Branch Manager SPMT Tanjung Balai Karimun Yusrizal saat menyerahkan paket sembako kepada buruh TKBM Taman Bunga, porter,supir dan anak yatim.f.Pelindo SPMT Tanjung Balai Karimun
batampos– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) kembali menggelar ” Pelindo Berbagi Ramadan 1446 H/Tahun 2025? memberikan santunan dan bantuan sembako kepada anak yatim, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Taman Bunga, porter dan supir truk serta takjil secara gratis.
Branch Manager SPMT Tanjung Balai Karimun Yusrizal menjelaskan, program “Pelindo Berbagi Ramadan” dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang termasuk di Karimun.
”Program ini serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia. Untuk santunan anak yatim totalnya 6.835 orang, berbagi takjil 34.300 paket dan sembako TKBM pelabuhan 54.560.paket,” terangnya, Senin (24/3).
Untuk wilayah SPMT Tanjung Balai Karimun sendiri, ada 150 paket sembako. Kemudian, satunan anak yatim 50 orang dari panti asuhan Bustanul Adzkia 37 orang dan panti Asuhan At Taqwa Karimun 13 orang.
”Sebelumnya, kita telah melakukan pembagian takjil sebanyak 300 kotak selama 5 hari yang disebar didepan kantor Pelindo, Coastal Area, Gor Badang Perkasa, Bukit Tembak
dan terminal penumpang Pelabuhan,” ungkapnya.
Masih kata Yusrizal lagi, kegiatan sebagai aksi sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional perusahaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung kesejahteraan sosial dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
“Semoga program ini dapat meringankan beban masyarakat pada saat bulan suci Ramadan dan membawa berkah bagi semua pihak,” tuturnya.
Suparni perwakilan TKBM pelabuhan Taman Bunga memberikan apresiasi terhadap PT Pelindo SPMT Tanjung Balai Karimun yang tetap peduli terhadap warganya. Artinya, para pekerja yang selalu beraktivitas di kawasan pelabuhan ada perhatian.
”Insyallah, diramadan tahun depan bisa jumpa dan tetap sehat selalu,” katanya.(*)
Papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Usai tragedi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), istana mengundang analis pasar modal datang ke istana, Senin (24/3). Difasilitasi Kantor Komunikasi Presiden, mereka berdiskusi dan menyanpaikan masukan terkait situasi pasar modal di Indonesia.
Deputi II Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Noudhy Valdryno mengatakan, pihaknya berdiskusi dengan analis dan ekonom terkait kebijakan dan outlook ekonomi Indonesia ke depannya. Hal itu sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas dan intensitas komunikasi ke semua kalangan.
Seperti diketahui, dalam rapat kabinet paripurna jumat lalu, Prabowo sampaikan komitmen untuk tingkatkan kualitas dan intensitas komunikasi dari semua jajaran kepada semua pihak. Tak terkecuali di sektor pasar modal.
“Pelaku pasar menjadi sektor yang pentingnya luar biasa bagi negara ini, kita dapat saran dan rekomendasi banyak sekali dapat pandangan tadi teman-teman terhadap ekonomi negara kita,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam pertemuan, lanjutnya, para analis merekomendasikan agar ada komunikasi yang konstan antara istana ke pelaku pasar dan para ekonom. Noudhy menilai, rekomendasi tersebut cukup positif dan siap ditindallanjuti.
“Kami dari kantor komunikasi kepresidenan, dari kementerian dan lembaga di pemerintahan ini akan komunikasi intens sama pelaku pasar dan ekonom,” imbuhnya.
Apakah situasi saham yang sedang dalam tren negatif juga dibahas? Noudhy mengakui itu salah satu yang dibahas. Namun dia tidak mau mendetailkan bahasan itu. Dia mengklaim, dari sisi kebijakan pemerintah sudah sesuai dengan harapan pasar.
“Pada intinya mereka confidence dan punya semangat yang sama bahwa kebijakan-kebijakan pak Prabowo makin terlihat dampaknya,” kata dia.
Dia menegaskan, pertemuan dengan analis pasar modal akan menjadi kegiatan rutin. Hal itu bagian dari upaya untuk mewujudkan cita-cita presiden agar pertumbuhan ekonomi naik 8 persen.
“Kita apresiasi diskusi pada hari ini dan ini mudah mudahan terus berlanjut ke depannya,” pungkasnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika diskusi akan melibatkan Presiden Prabowo Subianto langsung. Saat ini, pihak istana masih mencari jadwal yang tepat.
Sementara itu, usai sempat tren positif di akhir pekan lalu, IHSG di awal pekan ini dibuka minus. Sempat minus hingga 4 persen di angka, 5.967 pada Senin pagi, di sore hari ditutup di angka 6.161.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengklaim pengumuman kepengurusan danantara memberi sentimen positif pada pasar. Hal itu, menurutnya, tercermin dari berkurangnya pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau dilihat memang kan tadi pagi turun, sekarang pas pengumuman dengan Danantara justru naik kok,” ujarnya di Kantor Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/3).
Di pagi hari, IHSG sempat minus hingga 4 persen ke angka 5.967. Namun per pukul 14.25 WIB, IHSSG sedikit membaik ke angka 6.183.
Bagi Rosan, data itu menunjukkan pasar menyambut baik nama-nama yang ada pada kepengurusan Danantara.
“Coba lihat deh ke indeksnya, tadi saya disampaikan dan saya lihat ternyata yang tadi sempet turun 200-300 poin sekarang tinggal 80 dan terakhirnya trennya positif setelah pengumuman Danantara,” imbuhnya. (*)
Pelaksanaan Pembagian Takjil oleh anggota Komunitas Genre MA Al-Barakah Singkep, Sabtu (22/3). F. Vatawari/BATAM POS
batampos– Komunitas Generasi Berencana (Genre) Madrasah Aliyah (MA) Al-Barakah Singkep menggelar kegiatan bagi-bagi takjil berbuka puasa untuk masyarakat Dabo Singkep sebanyak 100 paket. Pembagian Takjil Berbuka puasa ini dilaksanakan di Jalan Garuda Dabo Singkep Kabupaten Lingga pada Sabtu (22/3).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dibulan yang penuh berkah terhadap anggota komunitas Genre yang terdiri dari siswa-siswi MA Al-Barakah Singkep.
Joniardi, Pembina Komunitas Genre MA Al-Barakah Singkep mengatakan pembagian takjil ini merupakan wujud kepedulian dan semangat saling berbagi oleh siswa-siswi MA Al-Barakah Singkep yang tergabung di komunitas Genre terhadap sesama pada momen Bulan Suci Ramadan.
“Alhamdulillah hari ini kami membagikan sebanyak 100 paket takjil berbuka puasa untuk masyarakat Dabo yang melintas di jalan Garuda. Kami berharap apa yang kami lakukan ini memberikan manfaat bagi orang banyak. Kegiatan ini juga kami lakukan dengan tujuan agar generasi muda yang tergabung di komunitas Genre MA Al-Barakah memiliki rasa kepedulian yang besar terhadap sesama dengan saling berbagi,” ujar Joniardi saat dikonfirmasi Batampos pada Sabtu (22/3).
Selanjutnya Joniardi menjelaskan sumber pendanaan dari pembelian takjil untuk dibagikan ini berasal dari iuran seluruh siswa-siswi dan guru MA Al-Barakah Singkep yang diakomodir langsung oleh anggota Genre MA Al-Barakah Singkep.
“Adapun sumber dana yang kami gunakan untuk pembelian takjil yang dibagikan ini adalah sumbangan dari masing-masing siswa-siswi dan guru MA Al-Barakah Singkep serta anggota komunitas Genre itu sendiri,” jelasnya.
Pembina komunitas Genre MA Al-Barakah menambahkan walaupun sempat terkena guyuran hujan, anggota komunitas Genre ini tetap bersemangat melakukan pembagian paket takjil untuk masyarakat yang melintasi titik lokasi pembagian.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada anak muda yang tergabung dalam Komunitas Genre ini, semangat dan kepedulian terhadap sesama yang sangat besar tidak menyurutkan semangat mereka dalam berbagi Takjil walaupun sempat diguyur hujan,” tambah Joniardi. (*)
batampos – Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan Dasar DPRD Batam menyoroti sejumlah permasalahan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan di Batam.
Dalam rapat paripurna yang digelar Senin (24/3), Juru Bicara Pansus, Warya Burhanuddin, mengungkapkan terdapat delapan poin utama yang menjadi perhatian serius dan perlu diatur dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar.
Warya menekankan bahwa kualitas pendidikan di Batam belum merata. Menurutnya, disparitas antara sekolah yang memiliki fasilitas memadai dan yang belum terpenuhi masih menjadi tantangan besar.
“Kesenjangan ini berimplikasi pada pembangunan di sektor pendidikan yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya di hadapan anggota dewan.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas dan sarana prasarana di sekolah-sekolah. Ketersediaan fasilitas pendukung yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Selain itu, Pansus menekankan penguatan regulasi terkait Sekolah Inklusi dan Sekolah Ramah Anak. Sekolah Inklusi adalah sekolah reguler yang menerima siswa berkebutuhan khusus dalam sistem pembelajaran yang disesuaikan. Sementara itu, Sekolah Ramah Anak bertujuan menjamin hak-hak anak serta melindungi mereka dari kekerasan dan diskriminasi.
Permasalahan lain yang disoroti adalah perlindungan terhadap guru. Warya menyebut adanya kecenderungan guru merasa takut dalam menjalankan tugasnya karena kekhawatiran akan dilaporkan secara hukum oleh orang tua siswa.
“Jika tidak ada langkah perlindungan yang jelas, dikhawatirkan kondisi ini dapat mengganggu proses belajar-mengajar,” katanya.
Selain itu, inovasi dan digitalisasi pendidikan di era teknologi saat ini juga dianggap penting. Pemanfaatan teknologi seperti pembelajaran daring, aplikasi pendidikan, dan media digital perlu diatur dalam perda untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah pengembangan karakter dan minat bakat siswa. Upaya ini memerlukan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk membentuk individu yang berintegritas dan berprestasi.
“Selama ini, pengembangan karakter dan minat bakat belum diatur secara komprehensif dalam Perda Nomor 3 Tahun 2019,” kata dia.
Pansus juga menyoroti pentingnya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pendamping dana dari pemerintah pusat. Warya menyebut BOSDA yang bersumber dari APBD menjadi kunci dalam mendukung operasional sekolah dan memastikan mutu pendidikan yang lebih baik.
Selain itu, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga mendapat sorotan karena kerap menimbulkan permasalahan tahunan. “Kami mendorong adanya regulasi yang lebih baik untuk memastikan PPDB berjalan secara adil dan transparan,” tambahnya.
Dalam proses pembahasan Ranperda, Pansus telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Hasil konsultasi tersebut menunjukkan kementerian meminta agar Pansus tidak terburu-buru membahas Ranperda karena adanya proses transisi di kementerian yang kini terbagi menjadi tiga entitas baru.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih dalam tahap pengkajian berbagai kebijakan baru. Maka, kami diminta menunggu agar kebijakan tersebut bisa diakomodasi dalam ranperda,” katanya.
Seiring dinamika tersebut, Pansus memutuskan untuk mengajukan perpanjangan masa kerja selama 60 hari. Langkah ini diambil agar mereka dapat memantau perkembangan di kementerian serta berkoordinasi terkait kebijakan yang akan diimplementasikan di daerah.
Lebih lanjut, Pansus juga mempertimbangkan kemungkinan pencabutan Perda Nomor 3 Tahun 2019 jika perubahan kebijakan yang diatur dalam ranperda melebihi 50 persen dari aturan sebelumnya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyusunan Peraturan Perundang-undangan, revisi yang signifikan mengharuskan pencabutan perda lama.
“Pencabutan Perda menjadi opsi yang kami pertimbangkan mengingat banyaknya perubahan yang perlu diakomodasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batam,” ujar Warya. (*)
Aparat membentuk barikade di depan pintu masuk Grahadi saat berlangsung demo tolak UU TNI, Senin (24/3). (Novia Herawati/JawaPos.com)
batampos – Unjuk rasa Tolak Undang-Undang (UU) TNI oleh ribuan massa di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Senin (24/3) sempat ricuh dan diwarnai pelemparan bom molotov.
Dari pantauan JawaPos.com, massa aksi mulai memadati Jalan Gubernur Suryo sejak pukul 14.00 WIB. Mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.
Kericuhan terjadi setelah kurang lebih dua jam massa aksi berorasi. Kemudian pada pukul 16.20 WIB, massa aksi mulai melemparkan botol minuman, batu, petasan, hingga bom molotov ke dalam Gedung Grahadi.
Tidak hanya itu, massa juga melempar barang-barang disekitar mereka, seperti batu bata dan pot bunga. Cekcok di antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga pun tidak terhindarkan.
Aparat kemudian menembakkan meriam air atau water cannon untuk meredam kericuhan yang terjadi. Tampak massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil berlarian mundur untuk berlindung dari tembakan air.
Namun di sisi lain, massa aksi semakin kompak dan tidak bergeming. Mereka bahkan mencoba menjebol kawat berduri dan mendekati gedung Grahadi. Hingga saat ini, aksi lempar barang masih dilakukan massa.
Sebelumnya, ada 8 tuntutan yang dibawa, yakni Tolak Revisi Undang-Undang (UU) TNI, Tolak Perluasan Fungsi TNI dalam Ranah Sipil, Tolak Penambahan Kewenangan TNI dalam Ranah Operasi Militer Selain Perang, Terutama Di Ranah Siber.
Kemudian Bubarkan Komando Teritorial, Tarik Seluruh Militer Dari Tanah Papua, Kembalikan TNI ke Barak, Revisi Undang-undang Peradilan Militer Untuk Menghapus Impunitas Di Tubuh TNI, dan Copot TNI Aktif di Jabatan Sipil. (*)
batampos – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berupaya mendukung kelancaran komunikasi pelanggan di seluruh Indonesia, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri 1446H. Untuk merealisasikan komitmen ini, Indosat mengambil langkah-langkah strategis guna menghadirkan koneksi yang handal, memastikan pelanggan tetap terhubung dengan orang terkasih di momen spesial ini.
Indosat melaksanakan Ekspedisi Jaringan Andal untuk memantau performa jaringan serta meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan di titik-titik ramai. Inisiatif ini memastikan koneksi yang stabil dan handal, terutama di jalur mudik utama seperti Jakarta–Lampung–Palembang dan Jakarta–Jogja–Malang. Fokus utama ekspedisi ini adalah memastikan kesiapan jaringan di jalur-jalur strategis yang menjadi pilihan utama masyarakat selama arus mudik.
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan: “Kami memahami betapa pentingnya konektivitas selama Ramadan dan Idulfitri. Oleh karena itu, kami berupaya memastikan pelanggan bisa menikmati layanan yang stabil untuk berkomunikasi, beribadah, maupun menjalankan aktivitas digital lainnya. Dengan jaringan yang kuat dan handal, Indosat berkomitmen menjaga agar setiap pelanggan tetap terhubung tanpa hambatan hingga perayaan hari raya.” Ia juga menegaskan bahwa Indosat bukan sekadar penyedia layanan konektivitas, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan di momen penuh berkah ini.
Dalam kesempatan ini, Indosat kembali memperkenalkan Unparalleled Network Services Guaranteed, yang menegaskan upaya Indosat dalam menyediakan jaringan terintegrasi dengan teknologi mutakhir, guna memberikan pengalaman konektivitas berkualitas tinggi bagi seluruh pelanggan.
Antisipasi Lonjakan Trafik dan Peningkatan Infrastruktur
Seiring meningkatnya mobilitas selama Ramadan dan Lebaran, kebutuhan koneksi stabil untuk panggilan, pesan, serta akses internet pun turut melonjak. Indosat memperkirakan kenaikan trafik data nasional harian selama Ramadan mencapai 14,6% dibandingkan rata-rata harian, dengan puncaknya menjelang Idulfitri.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Indosat memperkuat infrastrukturnya dengan meningkatkan kapasitas jaringan melalui optimalisasi BTS (Base Transceiver Station), MBTS (Mobile Base Transceiver Station), dan pemantauan trafik secara real-time. Optimalisasi ini meliputi 632 titik keramaian (Point of Interest/POI), 68 rute strategis, 29 jalur tol, 30 jalur non-tol, serta 9 jalur kereta api.
Beberapa kota diprediksi mengalami lonjakan trafik signifikan, seperti Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, dan kawasan Jakarta Raya lainnya. Di Pulau Jawa, lonjakan diperkirakan terjadi di Purwokerto, Madiun, dan Pati, sedangkan di Sumatera, kenaikan trafik diprediksi terjadi di Metro-Kota Bumi, Baturaja, dan Padang. Untuk wilayah Kalisumapa, lonjakan diperkirakan terjadi di Bone, Gowa, dan Parepare.
Demi mendukung kelancaran komunikasi, Indosat menambah kapasitas jaringan di 9.600 BTS dan 800 jaringan transport, memperluas cakupan dengan 1.500 BTS baru dan 53 Mobile BTS. Stabilitas operasional didukung oleh 1.100 Mobile Genset dan 3.000 teknisi yang siap siaga di seluruh Indonesia.
Peningkatan Layanan Digital dan Prediksi Kenaikan Trafik di Sumatra
Selama Ramadan, beberapa aplikasi diperkirakan mengalami lonjakan penggunaan tertinggi, seperti TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Sementara itu, game seperti Mobile Legends, Roblox, Free Fire, PUBG, dan Call of Duty diproyeksikan menjadi favorit pengguna.
Khusus di Sumatra, lonjakan trafik data diperkirakan mencapai 12,7% dibandingkan rata-rata harian tertinggi. Dari tiga regional Sumatra, Central Sumatra diprediksi mengalami lonjakan tertinggi hingga 16%, diikuti Sumbagsel 14,7%, dan Sumbagut 5%.
Lima kabupaten di Central Sumatra yang diproyeksikan mengalami lonjakan tertinggi adalah Pekanbaru, Bengkinang, Siak, Dumai, dan Rokan Hilir. Di kawasan ini, Indosat memiliki 3.701 site yang tersebar di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Barat. Selain itu, terdapat 420 RAN Upgrade, satu Mobile BTS yang dikerahkan, dan 130 site baru di Central Sumatra.
Untuk mendukung kelancaran komunikasi di Sumatra bagian Selatan, Indosat meningkatkan kapasitas di 632 POI dan menambah 10 MBTS yang tersebar di beberapa area strategis, termasuk Pelabuhan Bakauheni. Optimalisasi jaringan juga dilakukan di berbagai rest area jalan tol, stasiun, bandara, serta terminal di seluruh Sumatra.
Indosat Ooredoo Hutchison terus berkomitmen menyediakan jaringan yang stabil dan handal, memastikan pelanggan tetap terhubung dengan lancar selama momen mudik dan perayaan Idulfitri. (*)
Sidang lanjutan keterlibatan 10 mantan anggota polisi yang pernah bertugas di Satnarkoba Polresta Barelang dalam dugaan pemufakatan jahat kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (24/3).
batampos – Sidang lanjutan keterlibatan 10 mantan anggota polisi yang pernah bertugas di Satnarkoba Polresta Barelang dalam dugaan pemufakatan jahat kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (24/3). Agenda persidangan, masih keterangan dua saksi yang dihadirkan JPU dalam sidang dipimpin hakim Tiwik didampingi Douglas dan Andi Bayu.
Saksi pertama yakni Didi Wahyudi, Kasi Keuangan Bagian Pengeluaran Polresta Barelang. Dalam keterangannya, Didi menegaskan bahwa pengeluran bidang Satnarkoba Polresta Barelang sudah sesuai peruntukan.
“Sudah sesuai, karena untuk pengeluaran tak hanya bagian Satnarkoba, namun bagian lainnya juga,” sebut Didi.
Tak hanya itu, Didi juga tak menapik bahwa untuk bagian Satnarkoba Polresta Barelang memang ada peruntukan anggaran untuk sumber informasi. Dimana yang bisa dicairkan berkisar Rp 5-10 juta.
“Untuk maksimal uang yang bisa dicairkan untuk sumber informasi (informan) maksimal Rp 10 juta untuk pengungkapan kasus,” kata Didi.
Sedangkan bagian operasional dari bulan Maret hingfa Mei 2024, keuangan Polresta Barelang telah mengucurkan dana Rp 700 juta, untuk penanganan Kasus (LP15-LP 33). Namun LP 34-38, tak pernah diklaim atau diajukan oleh bagian Satnarkoba.
“Keuangan tidak tahu ada LP 38, yang masuk ke kami sampai LP 33. Mereka Belum ada pengajuan sampai akhir Desember 2024. Kalau mereka mengajukan di tahun berbeda, misalnya 2025 tak bisa lagi,” beber Didi.
Namun disinggung terkait perkara tersebut, Didi mengaku tidak tahu menahu. Ia pun tidak paham atas dakwaan tersebut.
“Untuk perkara ini saya tak paham, karena saya hanya bagian pengeluaran di keuangan,” tegas Didi.
Keterangan saksi dibenarkan oleh para terdakwa, yang kemudian oleh majelis hakim Tiwik melanjutkan sidang ke saksi berikutnya, yang merupakan tersangka perkara narkoba di Tembilahan.
Namun sidang yang rencananya akan berlangsung online tidak dapat terlaksana, karena sinyal tidak maksimal.
“Untuk itu, sidang ditunda pada 10 April 2025, agenda saksi,” pungkas Tiwik.
Sidang lanjutan kasus dugaan pemufakatan jahat dalam perkara narkotika yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (20/3). Sidang ini menghadirkan lima saksi yang saat ini ditahan di Rutan Tembilahan, termasuk mantan Kepala Unit 2 Satnarkoba Polresta Barelang, Ipda Nurdeni Rian yang memberi keterangan pertama dalam sidang yang dipimpin Tiwik didampingi hakim anggota Douglas dan Andi Bayu.
Dalam kesaksiannya, Ipda Nurdeni Rian mengungkap fakta baru bahwa narkotika jenis sabu yang dijemput dari Malaysia sebenarnya berjumlah 50 kilogram. Sebelumnya, yang terungkap ke publik hanya 35 kilogram. Ia menyatakan bahwa sabu tersebut merupakan bagian dari paket besar yang dibawa oleh Unit 1 Satnarkoba Polresta Barelang dari Malaysia.
Nurdeni Rian, yang bertugas sejak 2020 sebagai Kasubnit II Satnarkoba, menjelaskan pada 15 Juni 2024, ia diminta untuk membackup operasi bersama empat anggota lainnya.
Diketahui, Kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret 10 anggota polisi Polda Kepri akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/1) sekitar pukul 11.20 WIB. Dimana dua warga sipil yang satu diantaranya mantan anggota polisi juga sidang dalam perkara sama dengan agenda pembacaan dakwaan.
Dalam dakwaan, terungkap jika para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp 20 juta dan upah informan Rp 20 juta perkilogram.
Dakwaan menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2025. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.
Kasus bermula dari informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.
Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu.
Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.
Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, di mana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional. Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi.
Hingga akhirnya, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp 20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjung Uban hingga ke Malaysia.
Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasaan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia.
Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada diatas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.
Di Satnarkoba Polresta Barelang, para terdkawa menghitung jumlah sabu didalam dua tas ada 44 bungkus, yang masing-masing bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.
Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diexpos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam.
Dalam pertemuan para terdakwa dan kasat, kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada Para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan expos perkara nantinya. Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade.
Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp 150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp 10 juta. Namun dalam
Aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya. Orang suruhan Poy ditangkap ditangkap di dekat jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu.
Tak hanya itu, 9 kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual, salah satunya kepada Azis dengan harga Rp 400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut. Perbuataan para terdqkwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika. (*)
Sampah menghambat aliran air di drainase Seibeduk. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Batam masih menghadapi permasalahan serius terkait sampah. Di berbagai sudut kota, tumpukan sampah masih sering terlihat, terutama di pinggir jalan dan drainase. Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memicu berbagai permasalahan lain, termasuk banjir saat musim hujan tiba.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah drainase induk di pinggir Jalan S Parman, Seibeduk, tepat sebelum Simpang Kampung Bagan. Saat hujan mengguyur Batam pada Senin (24/3) siang, drainase ini tampak dipenuhi oleh sampah rumah tangga yang hanyut terbawa aliran air. Sampah-sampah tersebut tersangkut di sekitar instalasi jaringan pipa dan kabel yang melintang di drainase, menyebabkan aliran air menjadi tersendat.
Akibat tersumbatnya drainase, banjir pun kerap terjadi di kawasan ini. Warga sekitar mengeluhkan kondisi tersebut yang telah menjadi permasalahan rutin setiap kali hujan deras turun. “Sudah jadi langganan banjir di sini kalau hujan deras. Ini lah masalah yang dihadapi. Sampah banyak di drainase. Drainase pun tidak berfungsi normal,” ujar Agus, seorang warga yang ditemui di Simpang Kampung Bagan.
Masalah serupa juga terjadi di wilayah lain, seperti Batuaji dan Sagulung. Setelah hujan deras, sampah yang terbawa air cenderung menumpuk di titik-titik sumbatan drainase, menyebabkan aliran air terganggu. Selain sampah rumah tangga, material bekas bangunan juga memperparah kondisi drainase di sejumlah wilayah.
Banjir yang sering terjadi di Batam sebagian besar disebabkan oleh buruknya sistem drainase yang tersumbat sampah. Aliran air yang tidak lancar membuat genangan air mudah terbentuk di berbagai kawasan, terutama di daerah yang memiliki elevasi rendah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat semakin parah di masa mendatang.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyadari urgensi permasalahan ini dan tengah berupaya keras untuk mengatasinya. Sejumlah program telah dicanangkan untuk menangani persoalan sampah dan normalisasi drainase guna mengurangi risiko banjir di kota tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menginstruksikan agar program normalisasi drainase segera dilaksanakan. Selain itu, Pemko Batam juga mengagendakan berbagai proyek penanganan sampah sebagai langkah preventif untuk mencegah permasalahan serupa di masa depan.
Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani permasalahan sampah dan banjir. Kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya ini. Disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah penting yang harus diterapkan oleh setiap warga.
Tanpa dukungan masyarakat, berbagai upaya pemerintah dalam menangani sampah dan banjir tidak akan berjalan maksimal. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari ancaman banjir.
Ke depan, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membawa perubahan positif bagi kondisi lingkungan di Batam. Dengan komitmen bersama, permasalahan sampah dan banjir dapat diminimalkan sehingga kota ini menjadi lebih nyaman dan layak huni bagi seluruh warganya. (*)
Riski Kurniade pelaku pencurian dengan modus membobol rumah warga di Perumahan Bukit Kemuning Blok EE I No. 25, RT 008 RW 016, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk saat diamankan di Polsek Seibeduk. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Polsek Seibeduk tangkap seorang pria pelaku pencurian dengan modus membobol rumah warga di Perumahan Bukit Kemuning Blok EE I No. 25, RT 008 RW 016, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk. Kejadian ini terjadi pada Kamis (20/3) saat pemilik rumah sedang melaksanakan salat subuh.
Pelaku diketahui bernama Riski Kurniade, kelahiran tahun 1998, dan merupakan warga Sagulung. Ia berhasil diamankan setelah polisi menerima laporan dari korban, Ahmad Kurniawan, yang kehilangan sejumlah barang berharga dari dalam rumahnya.
Kapolsek Seibeduk, AKP Buhedi Sinaga, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui jendela depan dan mengambil tas yang berada di dapur. Di dalam tas tersebut terdapat satu unit laptop merk Asus warna silver, uang tunai sebesar Rp7.200.000, serta beberapa dokumen penting seperti KTP, SIM A, SIM C, dan STNK sepeda motor.
Korban baru menyadari kehilangan tersebut ketika hendak berangkat kerja dan melihat tasnya sudah tidak ada. Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV rumahnya dan mendapati aksi pencurian yang terjadi saat ia sedang salat. “Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp14.000.000, ” kata Kapolsek.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Seibeduk, Ipda Alex, bersama tim Opsnal melakukan penyelidikan. Pada Kamis (2/3) pukul 23.00 WIB, tim mendapat informasi bahwa pelaku berada di sebuah rumah di belakang Gros Mart, Kelurahan Duriangkang. Namun, saat tim tiba di lokasi, pelaku tidak ditemukan di dalam rumah tersebut.
Polisi kemudian meminta bantuan salah satu penghuni rumah untuk memancing pelaku kembali dengan alasan membawa makanan. Strategi ini berhasil, dan ketika pelaku tiba di rumah tersebut, polisi langsung mengamankannya. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan kemudian dibawa ke Polsek Seibeduk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Barang bukti yang disita antara lain satu unit handphone merk Vivo warna biru, satu unit laptop merk Asus warna silver, satu unit charger laptop Asus warna hitam, dan satu unit charger handphone iPhone warna putih.
Selain itu, polisi juga menyita uang tunai yang diduga hasil pencurian, yaitu 79 lembar uang pecahan Rp20.000, 300 lembar uang pecahan Rp5.000, dan dua lembar uang pecahan Rp10.000. Selain uang tunai, ditemukan juga saldo e-money sebesar Rp300.000 di aplikasi DANA milik pelaku.
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda GL 150 (Megapro) warna putih yang digunakan pelaku dalam aksinya. Sepasang pakaian yang dipakai pelaku saat melakukan pencurian juga disita sebagai barang bukti. Selain itu, polisi memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian tersebut.
Dengan tertangkapnya pelaku, Polsek Seibeduk mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tindak kejahatan di lingkungan sekitar. Warga diminta untuk memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik, terutama saat beristirahat atau meninggalkan rumah. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib agar tindakan cepat dapat dilakukan. (*)
batampos – Rencana lelang kapal super tangker MT Arman 114 masih dalam proses. Saat ini, proses lelang Kapal berbendera Iran ini ditangani oleh Pusat Pengelolaan Aset (PPA) Kejaksaan Agung.
Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi mengatakan terkait barang bukti kapal MT Arman 114 memang akan masuk dalam proses lelang. “Iya sedang proses, tapi kewenangan diambil oleh Pusat Pengelolaan Aset Kejagung,” ujar Kasna, Senin (24/3)
Menurut dia, tim dari Badan Pemulihan Aset (BPA) telah turun langsung untuk memastikan kondisi kapal sebelum proses lebih lanjut. Dimana kapal tersebut masih berada di Batam. “Barang bukti kapal MT Arman masih berada di Batam dalam kondisi aman, dijaga oleh instansi terkait,” ujarnya.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Batam telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap nahkoda MT Arman 114, Mahmoud Abdelazis Mohammed, warga negara Irak. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara tanpa kehadiran terdakwa dalam persidangan. Vonis ini berkekuatan hukum tetap tujuh hari setelah putusan dijatuhkan.
Kapal MT Arman 114 yang bernilai triliunan rupiah, beserta barang bukti lainnya berupa minyak bernilai miliaran rupiah, telah dirampas untuk negara. Lelang kapal ini menjadi perhatian besar mengingat nilai aset yang sangat tinggi serta keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya.
Proses lelang ini masih menunggu langkah lanjutan dari PPA Kejaksaan Agung, yang kini bertanggung jawab penuh atas pengalihan aset tersebut. (*)