diamankan sejauh ini hanya menjalankan peran masing-masing sesuai instruksi dari pihak lain. Bahkan, antar pelaku disebut tidak saling mengenal secara langsung.

“Untuk motifnya, para pelaku ini satu sama lain tidak saling kenal. Mereka hanya menjalankan peran sesuai arahan yang diberikan,” katanya.

Karena itu, polisi masih membutuhkan waktu untuk mengungkap jaringan utama di balik upaya penyelundupan tersebut. Penyidik juga tengah mendalami asal-usul benih lobster serta sudah berapa lama aktivitas ilegal itu berlangsung.

“Kami masih terus dalami dan kembangkan, termasuk asal baby lobster ini dan sejak kapan kegiatan tersebut berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, ratusan ribu benih lobster yang berhasil diamankan telah dilepasliarkan kembali oleh Polda Kepri bersama Balai Karantina dan Dinas Perikanan Kepri di perairan Rempang guna menyelamatkan ekosistem laut.

Sebelumnya, Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 100 ribu benih bening lobster yang diduga akan dikirim ke Singapura melalui jalur ilegal.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial SS dan DS di kawasan Mega Legenda II, Batam Kota. SS diketahui berperan sebagai kurir penjemput koper dari Bandara Hang Nadim, sedangkan DS diduga menjadi penghubung pengiriman ke Singapura.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan, benih lobster itu berasal dari Jakarta dan dikamuflase menggunakan kardus pakaian bekas agar lolos dari pemeriksaan.

“Modusnya, koper berisi benih lobster disamarkan dengan kardus pakaian bekas supaya tidak mudah terdeteksi,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora menambahkan, pengungkapan kasus bermula dari informasi adanya pengiriman benih lobster dari Jakarta menuju Batam.

Tim Subdit I Indagsi kemudian berkoordinasi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Bea Cukai Batam sebelum melakukan pembuntutan terhadap kendaraan yang membawa barang tersebut dari Bandara Hang Nadim menuju Mega Legenda.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan tujuh kardus, empat di antaranya berisi benih lobster dan tiga lainnya berisi pakaian bekas sebagai kamuflase.

Dari hasil pemeriksaan sementara, SS menerima upah sekitar Rp2,5 juta untuk setiap koper yang dibawa dari bandara. Sedangkan DS memperoleh bayaran sekitar Rp10 juta karena berperan sebagai penghubung pengiriman.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 88 huruf A junto Pasal 35 Ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara dan denda hingga Rp2 miliar.(*)

 

Artikel Polisi Telusuri Asal dan Jalur Pengiriman 100ribu Ekor Lobster yang Hendak Diselundupkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur Panjang Akhir Mei, Kunjungan Wisman Diperkirakan Melonjak

0
ILUSTRASI turis berbelanja di Batam. PHRI menyebut tingkat hunian hotel masih cukup stabil di awal tahun. Foto: chatgpt

batampos – Menjelang libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026 mendatang, Pemerintah Kota Batam optimistis kunjungan wisatawan ke Batam akan melonjak tajam. ‎Momentum cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026 yang berdekatan dengan akhir pekan serta Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026 diprediksi menjadi magnet besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata mengatakan tren kunjungan wisatawan asing ke Batam sepanjang 2026 terus menunjukkan peningkatan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

‎“Kalau melihat progres kunjungan wisatawan mancanegara per bulan, dari Januari sampai Mei 2026 ini jauh lebih baik dibanding tiga bulan pada 2025 lalu. Artinya Batam masih sangat menarik, masih sangat seksi bagi wisatawan mancanegara, khususnya Singapura dan Malaysia,” kata Ardi, Kamis (21/5) siang.

‎Menurutnya, posisi hari libur yang jatuh pada Kamis dan Jumat menjadi keuntungan tersendiri bagi Batam sebagai destinasi wisata pendek bagi wisatawan luar negeri, terutama dari Singapura.

‎“Public holiday-nya bagus. Kamis dan Jumat, disambung Sabtu-Minggu. Ini membuat Batam semakin menarik. Lonjakannya nanti diprediksi luar biasa,” ujarnya.

‎Ardi menyebut, Batam saat ini memiliki banyak daya tarik wisata yang membuat wisatawan nyaman berlibur. Mulai dari wisata kuliner di kawasan Bengkong Laut, hotel dengan fasilitas lengkap dari kelas standar hingga bintang lima, hingga faktor keamanan yang dinilai kondusif.

‎“Keamanan kita terjamin, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga masyarakat atau wisatawan merasa aman datang ke Batam,” katanya.

‎Selain itu, sektor wisata belanja juga terus diperkuat. Menurut Ardi, hadirnya berbagai pusat perbelanjaan dan tenant baru menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang datang ke Batam.

‎“Salah satu yang menarik sekarang itu wisata shopping. Elektronik, game, dan pusat belanja baru di kawasan Nagoya juga menjadi daya tarik tambahan,” ujarnya.

‎Tak hanya mengandalkan wisata belanja dan kuliner, Pemerintah Kota Batam juga menyiapkan sejumlah agenda untuk menyambut lonjakan wisatawan saat long weekend nanti.

‎Dalam waktu dekat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar event Asita Travel Mart di Grand Batam Mall, serta berbagai agenda kebudayaan lainnya.

‎“Batam bukan hanya siap untuk long weekend saja, tapi setiap weekend memang sudah kami siapkan. Wisatawan datang ke Batam itu untuk shopping, sport tourism, event-event hiburan, sampai event kelautan,” katanya.

‎Lonjakan wisatawan diperkirakan berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel dan perputaran ekonomi masyarakat.

‎Ardi optimistis okupansi hotel di Batam akan meningkat signifikan selama long weekend berlangsung. Dampaknya juga diyakini dirasakan langsung oleh sektor restoran, tempat hiburan hingga pelaku UMKM.

‎“Jelas okupansi hotel akan meningkat signifikan. Karena wisatawan bergerak ke hotel, restoran, tempat hiburan, dan UMKM. Hampir 24 persen pergerakan ekonomi kita juga berasal dari sektor pariwisata,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, pelaku UMKM dipastikan ikut menikmati dampak positif apabila kunjungan wisatawan meningkat selama libur panjang nanti.

‎Di akhir, Ardi mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Batam agar bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan kota selama momentum long weekend berlangsung.

‎“Ayo kita kompak, kita cinta Batam. Kota Batam ini milik kita semua. Jangan buang sampah sembarangan dan mari sama-sama menjaga kenyamanan kota ini,” tutur Ardi.(*)

Artikel Libur Panjang Akhir Mei, Kunjungan Wisman Diperkirakan Melonjak pertama kali tampil pada Metropolis.

PT Batamraya Sukses Perkasa Tanam 1.000 Mangrove di KEK Tanjung Sauh Batam

0
Perwakilan PT Batamraya Sukses Perkasa bersama unsur TNI-Polri, perangkat Kelurahan Ngenang, Karang Taruna, KPHL dan tokoh masyarakat melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Tanjung Sauh, Nongsa, Batam. F. Juliana Belence/Batam Pos.

batampos – PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP), pengembang utama proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh kembali melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui aksi penanaman mangrove tahap kedua di kawasan pesisir Tanjung Sauh, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis (21/5).

Sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Mangi Kurata ditanam secara serentak sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan KEK Tanjung Sauh.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari target penanaman total 5.000 bibit mangrove yang dilakukan secara bertahap.

Corporate Legal Panbil Group, Martina mengatakan, pemilihan mangrove jenis Mangi Kurata disesuaikan dengan kondisi tanah dan daya tahan terhadap ekosistem pesisir di kawasan tersebut.

“Mangrove yang kami pilih disesuaikan dengan kultur tanah dan ketahanan untuk ekosistem sekitar. Penanaman hari ini tidak akan berhenti pada hari ini saja. Mungkin ada kedua, ketiga, keempat, kelima yang akan kami sesuaikan dengan kebutuhannya,” ujar Martina.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi perhatian utama dalam setiap proses pembangunan strategis KEK Tanjung Sauh.

Selain menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, penanaman mangrove juga diharapkan mampu menjadi benteng alami untuk mencegah abrasi pantai, meredam dampak perubahan iklim, serta memulihkan habitat biota laut di sekitar Pulau Ngenang dan Tanjung Sauh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kelurahan Ngenang, jajaran Bhabinkamtibmas Ngenang, Babinsa Ngenang, Babin Potmar Ngenang, hingga Komandan Pos Ngenang.

Selain itu, perangkat masyarakat seperti Ketua RW 01 dan RW 02 Kelurahan Ngenang beserta jajaran RT, Ketua dan Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Ngenang, tokoh masyarakat, serta perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) juga ikut terlibat dalam aksi penanaman tersebut.

PT BSP berharap penanaman mangrove secara berkala dapat memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari hempasan gelombang laut sekaligus meningkatkan populasi biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber ekonomi masyarakat nelayan setempat.

Selain itu, keberadaan mangrove juga dinilai mampu membantu menciptakan kualitas udara lebih baik melalui penyerapan karbon di kawasan pesisir.

Melalui program tersebut, KEK Tanjung Sauh menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan atau sustainable development dan menjadi contoh pengembangan kawasan ekonomi yang modern serta berwawasan lingkungan di Indonesia. (*)

Artikel PT Batamraya Sukses Perkasa Tanam 1.000 Mangrove di KEK Tanjung Sauh Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasal TPPU akan Diterapkan, Polisi Dalami Aliran Dana Judi Online 24 WNA

0
Polisi mengamankan barang bukti dari hasil penindakan live judi online di Batam. F. Yashinta/ Batam pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mulai mendalami aliran dana dalam kasus dugaan perjudian online berkedok siaran langsung media sosial yang melibatkan 24 warga negara asing (WNA) di Batam. Penyidik bahkan telah menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menelusuri keuntungan yang diduga diperoleh para pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Mangombo Marusaha Simamora mengatakan, saat ini penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap para WNA yang diamankan dari dua lokasi berbeda di Batam. Proses pemeriksaan belum berjalan maksimal untuk sejumlah WNA asal Kamboja karena kendala bahasa.

“Masih proses permintaan keterangan. Ada warga negara Vietnam, Kamboja, dan Filipina yang kami periksa. Untuk warga negara Kamboja, kami masih berkoordinasi karena ahli bahasa belum kami dapatkan,” ujar Silvester, kemarin.

Silvester menjelaskan, penerapan pasal TPPU dilakukan karena penyidik melihat adanya unsur keuntungan finansial dalam aktivitas perjudian online tersebut. Polisi kini berupaya menelusuri sumber serta aliran dana para pelaku meski belum ada tersangka.

“Dalam suatu tindak pidana, tujuan utamanya biasanya mencari keuntungan. Karena itu, kami juga harus menelusuri sumber-sumber keuangannya,” katanya.

Meski demikian, penyidik belum menemukan keterkaitan aktivitas para pelaku dengan money changer di Batam. Sebab, transaksi perjudian dilakukan secara digital menggunakan dompet elektronik GCash.

“Belum ada pemeriksaan money changer karena sementara ini belum ada kaitannya. Pembayaran mereka menggunakan e-wallet lewat aplikasi GCash,” jelasnya.

Terkait kemungkinan hubungan dengan kasus 210 WNA yang sebelumnya diamankan pihak Imigrasi, Silvester belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh. Menurutnya, hal tersebut masih menjadi kewenangan Imigrasi.

“Kami belum bisa menyampaikan lebih jauh. Yang bisa menjelaskan lebih detail adalah pihak Imigrasi,” ujarnya.

Penyidik juga masih mendalami dugaan keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mengurus keberadaan para WNA selama berada di Batam. Hingga kini, baru satu WNI yang diperiksa sebagai saksi.

“Baru satu WNI yang diperiksa sebagai saksi. Untuk sponsor atau pihak yang mengurus mereka, kami masih koordinasi karena para WNA ini juga masih tertutup,” katanya.

Sebelumnya, Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri membongkar aktivitas dugaan judi online berkedok live streaming Facebook di kawasan Ruko Taman Niaga Sukajadi dan Orchard Park Business Center Batamcenter.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 24 WNA asal Vietnam, Filipina, Kamboja, Tiongkok, dan Suriah. Mereka diduga menjalankan praktik perjudian online menggunakan kartu permainan bergambar naga yang disiarkan secara langsung melalui media sosial untuk menyasar pemain dari negara asal masing-masing.

Saat ini, seluruh WNA tersebut telah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan digital forensik terhadap perangkat elektronik yang diamankan guna mengungkap jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.(*)

Artikel Pasal TPPU akan Diterapkan, Polisi Dalami Aliran Dana Judi Online 24 WNA pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus WNA Tiongkok Tabrak Pemotor hingga Tewas di Tanjungpinang Mandek, Gelar Perkara Ditunda

0
Kondisi korban usai ditabrak mobil Fortuner berisi tujuh WNA Tiongkok di Jalan Nusantara, Tanjungpinang, Jumat (8/5). Foto warga untuk Batam Pos.

batampos – Penanganan kasus kecelakaan maut yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial CT (31) di Jalan Nusantara, Tanjungpinang, masih berjalan lambat. Satlantas Polresta Tanjungpinang bahkan menunda pelaksanaan gelar perkara kasus tersebut.

Kecelakaan yang menewaskan pengendara motor berinisial MS (21) itu terjadi sejak 8 Mei 2026. Korban meninggal dunia setelah ditabrak mobil Toyota Fortuner BK 1271 OH yang dikemudikan CT saat mencoba mendahului kendaraan lain.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Werry Wilson Marbun mengatakan, penundaan gelar perkara dilakukan karena personel sedang melaksanakan pengamanan aksi demonstrasi.

“Kemarin kita melakukan pengawalan massa demo, jadi kami tunda. Hari ini kami akan gelar,” ujar Marbun, Kamis (21/5).

Ia mengakui lambannya penanganan kasus tersebut disebabkan proses pemeriksaan saksi yang masih berlangsung. Hingga kini, penyidik baru memeriksa tujuh orang saksi.

“Sudah ada tujuh saksi yang kami periksa untuk kasus laka ini,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi mobil saat hendak mendahului kendaraan di depannya.

Mobil Fortuner yang dikendarai CT diketahui melaju dari arah traffic light Batu 10 menuju Jalan Nusantara. Saat mencoba menyalip kendaraan lain, mobil diduga masuk ke jalur berlawanan hingga bertabrakan dengan sepeda motor korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan diduga karena kelalaian pengemudi mobil saat hendak mendahului kendaraan lain. Isi mobil tersebut tujuh orang WNA,” jelas Marbun.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, David Roger Julius Pakpahan mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Satlantas Polresta Tanjungpinang terkait kasus tersebut.

“Semalam belum ada SPDP yang dikirim untuk kasus itu. Untuk hari ini kami juga belum menerima informasi,” ujarnya.

Kasus kecelakaan maut tersebut menjadi perhatian publik lantaran hingga dua pekan setelah kejadian belum ada kepastian hukum terkait status pengemudi WNA tersebut. (*)

Artikel Kasus WNA Tiongkok Tabrak Pemotor hingga Tewas di Tanjungpinang Mandek, Gelar Perkara Ditunda pertama kali tampil pada Kepri.